• TERKINI
  • UAD BERDAMPAK
  • PRESTASI
  • FEATURE
  • OPINI
  • MEDIA
  • KIRIM BERITA
  • Menu
News Portal of Universitas Ahmad Dahlan

Posts

Bimawa UAD Gelar Seminar Kesehatan Mental untuk Bangun Kesadaran dan Regulasi Diri Mahasiswa

22/10/2026/in Terkini /by Ard

Bimawa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar seminar kesehatan mental (Foto. Bimawa UAD)

Biro Kemahasiswaan dan Alumni (Bimawa), Universitas Ahmad Dahlan (UAD) sukses menyelenggarakan Seminar Hari Kesehatan Mental Internasional di Amphitarium Lantai 9, Kampus IV UAD. Kegiatan ini mengusung tema “Membangun Self Awareness dan Self-Regulation untuk Menjadi Mahasiswa Tangguh”.

Dalam laporannya, Dr. Caraka Putra Bhakti, M.Pd., menyampaikan bahwa seminar ini mendapat antusiasme yang sangat tinggi dengan jumlah pendaftar mencapai 796 peserta, dan merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Mental Internasional.

Beliau berharap kegiatan seminar ini terus diikuti oleh banyak peserta dan program-program serupa dapat lebih banyak diselenggarakan ke depannya. Seminar ini penting bagi mahasiswa karena mereka kerap menghadapi tekanan akademik dan nonakademik, sehingga perlu mampu mengenali dan mengelola diri agar kesehatan mentalnya tetap terjaga.

Mufied Fauziah, S.Pd., M.Pd., selaku dosen Bimbingan dan Konseling (BK) UAD, hadir sebagai narasumber pertama. Beliau menyampaikan materi mengenai Self-Awareness, yaitu mengenali dan memahami diri.

“Orang yang berhasil adalah orang yang memakai emosi, menangkap emosi, memahami emosi, dan menahan emosi ketika menentukan sebuah pilihan atau tujuan,” ujarnya.

Materi tersebut merujuk pada dua buku, yaitu Handbook of Self and Identity dan The Emotionally Intelligent Investor. Menurut beliau, Self-Awareness adalah kondisi ketika perhatian tertuju pada diri sendiri, mulai dari apa yang dirasakan, dipikirkan, hingga dilakukan, sehingga seseorang mampu memperhatikan, memikirkan, dan mengatur dirinya.

Dalam mengenali diri, tidak ada kepribadian yang paling baik karena setiap orang berhasil dengan caranya masing-masing, sehingga yang terpenting adalah mengenali kekuatan diri sendiri. Kesadaran ini juga membantu peserta menghindari jebakan dalam pengambilan keputusan, seperti rasa malu dan takut, stres, serta suasana hati.

Jihan Setyaning Amalia, S.Pd., hadir sebagai narasumber kedua yang menyampaikan materi secara daring. Beliau menyampaikan materi mengenai Self-Awareness in Action, yaitu mengenali pola pikir dan respons diri. Menurut beliau, emosi yang tidak dikenali dan tidak dikelola akan berdampak pada lingkungan sekitar, mulai dari teman sejawat, keluarga, dan orang terdekat, hingga dosen dan lingkungan akademik. Karena itu, sinyal awal tekanan emosional pada tubuh, emosi, dan perilaku perlu dikenali sebelum terlambat.

Tekanan tersebut sering diperparah oleh pikiran yang justru menjadi penghalang dalam kehidupan perkuliahan, seperti imposter syndrome, fear of failure, dan overthinking, yang dapat mengikis kepercayaan diri serta menghambat peluang positif. Untuk mengatasinya, peserta diajak menerima diri (self-acceptance), mengembangkan pola pikir bertumbuh (growth mindset), dan menyusun rencana tindakan (action plan), seperti check-in emosi harian dan membedakan hal yang dapat dikendalikan dari yang tidak melalui circle of control.

Zahrah Faizah, mahasiswa Psikologi UAD angkatan 2023 hadir sebagai narasumber ketiga. Beliau menyampaikan materi mengenai self-regulation dengan tema “Membangun Self-Regulation untuk Menjadi Mahasiswa Tangguh”. Beliau menjelaskan bahwa perasaan minder dan tertinggal yang sering dialami mahasiswa muncul karena adanya ketidaksesuaian antara ideal self dan real self sebagaimana dikemukakan oleh Carl Rogers, yang menjadi salah satu dampak dari kegagalan dalam regulasi diri.

Self-regulation sendiri merupakan kemampuan mengatur dan mengendalikan perilaku, pemikiran, dan emosi untuk mencapai tujuan, yang dijalankan melalui tahap perencanaan, pemantauan, dan evaluasi. Kemampuan ini dipengaruhi oleh faktor internal seperti motivasi dan tujuan, serta faktor eksternal berupa dukungan orang tua, teman sebaya, dan dosen. Peserta juga diajak mengenali hambatannya, seperti distraksi digital dan prokrastinasi, serta upaya mengatasinya melalui jadwal yang teratur, tujuan yang jelas, dan kebiasaan yang konsisten.

Neng Nabilatul Arsyiyah, mahasiswa BK UAD angkatan 2024 hadir sebagai narasumber keempat. Beliau menyampaikan materi bertema “Self-Regulation: Strategi Mengelola Diri untuk Mencapai Tujuan”. Beliau menjelaskan tantangan mahasiswa dalam mengelola diri, seperti menunda tugas, panik saat kegiatan bersamaan, terdistraksi media sosial, dan overthinking.

