• TERKINI
  • UAD BERDAMPAK
  • PRESTASI
  • FEATURE
  • OPINI
  • MEDIA
  • KIRIM BERITA
  • Menu
News Portal of Universitas Ahmad Dahlan

KKN UAD Ciptakan Media Visual Edukasi Pengelolaan Sampah

14/07/2026/in MBKM, Terkini /by Ard

Mahasiswa KKN Universitas Ahmad Dahlan (UAD) ciptakan media visual edukasi pengelolaan sampah (Foto. KKN UAD)

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Alternatif 104 Unit I.A.3 dari Universitas Ahmad Dahlan (UAD) melaksanakan program kerja bertajuk “Pembuatan Papan Edukasi Sampah” di Kelurahan Sorosutan sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah anorganik.

Program ini dilatarbelakangi oleh masih tingginya permasalahan penumpukan sampah anorganik seperti plastik, botol, dan kaleng yang membutuhkan waktu puluhan hingga ratusan tahun untuk terurai secara alami. Kurangnya kebiasaan memilah sampah sejak dari rumah turut menjadi salah satu penyebab masih maraknya pembuangan sampah secara sembarangan.

Mengacu pada konsep Visual Management atau manajemen visual dalam bidang teknik industri, mahasiswa KKN menghadirkan media edukasi berupa papan informasi yang dirancang untuk menyampaikan pesan lingkungan secara lebih langsung, komunikatif, dan mudah dipahami oleh masyarakat.

Papan edukasi tersebut dibuat secara mandiri menggunakan material kayu dan dipasang di lokasi strategis yang mudah dijangkau serta dilihat oleh warga sekitar. Kehadiran media visual ini diharapkan mampu menjadi pengingat bagi masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya sekaligus melakukan pemilahan sampah anorganik secara disiplin.

Sebelum pelaksanaan program, mahasiswa melakukan pengamatan di lapangan dan menemukan bahwa imbauan berupa tulisan “Dilarang Membuang Sampah” dinilai kurang efektif dalam mengurangi perilaku membuang sampah sembarangan. Masyarakat dinilai membutuhkan media edukasi yang lebih menarik dan mampu memberikan gambaran nyata mengenai dampak jangka panjang sampah terhadap lingkungan.

Melalui kreativitas mahasiswa, papan edukasi tersebut dilengkapi dengan contoh fisik sampah anorganik beserta informasi mengenai waktu penguraiannya. Warga dapat melihat secara langsung bahwa botol plastik membutuhkan waktu sekitar 450 tahun untuk terurai, kaleng minuman 200 tahun, kantong plastik 20 tahun, sementara styrofoam tergolong sebagai material yang sangat sulit terurai.

Keberadaan papan edukasi ini mulai mendapatkan respons positif dari masyarakat, terutama anak-anak dan ibu rumah tangga yang sering melintas di lokasi pemasangan. Informasi visual yang disajikan mampu menarik perhatian warga sekaligus meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya pemilahan sampah anorganik.

Melalui program tersebut, mahasiswa KKN Alternatif Unit I.A.3 berharap dapat meninggalkan warisan edukasi yang berkelanjutan bagi masyarakat Sorosutan serta mendorong terbentuknya budaya pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab demi menjaga kelestarian lingkungan di masa mendatang. (Doc/Dnd)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-KKN-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-ciptakan-media-visual-edukasi-pengelolaan-sampah-Foto.-KKN-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-07-14 10:42:122026-07-21 07:31:31KKN UAD Ciptakan Media Visual Edukasi Pengelolaan Sampah

Keluarga Teater PeBei Sukses Gelar Pementasan Fragmen Lama

14/07/2026/in Terkini /by Ard

Keluarga Teater PeBei Universitas Ahmad Dahlan (UAD) sukses gelar pementasan “Fragmen Lama” (Foto. Teater PeBei UAD)

Keluarga Teater PeBei Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) sukses menyelenggarakan pementasan bertajuk Fragmen Lama pada Minggu, 14 Juni 2026. Pementasan tersebut menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menampilkan kemampuan seni peran sekaligus menyampaikan pesan sosial yang dekat dengan kehidupan masyarakat.

Mengangkat tema keluarga, trauma, dan penerimaan terhadap takdir, Fragmen Lama menceritakan sebuah keluarga yang harus menghadapi rahasia masa lalu yang selama bertahun-tahun tersimpan. Berbagai konflik yang muncul dalam cerita menggambarkan perjuangan para tokoh dalam menghadapi luka batin serta upaya untuk menerima kenyataan yang tidak selalu berjalan sesuai harapan.

