• TERKINI
  • UAD BERDAMPAK
  • PRESTASI
  • FEATURE
  • OPINI
  • MEDIA
  • KIRIM BERITA
  • Menu
News Portal of Universitas Ahmad Dahlan

Posts

GALA BISMA UAD 2026 Hadirkan Harmoni Budaya dan Inovasi Modern

04/06/2026/in Terkini /by Ard

Prodi Bisnis Jasa Makanan (BISMA) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menyelenggarakan GALA BISMA #6 (Foto. Mawar)

Program Studi Bisnis Jasa Makanan (BISMA) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali menyelenggarakan GALA BISMA #6 dengan mengusung tema “Kolaborasi Generasi Muda dalam Harmoni Budaya dan Inovasi Modern”. Kegiatan yang berlangsung pada Selasa, 2 Juni 2026 di Lapangan Kampus IV UAD ini menjadi wadah bagi mahasiswa dan peserta untuk menyalurkan kreativitas, kompetensi, serta kecintaan terhadap budaya dan inovasi di bidang kuliner.

Berbagai kegiatan menarik memeriahkan acara tersebut, di antaranya Cooking Demo, Carving Competition, Pameran Makanan, Video Reels Competition, dan Poster Competition. Melalui rangkaian kegiatan tersebut, peserta tidak hanya menunjukkan kemampuan teknis, tetapi juga kreativitas dalam mengembangkan potensi budaya dan kuliner secara inovatif.

Dalam sambutannya, Kepala Bidang Pembinaan Organisasi dan Prestasi Mahasiswa, Danang Sukantar, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang telah menjadi agenda rutin tersebut. Ia mengungkapkan rasa syukur karena hasil proses pembelajaran yang diperoleh mahasiswa di bangku kuliah dapat dipraktikkan secara nyata melalui kegiatan ini. “Semoga kegiatan ini dapat terus berkembang dan ke depan semakin banyak perguruan tinggi lain untuk turut berpartisipasi dalam kompetisi. Pengalaman yang diperoleh dari kegiatan seperti ini akan menjadi sarana untuk meningkatkan kualitas diri dan kemampuan mahasiswa,” ujarnya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UAD, Dr. Dini Yuniarti, S.E., M.Si., CIQnR., menegaskan bahwa Program Studi BISMA terus menunjukkan berbagai prestasi yang membanggakan. Menurutnya, BISMA merupakan program studi yang tergolong langka di Indonesia dan UAD menjadi salah satu perguruan tinggi yang terdepan dalam bidang tersebut. “Prestasi yang diraih BISMA bukanlah sesuatu yang muncul secara instan, melainkan hasil dari kerja keras seluruh dosen dan mahasiswa. Jadikan tradisi berprestasi sebagai bagian dari diri kita dan teruslah mengukir prestasi yang membanggakan,” tuturnya.

Sekretaris Program Studi BISMA, Dr. Retty Ikawati S.T.P., M.Sc., menjelaskan bahwa penyelenggaraan GALA BISMA merupakan bagian dari implementasi mata kuliah Manajemen Event yang berkolaborasi dengan Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) BISMA. Ia menilai bahwa dari tahun ke tahun kegiatan ini terus mengalami perkembangan yang positif. “Melalui kegiatan ini, mahasiswa dapat meningkatkan kompetensi sekaligus memperoleh pengalaman nyata dalam mengelola sebuah acara,” ungkapnya.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Program Studi BISMA, Dr. Wardiyanta, M.Hum., berharap kegiatan ini dapat menjadi sarana untuk memperkenalkan Program Studi BISMA kepada masyarakat luas. “Harapan kami, melalui GALA BISMA masyarakat dapat semakin mengenal BISMA dan berbagai potensi yang dimiliki,” katanya.

Ketua Pelaksana GALA BISMA 2026, Muhammad Aqshal, menyampaikan bahwa tema yang diangkat menegaskan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga budaya sebagai identitas bangsa. Menurutnya, generasi muda memiliki tanggung jawab untuk terus berinovasi dan menciptakan karya-karya yang relevan dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan akar budaya. “Generasi muda harus menjadi jembatan antara tradisi dan kebaruan, sehingga budaya dapat terus hidup dan berkembang melalui berbagai inovasi,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua HMPS BISMA, Firdaus Abdullah Badawi, mengajak seluruh mahasiswa untuk terus berkembang dan berkontribusi dalam berbagai kegiatan positif yang dapat meningkatkan kualitas diri maupun program studi.

