• TERKINI
  • UAD BERDAMPAK
  • PRESTASI
  • FEATURE
  • OPINI
  • MEDIA
  • KIRIM BERITA
  • Menu
News Portal of Universitas Ahmad Dahlan

PERSADA UAD Salurkan Donasi Air Bersih di Gunungkidul

26/10/2026/in Terkini /by Ard

PERSADA Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menyalurkan donasi air bersih di Gunungkidul (Foto. PERSADA UAD)

Pesantren Mahasiswa K.H. Ahmad Dahlan (PERSADA) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menyalurkan donasi sebesar Rp10 juta untuk membantu warga terdampak kekeringan di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Penyerahan bantuan secara simbolis dilaksanakan pada Sabtu, 17 Oktober 2026, untuk warga Padukuhan Mojosari, Kedungpoh, Nglipar, dan Padukuhan Batur, Putat, Patuk.

Dana tersebut dihimpun dari para santri, wali santri, pengurus PERSADA, dan para muhsinin yang peduli terhadap kondisi masyarakat. Penyaluran bantuan dilakukan melalui Lazismu Wilayah DIY dengan berkoordinasi bersama Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Gunungkidul melalui Lembaga Resiliensi Bencana (LRB) dan Lazismu Daerah.

Sebanyak 15 personel PERSADA turut hadir dalam kegiatan ini, terdiri atas perwakilan kepala asrama, musyrif dan musyrifah, santri Fakultas Kedokteran, BPM, serta santri reguler. Kegiatan tersebut juga dihadiri Ustaz Budiharjo, Wakil Ketua PDM Gunungkidul, jajaran Lazismu Daerah, perangkat kalurahan, pimpinan pesantren Daarul Khoir, KOKAM, ketua RT/RW, dan warga setempat.

Koordinator lapangan sekaligus Ketua KL Lazismu Nglipar, Nyoto, menjelaskan bahwa kekeringan menyebabkan sumur bor kampung dan sumur galian milik warga mengering. Akibatnya, masyarakat sangat bergantung pada distribusi air bersih dengan mobil tangki.

“Air ini sangat kami butuhkan. Sumur bor milik kampung maupun sumur galian milik warga airnya mengering. Mereka mengandalkan distribusi air yang ditampung di bak penampungan. Namun, sering kali ada sebagian warga yang tidak kebagian,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa keterbatasan armada tangki menjadi salah satu kendala dalam pendistribusian air. Oleh karena itu, koordinasi melalui Lazismu membantu penyaluran bantuan agar lebih terarah dan merata. Distribusi air dilakukan secara berkala berdasarkan data kebutuhan yang dihimpun Satgas LRB PDM Gunungkidul.

Selain menyalurkan bantuan, rombongan PERSADA juga berdialog dengan warga dan memperoleh pengalaman langsung mengenai penanganan dampak kekeringan. Melalui donasi ini, PERSADA UAD berharap bantuan yang diberikan dapat meringankan beban masyarakat sekaligus memperkuat kolaborasi kemanusiaan dalam menghadapi kekeringan. Ikhtiar tersebut menjadi bagian dari pendidikan pesantren yang tidak hanya membentuk kecerdasan intelektual dan spiritual, tetapi juga menumbuhkan kepedulian terhadap sesama. (Mei)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/PERSADA-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-menyalurkan-donasi-air-bersih-di-Gunungkidul-Foto.-PERSADA-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-10-26 08:38:492026-10-26 08:38:49PERSADA UAD Salurkan Donasi Air Bersih di Gunungkidul

Dari Menjaga ke Memakmurkan, LPSI UAD Perkuat Tata Kelola Takmir Masjid Kampus

26/10/2026/in Terkini /by Ard

LPSI Universitas Ahmad Dahlan (UAD) mengadakan peneguhan komitmen dan peningkatan tata kelola takmir masjid uad (Foto. Itoshiko)

Lembaga Pengembangan Studi Islam (LPSI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) sukses menggelar agenda Peneguhan Komitmen dan Peningkatan Tata Kelola Takmir Masjid UAD pada Kamis, 22 Oktober 2026. Bertempat di Aula Masjid Islamic Center UAD, kegiatan bertema “Takmir Masjid Berkemajuan: Komitmen Teguh, Kuat Berkhidmat, Cerahkan Peradaban” ini menjadi ruang koordinasi bagi para pengelola masjid di lingkungan kampus.

Acara ini dihadiri oleh takmir Masjid Darussalam Kampus I, Masjid Darus Syakirin dan Darul Husna Kampus II, Masjid Darun Najah Kampus III, Masjid Islamic Center Kampus IV, serta Masjid Miftahul Ulum Kampus V. Turut hadir perwakilan Lazismu UAD dan takmir sejumlah masjid di sekitar kampus.

Kepala LPSI UAD, Rahmadi Wibowo Suwarno, Lc., M.A., M.Hum., Ph.D., dalam sambutannya menyampaikan bahwa forum yang mempertemukan seluruh takmir ini sudah lama tidak digelar, padahal idealnya berlangsung setiap semester. Ia menegaskan bahwa pada hakikatnya tugas takmir adalah melayani jemaah. Ia juga mendorong pendataan jemaah rutin, penguatan kolaborasi dengan Lazismu UAD, serta pembentukan asosiasi masjid Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) yang diinisiasi melalui Islamic Center UAD.

Memasuki sesi inti, Wakil Rektor Bidang Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) UAD, Dr. Nur Kholis, M.Ag., menyampaikan bahwa masjid kampus sejauh ini masih lebih banyak dimanfaatkan untuk salat. Mahasiswa pun belum banyak terlibat dalam kegiatan masjid. Karena itu, ia mengajak takmir untuk tidak lagi bekerja sendiri, melainkan menggandeng berbagai unit di kampus serta menyusun program yang rutin dan terukur.

