• TERKINI
  • UAD BERDAMPAK
  • PRESTASI
  • FEATURE
  • OPINI
  • MEDIA
  • KIRIM BERITA
  • Menu
News Portal of Universitas Ahmad Dahlan

KKN UAD Inisiasi Penghijauan melalui Penanaman Pohon di Soka

18/09/2026/in Terkini /by Ard

KKN Universitas Ahmad Dahlan (UAD) inisiasi penghijauan melalui penanaman pohon di Soka (Foto. KKN UAD)

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler 159 Unit V.C.I Universitas Ahmad Dahlan (UAD) melaksanakan program penanaman pohon sirsak dan nangka di Dusun Soka, Desa Mertelu, pada 5 September 2026. Kegiatan ini diikuti mahasiswa KKN bersama warga setempat sebagai upaya penghijauan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Bibit tanaman yang digunakan merupakan bantuan dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK). Bantuan tersebut diperoleh melalui koordinasi mahasiswa dengan instansi terkait sebelum pelaksanaan kegiatan.

Ketua KKN Reguler 159 Unit V.C.I, Haryo Wibisono, menjelaskan bahwa program penanaman pohon dilatarbelakangi kondisi lingkungan Dusun Soka yang membutuhkan upaya penghijauan berkelanjutan. Selain itu, kegiatan ini menjadi bagian dari rencana kerja kelompok dalam bidang lingkungan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Kami memilih sirsak dan nangka karena kedua tanaman ini cocok dengan kondisi tanah di Soka dan memiliki nilai ekonomis yang bisa dimanfaatkan warga di kemudian hari,” jelasnya.

Sebelum kegiatan berlangsung, mahasiswa KKN melakukan survei lokasi, mendata lahan warga yang bersedia menjadi lokasi penanaman, serta mengajukan permohonan bantuan bibit kepada DLHK. Setelah bibit diterima, mahasiswa bersama warga menentukan titik penanaman yang tersebar di pekarangan rumah warga dan lahan kosong milik dusun.

Dukuh Soka, Samta, turut hadir dan memberikan sambutan dalam kegiatan tersebut. Ia mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN yang dinilai memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Program penanaman pohon seperti ini sangat bermanfaat bagi warga Dusun Soka, terutama untuk menjaga ketersediaan air tanah dan mencegah erosi di wilayah kami. Semoga bibit yang ditanam hari ini dapat tumbuh dengan baik dan bermanfaat untuk generasi selanjutnya,” tuturnya.

Warga turut berpartisipasi dalam proses penggalian lubang tanam, penanaman bibit, hingga penyiraman. Kegiatan tersebut juga menjadi sarana mempererat hubungan antara mahasiswa KKN dan masyarakat Dusun Soka melalui kerja sama dan gotong royong.

“Kami berharap pohon-pohon yang telah ditanam dapat dirawat secara berkelanjutan oleh warga, sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang, baik untuk kelestarian lingkungan maupun tambahan penghasilan dari hasil panen buahnya,” tandas Haryo.

Melalui program penanaman pohon sirsak dan nangka ini, mahasiswa KKN Reguler 159 Unit V.C.I berharap dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Dusun Soka, Desa Mertelu, sekaligus meningkatkan kesadaran warga akan pentingnya pelestarian lingkungan. Program ini juga diharapkan dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat meskipun masa KKN telah berakhir.

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/KKN-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-inisiasi-penghijauan-melalui-penanaman-pohon-di-Soka-Foto.-KKN-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-09-18 09:49:202026-09-18 09:49:20KKN UAD Inisiasi Penghijauan melalui Penanaman Pohon di Soka

KKN UAD Buat Inovasi Penataan Identitas Alamat Rumah di Padukuhan Glaheng, Kulon Progo

18/09/2026/in Terkini /by Ard

KKN Universitas Ahmad Dahlan (UAD) buat inovasi penataan identitas alamat rumah di Padukuhan Glaheng, Kulon Progo (Foto. KKN UAD)

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Periode ke-159 Unit VI.D.2 Universitas Ahmad Dahlan (UAD) melaksanakan program “Penempelan Nomor Rumah bagi Masyarakat Padukuhan Glaheng, Kalurahan Sindutan, Kapanewon Temon, Kabupaten Kulon Progo” pada Minggu, 10 September 2026. Program ini menjadi salah satu bentuk pengabdian mahasiswa yang berangkat dari kebutuhan sederhana di lingkungan masyarakat, tetapi memiliki keterkaitan dengan aspek penataan wilayah dan kemudahan identifikasi alamat.

Identitas rumah merupakan bagian penting dari sistem alamat yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Rumah bukan hanya menjadi tempat tinggal, tetapi juga menjadi titik tujuan dalam berbagai aktivitas, mulai dari kunjungan masyarakat, pengiriman barang, pendataan warga, hingga akses terhadap pelayanan tertentu. Ketika identitas rumah tidak terlihat secara jelas, proses menemukan alamat dapat menjadi kurang efisien, terutama bagi pihak yang belum mengenal kondisi lingkungan Padukuhan Glaheng.

Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan mahasiswa KKN Unit VI.D.2 dalam menyusun program penempelan nomor rumah. Program tidak diarahkan semata-mata untuk memasang tanda pada bagian depan rumah, tetapi juga sebagai langkah sederhana untuk mendukung keteraturan identitas alamat di tingkat lingkungan. Penomoran yang jelas dapat menjadi penanda fisik yang membantu menghubungkan data alamat dengan lokasi rumah secara lebih mudah.

Sebelum pelaksanaan, mahasiswa melakukan koordinasi dan pendataan rumah yang menjadi sasaran program. Tahap ini diperlukan agar pemasangan tidak dilakukan secara sembarangan dan setiap nomor dapat disesuaikan dengan data yang telah tersedia. Pendataan juga menjadi bagian penting karena ketepatan nomor merupakan hal utama dalam program ini. Nomor yang salah atau tidak sesuai justru dapat menimbulkan kebingungan baru bagi masyarakat maupun pihak yang membutuhkan informasi alamat.

