• TERKINI
  • UAD BERDAMPAK
  • PRESTASI
  • FEATURE
  • OPINI
  • MEDIA
  • KIRIM BERITA
  • Menu
News Portal of Universitas Ahmad Dahlan

P2K UAD 2026 Dorong Budaya Pemilahan Sampah dan Green Campus

22/09/2026/in MBKM, Terkini /by Ard

 

Salah satu tempat pembuangan sampah yang ada di Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Humas UAD)

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) terus mendorong penerapan budaya ramah lingkungan dalam pelaksanaan Program Pengenalan Kampus (P2K) 2026. Salah satunya melalui pengelolaan sampah yang melibatkan Biro Sarana dan Prasarana (BSP) UAD bersama panitia serta mahasiswa baru. Upaya tersebut dilakukan mulai dari pengurangan penggunaan barang sekali pakai, pemilahan, hingga pengolahan sampah.

Kepala BSP UAD, Prof. Dr. Ir. Zahrul Mufrodi, S.T., M.T., IPM., ASEAN.Eng., menjelaskan bahwa pengelolaan lingkungan selama P2K pada dasarnya tetap mengacu pada rutinitas pengelolaan lingkungan kampus yang diperkuat melalui kolaborasi dengan panitia P2K. Menurutnya, peningkatan volume sampah selama kegiatan menjadi tanggung jawab bersama seluruh sivitas akademika dan tenaga kependidikan. Salah satu upaya yang diterapkan ialah mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dengan mewajibkan mahasiswa baru dan panitia membawa tumbler pribadi serta memanfaatkan water station yang tersedia di sejumlah titik kegiatan.

Selain itu, panitia P2K turut mendampingi mahasiswa baru dalam melakukan pemilahan sampah setelah makan. Setiap panitia fakultas juga diwajibkan mengikuti lomba inovasi pengelolaan sampah. Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi bagian dari rangkaian P2K, tetapi juga diarahkan untuk membangun budaya pengelolaan sampah sekaligus mendorong setiap fakultas mengurangi timbulan sampah selama kegiatan berlangsung.

“Pada prinsipnya, pengelolaan lingkungan tetap mengacu pada rutinitas harian kampus yang diperkuat melalui kolaborasi antara BSP dan panitia P2K UAD. Peningkatan jumlah sampah selama P2K menjadi tanggung jawab bersama seluruh sivitas akademika dan tenaga kependidikan,” jelasnya.

Berdasarkan data P2K tahun sebelumnya, sekitar 60 persen sampah yang dihasilkan berupa kertas dan duplex, sedangkan 40 persen lainnya terdiri atas sampah organik dan plastik. Adapun jumlah timbulan sampah P2K 2026 belum dapat dipastikan karena rangkaian kegiatan masih berlangsung. Sampah yang dihasilkan selama kegiatan tetap diarahkan untuk dikelola. Sampah organik diolah menjadi pupuk kompos, sedangkan residu plastik diolah menggunakan alat pirolisis.

Keterlibatan mahasiswa baru juga diperkuat melalui berbagai kegiatan yang mendorong kreativitas dalam pengelolaan sampah. Lomba inovasi, misalnya, memberikan ruang bagi mahasiswa untuk menghasilkan karya bernilai guna atau estetis dari sampah seperti kardus, duplex, dan kemasan. Selain itu, terdapat kampanye kreatif mengenai pemilahan sampah dan gaya hidup zero waste. Pembiasaan juga dilakukan melalui kegiatan clean-up bersama sebelum peserta meninggalkan lokasi kegiatan.

Pengelolaan lingkungan dalam P2K 2026 tidak hanya berfokus pada sampah. Mahasiswa baru juga dikenalkan dengan budaya kelestarian lingkungan di lingkungan UAD, termasuk efisiensi energi dan pelestarian ruang hijau. Pembiasaan hemat energi dilakukan melalui pemanfaatan sirkulasi udara alami pada pagi hari serta penggunaan pendingin ruangan secara bijak. Mahasiswa juga diperkenalkan dengan ruang terbuka hijau dan hutan kampus yang perlu dijaga kebersihan dan kelestariannya.

Melalui P2K 2026, UAD berharap budaya green campus tidak berhenti setelah rangkaian orientasi selesai. Mahasiswa baru diharapkan mampu menerapkan kebiasaan memilah dan mengurangi sampah dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan kampus. “Kami berharap P2K dapat mengenalkan budaya pengelolaan sampah dan green campus di UAD, sehingga mahasiswa dapat berperan aktif menjaga kelestarian lingkungan serta membantu mengendalikan dan menata pemilahan sampah selama kegiatan,” pungkasnya. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Salah-satu-tempat-pembuangan-sampah-yang-ada-di-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Humas-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-09-22 10:17:592026-09-30 11:00:13P2K UAD 2026 Dorong Budaya Pemilahan Sampah dan Green Campus

Atasi Masalah Sampah, KKN UAD Latih Warga Sumberasri Olah Plastik Jadi Paving Block

19/09/2026/in MBKM, Terkini /by Ard

KKN Universitas Ahmad Dahlan (UAD) latih warga Sumberasri olah plastik jadi paving block (Foto. KKN UAD)

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Periode 161 Unit II.B.3 Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menghadirkan inovasi kreatif dalam mengatasi persoalan lingkungan. Melalui program kerja pemberdayaan masyarakat, mahasiswa menggelar pelatihan pengolahan sampah plastik anorganik menjadi paving block bagi warga Dusun Sumberejeki, Desa Sumberasri, Banyuwangi, pada Senin, 24 Agustus 2026.

