• TERKINI
  • UAD BERDAMPAK
  • PRESTASI
  • FEATURE
  • OPINI
  • MEDIA
  • KIRIM BERITA
  • Menu
News Portal of Universitas Ahmad Dahlan

Syawalan Keluarga Besar UAD

02/05/2023/in Terkini /by Ard

Syawalan keluarga besar Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto: Humas dan Protokol)

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar acara Syawalan Keluarga Besar pada Sabtu, 9 Syawal 1444 H atau 29 April 2023 M bertempat di Masjid Islamic Center dan disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube UAD. Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si. hadir sebagai pengisi tausiah pengajian.

Selain itu, Syawalan ini dihadiri oleh para Pimpinan Muhammadiyah di lingkungan UAD, mitra kerja, Badan Pengurus Harian (BPH), dan seluruh sivitas akademika UAD. Pada kesempatan yang sama dilakukan juga pelepasan calon jamaah haji dari dosen dan tenaga kependidikan dari UAD.

Bersamaan dengan momentum Idulfitri yang dirayakan sukacita oleh seluruh umat muslim, syawalan menjadi momen untuk saling memaafkan, menjalin ukhuwah, silaturahmi, dan saling menggembirakan. Dr. Muchlas, M.T. selaku Rektor UAD menyampaikan kepada hadirin, “Kita hendaknya senantiasa menjunjung tinggi adab dalam melakukan eksplorasi keilmuan sehingga menjadi ilmuwan, akademisi, ataupun peneliti Muhammadiyah yang berkeadaban, rendah hati, dan menggembirakan.”

Ia juga mengingatkan agar kita selalu memperhatikan potongan ayat yang tersemat pada lambang UAD yakni Q.S. Yusuf: 76, wa faoqa kulli dzii ‘ilmin ‘aliim, yang artinya “di atas orang yang berilmu masih ada lagi yang lebih tinggi ilmunya”. Hal ini agar kita terhindar dari arogansi akademik atau kesombongan intelektual.

Terkait jamaah haji yang akan diberangkatkan, Rektor UAD menyampaikan doa dan harapannya supaya mereka diberikan kelancaran haji yang mabrur dan mendapat berkah dari Allah Swt.

Lebih lanjut, Prof. Dr. Marsudi Triatmodjo, S.H., LL.M. selaku Ketua BPH UAD menyampaikan pesan, “Pada kesempatan ini, kita saling memaafkan jika selama menjalankan tugas terdapat banyak kesalahan. Mudah-mudahan arahan Ketua Umum untuk kemajuan UAD bisa kami laksanakan agar UAD bisa lebih menebar manfaat untuk masyarakat dan negara tentunya.”

Masuk pada acara pengajian yang disampaikan Haedar Nashir, ia mengatakan bahwa “Membangun peradaban itu dimulai secara bertahap. UAD adalah simbol pilar peradaban, termasuk Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah (PTMA) lainnya. Lembaga pendidikan dan sosial Muhammadiyah serta seluruh amal usaha merupakan simbol peradaban. Di dalamnya juga terdapat masjid dan musala yang menjadi alat membawa perabadan maju.”

Haedar percaya momentum syawalan ini dijadikan sebagai langkah awal untuk membangun peradaban berkemajuan, “Makna syawalan adalah berburu kebaikan dalam berbagai dimensi kehidupan, mengaplikasikan ibadah-ibadah di bulan Ramadan kemarin, dan memperbaiki diri agar lebih baik ke depannya.” (roy)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Syawalan-keluarga-besar-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto-Humas-dan-Protokol.jpg 1333 2000 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2023-05-02 08:05:032023-05-02 08:05:03Syawalan Keluarga Besar UAD

Bagaimana Seorang Muslim Membangun Keadaban Digital?

28/04/2023/in Terkini /by Ard

Saptoni, S.Ag., M.A., pembicara Pengajian Ramadan PWM D.I. Yogyakarta di Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto: Istimewa)

“Meskipun zaman sudah maju, data-data di internet tidak selalu valid, termasuk data-data saya.”

Kalimat tersebut disampaikan oleh dosen UIN Sunan Kalijaga Saptoni, S.Ag., M.A., pembicara Pengajian Ramadan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah D.I. Yogyakarta yang digelar pada 2 April 2023 di Amphitarium Kampus Utama Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Ungkapan ini mungkin bisa merepresentasikan keresahan-keresahan yang dialami oleh siapa saja, apalagi mereka yang hidup di ambang dunia nyata dan maya. Ini membuka lebar mata, pikiran, dan hati kita, sebagai umat muslim, bagaimana seharusnya bersikap dan bertindak dalam menyelami era digital sehingga terbangun keadaban yang berorientasi kepada kemaslahatan?

