Mengenang Guru Besar Pertama yang Terlahir Dari UAD

191
Prof. Dr. Bustami Subhan, M.S. sosok guru besar pertama yang terlahir dari Universitas Ahmad Dahlan (Foto: Istimewa)

Prof. Dr. Bustami Subhan, M.S. menjadi sosok guru besar pertama yang terlahir dari Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Kiprahnya dalam membangun dan mengembangkan UAD dimulai sejak 1986. Prof. Bustam, begitu ia akrab disapa, menjadi rekan sejawat yang bersahaja, baik, serta penuh ketekunan di mata para rekan dosen dan karyawan UAD.

Tepat tanggal 13 Agustus 2021, Prof. Bustam dipanggil sang Pencipta. Ucapan duka cita serta iringan doa terus mengalir dari civitas akademika UAD bagi keluarga yang ditinggalkan. Dr. Muchlas, M.T. selaku Rektor UAD mengenal sosok Almarhum yang senantiasa membimbing dan mengayomi.

“Sosok Almarhum Prof. Bustam tidak dapat tergantikan. Sosok rekan kerja sekaligus orang tua, sahabat, dan atasan yang selalu memberikan arahan serta senantiasa berbagi ilmu kehidupan. Almarhum senantiasa gigih dalam bekerja, terbukti atas kerja kerasnya mampu memajukan program studi dan fakultas. Insyaallah Alamarhum husnul khotimah dan segala amal baiknya mampu ditempatkan di sisi terbaik Allah Swt.,” ujar Muclas.

Almarhum Prof. Bustam senantiasa memberikan contoh dalam bekerja yang mampu diteladani. Selain itu, sebagai sahabat yang selalu memberikan apresiasi bagi rekan sejawat dan tentu saja saling menasihati. “Kegigihan dan kerja keras Prof. Bustam dapat dilihat sampai sekarang bagaimana majunya FKIP dan Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris UAD. Ia memberikan cerminan pemimpin yang bersahaja, gemar berbagi ilmu, ramah, baik, dan tekun dalam menyelesaikan pekerjaan,” kesan Dr. Trikinarsih Handayani, M.Si. selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP).

Pengabdian yang dilakukan Prof. Bustam memberikan keteladanan bagi rekan sejawat. Begitu pula dalam memperjuangkan persyarikatan Muhammadiyah yang senantiasa berkontribusi dalam memajukan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM).

“Prof. Bustam sejak kecil sudah sangat pandai bermain catur. Dari situlah kecerdasan Bustam terbentuk dan terbukti mampu meraih gelar guru besar. Kecintaannya pada dunia pendidikan mengantarkannya pada UAD untuk terus mengabdi dan berbagi ilmu hingga akhir hayatnya,” kesan Syukriyanto AR., M.Hum. Ketua Lembaga Seni Budaya dan Olahraga (LSBO) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah pada Takziah Virtual mengenang Prof. Bustam (18-08-2021). (Chk)