Kegiatan yang dipusatkan di Posko Unit II.B.3 ini dilatarbelakangi oleh keresahan mahasiswa terhadap tingginya volume sampah anorganik yang sulit terurai dan berpotensi menumpuk di lingkungan warga. Selama ini, sampah plastik cenderung hanya dikumpulkan lalu dibuang tanpa pengolahan lanjutan. Melalui program ini, mahasiswa berupaya memperkenalkan alternatif pengelolaan yang tidak hanya mengurangi limbah, tetapi juga menghasilkan produk fungsional.

Ketua Unit II.B.3, Hilman Rosyadi, menjelaskan bahwa pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pengalaman langsung kepada masyarakat agar memahami bahwa limbah plastik masih memiliki nilai guna yang tinggi jika diolah dengan tepat.

“Dalam kegiatan ini, kami tidak hanya memberikan teori, tetapi juga melakukan demonstrasi dan praktik pembuatan paving block bersama masyarakat,” ujar Hilman.

Proses pembuatan paving block ini melalui beberapa tahapan sistematis. Dimulai dari pengumpulan dan pemilahan jenis sampah plastik yang sulit terurai, pembersihan bahan, hingga tahap pelarutan plastik. Plastik yang telah dilarutkan kemudian dicampurkan dengan pasir sesuai komposisi tertentu, dicetak, dipadatkan, dan dikeringkan hingga siap digunakan.

Dalam pelaksanaannya, seluruh anggota mahasiswa Unit II.B.3 mengambil peran aktif, mulai dari koordinasi dengan warga, penyiapan alat dan bahan, demonstrasi pembuatan, hingga pendokumentasian acara. Warga yang hadir tampak sangat antusias mengikuti setiap sesi praktik dan aktif berdiskusi mengenai teknik pengolahan tersebut.

Melalui pelatihan ini, Hilman berharap keterampilan yang dibagikan dapat terus diterapkan secara berkelanjutan oleh masyarakat setelah masa KKN berakhir, sehingga mampu memberikan dampak positif bagi kebersihan lingkungan sekaligus membuka peluang kemandirian ekonomi warga. (Ana)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/KKN-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-latih-warga-Sumberasri-olah-plastik-jadi-paving-block-Foto.-KKN-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-09-19 16:56:242026-09-30 11:00:07Atasi Masalah Sampah, KKN UAD Latih Warga Sumberasri Olah Plastik Jadi Paving Block

KKN UAD Buat Inovasi Program Administrasi di Padukuhan Candi Wetan

19/09/2026/in MBKM, Terkini /by Ard

KKN Universitas Ahmad Dahlan (UAD) buat inovasi program administrasi di Padukuhan Candi Wetan (Foto. KKN UAD)

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Unit VII.B.2 melaksanakan sejumlah program penataan administrasi di Padukuhan Candi Wetan, Kalurahan Karangwuluh, Kapanewon Temon, Kabupaten Kulon Progo. Program tersebut meliputi pembuatan papan penanda rumah perangkat dusun, peta administrasi wilayah, dan pengembangan situs web resmi padukuhan.

Ketiga program tersebut adalah bentuk paling dasar dari transparansi dan tata kelola, sesuatu yang selama ini kerap dianggap urusan kota besar, padahal justru sama pentingnya, bahkan mungkin lebih mendesak, di tingkat dusun. Ketiga program ini menjadi fokus utama pengabdian KKN VII.B.2 selama berada di Padukuhan Candi Wetan.

Papan penanda arah rumah perangkat dusun sangat penting diketahui oleh warga baru, tamu, atau bahkan petugas dari luar dusun yang perlu berurusan dengan RT maupun kepala dukuh. Ketiadaan penanda semacam ini dapat membuang waktu mereka ketika mencari alamat. Persoalan ini justru sering tidak disadari oleh warga lama karena mereka sudah hafal tata letak dusun.

Program tersebut disusun berdasarkan hasil pengamatan mahasiswa KKN Unit VII.B.2 terhadap kebutuhan informasi dan aksesibilitas wilayah bagi masyarakat, termasuk warga dari luar Padukuhan Candi Wetan.

Peta administrasi bukan sekadar gambar batas wilayah di atas kertas, melainkan alat bantu perencanaan yang nyata mengenai batas satu RT dengan RT lain, keberadaan fasilitas umum, hingga bagaimana pola permukiman warga tersebar. Tanpa peta yang jelas dan terpasang di tempat yang mudah dilihat, banyak keputusan sehari-hari seperti pembagian bantuan sosial hingga perencanaan jalan berjalan berdasarkan ingatan dan kebiasaan, bukan data yang bisa diverifikasi.

