UAD Jadi Tuan Rumah Silaturahmi dan Senam Bersama Barahmus DIY

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Jadi Tuan Rumah Silaturahmi dan Senam Bersama Barahmus DIY (Foto. Humas UAD)
Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menjadi tuan rumah dalam agenda Silaturahmi dan Senam Bersama Badan Musyawarah Musea (Barahmus) DIY pada Jum’at, 10 April 2026. Kegiatan yang berlangsung di halaman Museum Muhammadiyah ini dihadiri oleh para pengelola museum se-DIY serta instansi terkait sebagai sarana menyambung komunikasi dan menjaga kebugaran.
Acara dibuka secara resmi oleh Rektor UAD, Prof. Dr. Muchlas, M.T. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa Museum Muhammadiyah memiliki komitmen kuat untuk terus dikembangkan sebagai amanah besar dari persyarikatan.
“Museum Muhammadiyah ini dikelola, diarahkan, dan dikembangkan dengan target menjadi pusat dakwah serta landmark baru di Kota Yogyakarta bersama dengan Masjid Islamic Center,” ujar Prof. Muchlas.
Lebih lanjut, ia menyoroti pentingnya integrasi antara aspek akademik, religius, dan budaya di lingkungan kampus untuk membentuk karakter mahasiswa yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki fondasi moral yang kuat.
“Kami ingin membentuk karakter anak-anak bangsa yang tidak hanya unggul akademik, tetapi juga memiliki akhlakul karimah, wawasan budaya, serta pemahaman ideologi kebangsaan yang baik,” tambahnya.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Barahmus DIY, Ki Hajar Pamadhi, menyampaikan bahwa pertemuan ini merupakan wujud kebersamaan dalam memajukan bangsa melalui kontribusi di bidang kebudayaan. Ia memaparkan inisiatif strategis Barahmus DIY, termasuk pengajuan Rancangan Peraturan Daerah (Perda) tentang permuseuman dan peluncuran konsep “Jogja City of Museum“.
Ki Hajar Pamadhi juga mendorong agar museum di lingkungan perguruan tinggi dapat terus berkembang dan terintegrasi dengan standar internasional, seperti melalui keanggotaan dalam University Museum and Collection (UMAC).
Mengingat kegiatan ini berlangsung dalam suasana bulan Syawal, acara juga diisi dengan sesi halalbihalal dan jabat tangan untuk mempererat tali persaudaraan antarpeserta. Rangkaian agenda ditutup dengan kunjungan langsung (museum tour) untuk mengeksplorasi koleksi sejarah yang tersaji di Museum Muhammadiyah. (anw)









