• TERKINI
  • UAD BERDAMPAK
  • PRESTASI
  • FEATURE
  • OPINI
  • MEDIA
  • KIRIM BERITA
  • Menu
News Portal of Universitas Ahmad Dahlan

UAD Gelar Gala Dinner Temu Keluarga Alumni Ahmad Dahlan

26/05/2026/in Terkini /by Ard

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) gelar gala dinner temu keluarga alumni ahmad dahlan (Foto. Humas UAD)

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar Gala Dinner Temu Keluarga Alumni Ahmad Dahlan (Kamada) pada 14 Mei 2026. Kegiatan ini berlangsung di Hall Lantai 1 Kampus 4 UAD.

Acara diawali dengan pra-acara berupa penampilan dari alumni UAD, kemudian dilanjutkan dengan pembukaan dan sambutan Ketua Kamada, Purnomo, S.T., M.M. Dalam sambutannya, Purnomo menjelaskan perjalanan panjang UAD yang terus berkembang dari masa ke masa.

“UAD memiliki perjalanan yang panjang, dimulai dari IKIP Muhammadiyah yang berada di Jalan Pramuka hingga kini berkembang menjadi universitas dengan enam kampus yang tersebar di Yogyakarta,” ujarnya.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Rektor UAD, Prof. Dr. Muchlas, M.T. Ia menekankan pentingnya temu alumni sebagai sarana membangun hubungan yang lebih luas sekaligus wadah berdiskusi untuk menghasilkan program yang bermanfaat.

“Temu alumni memiliki peran penting, baik bagi alumni maupun UAD, karena dapat memperkuat jaringan, menjadi ruang musyawarah, dan diharapkan melahirkan program-program yang bermanfaat bagi Kamada maupun universitas,” jelasnya.

Prof. Muchlas juga menyampaikan rasa bangganya terhadap para alumni UAD yang telah berkiprah di berbagai bidang. “Kami bangga kepada alumni UAD yang telah sukses di berbagai bidang, baik sebagai pelaku bisnis, guru, dosen, maupun di pemerintahan. Hal ini menjadi bukti bahwa lulusan UAD mampu memberikan kontribusi positif di masyarakat,” tambahnya.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi ramah tamah antaralumni, pembagian doorprize, serta penampilan dari Dahlan Muda Voice (DMV) UAD yang semakin memeriahkan suasana gala dinner tersebut. (Juni)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-gelar-gala-dinner-temu-keluarga-alumni-ahmad-dahlan-Foto.-Humas-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-05-26 10:58:042026-05-26 10:58:04UAD Gelar Gala Dinner Temu Keluarga Alumni Ahmad Dahlan

Talkshow Alumni UAD Hadirkan Inspirasi Wirausaha Digital

26/05/2026/in Terkini /by Ard

Talkshow Alumni Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menghadirkan Kang Awan (kanan) Direktur Utama PT De Nature Indonesia (Foto. Humas UAD)

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali menghadirkan kisah inspiratif alumni melalui Talkshow Alumni yang digelar pada Jumat, 15 Mei 2026, di Ruang Amphitarium Lantai 9, Kampus IV UAD. Salah satu narasumber yang hadir adalah Kang Awan, alumni Teknik Informatika UAD yang kini menjabat sebagai Direktur Utama PT De Nature Indonesia.

Dalam sesi talkshow, Kang Awan membagikan perjalanan kariernya yang tidak selalu berjalan sesuai latar belakang pendidikan. Lulus dari Teknik Informatika UAD pada 2006, beliau mengaku tidak langsung mahir di bidang komputer, bahkan belum mampu menginstal komputer saat baru menyelesaikan studi.

“Dulu saya tidak bisa instal komputer, padahal jurusan saya Teknik Informatika. Baru sekitar enam bulan bekerja dengan teman, saya belajar sampai bisa,” ujarnya.

Menurutnya, keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan akademik, tetapi juga kecerdasan emosional dan kemauan untuk terus belajar. Pengalaman tersebut membentuk cara pandangnya dalam membangun usaha sejak awal.

Perjalanan bisnisnya dimulai dari memanfaatkan internet pada era awal digital. Pada 2006, ia mulai berjualan secara daring melalui Yahoo Group, bahkan berhasil menjual produk hingga ke Malaysia. Salah satu pengalaman yang paling diingat adalah ketika ia memperoleh penghasilan jutaan rupiah dari penjualan tanaman hias gelombang cinta melalui internet.

“Dari situ saya sadar bahwa internet bukan hanya untuk hal negatif, tetapi juga bisa menjadi peluang usaha,” ungkapnya.

Ketertarikannya pada dunia pemasaran digital semakin berkembang ketika pada 2010 beliau mendalami Search Engine Optimization (SEO) dan membangun jasa penerjemahan daring. Meski tidak memiliki kantor fisik, usahanya dipercaya oleh berbagai institusi besar, seperti PLN, Garuda Indonesia, dan Bank Mandiri.

Setelah itu, Kang Awan beralih mengembangkan bisnis produk herbal hingga akhirnya memproduksi merek sendiri pada 2016. Hingga kini, bisnisnya terus berkembang ke berbagai sektor, termasuk kosmetik, media, dan kini sedang mengembangkan teknologi AI untuk pengelolaan konten digital.