“Memakmurkan itu bukan hanya menjaga. Kalau sekadar memastikan ada yang azan dan ada yang salat, itu baru masuk kategori menjaga,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia mendorong takmir aktif menjemput gagasan mahasiswa alih-alih sekadar menunggu jemaah datang. Ia pun membuka peluang bagi organisasi otonom dan organisasi kemahasiswaan untuk masuk dalam kepengurusan takmir, termasuk menggarap dakwah digital dan mendampingi tahsin mahasiswa.

Sementara itu, Ketua Takmir Masjid Raya Al Falah Sragen sekaligus Ketua Bidang Pembinaan Masjid Lembaga Pengembangan Cabang Ranting dan Pembinaan Masjid (LPCRPM) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Ir. Kusnadi Ikhwani, M.M., membagikan strategi memakmurkan masjid. Menurutnya, masjid dapat hidup bila ada orang yang sungguh-sungguh mengurusnya, bukan semata karena tersedia dana.

“Jadi bukan masalah dana, yang penting ada SDM. Mengurus masjid jangan pakai logika, tetapi pakai keimanan,” ungkapnya. Terkait kaderisasi, ia berbagi pengalaman Al Falah yang pernah menggelar lomba skateboard dan BMX di halaman masjid untuk merangkul anak muda. Dari kegiatan itu, lahir kader muda yang kini ikut menggerakkan masjid.

Melalui kegiatan ini, takmir masjid UAD diharapkan mampu menghadirkan masjid kampus yang lebih hidup dan terbuka bagi mahasiswa. Langkah ini sekaligus memperkuat peran masjid sebagai pusat ibadah, perkaderan, dan kepedulian sosial bagi sivitas akademika. (Ito)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/LPSI-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-mengadakan-peneguhan-komitmen-dan-peningkatan-tata-kelola-takmir-masjid-uad-Foto.-Itoshiko.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-10-26 08:27:242026-10-26 08:27:24Dari Menjaga ke Memakmurkan, LPSI UAD Perkuat Tata Kelola Takmir Masjid Kampus

BEM Farmasi UAD Perluas Wawasan Global Mahasiswa Lewat Short Course 2026 di IKOP Pharma Malaysia

26/10/2026/in Terkini /by Ard

BEM Farmasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Ikuti Short Course 2026 di IKOP Pharma Malaysia (Foto. BEM Farmasi)

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Farmasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) melalui Departemen Luar Negeri sukses menginisiasi program Short Course 2026. Sebanyak delapan mahasiswa pilihan diberangkatkan untuk mengikuti pengalaman belajar komprehensif di lingkungan industri farmasi internasional, IKOP Pharma, Pahang, Malaysia, pada Senin hingga Jumat, 21 sampai 25 September 2026.

Program ini lahir dari komitmen organisasi dalam menghadirkan wadah pembelajaran yang adaptif, di mana calon tenaga kefarmasian dituntut tidak hanya menguasai teori perkuliahan, tetapi juga memahami langsung penerapan standar industri di tingkat global.

Gubernur BEMF Farmasi UAD periode 2026/2027, Daffa Danurwenda, menjelaskan bahwa kegiatan ini diselenggarakan melalui koordinasi erat bersama Fakultas Farmasi UAD yang memanfaatkan jejaring kerja sama kelembagaan dengan Kulliyyah of Pharmacy, International Islamic University Malaysia (IIUM).

“Kami ingin agar program kerja organisasi tidak hanya menjadi agenda internal, tetapi juga mampu membuka akses terhadap pengalaman, pengetahuan, dan jejaring yang dapat mendukung pengembangan kompetensi mahasiswa,” ujar Daffa.

Selama lima hari di IKOP Pharma, yakni fasilitas industri yang berlokasi di kompleks IIUM Kampus Pahang, Kuantan, para delegasi mendalami tiga pilar utama dalam sistem manufaktur farmasi modern. Pada aspek Quality Control (QC), peserta mempelajari peran pengawasan mutu melalui pengujian bahan hingga produk jadi di laboratorium QC Kimia dan Biologi.

Sementara pada aspek Production, mahasiswa mengamati alur pembuatan obat, pengoperasian teknologi produksi, hingga proses pengemasan. Adapun pada aspek Quality Assurance (QA), delegasi mendapatkan pemahaman mendalam mengenai tata kelola sistem penjaminan mutu, pengelolaan dokumen, serta pentingnya kepatuhan regulasi demi menjaga mutu produk.

Tak hanya mempelajari operasional industri, para peserta yang terdiri dari Azka Naiyaka Raihany, Evan Ardi Kusuma, Nadia Elma Firjatullah, Ghina Isna Novijayanti, Puti Anugrah Mahardita, Dewinda Nabila, Daffa Danurwenda, dan Muhammad Rifqi Rahadi ini juga berkesempatan memperluas jejaring internasional.

Di sela agenda utama, mereka bersilaturahmi dengan Nurin Afifah binti Nurul Shams, Presiden IIUM Pharmacy Students Association (IPHA), untuk bertukar pandangan mengenai dinamika organisasi kemahasiswaan serta kehidupan akademik antarnegara.

Pertemuan ini menjadi kegiatan pendukung yang memberikan nilai tambah bagi pengalaman internasional peserta. ” Kami berbagi cerita dan bertukar perspektif mengenai dinamika organisasi mahasiswa, kehidupan perkuliahan, serta pengelolaan kegiatan kemahasiswaan di masing-masing kampus. Dari pertemuan tersebut, kami memperoleh gambaran mengenai pengalaman mahasiswa farmasi di lingkungan pendidikan yang berbeda, sekaligus melihat peluang untuk saling belajar dan membangun relasi antarmahasiswa,” tutur Daffa.

