• TERKINI
  • UAD BERDAMPAK
  • PRESTASI
  • FEATURE
  • OPINI
  • MEDIA
  • KIRIM BERITA
  • Menu
News Portal of Universitas Ahmad Dahlan

Puskesmas Rusak Berat, KKN UAD Adakan Program Trauma Healing bagi Warga Terdampak Gempa

16/09/2026/in MBKM, Terkini /by Ard

KKN Anak Bangsa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) adakan program psikososial Psychological First Aid (PFA) di Manggarai Barat (Foto. KKN UAD)

Gempa bumi yang melanda Nusa Tenggara Timur (NTT) berdampak pada sejumlah fasilitas pelayanan publik, salah satunya Puskesmas Warsawe di Dusun Watu Weri, Desa Cunca Wulang, Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat. Gedung puskesmas mengalami kerusakan berat sehingga pelayanan kesehatan sementara dilakukan di tenda darurat yang berada di luar gedung.

Kepala Puskesmas Warsawe, Yohanes, mengatakan kondisi gedung masih membutuhkan pengkajian lebih lanjut untuk memastikan kelayakannya. “Kami sangat mengharapkan adanya pengkajian cepat dari dinas terkait atau Kementerian PUPR mengenai kelayakan gedung ini, apakah masih bisa digunakan setelah direnovasi atau memang harus direlokasi,” ungkapnya.

Melihat kondisi tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Anak Bangsa (KKN AB) Periode XIII Universitas Ahmad Dahlan (UAD) berkoordinasi dengan pihak puskesmas untuk membantu penanganan warga terdampak. Selain pendataan kondisi warga, mahasiswa juga menyiapkan program dukungan psikososial berupa Psychological First Aid (PFA) atau trauma healing.

Sekretaris KKN AB XIII UAD, Aisyah Mujahidah Belangi, mengatakan program tersebut disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat setelah gempa. “Sejak awal penerjunan, kami sudah berdiskusi bahwa program kerja perlu diarahkan pada aspek psikososial. Di kelompok kami juga ada mahasiswa dari Program Studi Psikologi yang siap membantu, terutama untuk anak-anak dan lansia,” jelasnya.       

Pelaksanaan program nantinya akan dilakukan dengan berkoordinasi bersama pihak puskesmas, Pemerintah Desa Cunca Wulang, dan MDMC Manggarai Barat. Koordinasi tersebut dilakukan agar warga yang membutuhkan pendampingan psikologis dapat teridentifikasi dan mendapatkan penanganan sesuai kebutuhannya.           

Selain kebutuhan kesehatan dan psikososial, hasil pemetaan di lapangan menunjukkan masih adanya kebutuhan terhadap tenda posko darurat. Posko tersebut diharapkan dapat menjadi titik pelayanan kesehatan, penyaluran bantuan, sekaligus pelaksanaan kegiatan psikososial bagi warga terdampak. 

Kepala Desa Cunca Wulang, Pius Suparjo Sadu, menyatakan kesiapan pemerintah desa untuk mendukung program yang dilakukan mahasiswa KKN UAD. Dukungan tersebut mencakup koordinasi dengan pihak terkait hingga pendampingan selama pelaksanaan kegiatan di lapangan.

Melalui kerja sama antara mahasiswa KKN UAD, puskesmas, pemerintah desa, dan MDMC Manggarai Barat, penanganan pascagempa diharapkan tidak hanya berfokus pada kebutuhan fisik, tetapi juga kondisi psikologis warga. Program ini menjadi salah satu upaya untuk membantu masyarakat, khususnya anak-anak dan lansia, kembali merasa aman setelah mengalami bencana. (doc/Juni)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/KKN-Anak-Bangsa-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-adakan-program-psikososial-Psychological-First-Aid-PFA-di-Manggarai-Barat-Foto.-KKN-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-09-16 09:51:472026-09-30 10:57:20Puskesmas Rusak Berat, KKN UAD Adakan Program Trauma Healing bagi Warga Terdampak Gempa

Inovasi Sederhana Mahasiswa KKN UAD Bantu Petani Kaligintung dalam Pemupukan

16/09/2026/in MBKM, Terkini /by Ard

Mahasiswa KKN Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kenalkan alat bantu pemupukan bagi petani di Kaligintung (Foto. KKN UAD)

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Unit VII.D.2 mengenalkan alat tabur pupuk untuk tanaman jagung kepada masyarakat di Padukuhan Kaligintung Kidul, Kalurahan Kaligintung, Kapanewon Temon, Kabupaten Kulon Progo, pada 7 September 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program edukasi dan inovasi pertanian yang bertujuan membantu mempermudah proses pemupukan bagi petani.

Alat tabur pupuk tersebut dibuat menggunakan bahan yang mudah diperoleh, seperti pipa PVC, kayu, karet ban, paku atau baut, dan sambungan pipa. Inovasi sederhana ini dirancang untuk membantu petani dalam menaburkan pupuk pada tanaman jagung secara lebih praktis serta mengurangi waktu dan tenaga yang diperlukan selama proses pemupukan.

