• TERKINI
  • UAD BERDAMPAK
  • PRESTASI
  • FEATURE
  • OPINI
  • MEDIA
  • KIRIM BERITA
  • Menu
News Portal of Universitas Ahmad Dahlan

Tim MeRAMU BEM Farmasi UAD Kembangkan Gula Semut Herbal di Hargowilis

19/08/2026/in MBKM, Terkini /by Ard

Tim MeRAMU BEM Farmasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembangkan gula semut herbal di Hargowilis (Foto. Tim MeRAMU)

Tim MeRAMU BEM Farmasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) resmi diterjunkan di Kalurahan Hargowilis, Selasa 11 Agustus 2026.. Penerjunan yang berlangsung di Kantor Kalurahan Hargowilis tersebut menjadi langkah awal pelaksanaan program pengembangan potensi tanaman rempah dan produk unggulan masyarakat setempat.

Kegiatan tersebut dihadiri Lurah Hargowilis Warsidi, S.T., Kepala Bidang Pembinaan Organisasi Kemahasiswaan dan Prestasi Mahasiswa UAD Danang Sukantar, M.Pd., Dosen Pendamping Lapangan Dr. apt. Dwi Utami, M.Si., serta perwakilan masyarakat dari Kelompok Wanita Tani (KWT) Sermo Lor dan Desa Prima Hargowilis.

Dalam sambutannya, Warsidi menyampaikan dukungan terhadap kehadiran Tim MeRAMU BEM Farmasi UAD dan program yang akan dilaksanakan. Ia berharap program tersebut dapat memberikan manfaat bagi pengembangan produk unggulan Kalurahan Hargowilis, khususnya gula semut.

“Besar harapan kami Tim MeRAMU BEM Farmasi UAD dapat memberikan manfaat bagi pengembangan dan inovasi produk unggulan Desa Hargowilis, yakni gula semut,” ujar Warsidi.

Dosen Pendamping Lapangan Dr. apt. Dwi Utami, M.Si., menjelaskan bahwa program KKN khusus MeRAMU merupakan ruang aksi mahasiswa untuk umat melalui kerja sama UAD dan LAZISMU UAD. Program tersebut berlangsung selama dua bulan yang terbagi dalam tahap aktivasi program pada bulan pertama dan finalisasi program pada bulan kedua.

“Tim MeRAMU BEM Farmasi merupakan kolaborasi mahasiswa Fakultas Farmasi dan Manajemen dengan bidang garap produksi dan manajemen pemasaran inovasi gula semut herbal,” jelas Dwi Utami.

Dalam kegiatan tersebut, 15 anggota Tim MeRAMU BEM Farmasi UAD diperkenalkan sekaligus memaparkan program kerja yang akan dilaksanakan. Program utama tim adalah mengembangkan inovasi gula semut herbal dengan memanfaatkan rempah-rempah hasil budidaya masyarakat Hargowilis.

Rempah yang digunakan meliputi jahe, kencur, kunyit, dan serai. Bahan-bahan tersebut akan dikombinasikan dengan gula semut yang diproduksi masyarakat melalui rumah produksi Desa Prima Hargowilis dengan nama produk COCONERA.

Pengembangan gula semut herbal tersebut mengintegrasikan keilmuan farmasi dengan potensi sumber daya alam lokal. Selain memanfaatkan rempah sebagai bahan herbal, program ini diarahkan untuk meningkatkan nilai tambah produk sehingga memiliki peluang untuk mendukung pengembangan usaha masyarakat.

Melalui program tersebut, Tim MeRAMU BEM Farmasi UAD juga mendorong kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah kalurahan, kelompok masyarakat, dan pelaku usaha lokal. Kolaborasi diharapkan dapat mengoptimalkan potensi rempah sekaligus mengembangkan produk lokal yang inovatif dan bernilai ekonomi.

Setelah penerjunan, Tim MeRAMU BEM Farmasi UAD akan melanjutkan rangkaian kegiatan dan pendampingan bersama masyarakat Hargowilis. Inovasi gula semut herbal diharapkan menjadi salah satu upaya untuk mengangkat potensi rempah lokal sekaligus memperkuat pengembangan produk unggulan masyarakat. (doc/dnd)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Tim-MeRAMU-BEM-Farmasi-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-kembangkan-gula-semut-herbal-di-Hargowilis-Foto.-Tim-MeRAMU.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-08-19 08:57:592026-08-20 14:32:26Tim MeRAMU BEM Farmasi UAD Kembangkan Gula Semut Herbal di Hargowilis

Tim REGENOCA UAD Manfaatkan Bahan Alam jadi Teknologi Nano untuk Regenerasi Luka Bakar

15/08/2026/in MBKM, Terkini /by Ard

Tim REGENOCA Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembangkan nanogel dari bahan alam (Foto. Tim REGENOCA UAD)

Perkembangan teknologi farmasi terus membuka peluang baru dalam menghadirkan sistem penghantaran bahan aktif yang lebih inovatif. Salah satunya melalui teknologi nanogel yang memanfaatkan ukuran partikel nano untuk mendukung stabilitas sediaan dan pelepasan zat aktif secara lebih optimal. Teknologi ini menjadi salah satu pendekatan yang menarik dalam pengembangan sediaan untuk mendukung proses regenerasi jaringan kulit pada kasus luka bakar.

