• TERKINI
  • UAD BERDAMPAK
  • PRESTASI
  • FEATURE
  • OPINI
  • MEDIA
  • KIRIM BERITA
  • Menu
News Portal of Universitas Ahmad Dahlan

Posts

UAD Gelar Pelatihan dan Sertifikasi Gemini Academy

03/09/2026/in Terkini /by Ard

 

Pelatihan dan sertifikasi Gemini Academy diselenggarakan di Amphitarium Kampus IV Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Humas UAD)

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menyelenggarakan Pelatihan dan Sertifikasi Gemini Academy pada Selasa, 2 September 2026, di Ruang Amphitarium Kampus IV UAD. Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi UAD dengan Google yang diikuti oleh dosen dan tenaga kependidikan UAD.

Pelatihan ini dilaksanakan selama tiga hari, yaitu tanggal 1, 2, dan 3 September 2026. Jumlah peserta yang mengikuti rangkaian pelatihan mencapai 886 orang. Oleh karena itu, peserta dibagi dalam tiga hari pelaksanaan dengan kapasitas sekitar 300 peserta setiap harinya.

Wakil Rektor Bidang Akademik UAD, Prof. Ir. Sunardi, S.T., M.T., Ph.D., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pengetahuan, pengalaman, dan keterampilan peserta dalam memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI). Pengetahuan yang diperoleh diharapkan tidak berhenti pada saat pelatihan saja, tetapi dapat diterapkan dalam berbagai proses akademik maupun nonakademik di UAD.

Selain pelatihan, peserta juga mengikuti sertifikasi Gemini Academy. Prof. Sunardi menjelaskan bahwa sertifikasi menjadi bagian penting karena peserta akan diuji pemahamannya setelah menerima materi yang diberikan. Sertifikasi tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai salah satu bentuk peningkatan kapasitas dosen, termasuk untuk mendukung akreditasi, Beban Kerja Dosen (BKD), dan kebutuhan pengembangan akademik lainnya.

“Harapannya agenda ini dapat meningkatkan ilmu, pengetahuan, wawasan, keterampilan yang itu nanti akan bisa Bapak ibu terapkan selepas pelatihan ini. Mudah-mudahan itu menjadi sebuah bentuk komitmen dari Bapak Ibu yang telah hadir di ruangan ini,” ujarnya.

Pada sesi pelatihan, peserta mendapatkan materi mengenai pemanfaatan Gemini dalam lingkungan pendidikan. Salah satu pemateri yang merupakan Google Certified Trainer and Innovator memperkenalkan penerapan teknologi Google dalam pembelajaran serta pengalaman pengembangan lingkungan pendidikan berbasis Google Workspace for Education.

Dalam pelatihan Gemini Academy, peserta diarahkan untuk memahami fungsi Gemini serta berbagai fitur yang dapat digunakan dalam mendukung aktivitas pendidikan. Peserta juga diminta memastikan akses ke akun Google Workspace for Education UAD dan menyiapkan beberapa aplikasi pendukung, yaitu Gemini, Gemini Notebook, dan Google Chat.

Pada akhir sesi pelatihan, peserta mengikuti ujian sertifikasi. Ujian tersebut terdiri atas 37 soal dengan bentuk pilihan ganda, multiple choice, serta soal mencocokkan. Materi yang diujikan mencakup konsep AI dan LLM, Gemini tools, Gemini ecosystem, Gemini integration, AI ethic, privacy policies in education, prompt engineering, dan fitur-fitur umum lainnya.

Dengan adanya pelatihan dan sertifikasi Gemini Academy, UAD mendukung dosen dan tenaga kependidikan dalam meningkatkan kapasitas pemahaman mengenai pemanfaatan AI secara tepat. Kegiatan ini juga menjadi upaya UAD dalam memperluas pemanfaatan teknologi dalam mendukung berbagai aktivitas di lingkungan kerja. (Mei)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Pelatihan-dan-sertifikasi-Gemini-Academy-diselenggarakan-di-Amphitarium-Kampus-IV-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Humas-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-09-03 09:26:412026-09-03 09:26:41UAD Gelar Pelatihan dan Sertifikasi Gemini Academy

KKN ADI Mendirikan Ruang Literasi di 11 Desa Wilayah Muna Barat

03/09/2026/in Terkini /by Ard

KKN ADI Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Mendirikan Ruang Literasi di 11 Desa Wilayah Muna Barat (Foto. KKN ADI)

Mahasiswa KKN Ahmad Dahlan Mengabdi (ADI) mendirikan ruang literasi pada Sabtu, 29 Agustus 2026, di 11 desa wilayah Muna Barat, Sulawesi Tenggara. Sebelas desa tersebut adalah Desa Suka Damai, Waturempe, Lombu Jaya, Marobea, Guali, Lahaji, Lapolea, Waulai, Walelei, Wamelai, dan Watumela.

KKN ADI periode ini diikuti oleh 82 mahasiswa dari lima Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM), di antaranya Universitas Ahmad Dahlan, Universitas Muhammadiyah Buton, Universitas Muhammadiyah Kendari, ITBM Wakatobi, dan ITBKM Muna Barat. Salah satu program bersama adalah mendirikan ruang-ruang literasi atau pojok baca di 11 desa. Tujuannya untuk meningkatkan budaya membaca dikalangan anak dan remaja.

