Padvinder Muhammadiyah?

HW itu Mengasyikan, Dibuktikan dengan Potret Anggota HW UAD saat Susur Sungai
Padvinder Muhammadiyah didirikan pada 1912. Padvinder berasal dari bahasa Belanda yang berarti pandu. Jadi, bisa dimaknai juga sebagai gerakan kepanduan yang bergerak di Muhammadiyah. Namun, karena dianggap kurang relevan maka atas usul H. Hadjid nama itu ditukar menjadi Hizbul Wathan (HW) pada 1924. HW atau sering disebut dengan gerakan kepanduan dibilang sudah cukup berumur karena lahir sebelum bangsa ini merdeka.
Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menjadi salah satu Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) yang terdapat HW di dalamnya. Selain kegiatan di dalam kampus, HW UAD juga terjun langsung ke sekolah untuk melatih ekstra HW ke sekolah-sekolah Muhammadiyah. Menariknya, selain mendapat ilmu, manfaat mengikuti HW yaitu memiliki badan yang sehat, memiliki jiwa-jiwa Al-Islam, dan mempunyai spirit kemuhammadiyahan. Secara tidak langsung HW ialah bentuk pengabdian seorang pandu kepada Allah. Tak hanya itu, yang menjadi mengasyikkan gerakan tersebut juga menyatu dengan alam karena sesekali melakukan jelajah alam sekitar.

Salah Satu Potret Ketangguhan Anggota HW UAD
Fandi Akhmad, S.Pd.I., M.Pd.I., selaku Pembina HW UAD mengatakan, “HW merupakan salah satu bentuk inovasi yang kreatif sebagai salah satu metode pendidikan di luar sekolah. Sekarang gerakan tersebut sudah menjadi ekstra wajib di bidang pendidikan guna pembinaan dalam hal keagamaan melalui kegiatan-kegiatannya. Seorang pandu dalam HW dididik supaya menjadi kader yang ideologis, praktis, dan paham persyarikatan Muhammadiyah.”
“Saya harap mahasiswa baru (maba) UAD dapat segera mengenal lebih dekat dengan HW. Selanjutnya maba dapat bergabung bersama dan berproses bersama. Proses tersebut bertujuan untuk dakwah amar ma’ruf nahi munkar. Tentu dalam proses tersebut menggunakan spirit HW membara,” tambah Fandi melalui WhatsApp pada 15-09-20. (Dew)





Masta Ta’aruf (Masta) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menjadi rangkaian acara pada Program Pengenalan Kampus (P2K) bagi Dahlan Muda. Mahasiswa baru (maba) diperkenalkan mengenai Persyarikatan Muhammadiyah beserta Organisasi Otonom (Ortom) yang ada di UAD. Masta diselenggarakan dengan sistem dalam jaringan (daring) sesuai dengan anjuran Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah pada Selasa, 15 September 2020, di kanal YouTube UAD.


“Tujuan pertunjukan Nini Thowong mulanya sebagai hiburan sehabis kerja menanam padi dan ritual mencari obat bagi warga yang sakit. Namun seiring berkembangnya zaman, kini hanya dimainkan jika ada permintaan dari masyarakat sebagai hiburan saja,” ujar Agus Windardo selaku ketua kelompok kesenian Nini Thowong Panjangrejo dalam gelar wicara bertajuk “Peran Digital bagi Pegiat Seni di Masa Pandemi” via Goole Meet, (12-9-2020).
“Proposal PKM-T kami berjudul ‘Revitalisasi Kesenian Nini Thowong di Desa Panjangrejo melalui Website sebagai Upaya Meningkatkan Pendapatan Kelompok Seni’. Di era digital ini kita harus memanfaatkan dengan baik dan bijak teknologi yang ada agar bisa merasakan manfaatnya,” ujar Feby Akas Saputra.

Program Pengenalan Kampus (P2K) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menghadirkan persembahan kolaborasi antara organisasi mahasiswa (ormawa), organisasi otonom (ortom), dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dengan menyanyikan sebuah lagu berjudul “Manusia Kuat” yang dipopulerkan oleh Tulus. Persembahan ini ditayangkan secara langsung di upacara pembukaan pada Senin, 14 September 2020.
Universitas Ahmad Dahlan (UAD) merupakan perguruan tinggi amal usaha organisasi Islam terbesar di Indonesia, yaitu Muhammadiyah. Perguruan tinggi ini didirikan sebagai bentuk representasi cita-cita K.H. Ahmad Dahlan dalam mengupayakan pendidikan Islam dan Muhammadiyah ke arah yang lebih modern dengan tetap berpedoman pada ajaran Islam yang menuntut kemajuan, kecerdasan, beramal bagi masyarakat, serta umat menurut tuntunan Alquran dan Hadis.