Melihat peluang tersebut, Tim Program Kreativitas Mahasiswa Riset Eksakta (PKM RE) REGENOCA Universitas Ahmad Dahlan (UAD) tidak hanya memanfaatkan potensi bahan alam Indonesia, tetapi juga mengintegrasikannya dengan teknologi modern. Tim REGENOCA mengembangkan nanogel yang mengombinasikan albumin Channa striata (ikan gabus) dengan ekstrak Aloe vera sebagai inovasi untuk menstimulasi regenerasi sel dermal pada kasus luka bakar secara in vivo.

Teknologi nanogel dipilih sebagai pendekatan dalam formulasi karena sistem berukuran nano berpotensi membantu meningkatkan stabilitas sediaan serta mendukung penghantaran dan pelepasan bahan aktif secara lebih optimal. Dengan demikian, teknologi ini diharapkan dapat menjadi jembatan untuk mengoptimalkan pemanfaatan bahan alam dalam pengembangan sediaan farmasi modern.

Inovasi tersebut dikembangkan melalui penelitian berjudul “Inovasi Nanogel Kombinasi Albumin Channa striata dengan Ekstrak Aloe vera untuk Menstimulasi Regenerasi Sel Dermal Kasus Luka Bakar Secara In Vivo.” Penelitian dilaksanakan selama Mei hingga Agustus 2026 oleh Yurika Shifa Tuzzahra, Nurmala Ayu Azzahra, Shasqik Alfida Danin Djati Wicaksana, dan Berliana Putri Rahmadani dari Fakultas Farmasi, serta Nanda Putri Kinasih dari Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Tekonologi Terapan. Penelitian ini berada di bawah bimbingan Haris Setiawan, S.Pd., M.Sc. dari Fakultas Sains dan Tekonologi Terapan UAD.

Pengembangan nanogel ini menjadi bentuk perpaduan antara kekayaan hayati lokal dan kemajuan teknologi farmasi. Albumin Channa striata dan ekstrak Aloe vera dikembangkan ke dalam sistem sediaan nanogel untuk mengevaluasi potensinya dalam mendukung regenerasi sel dermal pada luka bakar.

Melalui inovasi tersebut, Tim REGENOCA berupaya menunjukkan bahwa bahan alam Indonesia memiliki peluang untuk dikembangkan lebih jauh melalui pendekatan teknologi modern. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam pengembangan sediaan farmasi inovatif yang memadukan potensi bahan alam dengan teknologi nano untuk mendukung penelitian terapi luka bakar. (Mei)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Tim-REGENOCA-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-kembangkan-nanogel-dari-bahan-alam-Foto.-Tim-REGENOCA-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-08-15 10:00:332026-08-20 14:32:04Tim REGENOCA UAD Manfaatkan Bahan Alam jadi Teknologi Nano untuk Regenerasi Luka Bakar

Wujudkan Posyandu Digital, PPK Ormawa IMM FKM UAD Dampingi Kader Korowelang Gunakan SI-WARAS

14/08/2026/in MBKM, Terkini /by Ard

Tim PPK Ormawa IMM FKM Universitas Ahmad Dahlan (UAD) merealisasikan kegiatan Pitutur Waras (Foto. Tim PPK Ormawa FKM UAD)

Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) merealisasikan kegiatan “Pitutur Waras”. Kegiatan yang menjadi bagian dari implementasi Program HAMEMAYU WARASING DESA ini diselenggarakan di Posyandu Padukuhan Korowelang, Kalurahan Caturharjo, pada Senin, 10 Agustus 2026.

Kegiatan ini berfokus pada penerapan sistem pelayanan kesehatan masyarakat yang terintegrasi melalui konsep One Stop Service. Melalui sistem ini, seluruh tahapan pelayanan Posyandu yang meliputi pendaftaran, pemeriksaan, pencatatan, edukasi, hingga konseling dilebur ke dalam satu alur pelayanan yang utuh. Pelaksanaannya dilakukan langsung oleh kader kesehatan Padukuhan Korowelang dengan pendampingan melekat dari Tim PPK Ormawa IMM FKM UAD 2026.

Alur kegiatan dimulai dari proses pendaftaran peserta oleh kader kesehatan, yang kemudian langsung diarahkan untuk mengikuti rangkaian pelayanan terintegrasi. Pada tahap pemeriksaan, setiap hasil pengukuran kesehatan dicatat secara sistematis menggunakan Kartu Jati Waras sebagai media pencatatan pelayanan kesehatan peserta.

Tidak berhenti pada pencatatan manual, data hasil pelayanan dan pemeriksaan dari Kartu Jati Waras kemudian diinput dan didokumentasikan secara digital menggunakan aplikasi SI-WARAS (Sistem Informasi Warasing Desa). Langkah digitalisasi pencatatan data kesehatan ini bertujuan agar data terdokumentasi lebih terstruktur, sehingga dapat dimanfaatkan dalam proses pemantauan dan evaluasi kesehatan masyarakat.