Setelah proses pendataan, mahasiswa melakukan penempelan nomor secara langsung pada rumah masyarakat. Posisi pemasangan dipilih dengan mempertimbangkan keterlihatan dari arah jalan serta kondisi bagian depan rumah. Dalam prosesnya, mahasiswa tidak hanya berfokus pada jumlah rumah yang dapat diselesaikan, tetapi juga memastikan nomor terpasang dengan baik sehingga dapat berfungsi sebagai identitas yang mudah dikenali.

Pelaksanaan program dilakukan dengan mendatangi rumah masyarakat secara langsung. Pola tersebut memberikan ruang bagi mahasiswa untuk berinteraksi dengan warga dan memahami kondisi lingkungan secara lebih dekat. Interaksi di lapangan juga menjadi bagian penting dalam pelaksanaan KKN karena program yang dirancang mahasiswa perlu menyesuaikan diri dengan kondisi nyata masyarakat, bukan hanya berdasarkan perencanaan di atas kertas.

Kegiatan penempelan nomor rumah menunjukkan bahwa penyelesaian persoalan di masyarakat tidak selalu membutuhkan program dengan skala besar. Hal yang sederhana dapat memiliki fungsi praktis apabila dirancang berdasarkan kebutuhan yang nyata. Dalam konteks Padukuhan Glaheng, keberadaan nomor rumah yang mudah terlihat dapat membantu mengurangi ketergantungan pada petunjuk lisan ketika seseorang mencari alamat tertentu.

Manfaat tersebut menjadi semakin relevan dalam aktivitas yang membutuhkan ketepatan lokasi. Pengantar barang, tamu, maupun pihak lain yang datang ke wilayah Padukuhan Glaheng dapat menggunakan nomor rumah sebagai salah satu petunjuk untuk menentukan lokasi yang dituju. Dengan demikian, nomor rumah berfungsi sebagai informasi visual yang melengkapi informasi alamat yang sudah dimiliki masyarakat.

Di sisi lain, penempelan nomor rumah juga memperlihatkan bahwa penataan lingkungan dapat dimulai dari elemen yang paling dekat dengan kehidupan masyarakat. Identitas rumah yang seragam dan mudah ditemukan dapat membentuk keteraturan visual di lingkungan. Namun, keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh terpasangnya nomor, melainkan juga oleh keberlanjutan penggunaannya dan kesesuaian nomor tersebut dengan sistem alamat yang berlaku di wilayah setempat.

Karena itu, mahasiswa KKN memandang bahwa program ini tidak berhenti pada kegiatan pemasangan. Nomor rumah yang telah diberikan perlu dijaga agar tetap terpasang dan terbaca. Masyarakat juga memiliki peran dalam mempertahankan identitas tersebut apabila terjadi perubahan kondisi rumah, renovasi, atau keadaan lain yang menyebabkan nomor perlu dipindahkan. Keberlanjutan sederhana semacam ini menjadi faktor yang menentukan apakah hasil program dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang.

Bagi mahasiswa, pelaksanaan program juga memberikan pengalaman mengenai pentingnya ketelitian dalam menjalankan kegiatan berbasis masyarakat. Kesalahan kecil dalam pendataan maupun pemasangan dapat berdampak langsung pada fungsi program. Oleh karena itu, kegiatan ini mendorong mahasiswa untuk tidak hanya memikirkan bagaimana sebuah program dapat dilaksanakan, tetapi juga mempertimbangkan ketepatan proses, penerimaan masyarakat, dan manfaat setelah program selesai.

Program penempelan nomor rumah juga menjadi bentuk keterlibatan mahasiswa dalam membantu kebutuhan administratif dan sosial yang ada di lingkungan masyarakat. Meskipun mahasiswa KKN hanya berada dalam periode tertentu, program yang dirancang diharapkan dapat meninggalkan manfaat yang dapat digunakan setelah masa KKN berakhir. Hal tersebut sejalan dengan prinsip pengabdian yang tidak hanya menekankan pelaksanaan kegiatan, tetapi juga kebermanfaatan bagi masyarakat.

Pelaksanaan program di Padukuhan Glaheng menjadi salah satu pengalaman bagi Unit VI.D.2 untuk melihat secara langsung bahwa kebutuhan masyarakat dapat ditemukan melalui pengamatan terhadap persoalan sehari-hari. Permasalahan yang terlihat sederhana sering kali berkaitan dengan kebutuhan yang lebih luas, termasuk keteraturan lingkungan, kemudahan akses informasi, dan efektivitas aktivitas masyarakat. (Anove)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/KKN-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-buat-inovasi-penataan-identitas-alamat-rumah-di-Padukuhan-Glaheng-Kulon-Progo-Foto.-KKN-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-09-18 09:39:592026-09-18 09:39:59KKN UAD Buat Inovasi Penataan Identitas Alamat Rumah di Padukuhan Glaheng, Kulon Progo

KKN UAD Berdayakan Masyarakat Dukuh Jangkaran melalui Pertanian dan Lingkungan

18/09/2026/in Terkini /by Ard

KKN Universitas Ahmad Dahlan (UAD) berdayakan masyarakat Dukuh Jangkaran melalui pertanian dan lingkungan (Foto. KKN UAD)

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler 159 Unit VI.B.1 Universitas Ahmad Dahlan (UAD) melaksanakan berbagai program pemberdayaan masyarakat di Dukuh Jangkaran, Kapanewon Temon, Kabupaten Kulon Progo. Mengangkat tema “Pemberdayaan Masyarakat melalui Pengembangan Potensi, Kebersamaan, dan Kepedulian Lingkungan”, kegiatan tersebut mencakup bidang pertanian, lingkungan, serta sosial kemasyarakatan.