Memasang peta administrasi di ruang publik dusun adalah langkah kecil untuk membiasakan warga dan perangkat bekerja dengan acuan yang sama, dan menjadi salah satu program kerja unggulan KKN Unit VII.B.2 di Candi Wetan.

Program lainnya berupa pengembangan situs web resmi Padukuhan Candi Wetan. Situs tersebut dirancang sebagai media informasi digital yang memuat profil padukuhan, pemerintahan, statistik, kegiatan, dan potensi wilayah. Dengan adanya situs web, warga setempat, peneliti, maupun calon investor yang tertarik dengan potensi desa dapat mengakses informasi profil, pemerintahan, statistik, hingga potensi dusun kapan saja tanpa harus datang langsung atau menghubungi perangkat dusun satu per satu.

Pembangunan desa tidak selalu harus berupa proyek fisik besar seperti jalan atau jembatan. Kadang, yang paling dibutuhkan justru hal-hal yang bersifat administratif dan informatif, yang membuat sebuah wilayah lebih mudah dipahami, baik oleh warganya sendiri maupun oleh dunia luar.

Ketika sebuah dusun memiliki penanda yang jelas, peta yang terbuka untuk publik, dan kehadiran digital yang bisa diakses siapa saja, dusun tersebut sesungguhnya sedang membangun fondasi kepercayaan, fondasi yang jauh lebih tahan lama dibanding sekadar bangunan fisik. Inilah kontribusi nyata yang ingin diberikan oleh KKN Unit VII.B.2 bagi Padukuhan Candi Wetan.

Keberlanjutan program menjadi tanggung jawab perangkat dusun setelah masa KKN berakhir. Papan penanda perlu dirawat agar tidak lapuk, peta perlu diperbarui seiring perubahan wilayah, dan situs web perlu terus dikelola dan diperbarui dengan informasi terbaru oleh perangkat dusun. Namun setidaknya, melalui program kerja KKN Unit VII.B.2, Candi Wetan telah mengambil langkah awal yang penting yaitu mengubah informasi yang dulunya hanya ada di kepala warga, menjadi sesuatu yang tercatat, terpampang, dan dapat diakses oleh siapa saja. (Mei)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/KKN-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-buat-inovasi-program-administrasi-di-Padukuhan-Candi-Wetan-Foto.-KKN-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-09-19 09:20:492026-09-30 11:00:01KKN UAD Buat Inovasi Program Administrasi di Padukuhan Candi Wetan

KKN UAD Inisiasi Penghijauan melalui Penanaman Pohon di Soka

18/09/2026/in MBKM, Terkini /by Ard

KKN Universitas Ahmad Dahlan (UAD) inisiasi penghijauan melalui penanaman pohon di Soka (Foto. KKN UAD)

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler 159 Unit V.C.I Universitas Ahmad Dahlan (UAD) melaksanakan program penanaman pohon sirsak dan nangka di Dusun Soka, Desa Mertelu, pada 5 September 2026. Kegiatan ini diikuti mahasiswa KKN bersama warga setempat sebagai upaya penghijauan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Bibit tanaman yang digunakan merupakan bantuan dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK). Bantuan tersebut diperoleh melalui koordinasi mahasiswa dengan instansi terkait sebelum pelaksanaan kegiatan.

Ketua KKN Reguler 159 Unit V.C.I, Haryo Wibisono, menjelaskan bahwa program penanaman pohon dilatarbelakangi kondisi lingkungan Dusun Soka yang membutuhkan upaya penghijauan berkelanjutan. Selain itu, kegiatan ini menjadi bagian dari rencana kerja kelompok dalam bidang lingkungan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Kami memilih sirsak dan nangka karena kedua tanaman ini cocok dengan kondisi tanah di Soka dan memiliki nilai ekonomis yang bisa dimanfaatkan warga di kemudian hari,” jelasnya.

Sebelum kegiatan berlangsung, mahasiswa KKN melakukan survei lokasi, mendata lahan warga yang bersedia menjadi lokasi penanaman, serta mengajukan permohonan bantuan bibit kepada DLHK. Setelah bibit diterima, mahasiswa bersama warga menentukan titik penanaman yang tersebar di pekarangan rumah warga dan lahan kosong milik dusun.

Dukuh Soka, Samta, turut hadir dan memberikan sambutan dalam kegiatan tersebut. Ia mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN yang dinilai memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Program penanaman pohon seperti ini sangat bermanfaat bagi warga Dusun Soka, terutama untuk menjaga ketersediaan air tanah dan mencegah erosi di wilayah kami. Semoga bibit yang ditanam hari ini dapat tumbuh dengan baik dan bermanfaat untuk generasi selanjutnya,” tuturnya.