Selama kegiatan berlangsung, Tim PPK Ormawa IMM FKM UAD memberikan pendampingan kepada kader untuk memastikan penerapan alur One Stop Service, penggunaan Kartu Jati Waras, dan pencatatan data melalui SI-WARAS berjalan sesuai alur yang dikembangkan.

Berdasarkan hasil pelaksanaan, para kader kesehatan terbukti mampu menerapkan alur pelayanan One Stop Service secara terintegrasi. Kader kesehatan juga memperoleh pengalaman dalam mengintegrasikan pelayanan langsung dengan pencatatan kesehatan berbasis digital. Pelaksanaan kegiatan Pitutur Waras ini menjadi salah satu bentuk implementasi nyata Program HAMEMAYU WARASING DESA dalam mendukung pelayanan kesehatan masyarakat berbasis kader yang terintegrasi dan berkelanjutan. (Ito)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Tim-PPK-Ormawa-IMM-FKM-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-merealisasikan-kegiatan-Pitutur-Waras-Foto.-Tim-PPK-Ormawa-FKM-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-08-14 09:00:132026-08-20 14:31:47Wujudkan Posyandu Digital, PPK Ormawa IMM FKM UAD Dampingi Kader Korowelang Gunakan SI-WARAS

Tim ORIVAGO UAD Lolos Pendanaan P2MW, Kembangkan Suplemen Alami untuk Kesehatan Ayam

13/08/2026/in MBKM, Terkini /by Ard

Tim ORIVAGO Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembangkan suplemen alami untuk kesehatan ayam (Foto. Tim ORIVAGO UAD)

Tim mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) berhasil meraih pendanaan Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) melalui gagasan usaha bernama ORIVAGO. Tim yang terdiri atas lima mahasiswa Program Studi Teknik Industri tersebut mengusulkan produk suplemen untuk ayam berbahan alami yang ditujukan untuk membantu menjaga kesehatan dan mendukung pertumbuhan ayam.

Tim ORIVAGO terdiri atas Jalaluddin Bima Satria sebagai Chief Executive Officer (CEO), Candra Hermawan sebagai Chief Marketing Officer (CMO), Deva Fecia Emalia sebagai Chief Financial Officer (CFO), Sindi Ameliyanti sebagai Chief Technology Officer (CTO), dan Fiesta Aulia Fatarani sebagai Chief Operating Officer (COO).

Keberhasilan memperoleh pendanaan P2MW menjadi kebahagiaan tersendiri bagi seluruh anggota tim. Proses seleksi yang dilalui cukup panjang sehingga kabar kelolosan tersebut sekaligus menjadi motivasi bagi mereka untuk mengembangkan ORIVAGO.

“Kami merasa senang dan bersyukur banget karena usaha yang kami rencanakan akhirnya bisa lolos pendanaan P2MW. Sebelumnya, kami juga sempat merasa deg-degan karena proses seleksinya cukup panjang. Setelah dinyatakan lolos, kami jadi semakin semangat untuk mengembangkan ORIVAGO dan membuktikan kalau ide usaha yang kami ajukan memang bisa dijalankan dan memberikan manfaat,” ujar Bima.

ORIVAGO lahir dari perhatian tim terhadap pentingnya menjaga kesehatan ayam dalam kegiatan peternakan. Kondisi kesehatan ayam dinilai dapat memengaruhi pertumbuhan dan hasil yang diperoleh peternak. Berangkat dari permasalahan tersebut, tim melihat peluang untuk menghadirkan suplemen berbahan alami sebagai salah satu alternatif dalam membantu menjaga kondisi kesehatan ayam.

“ORIVAGO adalah suplemen untuk hewan ayam. ORIVAGO dibuat dengan tujuan membantu meningkatkan kesehatan ayam dengan menggunakan bahan-bahan alami yang aman. Kami ingin menghadirkan produk yang bisa membantu peternak dalam menjaga kondisi ayam, terutama agar ayam tetap sehat dan bisa tumbuh dengan baik,” tambahnya.

Selain berorientasi pada manfaat produk, tim juga menargetkan ORIVAGO memiliki nilai jual dan mampu dikembangkan menjadi usaha yang berkelanjutan. Produk tersebut dirancang agar praktis digunakan oleh peternak serta dapat menjadi alternatif suplemen berbahan alami.

“Keunggulan utama ORIVAGO ada pada bahan yang digunakan, yaitu bahan alami sehingga kami ingin memberikan produk yang aman untuk ayam. Selain itu, ORIVAGO juga dikembangkan dengan tujuan membantu menjaga dan meningkatkan kesehatan ayam. Kami juga ingin membuat produk yang praktis sehingga bisa lebih mudah digunakan oleh peternak,” tandasnya.

Setelah memperoleh pendanaan, tim menargetkan ORIVAGO dapat berkembang dari sisi kualitas produk, proses produksi, serta pemasaran. “Target utama kami adalah mengembangkan ORIVAGO supaya produknya bisa semakin matang, baik dari segi kualitas maupun produksinya. Kami juga ingin mulai memperkenalkan produk kepada target pasar dan mendapatkan respons langsung dari konsumen. Selain itu, kami ingin meningkatkan penjualan dan membangun ORIVAGO supaya tidak hanya berjalan selama program P2MW, tetapi bisa terus berkembang menjadi usaha yang berkelanjutan,” kata tim ORIVAGO.