Salah satu program yang dilaksanakan ialah pelatihan pembuatan alat penyebar pupuk sederhana bagi petani. Dalam kegiatan ini, mahasiswa memperkenalkan komponen alat, fungsi setiap bagian, proses perakitan, hingga cara penggunaannya. Pelatihan tidak hanya memberikan alternatif alat bantu pertanian, tetapi juga menjadi ruang pertukaran pengetahuan antara mahasiswa dan masyarakat.

“Melalui pelatihan ini, kami ingin memperkenalkan alat sederhana yang dapat menjadi alternatif bagi petani dalam kegiatan pemupukan. Selain mengenalkan cara penggunaannya, kami juga memberikan pemahaman mengenai proses perakitan agar masyarakat dapat menyesuaikannya dengan kebutuhan di lapangan,” ujar salah satu mahasiswa KKN.

Selain bidang pertanian, mahasiswa KKN turut menginisiasi pembuatan dan pemasangan plang edukasi mengenai waktu penguraian sampah. Media tersebut memuat informasi mengenai berbagai jenis sampah yang umum ditemukan dalam kehidupan sehari-hari beserta perkiraan waktu yang dibutuhkan untuk terurai. Informasi disajikan secara sederhana dan visual agar mudah dipahami oleh masyarakat, termasuk anak-anak.

“Plang edukasi ini kami buat sebagai media informasi yang dapat terus dimanfaatkan masyarakat. Kami berharap keberadaannya dapat mengingatkan warga mengenai jenis sampah dan lamanya proses penguraian sehingga kepedulian terhadap kebersihan lingkungan dapat tumbuh dalam kehidupan sehari-hari,” tuturnya.

Ketua Unit KKN Reguler 159 Unit VI.B.1 menyampaikan bahwa berbagai program tersebut dirancang dengan menyesuaikan potensi dan kebutuhan masyarakat setempat. “Kami berupaya menghadirkan kegiatan yang tidak hanya bersifat edukatif, tetapi juga melibatkan masyarakat secara langsung. Melalui pertanian, kepedulian lingkungan, dan kegiatan sosial, kami berharap program yang dilaksanakan dapat memberikan manfaat sekaligus mempererat hubungan antara mahasiswa dan masyarakat,” ungkapnya.

Pelaksanaan program KKN tersebut tidak terlepas dari dukungan dan partisipasi masyarakat Dukuh Jangkaran. Bagi mahasiswa, keterlibatan secara langsung dalam berbagai kegiatan menjadi pengalaman untuk mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan sekaligus belajar memahami kondisi dan kebutuhan masyarakat.

Mahasiswa KKN Reguler 159 Unit VI.B.1 yang terlibat dalam kegiatan tersebut ialah Cattlya Zahwa Aulia Salsabila, Eka Daya Chakti, Annisa Nur Taqiyah, Riska Dwi Ferlina, Fidya Raihana Salsabila, Dina Afriyanti, Ariva Agta Sadibra, dan Firmana Yusuf Wijaya. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/KKN-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-berdayakan-masyarakat-Dukuh-Jangkaran-melalui-pertanian-dan-lingkungan-Foto.-KKN-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-09-18 09:33:532026-09-18 09:33:53KKN UAD Berdayakan Masyarakat Dukuh Jangkaran melalui Pertanian dan Lingkungan

Tim MeRAMU HMTP UAD Kembangkan Potensi Talas melalui Program TALENTA di Tridadi

18/09/2026/in Terkini /by Ard

Tim MeRAMU HMTP Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembangkan potensi talas melalui program TALENTA di Tridadi (Foto. Tim MeRAMU UAD)

Tim MeRAMU Dahlan Muda 2026 Himpunan Mahasiswa Teknologi Pangan (HMTP) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) mengembangkan potensi komoditas talas di Padukuhan Kebonagung, Kalurahan Tridadi, Kapanewon Sleman, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Program bertajuk TALENTA (Talas Lokal Bernilai Tambah) tersebut dilaksanakan pada 10 Agustus hingga 10 September 2026 dengan melibatkan Kelompok Wanita Tani (KWT), Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), Karang Taruna, dan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan).

Program TALENTA dilatarbelakangi oleh potensi talas unggul yang cukup besar di Kalurahan Tridadi. Komoditas tersebut memiliki produksi sekitar 2-3 ton per tahun, tetapi pemanfaatannya masih didominasi penjualan dalam bentuk segar atau olahan sederhana. Melalui program ini, mahasiswa berupaya mendorong diversifikasi talas menjadi produk pangan bernilai tambah sekaligus memperkuat kapasitas kewirausahaan masyarakat.

Ketua Tim MeRAMU Dahlan Muda HMTP UAD 2026, Triamanda Fauzia Rahmawati, mengatakan bahwa program tersebut dirancang berdasarkan potensi dan kebutuhan masyarakat setempat. “Melalui program TALENTA, kami ingin berkolaborasi dengan masyarakat, mulai dari petani, PKK, KWT, hingga Karang Taruna, untuk mengembangkan potensi talas menjadi produk unggulan yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi,” ujarnya.

Pelaksanaan TALENTA dilakukan melalui beberapa program yang saling terintegrasi. Talas Lokal Andalan: Sentra Teknologi Inovasi Kewirausahaan Agribisnis (TALASTIKA) berfokus pada pelatihan pengolahan talas segar menjadi tepung talas. Selanjutnya, Versatile Edible and Superior Talas Assets (VESTA) mengembangkan tepung talas menjadi produk olahan, seperti beras analog TalaRise dan nugget talas Talas Crispy Bites. Dalam proses pengolahan, mahasiswa juga memperkenalkan teknologi pengeringan Solar Dome untuk mendukung kualitas bahan baku.

Selain pengembangan produk, mahasiswa memberikan pelatihan (Pratama Integrated Marketing and Enterprises (PRIME) yang mencakup branding, pemasaran digital, pengemasan, dan manajemen keuangan usaha. Program tersebut dilengkapi dengan pendampingan LEGALITAS untuk membantu masyarakat memahami pengurusan legalitas usaha dan produk, seperti Nomor Induk Berusaha (NIB), perizinan produk, pendaftaran merek, dan sertifikasi halal.

