• TERKINI
  • UAD BERDAMPAK
  • PRESTASI
  • FEATURE
  • OPINI
  • MEDIA
  • KIRIM BERITA
  • Menu
News Portal of Universitas Ahmad Dahlan

Posts

Tim PKM RE UAD Buat Nanogel dari Ikan Gabus dan Aloe vera untuk Luka Bakar

12/08/2026/in MBKM, Terkini /by Ard

Tim PKM RE Universitas Ahmad Dahlan (UAD) buat nanogel ikan gabus dan Aloe vera untuk luka bakar (Foto. Tim PKM RE UAD)

Luka bakar tidak hanya menimbulkan kerusakan pada permukaan kulit, tetapi juga dapat menjadi tantangan panjang dalam proses pemulihan jaringan. Kerusakan kulit akibat luka bakar dapat meningkatkan risiko infeksi hingga memicu terbentuknya jaringan parut yang berdampak pada kualitas hidup penderitanya. Proses regenerasi jaringan yang membutuhkan waktu inilah yang mendorong perlunya inovasi untuk mendukung penyembuhan luka bakar secara optimal.

Menjawab tantangan tersebut, Tim Program Kreativitas Mahasiswa Riset Eksakta (PKM RE) REGENOCA Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menghadirkan inovasi berbasis bahan alam melalui pengembangan nanogel untuk obat luka bakar dengan penelitian berjudul “Inovasi Nanogel Kombinasi Albumin Channa striata dengan Ekstrak Aloe vera untuk Menstimulasi Regenerasi Sel Dermal Kasus Luka Bakar Secara In Vivo.” Penelitian ini menjadi upaya tim dalam memadukan potensi sumber daya hayati Indonesia dengan teknologi sediaan farmasi.

Inovasi ini memanfaatkan albumin dari ikan gabus (Channa striata) dan ekstrak lidah buaya (Aloe vera) yang dikembangkan dalam bentuk nanogel. Kombinasi tersebut ditujukan untuk mengevaluasi potensinya dalam menstimulasi regenerasi sel dermal pada kasus luka bakar melalui pengujian in vivo. Pendekatan ini diharapkan dapat membuka peluang pemanfaatan bahan alam dalam pengembangan inovasi untuk mendukung proses regenerasi jaringan kulit.

Pengembangan nanogel menjadi salah satu bagian penting dari inovasi yang dilakukan Tim REGENOCA. Teknologi tersebut menjadi pendekatan dalam mengemas kombinasi bahan alam ke dalam suatu sediaan farmasi modern. Dengan demikian, penelitian ini mempertemukan dua potensi, yaitu kekayaan hayati Indonesia dan perkembangan teknologi farmasi.

Penelitian ini dilaksanakan pada Mei hingga Agustus 2026. Tim terdiri atas Yurika Shifa Tuzzahra sebagai ketua, bersama Nurmala Ayu Azzahra, Shasqik Alfida Danin Djati Wicaksana, dan Berliana Putri Rahmadani dari Fakultas Farmasi, serta Nanda Putri Kinasih dari Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi Terapan. Penelitian ini berada di bawah bimbingan Haris Setiawan, S.Pd., M.Sc., dosen Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi Terapan UAD.

Melalui kolaborasi lintas disiplin tersebut, Tim REGENOCA berupaya menghadirkan inovasi yang tidak hanya mengangkat potensi bahan alam Indonesia, tetapi juga mengembangkannya melalui pendekatan teknologi modern. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam pengembangan inovasi farmasi berbasis bahan alam yang mendukung penelitian lebih lanjut mengenai regenerasi jaringan pada kasus luka bakar. (Mei)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Tim-PKM-RE-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-buat-nanogel-ikan-gabus-dan-Aloe-vera-untuk-luka-bakar-Foto.-Tim-PKM-RE-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-08-12 08:32:582026-08-12 08:33:17Tim PKM RE UAD Buat Nanogel dari Ikan Gabus dan Aloe vera untuk Luka Bakar

Prodi Informatika UAD Selenggarakan Gelar Karya MPTI 2026

11/08/2026/in Terkini /by Ard

Gelar Karya MPTI Program Studi Informatika Fakultas Teknologi Industri Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Septi)

Program Studi Informatika Fakultas Teknologi Industri Universitas Ahmad Dahlan (FTI UAD) menyelenggarakan Gelar Karya dan Pameran Mata Kuliah Proyek Teknologi Informatika (MPTI) 2026 pada Senin, 20 Juli 2026 di Hall Gedung Utama Kampus 4 UAD. Acara ini menampilkan inovasi nyata karya mahasiswa, pameran skripsi, mini workshop, dan lomba game.

Kegiatan yang berlangsung di Jl. Ringroad Selatan, Bantul, DIY ini menghadirkan beragam rangkaian acara menarik. Di antaranya adalah pameran hasil proyek teknologi informatika (MPTI) oleh mahasiswa, pameran tugas akhir atau skripsi mahasiswa Informatika, mini workshop, serta kompetisi e-sport Lomba PES E-Football 2026.

Gelar karya ini merupakan puncak dari mata kuliah MPTI, sebuah mata kuliah wajib yang dirancang untuk membekali mahasiswa dengan pengalaman praktis dalam mengelola proyek teknologi. Dalam pengerjaannya, mahasiswa dituntut untuk menyelesaikan proyek nyata yang diutamakan berasal dari mitra atau klien perusahaan.

Bambang Robi’in, S.T., M.T., selaku koordinator mata kuliah MPTI, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menjembatani teori yang dipelajari di kelas dengan kebutuhan industri yang sesungguhnya.

“Kegiatan ini adalah bentuk nyata dari komitmen kami dalam menyiapkan lulusan yang siap kerja. Mahasiswa tidak hanya belajar teknis pemrograman, tetapi juga belajar bagaimana mengelola proyek, berkomunikasi dengan klien, dan memberikan solusi teknologi yang aplikatif bagi mitra perusahaan,” ujarnya.(Septia)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Gelar-Karya-MPTI-Program-Studi-Informatika-Fakultas-Teknologi-Industri-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Septi.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-08-11 10:42:152026-08-11 10:42:15Prodi Informatika UAD Selenggarakan Gelar Karya MPTI 2026

Tim Pentacode Ciptakan Sistem Informasi Manajemen Klinik Gigi Kusuma Dental Care Berbasis Web

11/08/2026/in Terkini /by Ard

Tim Pentacode Dalam ajang Gelar Karya Manajemen Proyek Teknologi Informasi (MPTI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Septi)

Dalam ajang Gelar Karya Manajemen Proyek Teknologi Informasi (MPTI)  yang diselenggarakan oleh Program Studi Informatika Fakultas Teknologi Industri Universitas Ahmad Dahlan (FTI UAD) pada Senin 20 Juli 2026 bertempat di Kampus IV UAD, Tim Pentacode mahasiswa Informatika angkatan 2023 berhasil merancang dan mengembangkan inovasi teknologi bertajuk “Sistem Informasi Manajemen Klinik Gigi Kusuma Dental Care”.