Daffa juga menekankan bahwa esensi dari studi internasional ini bukanlah untuk membandingkan industri farmasi di Malaysia dan Indonesia, melainkan untuk memperkaya cara pandang profesional.

“Keluar dari zona nyaman bukan berarti mengabaikan risiko, melainkan berani mempertimbangkan risiko tersebut, mempersiapkan diri, dan tetap mengambil langkah ketika kita melihat adanya peluang untuk berkembang,” kata mahasiswa Farmasi angkatan 2023 tersebut.

Ia pun mengajak seluruh mahasiswa UAD untuk berani mengambil peluang berkembang, sejalan dengan semangat Kabinet Poros Juang BEMF Farmasi UAD dalam membentuk mahasiswa yang tangguh, berintegritas, serta berkeunggulan intelektual.

“Bagi saya, pengalaman internasional bukan tentang seberapa jauh kita pergi, tetapi sejauh mana kita bersedia membuka diri terhadap perspektif baru. Melihat praktik di lingkungan yang berbeda memberikan bahan refleksi untuk kemajuan industri farmasi di Indonesia, sekaligus membuktikan bahwa BEM bukan hanya tempat menjalankan program kerja, melainkan ruang mempertemukan mahasiswa dengan peluang dan memfasilitasi pengembangan potensi,” katanya.

“Harapan saya, semakin banyak mahasiswa UAD yang berani mengambil kesempatan, meskipun kesempatan tersebut menuntut usaha, pengorbanan, dan keberanian untuk menghadapi hal-hal baru. Jangan sampai kita terlalu sibuk mempertimbangkan apa yang mungkin kita korbankan hingga lupa melihat apa yang bisa kita pelajari dan kembangkan dari kesempatan tersebut. Tentu saja, setiap keputusan tetap perlu dipertimbangkan dan dipersiapkan dengan matang, tetapi jangan biarkan rasa takut menjadi satu-satunya alasan kita untuk tidak mencoba.” (Anove)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/BEM-Farmasi-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Ikuti-Short-Course-2026-di-IKOP-Pharma-Malaysia-Foto.-BEM-Farmasi.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-10-26 08:06:292026-10-26 08:06:29BEM Farmasi UAD Perluas Wawasan Global Mahasiswa Lewat Short Course 2026 di IKOP Pharma Malaysia

FK UAD Lantik 29 Dokter Baru pada Sumpah Dokter Periode V

23/10/2026/in Terkini /by Ard

Fakultas Kedokteran Universitas Ahmad Dahlan (UAD) lantik 29 dokter baru pada sumpah dokter periode V (Foto. Humas UAD)

Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) sukses menggelar Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Dokter Periode V pada Kamis, 22 Oktober 2026, di Ruang Ampiteater Kampus IV UAD. Sebanyak 29 dokter baru resmi dilantik dan menyandang gelar dokter setelah menuntaskan pendidikan profesi serta lulus Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter (UKMPPD) yang terdiri atas ujian Computer Based Test (CBT) dan Objective Structured Clinical Examination (OSCE).

Prosesi diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an serta laporan akademik oleh Ketua Program Studi Pendidikan Profesi Dokter FK UAD, dr. Barkah Djaka Purwanto, Sp.PD-KGH. Sumpah dokter dipimpin oleh Dekan FK UAD, dr. Moch. Junaidy Heriyanto, Sp.B., FINACS, yang kemudian menyerahkan sertifikat profesi dokter dan ijazah kepada para lulusan.

Rangkaian acara dilanjutkan dengan penyematan pin Ikatan Dokter Indonesia (IDI) secara simbolis kepada perwakilan dokter baru yang diikuti oleh seluruh dokter baru serta penyerahan buku Kode Etik Kedokteran Indonesia (KODEKI). Dekan FK UAD juga menyerahkan penghargaan kepada lulusan dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK), nilai Computer Based Test (CBT), dan nilai Objective Structured Clinical Examination (OSCE) terbaik.

Dalam sambutannya, perwakilan Ikatan Dokter Indonesia (IDI), dr. Heri Setyanto, Sp.B., FINACS, menyampaikan selamat kepada FK UAD yang kembali melahirkan dokter muslim berkualitas. Ia mengingatkan bahwa setelah mengucapkan sumpah, para dokter baru telah memikul tanggung jawab penuh atas setiap tindakan medisnya dan tidak lagi berlindung di bawah institusi. Ia juga memaparkan beragam pilihan karier, mulai dari klinisi dan dokter spesialis hingga peneliti, dosen, pengelola klinik, dan pembuat konten edukasi kesehatan.

Heri berpesan agar para dokter baru meniatkan setiap tindakan medis sebagai ibadah, berpegang teguh pada sumpah dokter dan KODEKI, bekerja sesuai standar profesi, terus belajar, serta aktif bergabung dengan IDI. “Janji kita kepada pasien itu bukan janji kesembuhan, tetapi upaya penyembuhan,” tegasnya. Menurutnya, Zat yang menyembuhkan hanyalah Allah Swt.

Sementara itu, Rektor UAD, Prof. Dr. Muchlas, M.T., mengungkapkan rasa syukurnya atas pencapaian kelulusan 100 persen para dokter baru pada UKMPPD periode ini. Perwakilan dokter baru, dr. Dinda Ian Elistiana, dan perwakilan orang tua, dr. Tri Widodo, Sp.PD., Subsp.GH(K), FINASIM, turut menyampaikan kesan dan pesan berupa ucapan terima kasih kepada orang tua, dosen, serta para pembimbing.

