Akuaponik Hilangkan Keresahan Mojosari

206

Akuaponik adalah cara bercocok tanam dengan memadukan budi daya ikan dan hidroponik. Semua itu bermula dari keresahan kekurangan air yang dialami oleh warga dusun Mojosari. Mereka harus membeli air sebanyak 7.000 liter dengan harga 110 ribu rupiah. Tadah hujan yang tersedia pada masing-masing rumah tidak menjamin memiliki air yang cukup. Apalagi saat musim kemarau dan minoritas yang memasang PDAM.

Menengok keresahan tersebut, maka diadakan pengenalan akuaponik di Balai Padukuhan Mojosari, sebuah padukuhan paling muda yang terletak di desa Hargosari. Warga sangat antusias untuk hadir dan merespons baik program kerja dari unit VIII.C.3 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) itu.

Fari saat mengenalkan akuaponik pada warga di Balai Padukuhan Mojosari

Alfa Moh Algifari sebagai penyumbang proker tersebut menyampaikan, “Alat dan bahan yang dibutuhkan berupa paralon, ember, sabut kelapa, pemanfaatan barang bekas seperti botol plastik bekas minuman untuk pot sayur, meja, dan mesin akuarium sebagai alat perputaran air.”

Saat terjun di hadapan warga, mahasiswa Teknik Informatika yang kerap disapa Fari tersebut menjelaskan pembuatan, cara kerja, dan keunikan akuaponik. Pembuatan tahap pertama yaitu merancang paralon dengan dua posisi vertikal dan horisontal. Hal tersebut supaya air terus berputar seperti sebuah sistem tanpa putus. Selanjutnya, menyiapkan pupuk dengan karung cokelat goni, gula jawa, air kelapa, dan sayur busuk. Pupuk tidak langsung dituangkan, namun harus direndam supaya bertahan lama.

Cara kerja akuaponik yaitu perputaran air ke atas menggunakan mesin akuarium. Air akan mengalir terus-menerus kemudian turun ke bawah. Akan terjadi proses mengoper dari 4 inci ke 2, kalau mesin atau motor mati. Proses panjang itu akan menghasilkan oksigen yang dibutuhkan ikan. Selanjutnya, ikan tetap diberi makan dan kotorannya akan menjadi pupuk tanaman sehingga memiliki nutrisi.

Sisi menarik dari akuaponik yakni menggunakan air sedikit. Pipa sepanjang 4 meter bisa berisi 25 lubang yang bisa diisi pot dengan gelas plastik bekas minuman. Jangan lupa beri jarak 5 jari supaya dapat menghidupkan sayur seperti sawi dan kangkung tanpa lahan atau tanah. Selain itu, bisa memanen ikan. Warga yang ingin memelihara ikan bisa sekaligus bercocok tanam dengan media air. (Dew)