Tim karya ini dikembangkan oleh lima mahasiswa Informatika angkatan 2023, yaitu Lanang Fajri Ramadhan (Project Manager & Programmer), Itoshiko Nurahman (System Analyst & Programmer), Reynard Rakha Fatin Nugraha (UI/UX Designer), Septia Nenengsih (Quality Assurance), dan Shelyna Nur Fitriani (System Analyst). Pengembangan sistem ini dibimbing langsung oleh dosen pembimbing Sheratan Pawestri, S.Kom., M.Cs.

Sistem informasi ini dilatarbelakangi oleh permasalahan operasional yang dihadapi Kusuma Dental Care, seperti proses reservasi yang masih semi-manual, maraknya pasien no-show tanpa komitmen, antrean yang bergeser karena durasi tindakan yang bervariasi, hingga kesulitan admin menghubungi pasien saat dokter berhalangan dan belum tersedianya pelacakan aktivitas admin antar cabang.

Melihat kondisi tersebut, Tim Pentacode membangun platform reservasi mobile-first berbasis web yang terintegrasi dengan berbagai fitur unggulan. Fitur-fitur tersebut meliputi reservasi dinamis sesuai jenis tindakan medis, penerapan sistem pembayaran DP (down payment/commitment fee) untuk meminimalisasi pembatalan, penutupan otomatis booking hari-H, serta antrean real-time dengan pembaruan setiap 5 detik.

Selain itu, sistem ini dilengkapi fitur one-click broadcast WhatsApp untuk info pembatalan darurat jika dokter berhalangan, login story untuk audit aktivitas admin, hingga fitur ekspor laporan pasien ke format PDF dan Excel.

Adapun cara kerja sistem ini dimulai saat pasien memilih jadwal dan tindakan, lalu membayar DP untuk mengunci slot. Setelah itu, pasien memperoleh nomor antrean real-time. Jika dokter berhalangan hadir, admin dapat mengirimkan pesan broadcast WhatsApp secara instan kepada seluruh pasien yang terdaftar pada hari tersebut.

Sistem ini dirancang tidak hanya sekadar sebagai media informasi, melainkan sebagai alat kendali operasional bagi Kusuma Dental Care. Dengan adanya sistem ini, klinik dapat meningkatkan efisiensi waktu admin sekaligus melindungi pendapatan dari risiko pembatalan sepihak oleh pasien.(Septia)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Tim-Pentacode-Dalam-ajang-Gelar-Karya-Manajemen-Proyek-Teknologi-Informasi-MPTI-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Septi.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-08-11 10:30:042026-08-11 10:30:04Tim Pentacode Ciptakan Sistem Informasi Manajemen Klinik Gigi Kusuma Dental Care Berbasis Web

Ayah Terlibat, Anak Sehat: UAD Edukasi Keluarga Cegah Stunting

11/08/2026/in MBKM, Terkini /by Ard

Mahasiswa Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat (MKM) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Tim MKM UAD)

Mahasiswa Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat (MKM) Peminatan Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku Universitas Ahmad Dahlan (UAD) melaksanakan edukasi pencegahan stunting melalui Program “Suamiku Terbaik” di RW 10 Jogokaryan, Kelurahan Mantrijeron, Kota Yogyakarta, Sabtu, 13 Juni 2026. Kegiatan yang menjadi bagian dari Praktik Kerja Lapangan (PKL) Promosi Kesehatan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman keluarga mengenai pentingnya keterlibatan ayah dalam mendukung tumbuh kembang balita sebagai upaya pencegahan stunting.

Program ini dilaksanakan oleh Muhammad Mirza Nuraikan, Alfi Hamduna, Erlina Sari Pujirahayu, dan Endang Widilestari di bawah bimbingan Dr. Heni Trisnowati, S.KM., M.P.H. Melalui pendekatan promosi kesehatan berbasis keluarga, mahasiswa mengajak masyarakat memahami bahwa pencegahan stunting memerlukan peran aktif ayah dan ibu dalam pengasuhan, pemenuhan gizi, pemantauan tumbuh kembang anak, serta penciptaan lingkungan rumah yang sehat.

Edukasi diberikan kepada ibu yang memiliki balita menggunakan media presentasi PowerPoint. Materi yang disampaikan mencakup pengertian stunting, faktor penyebab, dampaknya terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak, pentingnya gizi seimbang, pemantauan berat dan tinggi badan, hingga peran ayah dalam mendukung kesehatan anak.

Penyampaian materi dilakukan melalui ceramah interaktif dan diskusi sehingga peserta dapat berbagi pengalaman sekaligus berkonsultasi mengenai penerapan pencegahan stunting dalam kehidupan sehari-hari. Pendekatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan sekaligus mendorong keluarga menerapkan pola pengasuhan yang lebih kolaboratif.

Dalam kegiatan tersebut, tim mahasiswa juga menekankan bahwa keterlibatan ayah dapat dimulai dari aktivitas sederhana yang dilakukan secara konsisten di rumah, seperti mendampingi anak saat makan, membantu menyediakan makanan bergizi, bermain bersama anak, membantu ibu dalam pengasuhan, mengetahui jadwal Posyandu, serta memperhatikan hasil pemantauan pertumbuhan balita. Ayah juga didorong untuk berperan aktif dalam pengambilan keputusan terkait kesehatan dan kebutuhan anak.

Selain itu, peserta diedukasi mengenai pentingnya menciptakan rumah yang sehat dan aman bagi balita, termasuk menghindarkan anak dari paparan asap rokok. Keluarga diajak membangun komitmen bersama agar tidak merokok di dalam rumah maupun di sekitar anak sebagai salah satu langkah menjaga kesehatan balita.

Sebagai tindak lanjut, peserta diperkenalkan dengan Logbook Challenge Ayah, yaitu media pendukung Program “Suamiku Terbaik” yang berisi berbagai aktivitas yang dapat dilakukan ayah bersama anak dan keluarga. Logbook tersebut diharapkan membantu keluarga membangun kebiasaan positif secara bertahap sekaligus memantau keterlibatan ayah dalam pengasuhan.