Ketua Kelompok KKN UAD Unit VII.D.2 menjelaskan bahwa pembuatan alat tersebut berangkat dari upaya mahasiswa untuk menghadirkan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. “Pembuatan alat tabur pupuk ini bertujuan untuk membantu mempermudah proses pemupukan bagi masyarakat, khususnya para petani. Manfaat alat ini diharapkan dapat menghemat waktu dan tenaga serta membantu penyebaran pupuk agar lebih merata. Kami berharap alat sederhana ini dapat digunakan dan dikembangkan oleh masyarakat sehingga memberikan manfaat dalam kegiatan pertanian sehari-hari,” ujarnya.

Setelah diperkenalkan, alat tabur pupuk tersebut diuji coba secara langsung di salah satu lahan jagung milik warga. Sekitar 15 petani hadir untuk menyaksikan demonstrasi penggunaan alat. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa memperagakan cara pengoperasian alat sekaligus mengamati penerapannya pada tanaman jagung.

Uji coba tersebut menjadi kesempatan bagi mahasiswa dan petani untuk melihat penggunaan alat secara langsung. Selain memperkenalkan cara pengoperasian, mahasiswa juga menjelaskan fungsi setiap bagian alat serta penggunaannya dalam proses pemupukan. Para petani turut mengikuti jalannya demonstrasi dan memberikan perhatian terhadap cara kerja alat yang diperkenalkan.

Melalui inovasi tersebut, mahasiswa KKN UAD Unit VII.D.2 berharap alat tabur pupuk dapat menjadi salah satu alternatif yang membantu petani dalam melakukan pemupukan tanaman jagung. Penggunaan alat sederhana berbahan dasar material yang mudah diperoleh juga diharapkan dapat membuka peluang bagi masyarakat untuk membuat atau mengembangkan alat serupa sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN UAD dalam mendukung masyarakat melalui pemanfaatan inovasi sederhana di bidang pertanian. Kolaborasi dengan petani di Kaligintung Kidul diharapkan dapat mendorong lahirnya berbagai inovasi yang aplikatif dan sesuai dengan potensi serta kebutuhan masyarakat setempat. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-KKN-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-kenalkan-alat-bantu-pemupukan-bagi-petani-di-Kaligintung-Foto.-KKN-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-09-16 09:18:062026-09-30 10:57:14Inovasi Sederhana Mahasiswa KKN UAD Bantu Petani Kaligintung dalam Pemupukan

Mahasiswa KKN Rekognisi RACANA Jogja UAD Kembangkan Kelorlatte dan Kunyitlatte dari Pangan Lokal

15/09/2026/in MBKM, Terkini /by Ard

Mahasiswa KKN Rekognisi RACANA Jogja Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembangkan kelorlatte dan kunyitlatte dari pangan lokal (Foto. KKN UAD)

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Periode ke-168 Rekognisi RACANA Jogja Universitas Ahmad Dahlan (UAD) mengembangkan inovasi pangan berupa Kelorlatte dan Kunyitlatte di Kampung Lowanu, Yogyakarta, pada 16 Agustus 2026. Kedua produk tersebut merupakan hasil pengembangan bahan pangan lokal menjadi minuman dengan konsep yang lebih modern dan memiliki nilai tambah.

Kelorlatte merupakan minuman yang menggunakan daun kelor sebagai bahan utama, sedangkan Kunyitlatte memanfaatkan kunyit. Kedua bahan tersebut diolah menjadi minuman latte dengan cita rasa dan penyajian yang disesuaikan dengan selera masyarakat. Pengembangan produk ini menjadi bagian dari kegiatan KKN Rekognisi RACANA Jogja dalam mengaplikasikan pengetahuan mahasiswa melalui pemberdayaan dan pemanfaatan potensi pangan yang tersedia di lingkungan sekitar.

Ketua panitia kegiatan, Fathurrahman, mengatakan bahwa pengembangan kedua produk tersebut berangkat dari upaya mahasiswa melihat potensi bahan pangan lokal dari sudut pandang yang berbeda. “Kami ingin menunjukkan bahwa bahan pangan lokal seperti kelor dan kunyit tidak hanya dapat digunakan dalam bentuk olahan konvensional, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi produk yang lebih inovatif, modern, dan memiliki nilai jual,” ujarnya.

Pengembangan Kelorlatte dan Kunyitlatte dilakukan melalui beberapa tahapan, mulai dari pemilihan dan persiapan bahan, formulasi, pengolahan, hingga uji coba produk. Mahasiswa memperhatikan sejumlah aspek dalam proses tersebut, seperti rasa, aroma, warna, dan tingkat penerimaan konsumen. Tahapan ini dilakukan untuk memperoleh formulasi minuman yang sesuai dan dapat diterima oleh masyarakat.

Ketua RW 21 Kampung Lowanu, Robet, turut mengapresiasi kreativitas mahasiswa dalam mengembangkan produk berbahan pangan lokal tersebut. Selain menghasilkan produk, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan keterampilan dalam riset dan pengembangan produk, pengolahan pangan, kerja sama tim, serta kewirausahaan. Mahasiswa memperoleh pengalaman langsung dalam mengidentifikasi potensi bahan, menyusun formulasi, melakukan uji coba, hingga mengembangkan produk yang memiliki daya tarik bagi konsumen.