Menanggapi hal tersebut, Rektor ITBKM Muna Barat, Dr. Rasid, M.Pd.  mengapresiasi dan turut berbahagia atas kontribusi mahasiswa dalam meningkatkan minat baca bagi anak-anak dan remaja di Muna Barat.

“Alhamdulillah 11 ruang literasi tersedia di 11 desa di wilayah Muna Barat. Respons masyarakat sangat positif, terutama anak-anak karena kini tersedia buku-buku bacaan yang menarik dan dapat menjadi tempat berkreativitas,” ujarnya.

Salah satu DPL dari ITBKM Muna Barat, Tia, M.Pd., menyampaikan, “Program pendirian ruang literasi atau Pojok Baca di 11 desa di Muna Barat khususnya bagi masyarakat Desa Lombu Jaya dan Desa Marobea sangat positif dan strategis. Program ini tidak hanya menyediakan akses bacaan atau literasi bagi anak-anak, remaja, dan masyarakat, tetapi juga menjadi ruang belajar dan berkumpul yang dapat meningkatkan minat baca serta budaya literasi masyarakat”.

Selanjutnya salah satu mahasiswa KKN di Desa Lahaji, Dafa, juga menyampaikan bahwa tujuan membangun Pojok Baca ini adalah agar anak-anak bisa menanamkan rasa cinta pada buku sedini mungkin sekaligus membangun budaya membaca di lingkungan mereka.

Harapannya, ruang-ruang literasi atau pojok baca yang telah dibuka di 11 desa oleh mahasiswa KKN ADI dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan, melibatkan masyarakat, pemuda, dan anak-anak, sehingga manfaatnya tidak berhenti pada saat program dilaksanakan, tetapi terus berkembang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.

Selain program membangun ruang literasi di 11 desa, program lain juga dilaksanakan oleh KKN ADI yakni pengolahan sampah, website desa, UMKM, pariwisata, pangan lokal, penanaman pohon, dan program lainnya yang mendukung program desa masing-masing.  (Mei)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/KKN-ADI-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Mendirikan-Ruang-Literasi-di-11-Desa-Wilayah-Muna-Barat-Foto.-KKN-ADI.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-09-03 09:20:062026-09-03 09:20:06KKN ADI Mendirikan Ruang Literasi di 11 Desa Wilayah Muna Barat

Mahasiswa KKN UAD Dorong Penguatan UMKM melalui Pelatihan dan Expo

03/09/2026/in Terkini /by Ard

Mahasiswa KKN Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Dorong Penguatan UMKM melalui Pelatihan dan Expo (Foto. KKN UAD)

Koordinator Kecamatan (Korcam) KKN 159 Temon Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menyelenggarakan rangkaian kegiatan penguatan kapasitas pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kecamatan Temon pada 28–30 Agustus 2026. Rangkaian kegiatan tersebut meliputi pelatihan desain dan branding, manajemen keuangan dan stok, serta Expo UMKM sebagai upaya mendukung pengembangan dan peningkatan daya saing UMKM lokal.

Rangkaian kegiatan diawali pada 28 Agustus 2026 dengan Pelatihan Peningkatan Kapasitas Desain dan Branding UMKM Kecamatan Temon di Balai Desa Jangkaran, Kulon Progo. Pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman pelaku UMKM mengenai pentingnya desain dan branding dalam membangun identitas usaha serta menarik minat konsumen. Melalui sesi pemaparan materi, tanya jawab, dan diskusi, peserta memperoleh pengetahuan yang dapat diterapkan dalam mengembangkan identitas dan pemasaran produk.

Pada 29 Agustus 2026, kegiatan dilanjutkan dengan Pelatihan Manajemen Keuangan dan Stok UMKM di lokasi yang sama. Pelatihan tersebut memberikan pemahaman kepada pelaku UMKM mengenai pengelolaan modal, pencatatan keuangan, dan pengaturan persediaan barang agar lebih efektif dan tertata. Peserta juga berkesempatan menyampaikan berbagai kendala yang dihadapi dalam menjalankan usaha.

Rangkaian penguatan UMKM kemudian dilanjutkan dengan Expo UMKM pada 30 Agustus 2026 di Pantai Congot sebagai bagian dari kegiatan Fun Bike. Para pelaku UMKM memperoleh kesempatan untuk memperkenalkan dan memasarkan produk secara langsung kepada peserta Fun Bike dan masyarakat yang hadir. Berbagai produk lokal, mulai dari makanan, minuman, hingga produk usaha lainnya, dipamerkan di stan-stan UMKM.

Expo tersebut mendapat respons positif dari masyarakat maupun pelaku usaha. Salah satu perwakilan penjual dari Kelurahan Janten mengungkapkan bahwa kegiatan pameran berlangsung ramai dan mendapatkan tanggapan baik dari pengunjung. Ia berharap masyarakat dapat kembali berbelanja dan menikmati produk UMKM dalam kegiatan-kegiatan berikutnya.