Acara GALA BISMA 2026 semakin semarak dengan prosesi pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur atas perjalanan dan perkembangan Program Studi BISMA. Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat kolaborasi, kreativitas, dan pelestarian budaya dapat terus tumbuh di kalangan generasi muda serta menjadi inspirasi untuk terus berkarya dan berprestasi. (mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Prodi-Bisnis-Jasa-Makanan-BISMA-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-menyelenggarakan-GALA-BISMA-6-Foto.-Mawar.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-06-04 10:00:372026-06-04 10:00:37GALA BISMA UAD 2026 Hadirkan Harmoni Budaya dan Inovasi Modern

Peran Alumni UAD sebagai Problem Solver Publik

29/05/2026/in Feature /by Ard

apt. M. Yamin, S.Far., M.M., Wali Kota Banjarmasin dan Alumni Farmasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) pada Talkshow Alumni UAD (Foto. Humas UAD)

Lulusan Universitas Ahmad Dahlan (UAD) harus mampu hadir sebagai agen penyelesai masalah (problem solver) di tengah masyarakat, berbekal intelektualitas dan riset yang kuat. Pesan inspiratif tersebut disampaikan oleh Wali Kota Banjarmasin, apt. M. Yamin, S.Far., M.M., dalam Talkshow Alumni UAD yang diselenggarakan di Amphitarium Kampus Utama UAD pada Jumat, 15 Mei 2026.

Sebagai alumnus Fakultas Farmasi UAD angkatan 2000, lompatan karier M. Yamin terbilang unik. Berawal dari harapan sang ayah untuk mendirikan rumah sakit, ia justru menemukan jalan pengabdian di ranah politik dan kebijakan publik. Karier politiknya dimulai pada 2008, berlanjut menjadi ketua partai pada 2012, hingga terpilih sebagai anggota legislatif selama dua periode sejak 2014. Kesuksesan tersebut membawanya menduduki kursi nomor satu di jajaran Pemerintah Kota Banjarmasin.

Yamin menegaskan, seluruh pencapaian politiknya diraih dengan memegang teguh pesan almarhum ayahnya untuk menghindari praktik politik uang. Menjabat sebagai Wali Kota Banjarmasin, Yamin langsung dihadapkan pada persoalan tata kelola kota yang kompleks.

“Satu hari setelah dilantik, kami langsung dihadapkan pada sanksi terkait pengelolaan sampah. Kami harus segera mengubah sistem open dumping menjadi sanitary landfill dan memproses sampah menjadi energi. Di sinilah kemampuan alumni UAD untuk mengurai permasalahan publik secara sistematis sangat diuji,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Yamin mendorong alumni UAD untuk mengambil peran strategis sebagai jembatan antara kebijakan pemerintah dan aspirasi masyarakat. Di era globalisasi yang serba cepat dan kritis, seorang pemimpin maupun profesional lulusan UAD harus siap menerima masukan dan merespons dinamika sosial secara bijaksana berbasis data.

Ke depan, Pemerintah Kota Banjarmasin di bawah kepemimpinannya berencana untuk mempererat kerja sama dengan UAD. Kolaborasi tersebut akan mencakup program beasiswa bagi putra-putri daerah untuk menempuh pendidikan di UAD, serta pelibatan kampus dalam riset strategis pembangunan kota. Kepercayaan besarnya terhadap kualitas almamater juga dibuktikan dengan jajaran birokratnya, di mana Kepala Dinas Pendidikan di lingkungan kerjanya saat ini juga merupakan rekan satu angkatannya dari UAD. (Septia)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/apt.-M.-Yamin-S.Far_.-M.M.-Wali-Kota-Banjarmasin-dan-Alumni-Farmasi-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-pada-Talkshow-Alumni-UAD-Foto.-Humas-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-05-29 12:37:312026-05-29 12:37:31Peran Alumni UAD sebagai Problem Solver Publik

Talkshow Alumni UAD: Kiat Sukses Bisnis Digital

28/05/2026/in Terkini /by Ard

H. Awan Ukaya, S.T., direktur utama PT De Nature Indonesia sekaligus Alumnus FTI Universitas Ahmad Dahlan (UAD), pada Talkshow Alumni (Foto. Humas UAD)

Perkembangan teknologi informasi membuka peluang bisnis yang tidak terbatas bagi mereka yang jeli memanfaatkannya. Hal ini dibuktikan oleh Direktur Utama PT. De Nature Indonesia, H. Awan Ukaya, S.T., yang membagikan kisah suksesnya dalam acara Talkshow Alumni Universitas Ahmad Dahlan (UAD) pada Jumat, 15 Mei 2026, di Amphitarium Kampus Utama UAD.

Alumnus Program Studi Teknik Informatika angkatan 2000 ini menceritakan perjalanan kariernya yang tidak selalu mulus. Ia mengaku pada awal kelulusannya di tahun 2006, ia bahkan belum mahir melakukan instalasi komputer dan harus meminjam perangkat untuk memulai usahanya.

Namun, ia menekankan bahwa kesuksesannya saat ini tidak lepas dari “kecerdasan emosional” dan sikap patuh terhadap dosen selama masa perkuliahan yang membentuk mental pantang menyerah. Dalam pemaparannya, Awan menjelaskan titik baliknya dimulai ketika ia menyadari potensi positif internet pada tahun 2006.