Lebih dari sekadar program pendanaan, P2MW menjadi ruang bagi tim untuk menguji dan mengembangkan gagasan bisnis secara nyata. “Harapan kami tentunya ORIVAGO bisa tetap berjalan dan berkembang walaupun program P2MW sudah selesai. Kami nggak ingin usaha ini hanya berhenti setelah pendanaan berakhir. Kami ingin terus melakukan pengembangan produk, memperluas pasar, dan meningkatkan kualitas ORIVAGO. Ke depannya, kami berharap ORIVAGO bisa menjadi usaha yang benar-benar menghasilkan dan memberikan manfaat bagi para peternak ayam,” pungkasnya. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Tim-ORIVAGO-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-kembangkan-suplemen-alami-untuk-kesehatan-ayam-Foto.-Tim-ORIVAGO-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-08-13 09:13:362026-08-20 14:31:34Tim ORIVAGO UAD Lolos Pendanaan P2MW, Kembangkan Suplemen Alami untuk Kesehatan Ayam

Tim REGENOCA UAD Manfaatkan Bahan Alami untuk Membuat Obat Luka Bakar

13/08/2026/in MBKM, Terkini /by Ard

Tim PKM RE Universitas Ahmad Dahlan (UAD) manfaatkan bahan alami untuk membuat obat luka bakar (Foto. Tim PKM RE UAD)

Di balik kekayaan hayati Indonesia, tersimpan beragam bahan alam yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi inovasi kesehatan. Ikan gabus (Channa striata) dan lidah buaya (Aloe vera) menjadi dua bahan yang menarik perhatian mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) untuk dikembangkan sebagai bagian dari inovasi dalam mendukung proses regenerasi kulit pada kasus luka bakar.

Albumin yang terdapat pada ikan gabus dikenal memiliki peran dalam proses pembentukan dan perbaikan jaringan. Sementara itu, Aloe vera memiliki berbagai senyawa bioaktif dengan aktivitas antiinflamasi dan antioksidan serta kemampuan membantu menjaga kelembapan kulit. Potensi dari kedua bahan alam tersebut kemudian dipadukan dalam satu inovasi nanogel yang dikembangkan oleh mahasiswa UAD.

Melalui penelitian berjudul “Inovasi Nanogel Kombinasi Albumin Channa striata dengan Ekstrak Aloe vera untuk Menstimulasi Regenerasi Sel Dermal Kasus Luka Bakar Secara In Vivo,” Tim REGENOCA berupaya menghadirkan pendekatan baru dalam pemanfaatan bahan alam Indonesia. Kombinasi tersebut diharapkan dapat memberikan potensi sinergis dalam mendukung proses regenerasi sel dermal pada jaringan kulit yang mengalami luka bakar.

Inovasi ini dikembangkan oleh Tim REGENOCA, yang terdiri atas Yurika Shifa Tuzzahra, Nurmala Ayu Azzahra, Shasqik Alfida Danin Djati Wicaksana, dan Berliana Putri Rahmadani dari Fakultas Farmasi, serta Nanda Putri Kinasih dari Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi Terapan UAD. Penelitian ini berada di bawah bimbingan Haris Setiawan, S.Pd., M.Sc., dosen Fakultas Sains dan Teknologi Terapan UAD. Penelitian ini dilaksanakan pada Mei hingga Agustus 2026.

Bukan hanya sekadar memadukan dua bahan alam, penelitian ini menjadi upaya untuk mengangkat potensi sumber daya hayati Indonesia ke dalam pengembangan sediaan farmasi berbasis teknologi modern. Integrasi albumin Channa striata dan ekstrak Aloe vera dalam bentuk nanogel diharapkan dapat membuka peluang pengembangan inovasi baru dalam mendukung proses penyembuhan dan regenerasi jaringan kulit.

Melalui kolaborasi lintas disiplin antara Fakultas Farmasi dan Fakultas Sains dan Teknologi Terapan, Tim REGENOCA berharap inovasi ini dapat menjadi salah satu langkah menuju pemanfaatan bahan alam Indonesia yang lebih optimal di bidang kesehatan. Penelitian ini juga diharapkan dapat mendorong lahirnya inovasi farmasi yang tidak hanya memanfaatkan kekayaan hayati lokal, tetapi juga dikemas menggunakan pendekatan teknologi modern. (Mei)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Tim-PKM-RE-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-manfaatkan-bahan-alami-untuk-membuat-obat-luka-bakar-Foto.-Tim-PKM-RE-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-08-13 08:58:562026-08-20 14:31:18Tim REGENOCA UAD Manfaatkan Bahan Alami untuk Membuat Obat Luka Bakar

Tim PKM RE UAD Buat Nanogel dari Ikan Gabus dan Aloe vera untuk Luka Bakar

12/08/2026/in MBKM, Terkini /by Ard

Tim PKM RE Universitas Ahmad Dahlan (UAD) buat nanogel ikan gabus dan Aloe vera untuk luka bakar (Foto. Tim PKM RE UAD)

Luka bakar tidak hanya menimbulkan kerusakan pada permukaan kulit, tetapi juga dapat menjadi tantangan panjang dalam proses pemulihan jaringan. Kerusakan kulit akibat luka bakar dapat meningkatkan risiko infeksi hingga memicu terbentuknya jaringan parut yang berdampak pada kualitas hidup penderitanya. Proses regenerasi jaringan yang membutuhkan waktu inilah yang mendorong perlunya inovasi untuk mendukung penyembuhan luka bakar secara optimal.

