Dua Mahasiswi Fisika UAD Rancang Alat Monitoring Longsor

0
198

Endah Ariyanti dan Kartikasari Nur Solichah, mahasiswi Program Studi (Prodi) Fisika Universitas Ahmad Dahlan (UAD) angkatan 2015 rancang alat monitoring pergeseran tanah. Penelitian tersebut berjudul “Perancangan Ekstensometer Berbasis Potensiometer”. Selain untuk penelitian skripsi, penelitian ini sebelumnya sudah pernah diikutkan kompetisi tingkat internasional pada April 2018 dan memperoleh medali perunggu.

Ekstensometer ialah alat yang dipergunakan untuk monitoring pergeseran tanah longsor dan berfungsi untuk mengukur perubahan panjang suatu objek atau benda. Kemudian, dipergunakan untuk monitoring pergeseran tanah dengan desain alat sederhana, berbahan lokal, dan terjangkau. Hal terpenting yakni tidak mengurangi fungsi dari ekstensometer itu sendiri.

Endah mengungkapkan, ide ini bermula sejak mereka melakukan kuliah praktik di BPPTKG Jogja. Proses penelitian dimulai sejak bulan Maret 2019 hingga Februari 2020. Selanjutnya, dibutuhkan waktu selama dua bulan untuk desain alat. Semua bahan yang digunakan harus diuji terlebih dahulu sesuai standar. Selama proses pengambilan data hampir tiga bulan, keduanya menggunakan laboratorium ALOP Fisika UAD.

Ekstensometer ciptaan mahasiswa UAD, alat yang dipergunakan untuk monitoring pergeseran tanah longsor

Awalnya, lokasi uji untuk simulasi ekstensometer terletak di daerah Pleret, Bantul. Namun data yang dirasa masih kurang. Akhirnya dengan dibimbing langsung oleh Prof. Hariyadi, M.Sc., Ph.D. selaku dosen Prodi Fisika UAD, penelitian ekstensometer dilanjutkan di daerah Turi, Sleman. Dalam penentuan lokasi uji, sebenarnya tidak ada kriteria khusus. Bukan jenis tanah ataupun tempatnya, tetapi yang membedakan hanya jenis longsornya saja. Sehingga, di mana pun alat ini bisa dipasang dan digunakan.

“Susah mencari tempat untuk simulasinya, awalnya di Pleret dan akhirnya di lahan serai. Kami harus membuat ulang tempat simulasinya dari awal, yakni dengan memotong rumput hingga gali tanah dan pasir, dilanjutkan dengan monitoring yang dilakukan setiap hari. Kami harus berangkat dari Umbulharjo ke Turi setiap hari,” ungkap Endah ketika disodori pertanyaan kendala selama proses penelitian.

Besi hollow, kawat wire rope, sprocket dan rantai, potensiometer, Arduino, Analog Digital Converter (ADC) 12 bit, LM 741, serta laptop, menjadi bahan-bahan yang dipergunakan dalam merancang alat tersebut.

“Proses penelitian ini membutuhkan banyak tenaga dan waktu, agar hasilnya sesuai dengan yang diinginkan. Bersyukurnya, banyak sekali teman-teman yang membantu. Ditambah dengan bimbingan Pak Sarijo dan Prof. Hariyadi,” tutup Endah. (Chk)