Selain berkiprah di dunia usaha, Kang Awan juga mendirikan sebuah majelis yang rutin digelar setiap Jumat sore dengan ratusan jemaah, serta pengajian bulanan yang mampu menghadirkan sekitar 3.000 jemaah. Menurutnya, aktivitas tersebut menjadi bagian dari upaya berbagi manfaat di tengah masyarakat.  (Mei)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Talkshow-Alumni-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-menghadirkan-Kang-Awan-kanan-Direktur-Utama-PT-De-Nature-Indonesia-Foto.-Humas-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-05-26 10:55:112026-05-26 10:55:11Talkshow Alumni UAD Hadirkan Inspirasi Wirausaha Digital

Estafet Kepemimpinan, KSEI ADSEF UAD Gelar Muktamar Periode 2025/2026

26/05/2026/in Terkini /by Ard

KSEI ADSEF Universitas Ahmad Dahlan (UAD) gelar muktamar periode 20252026 (Foto. KSEI ADSEF UAD)

Kelompok Studi Ekonomi Islam (KSEI) Ahmad Dahlan Shariah Economic Forum (ADSEF) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) sukses menyelenggarakan agenda Muktamar Periode 2025/2026 pada Jumat, 15 Mei 2026. Kegiatan organisasi ini berlangsung dengan khidmat di Ruang Sidang Bersama (RSB) FTI Lantai 5, Kampus 4 UAD.

Muktamar ini dihadiri oleh seluruh pengurus, kader, alumni, serta perwakilan organisasi undangan lainnya di lingkungan Universitas Ahmad Dahlan. Agenda utama pertemuan tahunan ini difokuskan pada pemaparan laporan pertanggungjawaban pengurus lama sekaligus penyerahan estafet kepemimpinan ke generasi berikutnya.

Ketua KSEI ADSEF Periode 2025/2026, Quraini Tiara Romadhoni, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang mendalam atas dedikasi seluruh jajaran pengurus. Ia menyadari adanya dinamika dan kekurangan selama satu periode kepengurusan, namun tetap meyakini hal tersebut sebagai ikhtiar terbaik demi kemajuan organisasi.

“Muktamar ini bukanlah akhir dari sebuah perjuangan, melainkan sebuah awal baru untuk melanjutkan estafet perjuangan yang lebih baik agar kepengurusan selanjutnya mampu membawa KSEI ADSEF menjadi organisasi yang semakin solid, aktif, produktif, serta melahirkan kader unggul dalam ekonomi Islam,” harap Quraini.

Berdasarkan hasil sidang pleno ke-5, muktamar secara resmi menetapkan Neysa Fariha Risang Ayu sebagai Ketua Umum KSEI ADSEF UAD terpilih untuk periode berikutnya. Terpilihnya nakhoda baru ini diharapkan dapat melanjutkan program-program strategis yang belum maksimal di kepengurusan sebelumnya.

Acara kemudian ditutup dengan pengesahan hasil sidang dan doa bersama agar kepengurusan baru dapat menjalankan amanah dengan penuh integritas. Melalui Muktamar ini, KSEI ADSEF UAD diharapkan terus konsisten berkontribusi nyata dalam membumikan dan mengembangkan sistem ekonomi syariah di tingkat universitas maupun nasional. (Ana)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/KSEI-ADSEF-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-gelar-muktamar-periode-20252026-Foto.-KSEI-ADSEF-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-05-26 10:52:012026-05-26 10:52:01Estafet Kepemimpinan, KSEI ADSEF UAD Gelar Muktamar Periode 2025/2026

UAD Perkuat Budaya Riset dan Hilirisasi Inovasi

26/05/2026/in Terkini /by Ard

 

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) loloskan 95 proposal pada Program Pendanaan DPPM dan DHK Kemdiktisaintek RI tahun 2026 (Foto. Humas UAD)

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali menorehkan prestasi membanggakan di bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Melalui Tim Peneliti dan Pengabdian, UAD berhasil meloloskan sebanyak 95 proposal dalam Program Pendanaan Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) dan Direktorat Hilirisasi dan Kemitraan (DHK) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Republik Indonesia Tahun 2026.

Dari total tersebut, terdiri atas 78 proposal skema Penelitian DPPM, 10 proposal skema Penelitian DHK Kemdiktisaintek, dan 7 proposal skema Pengabdian DPPM Kemdiktisaintek. Capaian ini menjadi bukti kuat komitmen UAD dalam mengembangkan budaya riset dan pengabdian yang unggul serta berdaya saing nasional.

Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UAD, Prof. Ir. Anton Yudhana, S.T., M.T., Ph.D. menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan ini tidak terlepas dari dukungan pimpinan universitas, khususnya rektorat, serta kerja keras seluruh tim LPPM dan dosen peneliti.

“Alhamdulillah, capaian ini menjadi kebanggaan bagi UAD karena menunjukkan tingginya partisipasi dan kualitas penelitian dosen. Keberhasilan ini juga tidak lepas dari dukungan pimpinan rektorat yang memberikan arahan dan instruksi yang jelas, serta kerja keras tim LPPM, khususnya bidang riset dan inovasi beserta seluruh staf pendukungnya,” ujarnya.

Dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, tingkat keterimaan (acceptance rate) proposal pada pendanaan tahun 2026 memang mengalami penurunan. Namun, kondisi tersebut bukan disebabkan oleh menurunnya kualitas proposal yang diajukan, melainkan karena meningkatnya jumlah proposal secara signifikan, baik di tingkat internal UAD maupun nasional.

Pada tahun 2026, UAD mengirimkan sekitar 515 proposal penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Jumlah tersebut menunjukkan tingginya antusiasme dan keterlibatan dosen UAD dalam mengembangkan riset dan pengabdian yang berdampak bagi masyarakat. Di sisi lain, secara nasional jumlah proposal yang memperoleh pendanaan justru mengalami penurunan sehingga persaingan antarperguruan tinggi menjadi semakin ketat.

“Meskipun tingkat keterimaan menurun, UAD tetap mampu mempertahankan jumlah proposal lolos yang cukup tinggi di tingkat nasional. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas proposal dosen UAD tetap kompetitif dan memiliki daya saing yang baik,” tandasnya.

Proposal yang lolos pendanaan mayoritas berasal dari bidang teknologi pangan, energi, kesehatan, pendidikan, lingkungan, serta teknologi informasi. Bidang-bidang tersebut sejalan dengan arah dan peta jalan (roadmap) penelitian maupun pengabdian yang telah dirancang dan dikembangkan oleh LPPM UAD.

“Penelitian yang dilakukan tidak semata-mata berfokus pada kepentingan akademik, tetapi juga ditujukan untuk menjawab berbagai kebutuhan strategis masyarakat serta mendukung pembangunan nasional,” tambahnya.

Dalam proses pengajuan proposal, UAD menerapkan mekanisme seleksi dan pendampingan yang komprehensif guna menjaga mutu proposal yang diajukan. Setiap proposal tidak serta-merta diajukan melalui sistem BIMA, tetapi terlebih dahulu melewati tahapan verifikasi administratif oleh tim Task Force, gugus tugas penelitian, serta gugus tugas pengabdian kepada masyarakat.

Selain itu, LPPM UAD juga menghadirkan berbagai program pendampingan, mulai dari sosialisasi, klinik proposal, konsultasi intensif, hingga pengarahan terkait aspek administratif dan substansi penelitian. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan setiap proposal memiliki kualitas yang kompetitif, terukur, dan sesuai dengan standar pendanaan nasional.

Pada skema Direktorat Hilirisasi dan Kemitraan (DHK), UAD berhasil meloloskan 10 proposal pendanaan. Capaian tersebut tergolong tinggi di tingkat nasional, mengingat banyak perguruan tinggi lain hanya memperoleh kurang dari lima proposal yang didanai.

Sebagian besar proposal DHK yang lolos telah berada pada Tingkat Kesiapan Teknologi (TKT) 6 hingga 9, sehingga memiliki potensi besar untuk diimplementasikan di dunia industri maupun dikembangkan ke tahap komersialisasi. Dalam mendukung proses hilirisasi inovasi tersebut, UAD turut memperkuat ekosistem pendukung melalui berbagai unit strategis, seperti Kantor Urusan Bisnis dan Investasi (KUBI), ADI Multiniaga, dan ADE Multiteknik.

Melalui pendampingan yang berkelanjutan dan terintegrasi, proposal-proposal tersebut diarahkan agar mampu menghasilkan produk inovatif yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga aplikatif dan siap dimanfaatkan oleh masyarakat maupun sektor industri.

Pada bidang pengabdian kepada masyarakat, UAD juga terus menegaskan komitmennya sebagai perguruan tinggi berbasis community service university. Penelitian dan pengabdian yang dilakukan dosen diharapkan mampu memberikan solusi nyata terhadap berbagai persoalan masyarakat.

“Penelitian tidak boleh berhenti pada publikasi ilmiah semata, tetapi harus mampu memberikan dampak konkret bagi masyarakat luas,” tegasnya.

Sebagai upaya mendukung optimalisasi pelaksanaan penelitian, universitas turut memperkuat sistem pendampingan administrasi, tata kelola keuangan, serta pengendalian mutu penelitian guna memastikan pelaksanaan hibah berlangsung secara akuntabel, transparan, dan efektif. Dalam pelaksanaannya, LPPM berkolaborasi dengan Biro Keuangan dan Anggaran (BKA) dan Badan Penjaminan Mutu (BPM) untuk mengawal seluruh tahapan penelitian agar berjalan sesuai standar serta mampu menghasilkan luaran yang berkualitas dan berdampak.

Selain itu, hasil-hasil penelitian dosen nantinya akan dipamerkan melalui kegiatan Cipta Reka 2026 sebagai wadah showcase inovasi dosen UAD.

LPPM UAD juga memberikan motivasi kepada para peneliti yang belum lolos pendanaan agar tetap optimistis dalam mengembangkan proposal penelitian maupun pengabdian. Menurut Prof. Anton, proposal yang belum memperoleh pendanaan bukan berarti tidak berkualitas, melainkan sering kali terkendala aspek administratif, ketidaksesuaian dengan skema yang dipilih, ataupun keterbatasan kuota pendanaan pemerintah.

