• TERKINI
  • UAD BERDAMPAK
  • PRESTASI
  • FEATURE
  • OPINI
  • MEDIA
  • KIRIM BERITA
  • Menu
News Portal of Universitas Ahmad Dahlan

Dhita Pratama Beberkan Pentingnya Marketing Communication untuk Perkuat Karier

20/08/2026/in Feature /by Ard

Dhita Pratama Putra wisudawan berprestasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) pada wisuda periode IV tahun 2026 (Foto. Dhita)

Banyak orang terjebak dalam stigma bahwa bidang keilmuan yang diambil saat kuliah adalah jalur tunggal yang membatasi masa depan. Namun, bagi Dhita Pratama Putra, S.Si., atau yang akrab disapa Dhita, ilmu bukanlah sebuah sangkar, melainkan sarana pembentuk pola pikir. Pemuda asal Kabupaten Semarang alumnus SMA N 1 Ambarawa yang menempuh pendidikan di Program Studi Fisika, Fakultas Sains dan Teknologi Terapan (FAST) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) angkatan 2020 ini berhasil membuktikan bahwa keahlian tidak mengenal batas linearitas.

Pada Wisuda Periode IV Tahun Akademik 2025/2026 yang usai dilaksanakan pada Sabtu, 1 Agustus 2026 lalu, nama Dhita menjadi sorotan setelah lulus dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,78 dan memborong dua predikat sekaligus, yakni Wisudawan Berprestasi Akademik dan Nonakademik. Sepanjang masa studinya, ia mengumpulkan lebih dari 130 penghargaan dan gelar kehormatan yang sebagian besar justru didominasi dari kompetisi bidang komunikasi, public speaking, public relations, hingga desain poster.

Langkah awal Dhita menyeberang ke dunia digital marketing dan marketing communication (marcom) di semester dua bukanlah keputusan impulsif atau sekadar terikut tren. Semuanya berakar dari rasa penasaran mendalam yang dipupuk sejak SMA dan semakin terasah tajam saat ia masuk ke jurusan Fisika UAD.

“Sebagai mahasiswa fisika, kita terbiasa mempertanyakan kenapa suatu fenomena alam terjadi, memahami pola, ngumpulin data, sampai menarik kesimpulan,” ujar Dhita menjelaskan pola pikir ilmiah yang dibentuknya. Pola pikir inilah yang ternyata tidak hanya berlaku untuk mempelajari ilmu alam, tetapi juga dunia digital. Saat mulai bekerja sebagai Social Media Strategist di semester dua, Dhita menyadari bahwa media sosial telah berkembang menjadi ruang dinamis yang mampu membentuk opini, citra merek, hingga memengaruhi keputusan seseorang dalam hitungan detik. Fenomena tersebut membuat Dhita sadar bahwa perilaku manusia di ruang digital memiliki pola-pola menarik yang bisa dipelajari secara sistematis layaknya pola alam.

Guna memperdalam minat tersebut, Dhita mulai belajar mandiri atau secara otodidak mengenai digital marketing, content strategy, copywriting, branding, hingga analisis media sosial melalui artikel, webinar, diskusi praktisi, hingga mengambil sertifikasi profesional.

“Aku mulai dari baca artikel, ikut webinar, belajar dari praktisi, dan beberapa kali ambil sertifikasi juga. Yang penting berani coba untuk ambil proyek, jangan takut duluan kalau penasaran sama sesuatu, dan jangan cuma penasaran di awal atau Fear of Missing Out (FOMO), tapi tetap dilanjut,” tegas Dhita. Terjun di dunia marcom baginya bukanlah keputusan untuk meninggalkan fisika, melainkan membawa bekal pola pikir ilmiah ke bidang yang berbeda. “Ilmu tidak akan membatasi seseorang, karena yang paling penting bukan jurusannya, tapi gimana cara kita menggunakan ilmu dan pola pikir yang udah dibangun untuk memberikan solusi di bidang yang mau kita tekuni,” tambahnya.