Tantangan ini dapat dihadapi dengan menetapkan tujuan realistis melalui prinsip SMART Goals serta menerapkan Self-Regulated Learning melalui tahap forethought, performance, dan self-reflection. Peserta diberi selembar kertas untuk menyusun rencana mengatur diri, mulai dari memilih satu kebiasaan yang ingin diperbaiki, menentukan target dan strategi, hingga berkomitmen menjalankannya selama tujuh hari.

Seminar ini berlangsung dengan lancar dan mendapat respons positif dari para peserta, yang ditunjukkan dengan antusiasme tinggi dengan pendaftar mencapai 796 orang. Materi yang disampaikan memberikan wawasan mengenai pentingnya kesadaran diri (self-awareness) dan regulasi diri (self-regulation) dalam mendukung kesehatan mental serta pengembangan diri mahasiswa.

Diharapkan melalui kegiatan ini, mahasiswa mampu mengimplementasikan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan akademik maupun sosial. Seminar ini juga menjadi bagian dari peringatan Hari Kesehatan Mental Internasional, sebagai upaya menumbuhkan kepedulian terhadap kesehatan mental di lingkungan kampus. Bimawa UAD akan terus berupaya menghadirkan program-program pengembangan diri guna mencetak lulusan yang unggul, adaptif, dan siap menghadapi dinamika dunia kerja serta kehidupan bermasyarakat. (Mei)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Bimawa-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-menggelar-seminar-kesehatan-mental-Foto.-Bimawa-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-10-22 08:02:472026-10-22 08:02:47Bimawa UAD Gelar Seminar Kesehatan Mental untuk Bangun Kesadaran dan Regulasi Diri Mahasiswa

Penutupan POMDA DIY Cabor Voli Pasir, UAD Apresiasi Para Juara

22/10/2026/in Terkini /by Ard

Penutupan POMDA DIY Cabor Voli Pasir di Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Humas UAD)

Pekan Olahraga Mahasiswa Daerah (POMDA) Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) cabang olahraga voli pasir resmi ditutup pada Minggu, 18 Oktober 2026, di GOR Voli Pasir Mandala Krida. Kompetisi yang diselenggarakan Badan Pembina Olahraga Mahasiswa Indonesia (BAPOMI) DIY dengan Universitas Ahmad Dahlan (UAD) sebagai tuan rumah ini berlangsung selama dua hari sejak Sabtu, 17 Oktober 2026.

Pada hari penutupan tersebut, babak semifinal dan babak final turut dilaksanakan. Sebanyak enam tim dari perguruan tinggi negeri dan swasta keluar sebagai pemenang. UAD menjadi salah satu di antaranya, yakni sebagai Juara III cabang voli pasir dari tim putri.

Dalam sambutan penutupan, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UAD, Dr. Gatot Sugiharto, S.H., M.H., mengucapkan selamat kepada para pemenang, khususnya para juara dari berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta yang berhasil menunjukkan kemampuannya. Gatot juga menyampaikan ucapan selamat secara khusus kepada tim putri UAD.

Menutup sambutannya, Gatot berharap kegiatan ini menjadi bekal menuju Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNAS) serta membentuk karakter para atlet. Dengan terselenggaranya kompetisi perdana ini, diharapkan lahir atlet-atlet mahasiswa yang siap mewakili DIY di POMNAS dengan tetap menjunjung tinggi sportivitas. (Septia)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Penutupan-POMDA-DIY-Cabor-Voli-Pasir-di-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Humas-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-10-22 08:01:032026-10-22 08:01:03Penutupan POMDA DIY Cabor Voli Pasir, UAD Apresiasi Para Juara

Survei PSKP UAD Ungkap Lima Program Prioritas Pemerintah yang Paling Sedikit Dirasakan Manfaatnya

21/10/2026/in Terkini /by Ard

Pemaparan hasil riset Pusat Studi Kebijakan Publik (PSKP) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran (Foto. PSKP UAD)

Pusat Studi Kebijakan Publik (PSKP) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) memaparkan hasil riset nasional bertajuk “Nilai Rapor Dua Tahun Kebijakan Prabowo–Gibran di Mata Mahasiswa” pada 19 Oktober 2026. Survei ini menghimpun pandangan 828 mahasiswa dari 32 provinsi di Indonesia untuk mengevaluasi manfaat 15 program unggulan pemerintah berdasarkan persepsi mahasiswa sebagai bagian dari pemilih terdidik (educated voters).

Hasil survei menunjukkan lima program prioritas yang paling sedikit dirasakan manfaatnya oleh responden. Komponen Cadangan (Komcad) TNI menempati posisi terbawah dengan 9,78 persen atau 81 responden, disusul kenaikan gaji hakim sebesar 11,11 persen atau 92 responden, serta pendirian Universitas Republik Indonesia (URI) sebesar 12,20 persen atau 101 responden. Sementara itu, program cetak sawah baru dipilih oleh 15,34 persen atau 127 responden, dan pendirian SMA Unggul Garuda sebesar 17,27 persen atau 143 responden.

Hilma selaku Direktur Eksekutif PSKP UAD menyampaikan bahwa rendahnya persepsi manfaat terhadap kelima program tersebut berkaitan dengan pandangan mahasiswa mengenai dampak langsung kebijakan terhadap kesejahteraan masyarakat.

“Mahasiswa memandang bahwa kebijakan peningkatan insentif aparatur hukum, sekuritisasi fisik, alih fungsi lahan skala besar, maupun pembentukan lembaga eksklusif baru belum memberikan dampak langsung terhadap kesejahteraan ekonomi masyarakat luas,” katanya.