Keadaban dan Kemajuan Teknologi

Saptoni menceritakan kasus menarik yang terjadi di Universitas Minnesotta. Seorang profesor dipecat karena menampilkan manuskrip lukisan tahun 1436 M berjudul Mi’raj Namek sebagai bahan ajar sejarah di perkuliahannya. Terdapat penggambaran Malaikat Jibril, Nabi Idris dan Nabi Nuh, serta Nabi Muhammad saw. yang sedang menunggangi burok. Kemudian, salah seorang mahasiswa memprotes hal tersebut dengan dalih lukisan dilarang dalam Islam, apalagi lukisan Nabi Muhammad saw. Asosiasi mahasiswa pun bergerak untuk menuntut sang dosen.

“Ini sebagai pengantar bahwa di dunia ini, keadaban tidak linear dengan kemajuan teknologi. Agama dan beberapa hal lain juga ternyata masih kekeh dengan sesuatu yang dianggap paten,” terangnya.

Keadaban merujuk pada akhlak, tingkat kecerdasan lahir batin, serta kebaikan budi pekerti. Ia menilai, keadaban tak sejalan dengan teknologi yang mengalami kemajuan sangat pesat. Keadaban berhenti di hal-hal yang kaku (rigid), sedangkan teknologi membuat kemajuan dunia sangat pesat, terutama dalam komunikasi dan penyebaran informasi. Tiga puluh tahun lalu, layanan pesan singkat atau sms tradisional dikirim pertama kali. Namun, 30 tahun kemudian, 1 platform media sosial (WhatsApp) saja dapat mengirimkan lebih dari 100 miliar pesan per hari.

Migrasi dan “Gado-Gado Sosial”

“Satu hal yang berefek ketika melihat masyarakat dengan perkembangan keadaban yang tidak linear dengan teknologi adalah keambiguitasan ilmu sosial.”

Saptoni menyatakan, masyarakat kita berangsur-angsur mengalami migrasi dari dunia nyata ke dunia maya. Namun, intensitas informasi yang diterima begitu besar dalam kurun waktu yang singkat. Beragam lapis masyarakat dari tradisional hingga konsumtif berada di 1 garis yang sama membentuk “gado-gado sosial”. Meskipun demikian, pola pikir tradisional masih melekat di berbagai lapis masyarakat. Hal ini menunjukkan kompleksitas yang tidak bisa diuraikan dengan pendekatan sederhana.

Ia juga khawatir akan persepsi masyarakat global tentang Islam. “Saya takut, jangan-jangan Islam hanya direpresentasikan dengan gambar-gambar yang tampak sakral dan suci. Ternyata, bayang-bayang masa lalu masih sangat pekat. Kita masih sering belajar sejarah hanya untuk bernostalgia, fragmen-fragmen kecil sejarah yang sesuai selera dengan mata dan telinga (membahagiakan) diamini sebagai bagian dari agama yang tidak boleh diubah, tidak bisa cair untuk masa sekarang. Maka, agama kurang inovatif.”

Inovasi Agama

Ada 3 hal yang harus kita perhatikan untuk mengembangkan keadaban digital dan komunikasi: tauhid, akhlak, dan hikmah. Pertama, tauhid. Tauhid berkembang dari teologi al maun, tidak hanya sekadar teologi tentang iman, akhlak, akhirat, surga, dan neraka, tetapi juga implementasi secara sosial, melandasi literasi sosial kita dengan tauhid di ranah komunikasi media.

Kedua, akhlak, dari akhlak sebagai komunikator, komunikan, akhlak terhadap pesan, hingga media. Dewasa ini, sulit untuk menerapkan akhlak terhadap pesan. Kita tidak terbiasa memperlakukan pesan sebagai sesuatu yang sakral sehingga semua disampaikan tanpa berpikir matang.

“Kebiasaan masyarakat media sekarang, yang penting cepat dan up to date (terkini),” tambah Saptoni.

Akhlak terhadap media pun kadang-kadang menjebak. Media bukan musuh, bukan juga teman. Media tidak hanya mempunyai kepentingan, tetapi juga merangkul kita sebagai konsumen. Jika terlalu percaya atau antipati dengan media, kita akan terjebak.

Ketiga, hikmah. Syariat dibangun dan dilandasi oleh hikmah dan kemaslahatan umat di dunia dan akhirat. Syariat yang terkonstruksi berupa keadilan, rahmat, dan hikmah itu sendiri. “Jika dahulu suatu hal dianggap menegakkan keadilan, tetapi sekarang mengarah ke kesewenang-wenangan, itu bukan lagi syariat. Agama harus berinovasi.”

Prinsip Pokok Membangun Keadaban Digital

Keadaban digital perlu dibangun dengan memperhatikan beberapa prinsip pokok: al amanah wa al nazahah (tanggung jawab dan netralitas), al diqqah fi al bahs wa al hukm (cermat dan investigatif), dan il tizam al adab (tetap beretika). Sebagai seorang muslim, kita harus bertanggung jawab dalam membangun peradaban media, tidak hanya sekadar konsumen. Kemudian, kita juga harus cermat dan investigatif (teliti) dalam memutuskan sesuatu (berita dan informasi) dengan tetap beriktikad dalam kondisi apa pun dan menjunjung etika serta prinsip pokok dalam bermedia.