Triamanda berharap program yang dilaksanakan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat. “Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti selama pelaksanaan program saja, tetapi dapat dilanjutkan dan dikembangkan secara mandiri oleh masyarakat. Keberhasilan program bukan hanya dilihat dari terlaksananya kegiatan, tetapi juga dari sejauh mana program dapat diterima, dimanfaatkan, dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” tuturnya.

Program TALENTA turut melibatkan berbagai pihak, antara lain Pemerintah Kalurahan Tridadi, Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Sleman, Majelis Pemberdayaan Masyarakat, Lembaga Pengembangan UMKM PWM DIY, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) DIY, TokoMU, Dinas Koperasi UMKM DIY, Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Kabupaten Sleman, PT Adi Multi Teknologi, LAZISMU UAD, PT BPR Madani Sejahtera Abadi, dan Ahmad Dahlan Halal Center (ADHC).

Melalui kolaborasi tersebut, MeRAMU Dahlan Muda HMTP UAD 2026 diharapkan dapat mendorong pemanfaatan talas secara lebih optimal sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat. Pendampingan juga dijadwalkan berlanjut melalui tahap monitoring pada 11 September hingga 10 Oktober 2026 untuk melihat keberlanjutan produksi dan kemandirian kelompok sasaran. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Tim-MeRAMU-HMTP-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-kembangkan-potensi-talas-melalui-program-TALENTA-di-Tridadi-Foto.-Tim-MeRAMU-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-09-18 09:26:582026-09-18 09:26:58Tim MeRAMU HMTP UAD Kembangkan Potensi Talas melalui Program TALENTA di Tridadi

Cegah Perundungan di Sekolah, Mahasiswa KKN UAD Edukasi Siswa SMP Muhammadiyah Pleret

18/09/2026/in Terkini /by Ard

Mahasiswa KKN Universitas Ahmad Dahlan (UAD) sosialisasi anti perundungan SMP Muhammadiyah Pleret (Foto. KKN UAD)

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar Sosialisasi Anti Perundungan di SMP Muhammadiyah Pleret, Yogyakarta, pada 4 September 2026. Kegiatan tersebut bertujuan memberikan pemahaman kepada siswa mengenai bentuk, dampak, dan upaya pencegahan perundungan sekaligus mendorong terciptanya lingkungan sekolah yang aman dan nyaman.

Kegiatan ini diikuti oleh siswa SMP Muhammadiyah Pleret dan melibatkan sepuluh mahasiswa KKN UAD, yaitu Asri Muliadiningsih dan Vania Belva Widyatna dari Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn); Hasna, Putri Syifa Mulyanah, Zerlinda Aurora Saputri, dan Salwa Sieda Maulidina dari Program Studi Bimbingan dan Konseling (BK); serta Annisa, Dhyaul Haq Ahmad, Aditya Dian Saputra, dan Delvia Dwi Purnama dari Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI).

Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara dan dilanjutkan dengan sambutan Guru BK SMP Muhammadiyah Pleret, Bagas Abdul Hakim, S.Pd. Ia berharap sosialisasi tersebut dapat menjadi sarana pembelajaran bagi siswa untuk memahami perundungan serta mencegah perilaku tersebut di lingkungan sekolah. “Saya berharap kegiatan ini dapat menjadi masukan dan pembelajaran bagi para siswa agar semakin memahami perundungan dan tidak melakukan tindakan tersebut kepada teman maupun orang lain,” ujarnya.

Ketua pelaksana kegiatan, Salwa Sieda Maulidina, kemudian menyampaikan sambutan sebelum kegiatan memasuki rangkaian utama. Untuk membangun suasana yang lebih akrab dan mendorong keterlibatan siswa, kegiatan dilanjutkan dengan ice breaking.

Pada sesi inti, mahasiswa menyampaikan materi mengenai perundungan melalui pemaparan dan pemutaran video edukatif. Materi mencakup pengertian perundungan, bentuk-bentuk perundungan, termasuk perundungan verbal dan nonverbal, serta dampaknya terhadap korban maupun lingkungan sekitar. Pemutaran video digunakan sebagai media untuk memberikan gambaran mengenai tindakan perundungan dan konsekuensi yang dapat ditimbulkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Setelah penyampaian materi, siswa diberi kesempatan mengikuti sesi berbagi cerita. Dalam sesi tersebut, siswa dapat menyampaikan pandangan maupun pengalaman yang berkaitan dengan perundungan. Diskusi ini menjadi ruang bagi mahasiswa dan siswa untuk membangun pemahaman bersama mengenai pentingnya menciptakan hubungan yang saling menghargai di lingkungan sekolah.

Sebagai bentuk komitmen bersama, seluruh siswa mengikuti pembacaan Janji Anti Perundungan. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan banner oleh para siswa sebagai simbol komitmen untuk mencegah dan tidak melakukan perundungan di lingkungan sekolah.

Melalui sosialisasi tersebut, mahasiswa KKN UAD mengajak siswa untuk mengenali berbagai bentuk perundungan dan memahami pentingnya membangun sikap saling menghormati. Edukasi yang disertai diskusi dan komitmen bersama diharapkan dapat mendorong siswa untuk berperan dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan saling mendukung.

