PAI Mengabdi untuk Sekolah Muhammadiyah di Kulon Progo

145

Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) mengadakan acara evaluasi dan tindak lanjut mengenai program mereka yaitu PAI Mengabdi untuk Sekolah Muhammadiyah. Kegiatan ini dilakukan di Rumah Makan Sambel Sawah, Wates, Kabupaten Kulon Progo.

Pengabdian kepada masyarakat terutama untuk sekolah-sekolah di Muhammadiyah ini memang ditujukan di wilayah Kulon Progro. Tujuan awal agar mahasiswa PAI terjun langsung ke lapangan guna melatih skill mereka di bidang keagamaan. Selain itu, PAI ingin memberdayakan mahasiswa dalam memberikan nilai-nilai spiritual, moral, maupun mental. Harapannya, mahasiswa tidak ketergantungan atau kecanduan dengan media sosial. Acara semacam ini juga bisa dijadikan sebagai ajang silaturahmi.

Evaluasi dan tindak lanjut PAI Mengabdi

“Tahun lalu, PAI Mengabdi sudah berjalan. Permasalahannya, kegiatan antara sekolah yang satu dengan sekolah lain berbeda. Mahasiswa harus pintar membagi waktu. Selain itu, SDM masih terlalu sedikit yaitu 3−4 mahasiswa saja. Harapannya, ke depan kita bisa lebih banyak menerjunkan mahasiswa dan lebih fokus dalam pendampingan,” kata Yazida Ichsan, Sekretaris Program Studi PAI.

Sebanyak empat belas kepala sekolah dari tingkat SMA, MA, dan SMK Muhammadiyah se-Kulon Progo datang dalam acara evaluasi. Mereka merasa senang karena selain mendapat ilmu baru, juga mendapat semangat baru dari mahasiswa.

Program PAI Mengabdi ini sudah berjalan selama dua tahun. Yazida Ichsan berharap semoga seluruh fakultas ataupun program studi di UAD bisa meniru kegiatan yang berkaitan dengan pengabdian kepada masyarakat. Di sisi lain, sekolah-sekolah sangat membutuhkan SDM yang memiliki pola pikir milenial dan progresif untuk mengembangkan anak-anak.

“Di Kulon Progo ada banyak anak-anak yang tidak ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, terutama universitas. Mereka rata-rata setelah lulus langsung berkeinginan bekerja. Kami di sini ingin memberi pandangan baru bahwa ada pilihan lain,” tutupnya Yazida Ichsan. (Amb)