“Iman dan aman harus kita sandingkan. Ketika beriman, kita juga harus menjaga keamanan berkomunikasi. Fakta tidak sama dengan berita. Banyak berita mengalami distorsi sehingga menimbulkan hoaks, harus saring sebelum sharing. Penting untuk cerdas bermedia. Kecerdasan perlu kita pupuk bersama anak dan cucu karena kita semua adalah penduduk dunia maya,” terangnya. (nov)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Saptoni-S.Ag_.-M.A.-pembicara-Pengajian-Ramadan-PWM-D.I.-Yogyakarta-di-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto-Istimewa-1.jpg 1333 2000 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2023-04-28 08:43:322023-04-28 08:53:43Bagaimana Seorang Muslim Membangun Keadaban Digital?

Indahnya Ramadan Meraih Takwa

23/04/2023/in Terkini /by Ard

Kegiatan IRAMA di Masjid Kampus III Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto: Istimewa)

Sepanjang bulan Ramadan 1444 Hijriah, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Zona 3 yang terdiri atas Fakultas Kesehatan Masyarakat, Fakultas Farmasi, dan Fakultas Teknik Industri, menyelenggarakan kegiatan IRAMA (Indahnya Ramadan Meraih Takwa). Kegiatan ini berlangsung di Masjid Darunnajah Kampus III Universitas Ahmad Dahlan (UAD) sejak hari ke-1 sampai hari ke-25 di bulan Ramadan.

Tahun ini, IRAMA mengusung tema “Tingkatkan Spirit Beramal Kebaikan, Wujudkan Generasi Muslim Berwawasan Iman, Islam, dan Ihsan”. Adapun rangkaian kegiatan dalam agenda IRAMA di antaranya: kultum, berbagi takjil, Tarawih berjamaah, tadarus Al-Qur’an, Kajian Jumat, hingga bakti sosial.

Muhammad Riyan Firmansyah, selaku ketua pelaksana membocorkan bahwa kegiatan bakti sosial akan dilaksanakan di Masjid Darunnajah Kampus III UAD. “Rencananya, kami akan membagikan santunan dan takjil kepada masyarakat dengan target sekitar 40 orang. Dana yang kami gunakan bersumber dari Lembaga Pengembangan Studi Islam (LPSI) melalui takmir masjid. Selain itu, kami juga bekerja sama dengan berbagai pihak seperti Lazismu DIY dan Pimpinan Ranting Muhammadiyah Cabang Umbulharjo.”

Riyan melanjutkan, “Dengan adanya acara ini, diharapkan bisa memperkuat silaturahmi antarsesama muslim. Sejauh ini, peserta kegiatan didominasi oleh mahasiswa, harapannya ke depan bisa mengajak masyarakat umum untuk berpartisipasi sehingga lebih banyak orang yang memperoleh manfaat.”

Bulan Ramadan merupakan bulan yang penuh berkah dan keistimewaan. Dalam Islam, setiap muslim dianjurkan untuk memperbanyak ibadah di bulan tersebut. Rasulullah saw. pernah bersabda: Diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim “Barang siapa yang berpuasa Ramadan karena penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah Swt., maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (ish)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Kegiatan-IRAMA-di-Masjid-Kampus-III-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto-Istimewa-scaled.jpg 1920 2560 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2023-04-23 06:28:452023-04-23 06:28:45Indahnya Ramadan Meraih Takwa

UAD Bagikan 14 Ton Beras dan 1.250 Paket Sembako untuk Duafa

21/04/2023/in Terkini /by Ard

Penyerahan bantuan sembako secara simbolis oleh Rektor Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Dr. Muchlas, M.T. (kanan) (Foto: Istimewa)

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) telah melaksanakan salah satu rangkaian program kegiatan Ramadan di Kampus (RDK) 1444 H yakni program santunan kepada kaum duafa pada Sabtu, 15 April 2023. Acara ini bekerja sama dengan tim RDK, Lembaga Pengembangan Studi Islam (LPSI) UAD, dan Lembaga Zakat Infaq dan Shadaqah (Lazis) UAD.

Yahya Hanafi selaku ketua panitia RDK melaporkan bahwa RDK UAD memberikan 14 ton beras dan 1.250 paket sembako yang dibagikan melalui panitia RDK, LPSI, dan Lazis UAD kepada 8 ranting di sekitar kampus UAD. Di antaranya Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM)/Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah (PRA) Warungboto, Nitikan, Pandeyan, Semaki, Tamanan, Glagahsari, Giwangan, dan Wates. Paket beras dibagikan ke masjid dan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) mencakup wilayah Bantul, Kota Yogyakarta, Sleman, Gunungkidul, Kulon Progo, hingga Klaten.

Lebih lanjut, Yahya Hanafi menjelaskan, “Kegiatan santunan ke ranting-ranting terdekat merupakan salah satu bentuk implementasi pembinaan dan sinergi UAD dengan persyarikatan yakni Pimpinan Ranting Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah melalui kegiatan sosial. Sekaligus sebagau wujud komitmen UAD untuk memberikan manfaat bagi persyarikatan.”