Hal serupa disampaikan oleh Ibu Nunung yang menilai Expo UMKM memberikan manfaat langsung bagi pelaku usaha karena dapat membantu meningkatkan perekonomian dan menambah penghasilan. Ia berharap kegiatan pameran serupa dapat terus diselenggarakan di masa mendatang agar semakin banyak pelaku UMKM yang memperoleh manfaat.

Sementara itu, perwakilan Kedai Ara mengaku senang dapat berpartisipasi dalam Expo UMKM. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan pengalaman baru sekaligus hasil penjualan yang baik. Produk yang ditawarkan Kedai Ara mendapat minat tinggi dari pengunjung dan laris sejak kegiatan dimulai. Ia berharap kegiatan serupa dapat kembali dilaksanakan pada tahun berikutnya.

Sebagai bentuk apresiasi kepada peserta, panitia juga melakukan penilaian terhadap UMKM yang mengikuti Expo berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan. Pada akhir acara, peserta terpilih diumumkan dan menerima sertifikat penghargaan dari panitia Korcam KKN 159 Temon. Selain Expo UMKM, kegiatan tersebut turut dimeriahkan dengan Fun Bike, pembagian hadiah dan doorprize, serta hiburan musik yang menarik antusiasme masyarakat.

Melalui rangkaian kegiatan selama tiga hari tersebut, Korcam KKN 159 Temon UAD berharap pelaku UMKM di Kecamatan Temon dapat meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan dalam mengembangkan usaha. Pelatihan dan Expo UMKM diharapkan dapat menjadi bentuk dukungan terhadap penguatan ekonomi lokal sekaligus mendorong UMKM agar mampu berkembang, beradaptasi, dan memiliki daya saing yang lebih baik.

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-KKN-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Dorong-Penguatan-UMKM-melalui-Pelatihan-dan-Expo-Foto.-KKN-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-09-03 09:04:352026-09-03 09:04:35Mahasiswa KKN UAD Dorong Penguatan UMKM melalui Pelatihan dan Expo

LPSI UAD Gelar Kajian Tafsir At-Tanwir, Bedah Makna dan Keutamaan Surat Al-Baqarah Ayat 185

03/09/2026/in Feature /by Ard

Ngaji Tafsir At-Tanwir oleh Lembaga Pengembangan Studi Islam (LPSI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Septia)

Lembaga Pengkajian dan Studi Islam (LPSI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali menyelenggarakan agenda rutin kajian keislaman bertajuk Ngaji Tafsir At-Tanwir pada Jumat, 28 Agustus 2026. Kegiatan yang disiarkan secara daring melalui kanal YouTube resmi LPSI UAD ini menghadirkan Niki Alma Febriana Fauzi, S.Th.I., M.Us. sebagai narasumber utama untuk membedah Tafsir Surat Al-Baqarah ayat 185.

Agenda ini diselenggarakan sebagai ikhtiar memperkuat tradisi keilmuan Islam serta memperdalam pemahaman sivitas akademika dan masyarakat luas terhadap tafsir kontekstual bercorak berkemajuan milik Persyarikatan Muhammadiyah.

Kajian diawali dengan pembukaan resmi dan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, sebelum masuk ke sesi pemaparan materi inti. Dalam penjelasannya, Niki Alma menguraikan dimensi historis dan teologis turunnya Al-Qur’an, kedudukannya sebagai petunjuk universal, serta hikmah di balik ketetapan ibadah puasa dan syariat yang memudahkan umat.

Kajian ini ditutup dengan sesi doa bersama serta penegasan pentingnya mengimplementasikan pesan-pesan Al-Qur’an dalam membangun peradaban masyarakat yang berkeadaban. (septia)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Ngaji-Tafsir-At-Tanwir-oleh-Lembaga-Pengembangan-Studi-Islam-LPSI-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Septia-1.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-09-03 08:56:172026-09-03 08:56:17LPSI UAD Gelar Kajian Tafsir At-Tanwir, Bedah Makna dan Keutamaan Surat Al-Baqarah Ayat 185

KKN UAD Gelar Pengajian Maulid Nabi di Mertelu Kulon

02/09/2026/in Terkini /by Ard

Mahasiswa KKN Universitas Ahmad Dahlan (UAD) gelar pengajian Maulid Nabi di Mertelu Kulon (Foto. KKN UAD)

Pengajian Akbar dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad saw. digelar di Mushola Al Ikhlas, Mertelu Kulon, pada Senin 24 Agustus 2026. Kegiatan tersebut diikuti oleh warga Mertelu Kulon bersama mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler 159 Unit V.B.3 Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).

Kegiatan pengajian ini menghadirkan Kardimin, S.H., sebagai penceramah dengan mengangkat tema tentang pentingnya menjadikan Rasulullah saw. sebagai teladan dalam kehidupan sehari-hari.

Acara diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan kalam ilahi yang dilantunkan oleh Reva. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Takmir Mushola Al Ikhlas.

Rangkaian acara kemudian memasuki agenda utama, yakni Pengajian Akbar Maulid Nabi. Dalam tausiyahnya, Kardimin, S.H., menyampaikan bahwa keinginan untuk memiliki watak dan sikap terpuji seperti Rasulullah saw. harus diawali dengan memperbaiki hubungan dan kualitas ibadah kepada Allah Swt.