Warga turut berpartisipasi dalam proses penggalian lubang tanam, penanaman bibit, hingga penyiraman. Kegiatan tersebut juga menjadi sarana mempererat hubungan antara mahasiswa KKN dan masyarakat Dusun Soka melalui kerja sama dan gotong royong.

“Kami berharap pohon-pohon yang telah ditanam dapat dirawat secara berkelanjutan oleh warga, sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang, baik untuk kelestarian lingkungan maupun tambahan penghasilan dari hasil panen buahnya,” tandas Haryo.

Melalui program penanaman pohon sirsak dan nangka ini, mahasiswa KKN Reguler 159 Unit V.C.I berharap dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Dusun Soka, Desa Mertelu, sekaligus meningkatkan kesadaran warga akan pentingnya pelestarian lingkungan. Program ini juga diharapkan dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat meskipun masa KKN telah berakhir.

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/KKN-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-inisiasi-penghijauan-melalui-penanaman-pohon-di-Soka-Foto.-KKN-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-09-18 09:49:202026-09-30 10:59:56KKN UAD Inisiasi Penghijauan melalui Penanaman Pohon di Soka

Ubah Sampah Jadi Rupiah, KKN UAD Inisiasi Bank Sampah di Padukuhan Bugel

17/09/2026/in MBKM, Terkini /by Ard

KKN Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Inisiasi bank sampah di Dukuh Bugel (Foto. KKN UAD)

Persoalan sampah rumah tangga yang menumpuk dan sebagian masih dibakar menjadi masalah yang cukup lama muncul di tengah warga Dukuh Bugel, Desa Tambaharjo, Adimulyo, Kebumen, Jawa Tengah. Menjawab persoalan tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler ke-159 Unit I.B.1 Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menginisiasi program Bank Sampah di RW 02 Padukuhan Bugel pada Jumat, 4 September 2026. Program ini menjadi wadah pengelolaan sampah anorganik yang lebih tertata sekaligus wujud nyata dari tema KKN “Sinergi Membangun Desa Sehat, Cerdas, dan Sejahtera”.

Sebelum inisiasi bank sampah dilaksanakan, sebagian besar sampah rumah tangga belum dipilah berdasarkan jenisnya dan sering kali dibakar sebagai cara mengurangi timbunan sampah. Program ini dinilai dapat menjadi langkah awal dalam mengatasi permasalahan utama, yaitu belum adanya wadah dan mekanisme yang jelas bagi warga untuk menyalurkan sampah anorganik secara berkelanjutan.

Ketua Unit I.B.1, Akmal Azis MHS, menjelaskan bahwa permasalahan sampah sangat terasa di Dukuh Bugel, sehingga program bank sampah memiliki potensi yang besar untuk dilaksanakan.

Kegiatan diawali dengan tahap persiapan, mulai dari penyediaan bahan bangunan untuk kerangka Bank Sampah hingga karung penampung. Setelah perlengkapan siap, mahasiswa dibantu beberapa warga membangun sarana Bank Sampah secara gotong royong, menyusun kerangka, dan menutupnya dengan jaring pengaman agar sampah yang ditampung tidak berserakan. Selain pembangunan fisik, mahasiswa Unit I.B.1 juga memberikan pemahaman kepada warga mengenai cara memilah sampah organik dan anorganik yang langsung dipraktikkan bersama.

Sarana Bank Sampah ini dibangun dan tersebar di tiga wilayah RW 02, yaitu Bugel Wetan, Bugel Kidul, dan Bugel Kulon. Mahasiswa turut membagikan karung sampah ke setiap rumah untuk menampung sampah anorganik seperti botol plastik, wadah kaca, dan kaleng bekas guna mempermudah warga dalam memilah sampah.

Sebagai upaya menjaga keberlanjutan program, mahasiswa KKN menjalin kerja sama dengan pengepul yang secara rutin mengambil sampah terkumpul setiap minggunya. Hasil penimbangan sampah tersebut dikonversi menjadi nilai ekonomis dan disetorkan langsung ke kas RT sehingga memberi manfaat kolektif bagi warga.

Eko Suryono, salah satu warga RW 02 Dukuh Bugel, merespons positif kehadiran inovasi ini. Ia menyebutkan bahwa bank sampah sangat bagus untuk mengurangi timbunan barang berserakan, terutama plastik yang membutuhkan waktu hingga seratus tahun untuk terurai, sekaligus menjadi penghasilan tambahan bagi RT untuk memajukan warga setempat.