Meskipun di awal sempat mengalami culture shock karena fisika berfokus pada kepastian sementara marcom berhadapan dengan perilaku manusia yang dinamis dan emosional, Dhita menyadari bahwa kedua bidang ini pada dasarnya memiliki esensi yang sama.

“Awalnya bingung karena di marcom harus belajar storytelling, branding, komunikasi persuasif, dan psikologi audiens yang beda jauh sama teoretis fisika. Tapi belakangan aku sadar, objeknya aja yang beda, fisika mempelajari perilaku alam, sedangkan marcom mempelajari perilaku manusia,” tuturnya. Latar belakang fisika justru menjadi kekuatan pembeda bagi Dhita dalam mengambil keputusan berbasis data.

“Di marcom kan mainnya data, tidak boleh asal asumsi. Kalau performa konten turun, aku tidak langsung nyimpulin algoritmanya berubah. Aku bakal ngumpulin data dulu, membandingkan jenis konten, waktu tayang, sampai engagement rate dan Click-Through Rate (CTR). Mungkin aku tidak bekerja sebagai fisikawan, tapi aku bekerja menggunakan pola pikir yang dibentuk oleh fisika itu sendiri,” jelasnya.

Menjalani peran sebagai mahasiswa fisika dengan beban akademik tinggi sembari bekerja profesional, aktif dalam penelitian, organisasi, volunteer, dan kompetisi tentu menguras energi. Untuk mengatasinya, Dhita tidak hanya mengandalkan motivasi yang cenderung naik turun, melainkan membangun sistem manajemen waktu dan prioritas yang ketat.

“Aku tidak mungkin mengandalkan motivasi aja karena motivasi bisa naik turun, sedangkan tanggung jawab berjalan setiap hari. Jadi aku membiasakan buat skala prioritas, membedakan mana pekerjaan yang benar-benar penting, mendesak, atau bisa ditunda,” ungkap Dhita. Selain itu, ia juga menekankan pentingnya menjaga kesehatan mental dan keberanian untuk berkata tidak demi menghindari burnout. “Kita harus berani nolak dan jangan jadi people pleaser untuk aktivitas yang bukan tugas kita. Saat burnout, bukan berarti kita lemah, tapi itu mengajari kita untuk mengelola diri sendiri. Sehebat apapun kemampuan seseorang, akan sulit berkembang kalau tidak bisa menjaga keseimbangan antara ambisi, kesehatan, dan kehidupan pribadi,” paparnya.

Keberhasilan menyeimbangkan berbagai peran ini turut dibuktikan lewat rekam jejak prestasinya di jejaring profesional LinkedIn. Selain mengantongi lebih dari 130 penghargaan di bidang komunikasi dan akademik, Dhita memiliki pengalaman kerja profesional selama hampir 5 tahun sebagai Social Media Strategist, Digital Marketer, dan Communication Specialist. Portofolio kerja nyata yang ia bangun sejak dini, dipadukan dengan keaktifannya dalam riset interdisipliner, kepemerintahan mahasiswa, dan pengabdian masyarakat, menjadi bukti nyata dedikasinya di luar kelas.

Setelah hampir 5 tahun bergelut di industri secara learning by doing, rasa haus akan ilmu mendorong Dhita untuk memperdalam fondasi teoritisnya dengan melangkah ke jenjang S2. Ia berhasil meraih Beasiswa S2 Magister Ilmu Komunikasi dengan konsentrasi Marketing & Branding Communication di Universitas Bakrie.

“Selama 5 tahun ke belakang aku learning by doing, tapi sering bertanya ke diri sendiri, kenapa strategi ini berhasil, gimana brand membangun persepsi masyarakat, kenapa konsumen mengambil keputusan tertentu? Pertanyaan itu buat aku ingin belajar lebih dalam lewat pengalaman akademis,” tuturnya.

Langkah ini diambil bukan untuk menghentikan identitasnya sebagai lulusan fisika, melainkan untuk melengkapi perjalanan kariernya agar mampu menggabungkan pengalaman praktis di lapangan dengan landasan teori yang kokoh dan bernilai ilmiah.