Kegiatan Sosialisasi Anti Perundungan menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN UAD dalam memberikan edukasi kepada masyarakat sekolah. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa berharap kesadaran mengenai pencegahan perundungan dapat terus diterapkan dalam interaksi sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-KKN-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-sosialisasi-anti-perundungan-SMP-Muhammadiyah-Pleret-Foto.-KKN-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-09-18 09:21:342026-09-18 09:21:34Cegah Perundungan di Sekolah, Mahasiswa KKN UAD Edukasi Siswa SMP Muhammadiyah Pleret

KKN UAD Buat Peta Denah Digital dan Fisik di Kedungbunder, Kebumen

18/09/2026/in Terkini /by Ard

KKN Universitas Ahmad Dahlan (UAD) buat peta denah digital dan fisik di Kedungbunder, Kebumen (Foto. KKN UAD)

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Unit I.D.3 menghadirkan peta denah digital dan fisik di Dusun Kedungbunder, Desa Adikarto, Kecamatan Adimulyo, Kabupaten Kebumen. Program tersebut dilakukan sebagai upaya mendukung penataan wilayah sekaligus memudahkan masyarakat, pendatang, dan penyedia layanan publik dalam memperoleh informasi mengenai tata ruang dusun.

Dusun Kedungbunder yang terdiri atas RT 01 dan RT 02 di bawah RW 04 sebelumnya belum memiliki peta denah wilayah yang dipasang di ruang publik. Kondisi tersebut menyebabkan masyarakat pendatang, kurir jasa logistik, maupun petugas pelayanan publik mengalami kesulitan dalam mengenali batas wilayah dan lokasi fasilitas umum.

Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KKN UAD Unit I.D.3 menginisiasi penyusunan peta denah berbasis data geospasial yang memuat informasi mengenai batas wilayah, jaringan jalan, serta lokasi fasilitas umum. Penyusunan peta dilakukan dengan memanfaatkan teknologi Geographic Information System (GIS), pengambilan titik koordinat menggunakan GPS, serta data citra satelit terkini.

Ketua KKN UAD Unit I.D.3 menjelaskan bahwa penyusunan peta dilakukan melalui proses pengumpulan dan verifikasi data secara langsung di lapangan. “Peta denah ini kami susun untuk membantu masyarakat memperoleh informasi mengenai tata ruang dusun secara lebih mudah. Selain itu, peta ini diharapkan dapat mendukung pelayanan publik serta mempermudah pendatang dalam mengenali lokasi dan batas wilayah di Dusun Kedungbunder,” ujarnya.

Dalam proses penyusunannya, mahasiswa melibatkan Kepala Dusun serta ketua RT dan RW setempat untuk memverifikasi data, mulai dari penamaan jalan, batas wilayah, hingga lokasi fasilitas umum. Hasil pengolahan data tersebut kemudian disajikan dalam bentuk peta yang dilengkapi dengan arah utara, skala, inset, dan legenda simbol untuk memudahkan pembacaan informasi.

Peta denah fisik dipasang di pusat kegiatan masyarakat, tepatnya di samping papan informasi Dusun Kedungbunder. Untuk menjaga ketahanannya, peta dicetak menggunakan bahan yang tahan terhadap paparan cuaca dan dilengkapi dengan bingkai pelindung, kanopi, serta penyangga yang diperkuat dengan fondasi.

Prosesi penyerahan peta denah berlangsung dengan dihadiri tokoh masyarakat, ketua RT, serta warga setempat. Salah satu tokoh masyarakat menyampaikan apresiasi atas program yang dilaksanakan mahasiswa KKN UAD. “Keberadaan peta denah ini sangat membantu masyarakat maupun pendatang dalam mengenali wilayah Dusun Kedungbunder. Selain memberikan informasi yang lebih jelas, peta ini juga mendukung penataan lingkungan agar lebih tertib dan teratur,” tuturnya.

Melalui program tersebut, mahasiswa KKN UAD Unit I.D.3 berharap peta denah digital dan fisik dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh masyarakat. Kehadiran peta tidak hanya membantu penyebaran informasi mengenai wilayah dusun, tetapi juga menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap pelayanan publik dan penataan lingkungan berbasis data. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/KKN-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-buat-peta-denah-digital-dan-fisik-di-Kedungbunder-Kebumen-Foto.-KKN-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-09-18 09:15:472026-09-18 09:15:47KKN UAD Buat Peta Denah Digital dan Fisik di Kedungbunder, Kebumen

Tanamkan Kebiasaan Hidup Sehat Sejak Dini, KKN UAD Edukasi PHBS di PAUD Flamboyan 2

18/09/2026/in Terkini /by Ard

Mahasiswa KKN Universitas Ahmad Dahlan (UAD) edukasi PHBS di PAUD Flamboyan 2 (Foto. KKN UAD)

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Periode 159 Unit IV.D.3 Universitas Ahmad Dahlan (UAD) memberikan edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) kepada anak-anak PAUD Flamboyan 2, Dusun Mertelu Wetan, Kalurahan Mertelu, Kapanewon Gedangsari, Kabupaten Gunungkidul, pada Rabu, 19 Agustus 2026. Edukasi tersebut berfokus pada pengenalan kebiasaan mencuci tangan menggunakan sabun sebagai bagian dari pembiasaan hidup bersih sejak usia dini.

Kegiatan dilaksanakan dengan memberikan pemahaman sederhana mengenai pentingnya menjaga kebersihan diri dan mencuci tangan menggunakan sabun. Mahasiswa juga mengenalkan waktu-waktu yang tepat untuk mencuci tangan, seperti sebelum makan, setelah menggunakan toilet, dan setelah melakukan aktivitas yang membuat tangan kotor. Materi disampaikan dengan menyesuaikan usia anak agar mudah dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Salah satu mahasiswa KKN UAD, Daffa, mengatakan bahwa pengenalan PHBS sejak usia dini penting untuk membentuk kebiasaan yang dapat diterapkan secara berkelanjutan. “Kami memilih edukasi PHBS karena kebiasaan hidup bersih dan sehat perlu dikenalkan sejak anak-anak. Harapannya, anak-anak tidak hanya mengetahui pentingnya mencuci tangan, tetapi juga dapat membiasakannya dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Setelah mendapatkan penjelasan, anak-anak diajak mengikuti praktik mencuci tangan menggunakan sabun. Mahasiswa memberikan contoh gerakan mencuci tangan yang benar, kemudian anak-anak mempraktikkannya secara langsung. Metode praktik dipilih agar anak-anak tidak hanya menerima informasi, tetapi juga memperoleh pengalaman dalam menerapkan kebiasaan menjaga kebersihan diri.