Pelaksanaan kegiatan didukung melalui koordinasi dengan Ketua RW 10 Jogokaryan, Puskesmas Mantrijeron, Kelurahan Mantrijeron, kader Posyandu, serta kelompok PKK. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pesan kesehatan sekaligus mendukung penerapan pengasuhan bersama di lingkungan masyarakat.

Melalui kegiatan PKL ini, mahasiswa UAD menunjukkan komitmennya menghadirkan promosi kesehatan yang aplikatif, partisipatif, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Dosen pembimbing, Dr. Heni Trisnowati, S.KM., M.P.H., turut mendukung pelaksanaan program yang mengangkat peran ayah dalam pencegahan stunting. Mahasiswa berharap semakin banyak keluarga memahami bahwa keterlibatan ayah merupakan faktor penting dalam mendukung kesehatan dan tumbuh kembang anak sehingga semangat “Ayah Terlibat, Anak Sehat” dapat menjadi kebiasaan positif di tengah masyarakat.

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-Program-Studi-Magister-Kesehatan-Masyarakat-MKM-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Tim-MKM-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-08-11 10:22:442026-08-13 08:37:41Ayah Terlibat, Anak Sehat: UAD Edukasi Keluarga Cegah Stunting

Hafiz: Berkali-Kali Gagal, Berkali-Kali Bangkit

10/08/2026/in Feature /by Ard

Hafiz Ahmad Rumalutur wisudawan terbaik Fakultas Hukum sekaligus wisudawan berprestasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Hafiz).jpg

Bagi sebagian orang, kegagalan mungkin menjadi akhir dari sebuah mimpi. Namun, bagi Hafiz Ahmad Rumalutur, kegagalan justru menjadi alasan untuk melangkah lebih jauh.

Lulusan Program Studi Hukum Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,99 ini dinobatkan sebagai Wisudawan Terbaik Fakultas Hukum sekaligus Wisudawan Berprestasi UAD pada Wisuda Periode IV Tahun 2026. Di balik pencapaian tersebut, tersimpan perjalanan panjang tentang keteguhan hati, kerja keras, dan keyakinan bahwa setiap kegagalan selalu membawa pelajaran baru.

Perasaan bahagia, bangga, dan syukur menjadi hal pertama yang dirasakan Hafiz saat namanya diumumkan sebagai wisudawan berprestasi. “Saya merasa sangat bahagia, bangga, dan bersyukur. Semua proses yang sudah saya lalui akhirnya membuahkan hasil,” ungkapnya.

Selama menempuh pendidikan di Fakultas Hukum UAD, Hafiz dikenal aktif mengikuti berbagai kompetisi hukum tingkat nasional. Deretan prestasi yang berhasil diraihnya menjadi bukti konsistensi dalam mengembangkan kemampuan akademik sekaligus praktik hukum.

Di antaranya adalah Juara II dan Berkas Terbaik Kompetisi Mediasi Nasional Piala Mahkamah Agung Republik Indonesia VI Tahun 2025, Juara III Kompetisi Surat Gugatan Legal Manuscript Contest 2025, Juara I Berkas Penasihat Hukum Terbaik sekaligus Penasihat Hukum Terbaik National Moot Court Competition Anti Human Trafficking Piala Prof. Hilman Hadikusuma 2025, Juara I Kompetisi Mediasi ALSA Lex Weeks Universitas Padjadjaran 2024, Best Mediator ALSA Lex Weeks 2024, Juara I Kompetisi Nasional Moot Court Peradilan Militer Piala Bergilir Ketua Mahkamah Agung RI dan Piala Tetap Kepala Staf Angkatan Darat Tahun 2023, serta Juara II Tarumanagara Law Fair V Kompetisi Mediasi Tingkat Nasional beserta penghargaan Berkas Terbaik. Selain itu, ia juga dipercaya mengemban amanah sebagai Wakil Ketua Komunitas Peradilan Semu “De Verlichter” Fakultas Hukum UAD periode 2024-2025.

Namun, perjalanan menuju berbagai prestasi tersebut tidak selalu berjalan mulus. Ada satu fase dalam hidup yang menjadi titik balik bagi Hafiz. Ia pernah mengikuti seleksi TNI sebanyak empat kali, tetapi seluruhnya berakhir dengan kegagalan.

Alih-alih menyerah, pengalaman tersebut justru mengajarkannya untuk melihat setiap kegagalan dari sudut pandang yang berbeda. “Saya selalu berusaha berpikir positif, baik kepada diri sendiri maupun kepada jalan yang sudah Tuhan berikan. Saya percaya setiap proses memiliki hikmah dan waktu terbaiknya,” ujarnya.

Prinsip itu menjadi pegangan yang membantunya tetap berdiri ketika harapan belum berpihak. Baginya, kegagalan bukanlah tanda untuk berhenti, melainkan proses yang menempa seseorang agar menjadi lebih kuat.

Di balik keteguhannya, Hafiz tidak pernah melupakan sosok-sosok yang selalu mendukung setiap langkahnya. Ia menyebut kedua orang tuanya, Amiruddin Rumalutur dan Sitti Syamsia Rumatumia, sebagai sumber kekuatan terbesar dalam hidupnya. Tak lupa, ia mengenang almarhum sang kakek yang memiliki peran penting dalam membentuk karakter dirinya.

Hafiz bercerita bahwa ia merupakan anak kembar yang sejak berusia satu bulan diasuh oleh kakak dari ayahnya di Desa Kilbat, Kecamatan Tutuk Tolu, Kabupaten Seram Bagian Timur, Provinsi Maluku. Di sanalah ia tumbuh dengan nilai-nilai kehidupan yang mengajarkannya tentang kerja keras, kesederhanaan, dan arti sebuah perjuangan. “Di sanalah saya dididik dan dibentuk hingga akhirnya bisa menjadi wisudawan terbaik Fakultas Hukum sekaligus wisudawan berprestasi,” jelasnya.

Bagi Hafiz, prestasi bukan hanya soal piala, piagam, atau kemenangan. Prestasi adalah kemampuan untuk tetap berdiri tegak setelah berkali-kali jatuh, tetap bersyukur di tengah keterbatasan, dan terus berpikir positif ketika kenyataan tidak sesuai harapan. “Menurut saya, itu adalah cara Tuhan menyeleksi hamba-Nya, dari yang baik menjadi yang terbaik,” tambahnya.

Kini, setelah menyelesaikan studi sarjananya, Hafiz telah menatap langkah berikutnya. Ia bercita-cita melanjutkan pendidikan Magister Hukum di Universitas Indonesia sebagai bagian dari perjalanan panjang untuk terus mengembangkan diri.