Oleh sebab itu, dosen peneliti didorong untuk terus melakukan evaluasi dan penyempurnaan proposal, sekaligus membuka peluang pendanaan dari berbagai sumber lain, seperti BRIN, Riset Indonesia Maju, hingga kerja sama dengan industri maupun sponsor eksternal. Upaya meningkatkan kualitas dan daya saing proposal menjadi semangat utama yang terus ditanamkan kepada para peneliti UAD.

Secara keseluruhan, capaian pendanaan penelitian dan pengabdian tahun 2026 semakin memperkuat langkah UAD dalam mewujudkan visi sebagai perguruan tinggi unggul yang mampu bersaing di tingkat internasional. Prestasi tersebut turut didukung oleh pencapaian UAD di bidang kekayaan intelektual, di antaranya meraih peringkat 6  nasional pada kategori desain industri serta masuk dalam 10 besar nasional untuk bidang paten dan kekayaan intelektual lainnya.

Berbagai capaian tersebut menunjukkan bahwa kualitas riset dan inovasi menjadi elemen strategis dalam meningkatkan reputasi, kontribusi, serta daya saing UAD, baik pada level nasional maupun global. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-loloskan-95-proposal-pada-Program-Pendanaan-DPPM-dan-DHK-Kemdiktisaintek-RI-tahun-2026-Foto.-Humas-UAD.jpeg 1905 2160 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-05-26 09:54:432026-05-26 09:54:43UAD Perkuat Budaya Riset dan Hilirisasi Inovasi

Alumni FKIP UAD, Dr. Asyraf Suryadin, M.Pd. Bagikan Perjalanan Pengabdian dari Guru hingga Birokrat

25/05/2026/in Terkini /by Ard

 

Talkshow Alumni Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Humas UAD)

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali menggelar Talkshow Alumni pada Jumat, 15 Mei 2026, bertempat di Ruang Amphitarium Lantai 9, Kampus IV UAD. Acara ini menghadirkan alumni inspiratif dari berbagai bidang, salah satunya Dr. Asyraf Suryadin, M.Pd. yang kini menjabat sebagai Kepala DP3ACSKB (Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Kependudukan, Pencatatan Sipil, dan Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Pada kesempatan ini, Bapak Asyraf mengenang masa kuliahnya di Yogyakarta pada era 1980-an. Beliau masuk kuliah pada 1985 dan lulus pada 1990 melalui jalur skripsi, yang saat itu masih sedikit diminati mahasiswa. Kehidupan mahasiswa masa itu masih sangat sederhana, ia menggunakan bus kota dan sepeda untuk aktivitas sehari-hari.

“Waktu itu saya naik bus kota, terminal masih dekat Kampus 2 UAD. Saya juga pakai sepeda balap warna merah,” kenangnya.

Setelah menyelesaikan studi, Bapak Asyraf kembali ke Bangka Belitung dan mengabdi sebagai guru di beberapa sekolah swasta, termasuk SMA Muhammadiyah sekitar tahun 1991. Tak lama kemudian, beliau ditugaskan menjadi guru SMP di wilayah terpencil yang berjarak cukup jauh dari pusat kota.

“Jarak sekolah sekitar 100 kilometer. Pernah pulang naik truk dan tidur di sekolah,” ujarnya.

Di tengah kesibukannya mengajar, beliau tetap melanjutkan pendidikan ke jenjang magister di Jakarta, kemudian mengajar di sekolah unggulan milik PT Timah sebelum melanjutkan studi doktoral di Universitas Negeri Jakarta.

Selain berkiprah di bidang pendidikan, beliau juga aktif di organisasi keagamaan. Saat Bangka Belitung resmi menjadi provinsi, ia dipercaya menjadi ketua Gerakan Pemuda (GP) Ansor tingkat provinsi. Meskipun berlatar belakang dari Muhammadiyah, beliau tetap dipercaya memimpin organisasi tersebut sebagai pengabdian lintas golongan.

Karier birokrasi Bapak Asyraf dimulai ketika beliau berpindah ke Dinas Pendidikan. Beliau turut terlibat sebagai sekretaris tim pendirian Universitas Bangka Belitung saat daerah tersebut belum memiliki perguruan tinggi negeri.

“Waktu Bangka Belitung jadi provinsi, universitas negeri belum ada. Kami memproses penggabungan beberapa perguruan tinggi hingga berdiri universitas,” ungkapnya.

Dalam kiprahnya di pemerintahan, Bapak Asyraf menyoroti tingginya angka pernikahan usia anak di Bangka Belitung ini berkaitan dengan rendahnya tingkat pendidikan masyarakat. Sebagai solusinya, beliau menginisiasi program pendidikan kesetaraan melalui paket A, B, dan C serta inovasi pembaruan data pendidikan pada kartu keluarga agar data penduduk tetap akurat.

