• TERKINI
  • UAD BERDAMPAK
  • PRESTASI
  • FEATURE
  • OPINI
  • MEDIA
  • KIRIM BERITA
  • Menu
News Portal of Universitas Ahmad Dahlan

Ancaman Perubahan Iklim Bagi Kesehatan

19/08/2025/in Opini, Publikasi 2024, Suara Merdeka /by NewsUAD

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Suara Merdeka (10 Juli 2024)
Lolita

YOGYAKARTA, kedu.suaramerdeka.com – Sejak akhir abad ke-19, suhu rata-rata bumi telah mengalami peningkatan sekitar 1°C. Gletser dan es mengalami pencairan yang lebih cepat, sehingga menyebabkan permukaan air laut semakin naik. Pemanasan global, pencairan glasier es, peningkatan permukaan air laut, dan perubahan pola cuaca, merupakan beberapa ciri perubahan iklim yang semakin bergejolak.

Fenomena perubahan ini berlangsung dalam jangka waktu panjang bisa puluhan hingga jutaan tahun. Hal ini menjadikan ancaman tersendiri bagi keberlangsungan makhlukhidup di muka bumi. Perubahan iklim dapat mengakibatkan peningkatan risiko berbagai jenis penyakit. Sebagai contoh badai tropis dapat mengganggu layanan dan infrastruktur kesehatan yang berakibat fatal pada kejadian cedera fisik, psikis, hingga berujung kematian. Banjir yang parah juga dapat menyebabkan penyakit yang ditularkan melalui air seperti leptospirosis, kolera, dan infeksi. Banjir juga dapat memicu evakuasi massal dan masalah kesehatan mental akibat kehilangan tempat tinggal dan mata pencaharian.

Kondisi kekeringan, kebakaran hutan, polusi udara dapat mempengaruhi kualitas udara dan sanitasi lingkungan. Berbagai penyakit yang disebabkan oleh kekeringan seperti malnutrisi, gangguan saluran pernafasan, demam lebah, penyakit yang diperantarai vektor (nyamuk, virus, bakteri), gangguan mood, hingga bunuh diri. Gelombang panas yang intens dapat menyebabkan penyakit terkait stress panas seperti sengatan panas, kelelahan akibat panas, dan dehidrasi. Suhu tinggi dapat meningkatkan stress pada sistem kardiovaskular yang menyebabkan peningkatan risiko serangan jantung dan penyakit kardiovaskular lainnya.

Suhu tinggi dapat meningkatkan pertumbuhan dan kontaminasi mikro organisme pathogen seperti Salmonella dan E. coli. Perubahan iklim juga dapat memperluas jangkauan geografis nyamuk pembawa penyakit seperti malaria, demam berdarah, zika, dan chikungunya. Kejadian cuaca ekstrem dapat menyebabkan stress psikologis dan kecemasan.

Kehilangan tempat tinggal, mata pencaharian, dan keamanan dapat memicu gangguan mental seperti depresi, dan kecemasan. Kekhawatiran tentang masa depan dan dampak perubahan iklim pada kehidupan manusia dapat menyebabkan perasaan tidak berdaya, kecemasan, dan stress kronis, terutama di kalangan generasi muda yang sangat peduli terhadap masalah lingkungan. Populasi rentan akibat perubahan iklim dapat terjadi pada anak-anak, lansia, komunitas berpenghasilan rendah dan orang dengan penyakit yang sudah ada (pre-exsiting conditions). Anak-anak lebih rentan terhadap penyakit akibat perubahan kualitas air dan udara.

Sistem kekebalan yang belum sempurna menjadikan anak-anak lebih berisiko terkena penyakit infeksi. Begitu pula dengan lansia yang memiliki risiko lebih tinggi terhadap penyakit terkait panas, penyakit kardiovaskular, dan pernapasan. Mereka juga lebih rentan terhadap dampak cuaca ekstrem dan perubahan lingkungan yang cepat.

Komunitas yang berpenghasilan rendah sering kali tinggal di daerah yang lebih rentan terhadap banjir dan polusi udara. Mereka juga memiliki akses yang terbatas ke layanan kesehatan dan infrastruktur yang mendukung. Di samping itu, perubahan suhu dan polusi udara dapat memperburuk kondisi individu dengan penyakit kronis seperti gangguan jantung, ginjal dan paru-paru.

Strategi adaptasi dan mitigasi
Perubahan iklim memerlukan strategi adaptasi dan mitigasi antara lain : kesiapan kesehatan publik, infrastruktur ketahanan iklim, kebijakan advokasi, keterlibatan komunitas, riset dan monitoring, implementasi sistem peringatan dini untuk kejadian cuaca ekstrem dalam mengurangi resiko kesehatan.

Selain itu, perlu dilakukan perencanaan darurat dan pelatihan bagi tenaga kesehatan dan masyarakat umum guna menghadapi bencana yang terkait dengan perubahan iklim. Infrastruktur kesehatan, termasuk rumah sakit dan pusat kesehatan masyarakat perlu diperkuat untuk menghadapi peningkatan beban penyakit akibat perubahan iklim.

Edukasi kepada masyarakat juga perlu digalakkan terutama terkait cara mengurangi risiko kesehatan, seperti perbaikan hidrasi selama gelombang panas dan pencegahan penyakit yang ditularkan melalui vektor. Pembangunan infrastruktur sistem perairan yang canggih, seperti bendungan, saluran drainase, dan sistem pengelolaan air hujan dapat ditingkatkan untuk mengatasi banjir dan kekeringan.

