• TERKINI
  • UAD BERDAMPAK
  • PRESTASI
  • FEATURE
  • OPINI
  • MEDIA
  • KIRIM BERITA
  • Menu
News Portal of Universitas Ahmad Dahlan

Peranan Parenting Style Terhadap Pembentukan Karakter pada Anak

03/06/2013/0 Comments/in Terkini /by Super News

Dholina Inang Pambudi, M. Pd

Penulis merupakan (Dosen PGSD, FKIP Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta)

Anak merupakan tumpuan masa depan, dan juga sebagai generasi penerus bangsa. Setiap anak memiliki hak untuk kelangsungan hidup; hak perlindungan dari pengabaian, penelantaran, perlakuan salah, penganiayaan, eksploitasi; hak mendapatkan kebutuhan dasar untuk tumbuh kembang optimal jasmani, rohani dan sosial; hak untuk berpartisipasi dan berkembang demi mencapai masa depan yang lebih baik. Pola asuh atau parenting styleadalah salah satu faktor penting yang turut membentuk karakter anak. Seperti pepatah “Buah tidak akan jatuh jauh dari pohonnya” dalam hal ini karakter yang ada pada seorang anak tidak akan jauh berbeda dengan karakter orang tuanya. Karena sejak lahir lingkungan terdekat anak adalah lingkungan keluarga. Apabila orang tua terbiasa mengasuh anak dengan penuh kasih sayang, dan kelembutan maka akan terbentuk karakter anak yang penuh kasih terhadap sesama. Namun sebaliknya, jika anak terbiasa diasuh dalam kekerasan, maka anak akan tumbuh menjadi seorang yang temperamental, dan cenderung akan memiliki kesempatan untuk tumbuh menjadi anak yang keras pula.

Stephen R. Covey memberikan sebuah pemikiran “Taburlah gagasan petiklah perbuatan, taburlah perbuatan petiklah kebiasaan, taburlah kebiasaan petiklah karakter, taburlah karakter petiklah nasib”

Dari gagasan di atas sangat jelas menunjukkan, bahwa pendidikan yang pertama kali dilihat, dirasakan, direkam oleh anak adalah pendidikan dalam keluarga. Sehingga, pembentukan karakter pada anak yang utama sangat dipengaruhi oleh pola asuh atau parenting style, meskipun faktor pendidikan dan lingkungan sekitar juga mempunyai peranan penting.

Karakter tidak bisa dibentuk dalam perilaku instan. Pendidikan karakter memerlukan keteladanan dan sentuhan mulai sejak dini sampai dengan dewasa. Menurut Hurlock, bahwa masa usia sekolah dasar atau masa akhir anak-anak (6-13 tahun) merupakan masa yang menyulitkan. Yaitu, suatu masa dimana anak-anak tidak mau lagi menuruti perintah dan anak lebih banyak dipengaruhi oleh teman sebayanya dari pada orang tua atau keluarganya. Sedangkan saat di sekolah, mereka termasuk dalam periode krisis, dimana mereka harus diberikan dorongan untuk berprestasi sesuai dengan kemampuan yang mereka miliki. Dalam hal ini, peran orang tua sangat penting dalam pemenuhan hak sekaligus penanaman karakter pada anak selain pendidikan yang didapatkan dari sekolah. Apabila peran orang tua dalam mengasuh anak kurang maksimal. Maka yang terjadi, pembentukan karakter anak tidak akan dapat berjalan dengan baik.

Pemerintah juga semakin memberikan perhatian lebih besar terhadap  pendidikan karakter bagi generasi penerus bangsa. Hal ini sejalan dengan munculnya kurikulum 2013 yang akan diimplementasikan secara bertahap dengan menekankan pada penguasaan kompetensi kognitif, afektif, psikomotorik secara terpadu. Perubahan ini dilakukan seiring dengan tuntutan zaman, sekaligus menekankan pendidikan karakter bagi peserta didiknya. Sehingga dapat ditarik benang merah bahwa selain pendidikan yang didapat dari sekolah, optimalisasi peran orang tua dalam parenting style  anak sangat berkontribusi besar pada pembentukan karakter anak.

Orang tua adalah lingkungan terdekat anak yang memiliki kesempatan dan peranan yang sangat besar dalam pembentukan karakter generasi penerus bangsa. Sebab, hanya bangsa yang memiliki karakter kuat yang mampu mencapai puncak peradaban dunia.

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/images/Dholina Inang Pambudi, M_ Pd.jpg 160 135 Super News https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Super News2013-06-03 02:29:592013-06-03 02:29:59Peranan Parenting Style Terhadap Pembentukan Karakter pada Anak
0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply Cancel reply

You must be logged in to post a comment.

TERKINI

  • Perkuat Tradisi Akademik, UAD Kukuhkan Empat Guru Besar Baru31/08/2025
  • BIMAWA UAD Latih Mahasiswa Tingkatkan Kepemimpinan dan Manajemen Organisasi Melalui LKMM-TD 202528/08/2025
  • Cassmelcake: Dari Singkong Tradisional Menuju Inovasi UMKM Warga Balong28/08/2025
  • Mahasiswa KKN UAD Inisiasi Program Biopori dan Jugangan untuk Memperbaiki Kualitas Tanah28/08/2025
  • Menjaga Ekosistem Mangrove untuk Kelestarian Lingkungan Pesisir28/08/2025

PRESTASI

  • Mahasiswa UAD Raih Juara Harapan III Kompetisi Artikel Ilmiah Tingkat Nasional 202528/08/2025
  • Mahasiswa UAD Raih Juara Harapan I di National Economic Business Competition 202527/08/2025
  • Mahasiswa UAD Raih Penghargaan Karya Jurnalistik Terbaik Pers Mahasiswa 2025 dari AJI Indonesia25/08/2025
  • Mahasiswa UAD Raih Juara II Lomba Pengabdian Masyarakat Tingkat Nasional pada ASLAMA PTMA 202519/08/2025
  • Mahasiswa UAD Raih Juara II di Ajang AILEC 202519/08/2025

FEATURE

  • Cerita Dwi Nur Fadhliyah, Dari Iseng Hingga Raih Prestasi di BICF 202527/08/2025
  • Nikmat Tak Bisa Terhitung, Syukur Tak Boleh Terputus26/08/2025
  • Psikologi Profetik sebagai Paradigma Integratif Ilmu dan Iman21/08/2025
  • Prof. Maryudi Dorong Inovasi Polimer untuk Lingkungan yang Berkelanjutan20/08/2025
  • Implikasi Putusan MK 135/PUU-XXII/2024: Momentum Baru Demokrasi Lokal Indonesia20/08/2025

TENTANG | KRU | KONTAK | REKAPITULASI

Scroll to top