Mustika Muchlis, Dahlan Muda dari Papua Barat

Mustika Muchlis Dahlan Muda dari Papua Barat
Mahasiswa di Universitas Ahmad Dahlan (UAD) berasal dari berbagai daerah, baik dari Sabang sampai Merauke, bahkan dari luar negeri. Hal ini menunjukkan bahwa UAD telah dikenal di seluruh penjuru Indonesia, tidak terkecuali Indonesia bagian timur. Seorang Dahlan Muda baru yang beruntung kali bernama Mustika Muchlis, berasal dari Papua Barat.
Baginya, UAD merupakan perguruan tinggi Muhammadiyah berkelas internasional yang berbasis nilai-nilai keislaman. Ia menjatuhkan pilihan kepada Program Studi (Prodi) Sastra Indonesia (Sasindo) Fakultas Seni Budaya dan Komunikasi (FSBK). Selain ingin mendalami ilmu sastra, utamanya adalah pengetahuan kesusastraan Indonesia, ia juga percaya Sasindo akan membantu meraih cita-citanya.
Selama mengikuti Program Pengenalan Kampus (P2K), Mustika mengalami kendala jaringan internet sehingga tidak bisa menerima dengan baik semua yang disampaikan oleh pemateri. P2K adalah salah satu ajang memperlebar jaringan pertemanan. Namun, P2K daring belum bisa memberinya tempat leluasa untuk mengenal teman-teman lebih dekat secara langsung. Meski demikian, ia mengaku tetap semangat mengikuti P2K daring demi menjalankan protokol kesehatan dan keselamatan bersama. Melalui P2K daring, Dahlan Muda dari mana pun justru dapat terhubung dengan UAD dan bisa mengenalnya lebih dekat.
Dahlan Muda yang satu ini akan tetap semangat ketika perkuliahan daring nanti dimulai. Untuk mengenal UAD lebih dekat, Mustika akan mengikuti beberapa organisasi kampus. Di sana ia bisa menempa diri agar menjadi seperti apa yang diharapkan UAD, yaitu mahasiswa yang mempunyai integritas moral dan intelektual. Dalam satu sisi menguasai bidang keilmuan yang ditekuni, di sisi lain tetap memiliki spirit keislaman sehingga dapat bermanfaat bagi orang lain. (Ari)







Masta Ta’aruf (Masta) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menjadi rangkaian acara pada Program Pengenalan Kampus (P2K) bagi Dahlan Muda. Mahasiswa baru (maba) diperkenalkan mengenai Persyarikatan Muhammadiyah beserta Organisasi Otonom (Ortom) yang ada di UAD. Masta diselenggarakan dengan sistem dalam jaringan (daring) sesuai dengan anjuran Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah pada Selasa, 15 September 2020, di kanal YouTube UAD.


“Tujuan pertunjukan Nini Thowong mulanya sebagai hiburan sehabis kerja menanam padi dan ritual mencari obat bagi warga yang sakit. Namun seiring berkembangnya zaman, kini hanya dimainkan jika ada permintaan dari masyarakat sebagai hiburan saja,” ujar Agus Windardo selaku ketua kelompok kesenian Nini Thowong Panjangrejo dalam gelar wicara bertajuk “Peran Digital bagi Pegiat Seni di Masa Pandemi” via Goole Meet, (12-9-2020).
“Proposal PKM-T kami berjudul ‘Revitalisasi Kesenian Nini Thowong di Desa Panjangrejo melalui Website sebagai Upaya Meningkatkan Pendapatan Kelompok Seni’. Di era digital ini kita harus memanfaatkan dengan baik dan bijak teknologi yang ada agar bisa merasakan manfaatnya,” ujar Feby Akas Saputra.

Program Pengenalan Kampus (P2K) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menghadirkan persembahan kolaborasi antara organisasi mahasiswa (ormawa), organisasi otonom (ortom), dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dengan menyanyikan sebuah lagu berjudul “Manusia Kuat” yang dipopulerkan oleh Tulus. Persembahan ini ditayangkan secara langsung di upacara pembukaan pada Senin, 14 September 2020.