Selain mengangkat persoalan keluarga, pementasan ini juga menyoroti isu cinta beda agama yang semakin memperumit alur cerita. Konflik tersebut berpadu dengan trauma yang dialami oleh sosok ibu dalam keluarga yang menjadi pusat persoalan dalam pertunjukan tersebut.

Sutradara Fragmen Lama, Dea Fitri Ananta, mengungkapkan bahwa proses produksi menghadapi sejumlah tantangan karena sebagian besar aktor yang terlibat masih tergolong baru dalam dunia teater. Kondisi tersebut menuntut adanya pendalaman karakter dan latihan yang lebih intensif selama masa persiapan.

“Karena di studi pentas ini aktor-aktornya masih baru, jadi butuh pemahaman dan latihan ekstra. Saya sendiri juga baru menjadi sutradara di studi pentas ini, sehingga masih dalam tahap penyesuaian sebagai penggarap,” ujar Dea.

Persiapan pementasan dilakukan selama kurang lebih dua setengah bulan melalui latihan rutin serta proses pendalaman karakter setiap tokoh. Seluruh tim produksi bekerja sama untuk menghadirkan pertunjukan yang mampu menyampaikan pesan emosional kepada penonton.

Sementara itu, Pimpinan Produksi, Fanny Tamara, menyampaikan bahwa tantangan terbesar selama proses produksi adalah mengubah cara berpikir dalam menyikapi berbagai persoalan yang muncul selama persiapan pementasan.

“Salah satu tantangan yang paling sering saya hadapi adalah bagaimana saya harus mengubah cara berpikir dan melihat suatu masalah,” kata Fanny.

Setelah pementasan Fragmen Lama, Keluarga Teater PeBei akan melanjutkan agenda berikutnya, yakni Pentas Produksi yang merupakan pementasan dengan skala lebih besar. Melalui kegiatan tersebut, Keluarga Teater PeBei berharap dapat terus berkembang, menghasilkan karya-karya yang lebih baik, serta memperkuat kekompakan, komunikasi, dan kedisiplinan tim di masa mendatang. (Dnd)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Keluarga-Teater-PeBei-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-sukses-gelar-pementasan-Fragmen-Lama-Foto.-Teater-PeBei-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-07-14 10:34:412026-07-14 10:34:41Keluarga Teater PeBei Sukses Gelar Pementasan Fragmen Lama

FPPTI DIY Perkuat Peran Perpustakaan melalui Pelantikan Pengurus Baru Periode 2026–2029

14/07/2026/in Terkini /by Ard

Pelantikan Pengurus Baru FPPTI DIY Periode 2026–2029 di Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Humas UAD)

Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi Indonesia (FPPTI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar Pelantikan Pengurus Periode 2026–2029 pada Rabu, 8 Juli 2026, di Ruang Audio Visual Lantai 4 Museum Muhammadiyah, Kampus IV Universitas Ahmad Dahlan (UAD).

Pelantikan diawali dengan pembacaan Surat Keputusan Ketua Umum FPPTI Nomor 06/FPPTI-9/SK/7/2026 tentang pengangkatan Pengurus FPPTI Wilayah DIY Periode 2026–2029 oleh Sekretaris I, Gretha Prestisia, RK., M.IP. Selanjutnya, Ketua Umum FPPTI Pusat, Mariyah, S.Sos., M.Hum., melantik sekaligus mengambil sumpah jabatan pengurus baru yang terdiri atas Risty Prasetyawati, S.I.P., M.A. sebagai Ketua, Sapto Harmoko, S.I.P., M.A. sebagai Wakil Ketua, beserta jajaran sekretaris, bendahara, dan bidang-bidang kepengurusan lainnya.

Prosesi kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara pelantikan, penyematan pin, serta penyerahan pataka dari Ketua Umum FPPTI Pusat kepada Ketua FPPTI DIY sebagai simbol estafet kepemimpinan.

Dalam laporan kepengurusan periode 2023–2026, Risty Prasetyawati menyampaikan bahwa hingga saat ini, FPPTI DIY memiliki 101 perpustakaan anggota dan 47 di antaranya telah terakreditasi.

“FPPTI DIY memiliki program-program unggulan yakni di antaranya Monthly Learning sebagai bentuk sharing yang narasumbernya adalah anggota FPPTI DIY sendiri, penyelenggaraan seminar, webinar, dan pelatihan bersama narasumber nasional maupun internasional, program embedded librarianship melalui studi tiru ke Malaysia dan Singapura, serta penyelenggaraan lomba IALA dan ALIA yang dilaksanakan setiap dua tahun sekali.” jabarnya.