Dengan hadirnya bank sampah, mekanisme kerja sama dengan pengepul yang jelas, serta pendampingan langsung dari tim mahasiswa, warga RW 02 Dukuh Bugel kini memiliki fondasi yang cukup kuat untuk melanjutkan pengelolaan sampah secara mandiri. Pelaksanaan program ini merupakan hasil kolaborasi anggota KKN UAD Unit I.B.1 bersama pemerintah desa dan seluruh elemen masyarakat Dusun Bugel. (Ito)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/KKN-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Inisiasi-bank-sampah-di-Dukuh-Bugel-Foto.-KKN-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-09-17 10:32:172026-09-30 10:57:32Ubah Sampah Jadi Rupiah, KKN UAD Inisiasi Bank Sampah di Padukuhan Bugel

Tim MeRAMU IMM FEB Dorong Digitalisasi Pelaku Usaha Miedes di Srihardono

17/09/2026/in MBKM, Terkini /by Ard

Tim MeRAMU IMM FEB Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dorong digitalisasi pelaku usaha Miedes di Srihardono (Foto. Tim MeRAMU)

Tim MeRAMU IMM FEB mendorong digitalisasi pelaku usaha Miedes di Kalurahan Srihardono melalui kegiatan penandaan lokasi usaha pada platform Google Maps. Kegiatan yang dilaksanakan pada 4 September 2026 tersebut menjadi upaya untuk membantu pelaku usaha lokal beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital sekaligus memperluas jangkauan pemasaran.

Pendampingan dilakukan secara langsung dengan mengunjungi tempat tinggal para pelaku usaha Miedes. Tim mengumpulkan informasi yang diperlukan untuk membuat profil usaha di Google Maps, meliputi identitas usaha, alamat, kontak, waktu operasional, serta lokasi geografis.

Selain itu, tim mendokumentasikan lokasi dan aktivitas usaha melalui foto untuk melengkapi informasi yang ditampilkan pada profil Google Maps. Penandaan lokasi tersebut diharapkan memudahkan masyarakat menemukan usaha Miedes sekaligus membantu memperkenalkan produk lokal kepada calon konsumen.

Dalam kegiatan tersebut, Tim MeRAMU IMM FEB juga memberikan pemahaman kepada pelaku usaha mengenai pemanfaatan platform digital sebagai media promosi. Google Maps dapat digunakan untuk membantu konsumen menemukan lokasi usaha serta memperoleh informasi mengenai jam operasional, foto, dan ulasan pelanggan.

Edukasi tersebut diberikan untuk meningkatkan pemahaman pelaku usaha mengenai pentingnya transformasi digital dalam mendukung pemasaran. Kehadiran usaha pada platform digital diharapkan dapat membantu pelaku usaha menjangkau konsumen secara lebih luas.

Kegiatan digitalisasi ini juga menjadi bagian dari upaya memperkenalkan Miedes sebagai salah satu makanan olahan khas Pundong kepada masyarakat. Dengan semakin mudahnya informasi mengenai lokasi dan keberadaan pelaku usaha diakses secara digital, produk Miedes diharapkan dapat dikenal oleh lebih banyak masyarakat.

Melalui kegiatan ini, Tim MeRAMU IMM FEB berharap digitalisasi dapat membantu pelaku usaha Miedes meningkatkan akses pemasaran sekaligus mendukung penguatan Kalurahan Srihardono sebagai Kampung Kuliner Miedes.

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Tim-MeRAMU-IMM-FEB-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-dorong-digitalisasi-pelaku-usaha-Miedes-di-Srihardono-Foto.-Tim-MeRAMU.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-09-17 10:04:422026-09-30 10:57:26Tim MeRAMU IMM FEB Dorong Digitalisasi Pelaku Usaha Miedes di Srihardono

Puskesmas Rusak Berat, KKN UAD Adakan Program Trauma Healing bagi Warga Terdampak Gempa

16/09/2026/in MBKM, Terkini /by Ard

KKN Anak Bangsa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) adakan program psikososial Psychological First Aid (PFA) di Manggarai Barat (Foto. KKN UAD)

Gempa bumi yang melanda Nusa Tenggara Timur (NTT) berdampak pada sejumlah fasilitas pelayanan publik, salah satunya Puskesmas Warsawe di Dusun Watu Weri, Desa Cunca Wulang, Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat. Gedung puskesmas mengalami kerusakan berat sehingga pelayanan kesehatan sementara dilakukan di tenda darurat yang berada di luar gedung.

Kepala Puskesmas Warsawe, Yohanes, mengatakan kondisi gedung masih membutuhkan pengkajian lebih lanjut untuk memastikan kelayakannya. “Kami sangat mengharapkan adanya pengkajian cepat dari dinas terkait atau Kementerian PUPR mengenai kelayakan gedung ini, apakah masih bisa digunakan setelah direnovasi atau memang harus direlokasi,” ungkapnya.

Melihat kondisi tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Anak Bangsa (KKN AB) Periode XIII Universitas Ahmad Dahlan (UAD) berkoordinasi dengan pihak puskesmas untuk membantu penanganan warga terdampak. Selain pendataan kondisi warga, mahasiswa juga menyiapkan program dukungan psikososial berupa Psychological First Aid (PFA) atau trauma healing.

Sekretaris KKN AB XIII UAD, Aisyah Mujahidah Belangi, mengatakan program tersebut disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat setelah gempa. “Sejak awal penerjunan, kami sudah berdiskusi bahwa program kerja perlu diarahkan pada aspek psikososial. Di kelompok kami juga ada mahasiswa dari Program Studi Psikologi yang siap membantu, terutama untuk anak-anak dan lansia,” jelasnya.       

