Tim Teknik Industri UAD Lolos Pendanaan P2MW 2026 melalui Inovasi GREENXIA

Tim Teknik Industri Universitas Ahmad Dahlan (UAD) lolos pendanaan P2MW 2026 melalui Inovasi GREENXIA (Foto. Tim Greenxia)
Prestasi membanggakan kembali diraih oleh mahasiswa Program Studi Teknik Industri Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Tim mahasiswa yang diketuai oleh Muhammad Faisal berhasil lolos pendanaan Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) 2026 melalui inovasi usaha bertajuk GREENXIA, sebuah bisnis budi daya microgreen lobak merah yang mengusung konsep ramah lingkungan.
Tim GREENXIA beranggotakan Muhammad Faisal sebagai ketua, bersama Ika Melviana, Muhammad Rafly Sandika, Muhammad Abim Pratama, dan Rahima Daegal Nabilah. Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa kreativitas dan semangat berwirausaha mahasiswa mampu melahirkan solusi yang tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat.
Muhammad Faisal mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaannya atas capaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan memperoleh pendanaan merupakan hasil dari kerja keras seluruh tim selama proses penyusunan proposal hingga tahapan seleksi.
GREENXIA merupakan usaha budi daya microgreen lobak merah yang memanfaatkan botol plastik bekas sebagai media tanam. Melalui konsep tersebut, tim tidak hanya menghasilkan pangan sehat yang kaya nutrisi, tetapi juga berupaya mengurangi limbah plastik melalui penerapan prinsip ekonomi sirkular.
Ide bisnis ini berangkat dari keprihatinan terhadap masih rendahnya konsumsi sayuran, khususnya di kalangan mahasiswa, serta tingginya jumlah limbah plastik yang belum dimanfaatkan secara optimal. Oleh karena itu, GREENXIA hadir sebagai solusi inovatif yang menggabungkan aspek kesehatan, kewirausahaan, dan kepedulian terhadap lingkungan.
Produk microgreen yang dihasilkan memiliki berbagai keunggulan, di antaranya kaya akan nutrisi, dipanen dalam waktu singkat sehingga selalu segar saat dikonsumsi, serta dibudidayakan menggunakan media tanam berbahan botol plastik bekas. Konsep ini menjadikan GREENXIA sebagai produk yang tidak hanya menyehatkan, tetapi juga mendukung pelestarian lingkungan.
Dalam mempersiapkan proposal P2MW, tim melakukan berbagai tahapan, mulai dari riset pasar, uji coba produk, penyusunan proposal secara bertahap, hingga diskusi intensif bersama dosen pembimbing. Menurut Faisal, kolaborasi yang solid menjadi faktor utama keberhasilan tim.
Meski demikian, perjalanan menuju pendanaan tidak lepas dari berbagai tantangan. Salah satu kendala terbesar adalah membagi waktu antara aktivitas perkuliahan dengan proses penyusunan proposal, sekaligus memastikan ide bisnis yang diajukan memiliki tingkat inovasi, potensi pasar, dan dampak sosial yang kuat.
Faisal juga menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kerja sama seluruh anggota tim serta dukungan penuh dari dosen pendamping. Setiap anggota menjalankan perannya masing-masing sehingga seluruh proses dapat berjalan secara optimal.
Setelah memperoleh pendanaan P2MW 2026, tim GREENXIA menargetkan peningkatan kapasitas produksi, perluasan pemasaran, pengembangan produk, serta penguatan branding usaha. Selain itu, mereka juga menargetkan dapat melaju ke Kompetisi Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia (KMI) Expo sebagai ajang untuk memperkenalkan GREENXIA di tingkat nasional.
Ke depan, tim berharap GREENXIA mampu berkembang menjadi usaha yang mandiri dan berkelanjutan, sekaligus memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat melalui penyediaan pangan sehat dan penerapan konsep bisnis yang ramah lingkungan. (Mawar)