Menjelang masa pensiunnya sebagai ASN pada 1 Juni 2026, Bapak Asyraf mengaku akan kembali fokus di dunia pendidikan sebagai bagian dari Badan Pembina Harian (BPH) Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung. Baginya, pendidikan tetap menjadi ruang utama untuk mengabdi dan memberikan manfaat kepada masyarakat. (Mei)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Talkshow-Alumni-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Humas-UAD-1.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-05-25 11:13:452026-05-25 11:13:45Alumni FKIP UAD, Dr. Asyraf Suryadin, M.Pd. Bagikan Perjalanan Pengabdian dari Guru hingga Birokrat

UAD dan Kalurahan Caturharjo Kolaborasikan Teknologi Pengelolaan Sampah Berbasis IoT

25/05/2026/in Terkini /by Ard

 

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dan Kalurahan Caturharjo Kolaborasikan Teknologi Pengelolaan Sampah Berbasis IoT (Foto. LPPM UAD)

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) bersama Kalurahan Caturharjo dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bantul resmi memulai kolaborasi penelitian pengelolaan sampah berbasis Internet of Things (IoT) melalui Program BESTARI SAINTEK pada Selasa, 19 Mei 2026. Program tersebut bertujuan mendorong kesadaran dan kemandirian masyarakat dalam pengelolaan sampah terpadu di Kalurahan Caturharjo, Kapanewon Pandak, Kabupaten Bantul.

Kegiatan diawali dengan kunjungan lapangan sebagai langkah awal pelaksanaan penelitian dan pendampingan masyarakat yang akan berlangsung selama satu tahun penuh. Penelitian dipimpin oleh Prof. Anton Yudhana, Ph.D., bersama tim multidisiplin dari berbagai program studi dan perguruan tinggi.

Lurah Caturharjo, Wasdiyanto, menyampaikan bahwa persoalan sampah masih menjadi tantangan besar bagi masyarakat. Namun, menurutnya, pengelolaan sampah yang tepat dapat memberikan manfaat ekonomi dan sosial. “Permasalahan sampah harus dihadapi bersama karena jika dikelola dengan baik dapat menjadi sumber manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Saat ini, Kalurahan Caturharjo memiliki 14 Rumah Kumpul Sampah (RKS) yang tersebar di berbagai wilayah padukuhan. Pengelolaan sampah dilakukan melalui pemilahan sampah organik dan nonorganik dengan pendekatan daur ulang. Sampah organik diolah melalui program jogangan, sedangkan sampah bernilai jual dipisahkan untuk mendukung keberlanjutan program lingkungan.

Pimpinan Padukuhan Gluntung Kidul, Ngadiono, mengatakan bahwa program Rumah Kumpul Sampah yang telah berjalan selama empat tahun memberikan dampak sosial bagi masyarakat. “Beberapa manfaat yang telah diberikan adalah santunan kepada lansia, bingkisan untuk guru TK, serta pendanaan aksi sosial,” katanya.

Sementara itu, Ketua Tim Penelitian sekaligus pimpinan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UAD, Anton Yudhana, menjelaskan bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah kalurahan, dan masyarakat menjadi kunci pengelolaan sampah berkelanjutan. “Pendampingan universitas tidak hanya berhenti pada transfer teknologi, tetapi juga membangun perubahan pola pikir masyarakat agar mampu menciptakan kemandirian dalam pengelolaan lingkungan,” jelasnya.

Melalui program tersebut, tim peneliti akan mengembangkan teknologi pengelolaan sampah berbasis IoT, seperti sistem deteksi emisi gas berbahaya dan low-cost vision method untuk pemantauan visual pengolahan sampah. Selain itu, pengembangan fasilitas insinerator juga dirancang untuk membantu penanganan sampah residu secara mandiri dan lebih efisien.

Program ini turut diintegrasikan dengan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Rekognisi yang melibatkan 34 mahasiswa dari berbagai program studi di UAD. Melalui keterlibatan tersebut, mahasiswa diharapkan dapat berpartisipasi langsung dalam pemberdayaan masyarakat dan implementasi teknologi pengelolaan sampah berbasis IoT di Kalurahan Caturharjo.

Kegiatan yang berlangsung di Emperan Inspirasi Toga Tobato atau Rumah Dilan tersebut dihadiri perangkat kalurahan, pengelola Rumah Kumpul Sampah, kader lingkungan, komunitas masyarakat, hingga para lansia penerima santunan sembako. Melalui kolaborasi ini, Kalurahan Caturharjo diharapkan dapat menjadi model pengelolaan sampah terpadu berbasis teknologi dan pemberdayaan masyarakat yang dapat direplikasi di berbagai wilayah Indonesia.

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-dan-Kalurahan-Caturharjo-Kolaborasikan-Teknologi-Pengelolaan-Sampah-Berbasis-IoT-Foto.-LPPM-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-05-25 10:31:492026-05-25 10:31:49UAD dan Kalurahan Caturharjo Kolaborasikan Teknologi Pengelolaan Sampah Berbasis IoT

UAD Kenalkan Eco-Printing kepada Siswa Sekolah di Jepang

25/05/2026/in Terkini /by Ard

 

Dosen Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kenalkan eco-printing kepada siswa sekolah di Jepang (Foto. Vera Yuli)

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali memperluas kiprahnya di tingkat internasional melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Jepang. Pada 14 Mei 2026, Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Manusia UAD Dr. Norma Sari, S.H., M.Hum. bersama dosen Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Dr. Vera Yuli Erviana, M.Pd. memberikan pelatihan eco-printing kepada 106 siswa kelas IV di Hanaoka Elementary School, Kota Kitakyushu, Jepang.