Pelaksanaan program nantinya akan dilakukan dengan berkoordinasi bersama pihak puskesmas, Pemerintah Desa Cunca Wulang, dan MDMC Manggarai Barat. Koordinasi tersebut dilakukan agar warga yang membutuhkan pendampingan psikologis dapat teridentifikasi dan mendapatkan penanganan sesuai kebutuhannya.           

Selain kebutuhan kesehatan dan psikososial, hasil pemetaan di lapangan menunjukkan masih adanya kebutuhan terhadap tenda posko darurat. Posko tersebut diharapkan dapat menjadi titik pelayanan kesehatan, penyaluran bantuan, sekaligus pelaksanaan kegiatan psikososial bagi warga terdampak. 

Kepala Desa Cunca Wulang, Pius Suparjo Sadu, menyatakan kesiapan pemerintah desa untuk mendukung program yang dilakukan mahasiswa KKN UAD. Dukungan tersebut mencakup koordinasi dengan pihak terkait hingga pendampingan selama pelaksanaan kegiatan di lapangan.

Melalui kerja sama antara mahasiswa KKN UAD, puskesmas, pemerintah desa, dan MDMC Manggarai Barat, penanganan pascagempa diharapkan tidak hanya berfokus pada kebutuhan fisik, tetapi juga kondisi psikologis warga. Program ini menjadi salah satu upaya untuk membantu masyarakat, khususnya anak-anak dan lansia, kembali merasa aman setelah mengalami bencana. (doc/Juni)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/KKN-Anak-Bangsa-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-adakan-program-psikososial-Psychological-First-Aid-PFA-di-Manggarai-Barat-Foto.-KKN-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-09-16 09:51:472026-09-30 10:57:20Puskesmas Rusak Berat, KKN UAD Adakan Program Trauma Healing bagi Warga Terdampak Gempa

Inovasi Sederhana Mahasiswa KKN UAD Bantu Petani Kaligintung dalam Pemupukan

16/09/2026/in MBKM, Terkini /by Ard

Mahasiswa KKN Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kenalkan alat bantu pemupukan bagi petani di Kaligintung (Foto. KKN UAD)

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Unit VII.D.2 mengenalkan alat tabur pupuk untuk tanaman jagung kepada masyarakat di Padukuhan Kaligintung Kidul, Kalurahan Kaligintung, Kapanewon Temon, Kabupaten Kulon Progo, pada 7 September 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program edukasi dan inovasi pertanian yang bertujuan membantu mempermudah proses pemupukan bagi petani.

Alat tabur pupuk tersebut dibuat menggunakan bahan yang mudah diperoleh, seperti pipa PVC, kayu, karet ban, paku atau baut, dan sambungan pipa. Inovasi sederhana ini dirancang untuk membantu petani dalam menaburkan pupuk pada tanaman jagung secara lebih praktis serta mengurangi waktu dan tenaga yang diperlukan selama proses pemupukan.

Ketua Kelompok KKN UAD Unit VII.D.2 menjelaskan bahwa pembuatan alat tersebut berangkat dari upaya mahasiswa untuk menghadirkan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. “Pembuatan alat tabur pupuk ini bertujuan untuk membantu mempermudah proses pemupukan bagi masyarakat, khususnya para petani. Manfaat alat ini diharapkan dapat menghemat waktu dan tenaga serta membantu penyebaran pupuk agar lebih merata. Kami berharap alat sederhana ini dapat digunakan dan dikembangkan oleh masyarakat sehingga memberikan manfaat dalam kegiatan pertanian sehari-hari,” ujarnya.

Setelah diperkenalkan, alat tabur pupuk tersebut diuji coba secara langsung di salah satu lahan jagung milik warga. Sekitar 15 petani hadir untuk menyaksikan demonstrasi penggunaan alat. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa memperagakan cara pengoperasian alat sekaligus mengamati penerapannya pada tanaman jagung.

Uji coba tersebut menjadi kesempatan bagi mahasiswa dan petani untuk melihat penggunaan alat secara langsung. Selain memperkenalkan cara pengoperasian, mahasiswa juga menjelaskan fungsi setiap bagian alat serta penggunaannya dalam proses pemupukan. Para petani turut mengikuti jalannya demonstrasi dan memberikan perhatian terhadap cara kerja alat yang diperkenalkan.