Kelorlatte dan Kunyitlatte diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif pemanfaatan komoditas lokal melalui inovasi pangan. Pengembangan kedua produk tersebut menunjukkan bahwa bahan yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar dapat diolah menjadi produk kreatif dengan nilai tambah sekaligus membuka peluang untuk dikembangkan lebih lanjut. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-KKN-Rekognisi-RACANA-Jogja-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-kembangkan-kelorlatte-dan-kunyitlatte-dari-pangan-lokal-Foto.-KKN-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-09-15 11:29:012026-09-30 10:57:01Mahasiswa KKN Rekognisi RACANA Jogja UAD Kembangkan Kelorlatte dan Kunyitlatte dari Pangan Lokal

KKN Internasional UAD Kenalkan Budaya Indonesia dan KH Ahmad Dahlan di Thailand Selatan

15/09/2026/in MBKM, Terkini /by Ard

KKN Internasional Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kenalkan budaya Indonesia dan KH Ahmad Dahlan di Thailand Selatan (Foto. KKN UAD)

Mahasiswa KKN Internasional Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Reguler Periode 163 Unit I.A.3 melaksanakan pengabdian di Thailand Selatan dengan mengajar sekaligus mengenalkan budaya Indonesia kepada siswa. Kegiatan berlangsung di dua sekolah, yaitu Keeyamuddin School di Songkhla dan Satit Phattana Wittaya School di Yala, Thailand.

Sebanyak sembilan mahasiswa dibagi ke dua lokasi tersebut. Empat mahasiswa bertugas di Keeyamuddin School, yaitu Muhammad Ihsan, Moh. Fajar Fardiansyah, Gista Agil Fatnia, dan Leondita Chintia Maharani, sedangkan lima mahasiswa lainnya, Sri Wahyuni Wisdayanti, Siti Salwa Khairunnisa, Sakinatus Sarifa, Vira Aurelia Amanda, dan Amrina Mufidah, mengabdi di Satit Phattana Wittaya School.

Selama kegiatan, mahasiswa mendampingi dan mengajar siswa dari jenjang Anuban atau TK, Prathom atau SD, hingga Matthayom Ton atau SMP. Perbedaan bahasa dan kebiasaan menjadi tantangan tersendiri, tetapi mahasiswa mengatasinya dengan menggunakan Bahasa Inggris dan Bahasa Melayu serta memanfaatkan media pembelajaran, gestur, dan pendekatan yang lebih interaktif.

Selain pembelajaran di kelas, mahasiswa juga mendampingi siswa mengikuti kegiatan Science Day di Yala Rajabhat University (YRU). Para siswa diajak mengunjungi berbagai stan, melihat demonstrasi sains, dan mencoba eksperimen sederhana sehingga kegiatan belajar terasa lebih menarik sekaligus mempererat kedekatan mahasiswa dengan siswa.

Mahasiswa juga memperkenalkan budaya Indonesia melalui kegiatan diplomasi kuliner dengan membuat Nagasari. Kudapan berbahan tepung beras, santan, dan pisang tersebut mendapat sambutan positif dari siswa dan guru karena rasanya yang gurih dan manis.

Tidak hanya kuliner, mahasiswa turut mengenalkan sosok K.H. Ahmad Dahlan sebagai pendiri Muhammadiyah sekaligus pahlawan nasional Indonesia. “Kami ingin mengenalkan semangat KH Ahmad Dahlan tentang pendidikan, perjuangan, dan kemajuan kepada para siswa. Harapannya, nilai-nilai tersebut bisa menjadi inspirasi meskipun kami berada di lingkungan sekolah yang berbeda negara,” ujar salah satu mahasiswa KKN.

Puncak kegiatan berlangsung pada 28 Agustus 2026 melalui pertunjukan budaya di Satit Phattana Wittaya School. Mahasiswa menampilkan lagu daerah dan tarian tradisional Indonesia, kemudian mengajak siswa, guru, dan staf sekolah untuk bernyanyi dan menari bersama.

Melalui rangkaian KKN Internasional ini, mahasiswa tidak hanya menjalankan kegiatan pengabdian melalui pembelajaran, tetapi juga membangun hubungan dan pertukaran budaya antara Indonesia dan Thailand. Kegiatan tersebut menjadi pengalaman bagi mahasiswa untuk belajar beradaptasi sekaligus membawa budaya dan nilai-nilai Muhammadiyah ke lingkungan internasional. (doc/Juni)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/KKN-Internasional-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-kenalkan-budaya-Indonesia-dan-KH-Ahmad-Dahlan-di-Thailand-Selatan-Foto.-KKN-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-09-15 11:03:162026-09-30 10:56:55KKN Internasional UAD Kenalkan Budaya Indonesia dan KH Ahmad Dahlan di Thailand Selatan

KKN UAD 159 Kenalkan Teknik Hügelkultur kepada Masyarakat Padukuhan Mertan

15/09/2026/in MBKM, Terkini /by Ard

KKN Universitas Ahmad Dahlan (UAD) 159 kenalkan teknik hügelkultur kepada masyarakat Padukuhan Mertan (Foto. KKN UAD)

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Periode 159 Unit III.B.3 melaksanakan program edukasi dan inisiasi teknik Hügelkultur pada Minggu, 23 Agustus 2026, di Padukuhan Mertan, Kalurahan Sukoreno, Kapanewon Sentolo, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk pengabdian mahasiswa dalam mengenalkan alternatif teknik bercocok tanam yang memanfaatkan bahan organik di lingkungan sekitar secara berkelanjutan.