Menjawab tantangan tersebut, Tim Program Kreativitas Mahasiswa Riset Eksakta (PKM RE) REGENOCA Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menghadirkan inovasi berbasis bahan alam melalui pengembangan nanogel untuk obat luka bakar dengan penelitian berjudul “Inovasi Nanogel Kombinasi Albumin Channa striata dengan Ekstrak Aloe vera untuk Menstimulasi Regenerasi Sel Dermal Kasus Luka Bakar Secara In Vivo.” Penelitian ini menjadi upaya tim dalam memadukan potensi sumber daya hayati Indonesia dengan teknologi sediaan farmasi.

Inovasi ini memanfaatkan albumin dari ikan gabus (Channa striata) dan ekstrak lidah buaya (Aloe vera) yang dikembangkan dalam bentuk nanogel. Kombinasi tersebut ditujukan untuk mengevaluasi potensinya dalam menstimulasi regenerasi sel dermal pada kasus luka bakar melalui pengujian in vivo. Pendekatan ini diharapkan dapat membuka peluang pemanfaatan bahan alam dalam pengembangan inovasi untuk mendukung proses regenerasi jaringan kulit.

Pengembangan nanogel menjadi salah satu bagian penting dari inovasi yang dilakukan Tim REGENOCA. Teknologi tersebut menjadi pendekatan dalam mengemas kombinasi bahan alam ke dalam suatu sediaan farmasi modern. Dengan demikian, penelitian ini mempertemukan dua potensi, yaitu kekayaan hayati Indonesia dan perkembangan teknologi farmasi.

Penelitian ini dilaksanakan pada Mei hingga Agustus 2026. Tim terdiri atas Yurika Shifa Tuzzahra sebagai ketua, bersama Nurmala Ayu Azzahra, Shasqik Alfida Danin Djati Wicaksana, dan Berliana Putri Rahmadani dari Fakultas Farmasi, serta Nanda Putri Kinasih dari Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi Terapan. Penelitian ini berada di bawah bimbingan Haris Setiawan, S.Pd., M.Sc., dosen Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi Terapan UAD.

Melalui kolaborasi lintas disiplin tersebut, Tim REGENOCA berupaya menghadirkan inovasi yang tidak hanya mengangkat potensi bahan alam Indonesia, tetapi juga mengembangkannya melalui pendekatan teknologi modern. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam pengembangan inovasi farmasi berbasis bahan alam yang mendukung penelitian lebih lanjut mengenai regenerasi jaringan pada kasus luka bakar. (Mei)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Tim-PKM-RE-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-buat-nanogel-ikan-gabus-dan-Aloe-vera-untuk-luka-bakar-Foto.-Tim-PKM-RE-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-08-12 08:32:582026-08-12 08:33:17Tim PKM RE UAD Buat Nanogel dari Ikan Gabus dan Aloe vera untuk Luka Bakar

Ayah Terlibat, Anak Sehat: UAD Edukasi Keluarga Cegah Stunting

11/08/2026/in MBKM, Terkini /by Ard

Mahasiswa Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat (MKM) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Tim MKM UAD)

Mahasiswa Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat (MKM) Peminatan Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku Universitas Ahmad Dahlan (UAD) melaksanakan edukasi pencegahan stunting melalui Program “Suamiku Terbaik” di RW 10 Jogokaryan, Kelurahan Mantrijeron, Kota Yogyakarta, Sabtu, 13 Juni 2026. Kegiatan yang menjadi bagian dari Praktik Kerja Lapangan (PKL) Promosi Kesehatan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman keluarga mengenai pentingnya keterlibatan ayah dalam mendukung tumbuh kembang balita sebagai upaya pencegahan stunting.

Program ini dilaksanakan oleh Muhammad Mirza Nuraikan, Alfi Hamduna, Erlina Sari Pujirahayu, dan Endang Widilestari di bawah bimbingan Dr. Heni Trisnowati, S.KM., M.P.H. Melalui pendekatan promosi kesehatan berbasis keluarga, mahasiswa mengajak masyarakat memahami bahwa pencegahan stunting memerlukan peran aktif ayah dan ibu dalam pengasuhan, pemenuhan gizi, pemantauan tumbuh kembang anak, serta penciptaan lingkungan rumah yang sehat.

Edukasi diberikan kepada ibu yang memiliki balita menggunakan media presentasi PowerPoint. Materi yang disampaikan mencakup pengertian stunting, faktor penyebab, dampaknya terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak, pentingnya gizi seimbang, pemantauan berat dan tinggi badan, hingga peran ayah dalam mendukung kesehatan anak.