Hafiz menyampaikan harapan agar UAD terus menjadi kampus yang memberi manfaat bagi seluruh mahasiswa serta menjadi wadah terbaik untuk melahirkan generasi yang unggul.

Ia juga menitipkan pesan sederhana bagi mahasiswa yang tengah berjuang meraih mimpi. “Stay humble, stay positive. Satu kali jatuh, seribu kali bangkit. Yakinlah Tuhan selalu bersama orang-orang yang mau berjuang,” pesannya.

Bagi Hafiz, hidup tidak diukur dari seberapa sering seseorang menang, melainkan dari seberapa besar manfaat yang mampu diberikan kepada orang lain. Filosofi Jawa urip iku urup menjadi prinsip yang terus ia pegang: hidup harus menyala agar dapat menerangi dan memberi manfaat bagi sesama.

Barangkali, itulah makna sesungguhnya dari sebuah prestasi. Bukan sekadar berdiri di podium kemenangan, melainkan tetap menyalakan harapan, bahkan setelah berkali-kali diterpa kegagalan. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Hafiz-Ahmad-Rumalutur-wisudawan-terbaik-Fakultas-Hukum-sekaligus-wisudawan-berprestasi-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Hafiz.jpg.jpeg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-08-10 15:13:402026-08-10 15:13:40Hafiz: Berkali-Kali Gagal, Berkali-Kali Bangkit

Rahasia di Balik Rentetan Prestasi Dhita Pratama Putra, Wisudawan Berprestasi UAD

10/08/2026/in Feature /by Ard

Dhita Pratama Putra wisudawan berprestasi bidang akademik dan nonakademik periode IV tahun 2026 Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Dhita).jpg

Di balik toga yang dikenakan pada hari wisuda, selalu ada cerita yang tidak tertulis dalam selembar transkrip nilai. Ada langkah-langkah panjang yang ditempuh dalam diam, ada air mata yang tidak sempat disaksikan siapa pun, dan ada mimpi yang terus dijaga agar tidak padam meski berkali-kali diterpa keadaan.

Bagi Dhita Pratama Putra, S.Si., lulusan Program Studi Fisika Fakultas Sains dan Teknologi Terapan Universitas Ahmad Dahlan (UAD), momen dinobatkan sebagai Wisudawan Berprestasi Bidang Akademik dan Nonakademik UAD Periode IV Tahun 2026 bukan sekadar penghargaan atas pencapaian. Gelar itu menjadi penanda bahwa setiap perjuangan, sekecil apa pun, selalu menemukan jalannya untuk dihargai.

Dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,78, Dhita tidak hanya berhasil menyelesaikan studinya dengan baik, tetapi juga menorehkan sekitar 130 prestasi di tingkat provinsi, nasional, hingga internasional. Namun, bagi dirinya, angka bukanlah inti dari perjalanan tersebut.

“Alhamdulillah, saya bangga sekali. Apalagi bisa mendapatkan penghargaan di bidang akademik sekaligus nonakademik. Semua itu bukan sesuatu yang datang begitu saja. Ada banyak usaha, waktu, dan pengorbanan yang harus dijalani,” tuturnya.

Di balik sederet penghargaan itu, tersimpan hari-hari yang dipenuhi kesibukan. Sejak semester dua, Dhita telah bekerja sambil menjalani perkuliahan. Ia juga aktif dalam organisasi, bahkan dipercaya memimpin Himpunan Mahasiswa Fisika dan tergabung dalam Study Club Instrumentasi. Selama menjadi mahasiswa, ia terlibat dalam belasan organisasi dan berbagai kepanitiaan, sembari tetap konsisten mengikuti kompetisi.

Menjaga keseimbangan antara kuliah, pekerjaan, organisasi, penelitian, hingga perlombaan menjadi tantangan yang terus menguji keteguhannya. Namun, ia percaya bahwa mimpi tidak pernah tumbuh dari zona yang nyaman.

Salah satu pencapaian yang paling membekas dalam ingatannya adalah saat meraih Juara II Nasional Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) Tingkat PTMA se-Indonesia. Kompetisi tersebut menurutnya menjadi pengalaman paling menantang karena tidak hanya menilai prestasi akademik, tetapi juga karya unggulan, capaian nonakademik, hingga kemampuan diri secara menyeluruh.

Tak hanya itu, Dhita juga berhasil menjadi Finalis Pilmapres Nasional yang diselenggarakan Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) pada tahun 2023. Pencapaian tersebut memiliki makna tersendiri karena mengakhiri penantian panjang UAD yang selama tujuh hingga delapan tahun belum berhasil meloloskan wakilnya ke tingkat nasional.

Prestasi internasional pun turut menghiasi perjalanannya melalui ajang Indonesia Inventors Day (IID) 2022 dan World Young Inventors Exhibition (WYIE) 2022 yang mempertemukan inovator dari berbagai negara. Menariknya, penelitian yang ia bawa dalam kompetisi tersebut kemudian berkembang menjadi topik tugas akhirnya.

Meski demikian, motivasi awal Dhita mengikuti kompetisi ternyata sangat sederhana. Ia mengaku, pada mulanya perlombaan menjadi salah satu cara untuk memperoleh penghasilan tambahan untuk membantu meringankan beban keluarga sekaligus membiayai berbagai kebutuhan. Namun seiring waktu, kompetisi berubah menjadi ruang belajar yang mempertemukannya dengan banyak pengalaman, jejaring, dan kesempatan berkembang. “Bukan hanya tentang menang. Dari setiap lomba saya belajar memperbaiki diri. Ada yang gagal, ada yang berhasil, tetapi semuanya membuat saya bertumbuh,” ujarnya.

Lebih jauh, ia ingin membuktikan bahwa latar belakang bukanlah batas bagi seseorang untuk bermimpi. Sebagai sarjana pertama di keluarga, anak pertama, sekaligus cucu pertama, Dhita merasa memiliki tanggung jawab moral untuk membuka jalan bagi adik-adik dan keluarganya. Ia juga ingin menjadi bukti bahwa anak desa mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

Namun perjalanan itu tidak selalu berjalan mulus. Di tengah padatnya aktivitas, Dhita pernah berjuang melawan gangguan kesehatan mental yang harus ia hadapi selama beberapa tahun. Ia baru menyelesaikan masa pengobatan pada awal tahun 2026. Masa-masa tersebut menjadi ujian yang jauh lebih berat dibandingkan perlombaan mana pun yang pernah diikutinya.

Alih-alih menyerah, pengalaman itu justru membentuk cara pandangnya terhadap kehidupan. “Saya ingin menunjukkan bahwa seseorang yang lahir dari keluarga broken home juga bisa berprestasi. Anak desa bisa berprestasi. Orang yang pernah mengalami gangguan kesehatan mental juga tetap bisa berkarya dan membanggakan orang-orang di sekitarnya,” ungkapnya.