Menurutnya, ibadah menjadi salah satu fondasi penting dalam membentuk akhlak dan kepribadian seorang muslim. Selain membahas keteladanan Rasulullah saw., Kardimin juga mengajak jamaah untuk senantiasa mensyukuri kehidupan yang dijalani saat ini. Ia mengingatkan bahwa umat Islam pada masa kini dapat menikmati berbagai kemudahan yang tidak dapat dirasakan Rasulullah saw. dan para sahabat.

“Selalu syukuri kehidupan yang ada sekarang, lakukan ibadah dengan baik karena tantangan kita pada hari ini adalah menjaga kenikmatan ibadah itu agar tidak hilang,” ujarnya.

Ia juga mengajak masyarakat menjadikan momentum Maulid Nabi bukan hanya sebagai kegiatan seremonial, tetapi sebagai sarana refleksi bagi umat Islam untuk kembali mengingat perjuangan Rasulullah saw. ketika menyebarkan Islam. Melalui kegiatan tersebut, diharapkan peringatan Maulid Nabi dapat menjadi momentum untuk meningkatkan rasa syukur, memperbaiki kualitas ibadah, serta menumbuhkan semangat untuk meneladani akhlak Rasulullah saw. dalam kehidupan sehari-hari.

“Saya mewakili KKN UAD, harapannya dengan adanya kegiatan pengajian ini, kami terutama sebagai pendatang dapat sapa aruh dengan warga Mertelu Kulon dan menciptakan kerukunan dengan warga,” ucap Refika, ketua KKN UAD. Selain itu, ia berharap pengajian ini juga dapat menjadi wadah untuk mempererat silaturahmi antara warga Mertelu Kulon dan mahasiswa KKN UAD serta UMY. (Mei)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-KKN-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-gelar-pengajian-Maulid-Nabi-di-Mertelu-Kulon-Foto.-KKN-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-09-02 09:46:222026-09-02 09:46:22KKN UAD Gelar Pengajian Maulid Nabi di Mertelu Kulon

Dosen UAD Beri Pelatihan Koding dan AI bagi Guru TK ABA PRA Ngestiharjo Selatan

02/09/2026/in Terkini /by Ard

Dosen Universitas Ahmad Dahlan (UAD) beri pelatihan koding dan AI bagi guru TK ABA PRA Ngestiharjo Selatan (Foto. Murinto)

Tim dosen Program Studi Informatika Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertajuk pelatihan koding dan kecerdasan artifisial (AI) bagi para guru TK ABA di laboratorium informatika Kampus IV UAD.

Ketua tim dosen PKM UAD, Dr. Murinto, S.Si., M.Kom., menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas kehadiran serta partisipasi para peserta pada kegiatan yang telah terlaksana untuk kedua kalinya bersama PRA Ngestiharjo Selatan tersebut. Ia menjelaskan bahwa pengenalan koding dan AI pada anak usia dini pada dasarnya bertujuan untuk melatih kemampuan berpikir komputasional (computational thinking), bukan semata-mata menuntut anak membuat program komputer yang rumit.

Pelatihan ini mencakup pemahaman konsep koding plugged (menggunakan perangkat komputer) dan unplugged (melalui aktivitas permainan tanpa komputer). Melalui pendekatan tersebut, anak-anak usia dini difasilitasi untuk mendapatkan pengalaman belajar sambil bermain guna melatih logika berpikir sejak dini.

Pada sesi praktik simulasi pembelajaran, para peserta diperkenalkan pada aplikasi edukasi interaktif GCompris yang dirancang untuk rentang usia 2 hingga 10 tahun, serta aplikasi Scratch Jr. Melalui Scratch Jr, para guru diajak mempraktikkan cara menyusun blok perintah visual guna membuat animasi dan cerita interaktif, mulai dari pengaturan karakter, pemilihan latar belakang, hingga penambahan efek suara (pop sound dan rekaman suara).

Kegiatan pelatihan berlangsung interaktif dan ditutup dengan semangat kebersamaan antara tim dosen Informatika UAD serta para guru TK ABA PRA Ngestiharjo Selatan. (septia)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Dosen-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-beri-pelatihan-koding-dan-AI-bagi-guru-TK-ABA-PRA-Ngestiharjo-Selatan-Foto.-Murinto.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-09-02 09:39:352026-09-02 09:39:35Dosen UAD Beri Pelatihan Koding dan AI bagi Guru TK ABA PRA Ngestiharjo Selatan

Mahasiswa UAD Kembangkan Potensi Bahan Bakar Kapal Dari Rumput Laut

02/09/2026/in Terkini /by Ard

Mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembangkan potensi bahan bakar kapal dari rumput laut (Foto. TIM PKM-RE UAD)

Sebagai negara kepulauan, Indonesia memiliki kekayaan sumber daya kelautan yang sangat besar. Berdasarkan data Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), wilayah perairan laut Indonesia mencapai sekitar 6,4 juta km2. Besarnya wilayah tersebut menjadi peluang untuk menggali berbagai potensi hayati laut, termasuk rumput laut. Pada 2025, produksi rumput laut Indonesia tercatat mencapai 10,80 juta ton dengan potensi lahan budidaya sekitar 26 juta hektare berdasarkan data Direktorat Jenderal Perikanan Budi Daya (DJPB).