Dengan dilantiknya 29 dokter baru ini, sumpah yang telah diucapkan menjadi awal dari tanggung jawab yang lebih besar. Para dokter baru diharapkan mampu mengamalkannya dengan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, etika profesi, dan semangat belajar sepanjang hayat dalam setiap pengabdian. (Septia)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Fakultas-Kedokteran-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-lantik-29-dokter-baru-pada-sumpah-dokter-periode-V-Foto.-Humas-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-10-23 08:58:192026-10-23 08:58:19FK UAD Lantik 29 Dokter Baru pada Sumpah Dokter Periode V

Teknologi untuk Perkuat Ideologi, Rektor UAD Paparkan Kerangka Transformasi Digital ‘Aisyiyah

23/10/2026/in Terkini /by Ard

Rektor Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Prof. Dr. Muchlas, M.T., sebagai pemateri Cadre Chapter #33 Part 2 oleh PP ’Aisyiyah (Foto. Itoshiko)

Rektor Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Prof. Dr. Muchlas, M.T., menegaskan bahwa transformasi digital merupakan kebutuhan strategis bagi ‘Aisyiyah. Pesan tersebut disampaikannya dalam Cadre Chapter #33 Part 2 yang digelar secara daring melalui Zoom dan YouTube pada Selasa, 20 Oktober 2026.

Kegiatan yang diselenggarakan Majelis Pembinaan Kader Pimpinan Pusat (PP) ‘Aisyiyah ini mengusung tema “Ideologi Digital, Dakwah dan Pengkaderan Berbasis Teknologi”. Prof. Muchlas hadir sebagai Ketua Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) PP Muhammadiyah, dipandu moderator Erni Zuhriyati, S.S., S.I.P., M.A.

Dalam pemaparannya, Prof. Muchlas menjelaskan bahwa transformasi digital membuat dakwah menjangkau segmen lebih luas dan perkaderan lebih relevan bagi generasi muda. Untuk itu, MPI PP Muhammadiyah menetapkan delapan pilar perubahan yang ditopang enam fondasi ekosistem digital, mulai dari infrastruktur dan konektivitas hingga proses kerja, layanan, dan konten dakwah.

Dari sisi infrastruktur, pusat data UAD di Kampus IV telah menopang sistem dan data Muhammadiyah, termasuk situs web ‘Aisyiyah. Pada lapisan platform, Muhammadiyah telah mengembangkan SatuMu untuk tata kelola organisasi dan MASA, yakni super app yang melayani e-KTAM, jadwal salat, dan layanan lain bagi anggota hingga masyarakat umum. Keduanya diakses dengan satu akun Muhammadiyah ID.

Sementara itu, ia mengusulkan Direktori Organisasi ‘Aisyiyah (DOA) di dalam SatuMu yang melibatkan pimpinan dari pusat hingga ranting. Implementasinya memerlukan admin, operator, dan verifikator data di tiap jenjang, disertai bimbingan teknis (bimtek). Untuk daerah tanpa sinyal, data dapat dihimpun secara manual lalu dikirim saat koneksi internet tersedia.

Pada sesi tanya jawab, Prof. Muchlas memastikan situs web ‘Aisyiyah dari pusat hingga daerah dapat ditampung di server UAD. Ia juga menyebut pengembangan sistem manajemen pembelajaran (learning management system/LMS) khusus ‘Aisyiyah untuk Baitul Arqam sangat memungkinkan dikerjakan bersama LabMu atau tim UAD.

Menutup kegiatan, moderator berharap kader ‘Aisyiyah tidak hanya hadir di ruang digital, tetapi juga mampu memanfaatkan informasi dan teknologi untuk mengambil keputusan yang lebih baik serta memperkuat jalan dakwah. (Ito)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Rektor-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Prof.-Dr.-Muchlas-M.T.-sebagai-pemateri-Cadre-Chapter-33-Part-2-oleh-PP-Aisyiyah-Foto.-Itoshiko.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-10-23 08:56:302026-10-23 08:56:30Teknologi untuk Perkuat Ideologi, Rektor UAD Paparkan Kerangka Transformasi Digital ‘Aisyiyah

UAD Menggelar Sumpah Profesi Psikolog Angkatan III Periode Oktober 2026

22/10/2026/in Terkini /by Ard

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar Sumpah Profesi Psikolog Angkatan III periode Oktober 2026 (Foto. Humas UAD)

Program Studi Pendidikan Profesi Psikolog Fakultas Psikologi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar Pengambilan Sumpah Psikolog Angkatan III Periode 2026 pada Rabu, 21 Oktober 2026, di Ruang Amphitarium Lantai 9 Kampus IV UAD. Kegiatan ini diikuti oleh 21 calon psikolog yang telah menyelesaikan pendidikan profesi selama 3 semester.

Prosesi pengambilan sumpah yang memuat delapan ikrar janji psikolog dipimpin oleh Ketua Majelis Psikologi Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Prof. Dr. Tina Afiatin, M.Si., Psikolog dan disaksikan oleh rohaniawan, Dr. Ahmad Zaki Annafiri, S.Pd.I., M.Ed.

Prosesi kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan sertifikat oleh Prof. Dr. Tina Afiatin, M.Si., Psikolog dan diserahkan oleh Wakil Dekan Fakultas Psikologi, Muhammad Nur Syuhada, M.Psi., Psikolog.

Perwakilan psikolog baru, Dellbi Rahmahdini, S.Psi., Psikolog, menyampaikan rasa terima kasih kepada dosen, tenaga kependidikan, dan orang tua yang telah membimbing serta mendukung perjalanan pendidikan profesinya selama 1,5 tahun.

Kemudian Wakil Dekan Fakultas Psikologi, Muhammad Nur Syuhada, M.Psi., Psikolog, mengucapkan selamat kepada para psikolog muda yang telah disumpah dan telah resmi secara legislatif menjadi psikolog.

