• TERKINI
  • PRESTASI
  • FEATURE
  • OPINI
  • MEDIA
  • KIRIM BERITA
  • Menu
News Portal of Universitas Ahmad Dahlan

Kuliah Kerja Nyata di Luar Negeri: Mengapa Tidak?

13/02/2014/0 Comments/in Terkini /by Super News

 

Oleh Rendra Widyatama, SIP., M.Si

Dosen Program Studi Ilmu Komunikasi UAD

 

Perguruan tinggi jenjang sarjana di Indonesia umumnya memiliki program Kuliah Kerja Nyata (KKN) bagi mahasiswanya. Sebuah program dimana mahasiswa diterjunkan di tengah masyarakat untuk menerapkan ilmu, sekaligus belajar hidup bermasyarakat. Aktivitas ini merupakan bentuk pengabdian pada masyarakat dan selama ini dianggap sebagai kegiatan prestisius kampus. Sehingga sejak dicetuskan, program ini ditiru dan dilestarikan oleh banyak kampus baik negeri maupun swasta.

Umumnya KKN dilakukan di dalam negeri, khususnya di daerah tertinggal. Meski demikian, bukan berarti kegiatan ini hanya cocok di dalam negeri. Mengingat manfaatnya yang sangat besar, kegiatan ini bisa pula dilakukan di luar negeri. Tentu, manfaat yang dipetik bukan sekedar bagi pelaku KKN dan masyarakat sasaran, melainkan bagi negara kita yang mulai memainkan peran penting di tengah percaturan dunia.

Manfaat pertama, tentu bisa dipetik bagi mahasiswa KKN itu sendiri. Mereka bisa memiliki pengalaman internasional yang sangat berharga bagi bekal kerja di masa mendatang. Kepercayaan diri mahasiswa akan meningkat. Wawasan kerja mahasiswa juga lebih terbuka, sehingga tidak hanya berorientasi dalam negeri. Di era perdagangan bebas AFTA (ASEAN Free Trade Area) dan WTO (World Trade Organization), sikap terbuka bekerja di luar negeri perlu ditumbuhkan. Sebab era AFTA dan WTO, pasar kerja makin bebas. Pekerja asing dapat masuk ke Indonesia dengan bebas, namun warga kita juga bisa pergi ke negera lain dengan gampang. Saat ini masyarakat negara ASEAN seperti Philipina, Thailand, Singapura, dan Malaysia sudah berancang-ancang bekerja di luar negaranya. Sasaran utama mereka adalah Indonesia. Maklum bila negara kita jadi sasaran, lantaran memiliki potensi pasar yang sangat besar.

Manfaat lain lain jelas akan dipetik oleh institusi penyelenggara KKN internasional. Citra kampus akan meningkat. Universitas Ahmad Dahlan (UAD) yang memiliki program KKN Internasional dan pernah mengirim mahasiswa KKN ke negara Mesir, Kamboja, dan Vietnam makin bersinar dalam citranya sebagai kampus internasional. Berdasar pengalaman kampus yang disebut DIKTI sebagai ‘the promising university’ ini, animo KKN internasional makin populer. Program yang awalnya khusus bagi mahasiswa kelas internasional, juga diminati kelas regular.

Keuntungan lain dari KKN luar negeri juga bakal dipetik negara kita, Indonesia. Citra Indonesia bakal meningkat. Tidak mustahil, budaya dan kemampuan SDM akan mulai dikenal dunia. Meski banyak orang meremehkan pendidikan di dalam negeri, namun fakta juga membuktikan bahwa manusia Indonesia memiliki kemampuan yang tidak dapat diremehkan. Sudah bukan rahasia lagi selain menjadi pekerja di sektor informal, ternyata masyarakat Indonesia juga banyak yang berkerja di luar negeri memenuhi sektor formal yang memerlukan kemampuan akademik tinggi, semacam dosen, peneliti, tenaga medis, ahli konstruksi, dan sebagainya.

Citra di luar negeri yang makin baik ini sangat diperlukan oleh Indonesia. Dan ini jelas akan membantu pemerintah mewujudkan soft diplomacy di luar negeri selain akan memberi keuntungan bagi negara di berbagai bidang, termasuk ekonomi. Itulah sebabnya, sudah saatnya DIKTI mulai perlu menggagas kemungkinan KKN internasional agar bisa disinergiskan dengan berbagai departemen lain, misalnya Departemen Luar Negeri, Departemen Perindustrian dan Perdagangan, Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, dan sebagainya.

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png 0 0 Super News https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Super News2014-02-13 02:28:442014-02-13 02:28:44Kuliah Kerja Nyata di Luar Negeri: Mengapa Tidak?
0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply Cancel reply

You must be logged in to post a comment.

TERKINI

  • PBI UAD Gelar Syawalan dan Lantik Pengurus KAMADA Periode 2025–202809/05/2025
  • Mahasiswa UAD Latih Kemampuan Jurnalistik Lewat Magang di Lembaga Muhammadiyah09/05/2025
  • PBSI FKIP UAD Gelar Sapa Prodi, Mahasiswa Dapat Ruang Suara dan Solusi09/05/2025
  • IMM FKM UAD Jalin Sinergi Inovatif dengan IMM Psikologi UMP09/05/2025
  • Skripsi Tanpa Galau? Ini Kata Yosi, Dosen Greenflag PBSI08/05/2025

PRESTASI

  • UKM Voli UAD Raih 2 Trofi pada Ajang Febipharm Championship 202508/05/2025
  • Mahasiswi Magister Kesehatan Masyarakat UAD Berprestasi di Nusantara Writing Festival 305/05/2025
  • Mahasiswa FEB UAD Raih Juara I Lomba Futsal dalam Semarak Milad IMM DIY03/05/2025
  • Pramudya Wijaya, Sabet Juara II Menyanyi Kategori Solo Pop Putra dan Solo Keroncong Putra02/05/2025
  • IMM Djazman Al-Kindi Sabet Juara I & II dalam Semarak Milad IMM se-DIY02/05/2025

FEATURE

  • Masyarakat yang Tangguh dalam Menghadapi Bencana09/05/2025
  • ABCDE-in Hidupmu: Strategi Membangun Karier dan Finansial Sejak Dini08/05/2025
  • Membentuk Mentalitas Juara Seorang Atlet08/05/2025
  • Bencana Urusan Bersama, Bukan Tanggung Jawab Tunggal07/05/2025
  • Pendidikan sebagai Jalan Jihad Melawan Kemiskinan07/05/2025

TENTANG | KRU | KONTAK | REKAPITULASI

Scroll to top