Potensi tersebut mendorong mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) untuk mengeksplorasi pemanfaatan sumber daya laut sebagai alternatif bahan baku energi. Melalui pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa Riset Eksakta (PKM-RE) dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), tim mahasiswa yang tergabung dalam The Alchemist of the Sea mengangkat penelitian berjudul “Perbandingan Pirolisis Katalitik Fe-Impregnated Biochar dan Non-Katalitik Sargassum sp. terhadap Kualitas Bio-Oil sebagai Marine Fuel Oil (MFO)”.

Penelitian tersebut berada di bawah bimbingan Prof. Dr. Ir. Siti Jamilatun, M.T., IPM. Fokus penelitian diarahkan pada pemanfaatan Sargassum sp. sebagai biomassa laut untuk menghasilkan bio-oil yang memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai bahan bakar alternatif bagi sektor maritim.

Untuk menghasilkan produk tersebut, Sargassum sp. diproses menggunakan teknologi pirolisis. Pada tahap ini, biomassa mengalami proses penguraian akibat pemanasan dalam kondisi minim oksigen sehingga menghasilkan produk berupa bio-oil dan biochar. Bio-oil yang diperoleh selanjutnya menjalani proses pemurnian dan distilasi untuk mendapatkan karakteristik produk yang sesuai dengan bahan bakar yang ditargetkan.

Tidak hanya menghasilkan produk utama, biochar yang terbentuk dari proses pirolisis juga dimanfaatkan kembali dalam penelitian. Material tersebut diproses menjadi Fe-impregnated biochar dan digunakan sebagai katalis untuk membantu mengurangi kandungan senyawa beroksigen pada bio-oil. Pendekatan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas produk bahan bakar yang dihasilkan.

Tahap selanjutnya dilakukan melalui pengujian karakteristik bio-oil dengan mengacu pada parameter dan standar bahan bakar kapal yang telah digunakan secara komersial. Hasil pengujian tersebut akan menjadi dasar untuk melihat sejauh mana bio-oil berbasis Sargassum sp. memiliki potensi sebagai alternatif Marine Fuel Oil (MFO).

“Kami berharap penelitian ini dapat dilanjutkan dengan eksplorasi yang lebih luas terhadap potensi sumber daya laut Indonesia, terutama untuk mendukung pengembangan energi terbarukan di masa mendatang,” ujar Devi Murtiningsih selaku perwakilan tim The Alchemist of the Sea. (Anove)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-kembangkan-potensi-bahan-bakar-kapal-dari-rumput-laut-Foto.-TIM-PKM-RE-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-09-02 09:33:032026-09-02 09:33:03Mahasiswa UAD Kembangkan Potensi Bahan Bakar Kapal Dari Rumput Laut

UAD Serahkan “Incinerator Pintar” Berbasis IoT ke Caturharjo, Dorong Pengelolaan Sampah dari Hulu

02/09/2026/in Terkini /by Ard

 

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) serahkan “Incinerator Pintar” berbasis IoT ke Pemerintah Caturharjo (Foto. Anton Yudhana)

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) resmi menyerahkan inovasi “Incinerator Pintar”. Teknologi ini dirancang untuk mengelola residu sampah secara ramah lingkungan dengan sistem pemantauan emisi berbasis Internet of Things (IoT) yang dapat diakses masyarakat melalui ponsel pintar. Serah terima sekaligus soft launching teknologi Incinerator Sampah dan Deteksi Emisi Gas Berbasis IoT tersebut berlangsung di Kalurahan Caturharjo, Ahad (30/8). Kegiatan ini menjadi bagian dari Hibah LPDP dan Program Ekosistem Hidup Berbasis Sains dan Teknologi (BESTARI) Direktorat Jenderal Sains dan Teknologi, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Incinerator Pintar merupakan hasil dari Program Ekosistem Hidup Berbasis Sains dan Teknologi (BESTARI) Direktorat Jenderal Sains dan Teknologi, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Program ini mengusung implementasi teknologi pengelolaan sampah terpadu di rumah kumpul sampah, yang dilengkapi aplikasi deteksi emisi gas berbahaya dan low-cost vision method berbasis IoT.

Ketua tim penelitian sekaligus pimpinan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UAD, Prof. Ir. Anton Yudhana, S.T., M.T., Ph.D. mengatakan kolaborasi antara UAD dan masyarakat Caturharjo bukanlah kerja sama yang baru dimulai. Tuturnya, kedua pihak telah membangun kolaborasi selama empat tahun.

“UAD dan Caturharjo telah berkolaborasi sejak empat tahun. UAD memiliki tanggung jawab bahwa kampus harus bermanfaat untuk kampung,” ujar Prof. Anton dalam sambutannya.