Menurutnya, masyarakat lebih membutuhkan peningkatan integritas penegak hukum, pemerataan kualitas fasilitas pendidikan, serta efisiensi penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Karena itu, kebijakan yang berorientasi pada pembangunan fisik dan pembentukan kelembagaan baru perlu dievaluasi agar alokasi anggaran dapat lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Berdasarkan temuan tersebut, PSKP UAD merekomendasikan penataan ulang prioritas belanja negara, termasuk mengaitkan kenaikan tunjangan pejabat dengan indikator kinerja, mengevaluasi efisiensi program Komcad, dan memberlakukan moratorium proyek fisik baru.

PSKP UAD juga mendorong pengalihan anggaran untuk penambahan subsidi Uang Kuliah Tunggal (UKT) di perguruan tinggi negeri, perbaikan infrastruktur irigasi lokal, serta penguatan layanan dasar yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. (Juni)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Pemaparan-hasil-riset-Pusat-Studi-Kebijakan-Publik-PSKP-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-dua-tahun-pemerintahan-Prabowo-Gibran-Foto.-PSKP-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-10-21 07:56:042026-10-21 07:56:04Survei PSKP UAD Ungkap Lima Program Prioritas Pemerintah yang Paling Sedikit Dirasakan Manfaatnya

Habiburrahman El Shirazy: Cinta Negeri Harus Diwujudkan dengan Tindakan Nyata

21/10/2026/in Terkini /by Ard

Habiburrahman El Shirazy narasumber kajian mahasiswa muslim perguruan tinggi di lingkungan LLDIKTI V di Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Mei)

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menjadi tuan rumah Kajian Mahasiswa Muslim Perguruan Tinggi di Lingkungan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah V pada Senin, 19 Oktober 2026. Kegiatan yang berlangsung di Masjid Islamic Center UAD ini menghadirkan penulis novel Ayat-Ayat Cinta dan Ketika Cinta Bertasbih, Habiburrahman El Shirazy, untuk menyampaikan kajian bertema “Tak Surut Mencintai Negeri, Menyalakan Jiwa, Membangun Peradaban Bangsa”.

Rektor UAD, Prof. Muchlas, M.T., dalam sambutannya menekankan pentingnya menumbuhkan semangat mahasiswa untuk mencintai dan merawat Indonesia melalui kontribusi nyata.

“Mari kita rawat negeri kita ini, kita tampilkan diri kita sebagai bagian yang bermanfaat, tidak hanya bagi diri kita, tapi juga bagi masyarakat, bagi pengembangan lebih jauh bangsa dan negara kita,” kata Muchlas.

Kemudian sambutan Kepala LLDIKTI Wilayah V, Prof. Setyabudi Indartono, M.M., Ph.D., menyoroti pentingnya perhatian kesehatan mental mahasiswa di tengah berbagai tantangan yang dihadapi generasi muda. Ia menegaskan bahwa perguruan tinggi perlu menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi mahasiswa untuk belajar serta mengembangkan diri.

“Mudah-mudahan dengan agenda yang kita adakan rutin seperti ini menjadi jembatan untuk kita semuanya, mengantisipasi, memitigasi problem-problem yang mungkin akan kita hadapi. Oleh karenanya mohon kita pastikan kampus-kampus kita adalah kampus yang nyaman, menjadi ekosistem yang aman untuk belajar dan juga mengembangkan diri kita sendiri,” katanya.

Dalam kajian tersebut, Habiburrahman menjelaskan bahwa kecintaan terhadap tanah air merupakan fitrah manusia. Beliau mencontohkan kisah Nabi Muhammad saw. yang memiliki kecintaan mendalam terhadap Makkah, tempat kelahirannya, ketika harus meninggalkan kota tersebut demi melanjutkan dakwah ke Madinah.

Menurutnya, kecintaan terhadap tempat kelahiran dan negeri tempat seseorang tumbuh merupakan naluri kemanusiaan yang wajar. Kecintaan tersebut perlu diwujudkan melalui kepedulian dan kontribusi nyata bagi masyarakat, bukan sekadar perasaan atau ungkapan.

“Adik-adikku semuanya, mari kita cintai Indonesia. Ketika kita mencintai Indonesia, niatkan cinta kita kepada Indonesia sebagai bagian dari ibadah, sebagai bagian mengikuti sunahnya Rasulullah saw. Rasulullah mencintai tanah kelahirannya. Kita dilahirkan di Indonesia, kita orang Indonesia. Kita niatkan, kita cintai negeri ini bagian dari ibadah. Sebab, memang ada dasarnya, jelas sekali di Al-Qur’an. Allah berfirman, Kalau kalian mencintai Allah, maka ikutilah aku, ikuti Rasulullah,” tuturnya.

Habiburrahman El Shirazy juga mengajak mahasiswa untuk tidak memiliki mentalitas mengandalkan orang lain dalam menjalankan tanggung jawab. Beliau menyampaikan kisah seorang raja yang menguji keikhlasan rakyatnya dengan meminta setiap orang menyumbangkan satu sendok madu ke dalam tempayan di setiap desa. Namun, karena masing-masing berpikir bahwa sumbangan satu sendok air tidak akan berpengaruh jika orang lain membawa madu, seluruh tempayan justru terisi air.

