Memilih Makanan Sehat untuk Anak-Anak

0
313
Hari Haryadi, S.P., M.Sc., salah satu dosen Program Studi Teknologi Pangan Universitas Ahmad Dahlan (UAD) saat ditemui (17/01/2018) di ruangannya.

Anak-anak pada masa balita atau sering disebut usia di bawah lima tahun, dan anak-anak yang sedang duduk di sekolah dasar, merupakan masa penting pertumbuhan dan perkembangan. Maka, orang tua harus memperhatikan seluruh aspek pertumbuhannya. Banyak faktor yang akan memengaruhi pertumbuhan tersebut, salah satunya adalah memilih makanan yang sehat untuk anak-anak.

Pesatnya perkembangan zaman mengakibatkan perubahan serta pergeseran referensi makanan. Faktor dari pergeseran ini adalah laju aktivitas yang cepat, orang cenderung menjadi semakin sibuk dengan pekerjaan atau aktivitas lainnya. Keadaan semacam itulah yang juga akan mengakibatkan perubahan sikap terhadap konsumsi makanan. Orang tua harus pandai-pandai menyiasati keadaan ini.

Hari Haryadi, S.P., M.Sc., salah satu dosen Program Studi Teknologi Pangan Universitas Ahmad Dahlan (UAD) saat ditemui (17/01/2018) di ruangannya, memaparkan sekaligus memberi solusi atas persoalan tersebut.

Apa masalah makanan hari ini untuk anak-anak?

Karena katanya zaman now, sekarang banyak makanan cepat saji. Di luar, banyak makanan yang belum memenuhi kriteria, karena mengandung MSG (monosodium glutamat). Misalnya, kita sedang jalan ke luar, banyak ditemukan makanan seperti bakso, snack ringan, dan makanan cepat saji lainnya. Lidah kita sudah terbiasa dengan makanan tersebut. Rasanya memang sedap dan mantap, kita tidak bisa menghindar. Tapi, yang perlu diperhatikan adalah efek akumulasi. Banyak riset tentang efek MSG, salah satunya menurunkan daya otak. Kita tidak bisa menghindar, globalisasi menyebabkan banyak produk yang ditawarkan. Upaya yang bisa dioptimalkan adalah meminimalisir.

Makanan apa yang sehat untuk anak dalam masa tumbuh kembang?

Dalam masa pertumbuhannya, makanan yang sehat adalah empat sehat lima sempurna yang terdiri atas nasi, lauk-pauk, sayur-sayuran, buah-buahan, dan disempurnakan dengan susu.

Bagaimana jika anak tidak mau makan makanan sehat tersebut, sayur misalnya?

Anak-anak kadang memang tidak terlalu suka dengan sayuran. Cara menyiasatinya adalah dari rumah membiasakannya, jika perlu memaksanya makan sayur. Misalnya sewaktu saya kuliah di Turki hanya menemukan roti dan daging. Dua jenis makanan tersebut tidak biasa di Indonesia. Tapi ketika hanya ada makanan itu, lama-kelamaan akan menjadi terbiasa. Sama halnya ketika di rumah, ibu mempunyai peran sangat penting dalam membiasakan dan mengarahkan anak-anak agar makan yang sehat. Dulu, ketika saya masih sekolah dasar, di tas sudah ada kotak yang berisi nasi, telur, sayur sebagai bekal. Sekarang sudah jarang-jarang, anak-anak seolah gengsi membawa bekal, takut tumpahlah, tidak panaslah, atau lebih baik diberi uang untuk jajan di luar. Sekali lagi, ibu, orang tua mempunyai peran sangat penting.

Sebagai orang tua, apa yang harus dilakukan?

Saya sudah jarang melihat anak-anak membawa bekal. Inilah yang seharusnya dilakukan oleh para orang tua membiasakan anak membawa bekal dari rumah. Upaya ini untuk mengendalikan sekaligus mencegah anak-anak makan makanan selain yang dibawakan. Salah satu fondasi penting negara adalah wanita, dalam hal ini adalah orang tua. Mau bagaimanapun godaan di luar rumah, peran orang tua adalah kunci. Mereka lah yang membentuk sikap dan perilaku anak, termasuk dalam hal makan.

Secara umum, solusi apa yang bisa ditawarkan?

Makanan cepat saji sudah telanjur mendapat cap negatif. Pandangan masyarakat terhadap makanan itu adalah MSG, ayamnya adalah ayam suntik, tidak sehat, tidak segar. Kalau masalahnya seperti itu, bagaimana jika ada makanan cepat saji tapi yang sehat? Tapi ini butuh dukungan yang betul-betul dari pihak kampus secara riset, dan pemerintah dari segi kebijakan. Bahkan perlu upaya yang radikal.

Harapan ke depan untuk menyehatkan anak-anak Indonesia?

Dalam lingkup keluarga, seorang ibu haruslah pintar mendidik anak. Ibu seharusnya menyiapkan bekal makanan untuk anak-anaknya jika ingin ke luar, terutama ke sekolah. Anak dibekali nasi, telur, tempe, tahu, susu, dan sayur. Itu saja sudah hampir memenuhi empat sehat lima sempurna. Daripada beli di luar, bekal makanan seperti ini selain mudah tentu juga murah.