Menurut dia, keberadaan perguruan tinggi tidak cukup hanya menghasilkan penelitian dan publikasi ilmiah. Pengetahuan dan inovasi yang dihasilkan kampus harus dapat diterjemahkan menjadi solusi yang dapat dimanfaatkan masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, UAD menyerahkan dua hasil inovasi. Pertama, Incinerator Pintar, yakni alat pembakar sampah yang dirancang untuk mendukung pengelolaan sampah secara lebih ramah lingkungan dan dapat dipantau secara real time. Kedua, Si Waras, sebuah aplikasi kesehatan yang merupakan hasil karya mahasiswa yang tergabung dalam PPK Ormawa UAD.

Ketua peneliti, Prof. Anton Yudhana menjelaskan, aspek “pintar” pada incinerator tersebut terletak pada kemampuan sistem untuk memantau kondisi emisi melalui perangkat digital. Masyarakat dapat memanfaatkan telepon seluler untuk memperoleh informasi mengenai hasil pembakaran dan mendeteksi apakah terdapat emisi yang berpotensi membahayakan.

“Kenapa dikatakan pintar? Semua masyarakat dapat memantau melalui handphone apakah hasil pembakaran berbahaya atau tidak,” katanya.

Ia menambahkan, teknologi tersebut diarahkan untuk menangani residu sampah yang memang tidak lagi memiliki nilai ekonomi. Dalam sistem pengelolaan terpadu, sampah terlebih dahulu dipilah sehingga material yang masih memiliki nilai ekonomi dapat dimanfaatkan atau dijual, sementara residu akhirnya dapat diproses menggunakan incinerator.

Pengelolaan Sampah Dimulai dari Hulu

Pada kesempatan tersebut, Direktur Program Bestari Direktorat Diseminasi dan Pemanfaatan Sains dan Teknologi, Direktorat Jenderal Sains dan Teknologi yang diwakili oleh Dr. Aris Winarna, S.E., M.M, menekankan pentingnya mengubah cara pandang perguruan tinggi dalam menjalankan fungsi pengabdian dan penerapan ilmu pengetahuan di tengah masyarakat.

Ia mengibaratkan perguruan tinggi pada masa lalu sebagai “menara gading”, sementara masyarakat sebenarnya sudah memiliki pengetahuan dan kearifan lokal yang telah teruji dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut Dr. Aris, peneliti tidak boleh berhenti di laboratorium. Pengetahuan ilmiah perlu bertemu dengan pengalaman masyarakat sehingga menghasilkan inovasi yang relevan dan dapat diterapkan.

Dalam konteks Caturharjo, Kapanewon Pandak, Kabupaten Bantul, pengelolaan sampah dikembangkan dengan memperhatikan filosofi masyarakat setempat yang telah dikenal secara luas melalui pendekatan kearifan lokal yang disebut “Olah Sampah Coro Simbah”. Konsep ini mengadopsi kebiasaan nenek moyang terdahulu dalam mengolah sampah organik secara mandiri. Warga membuat jugangan (lubang di dalam tanah) di pekarangan rumah masing-masing untuk mengembalikan sampah organik langsung ke alam.

Ia menjelaskan, pengelolaan sampah yang efektif harus dimulai sejak dari sumbernya. Sampah organik dapat dikelola melalui jogangan, sementara sampah yang memiliki nilai ekonomi dipilah untuk dijual. Adapun residu yang tidak dapat dimanfaatkan kemudian menjadi bagian yang dikelola melalui teknologi incinerator sebagaimana yang telah dilakukan oleh masyarakat Caturharjo. “Sekali lagi, inti pengelolaan sampah adalah di hulunya,” ujarnya.

Pendekatan tersebut dinilai lebih strategis dibandingkan hanya memindahkan persoalan sampah dari satu tempat ke tempat lain.

Dr. Aris juga menyinggung persoalan sampah yang hingga kini masih menjadi tantangan besar, termasuk persoalan di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang. Menurutnya, persoalan tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan sampah membutuhkan pendekatan sistemik, terutama dengan memperkuat pengelolaan sejak dari sumbernya.

Dorong Kolaborasi Pentahelik

Program BESTARI juga menempatkan kolaborasi sebagai salah satu fondasi penting dalam penerapan inovasi. Karena itu, pengembangan teknologi pengelolaan sampah di Caturharjo diarahkan untuk memperkuat kolaborasi pentahelik, yang melibatkan unsur akademisi, dunia usaha, masyarakat, dan pemerintah, serta jejaring pemangku kepentingan lainnya.

Dr. Aris mengatakan penguatan kolaborasi diperlukan agar pengelolaan sampah tidak berhenti sebagai sebuah proyek teknologi, tetapi berkembang menjadi kebiasaan dan budaya baru di masyarakat.

“Penguatan kolaborasi dan kerja sama dalam pengelolaan sampah sehingga akan menjadi budaya dalam mengelola sampah yang baik,” katanya.

Menurut dia, pendekatan tersebut sejalan dengan arah program Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi yang mendorong hasil riset perguruan tinggi agar memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Laboratorium Hidup untuk Solusi Persoalan Masyarakat

Incinerator Pintar yang diterapkan di Caturharjo merupakan bagian dari penelitian yang menggunakan pendekatan living lab atau laboratorium hidup. Melalui pendekatan ini, masyarakat tidak hanya menjadi penerima teknologi, tetapi juga menjadi bagian dari proses pengembangan dan penerapan inovasi.