Bagi Dhita, keberhasilan tidak pernah hadir karena keberuntungan semata. Sejak menjadi mahasiswa baru, ia telah menyusun peta perjalanan yang ingin ditempuh setiap semester. Bahkan, target mengikuti Pilmapres telah ia tuliskan sejak semester pertama setelah melihat informasi kompetisi tersebut.

Ia juga menetapkan target setidaknya mengikuti satu kompetisi setiap bulan. Ketika gagal, ia memilih menjadikan kegagalan sebagai bahan evaluasi, bukan alasan untuk berhenti. Selain itu, ia aktif berdiskusi dengan dosen dan memanfaatkan berbagai fasilitas yang disediakan kampus sebagai bagian dari proses belajarnya.

Menurutnya, prestasi bukan hanya tentang medali atau gelar. “Prestasi adalah bukti dari usaha yang dilakukan secara konsisten. Dulu saya mengira prestasi hanya soal nilai atau penghargaan. Sekarang saya sadar, prestasi juga berarti mampu bertahan, terus belajar, tidak menyerah pada keadaan, dan menjadikan ilmu sebagai jalan untuk memberi manfaat bagi orang lain.”

Pemahaman itu pula yang menjadi bekal setelah menyelesaikan studi sarjananya. Dhita berencana melanjutkan karier profesional sembari menempuh pendidikan Magister Ilmu Komunikasi di Universitas Bakrie melalui jalur beasiswa. Pilihan bidang tersebut lahir dari pengalaman selama kuliah yang membawanya berkecimpung di dunia marketing dan communications.

Baginya, perjalanan akademik tidak selalu harus berjalan lurus sesuai jurusan yang ditempuh. Justru pengalaman selama menjadi mahasiswa membantunya menemukan ruang pengabdian yang paling sesuai dengan dirinya.

Dhita menyampaikan satu pelajaran yang akan selalu ia pegang. “Hidup tidak selalu berjalan sesuai rencana. Keberhasilan bukan ditentukan oleh seberapa cepat kita sampai, tetapi seberapa kuat kita tetap melangkah ketika keadaan tidak berjalan sesuai harapan. Setiap orang memiliki garis waktunya masing-masing.”

Kalimat itu mungkin menjadi ringkasan paling sederhana dari seluruh perjalanan Dhita. Sebab pada akhirnya, prestasi bukan hanya tentang berdiri di atas podium. Prestasi adalah keberanian untuk terus melangkah, bahkan ketika hidup berkali-kali menguji keteguhan hati. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Dhita-Pratama-Putra-wisudawan-berprestasi-bidang-akademik-dan-nonakademik-periode-IV-tahun-2026-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Dhita.jpg.jpeg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-08-10 15:06:132026-08-10 15:06:13Rahasia di Balik Rentetan Prestasi Dhita Pratama Putra, Wisudawan Berprestasi UAD

Meneladani Sejarah dan Merawat Optimisme di Tengah Ketidakpastian Bangsa

10/08/2026/in Feature /by Ard

Kajian rutin Ahad Pagi Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dengan pembicara Hendra Darmawan, S.Pd., M.A. (Foto. Itoshiko).jpg

Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali menggelar Kajian Rutin Ahad Pagi pada Ahad, 9 Agustus 2026. Menyambut suasana bulan kemerdekaan, kajian kali ini menghadirkan perwakilan Majelis Tabligh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY, Hendra Darmawan, S.Pd., M.A., yang mengusung tema reflektif bertajuk “Kemerdekaan dan Optimisme dalam Ketidakpastian”. Di hadapan para jemaah, ia mengurai benang merah antara sejarah perjuangan bangsa, realitas karut-marut tata kelola negara hari ini, dan bagaimana umat Islam harus merawat optimisme.

Membuka kajiannya, Hendra Darmawan mengajak jemaah untuk kembali menengok sejarah perumusan dasar negara di masa-masa awal pembentukan Republik Indonesia. Ia menyoroti pengorbanan besar para pendiri bangsa, salah satunya tokoh Muhammadiyah, Ki Bagus Hadikusumo.

Dalam dinamika sidang BPUPKI, Ki Bagus dengan lapang dada bersedia menurunkan egonya dan berkorban dengan mencoret “tujuh kata” dalam Piagam Jakarta demi menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), khususnya untuk merangkul wilayah Indonesia Timur.

Menurut Hendra, fondasi bernegara ini telah diletakkan dengan sangat apik dan penuh keteladanan oleh para pendahulu bangsa yang memosisikan Pancasila sebagai Darul Ahdi wa Syahadah (negara kesepakatan dan pembuktian).

Namun, Hendra menyayangkan realitas kebangsaan hari ini yang sering kali paradoks dengan nilai-nilai luhur yang diwariskan tersebut. Ia mengutip pandangan ilmuwan yang menyebut Indonesia sebagai unfinished nation atau negara yang belum selesai, lantaran maraknya perilaku penyelenggara negara yang menyimpang.

Fenomena aparat penegak hukum yang justru melanggar hukum, pengelolaan negara yang amburadul, hingga fakta ketimpangan ekonomi di mana kekayaan 50 oligarki setara dengan harta 50 juta rakyat Indonesia, menjadi sorotan tajam. Kondisi ini membuat negara seakan bergeser dari negara hukum menjadi negara kekuasaan, di mana hawa nafsu dan keserakahan elite tak terbendung layaknya ketiadaan rasa takut kepada Tuhan dan kematian.

Menghadapi ironi kemerdekaan tersebut, pemateri menekankan pentingnya memaknai kembali konsep Jihad Akbar seperti yang diajarkan Rasulullah saw. usai Perang Badar, yakni jihad melawan hawa nafsu diri sendiri. Keserakahan manusia yang tidak terkendali dinilai jauh lebih merusak tatanan kehidupan dibandingkan kebuasan makhluk lainnya.