Dr. Muchlas, M.T. selaku Rektor UAD menyampaikan bahwa acara tersebut merupakan bentuk kepedulian UAD sebagai perguruan tinggi yang berada di sekitar Muhammadiyah maupun ‘Aisyiyah. Nilai-nilai UAD yang dikembangkan adalah nilai ihsan, secara harfiah artinya berbuat baik dan berguna bagi orang lain.

“Program ini merupakan salah satu bentuk implementasinya, tidak hanya diyakini saja, setiap tahun kita menyediakan paket sembako untuk saudara kita yang belum bisa memperoleh rezeki sebagaimana yang kita terima,” ucapnya.

Yahya menambahkan, “Rencana tidak lanjut dengan PRM/PRA penerima sembako, insyaallah kami akan mengadakan pembinaan rutin melalui Catur Dharma Perguruan Tinggi Muhammadiyah.” (roy)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Penyerahan-bantuan-secara-simbolis-oleh-Rektor-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Dr.-Muchlas-M.T.-kanan-scaled.jpg 1707 2560 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2023-04-21 06:40:302023-04-21 06:40:30UAD Bagikan 14 Ton Beras dan 1.250 Paket Sembako untuk Duafa

Sistem Informasi UAD Gelar Ruang Kajian Teknologi dan Budaya

21/04/2023/in Terkini /by Ard

Ruang Kajian Teknologi dan Budaya Prodi Sistem Informasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto: Royan Agil Nugroho)

Program Studi (Prodi) Sistem Informasi (SI) bekerja sama dengan Fakultas Sains dan Teknologi Terapan (FAST) dan Ruang Ekspresi (RE) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) mengadakan “Ruang Kajian Teknologi dan Budaya” yang diselenggarakan pada Selasa, 11 April 2023 bertempat di Laboratorium SI UAD.

Kegiatan tersebut merupakan diskusi interaktif yang mengangkat tema teknologi dan budaya, serta rencananya akan diadakan secara rutin ke depannya. Edisi perdana ini memanfaatkan momen Ngabuburit Ramadan menghadirkan budayawan dan peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dengan mengangkat tema “Manusia dalam Kendali Artificial Intelligence (AI)”.

Sabrang Mowo Damar Panuluh, B.Sc. selaku CEO Symbolic.ID dan Dewan Pakar Lembaga Seni Budaya PP Muhammadiyah, juga vokalis band Letto hadir dalam acara ini. Turut serta Arwan Ahmad Khoirudin, peneliti BRIN sebagai narasumber didampingi oleh Farid Suryanto, S.Pd., M.T. yakni dosen Sistem Informasi UAD sebagai moderator.

“Teknologi diadopsi secara masif dan alasan teknologi diciptakan, pada prinsipnya adalah bagaimana manusia bisa mencapai sesuatu yang lebih dengan energi yang sangat sedikit dan waktu yang sedikit,” ujar Sabrang.

Ia menjelaskan secara sederhana perubahan teknologi dan budaya yang saat ini terjadi. “Misalnya dalam mencangkul tanah, mulanya menggunakan tangan, lalu berkembang menggunakan cangkul, kemudian garu dengan tenaga hewan sapi, dan sekarang menggunakan traktor. Pada intinya, eskalasi teknologi ini hadir untuk mengerjakan tugasnya.”

Seiring berkembangnya teknologi, dalam hal ini AI, tentunya mengandung risiko. “Ketika kita dibantu mengerjakan tugas, lama-lama kita lupa bagaimana cara melakukan tugasnya,” tambahnya.

Hubungan antarmanusia yakni manusia satu dengan manusia yang lain yang di tengahnya ada teknologi maka akan terjadi pergeseran. Sabrang mengungkapkan bahwa semua teknologi itu pasti memengaruhi hubungan manusia dengan manusia karena teknologi adalah ekstensi dari manusia itu sendiri.

“Sayangnya, perkembangan teknologi ini berdampak pada perubahan besar pada budaya society di masyarakat, contohnya filter Instagram. Muncullah stigma, ‘Jujur itu jadi norma yang buruk dibandingkan membohongi orang lain menggunakan filter’, karena adanya teknologi yang menjembatani hal itu, adanya perubahan nilai, terjadi perubahan pandang sehingga terjadi perubahan perilaku dan efeknya berantai. Jelas, teknologi memengaruhi budaya!” tegasnya.

Lebih lanjut, Arwan menimpali, “Teknologi AI bergerak dan bertindak sesuai dengan data yang dipunyai dan apa yang ia latihkan. Makin banyak data maka tingkat akurasi dan tindakannya akan tepat.”