“Ini contoh sederhana yang mungkin tidak begitu krusial bagi sebuah negeri. Namun, jika suatu saat negeri ini, atau lebih luas lagi umat Rasulullah, membutuhkan sesuatu yang sangat penting dan kelalaian dalam melaksanakannya dapat menimbulkan petaka, kita tidak boleh hanya mengandalkan orang lain. Maka mental mengandalkan orang lain segeralah ditinggalkan. Mulai dari diri kalian, jangan sekali-kali mengandalkan orang lain.”

Habiburrahman El Shirazy menjelaskan makna doa yang diajarkan Rasulullah saw. untuk memohon perlindungan kepada Allah Swt. dari berbagai keadaan yang dapat menghambat kehidupan. Ia menerangkan bahwa ham merupakan kegundahan akibat memikirkan persoalan masa depan, sedangkan huzn adalah kesedihan atau penyesalan atas kejadian masa lalu. Ia juga mengingatkan mahasiswa agar tidak mudah merasa lemah ketika menghadapi tantangan serta menghindari kemalasan dalam menjalankan ibadah dan tanggung jawab.

“Ham itu kegundahan hati, memikirkan masa depan. Besok bagaimana, besok pagi bagaimana, nanti kalau sudah mau lulus bagaimana, dapat jodoh atau tidak. Kalau huzn, itu sedih atas perbuatan yang telah lalu, kejadian yang telah lalu. Kita juga harus memohon perlindungan dari perasaan lemah, kemalasan, sifat pengecut, dan kekikiran. Tolong diingat bahwa malas itu sumber malapetaka. Padahal kalau dipahami, apa pun yang kita miliki adalah rezeki dan titipan dari Allah.”

Selain itu, Habiburrahman mengajak mahasiswa untuk menunjukkan kepedulian terhadap sesama, termasuk dengan mengingatkan teman yang berisiko terjerat pinjaman online. Menurutnya, sikap saling mengingatkan merupakan bentuk kasih sayang dan tanggung jawab, bukan sekadar mencampuri urusan pribadi orang lain.

Melalui kajian tersebut, Habiburrahman mengajak mahasiswa menjadikan kecintaan terhadap Indonesia sebagai bagian dari ibadah yang diwujudkan melalui tindakan nyata. Ia menekankan bahwa membangun bangsa membutuhkan kesadaran, kepedulian, dan tanggung jawab yang dimulai dari diri sendiri. Dengan demikian, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan diri sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat, agama, dan negara. (Mei)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Habiburrahman-El-Shirazy-narasumber-kajian-mahasiswa-muslim-perguruan-tinggi-di-lingkungan-LLDIKTI-V-di-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Mei.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-10-21 07:53:342026-10-21 07:53:34Habiburrahman El Shirazy: Cinta Negeri Harus Diwujudkan dengan Tindakan Nyata

Tim Prodamat UAD Edukasi Mahasiswa KPI UMY Kembangkan Aplikasi Dakwah Berbasis AI

21/10/2026/in Terkini /by Ard

Mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) edukasi mahasiswa KPI UMY kembangkan aplikasi dakwah berbasis AI (Foto. Tim Prodamat UAD)

Dalam rangka mendukung pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan teknologi informasi, mahasiswa Program Studi Magister Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Ahmad Dahlan (UAD), menyelenggarakan Program Pemberdayaan Umat (Prodamat) bertajuk “Pelatihan Pengembangan Aplikasi Dakwah Berbasis AI bagi Mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam UMY”. Kegiatan dilaksanakan pada Selasa, 13 Oktober 2026, di UMY.

Program ini merupakan bentuk kontribusi keilmuan mahasiswa Magister Informatika UAD dalam mendukung pengembangan dakwah digital. Sasaran kegiatan adalah mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) UMY yang telah mengembangkan ide dan purwarupa aplikasi dalam pembelajaran Elektronikal Dakwah. Melalui pendampingan ini, peserta diajak mengembangkan aplikasi berdasarkan kebutuhan pengguna, bukan sekadar menambah fitur.

Pelatihan dilaksanakan melalui pemaparan materi, diskusi, dan praktik langsung. Peserta mempelajari delapan tahapan pengembangan, yaitu meninjau aplikasi, menyederhanakan fitur utama, merapikan tampilan dan alur pengguna, memanfaatkan AI melalui instruksi yang tepat, mengembangkan fungsi dan data sederhana, memperbaiki serta menguji aplikasi, meninjau aspek publikasi dan etika, serta mempresentasikan hasil pengembangan.

Dalam prosesnya, peserta menggunakan perangkat berbasis kecerdasan buatan untuk membantu perancangan antarmuka dan pengembangan prototipe. Google Stitch digunakan untuk mendukung perancangan tampilan, Google AI Studio membantu proses pengembangan logika dan kode, sedangkan Vercel digunakan untuk menayangkan aplikasi secara daring. Peserta juga diarahkan agar memeriksa hasil keluaran AI secara kritis, menjaga privasi pengguna, dan memvalidasi ketepatan konten keagamaan.

Salah satu hasil yang ditampilkan dalam kegiatan ini adalah prototipe aplikasi Niyyah. Aplikasi tersebut memiliki tiga bagian utama, yakni penentuan target ibadah, pencatatan aktivitas ibadah harian, dan pemantauan progres ibadah. Prototipe ini menjadi contoh penerapan teknologi untuk membantu pengguna merencanakan dan mengevaluasi aktivitas ibadah secara lebih terstruktur.