“Saya mulai berjualan tanaman gelombang cinta ke Malaysia melalui Yahoo Group dan berhasil mendapatkan omzet enam juta rupiah. Dari sana, saya yakin internet bisa menghasilkan,” ujarnya.

Meski sempat mencoba peruntungan di ranah politik pada 2009 dan gagal, ia kembali bangkit pada tahun 2010 dengan mendirikan layanan penerjemah berbasis Search Engine Optimization (SEO) yang sukses melayani klien besar seperti PLN, Garuda Indonesia, dan AXA Mandiri tanpa harus memiliki kantor fisik.

Keahliannya di bidang SEO kemudian ia terapkan untuk merintis bisnis produk herbal pada tahun 2010. Strategi digital yang tepat membuat produk-produknya mendominasi halaman pencarian internet. Berawal dari sana, ia terus berekspansi hingga mampu membangun fasilitas produksi sendiri pada tahun 2016 di bawah bendera De Nature Indonesia. Saat ini, perusahaannya bahkan telah mengintegrasikan teknologi Artificial Intelligence (AI) untuk sistem penjadwalan konten otomatis di berbagai platform media sosial.

Menutup sesinya, Awan berpesan kepada para mahasiswa dan alumni bahwa era saat ini memberikan kemudahan luar biasa untuk berbisnis. Ia juga membuka pintu kolaborasi seluas-luasnya dengan UAD, baik di bidang teknologi server, riset herbal bersama Fakultas Farmasi, hingga dukungan sumber daya manusia. Sebagai bentuk kecintaannya pada almamater, ia mengungkapkan bahwa hampir seluruh apoteker yang bekerja di perusahaannya merupakan lulusan Farmasi UAD. (Septia)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/H.-Awan-Ukaya-S.T.-direktur-utama-PT-De-Nature-Indonesia-sekaligus-Alumnus-FTI-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-pada-Talkshow-Alumni-Foto.-Humas-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-05-28 09:28:522026-05-28 09:28:52Talkshow Alumni UAD: Kiat Sukses Bisnis Digital

UAD Gelar Gala Dinner Temu Keluarga Alumni Ahmad Dahlan

26/05/2026/in Terkini /by Ard

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) gelar gala dinner temu keluarga alumni ahmad dahlan (Foto. Humas UAD)

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar Gala Dinner Temu Keluarga Alumni Ahmad Dahlan (Kamada) pada 14 Mei 2026. Kegiatan ini berlangsung di Hall Lantai 1 Kampus 4 UAD.

Acara diawali dengan pra-acara berupa penampilan dari alumni UAD, kemudian dilanjutkan dengan pembukaan dan sambutan Ketua Kamada, Purnomo, S.T., M.M. Dalam sambutannya, Purnomo menjelaskan perjalanan panjang UAD yang terus berkembang dari masa ke masa.

“UAD memiliki perjalanan yang panjang, dimulai dari IKIP Muhammadiyah yang berada di Jalan Pramuka hingga kini berkembang menjadi universitas dengan enam kampus yang tersebar di Yogyakarta,” ujarnya.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Rektor UAD, Prof. Dr. Muchlas, M.T. Ia menekankan pentingnya temu alumni sebagai sarana membangun hubungan yang lebih luas sekaligus wadah berdiskusi untuk menghasilkan program yang bermanfaat.

“Temu alumni memiliki peran penting, baik bagi alumni maupun UAD, karena dapat memperkuat jaringan, menjadi ruang musyawarah, dan diharapkan melahirkan program-program yang bermanfaat bagi Kamada maupun universitas,” jelasnya.

Prof. Muchlas juga menyampaikan rasa bangganya terhadap para alumni UAD yang telah berkiprah di berbagai bidang. “Kami bangga kepada alumni UAD yang telah sukses di berbagai bidang, baik sebagai pelaku bisnis, guru, dosen, maupun di pemerintahan. Hal ini menjadi bukti bahwa lulusan UAD mampu memberikan kontribusi positif di masyarakat,” tambahnya.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi ramah tamah antaralumni, pembagian doorprize, serta penampilan dari Dahlan Muda Voice (DMV) UAD yang semakin memeriahkan suasana gala dinner tersebut. (Juni)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-gelar-gala-dinner-temu-keluarga-alumni-ahmad-dahlan-Foto.-Humas-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-05-26 10:58:042026-05-26 10:58:04UAD Gelar Gala Dinner Temu Keluarga Alumni Ahmad Dahlan

Kupas Hadis hingga Cetak Modul Braille: Kisah Inspiratif Lulusan Terbaik FAI UAD

24/11/2025/in Terkini /by Ard

Tsulusiyah Apriliyananingrum, Wisudawati Terbaik Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Lusi)

Tsulusiyah Apriliyananingrum meraih predikat lulusan terbaik Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) pada Wisuda Periode I dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,88 dari Program Studi Ilmu Hadis. Mahasiswi yang akrab disapa Lusi ini menulis skripsi bertopik unik, yakni menelaah hadis-hadis yang dibahas para penceramah dalam Kajian Ahad Pagi di Masjid Islamic Center UAD.

