Meningkatkan Wawasan Kesehatan Ibu dan Anak Melalui Konferensi Internasional

0
154

Yogyakarta-Rosyidah SE Mkes selaku dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Ahmad Dahlan (FKM-UAD) secara resmi membuka acara seminar internasional dengan tema “Peran Pemerintah dan Swasta dalam Upaya Meningkatkan Kesehatan Ibu dan Anak (The Role of Government and Private Sector to Improve Maternal and Child Health) di Aduitorium Utama Kampus 3 UAD pada Sabtu 10/5/14.

“Konferensi internasional ini sangat penting karena angka kematian ibu dan anak tinggi di Indonesia. Selain itu kesehatan ibu dan anak adalah salah satu program Millenium Development Goal’s (MDGs) yang harus kita capai dalam tenggat waktu setahun kedepan” terang Rosyidah dalam sambutannya.

Ia menambahkan upaya untuk mencapai MDGs telah menjadi unsur yang penting untuk tujuan pembangunan Indonesia dengan waktu yang tersisa satu tahun sebelum tenggat waktu pencapaian target MDGs. Oleh karena itu katanya, harus ada upaya bersama disemua lapisan masyarakat termasuk pemerintah dan swasta.

Adapun tujuan diselenggarakannya seminar internasional adalah untuk meningkatkan wawasan dan pemahaman tentang kesehatan ibu dan anak, meningkatkan wawasan dan pemahaman tentang peran pemerintah dan swasta untuk meningkatkan kesehatan ibu dan anak secara global, khususnya di Indonesia, Malaysia, dan Filipina serta mendukung upaya-upaya dan program-program yang telah ditetapkan pemerintah Indonesia untuk mencapai target-target MDG terutama di bidang kesehatan ibu dan anak.

“Seminar ini bertujuan untuk menambah wawasan tentang kesehatan ibu dan anak yang semakin hari semakin turun, misalnya angka kematian ibu dan bayi saat melahirkan masih tinggi” ujar Suci Musvita Ayu SKM MPH selaku ketua panitia saat ditemui disela kesibukan acara.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa konferensi ini dihadiri oleh Prof. dr. Ali Ghufron, M.Sc., Ph.D. (Wamenkes RI), Prof. Dr. Yeo Kee Jiar (Universitas Teknologi Malaysia), Prof. Dr. Wongsa Laohasiriwong (Wakil Dekan Universtias Khon Kaen, Thailand). Peserta yang hadir dalam agenda ini sebanyak 250 orang (terdiri dari mahasiswa, praktisi kesehatan dan umum). (TS)