Program tersebut diarahkan untuk mempertemukan perguruan tinggi, masyarakat, industri, dan pemerintah dalam sebuah ekosistem kolaboratif. Dengan demikian, teknologi dikembangkan berdasarkan persoalan nyata yang dihadapi masyarakat sekaligus diuji dalam konteks kehidupan sehari-hari.

Program BESTARI sendiri bertujuan menghubungkan riset perguruan tinggi dengan kebutuhan masyarakat sehingga hasil penelitian tidak berhenti sebagai dokumen akademik, melainkan dapat diterapkan dan memberikan manfaat secara langsung.

Pendanaan program didukung melalui dana LPDP melalui platform SEMESTA Kemdiktisaintek. Dalam pelaksanaannya, Prof. Anton Yudhana memimpin tim penelitian yang melibatkan Prof. Ir. Maryudi ST, MT, Ph.D., Prof. Dr. Anom Wahyu Asmorojati, S.H., M.H, Dr. Wiwiek Afifah, M.Pd dan Ulaya Ahdiani, S.S., M.Hum. dari UAD serta Asno Azzawagama Firdaus, S.Kom., M.Kom dari Universitas Qamarul Huda Baadaruddin Bagu, Lombok Tengah yang saat ini sedang menempuh studi doktor di Universiti Muhammadiyah Malaysia (UMAM).

Caturharjo dan UAD akan semakin Mandiri dalam Membangun Ekosistem Pengelolaan Sampah

Lurah Caturharjo, H. Wasdiyanto, S.Si, serta sejumlah tokoh dan unsur masyarakat, termasuk Panewu Pandak di Kabupaten Bantul Nanang Dwi Atmoko, S.Sos, turut hadir dalam kegiatan tersebut. Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan bahwa penerapan teknologi pengelolaan sampah tidak hanya menjadi agenda perguruan tinggi, tetapi mulai dibangun sebagai gerakan bersama di tingkat masyarakat.

Serah terima teknologi ini menandai babak baru kolaborasi UAD dan Caturharjo dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang memadukan pengetahuan masyarakat dengan teknologi hasil penelitian perguruan tinggi.

Dokumen resmi kegiatan mencatat serah terima Teknologi Incinerator Sampah dan Deteksi Emisi Gas Berbasis IoT dilaksanakan di Yogyakarta pada 30 Agustus 2026, dengan Nomor Kontrak 052.A/DST/D.D4/AL.04.03/2026.

Lebih dari sekadar memperkenalkan sebuah mesin, inovasi ini diharapkan menjadi model bagaimana perguruan tinggi dapat hadir bersama masyarakat untuk menyelesaikan persoalan lingkungan dari sumbernya.

Dari Caturharjo, riset kampus didorong untuk bergerak keluar dari laboratorium menuju ruang kehidupan masyarakat menjadikan teknologi bukan sekadar produk penelitian, tetapi bagian dari ekosistem baru pengelolaan sampah yang lebih mandiri, terukur, dan berkelanjutan.

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-serahkan-Incinerator-Pintar-berbasis-IoT-ke-Pemerintah-Caturharjo-Foto.-Anton-Yudhana.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-09-02 09:24:262026-09-02 09:24:26UAD Serahkan “Incinerator Pintar” Berbasis IoT ke Caturharjo, Dorong Pengelolaan Sampah dari Hulu

Menyelami Kedudukan Al-Qur’an dan Spirit Kemudahan Syariat

02/09/2026/in Feature /by Ard

Ngaji Tafsir At-Tanwir oleh Lembaga Pengembangan Studi Islam (LPSI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Septia)

Kedudukan Al-Qur’an sebagai petunjuk kehidupan dan prinsip kemudahan dalam syariat menjadi pembahasan utama dalam Ngaji Tafsir At-Tanwir yang diadakan Lembaga Pengembangan Studi Islam (LPSI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) pada Jumat, 28 Agustus 2026. Kajian yang membedah Surat Al-Baqarah ayat 185 ini dipaparkan secara mendalam oleh pakar studi Islam, Niki Alma Febriana Fauzi, S.Th.I., M.Us.

Dalam pemaparannya, Niki Alma menegaskan tiga peran mendasar Al-Qur’an bagi peradaban manusia sebagaimana tertuang dalam ayat tersebut yaitu petunjuk hidup (hudan lin-nas), penjelasan rinci atas petunjuk kebenaran (bayyinatin minal-huda), serta pembeda tegas antara yang hak dan batil (al-furqan).

Ia turut mengaitkan peristiwa turunnya Al-Qur’an pada bulan Ramadan dengan keutamaan malam Lailatulqadar, di mana malam penuh kemuliaan tersebut menjadi tonggak sejarah pencerahan peradaban umat manusia.

Selain menyoroti keagungan Al-Qur’an dan Lailatulqadar, materi kajian juga mengupas prinsip taysir (kemudahan syariat) yang terkandung dalam ketentuan puasa Ramadan. Diberikannya keringanan (rukhsah) bagi umat yang sakit atau sedang dalam perjalanan (safar) menunjukkan bahwa esensi syariat Islam hadir untuk membawa maslahat, bukan membebani hamba-Nya dengan kesulitan.