Skripsi berjudul “Analisis Pemahaman Hadis oleh Penceramah dalam Kajian Ahad Pagi Mei 2024 di Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan” tersebut bertujuan memperjelas makna hadis yang kerap dipaparkan dalam ceramah. Salah satu pembahasannya adalah Hadis Sunan Ibn Mājah no. 3123 yang berisi peringatan keras bagi orang yang mampu tetapi tidak berkurban.

“Hadis ini menjadi teguran moral agar umat Islam tidak mengabaikan syiar penting seperti kurban,” jelas Lusi. Ia menambahkan bahwa ulama berbeda pendapat mengenai hukumnya, Abu Ḥanifah mewajibkan, sedangkan Syafi‘i memandangnya sebagai sunnah mu’akkadah. Dalam kajiannya, ia juga mengutip Ḥāsyiyah Sindi yang menjelaskan makna sa‘ah sebagai kelapangan harta dan memahami ancaman hadis tersebut secara simbolik. Selain itu, penceramah menggunakan hadis ini sebagai penguat pendapat bahwa kurban wajib bagi yang mampu.

Selain berkiprah secara akademik, Lusi juga aktif di berbagai organisasi kemahasiswaan. Ia pernah menjadi Kader IMM FAI UAD (2021–2022), Anggota Madrasatul Qur’ān LSO Akhilla BEM FAI UAD (2023), Koordinator Keanggotaan UKM Paduan Suara Mahasiswa Ahda Gitana (2024), Student Employment FAI UAD (2023), serta Jurnalis Bidang Humas dan Protokol (BHP) UAD selama dua tahun (2024–2025).

Dalam dunia paduan suara, ia turut menyumbang prestasi berupa Silver Medal pada Satya Dharma Gita Choir Festival (SDGCF) 2023 dan Silver Medal di Festival Seni Pertunjukan Indonesia (FSPI) UNY 2023. Tak hanya itu, Lusi juga pernah lolos pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 2023 bidang Pengabdian Masyarakat oleh Kemendikbudristek. Ia mengembangkan Modul Braille Trilingual Language sebagai alat bantu kosakata bagi siswa tunanetra di MTs LB/A Yaketunis. Modul tersebut memuat tiga bahasa yaitu Indonesia, Inggris, dan Arab, serta dilengkapi puzzle beam dan flash card yang dicetak dalam huruf Braille.

Dalam sambutannya pada pelepasan wisuda, Lusi menyampaikan pesan penuh harapan. “Pelepasan ini bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan awal dari pengabdian yang sesungguhnya. Amanah ilmu yang telah kita peroleh di UAD harus kita wujudkan dalam bentuk kontribusi nyata bagi umat, bangsa, dan agama,” tuturnya.

Ia mengajak para wisudawan untuk terus menghidupkan nilai Islam berkemajuan. “Mari menjadi generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berakhlak, berintegritas, dan bermanfaat bagi masyarakat. Semoga Allah selalu meridai setiap langkah kita dalam mengamalkan ilmu dan menebar kebermanfaatan,” tutupnya. (Lus)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Tsulusiyah-Apriliyananingrum-Wisudawati-Terbaik-Fakultas-Agama-Islam-FAI-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Lusi.jpg-1.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-11-24 10:44:582025-11-24 10:44:58Kupas Hadis hingga Cetak Modul Braille: Kisah Inspiratif Lulusan Terbaik FAI UAD

Doa Ibu di balik Perjuangan Lathifah Apriana Putri, Wisudawan Berprestasi UAD 2025

10/11/2025/in Terkini /by Ard

Lathifah Apriana Putri, Wisudawati Berprestasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Lathifah)

Lathifah Apriana Putri, mahasiswa Program Studi (Prodi) Bisnis Jasa Makanan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Ahmad Dahlan (UAD), menjadi salah satu wisudawan berprestasi yang menginspirasi banyak orang. Berasal dari keluarga sederhana, Lathifah tumbuh dengan tekad kuat untuk mengubah masa depan lewat pendidikan. Sebelum berkuliah, ia sempat bekerja sebagai buruh pabrik. Pengalaman itu menanamkan keyakinan bahwa pendidikan adalah jalan terbaik untuk memperbaiki kehidupan sekaligus memberi manfaat bagi sesama.

Akrab disapa Lathifah, ia kehilangan ayah sejak berusia 5 tahun. Hal itu menjadi ujian terbesar dalam hidupnya. Namun, sang ibu mengambil peran ganda sebagai sosok ayah sekaligus ibu yang penuh kasih dan perjuangan. “Beliau adalah motivasi terbesar saya. Saya ingin membalas pengorbanan ibu dan membuktikan bahwa saya layak mendapatkan kesempatan untuk kuliah,” ungkapnya.