Hügelkultur merupakan teknik bercocok tanam yang berasal dari Jerman dengan konsep membuat bedengan tanam dari susunan material organik yang dapat terurai secara alami. Material tersebut kemudian ditutup dengan tanah dan digunakan sebagai media untuk menanam berbagai jenis tanaman. Proses penguraian bahan organik di dalam bedengan dapat membantu menyediakan nutrisi sekaligus mempertahankan kelembapan tanah.

Dalam program ini, mahasiswa KKN mengenalkan pemanfaatan berbagai bahan yang mudah ditemukan di lingkungan Padukuhan Mertan. Bahan utama yang digunakan meliputi ranting atau potongan kayu, daun-daun kering, kotoran hewan, dan tanah. Selain itu, sisa sayuran dan bahan organik dari dapur juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan tambahan dalam pembuatan Hügelkultur, selama bahan tersebut sesuai dan tidak tercampur dengan sampah anorganik.

Kegiatan diawali dengan edukasi kepada masyarakat mengenai konsep, manfaat, dan cara penerapan Hügelkultur. Mahasiswa menjelaskan bahwa bahan-bahan organik yang selama ini sering dianggap sebagai limbah dapat dikembalikan ke lingkungan dan dimanfaatkan sebagai bagian dari media tanam. Pendekatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pemanfaatan dan pengelolaan bahan organik.

Setelah penyampaian materi, mahasiswa bersama masyarakat melakukan praktik secara langsung. Proses pembuatan diawali dengan menyusun ranting atau potongan kayu sebagai lapisan dasar, kemudian dilanjutkan dengan daun-daun kering dan bahan organik lainnya. Selanjutnya, kotoran hewan atau kotoran hewan ditambahkan sebagai salah satu sumber bahan organik, kemudian ditutup menggunakan lapisan tanah sebagai media tanam. Sisa sayuran dari dapur juga dapat ditambahkan sebagai bahan organik tambahan untuk mendukung proses penguraian.

Praktik dilakukan secara gotong royong sehingga masyarakat tidak hanya memperoleh informasi secara teoritis, tetapi juga dapat melihat dan mencoba secara langsung setiap tahapan pembuatan bedengan Hügelkultur. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi sarana bagi mahasiswa untuk berbagi pengetahuan mengenai pemanfaatan sumber daya yang tersedia di lingkungan sekitar.

Penerapan Hügelkultur memiliki potensi untuk menjadi salah satu alternatif dalam mengoptimalkan lahan dan bahan organik yang tersedia di sekitar masyarakat. Selain dapat digunakan sebagai media bercocok tanam, pemanfaatan bahan organik dalam teknik ini juga dapat mengurangi jumlah bahan organik yang terbuang. Dengan memanfaatkan ranting, daun kering, kotoran hewan, tanah, serta sisa sayuran, masyarakat dapat mengembangkan media tanam dengan bahan yang relatif mudah diperoleh.

Melalui program edukasi dan inisiasi ini, mahasiswa KKN UAD Periode 159 Unit III.B.3 berharap teknik Hügelkultur dapat terus dikembangkan oleh masyarakat Padukuhan Mertan. Program ini diharapkan menjadi langkah awal untuk membangun kebiasaan memanfaatkan bahan organik sekaligus mendorong praktik bercocok tanam yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Kegiatan edukasi dan inisiasi Hügelkultur menjadi salah satu wujud kontribusi mahasiswa KKN UAD dalam mengembangkan potensi lingkungan dan meningkatkan pengetahuan masyarakat. Kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat diharapkan dapat menjadikan program tersebut tidak hanya sebagai kegiatan selama pelaksanaan KKN, tetapi juga sebagai praktik yang dapat diterapkan dan dikembangkan secara mandiri oleh masyarakat Padukuhan Mertan. (Mei)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/KKN-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-159-kenalkan-teknik-hugelkultur-kepada-masyarakat-Padukuhan-Mertan-Foto.-KKN-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-09-15 10:44:042026-09-30 10:56:50KKN UAD 159 Kenalkan Teknik Hügelkultur kepada Masyarakat Padukuhan Mertan

KKN UAD Kenalkan Rocket Stove untuk Kelola Sampah Rumah Tangga di Karangduwur

15/09/2026/in MBKM, Terkini /by Ard

KKN Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kenalkan rocket stove untuk kelola sampah rumah tangga di Karangduwur (Foto. KKN UAD)

Persoalan sampah rumah tangga menjadi salah satu hal yang masih dihadapi masyarakat Dusun Karangduwur, Desa Tambaharjo, Kecamatan Adimulyo, Kabupaten Kebumen. Melihat kondisi tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Unit I.B.2 berinisiatif memperkenalkan Rocket Stove sebagai salah satu alternatif dalam pengelolaan sampah rumah tangga.

Selama ini, sebagian masyarakat masih memanfaatkan cara pembakaran terbuka untuk mengurangi sampah rumah tangga. Namun, metode tersebut memiliki sejumlah kekurangan, terutama karena pembakaran berlangsung tanpa pengaturan yang optimal dan dapat menimbulkan asap dalam jumlah cukup banyak. Kondisi inilah yang kemudian mendorong mahasiswa KKN untuk mencari alternatif sederhana yang dapat diterapkan di lingkungan masyarakat.

