Lentera Senja Sebuah Kreativitas Dibungkus Inspirasi

0
110

Melanjutkan prestasi menulis cerpen pascakelulusan SMK, di bangku kuliah, Chika Ardeviya Rista mengikuti sayembara menulis kisah inspiratif yang diadakan oleh Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) dalam rangka pekan bahasa 2017 tingkat nasional. Awalnya, ia hanya menulis dan mengirim ke email. Ia tidak menyangka saat pengumuman diundang ke Jakarta. Acara resepsi milad yang bertempat di Universitas Buya Hamka mengundang dirinya sebagai predikat tiga karya terbaik. Ia berhasil mengantongi juara dua.

Selain menulis ketika lomba, Chika mengaku menulis di blog sendiri dan blog program studi. Blog dibuat dari awal masuk kuliah berisi cerpen dan tugas kuliah. Sementara untuk karya berjudul “Lentera Senja”, mengangkat sosok gurunya di SMK yang sekaligus pembina IPM, sosok inspiratif yang mendidiknya serta teman-temannya.

Mahasiswi Universitas Ahmad Dahlan Program Studi Sastra Indonesia angkatan 2017 ini bercerita, “Saya yang bukan anaknya sudah dianggapnya anak. Ia mendidik kami selama tiga tahun seraya menjalankan sistem pengaderan. Setiap dua minggu sekali kami pengaderan, diberi materi kemuhammadiyahan, materi IPM, keorganisasian, dan hafalan-hafalan Alquran. Ia yang selalu mendoktrin, namun tetap mempunyai sisi humoris. Ketika bilang A, pasti harus A. Semua itu yang menjadikan mental kami terbentuk. Ketika kami berbuat kesalahan maka langsung ditegur. Ia pelopor yang membuat jalan adanya beasiswa kader di UAD dan UMY. Lewat situ, kader-kadernya dimasukkan ke UAD dan UMY melalui beasiswa tersebut.”

Oleh karena itu, ketika ada lomba, Chika langsung teringat dengan sosok inspiratif dalam hidupnya itu. Perempuan manis ini membutuhkan waktu seminggu untuk menulis. Saat menulis, setengah niat dan sesuai dengan mood. Saat bosan ditutup, ada ide tambah lagi. Dibaca ulang lagi. Menulis tidak harus sekali duduk selesai. Untuk wawancara dengan gurunya, karena sudah di Yogyakarta jadi Chika hanya melalui pesan atau menelepon.

“Menulislah ketika kamu memiliki semangat dan inspirasi, karena ide akan tumbuh sendiri. Jangan pernah memaksakan untuk menulis karena kreativitas tidak bisa dipaksakan dan tidak bisa diikat. Imajinasi akan selalu liar ketika keinginan tumbuh dari diri sendiri daripada mendapat paksaan dari orang lain. Sebagai ciptaan Tuhan, saat menjalani hidup perlu rasa syukur dengan segala sesuatu yang kita punyai saat ini. Lihat diri sendiri untuk introspeksi, lihat ke bawah supaya semangat untuk meraih orang-orang sudah berada di atas. Naik tanpa harus menjatuhkan,” pesannya saat ditemui di Persada UAD pada Selasa (16-7-2019). (Dew)