Melalui inovasi tersebut, mahasiswa KKN UAD Unit VII.D.2 berharap alat tabur pupuk dapat menjadi salah satu alternatif yang membantu petani dalam melakukan pemupukan tanaman jagung. Penggunaan alat sederhana berbahan dasar material yang mudah diperoleh juga diharapkan dapat membuka peluang bagi masyarakat untuk membuat atau mengembangkan alat serupa sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN UAD dalam mendukung masyarakat melalui pemanfaatan inovasi sederhana di bidang pertanian. Kolaborasi dengan petani di Kaligintung Kidul diharapkan dapat mendorong lahirnya berbagai inovasi yang aplikatif dan sesuai dengan potensi serta kebutuhan masyarakat setempat. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-KKN-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-kenalkan-alat-bantu-pemupukan-bagi-petani-di-Kaligintung-Foto.-KKN-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-09-16 09:18:062026-09-30 10:57:14Inovasi Sederhana Mahasiswa KKN UAD Bantu Petani Kaligintung dalam Pemupukan

Mahasiswa KKN Rekognisi RACANA Jogja UAD Kembangkan Kelorlatte dan Kunyitlatte dari Pangan Lokal

15/09/2026/in MBKM, Terkini /by Ard

Mahasiswa KKN Rekognisi RACANA Jogja Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembangkan kelorlatte dan kunyitlatte dari pangan lokal (Foto. KKN UAD)

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Periode ke-168 Rekognisi RACANA Jogja Universitas Ahmad Dahlan (UAD) mengembangkan inovasi pangan berupa Kelorlatte dan Kunyitlatte di Kampung Lowanu, Yogyakarta, pada 16 Agustus 2026. Kedua produk tersebut merupakan hasil pengembangan bahan pangan lokal menjadi minuman dengan konsep yang lebih modern dan memiliki nilai tambah.

Kelorlatte merupakan minuman yang menggunakan daun kelor sebagai bahan utama, sedangkan Kunyitlatte memanfaatkan kunyit. Kedua bahan tersebut diolah menjadi minuman latte dengan cita rasa dan penyajian yang disesuaikan dengan selera masyarakat. Pengembangan produk ini menjadi bagian dari kegiatan KKN Rekognisi RACANA Jogja dalam mengaplikasikan pengetahuan mahasiswa melalui pemberdayaan dan pemanfaatan potensi pangan yang tersedia di lingkungan sekitar.

Ketua panitia kegiatan, Fathurrahman, mengatakan bahwa pengembangan kedua produk tersebut berangkat dari upaya mahasiswa melihat potensi bahan pangan lokal dari sudut pandang yang berbeda. “Kami ingin menunjukkan bahwa bahan pangan lokal seperti kelor dan kunyit tidak hanya dapat digunakan dalam bentuk olahan konvensional, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi produk yang lebih inovatif, modern, dan memiliki nilai jual,” ujarnya.

Pengembangan Kelorlatte dan Kunyitlatte dilakukan melalui beberapa tahapan, mulai dari pemilihan dan persiapan bahan, formulasi, pengolahan, hingga uji coba produk. Mahasiswa memperhatikan sejumlah aspek dalam proses tersebut, seperti rasa, aroma, warna, dan tingkat penerimaan konsumen. Tahapan ini dilakukan untuk memperoleh formulasi minuman yang sesuai dan dapat diterima oleh masyarakat.

Ketua RW 21 Kampung Lowanu, Robet, turut mengapresiasi kreativitas mahasiswa dalam mengembangkan produk berbahan pangan lokal tersebut. Selain menghasilkan produk, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan keterampilan dalam riset dan pengembangan produk, pengolahan pangan, kerja sama tim, serta kewirausahaan. Mahasiswa memperoleh pengalaman langsung dalam mengidentifikasi potensi bahan, menyusun formulasi, melakukan uji coba, hingga mengembangkan produk yang memiliki daya tarik bagi konsumen.

Kelorlatte dan Kunyitlatte diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif pemanfaatan komoditas lokal melalui inovasi pangan. Pengembangan kedua produk tersebut menunjukkan bahwa bahan yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar dapat diolah menjadi produk kreatif dengan nilai tambah sekaligus membuka peluang untuk dikembangkan lebih lanjut. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-KKN-Rekognisi-RACANA-Jogja-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-kembangkan-kelorlatte-dan-kunyitlatte-dari-pangan-lokal-Foto.-KKN-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-09-15 11:29:012026-09-30 10:57:01Mahasiswa KKN Rekognisi RACANA Jogja UAD Kembangkan Kelorlatte dan Kunyitlatte dari Pangan Lokal

KKN Internasional UAD Kenalkan Budaya Indonesia dan KH Ahmad Dahlan di Thailand Selatan

15/09/2026/in MBKM, Terkini /by Ard

KKN Internasional Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kenalkan budaya Indonesia dan KH Ahmad Dahlan di Thailand Selatan (Foto. KKN UAD)

Mahasiswa KKN Internasional Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Reguler Periode 163 Unit I.A.3 melaksanakan pengabdian di Thailand Selatan dengan mengajar sekaligus mengenalkan budaya Indonesia kepada siswa. Kegiatan berlangsung di dua sekolah, yaitu Keeyamuddin School di Songkhla dan Satit Phattana Wittaya School di Yala, Thailand.