Rektor UAD, Prof. Dr. Muchlas, S.T., M.T. mengucapkan selamat kepada pengurus yang baru dilantik dan berharap FPPTI DIY membuat kebijakan agar perguruan tinggi mulai melakukan perubahan siginifikan pada pengembangan SDM perpustakaan. 

“Tentu kami sangat bahagia dengan adanya pelantikan ini. Ini menunjukkan bahwa perpustakaan di Indonesia mendapat perhatian yang baik. Harapannya, bapak dan ibu di FPPTI DIY tetap bersemangat dalam melaksanakan tugas sehingga perpustakaan di DIY dapat menjadi contoh bagi perpustakaan di daerah lain,” ungkapnya.

Ketua Umum FPPTI Pusat, Mariyah, S.Sos., M.Hum. mengatakan bahwa amanah sebagai pengurus merupakan kehormatan sekaligus tanggung jawab besar untuk memajukan perpustakaan. Menurutnya, kepengurusan baru diharapkan mampu membawa perpustakaan perguruan tinggi di DIY semakin adaptif terhadap perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat.

Sementara itu, Kepala LLDIKTI Wilayah V, Prof. Setyabudi Indartono, M.M., Ph.D., berharap seluruh perguruan tinggi swasta di DIY dapat terus meningkatkan kualitas layanan perpustakaannya. (Mei)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Pelantikan-Pengurus-Baru-FPPTI-DIY-Periode-2026–2029-di-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Humas-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-07-14 10:16:222026-07-14 10:16:22FPPTI DIY Perkuat Peran Perpustakaan melalui Pelantikan Pengurus Baru Periode 2026–2029

Google Student Ambassador UAD Gelar Sharing Session Pemanfaatan Gemini dan NotebookLM

14/07/2026/in Terkini /by Ard

Google Student Ambassador Universitas Ahmad Dahlan (UAD) gelar sharing session pemanfaatan Gemini dan NotebookLM (Foto. Mawar)

Google Student Ambassador (GSA) Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Dio Lutvi Andre, mahasiswa Program Studi Sistem Informasi angkatan 2024, menyelenggarakan Sharing Session bertajuk “Prompting & Generate by Gemini dan NotebookLM” pada Jumat, 26 Juni 2026 di Laboratorium Strategi Bisnis Sistem Informasi, Kampus IV UAD. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan literasi kecerdasan buatan di kalangan mahasiswa sekaligus memperkenalkan pemanfaatan teknologi generatif dalam mendukung proses akademik dan persiapan karier.

Dalam kegiatan tersebut, peserta diajak mempelajari teknik prompt engineering menggunakan Google Gemini serta mengoptimalkan NotebookLM sebagai asisten belajar berbasis AI. Selain sesi praktik, peserta juga diajak mengeksplorasi kreativitas melalui pembuatan musik menggunakan Gemini dengan memanfaatkan kata-kata acak dari peserta. Tak hanya membahas aspek teknis, kegiatan ini juga mengangkat pentingnya etika dalam penggunaan teknologi AI.

Dio Lutvi Andre menjelaskan bahwa sharing session ini dirancang agar mahasiswa tidak hanya mengenal teknologi AI, tetapi juga mampu memanfaatkannya secara produktif dan bertanggung jawab. “Saya ingin mengenalkan dan melatih teman-teman mahasiswa UAD agar lebih cakap digital, khususnya dalam memanfaatkan Generative AI. Harapan saya, cara pandang terhadap AI bisa bergeser. AI bukan sekadar alat untuk bersenang-senang atau jalan pintas mengerjakan tugas, tetapi dapat menjadi thought partner yang produktif untuk mendukung akademik maupun karier di masa depan,” ujarnya.

Menurut Dio, penguasaan teknologi AI menjadi kebutuhan penting bagi mahasiswa di tengah perkembangan dunia digital. Ia menilai pemanfaatan AI mampu mempercepat proses belajar sekaligus meningkatkan kesiapan lulusan menghadapi dunia kerja.

Dalam bidang akademik, AI dapat membantu mahasiswa merangkum literatur, melakukan brainstorming, hingga menyusun struktur karya ilmiah secara lebih efisien. Sementara itu, di dunia profesional, kemampuan memanfaatkan AI dan menyusun prompt yang efektif menjadi kompetensi yang semakin dibutuhkan oleh berbagai industri.

“AI bukan untuk menggantikan proses berpikir, tetapi membantu kita bekerja lebih efektif sehingga memiliki lebih banyak waktu untuk melakukan analisis yang lebih mendalam. Selain itu, kemampuan menggunakan AI juga menjadi nilai tambah ketika memasuki dunia kerja,” jelasnya.

