Mahasiswa sebagai Aktor Intelektual

0
297
Ella Yussy Dwi Astuti S.S. Presiden Mahasiswa Periode 2015-2016.

“Organisasi akan penting untuk mereka yang berbuat dan bermanfaat bagi orang lain. Namun, tidak penting bagi mereka yang berorientasi untuk diri sendiri. Misalkan, kuliah hanya untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik di masa depan, maka baginya organisasi adalah sesuatu yang tidak penting. Makanya, organisasi hanyalah untuk mereka yang mau berpikir dan berbuat untuk orang lain,” tutur Ella Yussy Dwi Astuti, S.S.

Ella merupakan salah satu alumnus Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Program Studi Sastra Inggris dan lulus pada tahun 2016. Perempuan asal Kota Gede ini pernah aktif di Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Fakultas Sastra, Budaya, dan Komunikasi (FSBK). Ia juga pernah menjadi Presiden Mahasiswa UAD pada periode 2015-2016. Ia juga pernah menjadi ketua umum IMM FSBK periode 2014-2015. Selain itu, ia juga pernah menjadi Presiden Mahasiswa UAD pada periode 2015-2016.

Sebagai seorang aktivis, Ella mengatakan bahwa baginya organisasi adalah sesuatu yang penting karena dapat membangun kepribadian dan akan mendapatkan banyak manfaat.

“Organisasi selain dapat membangun kepribadian juga dapat meningkatkan kita dalam bersosialisasi, berargumen, berdialektika, dan legitimasi. Dahulu saya tidak pernah berdialektika di depan umum, namun setelah mengikuti organisasi saya bisa melakukannya. Artinya, itu adalah hal yang sangat dasar yang harus dimiliki oleh mahasiswa sebagai aktor intelektual. Apa gunanya kita memiliki pemahaman intelek tetapi tidak bisa menjelaskan kepada orang lain? Kita tidak akan bisa mengamalkan keilmuan yang kita pahami jika tidak berorganisasi.”

“Selain itu, manfaat yang saya rasakan adalah mendapatkan relasi, pengakuan, bahkan mudah mengikuti perkuliahan karena dikenal oleh dosen. Perkuliahan pun menjadi semakin mudah,” tambahnya.

Ella berpesan kepada mahasiswa, “Untuk mahasiswa, terutama mahasiswa baru, ingatlah tiga prinsip ini, yaitu bertanggungjawablah dengan ilmumu menjadi seorang intelektual yang terbaik, bertanggungjawablah atas keilmuanmu untuk disampaikan kepada masyarakat, dan jangan lupakan semua itu terjadi karena atas izin Allah. Maka, ibadah dan sifat religius adalah pijakan yang sangat kuat.” (wpw)