Meski dihadapkan pada ketidakpastian dan kemungkaran sosial, Hendra mengingatkan umat Islam untuk pantang berputus asa. Mengutip pesan Al-Qur’an surah Az-Zumar, ia mengajak jemaah untuk merawat optimisme melalui jalan an-naubah, yakni sebuah proses kembali dan berserah diri secara totalitas kepada Allah Swt. untuk memperbaiki keadaan tanpa mengulangi kesalahan-kesalahan di masa lalu. (Ito)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Kajian-rutin-Ahad-Pagi-Masjid-Islamic-Center-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-dengan-pembicara-Hendra-Darmawan-S.Pd_.-M.A.-Foto.-Itoshiko.jpg.jpeg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-08-10 14:57:042026-08-10 14:57:04Meneladani Sejarah dan Merawat Optimisme di Tengah Ketidakpastian Bangsa

Wisudawan Terbaik FSBK Menemukan Makna Inklusivitas di UAD

09/08/2026/in Feature /by Ard

Arivansi Ringu Kodi, wisudawan terbaik FSBK Universitas Ahmad Dahlan (UAD) pada wisuda periode IV Tahun 2026 (Foto. Arivansi).jpg

Tidak semua perjalanan dimulai dengan keyakinan. Ada yang justru berawal dari keraguan, dipenuhi pertanyaan, lalu perlahan menjelma menjadi cerita yang mengubah cara seseorang memandang kehidupan.

Begitulah perjalanan Arivansi Ringu Kodi, lulusan Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Sastra, Budaya, dan Komunikasi (FSBK) Universitas Ahmad Dahlan (UAD), yang berhasil dinobatkan sebagai Wisudawan Terbaik FSBK pada Wisuda Periode IV Tahun 2026.

Di balik capaian akademik yang membanggakan, tersimpan kisah tentang keberanian melangkah ke lingkungan yang sama sekali baru. Berasal dari daerah dengan mayoritas penduduk beragama Kristen, Arivan sempat menyimpan kekhawatiran ketika memutuskan melanjutkan studi di UAD, sebuah perguruan tinggi Muhammadiyah.

Namun, keraguan itu perlahan sirna seiring berjalannya waktu. “Sebagai mahasiswa Kristen yang berkuliah di Universitas Ahmad Dahlan, saya datang dengan banyak pertanyaan dan kekhawatiran. Namun, selama menjalani perkuliahan saya justru menemukan begitu banyak kesempatan untuk berkembang,” ujarnya.

Baginya, penghargaan sebagai wisudawan terbaik bukan sekadar pengakuan atas nilai akademik yang diraih selama kuliah. Lebih dari itu, penghargaan tersebut menjadi simbol perjalanan panjang untuk bertahan, bertumbuh, dan membuktikan bahwa perbedaan tidak pernah menjadi penghalang untuk meraih prestasi.

Selama menempuh pendidikan di UAD, Arivan aktif mengikuti berbagai kompetisi akademik dan nonakademik. Prestasi demi prestasi berhasil ia persembahkan, di antaranya Juara I Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) Fakultas Sastra, Budaya, dan Komunikasi, Finalis Pilmapres Universitas Ahmad Dahlan, Juara I U-DARE 3.0 International Competition, Juara I International Presenter Ahmad Dahlan International Seminar, Juara II Ahmad Dahlan Youth Competition, Juara II National Public Relations Campaign Competition Monalisa, hingga menjadi delegasi UAD pada National University Debating Championship.

Di antara seluruh pencapaian tersebut, kompetisi U-DARE 3.0 International Competition yang diselenggarakan Universitas Syiah Kuala menjadi pengalaman yang paling membekas. Ajang internasional yang diikuti peserta dari lebih dari delapan negara itu tidak hanya memberinya gelar juara, tetapi juga kesempatan menginjakkan kaki di Titik Nol Kilometer Indonesia, Pulau Sabang.

“Bagi saya, momen itu menjadi simbol bahwa mimpi dapat membawa seseorang ke tempat-tempat yang sebelumnya tidak pernah saya bayangkan,” kenangnya.

Meski demikian, Arivan meyakini bahwa pencapaian tersebut tidak lahir semata karena kemampuan pribadi. Ada lingkungan yang memberinya ruang untuk tumbuh tanpa memandang latar belakang agama.

Selama menjadi mahasiswa, ia merasakan bahwa UAD benar-benar menghadirkan makna dari slogan “Semua Bisa Kuliah di UAD.” Kesempatan untuk mengikuti kompetisi, aktif berorganisasi, hingga mewakili fakultas dan universitas diberikan tanpa membedakan identitas keagamaan.

“Saya memperoleh hak, kesempatan, dan ruang pengembangan diri yang sama seperti mahasiswa lainnya. Teman-teman, dosen, dan lingkungan kampus sangat terbuka, suportif, serta menghargai perbedaan,” tuturnya.

Pengalaman tersebut menjadi bukti bahwa keberagaman bukan sekadar konsep yang diperbincangkan, melainkan nilai yang dihidupkan dalam keseharian kampus. Di tengah keberagaman, Arivan justru menemukan ruang yang membuatnya semakin percaya diri untuk berkembang.

Baginya, UAD tidak hanya mengajarkan teori di ruang kelas, tetapi juga membentuk karakter melalui keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan integritas moral.

“Seseorang tidak cukup hanya cerdas secara akademik, tetapi juga harus memiliki moral yang baik dalam kehidupan sehari-hari. Nilai itu yang banyak membentuk cara saya berpikir, mengambil keputusan, dan berinteraksi dengan orang lain,” katanya.

Di balik konsistensinya meraih prestasi, Arivan memegang teguh prinsip sederhana, yakni menyelesaikan setiap hal yang telah dimulai dan tidak menyia-nyiakan setiap kesempatan yang datang. Ia percaya bahwa setiap peluang adalah ruang untuk belajar, bertumbuh, dan mengenal potensi diri lebih jauh.

Dalam menjalani berbagai aktivitas akademik, organisasi, penelitian, hingga kompetisi, ia membiasakan diri menentukan prioritas berdasarkan tingkat urgensi dan dampaknya. Baginya, keberhasilan bukan tentang melakukan semuanya sekaligus, melainkan tentang menjalankan setiap tanggung jawab dengan sepenuh hati.

Perjalanan Arivan menjadi bukti bahwa prestasi lahir dari keberanian mengambil kesempatan, sementara kesempatan akan bermakna ketika didukung oleh lingkungan yang memberikan ruang yang setara bagi setiap orang.

Arivan berpesan  kepada calon mahasiswa, khususnya mereka yang berasal dari latar belakang non-Muslim dan masih ragu memilih UAD, “Jangan pernah takut untuk memulai dan mengambil setiap kesempatan yang ada. Saya telah membuktikan sendiri bahwa menjadi bagian dari kelompok minoritas tidak menghalangi seseorang untuk berkembang dan berprestasi. UAD memberikan ruang yang sama bagi setiap mahasiswa untuk tumbuh tanpa memandang latar belakang agama.“

Kisah Arivansi Ringu Kodi menjadi cerminan bahwa sebuah kampus tidak hanya diukur dari kualitas akademiknya, tetapi juga dari kemampuannya menghadirkan ruang belajar yang inklusif, saling menghormati, dan memberi kesempatan yang sama kepada setiap insan untuk berkembang.