Berdasarkan laporan evaluasi, sebanyak 16 peserta mengikuti pre-test dan post-test. Pada pre-test, enam peserta atau 37,5 persen mencapai nilai ketuntasan, sedangkan sepuluh peserta belum mencapai ketuntasan. Setelah mengikuti pelatihan, seluruh peserta yang mengikuti post-test mencapai batas ketuntasan. Laporan juga mencatat kenaikan rata-rata nilai sebesar 28,1 persen. Hasil evaluasi ini menunjukkan peningkatan pemahaman peserta mengenai konsep Minimum Viable Product (MVP), alur pengguna, dan penggunaan AI dalam pengembangan aplikasi.

Kegiatan ini dilaksanakan oleh tim yang diketuai Yaufani Adam, dengan anggota Muhamad Widyantoro, Denilson Aji Santoso, dan Muhdini Wakhid. Tim mendapatkan bimbingan dari Dr. Murinto, S.Si., M.Kom., dan Prof. Dr. Ir. Imam Riadi, M.Kom. Program ini didanai oleh Universitas Ahmad Dahlan melalui Prodamat dan menjadi wujud kolaborasi antara Magister Informatika UAD dengan Program Studi KPI UMY.

Melalui kegiatan ini, tim berharap pendampingan pengembangan aplikasi dapat terus berlanjut, termasuk melalui pengujian kegunaan kepada lebih banyak pengguna dan penyempurnaan fitur secara bertahap. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mendukung lahirnya inovasi dakwah digital yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, sekaligus mengedepankan etika, keamanan data, dan tanggung jawab dalam pemanfaatan kecerdasan buatan. (Mei)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-edukasi-mahasiswa-KPI-UMY-kembangkan-aplikasi-dakwah-berbasis-AI-Foto.-Tim-Prodamat-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-10-21 07:51:212026-10-21 07:51:21Tim Prodamat UAD Edukasi Mahasiswa KPI UMY Kembangkan Aplikasi Dakwah Berbasis AI

Tim Prodamat UAD Gelar Pelatihan Pemanfaatan Aplikasi Duitin Pengelolaan Sampah

21/10/2026/in Terkini /by Ard

Tim Prodamat Universitas Ahmad Dahlan (UAD) gelar pelatihan pemanfaatan aplikasi duitin pengelolaan sampah (Foto. Tim Prodamat UAD)

Tim Program Pemberdayaan Umat (Prodamat) Kelompok 1 Program Studi Magister Informatika Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar pelatihan pemanfaatan aplikasi Duitin dalam digitalisasi pengelolaan sampah sekolah sebagai upaya pemberdayaan guru SD Muhammadiyah Karangwaru, Yogyakarta, pada Rabu, 14 Oktober 2026, di SD Muhammadiyah Karangwaru.

Kegiatan yang dilaksanakan oleh Faik Irkhamudin, Yorissa Silviana, dan Bintang Surya Pramana Putra ini bertujuan membekali para guru dengan pemahaman mengenai pentingnya pemilahan dan pengelolaan sampah yang tepat. Selain itu, peserta diperkenalkan dengan aplikasi Duitin sebagai salah satu solusi digital yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung pengelolaan sampah secara lebih efektif dan berkelanjutan.

Pelatihan dimulai dari penyampaian materi mengenai pemilahan sampah yang dilanjutkan dengan praktik langsung pemanfaatan aplikasi Duitin. Melalui sesi praktik tersebut, para guru memperoleh pengalaman dalam menggunakan teknologi digital sebagai sarana pendukung pengelolaan sampah sekaligus meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya pengelolaan lingkungan dimulai dari lingkungan sekolah.

Melalui kegiatan Prodamat ini, diharapkan para guru dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam aktivitas sekolah serta turut mengedukasi peserta didik mengenai pentingnya memilah dan mengelola sampah dengan baik. Dengan demikian, kegiatan ini diharapkan dapat mendorong terbentuknya kebiasaan memilah sampah dan memperkuat budaya peduli lingkungan yang berkelanjutan di SD Muhammadiyah Karangwaru. (Mei)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Tim-Prodamat-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-gelar-pelatihan-pemanfaatan-aplikasi-duitin-pengelolaan-sampah-Foto.-Tim-Prodamat-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-10-21 07:49:102026-10-21 07:49:10Tim Prodamat UAD Gelar Pelatihan Pemanfaatan Aplikasi Duitin Pengelolaan Sampah

Mahasiswa Teknologi Pangan UAD Sosialisasikan Legalitas Usaha bagi UMKM di Tridadi

20/10/2026/in Terkini /by Ard

Mahasiswa Teknologi Pangan Universitas Ahmad Dahlan (UAD) sosialisasikan legalitas usaha bagi UMKM di Tridadi (Foto. Tim MeRAMU)

Tim MeRAMU Dahlan Muda 2026 Himpunan Mahasiswa Teknologi Pangan (HMTP) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar sosialisasi legalitas usaha bagi masyarakat dan pelaku UMKM di Padukuhan Kebonagung, Kalurahan Tridadi, Kapanewon Sleman, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Senin, 31 September 2026. Kegiatan yang berlangsung di Masjid Al-Huda ini merupakan bagian dari program Talas Lokal Bernilai Tambah (Talenta), yang bertujuan memperkuat pengembangan dan pemasaran produk olahan Talas Pratama.

Sosialisasi tersebut berfokus pada pentingnya legalitas usaha sebagai salah satu aspek pendukung pengembangan produk lokal agar dapat dipasarkan secara lebih luas. Melalui kegiatan ini, masyarakat, khususnya Kelompok Wanita Tani (KWT) Padukuhan Kebonagung dan pelaku UMKM, diperkenalkan dengan berbagai dokumen perizinan yang diperlukan untuk mendukung keberlangsungan usaha serta meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk yang dipasarkan.

