Silver Medal untuk Planetarium Tactile

0
252

Pada ajang ASEAN Innovation Science and Entrepreneur Fair 2020, mahasiswa S1 dan S2 Pendidikan Fisika Universitas Ahmad Dahlan (UAD) mendapatkan silver medal untuk kategori Innovation Science untuk tingkat College. Ajang kompetisi ini berlangsung pada 14−16 Februari 2020 di Surabaya. Berbagai negara di ASEAN dari SD sampai tingkat perguruan tinggi mengikuti kompetisi ini. Topik kesehatan, pertanian, teknik, dan fisika dijadikan andalan dalam mengembangkan inovasi yang bisa mengarah pada kewirausahaan.

Planetarium Tactile untuk Tunanetra (PELITA) merupakan karya mahasiswa yang dihasilkan berdasarkan kepedulian terhadap tunanetra yang masih mengalami keterbatasan dalam menggunakan alat peraga pendidikan. Tim PELITA terdiri atas M. Khairul Ardi (S2 Pendidikan Fisika), dan Muhammad Fikri Sya’bani, Cintha Ayu Wandira, Mir’atun NafiaNafiah, Masriana Anisa Br Damanik (S1 Pendidikan Fisika). Mereka berkolaborasi untuk dapat menghasilkan planetarium yang mudah dilepas pasang dan mudah juga untuk dibawa ke berbagai daerah.

Tim PELITA menerima Silver Medal untuk Planetarium Tactile

Rasi bintang yang terdapat dalam planetarium ini dicetak timbul sehingga dapat diraba oleh tunanetra. Bahkan orang awas pun bisa menggunakannya. Sehingga, desain ini tergolong desain yang universal sekaligus memberikan solusi bagi salah satu UN Sustainable Development Goals yaitu Reducing Inequalities. Planetarium tersebut juga dapat memberikan pemahaman tentang gerak semu benda langit. Menariknya, salah satu bagian utama pada planetarium dibuat dengan menggunakan 3D Printer untuk dapat membuat kubah berbentuk geodesi.

Karya mahasiswa ini juga didukung oleh Pusat Studi Astronomi UAD yang bersama Apa di Langit dari Malaysia mendapat hibah dari International Astronomical Union Office of Astronomy Development. Tim PELITA masih akan terus mengembangkan planetarium ini untuk mengikuti kompetisi serupa dengan tingkat yang lebih tinggi. Selain mengejar prestasi, mahasiswa berharap juga planetarium ini dapat berkontribusi nyata bagi pendidikan astronomi yang inklusif.