Tetap Produktif Menulis di Tengah Kesibukan Bekerja

94
Mirza Arief Sastroatmodjo, Alumnus UAD, di tengah kesibukannya bertani dan berbisnis ia tetap torehkan banyak prestasi dari menulis fiksi (Foto: Istimewa)

Mirza Arief Sastroatmodjo atau yang lebih akrab dikenal dengan nama Mirza Sastroatmodjo lahir 25 Maret 1988. Ia menulis sejak 2012. Pada mulanya, ia fokus dalam penulisan cerpen, baru pada 2013 mencoba belajar menulis puisi. Bapak satu orang anak itu mencoba menulis kembali, setelah sempat vakum cukup lama karena kesibukan bertani dan bisnis.

Kini ia bekerja sebagai penyair, cerpenis, esais, dan petani. Sastrawan berkebangsaan Indonesia itu merupakan lulusan Program Studi (Podi) Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Ternyata banyak karya Mirza berupa puisi, cerita pendek, dan esai sastra yang dipublikasikan antara lain di Republika, Majalah Gusdurian Jombang, Tabloid Wanita Kudus, Jurnal Khittah NU, Kabar Pesisir, NU Online, dan Maarifnujateng.or.id. Ia juga seorang pendiri sekaligus editor di Penerbit Belantara Buku Yogyakarta.

Mirza menyampaikan, “Menulis karya sastra tidak hanya membaca karya sastra. Membaca karya sastrawan lain, diperlukannya untuk mengembangkan gaya menulis. Pesan untuk generasi penerus bangsa, terus bergerak dan sederhana saja. Tips menulis bagi saya di antaranya mood harus bagus, membaca berita, membaca esai, nonton film, dan mendengarkan musik. Sebab, inspirasi itu datang dari mana saja dan apa saja.”

Selain menulis, ia juga pernah menjadi editor buku. Mirza juga mendirikan Rumah Kreatif Ki Ageng Mojo, Dermowongso Art Foundation, dan Kelompok Kesenian Reog Mojo. Pada tahun 2018, ia dinobatkan sebagai Pemuda Pelopor Bidang Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pati oleh Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Pati. Ia juga miliki karya pribadi berjudul “Kupu-kupu Bersayap Garam” dalam Kumpulan Cerpen Diandra pada 2012.

Banyak perlombaan yang ia menangkan. Pada 2005, ia juara I Musabaqah Tilawatil Quran dua kecamatan, yaitu Kecamatan Cluwak Pati dan Keling Jepara. Selain itu, pada 2016 ia juara I Musikalisasi Puisi bersama grupnya yaitu Alfine pada Festival Sastra se-DIY Jateng Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Kemudian, pada 2018 ia juara I Pemilihan Pemuda Pelopor Bidang Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pati. Lalu, pada 2019–2020 ia dinobatkan jadi Penulis dan Sastrawan Terpilih Ma’arif NU Jawa Tengah. (Dew)