Materi sosialisasi mencakup pengenalan Nomor Induk Berusaha (NIB) melalui sistem Online Single Submission (OSS), sertifikasi halal, perizinan pangan industri rumah tangga (P-IRT), izin edar BPOM sesuai kategori produk, serta pendaftaran merek dagang. Peserta memperoleh pemahaman mengenai fungsi setiap dokumen dan perannya dalam mendukung kegiatan usaha, mulai dari identitas legal pelaku usaha hingga pemenuhan persyaratan produk untuk dipasarkan.

Ketua Tim HMTP MeRAMU 2026, Triamanda Fauzia Rahmawati, menyampaikan bahwa pemahaman mengenai legalitas perlu berjalan beriringan dengan pengembangan produk dan strategi pemasaran.

“Melalui subprogram PRIME dan Legalitas, kami berupaya melengkapi keterampilan produksi masyarakat dengan pemahaman komersialisasi yang matang. Sebuah produk inovatif dari potensi lokal seperti Talas Pratama akan memiliki nilai jual yang jauh lebih tinggi jika didukung oleh identitas merek yang kuat, kemasan yang menarik, strategi pemasaran digital yang tepat, serta kepastian legalitas usaha. Harapannya, produk olahan KWT Kebonagung tidak hanya siap diproduksi, tetapi juga percaya diri dan berdaya saing di pasar yang lebih luas,” katanya.

Selain sosialisasi legalitas, program Talenta juga mencakup subprogram Pratamsa Integrated Marketing and Enterprises (Prime) yang berfokus pada penguatan strategi pemasaran produk. Materi pendukung meliputi penentuan target konsumen, pengembangan identitas merek dan kemasan, pembuatan konten promosi digital, serta pemanfaatan media sosial dan lokapasar. Masyarakat juga diperkenalkan dengan pentingnya menjaga keamanan transaksi digital dan melindungi data akun usaha saat melakukan penjualan secara daring.

Setelah sosialisasi, tim melanjutkan kegiatan melalui pendampingan pemasaran dan legalitas usaha pada September hingga Oktober 2026. Pendampingan ini diharapkan membantu masyarakat menerapkan pengetahuan yang diperoleh sesuai dengan kebutuhan dan tahapan pengembangan usaha masing-masing.

Melalui kegiatan tersebut, tim MeRAMU Dahlan Muda HMTP UAD 2026 berharap masyarakat Padukuhan Kebonagung semakin memahami pentingnya legalitas dalam menjalankan usaha. Pengetahuan ini diharapkan menjadi bekal bagi pelaku UMKM untuk mengembangkan produk berbasis potensi lokal secara lebih terarah, meningkatkan kepercayaan konsumen, dan memperluas peluang pemasaran. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-Teknologi-Pangan-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-sosialisasikan-legalitas-usaha-bagi-UMKM-di-Tridadi-Foto.-Tim-MeRAMU.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-10-20 07:48:402026-10-20 07:48:40Mahasiswa Teknologi Pangan UAD Sosialisasikan Legalitas Usaha bagi UMKM di Tridadi

UAD Perkuat Etika Digital Guru SD Muhammadiyah 2 Kedungbanteng

20/10/2026/in Terkini /by Ard

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) perkuat etika digital Guru SD Muhammadiyah 2 Kedungbanteng (Foto. Tim Prodamat UAD)

Mahasiswa Program Studi Magister Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Ahmad Dahlan (UAD) mengadakan Program Pemberdayaan Umat (Prodamat) bertema “Penguatan Etika Digital Guru SD Muhammadiyah 2 Kedungbanteng dalam Penggunaan Media dan Teknologi Digital” pada Selasa, 13 Oktober 2026. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman guru mengenai penggunaan media digital secara bijak, aman, santun, dan bertanggung jawab.

Pelatihan tersebut membahas etika penggunaan media sosial, komunikasi melalui grup percakapan sekolah, serta pentingnya menjaga profesionalisme guru di ruang digital. Peserta diajak memahami bahwa aktivitas dan jejak digital dapat memengaruhi reputasi pribadi, citra sekolah, serta kepercayaan orang tua terhadap tenaga pendidik.

Selain itu, materi pelatihan menekankan pentingnya perlindungan privasi siswa, terutama dalam pengambilan dan publikasi foto maupun video kegiatan pembelajaran. Guru diberikan pemahaman mengenai perlindungan data pribadi anak, pentingnya persetujuan yang sesuai, serta risiko penyebaran konten digital yang dapat meninggalkan jejak dalam jangka panjang.

Peserta juga memperoleh materi mengenai pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI) sebagai sarana pendukung pembelajaran. Dalam penggunaannya, guru diingatkan untuk memeriksa kebenaran, keamanan, kesesuaian, dan relevansi materi sebelum digunakan dalam proses belajar mengajar serta menghindari memasukkan data pribadi siswa ke layanan digital yang tidak memerlukannya.

Kegiatan berlangsung secara partisipatif melalui penyampaian materi, diskusi, studi kasus, dan pembahasan situasi yang sering dijumpai di lingkungan sekolah. Peserta diajak menentukan langkah yang tepat dalam menghadapi persoalan digital, seperti publikasi dokumentasi siswa, penyebaran informasi yang belum terverifikasi, komunikasi di grup sekolah, dan penggunaan konten digital untuk pembelajaran.