“Do something important! Indonesia mungkin kalah 5 tahun dalam perkembangan internet, tetapi kalau untuk AI, kita pintar bersama-sama. Kalau kita masih ketinggalan dalam hal itu, artinya, kita yang tidak pintar, bukan ketinggalan. Buktikan kalau kita adalah generasi yang pintar!” pesan Sabrang untuk seluruh mahasiswa SI UAD. (roy)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Ruang-Kajian-Teknologi-dan-Budaya-Prodi-Sistem-Informasi-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto-Royan-Agil-Nugroho.png 768 1366 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2023-04-21 06:15:362023-04-21 06:15:36Sistem Informasi UAD Gelar Ruang Kajian Teknologi dan Budaya

KKN UAD Gelar Tablig Akbar Nuzululquran

19/04/2023/in Terkini /by Ard

Tablig Akbar memperingati Nuzululquran oleh KKN Universitas Ahmad Dahlan (UAD) di Ketandan Raya, Bantul (Foto: Istimewa)

Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Ramadan Universitas Ahmad Dahlan (UAD) bersama Takmir Masjid Al-Ittihaad, Ketandan Raya, Banguntapan, Bantul, mengadakan kajian Tablig Akbar Nuzululquran 1444 H pada 8 April 2023. Kegiatan ini mengusung tema “Bersinergi Bersama Memakmurkan Masjid dengan Kegiatan Ibadah Ramadan & Kepedulian Sosial pada Sesama”.

Acara yang biasanya sekadar tablig akbar diisi 1 penceramah dan ditutup doa bersama, oleh tim KKN UAD berhasil dikombinasikan menjadi dakwah dan seni. Kegiatan berlangsung kurang lebih 2 jam dimulai setelah isya, dengan menampilkan video profil masjid Al-Ittihaad dan diselingi pembacaan puisi bertema Nuzululquran oleh anak-anak santri. Tiba pada inti, Rizkon Nada yang merupakan bagian dari tim KKN UAD memandu, dilanjutkan dengan penampilan pembacaan ayat-ayat Al-Qur’an oleh santri TPA Al-Ittihaad dan dilanjutkan ceramah yang dibawakan oleh Ustaz Drs. Taufiq Ridwan.

“Allah sangat mencintai hamba-Nya yang selalu berdoa dalam keadaan apa pun. Berdoa dalam keadaan senang maupun sedih, karena doa adalah hal yang lebih mulia di sisi Allah,” ungkap Ustaz Taufiq.

Nuzululquran merupakan waktu diturunkannya ayat-ayat Al-Qur’an. Di samping itu, di dalam Al-Qur’an banyak dijelaskan mengenai keutamaan dalam doa. Sebab, doa berperan dalam memperkuat hubungan umat muslim dengan Allah Swt.

Ustaz Taufiq pun berpesan agar kita senantiasa berdoa kepada Allah Swt. karena doa memiliki kekuatan yang luar biasa dalam mengubah takdir dan memperbaiki keadaan yang sulit. “Oleh karena itu, sebagai seorang muslim, kita harus selalu mengingatkan diri kita sendiri untuk senantiasa berdoa dalam segala hal,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua KKN UAD Afnan Saud menuturkan ceramah yang disampaikan oleh Drs. Taufiq Ridwan diharapkan dapat memberikan semangat dalam mengembangkan dan meningkatkan keimanan seluruh masyarakat di Ketandan Raya.

“Juga memberikan dampak semangat memakmurkan masjid melalui kegiatan langsung oleh masyarakat dan pengurus masjid, tentunya dengan fondasi doa sebagai pegangan umat Islam,” pungkasnya. (afn/roy)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Tablig-Akbar-memperingati-Nuzululquran-oleh-KKN-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-di-Ketandan-Raya-Bantul-Foto-Istimewa.jpg 1200 1600 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2023-04-19 21:34:222023-04-19 21:34:22KKN UAD Gelar Tablig Akbar Nuzululquran

Keutamaan dan Makna Bulan Ramadan

19/04/2023/in Terkini /by Ard

Kajian Tarawih Ramadan di Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dengan Penceramah H. Hendra Darmawan, S.Pd., M.A. (Foto: Istimewa)

Panitia Ramadan di Kampus (RDK) 1444 H Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta mengadakan Kajian Tarawih setiap hari setelah salat Isya selama bulan Ramadan. Kajian ini disiarkan melalui kanal YouTube Masjid Islamic Center UAD dan berlangsung secara luring di kompleks masjid tersebut dengan tema serta penceramah yang berbeda setiap pertemuannya. Salah satunya adalah H. Hendra Darmawan, S.Pd., M.A. yang merupakan Kepala Bidang Pendidikan Lembaga Pengembangan Studi Islam (LPSI) UAD.

Hendra Darmawan di awal ceramahnya menuturkan, “Di Inggris dan Eropa ada banyak gereja yang sudah dibeli oleh komunitas muslim dan berubah menjadi masjid. Jadi ada berita yang bagus saat gelombang islamophobia hadir, yakni dengan serta merta mereka juga secara tidak langsung ingin tahu tentang Islam. Ingin tahu apakah benar yang dituduhkan demikian, tetapi ternyata tidak seperti apa yang mereka tuduhkan. Jadi, gelombang islamophobia ini disambut dengan islamofilia. Maka tidak heran sampai kampus yang sekuler pun, Harvard University, dengan tangan terbuka memfasilitasi mahasiswanya untuk berkegiatan selama bulan Ramadan.”