Penyampaian materi dilakukan melalui ceramah interaktif dan diskusi sehingga peserta dapat berbagi pengalaman sekaligus berkonsultasi mengenai penerapan pencegahan stunting dalam kehidupan sehari-hari. Pendekatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan sekaligus mendorong keluarga menerapkan pola pengasuhan yang lebih kolaboratif.

Dalam kegiatan tersebut, tim mahasiswa juga menekankan bahwa keterlibatan ayah dapat dimulai dari aktivitas sederhana yang dilakukan secara konsisten di rumah, seperti mendampingi anak saat makan, membantu menyediakan makanan bergizi, bermain bersama anak, membantu ibu dalam pengasuhan, mengetahui jadwal Posyandu, serta memperhatikan hasil pemantauan pertumbuhan balita. Ayah juga didorong untuk berperan aktif dalam pengambilan keputusan terkait kesehatan dan kebutuhan anak.

Selain itu, peserta diedukasi mengenai pentingnya menciptakan rumah yang sehat dan aman bagi balita, termasuk menghindarkan anak dari paparan asap rokok. Keluarga diajak membangun komitmen bersama agar tidak merokok di dalam rumah maupun di sekitar anak sebagai salah satu langkah menjaga kesehatan balita.

Sebagai tindak lanjut, peserta diperkenalkan dengan Logbook Challenge Ayah, yaitu media pendukung Program “Suamiku Terbaik” yang berisi berbagai aktivitas yang dapat dilakukan ayah bersama anak dan keluarga. Logbook tersebut diharapkan membantu keluarga membangun kebiasaan positif secara bertahap sekaligus memantau keterlibatan ayah dalam pengasuhan.

Pelaksanaan kegiatan didukung melalui koordinasi dengan Ketua RW 10 Jogokaryan, Puskesmas Mantrijeron, Kelurahan Mantrijeron, kader Posyandu, serta kelompok PKK. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pesan kesehatan sekaligus mendukung penerapan pengasuhan bersama di lingkungan masyarakat.

Melalui kegiatan PKL ini, mahasiswa UAD menunjukkan komitmennya menghadirkan promosi kesehatan yang aplikatif, partisipatif, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Dosen pembimbing, Dr. Heni Trisnowati, S.KM., M.P.H., turut mendukung pelaksanaan program yang mengangkat peran ayah dalam pencegahan stunting. Mahasiswa berharap semakin banyak keluarga memahami bahwa keterlibatan ayah merupakan faktor penting dalam mendukung kesehatan dan tumbuh kembang anak sehingga semangat “Ayah Terlibat, Anak Sehat” dapat menjadi kebiasaan positif di tengah masyarakat.

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-Program-Studi-Magister-Kesehatan-Masyarakat-MKM-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Tim-MKM-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-08-11 10:22:442026-08-13 08:37:41Ayah Terlibat, Anak Sehat: UAD Edukasi Keluarga Cegah Stunting

Tim PKM RE UAD Kembangkan Nanoterapi Berbasis Minyak Atsiri Nilam untuk PPOK

06/08/2026/in MBKM, Terkini /by Ard

Tim PKM RE Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembangkan nanoterapi berbasis minyak atsiri nilam untuk PPOK (Foto. Tim PKM RE UAD)

Paparan asap rokok masih menjadi faktor risiko utama berbagai penyakit pernapasan, termasuk Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK). Kandungan radikal bebas dan senyawa toksik dalam asap rokok memicu stres oksidatif yang berkelanjutan sehingga menyebabkan inflamasi kronis, kerusakan jaringan alveolus, serta penurunan fungsi paru-paru. Hingga saat ini, terapi yang tersedia umumnya berfokus pada pengendalian gejala dan peradangan, namun penggunaan obat sintetik dalam jangka panjang masih berpotensi menimbulkan efek samping sehingga mendorong perlunya pengembangan terapi alternatif yang lebih aman dan efektif.

Indonesia sebagai salah satu negara penghasil tanaman nilam terbesar di dunia memiliki potensi besar dalam pengembangan obat berbasis bahan alam. Minyak atsiri daun nilam (Pogostemon cablin) diketahui mengandung senyawa aktif patchouli alcohol, yaitu komponen utama yang memiliki aktivitas antiinflamasi, antioksidan, dan imunomodulator. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa senyawa tersebut berpotensi membantu menekan respons peradangan akibat paparan radikal bebas serta melindungi jaringan paru dari kerusakan oksidatif.

Melihat besarnya potensi tersebut, tim PKM RE Universitas Ahmad Dahlan (UAD) mengembangkan penelitian mengenai pemanfaatan minyak atsiri daun nilam sebagai bahan aktif dalam formulasi inhalasi nanomucoadhesive untuk terapi PPOK. Penelitian dilaksanakan pada Mei–Agustus 2026 di Laboratorium Struktur Fisiologi dan Tumbuhan, Laboratorium Struktur dan Fisiologi Hewan, Laboratorium Teknologi Farmasi, serta Laboratorium Biologi Farmasi UAD, Yogyakarta.