Program ini dilaksanakan oleh Rahmat Dwi Cahyono sebagai ketua kelompok bersama Naufal Anas ES Abiyyu dan Hairatunnisa, mahasiswa Magister Informatika UAD. Pelaksanaan kegiatan mendapat pendampingan dari Herman, S.Kom., M.Sc., Ph.D. dan Rusydi Umar, S.T., M.T., Ph.D. melalui program pengabdian kepada masyarakat yang disesuaikan dengan kebutuhan pendidikan di era digital.

Melalui kegiatan ini, UAD berharap para guru dapat menerapkan prinsip etika digital dalam aktivitas profesional dan pembelajaran sehari-hari. Pelatihan tersebut juga diharapkan mendorong terbentuknya budaya digital di sekolah yang aman, ramah anak, serta bertanggung jawab dalam penggunaan media dan teknologi digital. (doc)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-perkuat-etika-digital-Guru-SD-Muhammadiyah-2-Kedungbanteng-Foto.-Tim-Prodamat-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-10-20 07:46:062026-10-20 07:46:06UAD Perkuat Etika Digital Guru SD Muhammadiyah 2 Kedungbanteng

Mahasiswa Magister Informatika UAD Adakan Pelatihan AI bagi Guru TK

20/10/2026/in Terkini /by Ard

Mahasiswa Magister Informatika Universitas Ahmad Dahlan (UAD) gelar pelatihan AI bagi guru TK (Foto. Tim Prodamat UAD)

Mahasiswa Program Studi Magister Informatika Universitas Ahmad Dahlan (UAD) mengadakan Program Pemberdayaan Umat (Prodamat) berupa pelatihan pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) bagi guru TK Teladan Yogyakarta pada Sabtu, 10 Oktober 2026. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan keterampilan guru dalam mengembangkan media pembelajaran interaktif dan mengelola dokumentasi kegiatan sekolah melalui teknologi digital.

Kegiatan bertajuk “Pelatihan Pemanfaatan Artificial Intelligence bagi Guru TK Teladan Yogyakarta untuk Meningkatkan Kualitas Media Pembelajaran Interaktif” tersebut dilaksanakan oleh Danial Sahila Amardana, Labib Azhar Janotama, dan Idham Khaliq. Program ini berada di bawah bimbingan Dr. Eng. Ir. Muhammad Kunta Biddinika, S.T., M.Eng. dan Prof. Ir. Sunardi, S.T., M.T., Ph.D. sebagai bagian dari implementasi Catur Dharma Perguruan Tinggi Muhammadiyah.

Pelatihan diikuti 21 guru dengan materi utama berupa pengenalan AI, penyusunan prompt yang efektif, serta integrasi hasil AI dengan Canva. Dalam sesi praktik, peserta belajar menyusun instruksi untuk menghasilkan media visual menggunakan AI, kemudian menyuntingnya melalui Canva agar sesuai dengan kebutuhan pembelajaran anak usia dini.

Selain itu, peserta mendapatkan pelatihan dasar Adobe Lightroom Web untuk mengolah dokumentasi foto kegiatan sekolah. Materi meliputi pengaturan pencahayaan, warna, dan penyempurnaan foto agar hasil dokumentasi dapat dimanfaatkan untuk laporan kegiatan, komunikasi dengan orang tua, publikasi sekolah, serta pengarsipan kegiatan pembelajaran.

Rangkaian kegiatan meliputi pretest, pengantar AI, praktik Adobe Lightroom Web, Prompt Engineering, integrasi Canva, posttest, dan dokumentasi. Pelatihan menggunakan metode praktik langsung dengan pendampingan tim Prodamat sehingga peserta dapat mencoba setiap tahapan menggunakan perangkat masing-masing.

Berdasarkan hasil evaluasi, observasi keterampilan yang dilakukan oleh tiga observer menunjukkan capaian sebesar 87,5 persen pada praktik Adobe Lightroom Web dan 83,33 persen pada materi AI, Prompt Engineering, dan Canva. Kedua capaian tersebut termasuk kategori mandiri, yang menunjukkan bahwa sebagian besar peserta mampu mengikuti tahapan praktik dan menggunakan perangkat digital yang diperkenalkan selama pelatihan.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa Magister Informatika UAD berharap para guru dapat menerapkan keterampilan yang diperoleh untuk mengembangkan media pembelajaran visual yang menarik dan mengelola dokumentasi sekolah secara lebih efektif. Program ini sekaligus memperkuat kerja sama antara Program Studi Magister Informatika UAD dan TK Teladan Yogyakarta dalam meningkatkan kompetensi digital guru serta membuka peluang pelaksanaan pelatihan teknologi pendidikan sesuai kebutuhan sekolah. (doc)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-Magister-Informatika-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-gelar-pelatihan-AI-bagi-guru-TK-Foto.-Tim-Prodamat-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-10-20 07:42:592026-10-20 07:42:59Mahasiswa Magister Informatika UAD Adakan Pelatihan AI bagi Guru TK

Mahasiswa UAD Latih Masyarakat Olah Talas Pratama Jadi Produk Bernilai Ekonomi

20/10/2026/in MBKM, Terkini /by Ard

Mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) latih masyarakat olah talas pratama jadi produk bernilai ekonomi (Foto. Tim MeRAMU)

Tim MeRAMU Dahlan Muda 2026 Himpunan Mahasiswa Teknologi Pangan (HMTP) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar pelatihan pengolahan Talas Pratama menjadi produk pangan bernilai tambah melalui program Talas Lokal Bernilai Tambah (Talenta). Program ini dilaksanakan melalui dua subprogram, yakni Talastika dan Vesta, yang memberikan pelatihan kepada masyarakat mulai dari pembuatan tepung talas hingga pengolahan tepung menjadi beragam produk pangan.