Eco-printing merupakan teknik pewarnaan kain ramah lingkungan yang memanfaatkan bahan alami, seperti daun, untuk menghasilkan motif dan pola unik pada kain. Di Indonesia, teknik ini diajarkan dalam pendidikan dasar sebagai upaya menumbuhkan kreativitas sekaligus meningkatkan kesadaran lingkungan. Pada kegiatan tersebut, para siswa mendapatkan penjelasan dan demonstrasi mengenai proses pembuatan eco-print serta diperlihatkan berbagai karya yang menampilkan detail urat daun pada kain.

Setelah sesi demonstrasi, siswa mengikuti praktik pembuatan eco-print menggunakan daun untuk memindahkan pigmen alami ke kain. Meskipun daun musim semi yang digunakan memiliki kandungan getah lebih sedikit sehingga menghasilkan warna yang tidak terlalu pekat, para siswa tetap menunjukkan antusiasme tinggi. Dengan kreativitas masing-masing, mereka menghasilkan beragam karya unik yang mencerminkan imajinasi dan karakter pribadi.

Pelaksanaan kegiatan didukung oleh guru sekolah setempat, seorang penerjemah, serta mahasiswa seminar Prof. Ogata dari Kyushu International University yang membantu pengelolaan kelas dan mendampingi siswa selama praktik. Kehadiran para mahasiswa tersebut memberikan pengalaman berharga dalam berpartisipasi secara aktif pada kegiatan pertukaran internasional sekaligus mendukung proses pembelajaran yang interaktif.

Selain pelatihan eco-printing, para siswa juga berkesempatan berinteraksi dengan tamu dari Indonesia melalui percakapan dalam bahasa Inggris. Dalam sesi tersebut, Norma Sari dan Vera Yuli Elviana memperkenalkan berbagai destinasi wisata dan kehidupan masyarakat Indonesia melalui sejumlah foto yang ditampilkan.

Pada kesempatan yang sama, Vera Yuli turut menjelaskan pemanfaatan eco-printing sebagai sarana pemberdayaan perempuan di Yogyakarta. Melalui pelatihan ini, ibu tunggal yang belum memiliki pekerjaan tetap diberi kesempatan memproduksi berbagai kerajinan, seperti kipas, pouch, dan suvenir pernikahan yang bernilai ekonomi.

Kegiatan pengabdian ini tidak hanya memperkenalkan budaya dan praktik pendidikan Indonesia kepada siswa Jepang, tetapi juga memperkuat kerja sama internasional, meningkatkan kemampuan komunikasi lintas budaya, serta menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pelestarian lingkungan. (Dnd)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Dosen-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-kenalkan-eco-printing-kepada-siswa-sekolah-di-Jepang-Foto.-Vera-Yuli.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-05-25 10:13:322026-05-25 10:13:32UAD Kenalkan Eco-Printing kepada Siswa Sekolah di Jepang

HISKI UAD dan Balai Bahasa DIY Gelar Siniar Literasi

22/05/2026/in Terkini /by Ard

HISKI Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dan Balai Bahasa DIY Gelar Siniar Literasi (Foto. HISKI UAD)

Himpunan Sarjana Kesusastraan Indonesia (HISKI) Komisariat Universitas Ahmad Dahlan (UAD) bersama HISKI Komisariat Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar program siniar kolaboratif pada Senin, 18 Mei 2026. Kegiatan tersebut membahas buku terbaru karya akademisi UAD, Prof. Wajiran, S.S., M.A., Ph.D., berjudul Karya Sastra dan Pendidikan Moral: Fondasi Literasi dan Pembentukan Karakter Siswa Indonesia.

Siniar dipandu oleh Ratun Untoro, M.Hum., selaku Widyabasa Ahli Madya sekaligus Ketua Tim Kerja Pelindungan Bahasa dan Sastra di Balai Bahasa Provinsi DIY. Diskusi berlangsung hangat dengan mengangkat pentingnya karya sastra dalam membangun moral dan karakter siswa Indonesia.

Dalam pemaparannya, Prof. Wajiran menyoroti rendahnya budaya membaca di Indonesia. Menurutnya, karya sastra memiliki banyak nilai penting seperti kejujuran, kedisiplinan, empati, dan norma sosial yang dapat membentuk karakter peserta didik. Ia juga membagikan pengalamannya selama berada di Australia yang menunjukkan bahwa budaya membaca telah ditanamkan sejak usia dini melalui dongeng, buku bergambar, ruang baca yang nyaman, hingga kewajiban membaca novel di sekolah.

“Di Australia, siswa belajar bahasa melalui sastra. Bahkan novel Indonesia seperti Laskar Pelangi karya Andrea Hirata juga digunakan sebagai bahan bacaan,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa pemerintah Australia turut mendukung budaya literasi melalui penyediaan perpustakaan anak serta pembatasan penggunaan smartphone di sekolah.