Tim peneliti terdiri atas M. Faiz Hasan (Program Studi Biologi), Muhammad Rifqi Rahadi, Jenny Reinita, dan Diva Iedhari Nisa (Program Studi Farmasi), serta Khayru Diaz Ravikhasyah Untoro (Program Studi Biologi) dengan dosen pendamping Haris Setiawan, S.Pd., M.Sc.

Inovasi yang dikembangkan mengombinasikan minyak atsiri daun nilam dengan teknologi nanopartikel sehingga senyawa patchouli alcohol dapat dihantarkan secara langsung menuju jaringan paru-paru yang mengalami inflamasi. Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan stabilitas minyak atsiri yang mudah menguap, memperbaiki penyerapan zat aktif pada organ target, serta meningkatkan efektivitas terapi dengan dosis yang lebih rendah.

Melalui pemanfaatan kekayaan hayati Indonesia yang dipadukan dengan teknologi farmasi modern, penelitian ini diharapkan dapat membuka peluang lahirnya terapi inhalasi herbal yang lebih efektif, aman, dan inovatif dalam penanganan penyakit akibat paparan asap rokok.

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Tim-PKM-RE-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-kembangkan-nanoterapi-berbasis-minyak-atsiri-nilam-untuk-PPOK-Foto.-Tim-PKM-RE-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-08-06 10:37:182026-08-10 10:40:48Tim PKM RE UAD Kembangkan Nanoterapi Berbasis Minyak Atsiri Nilam untuk PPOK

Tim PKM RE UAD Hadirkan Inovasi Inhalasi Berbasis Kitosan untuk Terapi PPOK

06/08/2026/in MBKM, Terkini /by Ard

Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) masih menjadi salah satu penyakit pernapasan dengan angka kejadian yang terus meningkat akibat tingginya paparan asap rokok. Paparan zat toksik dalam asap rokok mampu memicu peradangan kronis, kerusakan alveolus, hingga penumpukan mukus yang menyebabkan fungsi paru-paru menurun secara bertahap.

Meskipun terapi inhalasi telah menjadi pilihan utama dalam pengobatan PPOK, efektivitas obat sering kali terkendala oleh mekanisme pembersihan alami saluran napas (mucociliary clearance) yang menyebabkan obat cepat tereliminasi sebelum bekerja secara optimal.

Menjawab tantangan tersebut, pemanfaatan polimer alami mulai banyak dikembangkan sebagai sistem penghantaran obat modern. Salah satu bahan yang memiliki potensi besar adalah kitosan, biopolimer hasil deasetilasi kitin yang dikenal memiliki sifat biokompatibel, biodegradable, tidak toksik, serta mampu melekat pada lapisan mukosa (mucoadhesive).

Karakteristik tersebut memungkinkan kitosan meningkatkan waktu tinggal obat di saluran pernapasan, memperbaiki penyerapan zat aktif, serta mendukung pelepasan obat secara lebih terkontrol sehingga berpotensi meningkatkan efektivitas terapi PPOK.

Berangkat dari potensi tersebut, tim PKM RE Universitas Ahmad Dahlan (UAD) mengembangkan penelitian berupa formulasi nanomucoadhesive minyak atsiri daun nilam (Pogostemon cablin) terinkorporasi kitosan sebagai sistem penghantaran obat inhalasi untuk terapi PPOK akibat paparan asap rokok.

Penelitian dilaksanakan pada Mei–Agustus 2026 di Laboratorium Struktur Fisiologi dan Tumbuhan, Laboratorium Struktur dan Fisiologi Hewan, Laboratorium Teknologi Farmasi, serta Laboratorium Biologi Farmasi UAD, Yogyakarta. Tim peneliti terdiri atas M. Faiz Hasan (Program Studi Biologi), Muhammad Rifqi Rahadi, Jenny Reinita, dan Diva Iedhari Nisa (Program Studi Farmasi), serta Khayru Diaz Ravikhasyah Untoro (Program Studi Biologi) dengan dosen pendamping Haris Setiawan, S.Pd., M.Sc.

Dalam inovasi tersebut, kitosan tidak hanya berfungsi sebagai pembawa obat, tetapi juga dikombinasikan dengan minyak atsiri daun nilam yang mengandung patchouli alcohol beraktivitas antiinflamasi dan antioksidan. Melalui teknologi nanomucoadhesive, formulasi ini dirancang untuk melindungi senyawa aktif dari degradasi, meningkatkan daya lekat pada mukosa paru, serta menghantarkan zat aktif langsung ke jaringan yang mengalami inflamasi.

Inovasi ini diharapkan dapat menjadi alternatif terapi inhalasi herbal yang lebih efektif dengan dosis lebih rendah dan efek samping yang lebih minimal, sekaligus membuka peluang pemanfaatan biomaterial alami Indonesia dalam pengembangan teknologi farmasi berbasis nanoteknologi.