“Proses pendidikan yang panjang selama 1,5 tahun yang setiap hari penuh dengan tugas, tetapi proses yang dijalani tidak sia-sia karena itu bagian dari proses untuk menempa para lulusan agar menjadi psikolog yang mumpuni dan siap untuk berkarier. Ketika berkarier nanti jangan melupakan almamater. Terima kasih kepada orang tua atas kepercayaannya kepada UAD, atas kesabaran, serta dukungannya,” ucapnya.

Dalam sambutannya, Rektor UAD, Prof. Dr. Muchlas, M.T., menyampaikan apresiasinya kepada psikolog muda karena telah menyelesaikan pendidikan profesi ini yang tentunya selama perjalanan tidak mudah dan penuh perjuangan.

“Sebagai lulusan UAD, harapannya ketika menjalani profesi nanti, saudara memegang teguh nilai-nilai core values Universitas Ahmad Dahlan yaitu inovatif, profesional, dan dedikatif. Kita juga menghadapi banyak tantangan regulasi, profesi psikolog banyak yang overlap regulasinya. Hal ini menjadikan kita harus lebih adaptif,” katanya.

Sementara itu, Prof. Dr. Tina Afiatin, M.Si., Psikolog, mewakili Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) Wilayah DIY menegaskan bahwa pengambilan sumpah bukan sekadar seremoni, melainkan janji yang harus dipertanggungjawabkan kepada Tuhan, profesi, dan masyarakat.

Pada kesempatan tersebut, Wakil Dekan Fakultas Psikologi menyerahkan penghargaan kepada Dellbi Rahmahdini, S.Psi., Psikolog sebagai lulusan terbaik. Penghargaan bagi lulusan berpredikat cumlaude diserahkan oleh Ketua Program Studi Pendidikan Profesi Psikolog UAD, Nurfitria Swastiningsih, S.Psi., M.Psi., Ph.D., Psikolog kepada Dellbi Rahmahdini, S.Psi., Psikolog dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,94 dan Raflesia Rini Adelia Ridwan, S.Psi., Psikolog dengan IPK 3,85.

Rangkaian prosesi sumpah profesi psikolog ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh rohaniawan, Dr. Ahmad Zaki Annafiri, S.Pd.I., M.Ed. (Mei)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-menggelar-Sumpah-Profesi-Psikolog-Angkatan-III-periode-Oktober-2026-Foto.-Humas-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-10-22 08:04:322026-10-22 08:04:32UAD Menggelar Sumpah Profesi Psikolog Angkatan III Periode Oktober 2026

Bimawa UAD Gelar Seminar Kesehatan Mental untuk Bangun Kesadaran dan Regulasi Diri Mahasiswa

22/10/2026/in Terkini /by Ard

Bimawa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar seminar kesehatan mental (Foto. Bimawa UAD)

Biro Kemahasiswaan dan Alumni (Bimawa), Universitas Ahmad Dahlan (UAD) sukses menyelenggarakan Seminar Hari Kesehatan Mental Internasional di Amphitarium Lantai 9, Kampus IV UAD. Kegiatan ini mengusung tema “Membangun Self Awareness dan Self-Regulation untuk Menjadi Mahasiswa Tangguh”.

Dalam laporannya, Dr. Caraka Putra Bhakti, M.Pd., menyampaikan bahwa seminar ini mendapat antusiasme yang sangat tinggi dengan jumlah pendaftar mencapai 796 peserta, dan merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Mental Internasional.

Beliau berharap kegiatan seminar ini terus diikuti oleh banyak peserta dan program-program serupa dapat lebih banyak diselenggarakan ke depannya. Seminar ini penting bagi mahasiswa karena mereka kerap menghadapi tekanan akademik dan nonakademik, sehingga perlu mampu mengenali dan mengelola diri agar kesehatan mentalnya tetap terjaga.

Mufied Fauziah, S.Pd., M.Pd., selaku dosen Bimbingan dan Konseling (BK) UAD, hadir sebagai narasumber pertama. Beliau menyampaikan materi mengenai Self-Awareness, yaitu mengenali dan memahami diri.

“Orang yang berhasil adalah orang yang memakai emosi, menangkap emosi, memahami emosi, dan menahan emosi ketika menentukan sebuah pilihan atau tujuan,” ujarnya.

Materi tersebut merujuk pada dua buku, yaitu Handbook of Self and Identity dan The Emotionally Intelligent Investor. Menurut beliau, Self-Awareness adalah kondisi ketika perhatian tertuju pada diri sendiri, mulai dari apa yang dirasakan, dipikirkan, hingga dilakukan, sehingga seseorang mampu memperhatikan, memikirkan, dan mengatur dirinya.

Dalam mengenali diri, tidak ada kepribadian yang paling baik karena setiap orang berhasil dengan caranya masing-masing, sehingga yang terpenting adalah mengenali kekuatan diri sendiri. Kesadaran ini juga membantu peserta menghindari jebakan dalam pengambilan keputusan, seperti rasa malu dan takut, stres, serta suasana hati.

Jihan Setyaning Amalia, S.Pd., hadir sebagai narasumber kedua yang menyampaikan materi secara daring. Beliau menyampaikan materi mengenai Self-Awareness in Action, yaitu mengenali pola pikir dan respons diri. Menurut beliau, emosi yang tidak dikenali dan tidak dikelola akan berdampak pada lingkungan sekitar, mulai dari teman sejawat, keluarga, dan orang terdekat, hingga dosen dan lingkungan akademik. Karena itu, sinyal awal tekanan emosional pada tubuh, emosi, dan perilaku perlu dikenali sebelum terlambat.

Tekanan tersebut sering diperparah oleh pikiran yang justru menjadi penghalang dalam kehidupan perkuliahan, seperti imposter syndrome, fear of failure, dan overthinking, yang dapat mengikis kepercayaan diri serta menghambat peluang positif. Untuk mengatasinya, peserta diajak menerima diri (self-acceptance), mengembangkan pola pikir bertumbuh (growth mindset), dan menyusun rencana tindakan (action plan), seperti check-in emosi harian dan membedakan hal yang dapat dikendalikan dari yang tidak melalui circle of control.