Tak hanya itu, sosok almarhum ayah yang merupakan lulusan pendidikan (S.Pd.) juga memberi inspirasi tersendiri. Semangat ayahnya dalam dunia pendidikan menjadi api kecil yang terus menuntun langkahnya. Dengan tekad yang kuat, Lathifah berjuang mencari peluang beasiswa hingga akhirnya diterima sebagai penerima Beasiswa KIP Kuliah di UAD.

Motivasi terbesar Lathifah adalah membanggakan sang ibu dan membuktikan bahwa anak dari keluarga sederhana pun mampu bersinar. Di balik kelembutan dan kesederhanaannya, tersimpan cerita penuh keteguhan. Sejak SD hingga SMK, ia kerap mengalami perundungan dan keraguan dari lingkungan sekitar. Namun, pengalaman pahit itu tidak membuatnya menyerah. “Saya justru menjadikannya bahan bakar untuk terus berkembang dan terbang lebih tinggi dari apa yang pernah orang lain bayangkan,” tuturnya penuh semangat.

Salah satu pengalaman paling berkesan selama masa kuliah adalah ketika ia berhasil meraih Juara I Pemilihan Mahasiswa Berprestasi tingkat wilayah dan tingkat Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah (PTMA) Nasional tahun 2024. Selain itu, beberapa kompetisi inovasi mahasiswa juga berhasil ia menangkan. Dari pengalaman tersebut, Lathifah semakin menyadari pentingnya riset dan inovasi di bidang pangan fungsional. Menurutnya, riset bukan hanya tentang penemuan ilmiah, tetapi juga tentang memberikan dampak sosial yang nyata bagi kesehatan dan ketahanan pangan masyarakat.

Kesempatan menyusun dan memublikasikan artikel ilmiah menjadi titik balik penting dalam perjalanannya. Dari situ, ia belajar arti disiplin, ketelitian, dan tanggung jawab ilmiah. “Saya semakin memahami bagaimana penelitian bisa menjadi jembatan antara ilmu pengetahuan dan dunia industri,” katanya.

Perjalanan akademik Lathifah tentu tidak selalu mulus. Tantangan terbesar yang dihadapinya adalah membagi waktu antara kuliah, organisasi, kompetisi, dan riset. Namun, ia belajar mengatasi semuanya dengan manajemen waktu yang baik dan disiplin. “Saya membuat prioritas dan jadwal harian, juga tidak sungkan meminta bimbingan dari dosen dan mentor. Saya percaya, proses berkembang tidak bisa dilakukan sendirian,” ucapnya.

Dalam setiap langkah, doa sang ibu selalu menjadi penguat. “Ibu selalu mendukung dengan cara yang sederhana, tapi penuh makna. Doa beliau adalah bahan bakar utama saya,” ungkap Lathifah. Selain itu, para dosen dan pembimbing turut menjadi bagian penting dalam perjalanannya, terutama saat menghadapi persiapan kompetisi dan penelitian.

Setelah lulus, Lathifah memiliki tekad kuat untuk terus melangkah. “Ke depan, saya ingin mengembangkan usaha berbasis inovasi pangan fungsional lokal dan riset produk pangan kesehatan. Saya berharap dapat berkontribusi pada industri makanan sehat di Indonesia, sekaligus membuka peluang bagi masyarakat sekitar melalui pemberdayaan dan kolaborasi,” ujarnya.

Tidak berhenti di situ, Lathifah juga berencana melanjutkan pendidikan serta aktif mengembangkan karya ilmiah dan inovasi mahasiswa. Ia ingin menjadi contoh bahwa mahasiswa dari latar belakang sederhana pun mampu berprestasi dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. (Lin)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Lathifah-Apriana-Putri-Wisudawati-Berprestasi-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Lathifah.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-11-10 11:58:252025-11-10 11:58:25Doa Ibu di balik Perjuangan Lathifah Apriana Putri, Wisudawan Berprestasi UAD 2025

Hanif Menapaki Perjalanan Panjang Penuh Doa dan Usaha

07/11/2025/in Terkini /by Ard

Muhamad Hanif Nuril Fikri, Wisudawan Terbaik Program Studi Biologi, Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Hanif)

Menjadi wisudawan terbaik bukanlah hal yang pernah dibayangkan oleh Muhamad Hanif Nuril Fikri, mahasiswa Program Studi Biologi Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Ia mengaku baru mengetahui kabar tersebut saat acara pelepasan fakultas. “Jujur, saya tidak menyangka bisa dinobatkan sebagai wisudawan terbaik Periode I Tahun Akademik 2025/2026 karena pertama kali tahu saat pelepasan fakultas. Banyak teman saya yang juga luar biasa dan pantas mendapatkan penghargaan ini. Saya merasa sangat bersyukur, semoga ini bisa menjadi motivasi untuk terus belajar dan berkontribusi setelah lulus,” ungkap Hanif.