Selain itu, Prof. Wajiran menjelaskan perbedaan pembelajaran bahasa di Indonesia dan Australia. Menurutnya, pembelajaran di Indonesia masih berfokus pada struktur bahasa, sedangkan di Australia lebih menitikberatkan pada kesusastraan. Ia menilai sastra seharusnya menjadi media utama pembelajaran bahasa karena mampu meningkatkan kosakata, pemahaman bacaan, sekaligus menanamkan nilai moral secara alami.

Kolaborasi antara HISKI UAD dan HISKI Balai Bahasa DIY menjadi bentuk sinergi antar lembaga dalam menghidupkan ekosistem literasi di Yogyakarta. Melalui program siniar tersebut, kedua pihak berharap dapat mendorong lahirnya diskusi-diskusi serupa demi memperkuat pendidikan karakter bangsa melalui sastra.

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/HISKI-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-dan-Balai-Bahasa-DIY-Gelar-Siniar-Literasi-Foto.-HISKI-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-05-22 12:57:502026-05-22 12:57:50HISKI UAD dan Balai Bahasa DIY Gelar Siniar Literasi

PBI UAD Terima Kunjungan Edukatif SD BIAS Klaten

22/05/2026/in Terkini /by Ard

Kunjungan SD BIAS Klaten di Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. PBI UAD)

Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menerima kunjungan siswa-siswi SD BIAS Klaten dalam kegiatan bertajuk UADventure pada Senin, 4 Mei 2026, di Kampus 4 UAD. Sebanyak 70 siswa kelas 3 dan 4 mengikuti kegiatan pembelajaran bahasa Inggris interaktif yang dibagi ke dalam enam kelompok.

Kegiatan diawali dengan sambutan Ketua Program Studi PBI UAD, Sucipto, M.Pd.B.I., Ph.D. Ia menyampaikan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya menjadi pengalaman belajar bagi siswa, tetapi juga menjadi ruang praktik mahasiswa PBI UAD dalam pembelajaran Teaching English to Young Learners (TEYL).

“Kegiatan ini tidak hanya menjadi pengalaman belajar bagi siswa, tetapi juga ruang praktik bagi mahasiswa PBI UAD dalam pembelajaran Teaching English to Young Learners (TEYL),” ujarnya.

Wakil Kepala Sekolah BIAS Klaten, Ust. Wahyu Hidayat, berharap para siswa dapat menikmati proses belajar bahasa Inggris dengan cara yang menyenangkan selama berada di PBI UAD.

Selama kegiatan berlangsung, siswa mengikuti sistem rotasi di enam laboratorium, yakni Laboratorium Bahasa A, Bahasa B, Journalism, TEYL, Tourism, dan Microteaching. Di Laboratorium Bahasa A, siswa belajar melalui video dan permainan edukatif, sedangkan di Laboratorium Bahasa B mereka mencoba aktivitas membaca berbasis Augmented Reality (AR) serta latihan pelafalan bahasa Inggris.

Di Laboratorium Journalism, siswa berlatih membuat siniar sederhana menggunakan percakapan bahasa Inggris untuk meningkatkan kemampuan berbicara dan rasa percaya diri. Sementara itu, di Laboratorium TEYL siswa mengikuti kegiatan reading aloud dan bookish play, sedangkan di Laboratorium Tourism mereka belajar mendeskripsikan tempat menggunakan bahasa Inggris sederhana. Adapun di Laboratorium Microteaching, siswa diajak mengenal berbagai profesi melalui aktivitas imaginative speaking dan sentence building.

Salah satu peserta, Ilham, mengaku antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. “Kegiatan hari ini sangat seru dan menyenangkan. Paling seru itu kegiatan di Lab Journalism karena membuat podcast,” ujarnya.

Melalui kegiatan UADventure, PBI UAD berharap dapat menghadirkan pengalaman belajar bahasa Inggris yang kreatif, interaktif, dan menyenangkan bagi anak-anak sekaligus mengenalkan lingkungan kampus sejak dini. (Dnd)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Kunjungan-SD-BIAS-Klaten-di-Pendidikan-Bahasa-Inggris-PBI-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-PBI-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-05-22 12:25:062026-05-22 12:25:06PBI UAD Terima Kunjungan Edukatif SD BIAS Klaten

Membangun Akhlak Digital Pelajar di Era Media Sosial

21/05/2026/in Terkini /by Ard

Prodamat Mahasiswa Prodi Magister Pendidikan Agama Islam (MPAI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) di SMK Muhammadiyah 1 Purbalingga (Foto. Tim Prodamat UAD)

Mahasiswa Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam (MPAI) Universitas Ahmad Dahlan melaksanakan kegiatan sosialisasi bertema “Akhlak Bermedia Sosial dan Strategi Monetisasi Digital bagi Pengurus IPM SMK Muhammadiyah 1 Purbalingga” di SMK Muhammadiyah 1 Purbalingga.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh mahasiswa MPAI UAD, yaitu Yusron Latif, Anisa Dwi Hartanti, dan Dewi Kartika, sebagai bagian dari tugas Program Pemberdayaan Umat (Prodamat) dan bentuk kontribusi mahasiswa dalam memberikan edukasi kepada pelajar di era digital.