Di balik semua pencapaian tersebut, Dhita memandang UAD sebagai ruang tumbuh yang sangat berharga dalam membentuk karakter dan keberaniannya keluar dari zona nyaman. “Kalau diminta mendeskripsikan UAD, aku tidak akan mengatakan UAD cuma tempat menempuh pendidikan, tapi tempat aku bertumbuh sebagai manusia dan profesional. Selama kuliah, dosen dan tendik di UAD selalu mendorong kita untuk tidak berhenti sama apa yang diajarin di kelas doang, tapi didorong aktif ikut penelitian, kompetisi, organisasi, dan pengabdian. Pengalaman di luar kelas itulah yang jadi pelengkap yang membuat proses belajar jadi lebih bermakna,” kenangnya mengapresiasi peran kampus, bimbingan dosen, serta dukungan keluarga yang tak pernah putus.

Bagi teman-teman mahasiswa yang merasa salah jurusan atau ragu mengeksplorasi karier di luar bidang studi utama, Dhita berpesan agar tidak tergesa-gesa membatasi diri hanya karena nama jurusan yang diampu. “Jangan terlalu cepat membatasi diri cuma karena nama jurusan. Dunia kerja saat ini justru semakin menghargai orang-orang dengan kemampuan lintas disiplin ilmu. Berpindah bidang itu bukan berarti memulai dari nol, karena apapun jurusan yang kita pelajari akan memberikan bekal yang berharga,” tegas Dhita.

Di penghujung perbincangan, ia memberikan pandangan reflektifnya, “Jurusan mungkin menentukan dari mana kita mulai, tapi karakter, cara berpikir, dan kemauan untuk terus belajar itu yang akan menentukan sejauh mana kita akan melangkah.” Tutupnya. (Anove)

uad.ac.id

Tags: Berita, Berita UAD, Dosen, Dosen UAD, Mahasiswa, Mahasiswa UAD, Muhammadiyah, News UAD, UAD, UAD Jogja, UAD Yogyakarta, Universitas Ahmad Dahlan, WeAreUAD
https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Dhita-Pratama-Putra-wisudawan-berprestasi-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-pada-wisuda-periode-IV-tahun-2026-Foto.-Dhita.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-08-20 11:41:292026-08-20 11:41:29Dhita Pratama Beberkan Pentingnya Marketing Communication untuk Perkuat Karier
You might also like
UAD Selenggarakan Webinar Pertolongan Pertama Kedaruratan Medis Bersama PMI Kota Yogyakarta
Mahasiswa UAD Raih Juara I Poster dan Juara II Video Kreatif pada UAD Fair 2026
Mahasiswa PAI Raih Juara 3 Lomba Sejuta Azan
Menjadi Fasilitator Keamanan Pangan, Cerita Adi Satria Tumbuh Bersama Sapa Kampus
Mahasiswa UAD Raih Penghargaan Favorit pada Kompetisi Fotografi Internasional di Malaysia
TVRI Goes to Campus: Bincang Bisnis Bangkitkan Jiwa Wirausaha Mahasiswa UAD

TERKINI

  • UAD Resmikan Gym dengan Semangat Move, Grow, dan Inspire20/08/2026
  • Tim MeRAMU BEM Farmasi UAD Kembangkan Gula Semut Herbal di Hargowilis19/08/2026
  • LAZISMU UAD Gelar Kick Off Dahlan Muda MeRAMU 202618/08/2026
  • UAD Terima Kunjungan Edukatif Kawan GNFI16/08/2026
  • AIR UAD Perluas Jejaring dan Peluang Kolaborasi Internasional16/08/2026

PRESTASI

  • Mahasiswa UAD Raih Gold dan Silver Medal pada Essay National Competition 202619/08/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara II Lomba Poster Edukatif Kesehatan Mental18/08/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara I Lomba Baca Puisi Dahlan Culture Festival 202608/08/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara 3 Cakrawala National Essay Competition31/07/2026
  • Tim BEKAMIE UAD Raih Juara 2 pada Ajang Studentpreneur Bootcamp 202629/07/2026

TENTANG | KRU | KONTAK | REKAPITULASI

Scroll to top