Ketua Unit KKN I.B.2, Muhammad Farhan, mengatakan bahwa pembuatan Rocket Stove berangkat dari pengamatan mahasiswa terhadap kebiasaan masyarakat dalam menangani sampah sehari-hari. Menurutnya, alat tersebut diharapkan dapat menjadi pilihan yang lebih praktis dibandingkan pembakaran sampah secara langsung di ruang terbuka.

“Kami membuat program ini karena melihat kondisi sampah rumah tangga di dusun ini yang selama ini dibakar secara terbuka, kurang efisien, dan menghasilkan banyak asap,” ujar Muhammad Farhan.

Dalam pembuatannya, mahasiswa menggunakan hebel sebagai material utama Rocket Stove. Alat tersebut dibuat dengan menerapkan sistem pembakaran vertikal, yaitu mengarahkan proses pembakaran dalam ruang yang lebih terfokus. Konsep ini memungkinkan panas yang dihasilkan terkonsentrasi sehingga pembakaran dapat berlangsung dengan lebih optimal. Penggunaan Rocket Stove juga diharapkan dapat membantu masyarakat menggunakan bahan bakar secara lebih efisien. Selain itu, alat ini dapat dimanfaatkan sebagai salah satu pilihan dalam menangani sampah rumah tangga, khususnya bagi masyarakat yang sebelumnya masih melakukan pembakaran secara terbuka.

Farhan menambahkan bahwa keberadaan alat tersebut tidak hanya ditujukan untuk digunakan selama pelaksanaan KKN. Mahasiswa berharap masyarakat dapat melanjutkan pemanfaatannya serta melakukan pengembangan sesuai kebutuhan setelah program KKN berakhir. “Kami berharap alat ini bisa membantu warga mengelola sampah rumah tangga secara lebih praktis, aman, dan ramah lingkungan, serta bisa terus digunakan dan dikembangkan oleh warga setelah program KKN ini selesai,” tambah Farhan.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN UAD juga berupaya memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa pengelolaan sampah dapat dilakukan dengan memanfaatkan teknologi sederhana yang sesuai dengan kondisi lingkungan sekitar. Pengenalan Rocket Stove diharapkan tidak berhenti pada penggunaan alat, tetapi juga dapat mendorong masyarakat untuk mulai menerapkan cara pengelolaan sampah yang lebih terarah.

Program Rocket Stove menjadi salah satu bentuk nyata keterlibatan mahasiswa KKN UAD dalam memberikan solusi sederhana atas permasalahan yang ditemukan di masyarakat. Dengan memanfaatkan bahan yang mudah diperoleh dan teknologi yang relatif sederhana, inovasi ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Dusun Karangduwur sekaligus mendukung terciptanya lingkungan yang lebih bersih dan nyaman.

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/KKN-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-kenalkan-rocket-stove-untuk-kelola-sampah-rumah-tangga-di-Karangduwur-Foto.-KKN-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-09-15 10:28:522026-09-30 10:56:45KKN UAD Kenalkan Rocket Stove untuk Kelola Sampah Rumah Tangga di Karangduwur

Mahasiswa KKN UAD Edukasi Warga Desa Piji Manfaatkan Minyak Jelantah Menjadi Lilin

15/09/2026/in MBKM, Terkini /by Ard

Mahasiswa KKN Universitas Ahmad Dahlan (UAD) edukasi warga desa piji manfaatkan minyak jelantah menjadi lilin (Foto. KKN UAD)

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Periode 159 Unit V.A.3 mengedukasi masyarakat Desa Piji mengenai pemanfaatan minyak jelantah menjadi lilin. Kegiatan yang dilaksanakan pada 31 Agustus 2026 tersebut merupakan bagian dari program kerja KKN dalam mendorong pengelolaan limbah rumah tangga sekaligus meningkatkan keterampilan masyarakat.

Minyak jelantah merupakan salah satu limbah rumah tangga yang masih kerap dibuang secara langsung ke lingkungan. Padahal, pembuangan minyak jelantah secara sembarangan dapat berdampak terhadap kondisi tanah dan saluran air. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN UAD memperkenalkan pengolahan minyak jelantah menjadi lilin sebagai salah satu alternatif pemanfaatan limbah yang dapat dilakukan dengan bahan dan peralatan sederhana.

Ketua Unit KKN, Meyzan Nur Rizky Pratama, mengatakan, “Kami ingin mengajak masyarakat melihat minyak jelantah bukan hanya sebagai limbah, tetapi juga sebagai bahan yang masih dapat dimanfaatkan menjadi produk yang bernilai guna,” ujarnya.

Kegiatan diawali dengan pemberian penjelasan mengenai pengumpulan dan pengelolaan minyak jelantah sebelum diolah. Mahasiswa KKN kemudian memberikan demonstrasi pembuatan lilin, mulai dari penyaringan minyak, pemurnian, pencampuran bahan, pemasangan sumbu, hingga proses pencetakan. Setelah demonstrasi, peserta diberikan kesempatan untuk mempraktikkan pembuatan lilin secara langsung. Proses tersebut memberikan pengalaman kepada masyarakat dalam mengolah minyak jelantah menjadi produk dengan bentuk dan fungsi baru.