Sebagai Google Student Ambassador 2026, Dio mengaku memperoleh banyak pengalaman berharga selama menjalankan perannya sebagai penghubung antara inovasi teknologi Google dengan mahasiswa UAD. Melalui program tersebut, ia mendapatkan akses terhadap berbagai perkembangan teknologi terbaru sekaligus kesempatan untuk membagikan pengetahuan kepada sivitas akademika melalui berbagai kegiatan edukatif.

Selain memperluas wawasan teknologi, peran tersebut juga memberikan kesempatan baginya untuk mengembangkan kemampuan kepemimpinan, public speaking, manajemen program, serta membangun jejaring profesional dengan sesama pegiat teknologi dan mentor dari berbagai daerah.

Dio berharap kegiatan serupa dapat terus diselenggarakan sehingga mampu memperkuat budaya literasi AI di lingkungan Universitas Ahmad Dahlan. Ia juga mengajak mahasiswa untuk tidak berhenti pada pemahaman teori, tetapi segera menerapkan keterampilan yang diperoleh dalam aktivitas perkuliahan, kompetisi, maupun berbagai proyek pengembangan diri.

“Semoga ilmu yang diperoleh tidak berhenti di ruang pelatihan saja. Saya berharap teman-teman dapat langsung mempraktikkan teknik prompting untuk mendukung perkuliahan, kompetisi, maupun proyek pribadi. Selain itu, saya berharap budaya pemanfaatan AI yang bijak, etis, dan inovatif dapat terus berkembang di lingkungan Universitas Ahmad Dahlan,” tutupnya. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Google-Student-Ambassador-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-gelar-sharing-session-pemanfaatan-Gemini-dan-NotebookLM-Foto.-Mawar.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-07-14 09:17:032026-07-14 09:17:03Google Student Ambassador UAD Gelar Sharing Session Pemanfaatan Gemini dan NotebookLM

Peraturan UAD Nomor 1 dan Nomor 2 Tahun 2026

14/07/2026/in Terkini /by Ard

Klik tautan di bawah ini:

Peraturan Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Nomor 1 Tahun 2026 Tentang Kepegawaian

Peraturan Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Nomor 2 Tahun 2026 Tentang Kode Etik dan Kode Perilaku Pegawai

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Gedung-Kampus-Utama-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Dok.-Humas-dan-Protokol-UAD.jpg 1249 2000 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-07-14 08:19:572026-07-14 14:26:45Peraturan UAD Nomor 1 dan Nomor 2 Tahun 2026

Peraturan Rektor UAD Nomor 14 Tahun 2024

14/07/2026/in Terkini /by Ard

Klik tautan di bawah ini:

Peraturan Rektor Nomor 14 Tahun 2024 Tentang Tata Tertib Mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Peraturan-Rektor-Nomor-14-Tahun-2024-Tentang-Tata-Tertib-Mahasiswa-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD.jpg 447 1558 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-07-14 08:13:302026-07-14 08:14:09Peraturan Rektor UAD Nomor 14 Tahun 2024

Peran Media Sosial dan Ketegasan UU TPKS dalam Menghalau Kekerasan Seksual

13/07/2026/in Terkini /by Ard

Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi (Himakom) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menyelenggarakan Seminar Nasional EPIC 2026 (Foto. Himakom UAD)

Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi (HIMAKOM) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) sukses menyelenggarakan Seminar Nasional EPIC 2026 bertema “Peran Media Sosial dalam Penyebaran Awareness Kekerasan Seksual di Kalangan Mahasiswa” pada Kamis, 25 Juni 2026, bertempat di Ruang Audio Visual Museum Muhammadiyah. Acara ini digelar sebagai upaya nyata untuk membangun kesadaran dan ruang aman di lingkungan akademik kampus dari ancaman kekerasan seksual. Seminar krusial ini menghadirkan tiga pakar lintas disiplin sebagai narasumber utama, yaitu dr. M. Irfan Rizaldy, selaku Dokter Rumah Sakit PKU Sleman yang mengupas tuntas dari sudut pandang medis, Kalis Mardiasih yang merupakan seorang Penulis, Aktivis Perempuan Muslim dan Storyteller Keadilan Gender yang menyoroti relasi kuasa di kampus, serta Dr. Diyah Puspitarini, M.Ag. selaku Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) yang memaparkan aspek regulasi dan perlindungan hukum bagi korban, dengan Fitrinanda An Nur, S.I.Kom., M.A., selaku Ketua Program Studi (Kaprodi) Ilmu Komunikasi UAD sebagai moderator acara.