Hanif menempuh studinya selama 4 tahun 1 bulan di UAD. Baginya, perjalanan akademik ini bukan hanya tentang menimba ilmu, tetapi juga bentuk pengabdian dan rasa terima kasih kepada orang tuanya. “Motivasi terbesar saya adalah ingin membahagiakan orang tua dan membalas semua pengorbanan mereka karena saya tahu perjuangan untuk membiayai pendidikan saya tidak mudah,” tuturnya.

Sebagai mahasiswa, Hanif menghadapi berbagai tantangan, terutama saat menyusun penelitian skripsi. Ia mengaku sempat menghadapi kendala di laboratorium, mulai dari keterbatasan bahan larutan hingga hasil penelitian yang tidak sesuai harapan. “Namun, saya belajar untuk tetap sabar dan mencari solusi. Dengan bimbingan dosen pembimbing dan dukungan teman-teman, akhirnya saya bisa menyelesaikan penelitian saya,” jelasnya.

Hanif juga menuturkan bahwa sosok yang paling berperan penting dalam perjalanan kuliahnya adalah orang tua dan dosen pembimbingnya. “Orang tua saya selalu mendoakan dan memberikan semangat, bahkan membiayai pendidikan saya sejak awal. Sedangkan dosen pembimbing saya membimbing dengan sabar dan memberikan masukan berharga ketika hasil penelitian tidak sesuai rencana. Tanpa mereka, saya mungkin tidak akan bisa sampai sejauh ini,” ujarnya dengan penuh rasa hormat.

Selama masa kuliah, Hanif berusaha menyeimbangkan antara kegiatan akademik dan aktivitas lain di luar kelas dengan mengatur prioritas. Ia juga masih ingat momen paling berkesan selama menjadi mahasiswa, yakni ketika berkesempatan menjalani kerja praktik di Laboratorium Narkoba Forensik POLRI Semarang. “Itu pengalaman berharga karena pertama kali saya melihat langsung berbagai barang bukti narkoba dan psikotropika. Banyak hal baru yang saya pelajari di sana,” kenangnya.

Predikat wisudawan terbaik yang kini disandangnya menjadi penutup manis dari perjalanan panjang penuh perjuangan. Hanif berharap pencapaiannya dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk terus berusaha tanpa menyerah. (Adi)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Muhamad-Hanif-Nuril-Fikri-Wisudawan-Terbaik-Program-Studi-Biologi-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Hanif.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-11-07 11:20:472025-11-07 11:20:47Hanif Menapaki Perjalanan Panjang Penuh Doa dan Usaha

Tak Menyerah Meski Tanpa Orang Tua, Nona Carolina Buktikan Mimpi Bisa Dicapai

07/11/2025/in Terkini /by Ard

Nona Carolina, mahasiswa Kesehatan Masyarakat, Universitas Ahmad Dahlan (UAD), dinobatkan sebagai Wisudawan Terbaik (Foto. Nona)

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali melahirkan sosok inspiratif dalam Wisuda Periode I Tahun Akademik 2025/2026. Ia adalah Nona Carolina, mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat, yang dinobatkan sebagai Wisudawan Terbaik sekaligus Wisudawan Berprestasi Bidang Akademik.

Perempuan kelahiran Kediri, 28 September 2003 ini berhasil menempuh studi S1-nya hanya dalam waktu 3 tahun 11 bulan 14 hari. Pencapaian tersebut diraih melalui kerja keras dan komitmen tinggi selama menjalani perkuliahan di bawah beasiswa KIP-Kuliah.

“Alhamdulillah, saya merasa bersyukur, senang, dan bangga akhirnya bisa menyelesaikan studi dengan tepat waktu serta memaksimalkan kesempatan kuliah melalui beasiswa KIP-Kuliah di UAD,” ungkap Nona.

Menjadi yatim piatu sejak kecil tidak membuatnya berhenti berjuang. Justru kondisi itu menjadi sumber kekuatan utama dalam menempuh pendidikan. “Sosok yang paling berperan penting adalah diri saya sendiri, karena saya seorang yatim piatu. Saya menempatkan diri sebagai tokoh utama dalam kehidupan, bagaimana saya harus bersikap dan ingin menjadi seperti apa. Selain itu, Allah Swt. juga menjadi penolong terbaik saya selama menjalani studi di UAD,” tuturnya.

Motivasi terbesar Nona dalam menempuh pendidikan adalah rasa syukur. Ia selalu berusaha memberikan yang terbaik dalam segala hal sebagai bentuk terima kasih atas kesempatan yang diberikan. Meski demikian, perjalanan kuliahnya tidak lepas dari tantangan. Ia mengaku manajemen waktu menjadi hal tersulit ketika harus menyeimbangkan antara kuliah, praktikum, lomba, dan tanggung jawab sebagai jurnalis kemahasiswaan UAD selama 17 bulan.

“Tantangan terbesar saya adalah manajemen waktu, pikiran, dan tenaga. Saya mengatasinya dengan membuat skala prioritas, menentukan mana yang perlu dikerjakan lebih dahulu dan mana yang harus segera diselesaikan,” jelasnya.