Sekretaris Unit KKN, Nur Aini Dini Islamiyah, menambahkan, “Warga cukup antusias mengikuti praktik pembuatan lilin. Mereka juga aktif bertanya mengenai bahan serta proses pengolahan dan tertarik untuk mencoba membuatnya secara mandiri di rumah,” tandasnya. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-KKN-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-edukasi-warga-desa-piji-manfaatkan-minyak-jelantah-menjadi-lilin-Foto.-KKN-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-09-15 10:13:452026-09-30 10:56:23Mahasiswa KKN UAD Edukasi Warga Desa Piji Manfaatkan Minyak Jelantah Menjadi Lilin

Tim MeRAMU UAD Kenalkan Manfaat Empon-Empon Sebagai Obat Herbal

14/09/2026/in MBKM, Terkini /by Ard

Tim MeRAMU Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kenalkan manfaat empon-empon sebagai obat herbal (Foto. Tim MeRAMU UAD).jpg

Tim MeRAMU Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Farmasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) melaksanakan kegiatan “Sosialisasi Omah Seraya dan Edukasi Herbal” pada Sabtu, 22 Agustus 2026 yang berlangsung di rumah Kepala Dukuh Sermo Lor. Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian program Tim MeRAMU dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai tanaman empon-empon dan pemanfaatannya sebagai bahan herbal. Kegiatan dihadiri oleh Dukuh Sermo Lor, Parjiman; Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan Organisasi Kemahasiswaan dan Prestasi Mahasiswa (Pokpresma) UAD, Danang Sukantar, M.Pd.; serta pemateri Dr. apt. Kintoko, M.Sc. Sebanyak 11 orang ibu-ibu Kelompok Wanita Tani (KWT) Sermo Lor mengikuti kegiatan sebagai penerima manfaat program edukasi.
Kegiatan diawali dengan pengerjaan pre-test untuk mengetahui tingkat pengetahuan awal peserta mengenai empon-empon dan pemanfaatannya. Setelah itu, Tim MeRAMU membagikan pamflet bertajuk “Kenali dan Manfaatkan Empon-Empon” sebagai media informasi bagi peserta. Pamflet tersebut memuat informasi mengenai berbagai jenis empon-empon serta pemanfaatannya, sehingga peserta dapat memiliki bahan bacaan yang dapat digunakan kembali setelah kegiatan. Pemberian pre-test dan pamflet menjadi bagian dari rangkaian edukasi yang dirancang agar peserta tidak hanya mendapatkan informasi secara lisan, melainkan juga memiliki media pendukung untuk memperkuat pemahaman.Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi mengenai empon-empon dan edukasi herbal oleh Dr. apt. Kintoko, M.Sc. Materi disampaikan secara interaktif dengan mengaitkan pembahasan pada pemanfaatan tanaman empon-empon yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Peserta juga diberikan kesempatan untuk berdiskusi dan menyampaikan pengalaman mereka dalam memanfaatkan tanaman herbal. Edukasi kemudian diperkuat melalui praktik memotong empon-empon, sehingga peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teori, melainkan juga mendapatkan pengalaman langsung dalam melakukan salah satu tahapan penanganan bahan empon-empon sebelum dimanfaatkan.
Setelah materi dan praktik selesai, peserta kembali mengerjakan post-test untuk mengukur pemahaman setelah mengikuti kegiatan. Berdasarkan hasil pengukuran terhadap 11 peserta, terdapat peningkatan pemahaman yang sangat signifikan setelah edukasi diberikan. Rata-rata skor pre-test peserta yang awalnya berada di angka 3,77 meningkat menjadi 4,73 pada skor post-test. Secara keseluruhan, Tim MeRAMU mencatat skor perubahan sebesar 0,95 dengan persentase kenaikan pemahaman mencapai 25,30%. Dengan melibatkan 11 penerima manfaat, kegiatan ini memberikan edukasi secara langsung kepada anggota KWT Sermo Lor yang diharapkan dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam mengenali dan memanfaatkan empon-empon secara tepat.
Melalui kegiatan “Sosialisasi Omah Seraya dan Edukasi Herbal”, Tim MeRAMU BEM Farmasi UAD berupaya mengintegrasikan keilmuan farmasi dengan potensi tanaman lokal yang dimiliki masyarakat Sermo Lor. Pengenalan empon-empon tidak hanya diarahkan pada pengetahuan mengenai jenis dan manfaatnya, melainkan juga pada pemahaman mengenai pemanfaatan bahan herbal secara tepat. Kegiatan ini sekaligus menjadi ruang kolaborasi antara mahasiswa, akademisi, pemerintah wilayah, dan kelompok masyarakat dalam mengoptimalkan potensi tanaman lokal melalui pendekatan edukasi yang aplikatif.
Kegiatan ini menjadi bagian dari keberlanjutan program Tim MeRAMU BEM Farmasi UAD bersama masyarakat Sermo Lor. Edukasi dan praktik yang telah diberikan diharapkan dapat menjadi pengetahuan yang terus dimanfaatkan oleh ibu-ibu KWT setelah kegiatan selesai. Melalui pendekatan edukasi, praktik, dan pengukuran hasil melalui pre-test dan post-test, Tim MeRAMU berupaya menghadirkan program yang tidak hanya memberikan informasi, melainkan juga memiliki dampak yang dapat diukur serta mendukung peningkatan kapasitas masyarakat dalam mengenali dan memanfaatkan potensi empon-empon lokal. (Anove)
uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Tim-MeRAMU-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-kenalkan-manfaat-empon-empon-sebagai-obat-herbal-Foto.-Tim-MeRAMU-UAD.jpg.jpeg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-09-14 09:15:512026-09-30 10:56:17Tim MeRAMU UAD Kenalkan Manfaat Empon-Empon Sebagai Obat Herbal

Pemdes Cunca Wulang Gandeng KKN AB XIII UAD Salurkan Bantuan Korban Gempa

11/09/2026/in MBKM, Terkini /by Ard

Pemdes Cunca Wulang dan KKN AB Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Salurkan Bantuan Korban Gempa (Foto. Acha)

Pemerintah Desa Cunca Wulang, Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), bersama mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Anak Bangsa (KKN AB) Periode XIII Universitas Ahmad Dahlan (UAD) melakukan pendataan warga terdampak gempa bumi. Pendataan dilakukan untuk memastikan bantuan dapat disalurkan sesuai dengan kebutuhan warga.