Kemudian, ia menuturkan tentang inti ceramah malam itu. “Nabi Muhammad saw. setiap akhir bulan Syakban menyampaikan pidatonya terkait dengan keutamaan bulan Ramadan, yang di dalamnya terdapat puasa, salat Tarawih, dan ada juga sebutan bulan yang lebih baik dari seribu bulan. Keutamaan lainnya, jika umat Islam melaksanakan ibadah wajib maka akan dilipatgandakan seperti 70 kali di luar bulan Ramadan.”

Bulan Ramadan Adalah Bulan Kesabaran

Bulan Ramadan adalah bulan kesabaran. Tidak hanya sekadar sabar menahan lapar dan dahaga saja, tetapi lebih dari itu. Kesabaran yang dimaksud adalah sabar dalam menjalankan ketaatan kepada Allah, sabar dalam menghadapi musibah dari Allah, dan sabar dalam menjauhi kemaksiatan. Ketiga hal tersebut berjalan dengan hanya berharap rida Allah. Pahala dari kesabaran yang demikian itu adalah surga Allah Swt.

Bulan Ramadan Adalah Bulan Memberi

Bulan Ramadan adalah bulan memberi dan Allah tampakkan pemberian-Nya. Hal ini merupakan bagian dari keutamaan bulan Ramadan dalam hadis lain yang artinya, “Seluruh perbuatan anak Adam untuknya kecuali ibadah puasa. Sesungguhnya puasa itu untuk-Ku dan Akulah yang akan membalasnya.”

Syaikh Ibnul Qoyyim al-Zaujiyah mengelaborasi penjelasan hadis ini bahwasanya di dalam bulan Ramadan ada rahasia yang hanya hamba dan Allah-lah yang tahu. Bagaimana seorang hamba menjaga agar puasanya tetap memiliki keutamaan, agar puasanya tidak batal, dan agar puasanya asli atau tidak dibuat-buat hanya semata-mata karena merasa diawasi langsung oleh Allah. “Marilah manfaatkan bulan Ramadan ini untuk mengasah ketajaman sensitivitas ruhaniah bahwasanya setiap diri manusia selalu diawasi oleh Allah dan perkaya ketajaman ruhaniahnya dengan membasahi lisan untuk senantiasa berzikir kepada Allah,” imbuh Hendra.

Makna Bulan Ramadan

Bulan Ramadan artinya membakar, membakar dengan sangat panasnya. Dalam catatan sejarah biasanya bulan Ramadan datang di bulan-bulan musim panas. Dalam tradisi Arab jahiliah, bahkan mereka memiliki semacam kode etik jika datang bulan Ramadan mereka menghentikan pertikaian, pertumpahan darah, perkelahian, dan hal lainnya karena demi menghargai datangnya bulan Ramadan.

“Akan tetapi, fakta di Indonesia saat ini masih didapati ada pihak-pihak yang berupaya melakukan kejahatan jelang bulan Ramadan, beberapa hari yang lalu juga ada aksi klitih di Yogyakarta ini. Sungguh sangat menodai. Bahkan perilaku elite politik juga membuat gaduh di awal-awal Ramadan. Jika dibandingkan dengan tradisi Arab zaman dulu dengan kondisi saat ini menunjukkan adanya kemunduran,” tutupnya. (Zah)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Kajian-Tarawih-Ramadan-di-Masjid-Islamic-Center-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-dengan-Penceramah-H.-Hendra-Darmawan-S.Pd_.-M.A.-Foto-Istimewa.jpg 720 1363 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2023-04-19 21:11:082023-04-19 21:11:08Keutamaan dan Makna Bulan Ramadan

UAD Gelar Buka Puasa Bersama Forum Wartawan

17/04/2023/in Terkini /by Ard

Buka bersama pimpinan Universitas Ahmad Dahlan (UAD) bersama forum wartawan (Foto: Humas dan Protokol UAD)

Bulan Ramadan adalah momen yang tepat untuk meningkatkan segala kebaikan dalam semua aspek kehidupan, termasuk silaturahmi. Menanggapi hal ini, Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menyelenggarakan acara Buka Puasa Bersama Pimpinan dan Forum Wartawan UAD pada Jumat, 14 April 2023. Acara ini dilangsungkan secara luring bertempat di Eastparc Hotel, Sleman.