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Tim-PKM-RE-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Hadirkan-Inovasi-Inhalasi-Berbasis-Kitosan-untuk-Terapi-PPOK-Foto.-Tim-PKM-RE-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-08-06 10:17:262026-08-10 10:40:42Tim PKM RE UAD Hadirkan Inovasi Inhalasi Berbasis Kitosan untuk Terapi PPOK

PPK Ormawa IMM FKM UAD Gencarkan Penanaman TOGA di Caturharjo

06/08/2026/in MBKM, Terkini /by Ard

PPK Ormawa IMM FKM Universitas Ahmad Dahlan (UAD) gencarkan penanaman TOGA di Caturharjo (Foto. PPKO IMM FKM UAD)

Rangkaian kegiatan Pelita Kader yang diinisiasi oleh Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) resmi berakhir. Pertemuan ke-7 Pelita Kader ini sebagai penutup, kegiatan ini diselenggarakan di Balai Desa Kalurahan Caturharjo pada Sabtu, 1 Agustus 2026.

Kegiatan pamungkas ini mengangkat tema “Kesehatan Lingkungan: Menjaga Lingkungan, Menjaga Kesehatan Jiwa”. Tujuannya adalah meningkatkan pemahaman kader mengenai keterkaitan erat antara lingkungan yang sehat, pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA), dan kesehatan jiwa sebagai langkah preventif pengendalian Penyakit Tidak Menular (PTM).

Acara ini dihadiri oleh Lurah Caturharjo H. Wasdiyanto, S.Si., Dosen Pendamping PPK Ormawa IMM FKM UAD Drs. Hadi Sasongko, M.Si., para kader kesehatan, dan Tim PPK Ormawa IMM FKM UAD. Dalam sambutannya, H. Wasdiyanto menyampaikan apresiasi tinggi atas berbagai inovasi pemberdayaan yang telah dilakukan mahasiswa. Beliau menaruh harapan besar agar keterampilan dan inovasi yang telah diberikan dapat menjadi program yang berkelanjutan di Caturharjo.

Memasuki sesi materi, peserta mengikuti pre-test sebelum mendengarkan pemaparan dari Drs. Hadi Sasongko, M.Si. Materi yang disampaikan menyoroti pentingnya menjaga kesehatan lingkungan sebagai penentu derajat kesehatan masyarakat. Beliau juga memaparkan hubungan lingkungan sehat dengan kesehatan jiwa, manfaat penghijauan, serta pemanfaatan TOGA sebagai pendukung pencegahan penyakit tidak menular.

Sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi aktif selama tujuh pertemuan, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan sertifikat penghargaan secara simbolis kepada perwakilan kader oleh Lurah Caturharjo dan Dosen Pendamping.

Momen puncak kegiatan ini ditandai dengan serah terima bibit TOGA dari Tim PPK Ormawa IMM FKM UAD kepada Pemerintah Kalurahan Caturharjo. Selanjutnya, H. Wasdiyanto mendistribusikan bibit tersebut secara simbolis kepada perwakilan kader dari 14 padukuhan.

Tidak sekadar seremonial, kegiatan ditutup dengan aksi nyata. Sebagai tindak lanjut, mahasiswa bersama kader langsung melaksanakan penanaman bibit TOGA di pekarangan rumah kader di 14 padukuhan dengan pendampingan melekat. Aksi penanaman ini menjadi wujud implementasi nyata dalam menciptakan lingkungan Caturharjo yang sehat, hijau, dan produktif secara berkelanjutan. (Ito)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/PPK-Ormawa-IMM-FKM-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-gencarkan-penanaman-TOGA-di-Caturharjo-Foto.-PPKO-IMM-FKM-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-08-06 09:50:532026-08-10 10:40:34PPK Ormawa IMM FKM UAD Gencarkan Penanaman TOGA di Caturharjo
Page 1 of 29123›»

TERKINI

  • Tim MeRAMU IMM FEB UAD Bekali Pelaku Usaha MieDes Pembukuan dan Pengelolaan Finansial28/08/2026
  • Tim PPKO RDC UAD Sukseskan Malam Puncak Pentas Seni HUT RI di Karangtengah28/08/2026
  • KKN UAD Optimalisasi Peran Kader Posyandu dalam Pencegahan Stunting di Mertelu28/08/2026
  • Tim MeRAMU IMM Farmasi UAD Dorong Kesehatan Salamrejo27/08/2026
  • Penerjunan KKN ADI di Kabupaten Muna Barat Sulawesi Tenggara27/08/2026

PRESTASI

  • Buat Inovasi Pendidikan dan Literasi, Mahasiswa UAD Raih Tiga Prestasi Nasional20/08/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Gold dan Silver Medal pada Essay National Competition 202619/08/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara II Lomba Poster Edukatif Kesehatan Mental18/08/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara I Lomba Baca Puisi Dahlan Culture Festival 202608/08/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara 3 Cakrawala National Essay Competition31/07/2026

FEATURE

  • Resep Istikamah Ibadah dan Menjaga Kesehatan Kerja28/08/2026
  • Bukan Sekadar Juara, Muhammad Ziya Ul Albab Ingin Ilmunya Memberi Manfaat27/08/2026
  • Dhita Pratama Beberkan Pentingnya Marketing Communication untuk Perkuat Karier20/08/2026
  • Hafiz Ahmad Rumalutur, Wisudawan FH UAD Dengan Segudang Prestasi Nasional19/08/2026
  • Di Balik Deretan Prestasi, Ada Perjalanan yang Tidak Sederhana19/08/2026

TENTANG | KRU | KONTAK | REKAPITULASI

Scroll to top