Sebagai pembuka pembahasan, dr. M. Irfan Rizaldy membedah kekerasan seksual dari segi pelanggaran otonomi tubuh, di mana tindakan tanpa persetujuan sadar baik secara fisik maupun nonfisik terbukti memicu respons trauma hebat pada otak. Trauma psikologis yang tidak tertangani ini berisiko tinggi menyebabkan Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD) yang mengganggu regulasi emosi, bahkan bermanifestasi menjadi keluhan fisik kronis atau gangguan psikosomatis seperti migrain akut atau nyeri panggul tanpa penyebab medis patologis. Dalam penjelasannya, dr. Irfan menegaskan, “Kekerasan seksual adalah pelanggaran murni terhadap hak atas tubuh seseorang. Ketika trauma psikologis yang ditimbulkannya diabaikan dan tidak mendapatkan penanganan berbasis trauma yang tepat sejak awal di Instalasi Gawat Darurat (IGD), dampaknya akan bermanifestasi menjadi gangguan fisik kronis yang merusak kualitas hidup korban.” Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya alur penanganan yang solid, dimulai dari stabilisasi emosi, pembuatan visum resmi atas persetujuan korban, intervensi psikiatri dini, hingga pelaporan dengan pendampingan mental.

Selanjutnya, Kalis Mardiasih membawa audiens melihat realitas pahit mengenai ketimpangan relasi kuasa yang kerap terjadi di lingkungan pendidikan, mulai dari ruang kelas, sekretariat organisasi, kantin, hingga area kos-kosan di sepanjang jalan menuju kampus. Kekerasan seksual di ranah akademik marak terjadi karena pelaku memanfaatkan gelar, jabatan, atau wewenangnya untuk memanipulasi korban melalui berbagai modus operandi, seperti berkedok sebagai mentor atau figur orang tua yang terpercaya atau confidante, memanfaatkan pengetahuan akademis atau intellectual seducer, hingga mempraktikkan pertukaran nilai akademis atau rekomendasi proyek demi kepuasan seksual.

Mengenai fenomena ini, Kalis menyatakan, “Kita harus berani membongkar ketimpangan relasi kuasa yang berlapis di kampus, di mana pelaku sering kali memanfaatkan posisi akademis atau kedok sebagai mentor untuk memanipulasi korban yang tidak berdaya.” Di era digital ini, Kalis juga mengingatkan bahaya Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO), di mana media sosial sering kali disalahgunakan oleh pelaku untuk memfasilitasi kejahatan baru seperti menyebarkan foto atau video intim tanpa izin di grup chat mahasiswa atau melakukan ancaman dalam relasi romantis.

Dari sisi regulasi, Dr. Diyah Puspitarini, M.Ag. menegaskan bahwa Indonesia kini memiliki payung hukum yang kuat dan bersifat lex specialis atau hukum yang lebih spesifik yang berpihak pada korban melalui Undang-Undang (UU) Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS). Berdasarkan undang-undang tersebut, pelaku pelecehan seksual nonfisik seperti catcalling atau verbal dapat diancam pidana penjara maksimal 9 bulan dan/atau denda hingga Rp10.000.000, pelecehan fisik diancam pidana maksimal 4 tahun dan/atau denda hingga Rp50.000.000, sedangkan eksploitasi dan perbudakan seksual diancam pidana hingga 15 tahun penjara dan/atau denda Rp1.000.000.000.

Terkait ketegasan hukum ini, Dr. Diyah menggarisbawahi secara tajam, “Lewat UU TPKS, negara memberikan garansi penuh bahwa kasus kekerasan seksual tidak boleh lagi diselesaikan di bawah meja melalui jalur damai atau restorative justice, dan hak korban atas perlindungan identitas serta pemulihan total adalah prioritas utama hukum kita.” Pelaku kekerasan berbasis elektronik juga akan dijerat lewat akumulasi pasal UU TPKS dan UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), serta negara menjamin perlindungan korban dari somasi atau tuntutan hukum balik oleh pelaku.

Melalui pemaparan komprehensif dari ketiga narasumber, seminar ini menghasilkan satu pesan kuat bahwa budaya bungkam, stigma negatif, dan victim-blaming di lingkungan akademik harus segera diakhiri. Media sosial harus dialihfungsikan menjadi ruang bersuara dan sarana edukasi massal untuk membangun kesadaran kolektif, terlebih saat ini keterangan korban yang didukung oleh rekam medis serta hasil pemeriksaan psikologis klinis sudah sah menjadi alat bukti hukum yang kuat. Melalui gerakan bersama yang inklusif dan berani, seluruh elemen akademika diharapkan dapat bersinergi untuk mewujudkan lingkungan kampus yang adil, aman, dan sepenuhnya bebas dari segala bentuk kekerasan seksual. (Anove)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Himpunan-Mahasiswa-Ilmu-Komunikasi-Himakom-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-menyelenggarakan-Seminar-Nasional-EPIC-2026-Foto.-Himakom-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-07-13 13:28:572026-07-13 13:28:57Peran Media Sosial dan Ketegasan UU TPKS dalam Menghalau Kekerasan Seksual

