Menapak Jalan Dakwah di Bumi Barat bersama Imam Shamsi Ali

0
91

Fakultas Sastra, Budaya, dan Komunikasi (FSBK) bersama Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar diskusi sekaligus bedah buku Menapak Jalan Dakwah di Bumi Barat Biografi Pemikiran Imam Shamsi Ali pada Senin (26-10-2019) di Amphitarium Kampus Utama. Diskusi dan bedah buku tersebut menghadirkan langsung Imam Shamsi Ali, Imam Besar Masjid New York Amerika Serikat.

Imam Shamsi Ali berkesempatan memberikan kuliah umum tentang pandangan bangsa Barat terhadap umat Islam. Dengan aksen Bugis dan Inggris-nya yang khas, ia berhasil menarik perhatian peserta. Dari kacamata orang Amerika, pertama kali yang tebersit di pikiran mereka ketika mendengar Islam ialah teroris, konflik, Arab, dan peperangan.

Perlu diketahui, selama ini pandangan orang Barat tentang Islam ternyata berawal dari kesalahan informasi. Ketidaksempurnaan media dalam menyajikan berita membuat mereka menerima informasi yang membuat seakan-akan membenci Islam. Inilah yang disebut sebagai fobia Islam. Orang Barat yang benci terhadap Islam hanya karena ketidaktahuan informasi itu akhirnya menimbulkan ketakutan, kecemasan, kebencian, bahkan orang Yahudi sekalipun berpikiran bahwa orang Islam hadir untuk memerangi Yahudi. Maka sebelum Islam memerangi mereka, Yahudi akan turun tangan terlebih dahulu. Hanya itulah yang mereka ketahui tentang Islam. Padahal jauh dari itu, Islam adalah agama yang damai sebagai penyempurna dari agama sebelumnya.

Pembicara diskusi sekaligus bedah buku Menapak Jalan Dakwah di Bumi Barat Biografi Pemikiran Imam Shamsi Ali pada Senin (26-10-2019) di Amphitarium Kampus Utama UAD

Persepsi inilah yang harus diluruskan agar umat Islam tidak dipandang buruk oleh orang Barat. Di masjid New York, Imam Shamsi Ali menghadirkan kelas khusus bagi warga nonmuslim yang mau belajar tentang Islam. Setidaknya melalui kelas khusus tersebut, bisa membuat cara pandang orang Amerika menjadi terbuka dan secara tidak langsung berhasil menanamkan Islam pada diri mereka. Hingga sekarang, tak sedikit orang Amerika yang tergugah hatinya masuk agama Islam.

“Karena saya membungkus Islam dengan gaya Indonesia, bukan hanya dengan gaya Arab,” tutur Imam di sela ceramahnya.

Sudah menjadi rahasia umum bahwa agama Islam memang berawal dari Arab, tapi negara yang mempunyai penduduk muslim terbesar adalah Indonesia. Di era global ini umat Islam harus berada di garda terdepan untuk membangun dunia agar Islam tidak dianggap sebelah mata, karena Islam adalah agama rahmatan lil alamin. (Chk).