Salah satu momen paling berkesan bagi Nona adalah ketika berhasil membawa nama UAD sebagai juara pertama dalam ajang KMI Expo Kemdikbud RI. Ia juga mengungkapkan bahwa lingkungan kampus yang Islami menjadi salah satu nilai paling berkesan selama menempuh pendidikan di UAD.

“Nuansa Islami di lingkungan akademik UAD menjadi bekal untuk terus berusaha menebar manfaat bagi umat di mana pun berada,” tambahnya.

Menutup perbincangan, Nona menyampaikan pesan bagi mahasiswa lain agar terus berjuang dan menjaga prestasi UAD di masa depan. “Saya berharap agar mahasiswa lain dapat mempertahankan prestasi yang telah diukir oleh kakak tingkat sebelumnya, sehingga nama UAD tetap berjaya di masa mendatang,” ujarnya.  (Adi)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Nona-Carolina-mahasiswa-Kesehatan-Masyarakat-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-dinobatkan-sebagai-Wisudawan-Terbaik-Foto.-Nona.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-11-07 10:29:042025-11-07 10:29:04Tak Menyerah Meski Tanpa Orang Tua, Nona Carolina Buktikan Mimpi Bisa Dicapai

Lulusan UAD Raih Dua Gelar Sekaligus, di Indonesia dan Tiongkok

07/11/2025/in Terkini /by Ard

Lu’lu’ Shofiyatul Jannah, Wisudawati FEB Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Humas dan Protokol UAD)

Wisudawati Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Lu’lu’ Shofiyatul Jannah, sukses menuntaskan studi program joint degree dan meraih dua gelar sekaligus dari Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dan Guangxi Minzu University, Tiongkok.

Perempuan yang akrab dipanggil Lu’lu’ ini, berasal dari Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Ia mengikuti program joint degree yang dijalankan selama empat tahun, dengan dua tahun pertama (semester 1-4) di UAD dan dua tahun berikutnya (semester 5-8) di Guangxi Minzu University, Nanning. Prestasi Lu’lu’ ini membuktikan bahwa kerja keras, keberanian belajar lintas negara, dan kemampuan beradaptasi dapat membuka jalan menuju kesuksesan.

Lu’lu’ mengaku sangat bersyukur dan lega setelah berhasil menyelesaikan dua gelar di dua universitas berbeda. “Saya merasa sangat lega karena bisa menuntaskan perkuliahan di dua universitas, salah satunya di Tiongkok dengan bahasa Mandarin sebagai bahasa pengantar. Senang sekali bisa mendapatkan pengalaman yang begitu berharga,” tuturnya.

Meski demikian, perjalanan akademiknya tidak lepas dari tantangan besar, terutama soal bahasa dan adaptasi budaya. “Tantangan terbesar saya adalah bahasa. Saat pertama datang ke Tiongkok, kemampuan Mandarin saya belum terlalu bagus. Selain itu, mencari makanan halal juga cukup sulit,” ungkapnya.

Untuk beradaptasi dengan sistem belajar dan budaya akademik di dua kampus berbeda, Lu’lu’ berupaya membangun relasi dengan mahasiswa lokal. “Saya berusaha mencari teman lokal agar bisa saling belajar. Mereka sangat membantu menjelaskan materi kuliah dengan bahasa yang lebih mudah dipahami,” jelasnya.

Momen tersulit yang ia alami adalah pada masa awal perkuliahan di Guangxi Minzu University, ketika harus mengikuti pembelajaran penuh dalam bahasa Mandarin. Namun, dukungan dosen dan teman-teman sangat membantu prosesnya. “Dosen di sana sangat pengertian. Kalau kami tidak mengerti, mereka menjelaskan ulang dengan perlahan sampai kami paham,” terangnya.

Salah satu pencapaian yang paling membanggakan bagi Lu’lu’ adalah keberhasilannya menyelesaikan skripsi dan sidang akhir menggunakan bahasa Mandarin. “Skripsi saya ditulis dan dipresentasikan dalam bahasa Mandarin. Alhamdulillāh, semuanya berjalan lancar,” ucapnya.

Setelah lulus, Lu’lu’ kini telah bekerja di perusahaan Allmed, yang di Indonesia lebih dikenal sebagai PT Ace Medical Products Indonesia, yaitu sebuah perusahaan asal Tiongkok yang bergerak di bidang medis. “Alhamdulillāh, sekarang saya bekerja sebagai specialist Mandarin di PT Ace Medical Products Indonesia,” tutupnya di akhir wawancara. (Lus)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Lulu-Shofiyatul-Jannah-Wisudawati-FEB-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Humas-dan-Protokol-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-11-07 10:09:532025-11-07 10:09:53Lulusan UAD Raih Dua Gelar Sekaligus, di Indonesia dan Tiongkok

Menjaga Keseimbangan Ilmu dan Spiritualitas di Bangku Kuliah

15/08/2025/in Terkini /by Ard

Murtihana Rahma Pratiwi, wisudawan berprestasi dari Prodi Ilmu Hadis Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Murti)

Murtihana Rahma Pratiwi, wisudawan berprestasi dari Program Studi Ilmu Hadis, Fakultas Agama Islam Universitas Ahmad Dahlan (FAI UAD) dengan IPK 3,93, merasa bahwa perjalanan kuliah bukan sekadar pencapaian akademis. Lebih dari itu, ia memaknainya sebagai proses menjaga keseimbangan antara ilmu dan spiritualitas.

