Peluang Bisnis Makanan Berbahan Baku Lokal

110
Retnosyari Septiyani, S.T.P, M.Sc. Ketua Program Studi Bisnis Jasa Makanan (Bisma) UAD

“Pilihlah makanan atau minuman berbahan baku lokal yang akan dikonsumsi, contohnya seperti ubi ungu, pisang, dan jahe. Hindari bahan tambahan sintetis yang mengandung pengawet, perasa, dan pewarna makanan karena meskipun boleh dikonsumsi, harus dalam batasan tertentu,” ujar Retnosyari Septiyani, S.T.P, M.Sc. selaku Ketua Program Studi Bisnis Jasa Makanan (Bisma) Universitas Ahmad Dahlan (UAD), saat menyampaikan Langkah Pakar Segmen 3 di YouTube UAD, (8-11-2020).

Langkah Pakar UAD dengan pemateri Retnosyari Septiyani, S.T.P, M.Sc. bertema Peluang Bisnis Makanan Berbahan Baku Lokal

Hingga saat ini, Program Studi Bisma UAD memang berkomitmen untuk mengembangkan pangan lokal yang berkualitas, halal, serta sehat. Pangan lokal memiliki peluang pasar yang besar dan bisa bersaing secara kualitas dengan produk-produk pabrik. Namun, diperlukan pengembangan dan inovasi dari mahasiswa, usaha kampus, serta mitra usaha kecil, mikro, dan menengah (UMKM). Harapannya, olahan tersebut bisa diterima konsumen lokal, nasional, bahkan internasional.

Langkah Pakar UAD dengan pemateri Retnosyari Septiyani, S.T.P, M.Sc. bertema Peluang Bisnis Makanan Berbahan Baku Lokal

Upaya realisasi upaya pengembangan ini sudah dilakukan oleh mahasiswa. Salah satu produk yang dibikin oleh mahasiswa Bisma UAD adalah mi ampas tahu yang berhasil meraih medali perunggu dalam ajang International Food di Malaysia. Produk lain yang dibuat yaitu makanan tradisional seperti rendang, tongseng, gudeg, dan brongkos dengan sentuhan teknologi kemasan kaleng, sehingga lebih tahan lama.

“Saat ini mulai tumbuh kesadaran masyarakat tentang pentingnya back to nature dan healthy life. Marilah mulai beralih pelan-pelan misalnya menggantikan minuman bersoda dengan minuman herbal semacam wedang uwuh atau jahe yang jelas lebih sehat dan berkhasiat,” tutup Retnosyari. (JM)