Infrastruktur bangunan yang tahan terhadap cuaca ekstrem dirancang dengan bahan dan desain yang mampu bertahan dari badai, banjir, dan suhu ekstrem. Jaringan energi juga harus dipastikan agar pasokan listrik tetap stabil selama kejadian cuaca ekstrem dengan mengintegrasikan sumber energi terbarukan.

Peraturan lingkungan yang ketat diperlukan untuk mengurangi emisi gas rumah kaca, termasuk standar emisi untuk kendaraan dan industri. Penanaman pohon, pelestarian hutan, dan restorasi ekosistem dapat menyerap CO2 dan mengurangi fenomena pulau panas perkotaan.

Pembiayaan untuk proyek adaptasi dan mitigasi perubahan iklim perlu ditingkatkan, termasuk investasi dalam energi terbarukan dan teknologi bersih. Masyarakat juga harus terlibat dalam perencanaan dan pelaksanaan strategi adaptasi dan mitigasi melalui konsultasi dan kolaborasi publik.

Kesadaran tentang perubahan iklim melalui program pendidikan dan kampanye informasi juga harus menjangkau semua lapisan masyarakat. Strategi adaptasi dan mitigasi juga melibatkan komunitas lokal dalam mengembangkan kebun komunitas dan proyek energi terbarukan skala kecil. Riset tentang perubahan iklim pada kesehatan dan lingkungan juga berdampak pada implementasi kebijakan dan strategi adaptasi yang efektif.

Sistem monitoring untuk melacak perubahan iklim dan dampaknya, termasuk kualitas udara, penyebaran penyakit, dan kejadian cuaca ekstrem perlu direalisasikan segera. Inovasi dalam teknologi mitigasi dan adaptasi perubahan iklim, seperti pengembangan sistem pendingin yang efisien energi dan teknologi desalinasi air perlu didukung oleh berbagai pihak.

Perubahan iklim adalah tantangan global yang mempengaruhi setiap aspek kehidupan manusia, mulai dari SMkesehatan, lingkungan, ekonomi, hingga kesejahteraan sosial. Saat ini, dampaknya sudah dirasakan oleh semua manusia di seluruh dunia.

Peningkatan frekuensi dan intensitas cuaca ekstrem, kenaikan permukaan laut, dan perubahan pola cuaca mengancam ekosistem dan kehidupan manusia di muka bumi. Oleh sebab itu, diperlukan dukungan semua lini secara cepat untuk merealisasikan strategi adaptasi dan mitigasi.

Kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, masyarakat sipil, dan komunitas internasional sangatlah penting untuk menciptakan respons yang terpadu dan efektif terhadap tantangan perubahan iklim. Mari bersama-sama mengambil langkah untuk mengurangi emisi, meningkatkan ketahanan, dan beradaptasi dengan perubahan iklim global yang sedang terjadi. Setiap tindakan, sekecil apapun, memiliki dampak besar dalam perang melawan perubahan iklim. Masa depan kita bergantung pada tindakan kita hari ini.

sumber : https://kedu.suaramerdeka.com/pendidikan/2113093844/ancaman-perubahan-iklim-bagi-kesehatan

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png 0 0 NewsUAD https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png NewsUAD2025-08-19 10:19:312025-08-19 10:35:55Ancaman Perubahan Iklim Bagi Kesehatan

TERKINI

  • Pemdes Cunca Wulang Gandeng KKN AB XIII UAD Salurkan Bantuan Korban Gempa11/09/2026
  • KKN UAD Hidupkan Kembali Pemanfaatan Tanaman Herbal melalui Program TOGA di Mertelu Wetan11/09/2026
  • Tim MeRAMU IMM Farmasi UAD Gelar Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik Cair di Mentobayan11/09/2026
  • Mahasiswa KKN UAD Optimalkan Potensi Daun Singkong sebagai Olahan Pangan di Batur Turu11/09/2026
  • Mahasiswa KKN UAD Perkuat Syiar Keagamaan melalui Pengajian10/09/2026

PRESTASI

  • Buat Inovasi Pendidikan dan Literasi, Mahasiswa UAD Raih Tiga Prestasi Nasional20/08/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Gold dan Silver Medal pada Essay National Competition 202619/08/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara II Lomba Poster Edukatif Kesehatan Mental18/08/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara I Lomba Baca Puisi Dahlan Culture Festival 202608/08/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara 3 Cakrawala National Essay Competition31/07/2026

FEATURE

  • Memaknai Singkatnya Kehidupan dan Rahmat Berlimpah Menuju Surga10/09/2026
  • Menapaki Jalan Lurus melalui Sepuluh Wasiat Allah04/09/2026
  • LPSI UAD Gelar Kajian Tafsir At-Tanwir, Bedah Makna dan Keutamaan Surat Al-Baqarah Ayat 18503/09/2026
  • Menyelami Kedudukan Al-Qur’an dan Spirit Kemudahan Syariat02/09/2026
  • Resep Istikamah Ibadah dan Menjaga Kesehatan Kerja28/08/2026

TENTANG | KRU | KONTAK | REKAPITULASI

Scroll to top