Di UAD, keberagaman tidak menjadi sekat. Justru dari perbedaan itulah tumbuh kepercayaan, kolaborasi, dan prestasi. Sebab ketika setiap mahasiswa diberi ruang yang sama untuk bermimpi, siapa pun dapat melangkah lebih jauh, bertumbuh lebih tinggi, dan membuktikan bahwa semua memang bisa kuliah di UAD. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Arivansi-Ringu-Kodi-wisudawan-terbaik-FSBK-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-pada-wisuda-periode-IV-Tahun-2026-Foto.-Arivansi.jpg.jpeg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-08-09 09:00:352026-08-10 15:23:56Wisudawan Terbaik FSBK Menemukan Makna Inklusivitas di UAD

Program Doktor Ilmu Farmasi UAD Luluskan Doktor ke-15 Melalui Riset Edukasi Vaksin Covid-19

09/08/2026/in Terkini /by Ard

Sidang Promosi Doktor Program Studi Ilmu Farmasi Program Doktor (S-3) Fakultas Farmasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Itoshiko).jpg

Program Studi Ilmu Farmasi Program Doktor (S-3) Fakultas Farmasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali meluluskan doktor baru. apt. Eka Wuri Handayani, M.P.H. sukses menjalani Sidang Promosi Doktor pada Jumat, 7 Agustus 2026. Ujian akademik ini dilangsungkan di Ruang Auditorium A Lantai 3, Kampus III UAD.

Dalam sidang tersebut, Eka Wuri mempertahankan disertasi yang berfokus pada perancangan media intervensi kesehatan masyarakat. Disertasi yang diujikan tersebut mengangkat judul “Edukasi Berdasarkan Health Belief Model terhadap Pemberian Vaksin Covid-19 untuk Orang Tua dengan Anak Usia 6-11 Tahun: Sebuah Rancangan Media Intervensi”.

Melalui disertasinya, ia menyoroti bahwa cakupan vaksin COVID-19 pada anak secara global cenderung lebih rendah dibandingkan kelompok dewasa, dan anak usia 6-11 tahun sangat rentan menjadi sumber penularan. Oleh karena itu, ia mengembangkan intervensi edukasi berbasis Health Belief Model (HBM) melalui pendekatan design thinking yang menghasilkan media leaflet dan video, dengan potensi besar untuk meningkatkan persepsi positif dan kemauan orang tua dalam memberikan vaksinasi anak.

Pelaksanaan Sidang Promosi Doktor ini dipimpin oleh Prof. Dr. apt. Nurkhasanah, M.Si. yang bertindak sebagai Ketua Sidang. Prosesi ini didampingi oleh tim promotor yang terdiri dari pakar UAD, Prof. Dr. apt. Dyah A. Perwitasari, M.Si., Ph.D., FISQua selaku Pembimbing Utama, dan akademisi Universitas Padjadjaran, Fredrick Dermawan Purba, M.Psi., Ph.D., Psikolog, selaku Pembimbing Pendamping. Guna menguji validitas dan komprehensivitas riset yang dilakukan oleh kandidat, sidang promosi doktor ini turut menghadirkan dewan penguji ahli. Para penguji tersebut meliputi Prof. Dr. apt. Dwi Endarti, M.Sc. dari Universitas Gadjah Mada dan Dr. Siti Urbayatun, M.Si., Psi. dari Universitas Ahmad Dahlan.

Acara dilanjutkan dengan prosesi yudisium. Berdasarkan pembacaan berita acara dan hasil penilaian dewan penguji, Eka Wuri Handayani resmi dinyatakan lulus dengan nilai sidang A dan berhak meraih predikat “Dengan Pujian”.

Atas capaian ini, ia resmi menyandang gelar Doktor dan tercatat sebagai doktor ke-15 dari Fakultas Farmasi UAD. Setelah dinyatakan lulus, apt. Eka Wuri Handayani, M.P.H. sangat bersyukur dan berterima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam proses pendidikannya.

“Dari sini saya belajar bahwa ilmu itu tidak datang dengan mudah, ilmu itu datang dari kesabaran dan keteguhan diri,” ungkapnya dalam pesan dan kesan.

Kelulusan doktor baru ini semakin mengukuhkan kapasitas Fakultas Farmasi UAD dalam mencetak lulusan berprestasi akademik tinggi, yang sekaligus mampu merumuskan inovasi riset kefarmasian pada ranah intervensi dan edukasi kesehatan masyarakat Indonesia. (Ito)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Sidang-Promosi-Doktor-Program-Studi-Ilmu-Farmasi-Program-Doktor-S-3-Fakultas-Farmasi-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Itoshiko.jpg.jpeg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-08-09 08:00:012026-08-10 15:23:31Program Doktor Ilmu Farmasi UAD Luluskan Doktor ke-15 Melalui Riset Edukasi Vaksin Covid-19

Dari Rakyat, Oleh Rakyat, Untuk Rakyat

08/08/2026/in Terkini /by Ard

BEM Fakultas Hukum (FH) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar Seminar Nasional (Foto. BEM FH UAD).jpg

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum (FH) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar Seminar Nasional bertajuk “Dari Rakyat, Oleh Rakyat, Untuk Rakyat: Mengawal RUU Perampasan Aset demi Keadilan Hukum, Integritas Politik, dan Kesejahteraan Ekonomi”. Bertempat di Ruang Audio Visual Muhammadiyah UAD pada Selasa, 4 Agustus 2026, kegiatan ini menghadirkan praktisi pemerintahan serta akademisi, yakni Wakil Walikota Yogyakarta Wawan Hermawan, S.E., M.M. sebagai narasumber pertama dan Dekan FH UAD 2025-2026  Dr. Mufti Khakim, S.H., M.H. sebagai narasumber kedua untuk mengupas urgensi pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset di Indonesia.

Acara dibuka secara resmi dengan sambutan dari Wakil Dekan Bidang Al-Islam Kemuhammadiyahan (AIK), Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni FH UAD, Nurul Satria Abdi, S.H., M.H. Dalam penyampaiannya, Nurul menegaskan bahwa seminar ini merupakan wujud pelaksanaan Catur Dharma Perguruan Tinggi yang berbasis pada nilai-nilai AIK.

“Motivasi utama kejahatan ekonomi adalah harta. Ketika pelaku menikmati hasil tindak pidana tersebut, penegakan hukum harus hadir untuk memutus akses penikmatan aset hasil kejahatan melalui TPPU hingga digagasnya RUU Perampasan Aset,” ujar Nurul.