Zahrah Faizah, mahasiswa Psikologi UAD angkatan 2023 hadir sebagai narasumber ketiga. Beliau menyampaikan materi mengenai self-regulation dengan tema “Membangun Self-Regulation untuk Menjadi Mahasiswa Tangguh”. Beliau menjelaskan bahwa perasaan minder dan tertinggal yang sering dialami mahasiswa muncul karena adanya ketidaksesuaian antara ideal self dan real self sebagaimana dikemukakan oleh Carl Rogers, yang menjadi salah satu dampak dari kegagalan dalam regulasi diri.

Self-regulation sendiri merupakan kemampuan mengatur dan mengendalikan perilaku, pemikiran, dan emosi untuk mencapai tujuan, yang dijalankan melalui tahap perencanaan, pemantauan, dan evaluasi. Kemampuan ini dipengaruhi oleh faktor internal seperti motivasi dan tujuan, serta faktor eksternal berupa dukungan orang tua, teman sebaya, dan dosen. Peserta juga diajak mengenali hambatannya, seperti distraksi digital dan prokrastinasi, serta upaya mengatasinya melalui jadwal yang teratur, tujuan yang jelas, dan kebiasaan yang konsisten.

Neng Nabilatul Arsyiyah, mahasiswa BK UAD angkatan 2024 hadir sebagai narasumber keempat. Beliau menyampaikan materi bertema “Self-Regulation: Strategi Mengelola Diri untuk Mencapai Tujuan”. Beliau menjelaskan tantangan mahasiswa dalam mengelola diri, seperti menunda tugas, panik saat kegiatan bersamaan, terdistraksi media sosial, dan overthinking.

Tantangan ini dapat dihadapi dengan menetapkan tujuan realistis melalui prinsip SMART Goals serta menerapkan Self-Regulated Learning melalui tahap forethought, performance, dan self-reflection. Peserta diberi selembar kertas untuk menyusun rencana mengatur diri, mulai dari memilih satu kebiasaan yang ingin diperbaiki, menentukan target dan strategi, hingga berkomitmen menjalankannya selama tujuh hari.

Seminar ini berlangsung dengan lancar dan mendapat respons positif dari para peserta, yang ditunjukkan dengan antusiasme tinggi dengan pendaftar mencapai 796 orang. Materi yang disampaikan memberikan wawasan mengenai pentingnya kesadaran diri (self-awareness) dan regulasi diri (self-regulation) dalam mendukung kesehatan mental serta pengembangan diri mahasiswa.

Diharapkan melalui kegiatan ini, mahasiswa mampu mengimplementasikan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan akademik maupun sosial. Seminar ini juga menjadi bagian dari peringatan Hari Kesehatan Mental Internasional, sebagai upaya menumbuhkan kepedulian terhadap kesehatan mental di lingkungan kampus. Bimawa UAD akan terus berupaya menghadirkan program-program pengembangan diri guna mencetak lulusan yang unggul, adaptif, dan siap menghadapi dinamika dunia kerja serta kehidupan bermasyarakat. (Mei)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Bimawa-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-menggelar-seminar-kesehatan-mental-Foto.-Bimawa-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-10-22 08:02:472026-10-22 08:02:47Bimawa UAD Gelar Seminar Kesehatan Mental untuk Bangun Kesadaran dan Regulasi Diri Mahasiswa

Penutupan POMDA DIY Cabor Voli Pasir, UAD Apresiasi Para Juara

22/10/2026/in Terkini /by Ard

Penutupan POMDA DIY Cabor Voli Pasir di Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Humas UAD)

Pekan Olahraga Mahasiswa Daerah (POMDA) Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) cabang olahraga voli pasir resmi ditutup pada Minggu, 18 Oktober 2026, di GOR Voli Pasir Mandala Krida. Kompetisi yang diselenggarakan Badan Pembina Olahraga Mahasiswa Indonesia (BAPOMI) DIY dengan Universitas Ahmad Dahlan (UAD) sebagai tuan rumah ini berlangsung selama dua hari sejak Sabtu, 17 Oktober 2026.

Pada hari penutupan tersebut, babak semifinal dan babak final turut dilaksanakan. Sebanyak enam tim dari perguruan tinggi negeri dan swasta keluar sebagai pemenang. UAD menjadi salah satu di antaranya, yakni sebagai Juara III cabang voli pasir dari tim putri.

Dalam sambutan penutupan, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UAD, Dr. Gatot Sugiharto, S.H., M.H., mengucapkan selamat kepada para pemenang, khususnya para juara dari berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta yang berhasil menunjukkan kemampuannya. Gatot juga menyampaikan ucapan selamat secara khusus kepada tim putri UAD.

Menutup sambutannya, Gatot berharap kegiatan ini menjadi bekal menuju Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNAS) serta membentuk karakter para atlet. Dengan terselenggaranya kompetisi perdana ini, diharapkan lahir atlet-atlet mahasiswa yang siap mewakili DIY di POMNAS dengan tetap menjunjung tinggi sportivitas. (Septia)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Penutupan-POMDA-DIY-Cabor-Voli-Pasir-di-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Humas-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-10-22 08:01:032026-10-22 08:01:03Penutupan POMDA DIY Cabor Voli Pasir, UAD Apresiasi Para Juara

Survei PSKP UAD Ungkap Lima Program Prioritas Pemerintah yang Paling Sedikit Dirasakan Manfaatnya

21/10/2026/in Terkini /by Ard

Pemaparan hasil riset Pusat Studi Kebijakan Publik (PSKP) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran (Foto. PSKP UAD)

Pusat Studi Kebijakan Publik (PSKP) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) memaparkan hasil riset nasional bertajuk “Nilai Rapor Dua Tahun Kebijakan Prabowo–Gibran di Mata Mahasiswa” pada 19 Oktober 2026. Survei ini menghimpun pandangan 828 mahasiswa dari 32 provinsi di Indonesia untuk mengevaluasi manfaat 15 program unggulan pemerintah berdasarkan persepsi mahasiswa sebagai bagian dari pemilih terdidik (educated voters).