Daffa menjelaskan bahwa kegiatan praktik secara langsung menjadi salah satu cara untuk membantu anak-anak memahami materi yang disampaikan. “Anak-anak terlihat antusias ketika diajak praktik secara langsung. Harapannya, kebiasaan mencuci tangan ini bisa terus dilakukan setelah kegiatan, baik di sekolah maupun di rumah,” tuturnya.

Guru PAUD Flamboyan 2, Isti, turut mengapresiasi edukasi yang diberikan mahasiswa KKN UAD. Menurutnya, kegiatan tersebut membantu mengenalkan pentingnya mencuci tangan menggunakan sabun kepada anak-anak melalui cara yang sederhana dan mudah dipraktikkan. “Bagus untuk anak-anak, jadi mereka tahu pentingnya cuci tangan pakai sabun dan bisa mempraktikkannya langsung. Harapannya, kebiasaan ini bisa diterapkan juga di rumah,” tuturnya.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN Reguler Periode 159 Unit IV.D.3 UAD berupaya mengenalkan PHBS melalui pembiasaan sederhana yang dekat dengan aktivitas sehari-hari anak. Kebiasaan mencuci tangan menggunakan sabun diharapkan dapat terus diterapkan di lingkungan sekolah maupun di rumah dengan dukungan guru dan orang tua.

Edukasi PHBS tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN UAD dalam memberikan pengetahuan kesehatan dasar kepada masyarakat. Melalui pendekatan edukatif dan praktik langsung, kegiatan ini diharapkan dapat membantu menanamkan kesadaran anak-anak mengenai pentingnya menjaga kebersihan diri sejak usia dini. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-KKN-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-edukasi-PHBS-di-PAUD-Flamboyan-2-Foto.-KKN-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-09-18 09:09:302026-09-18 09:09:30Tanamkan Kebiasaan Hidup Sehat Sejak Dini, KKN UAD Edukasi PHBS di PAUD Flamboyan 2

Kawal Masa Transisi, UAD Bekali Dahlan Muda Kesiapan Akademik di P2K 2026

18/09/2026/in Terkini /by Ard

Sesi kesiapan kuliah dan kesejahteraan mahasiswa baru Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Humas UAD)

Memasuki bangku perkuliahan menghadirkan dinamika baru yang sangat berbeda dibandingkan masa sekolah. Mahasiswa kini dituntut untuk jauh lebih mandiri dalam menentukan arah studi sekaligus mengatur aktivitas hariannya. Menyadari besarnya tantangan adaptasi tersebut, Universitas Ahmad Dahlan (UAD) hadir mendampingi para mahasiswa baru lewat sesi “Kesiapan Kuliah & Kesejahteraan Mahasiswa” dalam rangkaian Program Pengenalan Kampus (P2K) 2026.

Dari sisi kesiapan akademik, Dahlan Muda diajak berkenalan langsung dengan sistem layanan digital kampus, seperti Portal Akademik dan aplikasi Adisty. Mereka dibimbing mulai dari cara mengecek jadwal kuliah, pengisian Kartu Rencana Studi (KRS), hingga memantau presensi dan rekap nilai. Tak hanya itu, mahasiswa juga dibekali panduan praktis mengenai cara membaca nomor ruangan dan mengenali tata letak gedung kampus agar tidak lagi bingung saat hari pertama perkuliahan dimulai.

Selain urusan teknis perkuliahan, pembekalan ini turut menyentuh aspek psikologis yang kerap membayangi mahasiswa baru. Suasana perkuliahan yang menawarkan banyak pilihan organisasi dan pergaulan sering kali memicu rasa takut tertinggal atau Fear of Missing Out (FOMO). Melalui sesi ini, mahasiswa diajak untuk tidak sekadar ikut-ikutan tren, melainkan lebih mengenali potensi dan minat pribadi lewat prinsip “Suka, Pelajari, Kembangkan” agar perjalanan kuliah terasa bermakna serta terarah.

Kemandirian di dunia kampus juga memerlukan pengelolaan waktu yang terencana. Mahasiswa baru dilatih memilah aktivitas perkuliahan berdasarkan skala prioritas agar tidak kewalahan membagi waktu antara tugas kuliah, organisasi, dan istirahat. Konsep “Belajar Tenang” pun ditanamkan sebagai bekal praktis untuk mengurai stres, melawan kebiasaan menunda tugas, dan menjaga pikiran tetap jernih di tengah padatnya rutinitas akademik.

Tak hanya pembekalan di awal perkuliahan, UAD juga menyiapkan ruang aman bagi mahasiswa melalui Layanan Konseling Sebaya hingga kesiagaan Satgas PPKPT. Lewat langkah ini, UAD berharap para Dahlan Muda bisa melewati masa adaptasi dengan nyaman tanpa rasa cemas, menikmati setiap proses belajarnya, dan perlahan berkembang menjadi pribadi yang mandiri, berprestasi, serta membawa kebaikan bagi lingkungan sekitar. (Ito)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Sesi-kesiapan-kuliah-dan-kesejahteraan-mahasiswa-baru-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Humas-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-09-18 09:03:422026-09-18 09:03:42Kawal Masa Transisi, UAD Bekali Dahlan Muda Kesiapan Akademik di P2K 2026

Mahasiswa Internasional Pilih UAD, Tumbuh dalam Pengalaman Lintas Budaya

18/09/2026/in Terkini /by Ard

Salah satu mahasiswa internasional Universitas Ahmad Dahlan (UAD) tahun 2026 (Foto. KKUI UAD)

Perbedaan negara, bahasa, dan budaya tidak menjadi batas bagi 22 mahasiswa internasional untuk menempuh pendidikan di Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Mereka datang dari berbagai latar belakang dan memilih UAD sebagai ruang untuk memperluas pengetahuan sekaligus mengenal kehidupan akademik dan budaya Indonesia.