Kegiatan pendataan dilakukan secara langsung dari rumah ke rumah selama tiga hari, yaitu pada 18–20 Agustus 2026. Sebanyak 15 mahasiswa KKN AB XIII UAD turut terlibat dalam proses pendataan dan pemetaan kondisi warga terdampak.

Berdasarkan data yang telah dikumpulkan, Pemdes Cunca Wulang bersama Pastor Paroki Sta. Maria Fatima Vangkung Boleng, Romo Beben, menyalurkan bantuan logistik pada Jumat, 21 Agustus 2026. Bantuan tersebut berasal dari Pemerintah Daerah Manggarai Barat, Keuskupan Labuan Bajo, dan sejumlah lembaga donor lainnya.

Kepala Desa Cunca Wulang, Pius Suparjo Sadu, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah membantu warga terdampak gempa. “Kami bersyukur distribusi bantuan bisa berjalan lancar dan adil karena dilakukan berdasarkan hasil pendataan langsung di lapangan bersama adik-adik mahasiswa KKN AB XIII UAD,” ujarnya.

Selain melakukan pendataan, mahasiswa KKN UAD juga membantu pengelolaan administrasi dan logistik di posko utama. Data warga dikelompokkan berdasarkan kebutuhan, termasuk kebutuhan balita, lansia, dan bahan pokok, sehingga bantuan yang masuk dapat tercatat dan disalurkan kepada warga yang membutuhkan.

Bendahara KKN AB XIII UAD, Hidayatul Amamah, mengatakan pengelolaan data dan logistik menjadi bagian penting dalam proses penyaluran bantuan. “Kami berupaya mencatat kebutuhan warga secara detail agar bantuan yang datang dari berbagai pihak dapat terdata dengan baik dan disalurkan secara transparan kepada warga yang membutuhkan,” jelasnya.

Data hasil pendataan tersebut juga disiapkan sebagai bahan rujukan untuk penyaluran bantuan lanjutan melalui jaringan Muhammadiyah, termasuk LazisMU dan MDMC. Koordinator Divisi Ekonomi Kreatif KKN AB XIII UAD, Lingga Bangun Laksana, menyebut kondisi wilayah yang berbukit dan lokasi warga yang tersebar membuat pendataan perlu dilakukan secara menyeluruh.

“Data ini akan kami teruskan kepada pihak terkait seperti LazisMU dan MDMC. Harapannya, jika ada bantuan lanjutan dari jaringan Muhammadiyah, penyalurannya bisa lebih tepat sasaran karena sudah berdasarkan data warga yang terdampak,” pungkasnya. (doc/Juni)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Pemdes-Cunca-Wulang-dan-KKN-AB-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Salurkan-Bantuan-Korban-Gempa-Foto.-Acha.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-09-11 09:31:592026-09-30 10:56:12Pemdes Cunca Wulang Gandeng KKN AB XIII UAD Salurkan Bantuan Korban Gempa

Tim MeRAMU IMM Farmasi UAD Gelar Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik Cair di Mentobayan

11/09/2026/in MBKM, Terkini /by Ard

Tim MeRAMU IMM Farmasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Gelar Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik Cair di Mentobayan (Foto. Tim MeRAMU IMM Farmasi UAD)

Sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan, Tim MeRAMU IMM Farmasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) melaksanakan kegiatan Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) bersama Karang Taruna Kancah Elite Muda Mentobayan, Kalurahan Salamrejo, pada Sabtu, 22 Agustus 2026, pukul 16.00 WIB. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk edukasi dan pemberdayaan masyarakat dalam memanfaatkan limbah organik yang terdapat di lingkungan sekitar.

Limbah organik merupakan salah satu jenis sampah yang banyak dihasilkan dari aktivitas sehari-hari, terutama dari kegiatan rumah tangga. Apabila tidak dikelola dengan baik, limbah tersebut dapat menimbulkan berbagai permasalahan lingkungan. Namun, limbah organik sebenarnya masih dapat dimanfaatkan dan diolah menjadi produk yang berguna. Salah satunya adalah dengan mengolahnya menjadi pupuk organik cair yang dapat dimanfaatkan untuk tanaman.