PPK Ormawa IMM FKM UAD Bekali Kader Caturharjo Teknik Komunikasi Kesehatan

13/07/2026/in MBKM, Terkini /by Ard

PPK Ormawa IMM FKM Universitas Ahmad Dahlan (UAD) bekali kader Caturharjo teknik komunikasi kesehatan (Foto. PPKO IMM FKM UAD)

Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali melanjutkan rangkaian program HAMEMAYU WARASING DESA. Pada Sabtu, 4 Juli 2026, tim mahasiswa menggelar kegiatan Pelita Kader Pertemuan 3 yang berlokasi di Balai Desa Kalurahan Caturharjo.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kamituwa Kalurahan Caturharjo Bapak Agung, jajaran kader kesehatan, Tim PPK Ormawa IMM FKM UAD, serta Supangat, S.K.M. dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul yang hadir sebagai narasumber. Dalam sambutan pembukanya, Bapak Agung mewakili Pemerintah Kalurahan menyampaikan apresiasi atas keberlanjutan program ini yang secara bertahap terus meningkatkan kompetensi para kader. Beliau menaruh harapan besar agar para kader kesehatan mampu menerapkan ilmu yang didapat untuk memberikan edukasi secara efektif kepada masyarakat.

Fokus utama pada pertemuan ketiga ini adalah penguatan soft skill kader melalui materi Komunikasi Kesehatan Efektif. Sebelum pemaparan materi, peserta diarahkan untuk mengikuti pre-test guna mengukur tingkat pengetahuan awal mereka. Setelah itu, Supangat, S.KM. memberikan pemaparan komprehensif yang mencakup konsep dasar komunikasi kesehatan, teknik interpersonal, hingga strategi penyampaian pesan yang mudah dipahami oleh warga.

Selain teori dasar, narasumber juga membekali kader dengan keterampilan membangun hubungan baik dengan sasaran serta metode penyuluhan yang persuasif. Para kader menunjukkan antusiasme yang tinggi, yang terlihat dari keaktifan mereka dalam sesi diskusi dan tanya jawab terkait berbagai tantangan komunikasi di lapangan.

Rangkaian acara ditutup dengan pelaksanaan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta, disusul dengan penyerahan plakat penghargaan dari Tim PPK Ormawa kepada narasumber. Melalui pelatihan ini, kader kesehatan Caturharjo diharapkan semakin cakap dan percaya diri dalam memotivasi serta mendampingi masyarakat, sehingga kesadaran warga dalam mencegah Penyakit Tidak Menular (PTM) dapat terus meningkat. (Ito)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/PPK-Ormawa-IMM-FKM-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-bekali-kader-Caturharjo-teknik-komunikasi-kesehatan-Foto.-PPKO-IMM-FKM-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-07-13 13:21:212026-07-14 08:39:45PPK Ormawa IMM FKM UAD Bekali Kader Caturharjo Teknik Komunikasi Kesehatan

Mahasiswa KKN Alternatif UAD Kenalkan Minuman Tepache dari Kulit Nanas

11/07/2026/in MBKM, Terkini /by Ard

Mahasiswa KKN Alternatif Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Kenalkan Minuman Tepache dari Kulit Nanas (Foto. KKN UAD)

Limbah buah, seperti kulit nanas, sering kali berakhir sebagai sampah meskipun masih memiliki potensi untuk dimanfaatkan. Padahal, jika ditinjau dari perspektif optimalisasi dan produktivitas lingkungan, limbah organik seperti kulit nanas masih memiliki nilai guna yang sangat tinggi jika diproses dengan tepat. Upaya pemanfaatan kembali (reuse) material sisa ini menjadi langkah krusial untuk menekan volume sampah domestik sekaligus menciptakan produk baru yang bermanfaat bagi masyarakat.

Berangkat dari urgensi pengurangan limbah organik tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Alternatif Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Unit I.A.3 menyelenggarakan kegiatan pelatihan bertajuk “Pembuatan Minuman dari Limbah Kulit Nanas” di RW 03 Kelurahan Sorosutan, Kemantren Umbulharjo, Kota Yogyakarta. Program kerja tematik ini diikuti oleh ibu-ibu Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dengan penuh antusias.

