Bimawa UAD Selenggarakan Pelatihan Anti Radikalisme dan Korupsi

0
236

Banyak mahasiswa yang memeluk paham ideologi radikalisme. Sekitar 39% mahasiswa dari 15 provinsi di Indonesia sudah tertarik dan simpatik terhadap ideologi ini. Lebih parahnya lagi, ada empat sampai lima dosen sudah terciduk. Radikalisme sendiri menyebar di lingkungan kampus sejak tahun 1983.

Selain itu, banyak juga mahasiswa yang melakukan korupsi kecil-kecilan seperti titip absen saat kuliah, telat, bayar makanan tidak sesuai dengan jumlah harga yang telah dimakan, dan lain sebagainya. Memang, hal semacam itu sangat lumrah terjadi. Namun, masih banyak mahasiswa yang belum paham dengan tindakan itu, yang ternyata merupakan korupsi, meskipun kecil.

Untuk memberi pemahaman yang lebih kepada mahasiswa, Biro Kemahasiswaan dan Alumni (Bimawa) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menyelenggarakan pelatihan anti radikalisme dan korupsi. Pelatihan ini bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Pelatihan yang berlangsung di kampus 4 UAD Jln. Lingkar Selatan, Tamanan, Banguntapan, Bantul, ini dihadiri 160 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi Muhammadiyah se-Indonesia. Acara ini juga mendatangkan dua pembicara andal dalam bidangnya masing-masing yakni Nunung Priyanti Waliyatiningsih dan Benydictus Siumlala dari KPK.

Pelatihan dibagi menjadi dua sesi. Sesi pertama yaitu pelatihan anti radikalisme yang mengusung tema “Mahasiswa dan Kampus Benteng Radikalisme Indonesia” dengan pembicara Nunung Priyanti Waliyatiningsih. Diteruskan sesi kedua yaitu pelatihan anti korupsi yang mengusung tema “Pendidikan Anti Korupsi bagi Mahasiswa Indonesia” dengan pembicara Benydictus Siumlala.

Indonesia negara yang sangat luar biasa untuk menanggulangi bencana alam yang terjadi kemarin. Namun, yang lebih parah lagi ialah radikalisme dan korupsi yang bisa disebut dengan bencana kemanusiaan. Maka dari itu, lewat pelatihan ini, kami memberikan pemahaman sejak dini dan ini sangat penting bagi mahasiswa,” jelas Dr. Dedi Pramono, M.Hum., Kepala Bimawa dalam sambutannya, Minggu (23-12-2018). (ASE)