Hasil survei menunjukkan lima program prioritas yang paling sedikit dirasakan manfaatnya oleh responden. Komponen Cadangan (Komcad) TNI menempati posisi terbawah dengan 9,78 persen atau 81 responden, disusul kenaikan gaji hakim sebesar 11,11 persen atau 92 responden, serta pendirian Universitas Republik Indonesia (URI) sebesar 12,20 persen atau 101 responden. Sementara itu, program cetak sawah baru dipilih oleh 15,34 persen atau 127 responden, dan pendirian SMA Unggul Garuda sebesar 17,27 persen atau 143 responden.

Hilma selaku Direktur Eksekutif PSKP UAD menyampaikan bahwa rendahnya persepsi manfaat terhadap kelima program tersebut berkaitan dengan pandangan mahasiswa mengenai dampak langsung kebijakan terhadap kesejahteraan masyarakat.

“Mahasiswa memandang bahwa kebijakan peningkatan insentif aparatur hukum, sekuritisasi fisik, alih fungsi lahan skala besar, maupun pembentukan lembaga eksklusif baru belum memberikan dampak langsung terhadap kesejahteraan ekonomi masyarakat luas,” katanya.

Menurutnya, masyarakat lebih membutuhkan peningkatan integritas penegak hukum, pemerataan kualitas fasilitas pendidikan, serta efisiensi penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Karena itu, kebijakan yang berorientasi pada pembangunan fisik dan pembentukan kelembagaan baru perlu dievaluasi agar alokasi anggaran dapat lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Berdasarkan temuan tersebut, PSKP UAD merekomendasikan penataan ulang prioritas belanja negara, termasuk mengaitkan kenaikan tunjangan pejabat dengan indikator kinerja, mengevaluasi efisiensi program Komcad, dan memberlakukan moratorium proyek fisik baru.

PSKP UAD juga mendorong pengalihan anggaran untuk penambahan subsidi Uang Kuliah Tunggal (UKT) di perguruan tinggi negeri, perbaikan infrastruktur irigasi lokal, serta penguatan layanan dasar yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. (Juni)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Pemaparan-hasil-riset-Pusat-Studi-Kebijakan-Publik-PSKP-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-dua-tahun-pemerintahan-Prabowo-Gibran-Foto.-PSKP-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-10-21 07:56:042026-10-21 07:56:04Survei PSKP UAD Ungkap Lima Program Prioritas Pemerintah yang Paling Sedikit Dirasakan Manfaatnya

Habiburrahman El Shirazy: Cinta Negeri Harus Diwujudkan dengan Tindakan Nyata

21/10/2026/in Terkini /by Ard

Habiburrahman El Shirazy narasumber kajian mahasiswa muslim perguruan tinggi di lingkungan LLDIKTI V di Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Mei)

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menjadi tuan rumah Kajian Mahasiswa Muslim Perguruan Tinggi di Lingkungan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah V pada Senin, 19 Oktober 2026. Kegiatan yang berlangsung di Masjid Islamic Center UAD ini menghadirkan penulis novel Ayat-Ayat Cinta dan Ketika Cinta Bertasbih, Habiburrahman El Shirazy, untuk menyampaikan kajian bertema “Tak Surut Mencintai Negeri, Menyalakan Jiwa, Membangun Peradaban Bangsa”.

Rektor UAD, Prof. Muchlas, M.T., dalam sambutannya menekankan pentingnya menumbuhkan semangat mahasiswa untuk mencintai dan merawat Indonesia melalui kontribusi nyata.

“Mari kita rawat negeri kita ini, kita tampilkan diri kita sebagai bagian yang bermanfaat, tidak hanya bagi diri kita, tapi juga bagi masyarakat, bagi pengembangan lebih jauh bangsa dan negara kita,” kata Muchlas.

Kemudian sambutan Kepala LLDIKTI Wilayah V, Prof. Setyabudi Indartono, M.M., Ph.D., menyoroti pentingnya perhatian kesehatan mental mahasiswa di tengah berbagai tantangan yang dihadapi generasi muda. Ia menegaskan bahwa perguruan tinggi perlu menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi mahasiswa untuk belajar serta mengembangkan diri.

“Mudah-mudahan dengan agenda yang kita adakan rutin seperti ini menjadi jembatan untuk kita semuanya, mengantisipasi, memitigasi problem-problem yang mungkin akan kita hadapi. Oleh karenanya mohon kita pastikan kampus-kampus kita adalah kampus yang nyaman, menjadi ekosistem yang aman untuk belajar dan juga mengembangkan diri kita sendiri,” katanya.

Dalam kajian tersebut, Habiburrahman menjelaskan bahwa kecintaan terhadap tanah air merupakan fitrah manusia. Beliau mencontohkan kisah Nabi Muhammad saw. yang memiliki kecintaan mendalam terhadap Makkah, tempat kelahirannya, ketika harus meninggalkan kota tersebut demi melanjutkan dakwah ke Madinah.

Menurutnya, kecintaan terhadap tempat kelahiran dan negeri tempat seseorang tumbuh merupakan naluri kemanusiaan yang wajar. Kecintaan tersebut perlu diwujudkan melalui kepedulian dan kontribusi nyata bagi masyarakat, bukan sekadar perasaan atau ungkapan.