“Spiritualitas memberikan peran penting dalam kehidupan saya sebagai mahasiswa karena berpengaruh besar dalam mengatur keseimbangan mental dan emosional,” ungkapnya. Saat menghadapi tekanan akademis, ia memilih untuk memandang setiap ujian sebagai bagian dari ketentuan terbaik Allah Swt. “Ketika sulit, saya yakin Allah sedang mengangkat derajat saya. Dan ketika mendapatkan kebaikan, saya tidak menganggap itu murni hasil jerih payah, tetapi karunia dari-Nya,” tambahnya.

Lulus dari UAD sekaligus Pendidikan Ulama Tarjih Muhammadiyah (PUTM) membentuk mimpi besar bagi Murtihana. Ia ingin memberikan kontribusi positif bagi masyarakat melalui penelitian, pendidikan, dan pengabdian. “Saya ingin membantu menciptakan solusi untuk masalah-masalah yang dihadapi masyarakat. Selain itu, saya ingin berkontribusi dalam dakwah Islam dan Kemuhammadiyahan dengan menghidupkan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) yang ada di masyarakat secara luas,” jelasnya.

Selama kuliah di PUTM, Murtihana menganggap interaksi dengan teman-teman dari berbagai daerah sebagai pengalaman paling berharga. “Setiap orang punya karakter dan keunikan masing-masing. Bekerja sama dengan mereka dalam berbagai proyek membuat saya belajar memahami dan menghargai perbedaan, sekaligus memperluas relasi dengan orang-orang berkualitas,” katanya.

Kesibukan di asrama tidak menjadi penghalang baginya untuk tetap berprestasi. Strategi belajarnya sederhana namun konsisten, yakni dengan membuat jadwal belajar yang terstruktur, menetapkan skala prioritas, dan disiplin dalam menjalankannya. “Belajar kelompok juga sangat membantu saya memperdalam pemahaman materi, sekaligus melatih kemampuan menyampaikan materi secara lebih mendalam,” ujarnya.

Bagi Murtihana, ilmu dan iman adalah dua pilar yang saling menguatkan. Ia percaya, prestasi akademik akan lebih bermakna jika dibersamai dengan keteguhan spiritual dan kepedulian pada sesama. (Lus)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Murtihana-Rahma-Pratiwi-wisudawan-berprestasi-dari-Prodi-Ilmu-Hadis-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Murti.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-08-15 10:04:222025-08-15 10:04:22Menjaga Keseimbangan Ilmu dan Spiritualitas di Bangku Kuliah
Page 1 of 7123›»

TERKINI

  • Perkuat Budaya Riset, UAD Hadirkan Akademisi NTU Singapura dalam Workshop Publikasi Ilmiah10/06/2026
  • Baitul Arqam Mahasiswa UAD Angkatan 2025 Gelombang 2 Resmi Ditutup10/06/2026
  • Dahlan Muda Menginspirasi di MA Miftahunnajah Sleman10/06/2026
  • Mahasiswa UAD Berbagi Inspirasi di Ponpes Taruna Al-Qur’an Putri09/06/2026
  • Penyuluhan Kesehatan Dorong Penggunaan Obat yang Tepat09/06/2026

PRESTASI

  • Mahasiswa UAD Borong Tiga Penghargaan dalam Lomba National Essay & Business Plan Catalyst Future Competition10/06/2026
  • Pustakawan UAD Raih Juara II Riset Terbaik pada SILASMA 202609/06/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara Nasional, Teliti Duolingo dalam Meningkatkan Self-Directed Learning09/06/2026
  • Teliti Pengaruh TikTok terhadap Nilai Sosial Mahasiswa, Mahasiswa UAD Raih Prestasi Nasional08/06/2026
  • Riset Kontrasepsi Pria Karya Mahasiswa UAD Raih Apresiasi Tingkat Nasional05/06/2026

FEATURE

  • Menggali Makna Kesetiaan dan Pengorbanan01/06/2026
  • Sabil Isan Permana: Kalah Harus Bangkit Lagi30/05/2026
  • Peran Alumni UAD sebagai Problem Solver Publik29/05/2026
  • Fikih Kurban Menurut Muhammadiyah: Dari Nilai Tauhid hingga Aturan Praktis28/05/2026
  • Antara Iman dan Cinta: Belajar Adab Berdakwah dari Kisah Nabi Ibrahim21/05/2026

TENTANG | KRU | KONTAK | REKAPITULASI

Scroll to top