Di antara mahasiswa internasional tersebut, Abdulsamad Musa Babuga dari Gombe State, Nigeria, dan Panshu dari Hainan, China, menjadi dua sosok yang membawa cerita tentang pengalaman beradaptasi dengan lingkungan baru. Keduanya datang dengan latar belakang dan bidang studi yang berbeda, tetapi memiliki semangat yang sama untuk belajar, bertumbuh, dan membangun pengalaman lintas budaya selama menempuh pendidikan di UAD.

Abdulsamad kini menempuh Program Studi Pendidikan Vokasional Teknik Elektronika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UAD. Ketertarikannya pada elektronika, teknologi, dan pendidikan vokasional menjadi alasan utama memilih program studi tersebut. Ia mengenal UAD melalui informasi mengenai perguruan tinggi di Indonesia, kemudian mencari informasi lebih lanjut mengenai program studi yang tersedia.

“Saya memilih UAD karena program Pendidikan Vokasional Teknik Elektronika sesuai dengan minat saya di bidang elektronika, teknologi, dan pendidikan vokasional. Saya juga tertarik dengan kesempatan untuk mengembangkan kemampuan akademik dan praktik di lingkungan yang internasional,” ujar Abdulsamad.

Sementara itu, Panshu berasal dari Hainan, China. Ia menempuh Program Studi Sastra Indonesia UAD melalui program kerja sama 2+2 antara UAD dan Hainan College of Foreign Studies (HNCFS). Melalui skema tersebut, mahasiswa dari perguruan tinggi mitra di China dapat melanjutkan sebagian masa studinya di UAD. Program ini menjadi salah satu bentuk kerja sama internasional UAD dengan perguruan tinggi di China dalam pengembangan pendidikan dan pengalaman akademik lintas negara.

Panshu mengenal UAD melalui program kerja sama tersebut serta informasi yang diberikan oleh dosen yang mengajarnya di Hainan. Selain menjadi bagian dari skema pendidikan internasional, reputasi UAD dan lingkungan belajar yang mendukung turut menjadi pertimbangannya untuk melanjutkan studi di Indonesia. Kini, ia menempuh Program Studi Sastra Indonesia UAD, bidang yang sekaligus memberinya ruang untuk memperdalam bahasa dan budaya Indonesia secara langsung.

Menjadi mahasiswa di negara lain tentu menghadirkan pengalaman yang berbeda. Bahasa, budaya, dan sistem pendidikan menjadi hal-hal baru yang perlu dipahami. Bagi Abdulsamad, masa awal sebagai mahasiswa internasional menjadi kesempatan untuk belajar beradaptasi. Melalui kegiatan Program Pengenalan Kampus (P2K), ia bertemu dengan mahasiswa dari berbagai daerah dan belajar berkomunikasi serta bekerja sama dengan orang-orang yang memiliki latar belakang berbeda.

Pengalaman serupa dirasakan Panshu. Saat pertama kali datang ke UAD, ia sempat merasa gugup menghadapi perbedaan bahasa dan budaya. Namun, keramahan mahasiswa membuat proses adaptasinya terasa lebih mudah. P2K menjadi salah satu ruang awal baginya untuk mengenal lingkungan kampus sekaligus membangun pertemanan.

“Awalnya saya sedikit gugup karena bahasa dan budaya yang berbeda, tetapi kakak-kakak dan teman-teman sangat ramah. Kegiatan P2K membantu saya beradaptasi, mengenal kampus, dan bertemu banyak teman baru. Saya merasa senang bisa mengikuti kegiatan itu,” ungkap Panshu.

Kesan terhadap lingkungan UAD pun menjadi bagian dari pengalaman keduanya. Abdulsamad melihat UAD sebagai lingkungan yang ramah dan mendukung mahasiswa. Ia juga menikmati kesempatan berinteraksi dengan mahasiswa Indonesia serta mengenal keberagaman yang ada di lingkungan kampus. Sementara itu, Panshu menggambarkan UAD sebagai kampus yang hijau, bersih, dan nyaman. Keramahan mahasiswa membuatnya merasa diterima meskipun berasal dari negara lain.

Bagi Abdulsamad, perjalanan di UAD bukan hanya tentang memperoleh gelar akademik. Ia ingin memperkuat pengetahuan dan keterampilan di bidang elektronika dan pendidikan vokasional, sekaligus mengembangkan pengalaman penelitian, khususnya dalam teknologi dan energi terbarukan. Kemampuan komunikasi, kerja sama, penelitian, dan kepemimpinan juga menjadi kompetensi yang ingin ia kembangkan selama berada di UAD.

Setelah menyelesaikan studi sarjana, Abdulsamad berharap dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang magister dan mengembangkan karier di bidang teknologi, energi terbarukan, serta penelitian. Ia ingin ilmu yang diperolehnya tidak berhenti sebagai pencapaian akademik, tetapi dapat digunakan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.

Sementara itu, Panshu ingin menjadikan masa studinya di UAD sebagai kesempatan untuk memperdalam kemampuan bahasa Indonesia, terutama dalam berbicara dan menulis akademik. Ia juga ingin memahami budaya Indonesia secara lebih dekat melalui berbagai kegiatan kampus. Organisasi, seminar, dan kegiatan sosial menjadi ruang yang ingin dimanfaatkannya untuk memperluas pengalaman sekaligus membangun relasi dengan mahasiswa Indonesia dan mahasiswa internasional lainnya.

Kehadiran 22 mahasiswa internasional di UAD menghadirkan ruang perjumpaan yang lebih luas. Kampus tidak hanya menjadi tempat bertemunya mahasiswa dengan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi ruang bertemunya berbagai bahasa, budaya, dan perspektif. Bagi Abdulsamad dan Panshu, keberadaan di lingkungan yang berbeda dari negara asal menjadi kesempatan untuk belajar melihat dunia dari sudut pandang yang lebih beragam.