Program ini bertujuan mengurangi limbah organik di lingkungan permukiman, meningkatkan kreativitas masyarakat dalam mengolah hasil sampingan pertanian, serta membuka peluang usaha baru yang berbasis pada pemanfaatan produk lokal.

Sebelum pelatihan dimulai, tim mahasiswa KKN Unit I.A.3 melakukan pengamatan sederhana mengenai kebiasaan warga dalam memperlakukan sampah dapur non-sayuran. Hasilnya menunjukkan bahwa mayoritas warga masih menganggap kulit nanas sebagai sampah yang tidak memiliki nilai ekonomi dan sering memicu bau asam jika dibiarkan menumpuk di tempat pembuangan.

Kurangnya literasi mengenai pemanfaatan limbah buah menjadi alasan utama mengapa potensi ekonomi dan kesehatan dari bahan ini terlewatkan begitu saja. Kondisi lapangan ini menegaskan pentingnya intervensi edukatif berupa pelatihan praktis yang mudah diterapkan di skala rumah tangga.

Dalam pelatihan ini, warga diajak untuk mengenal tepache, yaitu minuman fermentasi tradisional yang sehat, menyegarkan, dan terbukti tinggi kandungan vitamin C yang dibuat dengan memanfaatkan kulit nanas. Mahasiswa mendemonstrasikan secara langsung seluruh proses pembuatan, mulai dari teknik pencucian kulit nanas agar higienis, pencampuran dengan air dan gula merah, hingga proses fermentasi singkat selama beberapa hari. Suasana di Balai RW menjadi semakin hidup ketika memasuki sesi diskusi interaktif dan mencicipi tepache yang telah difermentasi.

Pelatihan ini meningkatkan pemahaman warga secara signifikan mengenai konsep produk bernilai tambah (value-added product). Warga tidak hanya memahami teori penanganan sampah, tetapi juga terinspirasi melihat bagaimana limbah yang awalnya tidak berharga dapat diubah menjadi produk yang memiliki daya jual dan bermanfaat bagi kesehatan tubuh.

“Harapan kami ingin menunjukkan bahwa penerapan sistem industri hijau dan konsep zero waste tidak harus muluk-muluk, melainkan bisa dimulai dari pemanfaatan limbah dapur kita sendiri. Kulit nanas yang tadinya dibuang, dengan sedikit kreativitas fermentasi, bisa menjadi minuman sehat yang bernilai ekonomi. Jika ini konsisten dikembangkan, lingkungan Sorosutan akan semakin bersih dan peluang usaha mikro warga bisa ikut tumbuh.”

Melalui program ini, warga Kelurahan Sorosutan tidak sekadar memperoleh pengetahuan tentang kelestarian lingkungan, melainkan mendapatkan keterampilan praktis untuk mandiri secara ekonomi. Harapannya, kegiatan ini dapat melahirkan berbagai inovasi produk lokal yang ramah lingkungan, sekaligus menjadi pemantik gerakan pemilahan dan pemanfaatan limbah organik yang lebih luas di tengah masyarakat. (Mei)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-KKN-Alternatif-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Kenalkan-Minuman-Tepache-dari-Kulit-Nanas-Foto.-KKN-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-07-11 09:05:582026-07-13 10:10:18Mahasiswa KKN Alternatif UAD Kenalkan Minuman Tepache dari Kulit Nanas

Mawapres I Program Diploma UAD Ikuti Global and Culture Exposure 2026 di Malaysia

11/07/2026/in Terkini /by Ard

Mawapres I Program Diploma Universitas Ahmad Dahlan (UAD) ikuti Global and Culture Exposure 2026 di Malaysia (Foto. Rizal)

Mahasiswa Program Studi Bisnis Jasa Makanan (Bisma) Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Rizal Agus Setiawan, yang juga merupakan Mahasiswa Berprestasi (Mawapres) I Program Diploma UAD, mengikuti Global and Culture Exposure (GCE) 2026 yang diselenggarakan oleh Pusat Prestasi Mahasiswa Perguruan Tinggi Muhammadiyah-‘Aisyiyah (Puspresma PTMA) di Penang, Malaysia, pada 15-18 April 2026.

Program tersebut menjadi wadah bagi mahasiswa PTMA untuk memperluas wawasan internasional melalui berbagai kegiatan akademik, budaya, dan pengabdian kepada masyarakat. Salah satu rangkaian kegiatan yang paling berkesan bagi Rizal adalah Community Service yang dilaksanakan di Sanggar Bimbingan Permai Kulim dan Sanggar Bimbingan Anak Malaysia Indonesia (SAMI).