Pengawalan terhadap RUU yang masih dalam proses pembahasan di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) ini diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi atau masukan naskah akademik guna mempercepat pengesahan undang-undang, dengan catatan bahwa aset yang dirampas kelak adalah milik negara, bukan uang rakyat. Rangkaian pembukaan juga disemarakkan dengan penampilan monolog oleh mahasiswi Program Studi Hukum angkatan 2025, Fasyrasessa Almusa, yang membawakan pesan mendalam mengenai integritas, kekuasaan, dan keadilan bernegara.

Pada sesi pertama, Wakil Walikota Yogyakarta, Wawan Hermawan, S.E., M.M., memaparkan materi bertajuk “Implikasi RUU Perampasan Aset terhadap Perekonomian Nasional – Studi Kebijakan Anti Korupsi di Pemkot Yogyakarta”. Wawan menekankan bahwa RUU ini hadir sebagai instrumen penting untuk melengkapi Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) dan UU TPPU.

Dalam pemaparannya, Wawan menyoroti bahwa pendekatan pemberantasan korupsi di Indonesia selama ini terlalu berorientasi pada pemidanaan badan atau penjara, padahal fokus utama seharusnya diarahkan pada pemulihan kerugian keuangan negara.

“Banyak aset hasil korupsi tidak pernah kembali ke negara karena disembunyikan lintas negara, diatasnamakan pihak lain, atau baru terungkap setelah proses pidana berakhir. Akibatnya, negara sering kali berhasil menghukum pelaku secara fisik, namun belum tentu berhasil mengembalikan kerugian keuangan negara secara optimal,” jelas Wawan.

Ia menjelaskan bahwa kendala ini semakin rumit ketika pelaku meninggal dunia, melarikan diri, atau ketika alat bukti pidana tidak cukup padahal asal-usul aset tidak dapat dipertanggungjawabkan secara sah.

Sesi kedua dilanjutkan oleh Dekan FH UAD periode 2025–2026 yang juga seorang Dosen Hukum Pidana FH UAD, Dr. Mufti Khakim, S.H., M.H., yang membawakan materi bertajuk “Urgensi RUU Perampasan Aset bagi Negara Darurat Korupsi”. Mufti memaparkan data lonjakan kasus korupsi yang dibarengi potensi kerugian negara bernilai fantastis, mulai dari puluhan triliun rupiah pada periode 2021 hingga 2023, bahkan melonjak drastis mencapai ratusan triliun rupiah pada tahun 2024.

“Tingkat pemulihan kerugian negara melalui pidana uang pengganti sejauh ini masih sangat minim dan berada di bawah delapan persen. Pengesahan RUU Perampasan Aset menjadi sangat mendesak demi mematahkan tulang punggung finansial sindikat kejahatan serta memulihkan aset negara,” ungkap Mufti.

Dari tinjauan hukum, Mufti menjelaskan bahwa RUU Perampasan Aset mengimplementasikan konsep unexplained wealth melalui pendekatan in rem dan model civil forfeiture atau gugatan keperdataan. Pendekatan ini berfokus langsung pada objek aset yang diduga berasal dari tindak pidana, bukan pada dimensi orang atau pelakunya. Mekanisme perampasan aset tanpa pemidanaan atau non-conviction based asset forfeiture ini memungkinkan negara melakukan penyitaan secara cepat atau immediate confiscation dan menerapkan prosedur pembalikan beban pembuktian atau reversal of burden of proof, di mana pemilik aset wajib membuktikan bahwa hartanya diperoleh secara sah. Dengan begitu, penyitaan dan perampasan aset tetap dapat dilakukan meskipun tersangka meninggal dunia, melarikan diri, terganggu jiwanya dalam proses pembuktian, atau tidak ditemukannya ahli waris.

Ia juga memaparkan beberapa pasal kunci dalam draf RUU tersebut, seperti Pasal 5 ayat (2) poin a mengenai perampasan aset yang tidak seimbang dengan penghasilan atau sumber penambahan kekayaan, serta Pasal 6 ayat (1) yang merinci bahwa aset yang dapat dirampas bernilai paling sedikit seratus juta rupiah atau terkait ancaman pidana penjara empat tahun atau lebih. Seluruh proses perampasan aset nantinya wajib berjalan melalui empat tahapan sistematis, mulai dari penelusuran aset, pemblokiran oleh penyidik melalui perintah tertulis ke lembaga keuangan dengan batas waktu maksimal 30 hari dan dapat diperpanjang satu kali atas izin pengadilan negeri, penyitaan, hingga diakhiri dengan permohonan serta putusan perampasan resmi di pengadilan. (Anove)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/BEM-Fakultas-Hukum-FH-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-menggelar-Seminar-Nasional-Foto.-BEM-FH-UAD.jpg.jpeg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-08-08 09:00:162026-08-10 11:05:14Dari Rakyat, Oleh Rakyat, Untuk Rakyat
Page 2 of 621‹1234›»

TERKINI

  • Tim ORIVAGO UAD Lolos Pendanaan P2MW, Kembangkan Suplemen Alami untuk Kesehatan Ayam13/08/2026
  • Tim REGENOCA UAD Manfaatkan Bahan Alami untuk Membuat Obat Luka Bakar13/08/2026
  • UAD dan Universiti Malaysia Pahang Jalankan Student Mobility Program12/08/2026
  • Mahasiswa Farmasi UAD Perluas Wawasan Global melalui Summer Program di Taiwan12/08/2026
  • Tim PKM RE UAD Buat Nanogel dari Ikan Gabus dan Aloe vera untuk Luka Bakar12/08/2026

PRESTASI

  • Mahasiswa UAD Raih Juara I Lomba Baca Puisi Dahlan Culture Festival 202608/08/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara 3 Cakrawala National Essay Competition31/07/2026
  • Tim BEKAMIE UAD Raih Juara 2 pada Ajang Studentpreneur Bootcamp 202629/07/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara 2 Lomba Video Kreatif Dahlan Culture Festival 202628/07/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara III Monolog pada PEKSIMIPROV DIY 202628/07/2026

FEATURE

  • Belajar Tak Pernah Usai13/08/2026
  • Dari Titik yang Tertinggal, Fikrotus Shofiyah Menemukan Jalannya13/08/2026
  • Menjadi Versi Terbaik Melalui Ketekunan13/08/2026
  • Membangun Masa Depan dari Setiap Pengalaman12/08/2026
  • Di Balik Prestasi, Ada Proses yang Tak Pernah Berhenti12/08/2026

TENTANG | KRU | KONTAK | REKAPITULASI

Scroll to top