Kegiatan ini melibatkan Kelompok Wanita Tani (KWT) dan masyarakat Padukuhan Kebonagung, Kalurahan Tridadi, Kapanewon Sleman, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Rangkaian kegiatan diawali dengan sosialisasi pada 21 Agustus 2026, dilanjutkan pelatihan dan praktik pengolahan produk pada 30 Agustus 2026. Selanjutnya, tim melaksanakan monitoring pada 11 September hingga 10 Oktober 2026 untuk memantau keberlanjutan kegiatan produksi yang dilakukan masyarakat.

Melalui subprogram Talas Lokal Andalan: Sentra Teknologi Inovasi Kewirausahaan Agribisnis (Talastika), masyarakat mendapatkan pelatihan mengolah Talas Pratama menjadi tepung talas yang diberi nama Talafina. Prosesnya meliputi sortasi, pengupasan, pencucian, pengirisan, pengeringan menggunakan teknologi Solar Dome, penggilingan, hingga pengemasan. Pelatihan ini bertujuan membekali masyarakat dengan keterampilan mengolah talas menjadi bahan baku yang dapat digunakan untuk membuat berbagai produk pangan.

Pelatihan kemudian dilanjutkan melalui subprogram Versatile Edible and Superior Talas Assets (Vesta), yang berfokus pada praktik diversifikasi tepung Talafina menjadi produk pangan. Dalam kegiatan ini, masyarakat diperkenalkan dengan pembuatan nugget talas bernama Talas Crispy Bites dan beras analog bernama Tala Rise. Peserta juga memperoleh pengetahuan mengenai pengendalian dan penjaminan mutu produk agar hasil olahan memiliki kualitas yang baik.

Ketua Tim HMTP MeRAMU 2026, Triamanda Fauzia Rahmawati, menyampaikan bahwa pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan keterampilan masyarakat dalam mengolah potensi pangan lokal. “Melalui subprogram Talastika dan Vesta, kami ingin membantu masyarakat untuk melihat Talas Pratama bukan hanya sebagai komoditas yang dijual dalam bentuk segar, tetapi juga sebagai bahan baku yang dapat dikembangkan menjadi berbagai produk pangan bernilai tambah. Harapannya, keterampilan yang diperoleh melalui kegiatan ini dapat terus diterapkan dan dikembangkan oleh masyarakat secara mandiri,” ujarnya.

Pelatihan ini dilatarbelakangi potensi Talas Pratama di Kalurahan Tridadi yang diperkirakan mencapai 2-3 ton per tahun. Namun, pemanfaatannya masih didominasi penjualan umbi segar dan olahan sederhana. Melalui program Talenta, tim MeRAMU Dahlan Muda HMTP UAD berupaya memberikan keterampilan praktis kepada masyarakat agar talas dapat diolah menjadi tepung dan dikembangkan menjadi produk pangan yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.

Melalui pelatihan dan pendampingan tersebut, tim berharap masyarakat, khususnya KWT Padukuhan Kebonagung, mampu menerapkan keterampilan pengolahan talas secara berkelanjutan. Selain memperluas pemanfaatan bahan pangan lokal, kegiatan ini diharapkan dapat membuka peluang usaha berbasis potensi daerah dan mendorong pengembangan produk pangan inovatif di Kalurahan Tridadi. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-latih-masyarakat-olah-talas-pratama-jadi-produk-bernilai-ekonomi-Foto.-Tim-MeRAMU.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-10-20 07:40:442026-10-20 07:46:37Mahasiswa UAD Latih Masyarakat Olah Talas Pratama Jadi Produk Bernilai Ekonomi
Page 2 of 644‹1234›»

TERKINI

  • UAD Beri Penghargaan bagi Dokter Baru Berprestasi pada Sumpah Dokter Periode V27/10/2026
  • Tim Dahlan Muda Meramu HMIF UAD Dorong Pengembangan UMKM dan Wisata Packrafting27/10/2026
  • PERSADA UAD Salurkan Donasi Air Bersih di Gunungkidul26/10/2026
  • Dari Menjaga ke Memakmurkan, LPSI UAD Perkuat Tata Kelola Takmir Masjid Kampus26/10/2026
  • BEM Farmasi UAD Perluas Wawasan Global Mahasiswa Lewat Short Course 2026 di IKOP Pharma Malaysia26/10/2026

PRESTASI

  • Tim Voli Putri UAD Raih Juara III Liga Voli Mahasiswa 202615/10/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara II Math Essay Competition Nasional15/10/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara I Writing Contest FOMUNY 202612/10/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara III pada Kejurnas IX Senior-Junior Hapkido Indonesia 202630/09/2026
  • Tim Al Qorni UAD Raih Dua Gelar Juara di Ajang KMLI 202630/09/2026

FEATURE

  • Gelar Dokter adalah Awal dari Pengabdian27/10/2026
  • Menjadi Orang Tua Dimulai Sebelum Anak Hadir26/10/2026
  • Meneladani Keteguhan dan Keluhuran Akhlak Rasulullah di Tengah Pemboikotan12/10/2026
  • Kesederhanaan yang Menjadi Pilihan Hidup Rasulullah06/10/2026
  • Runtuhkan Sekat Pembatas, Dekan FKIP UAD Tekankan Kolaborasi Pendidikan yang Berdampak28/09/2026

TENTANG | KRU | KONTAK | REKAPITULASI

Scroll to top