“Adik-adikku semuanya, mari kita cintai Indonesia. Ketika kita mencintai Indonesia, niatkan cinta kita kepada Indonesia sebagai bagian dari ibadah, sebagai bagian mengikuti sunahnya Rasulullah saw. Rasulullah mencintai tanah kelahirannya. Kita dilahirkan di Indonesia, kita orang Indonesia. Kita niatkan, kita cintai negeri ini bagian dari ibadah. Sebab, memang ada dasarnya, jelas sekali di Al-Qur’an. Allah berfirman, Kalau kalian mencintai Allah, maka ikutilah aku, ikuti Rasulullah,” tuturnya.

Habiburrahman El Shirazy juga mengajak mahasiswa untuk tidak memiliki mentalitas mengandalkan orang lain dalam menjalankan tanggung jawab. Beliau menyampaikan kisah seorang raja yang menguji keikhlasan rakyatnya dengan meminta setiap orang menyumbangkan satu sendok madu ke dalam tempayan di setiap desa. Namun, karena masing-masing berpikir bahwa sumbangan satu sendok air tidak akan berpengaruh jika orang lain membawa madu, seluruh tempayan justru terisi air.

“Ini contoh sederhana yang mungkin tidak begitu krusial bagi sebuah negeri. Namun, jika suatu saat negeri ini, atau lebih luas lagi umat Rasulullah, membutuhkan sesuatu yang sangat penting dan kelalaian dalam melaksanakannya dapat menimbulkan petaka, kita tidak boleh hanya mengandalkan orang lain. Maka mental mengandalkan orang lain segeralah ditinggalkan. Mulai dari diri kalian, jangan sekali-kali mengandalkan orang lain.”

Habiburrahman El Shirazy menjelaskan makna doa yang diajarkan Rasulullah saw. untuk memohon perlindungan kepada Allah Swt. dari berbagai keadaan yang dapat menghambat kehidupan. Ia menerangkan bahwa ham merupakan kegundahan akibat memikirkan persoalan masa depan, sedangkan huzn adalah kesedihan atau penyesalan atas kejadian masa lalu. Ia juga mengingatkan mahasiswa agar tidak mudah merasa lemah ketika menghadapi tantangan serta menghindari kemalasan dalam menjalankan ibadah dan tanggung jawab.

“Ham itu kegundahan hati, memikirkan masa depan. Besok bagaimana, besok pagi bagaimana, nanti kalau sudah mau lulus bagaimana, dapat jodoh atau tidak. Kalau huzn, itu sedih atas perbuatan yang telah lalu, kejadian yang telah lalu. Kita juga harus memohon perlindungan dari perasaan lemah, kemalasan, sifat pengecut, dan kekikiran. Tolong diingat bahwa malas itu sumber malapetaka. Padahal kalau dipahami, apa pun yang kita miliki adalah rezeki dan titipan dari Allah.”

Selain itu, Habiburrahman mengajak mahasiswa untuk menunjukkan kepedulian terhadap sesama, termasuk dengan mengingatkan teman yang berisiko terjerat pinjaman online. Menurutnya, sikap saling mengingatkan merupakan bentuk kasih sayang dan tanggung jawab, bukan sekadar mencampuri urusan pribadi orang lain.

Melalui kajian tersebut, Habiburrahman mengajak mahasiswa menjadikan kecintaan terhadap Indonesia sebagai bagian dari ibadah yang diwujudkan melalui tindakan nyata. Ia menekankan bahwa membangun bangsa membutuhkan kesadaran, kepedulian, dan tanggung jawab yang dimulai dari diri sendiri. Dengan demikian, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan diri sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat, agama, dan negara. (Mei)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Habiburrahman-El-Shirazy-narasumber-kajian-mahasiswa-muslim-perguruan-tinggi-di-lingkungan-LLDIKTI-V-di-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Mei.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-10-21 07:53:342026-10-21 07:53:34Habiburrahman El Shirazy: Cinta Negeri Harus Diwujudkan dengan Tindakan Nyata
Page 1 of 795123›»

TERKINI

  • PERSADA UAD Salurkan Donasi Air Bersih di Gunungkidul26/10/2026
  • Dari Menjaga ke Memakmurkan, LPSI UAD Perkuat Tata Kelola Takmir Masjid Kampus26/10/2026
  • BEM Farmasi UAD Perluas Wawasan Global Mahasiswa Lewat Short Course 2026 di IKOP Pharma Malaysia26/10/2026
  • FK UAD Lantik 29 Dokter Baru pada Sumpah Dokter Periode V23/10/2026
  • Teknologi untuk Perkuat Ideologi, Rektor UAD Paparkan Kerangka Transformasi Digital ‘Aisyiyah23/10/2026

PRESTASI

  • Tim Voli Putri UAD Raih Juara III Liga Voli Mahasiswa 202615/10/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara II Math Essay Competition Nasional15/10/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara I Writing Contest FOMUNY 202612/10/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara III pada Kejurnas IX Senior-Junior Hapkido Indonesia 202630/09/2026
  • Tim Al Qorni UAD Raih Dua Gelar Juara di Ajang KMLI 202630/09/2026

FEATURE

  • Menjadi Orang Tua Dimulai Sebelum Anak Hadir26/10/2026
  • Meneladani Keteguhan dan Keluhuran Akhlak Rasulullah di Tengah Pemboikotan12/10/2026
  • Kesederhanaan yang Menjadi Pilihan Hidup Rasulullah06/10/2026
  • Runtuhkan Sekat Pembatas, Dekan FKIP UAD Tekankan Kolaborasi Pendidikan yang Berdampak28/09/2026
  • Menelusuri Hakikat dan Empat Tanda Kebahagiaan di Dunia15/09/2026

TENTANG | KRU | KONTAK | REKAPITULASI

Scroll to top