Melalui kegiatan yang diselenggarakan oleh Tim MeRAMU IMM Farmasi UAD ini, peserta diberikan pengetahuan mengenai pengertian pupuk organik cair, manfaatnya bagi tanaman, bahan-bahan yang dapat digunakan, serta tahapan dalam proses pembuatannya. Penyampaian materi dilakukan secara sederhana dan interaktif agar peserta dapat memahami bahwa pengelolaan limbah organik dapat dilakukan dengan cara yang mudah dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan demonstrasi dan praktik pembuatan pupuk organik cair. Peserta diperkenalkan dengan bahan serta peralatan yang digunakan, kemudian mengikuti secara langsung tahapan pembuatan mulai dari persiapan bahan, pencampuran, hingga proses fermentasi. Dengan adanya praktik secara langsung, peserta tidak hanya mendapatkan pemahaman secara teori, tetapi juga memperoleh pengalaman yang dapat diterapkan kembali secara mandiri.

Antusiasme anggota Karang Taruna Kancah Elite Muda Mentobayan terlihat selama kegiatan berlangsung. Peserta aktif mengikuti setiap tahapan praktik serta berdiskusi mengenai pemanfaatan limbah organik yang tersedia di lingkungan sekitar. Diskusi juga membahas pemanfaatan pupuk organik cair untuk tanaman serta pentingnya membangun kebiasaan pengelolaan sampah yang lebih baik.

Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk meningkatkan peran generasi muda dalam menjaga kelestarian lingkungan. Karang taruna memiliki peran penting sebagai wadah bagi pemuda untuk berpartisipasi dalam kegiatan sosial dan pemberdayaan masyarakat. Oleh karena itu, keterampilan pembuatan pupuk organik cair diharapkan dapat menjadi salah satu bekal bagi anggota karang taruna untuk ikut mengajak masyarakat dalam mengelola limbah secara lebih bijak.

Pemanfaatan limbah organik menjadi pupuk juga dapat memberikan manfaat dari sisi lingkungan maupun ekonomi. Limbah yang sebelumnya hanya dibuang dapat dimanfaatkan kembali menjadi produk yang berguna untuk tanaman. Dengan memanfaatkan bahan-bahan yang tersedia di lingkungan sekitar, masyarakat dapat mengoptimalkan sumber daya yang ada sekaligus membantu mengurangi jumlah limbah organik.

Melalui kegiatan pelatihan ini, Tim MeRAMU IMM Farmasi UAD berharap peserta dapat menerapkan pengetahuan yang telah diperoleh dan membagikannya kepada masyarakat di lingkungan sekitar. Pengelolaan sampah tidak harus dimulai dari hal yang besar, tetapi dapat dilakukan melalui langkah sederhana seperti memilah sampah dan memanfaatkan kembali limbah yang masih memiliki nilai guna.

Kegiatan Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik Cair bersama Karang Taruna Kancah Elite Muda Mentobayan diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membangun kesadaran dan keterampilan masyarakat mengenai pengelolaan limbah organik.

Dengan adanya kolaborasi antara Tim MeRAMU IMM Farmasi UAD dan generasi muda Karang Taruna Kancah Elite Muda Mentobayan, diharapkan tercipta lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan di Kalurahan Salamrejo. Melalui kegiatan ini, limbah organik diharapkan tidak lagi dipandang hanya sebagai sampah, tetapi sebagai sumber daya yang dapat dimanfaatkan kembali. (Mei)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Tim-MeRAMU-IMM-Farmasi-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Gelar-Pelatihan-Pembuatan-Pupuk-Organik-Cair-di-Mentobayan-Foto.-Tim-MeRAMU-IMM-Farmasi-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-09-11 09:18:302026-09-30 10:56:05Tim MeRAMU IMM Farmasi UAD Gelar Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik Cair di Mentobayan
Page 2 of 34‹1234›»

TERKINI

  • Mahasiswa Prodi Gizi UAD Adakan Program Pegas untuk Cegah Stunting05/10/2026
  • Perjuangan Panjang Terbayar Lunas, Apoteker Baru UAD Persembahkan Gelar untuk Orang Tua05/10/2026
  • Mahasiswa UAD Sosialisasi Paguyuban Miedes untuk Perkuat Usaha dan Pelestarian Kuliner05/10/2026
  • Prodi BK UAD Gelar Camp Counseling 202605/10/2026
  • UAD Beri Penghargaan bagi Lulusan Terbaik Apoteker Angkatan 5001/10/2026

PRESTASI

  • Mahasiswa UAD Raih Juara III pada Kejurnas IX Senior-Junior Hapkido Indonesia 202630/09/2026
  • Tim Al Qorni UAD Raih Dua Gelar Juara di Ajang KMLI 202630/09/2026
  • Pustakawan UAD Raih Prestasi di IPI Awards DIY 202629/09/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara I Esai Nasional Ajang PIKIR 202629/09/2026
  • Tim King Phoenix UAD Juara III Kontes Robot Terbang Indonesia28/09/2026

FEATURE

  • Runtuhkan Sekat Pembatas, Dekan FKIP UAD Tekankan Kolaborasi Pendidikan yang Berdampak28/09/2026
  • Menelusuri Hakikat dan Empat Tanda Kebahagiaan di Dunia15/09/2026
  • Memaknai Singkatnya Kehidupan dan Rahmat Berlimpah Menuju Surga10/09/2026
  • Menapaki Jalan Lurus melalui Sepuluh Wasiat Allah04/09/2026
  • LPSI UAD Gelar Kajian Tafsir At-Tanwir, Bedah Makna dan Keutamaan Surat Al-Baqarah Ayat 18503/09/2026

TENTANG | KRU | KONTAK | REKAPITULASI

Scroll to top