Turut hadir dalam acara ini, Rektor UAD Dr. Muchlas, M.T., Wakil Rektor Bidang Al Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) UAD Drs. Parjiman, M.Ag., Wakil Rektor Bidang Akademik Rusydi Umar, S.T., M.T., Ph.D., Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Manusia Dr. Norma Sari, S.H., M. Hum., Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Dr. Gatot Sugiharto, S.H., M.H., dan para tamu undangan dari Forum Wartawan UAD.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada teman-teman wartawan, karena kami rasa tanpa bapak dan ibu, UAD tidak akan ada beritanya. Terima kasih atas masukan-masukan yang telah diberikan, itu sangat berguna bagi kami. Meskipun beberapa dari ide dan masukan tersebut tidak semuanya bisa direalisasikan,” sambut Rektor UAD, Dr. Muchlas, M.T.

Muchlas menuturkan bahwa wartawan di lingkungan UAD berperan sangat penting dalam menentukan eksistensi UAD di ranah yang lebih luas. Hal ini didasarkan pada kerja keras para wartawan di lingkungan UAD yang senantiasa menjaga konsistensi dalam penyebaran informasi dan berita yang positif, objektif, valid, dan bertanggung jawab, serta senantiasa melakukan kontrol dan monitoring terhadap berbagai isu yang beredar di lingkungan kampus.

Sementara itu, Jayadi selaku perwakilan dari Forum Wartawan UAD turut menyampaikan ucapan terima kasih kepada UAD atas berbagai kerjasama yang selama ini telah dijalin, baik dalam bentuk iklan, artikel, hingga opini secara berkala. Tak lupa, Ia juga memberikan sepucuk pesan bagi Tim Bidang Humas dan Protokol UAD. “Humas di universitas saat ini sudah bagus, sudah jalan. Tetapi Humas Universitas masih perlu melakukan pendampingan pada Humas Fakultas karena skill dan kemampuan di tingkat fakultas belum merata,” tuturnya.

Agenda kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan bingkisan lebaran dari UAD ke Forum Wartawan, penyerahan kenang-kenangan pisah sambut Kepala Bidang Hukum, Tatalaksana Organisasi dan Etika Kantor Universitas (KU) UAD, dan penyerahan SK Humas Fakultas Pergantian Antar Waktu oleh Rektor UAD.

Selanjutnya adalah pengajian yang disampaikan oleh Drs. Parjiman, M.Ag.  yang merupakan Wakil Rektor Bidang AIK UAD. Dalam ceramahnya, Ia menjelaskan bagaimana agama Islam bisa tetap eksis hingga sekarang dan kaitannya dengan peran wartawan di masa kini.

“Kenapa sampai sekarang Islam masih bisa diterima masyarakat? Tentu karena peran-peran para sahabat Nabi dahulu yang senantiasa menyebarkan agama Islam secara terus-menerus dengan cara yang positif. Sama seperti wartawan saat ini. Maka, kita perlu berterima kasih pada wartawan,” paparnya.

Acara kemudian ditutup dengan kegiatan buka puasa bersama yang semuanya berjalan dengan khidmat dan suka cita. (Lid)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Buka-bersama-pimpinan-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-bersama-forum-wartawan-Foto-Humas-dan-Protokol-UAD.jpg 1333 2000 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2023-04-17 20:54:192023-04-17 20:54:19UAD Gelar Buka Puasa Bersama Forum Wartawan

Mahasiswa KKN UAD Edukasi Bahaya Pernikahan Dini

15/04/2023/in Terkini /by Ard

Sosialisasi bahaya pernikahan dini kepada remaja di Kampung Jogoragan oleh KKN Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto: Istimewa)

Mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) yang tergabung pada Kuliah Kerja Nyata (KKN) Alternatif Ramadan Unit I.B.2 mengadakan edukasi mengenai bahaya pernikahan dini kepada remaja di Padukuhan Modalan, Kampung Jogoragan, Kelurahan Banguntapan, Kapanewon Banguntapan. Acara tersebut bekerja sama dengan Puskesmas Banguntapan III dan dilaksanakan pada Selasa, 11 April 2023.

Sebelumnya, mahasiswa KKN Unit I.B.2 telah melakukan koordinasi dengan Ketua Dukuh Kampung Jogoragan yaitu Joko Danang Kurniawan, S.H., M.Kn. Ia mengatakan bahwa sosialisasi tersebut sangat dibutuhkan untuk memberi edukasi kepada para remaja terkait bahaya dari pergaulan bebas.

Tak ketinggalan Rani selaku perwakilan dari Puskesmas Banguntapan III mengatakan, “Pernikahan dini merupakan salah satu bencana yang dapat menimpa para remaja Indonesia, sehingga ini adalah isu penting bagi kita untuk membangun kesadaran para remaja terkait bahaya dari pergaulan bebas.”

Lebih lanjut, Mirza yang merupakan ketua dari Remaja Islam Masjid Jogoragan (Rismaga) menuturkan bahwa kegiatan tersebut pertama kali dilakukan di Kampung Jogoragan. “Kegiatan ini akan sangat bermanfaat khususnya bagi para remaja kampung kami. Mengingat banyak anak di kampung ini yang sudah beranjak remaja dan memerlukan edukasi terkait bahaya pernikahan dini,” ujarnya.