Sosialisasi dilatarbelakangi oleh pesatnya perkembangan teknologi digital yang memengaruhi pola pikir dan perilaku remaja, terutama dalam penggunaan media sosial. Platform digital saat ini tidak hanya menjadi sarana komunikasi, tetapi juga ruang untuk berekspresi, belajar, bahkan memperoleh penghasilan. Namun, di balik kemudahan tersebut, terdapat tantangan besar yang harus dihadapi generasi muda, yaitu bagaimana menggunakan media sosial secara bijak dan tetap berlandaskan nilai-nilai akhlak.

Di era digital saat ini, media sosial memiliki pengaruh besar terhadap pola pikir dan perilaku remaja. Tidak sedikit pelajar yang menggunakan media sosial tanpa memahami dampak dari setiap unggahan, komentar, maupun informasi yang mereka sebarkan. Padahal, dalam perspektif pendidikan Islam, penggunaan media sosial seharusnya tetap mencerminkan akhlak yang baik, seperti berkata santun, menghindari fitnah, tidak menyebarkan hoaks, serta mampu menjaga etika dalam berinteraksi di ruang digital.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, peserta diberikan pemahaman bahwa media sosial dapat menjadi sarana dakwah, edukasi, dan pengembangan kreativitas apabila digunakan secara tepat. Selain itu, peserta juga dikenalkan dengan berbagai strategi monetisasi digital yang dapat dimanfaatkan oleh pelajar, seperti membuat konten edukatif, desain digital, pengelolaan media sosial, hingga pemanfaatan platform digital untuk membangun personal branding yang positif.

Kegiatan berlangsung secara aktif dan interaktif. Para peserta terlihat antusias mengikuti sesi diskusi dan tanya jawab. Banyak peserta yang mulai menyadari bahwa media sosial tidak hanya digunakan untuk hiburan semata, tetapi juga dapat menjadi peluang untuk mengembangkan kemampuan diri dan meningkatkan produktivitas.  
Keberhasilan kegiatan ini juga terlihat dari adanya peningkatan pemahaman peserta berdasarkan hasil pretest dan posttest yang disediakan oleh penyelenggara. Sebelum kegiatan, sebagian peserta masih memiliki pemahaman terbatas mengenai akhlak bermedia sosial dan strategi monetisasi digital. Setelah mengikuti sosialisasi, hasil posttest menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terhadap materi yang telah disampaikan.

Pada akhirnya, perkembangan teknologi digital tidak dapat dihindari, tetapi dapat diarahkan. Oleh karena itu, pendidikan akhlak digital menjadi hal yang sangat penting agar generasi muda tidak hanya cakap dalam menggunakan teknologi, tetapi juga memiliki karakter dan tanggung jawab moral dalam memanfaatkannya.

Melalui kegiatan ini diharapkan para pengurus Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) mampu menjadi pelopor pelajar yang cerdas bermedia sosial, memiliki akhlak digital yang baik, serta mampu memanfaatkan teknologi untuk kegiatan yang positif dan bermanfaat. (Mei)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Prodamat-Mahasiswa-Prodi-Magister-Pendidikan-Agama-Islam-MPAI-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-di-SMK-Muhammadiyah-1-Purbalingga-Foto.-Tim-Prodamat-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-05-21 09:54:352026-05-21 09:54:35Membangun Akhlak Digital Pelajar di Era Media Sosial
Page 2 of 760‹1234›»

TERKINI

  • UAD Salurkan Kurban kepada AUM dan Masyarakat29/05/2026
  • Mahasiswa SEA Teacher Filipina Bagikan Pengalaman Belajar di Indonesia29/05/2026
  • UAD Gelar Salat Iduladha 1447 Hijriah28/05/2026
  • UAD Gelar Pengajian Peringati Iduladha 1447 H28/05/2026
  • Mahasiswa PPG UAD Ikuti Pelatihan Bela Negara di Akademi Angkatan Udara28/05/2026

PRESTASI

  • Tapak Suci UAD Borong Medali di 1st Muhammadiyah Games 202626/05/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara II Lomba Debat Bahasa Indonesia Tingkat Nasional22/05/2026
  • Lawan Rasa Insecure, Dara Safina Raih Juara 3 Qiroatus Syi’ir di AWFest 202611/05/2026
  • Tim Bola Voli Putra UAD Raih Juara 3 di Ajang Immanuel Trans X FEBI Cup 202604/05/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Bronze Medal di Bandung Essay Competition #304/05/2026

FEATURE

  • Peran Alumni UAD sebagai Problem Solver Publik29/05/2026
  • Fikih Kurban Menurut Muhammadiyah: Dari Nilai Tauhid hingga Aturan Praktis28/05/2026
  • Antara Iman dan Cinta: Belajar Adab Berdakwah dari Kisah Nabi Ibrahim21/05/2026
  • Perjuangan Sabriyandi Jadi Wisudawan Terbaik FKIP UAD21/05/2026
  • Regina Nadyani Ungkap Strategi Meraih Predikat Wisudawan Terbaik FSBK UAD19/05/2026

TENTANG | KRU | KONTAK | REKAPITULASI

Scroll to top