Sebanyak sembilan mahasiswa dibagi ke dua lokasi tersebut. Empat mahasiswa bertugas di Keeyamuddin School, yaitu Muhammad Ihsan, Moh. Fajar Fardiansyah, Gista Agil Fatnia, dan Leondita Chintia Maharani, sedangkan lima mahasiswa lainnya, Sri Wahyuni Wisdayanti, Siti Salwa Khairunnisa, Sakinatus Sarifa, Vira Aurelia Amanda, dan Amrina Mufidah, mengabdi di Satit Phattana Wittaya School.

Selama kegiatan, mahasiswa mendampingi dan mengajar siswa dari jenjang Anuban atau TK, Prathom atau SD, hingga Matthayom Ton atau SMP. Perbedaan bahasa dan kebiasaan menjadi tantangan tersendiri, tetapi mahasiswa mengatasinya dengan menggunakan Bahasa Inggris dan Bahasa Melayu serta memanfaatkan media pembelajaran, gestur, dan pendekatan yang lebih interaktif.

Selain pembelajaran di kelas, mahasiswa juga mendampingi siswa mengikuti kegiatan Science Day di Yala Rajabhat University (YRU). Para siswa diajak mengunjungi berbagai stan, melihat demonstrasi sains, dan mencoba eksperimen sederhana sehingga kegiatan belajar terasa lebih menarik sekaligus mempererat kedekatan mahasiswa dengan siswa.

Mahasiswa juga memperkenalkan budaya Indonesia melalui kegiatan diplomasi kuliner dengan membuat Nagasari. Kudapan berbahan tepung beras, santan, dan pisang tersebut mendapat sambutan positif dari siswa dan guru karena rasanya yang gurih dan manis.

Tidak hanya kuliner, mahasiswa turut mengenalkan sosok K.H. Ahmad Dahlan sebagai pendiri Muhammadiyah sekaligus pahlawan nasional Indonesia. “Kami ingin mengenalkan semangat KH Ahmad Dahlan tentang pendidikan, perjuangan, dan kemajuan kepada para siswa. Harapannya, nilai-nilai tersebut bisa menjadi inspirasi meskipun kami berada di lingkungan sekolah yang berbeda negara,” ujar salah satu mahasiswa KKN.

Puncak kegiatan berlangsung pada 28 Agustus 2026 melalui pertunjukan budaya di Satit Phattana Wittaya School. Mahasiswa menampilkan lagu daerah dan tarian tradisional Indonesia, kemudian mengajak siswa, guru, dan staf sekolah untuk bernyanyi dan menari bersama.

Melalui rangkaian KKN Internasional ini, mahasiswa tidak hanya menjalankan kegiatan pengabdian melalui pembelajaran, tetapi juga membangun hubungan dan pertukaran budaya antara Indonesia dan Thailand. Kegiatan tersebut menjadi pengalaman bagi mahasiswa untuk belajar beradaptasi sekaligus membawa budaya dan nilai-nilai Muhammadiyah ke lingkungan internasional. (doc/Juni)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/KKN-Internasional-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-kenalkan-budaya-Indonesia-dan-KH-Ahmad-Dahlan-di-Thailand-Selatan-Foto.-KKN-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-09-15 11:03:162026-09-30 10:56:55KKN Internasional UAD Kenalkan Budaya Indonesia dan KH Ahmad Dahlan di Thailand Selatan
Page 2 of 35‹1234›»

TERKINI

  • FK UAD Lantik 29 Dokter Baru pada Sumpah Dokter Periode V23/10/2026
  • Teknologi untuk Perkuat Ideologi, Rektor UAD Paparkan Kerangka Transformasi Digital ‘Aisyiyah23/10/2026
  • UAD Menggelar Sumpah Profesi Psikolog Angkatan III Periode Oktober 202622/10/2026
  • Bimawa UAD Gelar Seminar Kesehatan Mental untuk Bangun Kesadaran dan Regulasi Diri Mahasiswa22/10/2026
  • Penutupan POMDA DIY Cabor Voli Pasir, UAD Apresiasi Para Juara22/10/2026

PRESTASI

  • Tim Voli Putri UAD Raih Juara III Liga Voli Mahasiswa 202615/10/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara II Math Essay Competition Nasional15/10/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara I Writing Contest FOMUNY 202612/10/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara III pada Kejurnas IX Senior-Junior Hapkido Indonesia 202630/09/2026
  • Tim Al Qorni UAD Raih Dua Gelar Juara di Ajang KMLI 202630/09/2026

FEATURE

  • Meneladani Keteguhan dan Keluhuran Akhlak Rasulullah di Tengah Pemboikotan12/10/2026
  • Kesederhanaan yang Menjadi Pilihan Hidup Rasulullah06/10/2026
  • Runtuhkan Sekat Pembatas, Dekan FKIP UAD Tekankan Kolaborasi Pendidikan yang Berdampak28/09/2026
  • Menelusuri Hakikat dan Empat Tanda Kebahagiaan di Dunia15/09/2026
  • Memaknai Singkatnya Kehidupan dan Rahmat Berlimpah Menuju Surga10/09/2026

TENTANG | KRU | KONTAK | REKAPITULASI

Scroll to top