• TERKINI
  • UAD BERDAMPAK
  • PRESTASI
  • FEATURE
  • OPINI
  • MEDIA
  • KIRIM BERITA
  • Menu
News Portal of Universitas Ahmad Dahlan
99_cahaya_di_langit_eropa_uad.jpg

Cerita Perjalanan dalam Novel 99 Cahaya di Langit Eropa

16/11/2015/0 Comments/in Terkini /by Super News

“Beberapa tahun terakhir, di Indonesia bermunculan buku catatan perjalanan. Buku-buku tersebut mendapat respons yang sangat baik di kalangan pembaca Indonesia,” ujar Anis Mashlihatin, M.A., alumnus Pascasarjana Ilmu Sastra Universitas Gajah Mada.

Menurutnya, novel semacam ini bukan merupakan genre baru pada dunia sastra. Marco Kartodikromo pernah menuliskan Student Hidjo pada tahun 1918, kemudian diikuti Adi Negoro dengan novel Melawat ke Barat, dan NH. Dini menulis novel Pada Sebuah Kapal tahun 1985.

“Cerita-cerita perjalanan yang telah terbit kemudian mengisahkan orang Indonesia, biasanya menjadi minat tersendiri bagi penulis perjalanan Indonesia. Misalnya ke Eropa, mereka mengunjungi tempat-tempat asing kemudian berjumpa, berinteraksi, dan terlibat yang kemudian akan membawa pada persoalan-persoalan tertentu,” lanjutnya saat berdiskusi pada acara Forum Apresiasi Sastra ke-56 di hall kampus II Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta, Rabu (11/11/ 2015).

Novel 99 Cahaya di Langit Eropa tidak hanya menawarkan hubungan antara penjajah dan terjajah, tetapi lebih kompleks dengan merambah isu agama.

“Dalam hal ini, penulis Hanum Salsabiela Rais dan Rangga Almahendra, memosisikan Islam sebagai bagian dari identitas Indonesia, kemudian mendefinisikan kembali hubungan antara Indonesia dan Eropa,” lanjutnya lagi.

Menurutnya, novel ini menyuguhkan tiga hal penting, yaitu penggambaran tentang dunia, pernyataan diri, dan perepresentasian liyan (the other). Dengan tiga pola tersebut, kemudian akan dilihat keterkaitan antarpola dengan agenda sosial, ekonomi, maupun politis.

Di akhir acara, ia menambahkan bahwa catatan-catatan perjalanan yang ditulis oleh para orientalis menggambarkan masyarakat dan kebudayaan (Timur) sebagai masyarakat yang berkedudukan rendah dan terbelakang.

“Membesarkan Islam dengan merendahkan bangsa Indonesia maupun Barat adalah pelanggaran etis yang pernah dilakukan oleh penjajah terdahulu. Lalu, penulis tidak melawan Barat melalui Indonesia, melainkan perlawanan dilakukan dengan melalui Islam,” tutup Anis di akhir acara. (Ard)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/field/image/99_cahaya_di_langit_eropa_uad.jpg 291 448 Super News https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Super News2015-11-16 01:57:362015-11-16 01:57:36Cerita Perjalanan dalam Novel 99 Cahaya di Langit Eropa
0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply Cancel reply

You must be logged in to post a comment.

TERKINI

  • Mahasiswa UAD Berbagi Inspirasi di Ponpes Taruna Al-Qur’an Putri09/06/2026
  • Penyuluhan Kesehatan Dorong Penggunaan Obat yang Tepat09/06/2026
  • Prodi Perbankan Syariah UAD Gelar Praktisi on Class Bersama BSI08/06/2026
  • FEB UAD dan FE UNISKA Gelar Rangkaian Implementasi Kerja Sama Akademik08/06/2026
  • Peluncuran dan Bedah Buku “Dari Ruang Kelas Menuju Ruang Kebijakan”08/06/2026

PRESTASI

  • Pustakawan UAD Raih Juara II Riset Terbaik pada SILASMA 202609/06/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara Nasional, Teliti Duolingo dalam Meningkatkan Self-Directed Learning09/06/2026
  • Teliti Pengaruh TikTok terhadap Nilai Sosial Mahasiswa, Mahasiswa UAD Raih Prestasi Nasional08/06/2026
  • Riset Kontrasepsi Pria Karya Mahasiswa UAD Raih Apresiasi Tingkat Nasional05/06/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Dua Juara Nasional dari Kajian Bahasa di Media Sosial05/06/2026

FEATURE

  • Menggali Makna Kesetiaan dan Pengorbanan01/06/2026
  • Sabil Isan Permana: Kalah Harus Bangkit Lagi30/05/2026
  • Peran Alumni UAD sebagai Problem Solver Publik29/05/2026
  • Fikih Kurban Menurut Muhammadiyah: Dari Nilai Tauhid hingga Aturan Praktis28/05/2026
  • Antara Iman dan Cinta: Belajar Adab Berdakwah dari Kisah Nabi Ibrahim21/05/2026

TENTANG | KRU | KONTAK | REKAPITULASI

Scroll to top