Pada kegiatan tersebut, Rizal bersama peserta lainnya berinteraksi langsung dengan anak-anak imigran Indonesia melalui berbagai aktivitas edukatif, pemberian motivasi belajar, serta penguatan karakter. Menurutnya, pengalaman tersebut memberikan makna yang mendalam sekaligus menjadi pengingat akan pentingnya menjaga identitas kebangsaan di mana pun berada.

“Saya merasa sangat senang dan terharu dapat bertemu dengan adik-adik imigran Indonesia di Malaysia. Meskipun mereka tinggal jauh dari tanah air, semangat mereka untuk belajar, mengenal budaya Indonesia, dan meraih cita-cita tetap sangat tinggi. Pengalaman ini menjadi pengingat bagi saya bahwa rasa cinta terhadap Indonesia dapat terus tumbuh di mana pun kita berada,” ungkap Rizal.

Ia menuturkan bahwa antusiasme dan semangat yang ditunjukkan anak-anak selama kegiatan berlangsung memberikan inspirasi tersendiri baginya. Senyum dan semangat belajar yang mereka tunjukkan menjadi motivasi untuk terus mengembangkan diri sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat.

Bagi Rizal, kegiatan pengabdian tersebut tidak hanya memperluas pemahamannya mengenai tantangan pendidikan yang dihadapi anak-anak Indonesia di luar negeri, tetapi juga menumbuhkan rasa syukur, empati, serta tanggung jawab sebagai generasi muda.

“Melalui kegiatan ini saya belajar bahwa sekecil apa pun kontribusi yang kita berikan dapat menjadi penyemangat bagi orang lain. Pengalaman ini juga menumbuhkan rasa syukur dan tanggung jawab untuk terus mengabdi serta membawa nama baik Indonesia di tingkat global,” ujarnya.

Keikutsertaan Rizal dalam Global and Culture Exposure 2026 menjadi salah satu wujud komitmen mahasiswa UAD untuk terus mengembangkan kompetensi global sekaligus memperkuat nilai-nilai kemanusiaan melalui kegiatan pengabdian masyarakat. Pengalaman tersebut diharapkan menjadi bekal dalam mencetak generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial, semangat kolaborasi, dan komitmen untuk memberikan kontribusi positif bagi bangsa, baik di tingkat nasional maupun internasional. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mawapres-I-Program-Diploma-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-ikuti-Global-and-Culture-Exposure-2026-di-Malaysia-Foto.-Rizal.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-07-11 08:02:292026-07-13 10:05:25Mawapres I Program Diploma UAD Ikuti Global and Culture Exposure 2026 di Malaysia
Page 2 of 771‹1234›»

TERKINI

  • Peserta Leadership Training PTMA Kunjungi UAD, Bahas Sinergi dan Tata Kelola Perguruan Tinggi21/07/2026
  • Tim Teknik Industri UAD Lolos Pendanaan P2MW 2026 melalui Inovasi GREENXIA18/07/2026
  • Himakom UAD Selenggarakan Pelatihan Public Speaking dan Content Creator17/07/2026
  • UAD dan Pemkab Blora Perkuat Sinergi melalui Penandatanganan Nota Kesepahaman17/07/2026
  • Rektorat dan Aliansi Mahasiswa UAD Bersinergi Kawal Penanganan Kekerasan Seksual16/07/2026

PRESTASI

  • Mahasiswa UAD Raih Juara II Tangkai Lomba Keroncong Putra pada PEKSIMIPROV DIY 202620/07/2026
  • Tempura Kocek, Inovasi Camilan Khas Jawa Timur Karya Mahasiswa UAD20/07/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara I Short Semi Documentary Kategori Cinematography pada SILAT APIK PTMA 202620/07/2026
  • Citara, Inovasi Mochi Rasa Nusantara Karya Mahasiswa UAD19/07/2026
  • Mahasiswa PBSI UAD Sabet Juara 3 di Peksimiprov DIY 2026, Siap Bidik Tingkat Nasional19/07/2026

FEATURE

  • Shaldan dan Tantangannya di ONMIPA Perguruan Tinggi 202621/07/2026
  • Irgiawan Aditya Rangga Alumnus UAD dengan Segudang Prestasi Akademik dan Nonakademik03/07/2026
  • Kisah Noval Arwansyah: Belajar, Bertumbuh, dan Berprestasi03/07/2026
  • Menggali Makna Hijrah Rasulullah: Benteng Keselamatan dan Kunci Masyarakat Madani27/06/2026
  • Hukum Puasa Asyura Tanpa Tasu’a: Kajian Ahad Pagi UAD Kupas Tuntas Fikih Muharram22/06/2026

TENTANG | KRU | KONTAK | REKAPITULASI

Scroll to top