Selama sosialisasi berlangsung, remaja Kampung Jogoragan terlihat antusias dalam menyimak materi yang disampaikan. Di antaranya terkait bahaya pernikahan dini, pertumbuhan psikologis pada masa remaja, cara merawat organ reproduksi, dan bahaya seks bebas. (irm/umh)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Sosialisasi-bahaya-pernikahan-dini-kepada-remaja-di-Kampung-Jogoragan-oleh-KKN-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto-Istimewa.jpeg 835 1197 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2023-04-15 10:09:422023-04-15 10:09:42Mahasiswa KKN UAD Edukasi Bahaya Pernikahan Dini

Ciptakan Generasi Gemar Mengaji dengan Festival Anak Sholeh

15/04/2023/in Terkini /by Ard

Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mubalig Hijrah Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Periode 108 gelar Festival Anak Sholeh (FAS) (Foto: Istimewa)

Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mubalig Hijrah Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Periode 108 gelar Festival Anak Sholeh (FAS) Tingkat Kecamatan di SD N 1 Bibis, Kalurahan Krambilsawit, Kapanewon Saptosari, Gunungkidul, Yogyakarta. Acara ini mengangkat tema “Mewujudkan Semangat Ramadan Generasi Islam Saptosari”, dan dihadiri oleh beberapa Pimpinan Muhammadiyah mulai dari Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) hingga Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM). Hadir pula tamu undangan yang turut mendukung serta menjadi juri dalam pelaksanaan festival tersebut.

Acara yang berlangsung pada Sabtu, 8 April 2023 ini diikuti oleh 28 anak dari 6 TPA masjid di Krambilsawit. Mereka merupakan peserta terpilih yang sudah melalui seleksi 3 posko KKN Mubalig Hijrah yang berada di 3 dusun, yaitu Dusun Bibis, Ngondel Wetan, dan Ngondel Kulon. Para peserta didampingi oleh masing-masing 3 Unit posko KKN TPA.

Selain itu, terdapat 5 kategori yang dilombakan, yaitu lomba azan, hafalan surat pendek, tartil, dan mewarnai. Untuk mewarnai diikuti oleh santri yang duduk di bangku PAUD dan TK, lomba tartil untuk siswa SMA, sedangkan 3 kategori lainnya adalah santri yang duduk di bangku SD.

Tujianto selaku PCM Saptosari menyampaikan, “Lomba ini dapat memotivasi santri dalam belajar mengaji dan membaca Al-Qur’an sekaligus menciptakan generasi-generasi dai di Kecamatan Saptosari.”

Acara disambut meriah oleh para peserta. Adanya pertunjukan seni tari, pembacaan puisi, serta tilawah dari salah satu santri Pondok Al-Murtado Ponjong makin memeriahkan FAS tersebut. Para peserta terlihat antusias dan tetap semangat selama mengikuti perlombaan walaupun sedang dalam menjalani ibadah puasa. (eka)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Kuliah-Kerja-Nyata-KKN-Mubalig-Hijrah-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Periode-108-gelar-Festival-Anak-Sholeh-FAS-Foto-Istimewa.jpg 1200 1600 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2023-04-15 09:01:422023-04-15 09:01:42Ciptakan Generasi Gemar Mengaji dengan Festival Anak Sholeh
Page 317 of 750«‹315316317318319›»

TERKINI

  • Mahasiswa UAD Lolos Seleksi Pelatnas Asian Games XX 2026 Cabang Bola Voli Pantai02/04/2026
  • Mahasiswa KKN UAD Selenggarakan Cek Kesehatan Gratis02/04/2026
  • Pesan Mendalam Ekologi dalam Surah Ar-Rahman02/04/2026
  • Mahasiswa KKN UAD Sosialisasikan Gizi Seimbang di Batur Lor01/04/2026
  • Memaknai Lailatul Qadar melalui Al-Qur’an01/04/2026

PRESTASI

  • Inovasikan AR dan Permainan Edukatif, Mahasiswa UAD Juara 2 Microteaching International Competition09/03/2026
  • Mahasiswa PBI UAD Raih Silver Medal dalam Lomba Esai Nasional26/02/2026
  • Mahasiswa PBio UAD, Zul Hamdi Batubara Raih Andalan Awards Tiga Tahun Berturut-turut19/02/2026
  • Tim AL-Qorni UAD Raih Juara I Prototype Vehicle Design pada Shell Eco-marathon Middle East & Asia 202628/01/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara I Best Use of Data pada ADIYC Tahun 202523/01/2026

FEATURE

  • Wujudkan Kampus Ekologis, Komitmen Nyata UAD Menjaga Alam02/03/2026
  • Budaya Ekologis dan Resiliensi di Dunia Pendidikan01/03/2026
  • Restorasi Lingkungan sebagai Pilar Perkhidmatan Masa Depan01/03/2026
  • Optimalisasi Karya Kampus untuk Masyarakat26/02/2026
  • Istikamah dalam Ibadah, Kunci Meraih Ampunan di Bulan Ramadan26/02/2026

TENTANG | KRU | KONTAK | REKAPITULASI

Scroll to top