Dua cerita tersebut menjadi bagian dari perjalanan 22 mahasiswa internasional yang kini menjalani kehidupan akademik di UAD. Mereka datang dari tempat yang berbeda, membawa tujuan masing-masing, lalu menemukan pengalaman baru melalui ruang pendidikan yang mempertemukan mereka dengan Indonesia. Dari sana, perjalanan kuliah tidak sekadar menjadi proses akademik, tetapi juga perjalanan untuk memahami perbedaan, membangun relasi, dan tumbuh menjadi pribadi dengan wawasan yang lebih luas. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Salah-satu-mahasiswa-internasional-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-tahun-2026-Foto.-KKUI-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-09-18 08:54:562026-09-18 08:54:56Mahasiswa Internasional Pilih UAD, Tumbuh dalam Pengalaman Lintas Budaya

UAD Berikan Beasiswa Rp17,7 Miliar untuk Mahasiswa Baru 2026

18/09/2026/in Terkini /by Ard

 

Penyerahan Simbolis Beasiswa 17,7 Miliar untuk Mahasiswa Baru Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Tahun 2026 dalam Opening Ceremony P2K (Foto. Humas UAD)

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menegaskan komitmennya dalam memperluas akses pendidikan tinggi dengan menggelontorkan dana beasiswa sebesar Rp17.723.900.000,00 bagi mahasiswa baru tahun 2026. Penyerahan beasiswa secara simbolis tersebut dilangsungkan bertepatan dengan Opening Ceremony Program Pengenalan Kampus (P2K) UAD 2026.

Pemberian beasiswa bernilai lebih dari Rp17,7 miliar ini mengusung semangat “Semua Bisa Kuliah di UAD” sebagai wujud dukungan nyata kampus dalam mengembangkan prestasi, bakat, dan potensi mahasiswa dari berbagai latar belakang.

Rektor UAD Prof. Dr. Muchlas, M.T. mengatakan, tahun ini UAD menyalurkan bantuan pembiayaan melalui sepuluh skema program beasiswa, yaitu Beasiswa Akademik, Beasiswa Program Misi UAD, Beasiswa Dokter, Beasiswa Calon Guru Pencerah, Beasiswa Keluarga UAD, Beasiswa Prestasi, Beasiswa Talenta Unggul, Beasiswa KIP Kuliah, Beasiswa Sleman Pintar, serta Beasiswa Prodigium Fisika.

Prosesi penyerahan dilakukan secara langsung oleh jajaran pimpinan universitas kepada perwakilan mahasiswa baru penerima beasiswa dengan penyerahan replika cek raksasa di hadapan ribuan Dahlan Muda. Momentum ini menjadi bukti bahwa keterbatasan finansial tidak boleh menjadi penghalang bagi generasi muda berprestasi untuk meraih pendidikan tinggi berkualitas.

”Kami berharap penerima beasiswa senantiasa menjaga amanah yang telah diberikan dengan menunjukkan kesungguhan dalam belajar,” katanya.

Mahasiswa UAD penerima beasiswa didorong untuk aktif mengasah potensi diri, berprestasi di tingkat nasional maupun internasional, serta menjaga integritas moral dan nilai-nilai keislaman selama menempuh studi di UAD.

Melalui penyaluran beasiswa ini, Muchlas berharap para Dahlan Muda terpilih dapat menjalani perkuliahan dengan penuh percaya diri dan fokus mengembangkan kompetensinya. Ke depan, mereka diharapkan mampu bertransformasi menjadi lulusan unggul yang tidak hanya sukses secara akademik, tetapi juga siap menebar manfaat nyata bagi masyarakat luas dan persyarikatan. (Ito)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Penyerahan-Simbolis-Beasiswa-177-Miliar-untuk-Mahasiswa-Baru-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Tahun-2026-dalam-Opening-Ceremony-P2K-Foto.-Humas-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-09-18 08:46:012026-09-18 08:46:01UAD Berikan Beasiswa Rp17,7 Miliar untuk Mahasiswa Baru 2026
Page 2 of 787‹1234›»

TERKINI

  • Mahasiswa KKN UAD Hadirkan Pojok Edukasi 3R untuk Dorong Kepedulian Lingkungan Warga19/09/2026
  • KKN PPuN UAD Dorong Pelestarian Budaya dan Pemberdayaan UMKM di Desa Sambimulyo19/09/2026
  • Atasi Masalah Sampah, KKN UAD Latih Warga Sumberasri Olah Plastik Jadi Paving Block19/09/2026
  • Ubah Limbah Jadi Bernilai, KKN UAD Olah Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi19/09/2026
  • Permudah Akses Informasi Wilayah, Mahasiswa KKN UAD Pasang Papan Denah di Dusun Blok Solo19/09/2026

PRESTASI

  • Buat Inovasi Pendidikan dan Literasi, Mahasiswa UAD Raih Tiga Prestasi Nasional20/08/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Gold dan Silver Medal pada Essay National Competition 202619/08/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara II Lomba Poster Edukatif Kesehatan Mental18/08/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara I Lomba Baca Puisi Dahlan Culture Festival 202608/08/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara 3 Cakrawala National Essay Competition31/07/2026

FEATURE

  • Menelusuri Hakikat dan Empat Tanda Kebahagiaan di Dunia15/09/2026
  • Memaknai Singkatnya Kehidupan dan Rahmat Berlimpah Menuju Surga10/09/2026
  • Menapaki Jalan Lurus melalui Sepuluh Wasiat Allah04/09/2026
  • LPSI UAD Gelar Kajian Tafsir At-Tanwir, Bedah Makna dan Keutamaan Surat Al-Baqarah Ayat 18503/09/2026
  • Menyelami Kedudukan Al-Qur’an dan Spirit Kemudahan Syariat02/09/2026

TENTANG | KRU | KONTAK | REKAPITULASI

Scroll to top