Pembedahan materi yang disampaikan ini diharapkan mampu menumbuhkan cara beragama yang kritis, moderat, serta membumikan nilai-nilai Qur’ani di tengah dinamika masyarakat modern. (septia)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Ngaji-Tafsir-At-Tanwir-oleh-Lembaga-Pengembangan-Studi-Islam-LPSI-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Septia.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-09-02 09:14:272026-09-02 09:14:27Menyelami Kedudukan Al-Qur’an dan Spirit Kemudahan Syariat

Dosen UAD Raih Pencatatan Hak Cipta melalui Model Pembelajaran ExO-RICH

01/09/2026/in Terkini /by Ard

Dra. Zuchrotus Salamah, M.Si., dosen Prodi Pendidikan Biologi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Zuchrotus S.)

Dra. Zuchrotus Salamah, M.Si., dosen tetap Program Studi Pendidikan Biologi Universitas Ahmad Dahlan (UAD), berhasil meraih pencatatan Hak Cipta atas karya inovasi pembelajaran yang dikembangkannya. Karya tersebut berupa buku model pembelajaran berjudul Model Pembelajaran ExO-RICH (Experiential Outdoor Learning Berbasis Reflection, Innovation, Collaboration, Holistic).

Surat Pencatatan Ciptaan tersebut diterima Salamah pada puncak peringatan Hari Pengayoman ke-81 di Kantor Wilayah Kementerian Hukum Daerah Istimewa Yogyakarta. Pencatatan ini menjadi bentuk perlindungan hukum sekaligus pengakuan terhadap inovasi pembelajaran yang dikembangkan untuk mendukung proses belajar mahasiswa.

Gagasan pengembangan ExO-RICH berawal dari keprihatinan Salamah terhadap kemampuan berpikir kritis mahasiswa yang dinilai masih belum berkembang secara optimal. “Karya ini berawal dari keprihatinan saya terhadap kemampuan berpikir kritis mahasiswa yang masih belum berkembang secara optimal. Dalam proses pembelajaran, mahasiswa masih cenderung pasif, kurang terbiasa menyusun argumen secara logis, dan belum banyak melakukan refleksi secara mendalam terhadap proses maupun hasil belajarnya,” jelas Salamah.

Menurutnya, kondisi tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik dari dalam diri mahasiswa maupun lingkungan pembelajaran. Faktor internal meliputi motivasi, sikap belajar, dan kemandirian, sedangkan faktor eksternal mencakup strategi pembelajaran, lingkungan belajar, serta peran dosen dalam memfasilitasi proses belajar.

Selain itu, materi Morfologi Tumbuhan memiliki karakteristik yang akan lebih mudah dipahami apabila mahasiswa dapat mengamati objek secara langsung dan visual. Kondisi tersebut mendorong Salamah mengembangkan model pembelajaran yang memungkinkan mahasiswa memperoleh pengalaman belajar secara langsung di lingkungan luar kelas.

“ExO-RICH kemudian saya kembangkan sebagai upaya untuk menghadirkan pengalaman belajar yang lebih aktif bagi mahasiswa,” tuturnya.

ExO-RICH memiliki keunggulan pada kebaruan konsep, tahapan pembelajaran, serta penerapannya. Model tersebut mengintegrasikan experiential learning dan outdoor learning dalam satu kerangka pembelajaran. Selain itu, sintaks atau tahapan pembelajarannya dirancang untuk mendukung pengalaman belajar, refleksi, kolaborasi, dan pengembangan kemampuan berpikir kritis mahasiswa.

Model pembelajaran tersebut telah diterapkan dalam pembelajaran Morfologi Tumbuhan. Melalui ExO-RICH, mahasiswa tidak hanya mempelajari materi secara teoritis, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk berinteraksi secara langsung dengan objek yang dipelajari.

Salamah berharap model pembelajaran tersebut dapat memberikan pengalaman belajar yang lebih aktif. Dengan demikian, ExO-RICH dapat mendukung pengembangan kemampuan berpikir kritis dan kemandirian belajar mahasiswa yang dibutuhkan dalam menghadapi berbagai tantangan di dunia nyata.

Ke depan, ExO-RICH juga dapat dikembangkan dan diterapkan pada berbagai jenjang pendidikan maupun mata kuliah lainnya. Bagi perguruan tinggi, model tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap inovasi pembelajaran sekaligus mendukung pengembangan calon guru dan calon peneliti yang adaptif serta mampu berpikir kritis dalam menghadapi persoalan.

Dalam proses memperoleh perlindungan Hak Cipta, Salamah mendaftarkan karyanya melalui Sentra Hak Kekayaan Intelektual (HKI) UAD dengan melengkapi sejumlah dokumen yang dipersyaratkan. Bagi dosen UAD, proses pengurusan HKI dapat dilakukan secara terpadu melalui Sentra HKI sehingga tidak perlu melakukan pendaftaran secara langsung ke Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI).

Salamah menyampaikan bahwa Sentra HKI UAD memiliki peran besar dalam membantu proses pengajuan Hak Cipta. Pendampingan tersebut membuat proses administrasi menjadi lebih mudah dan terarah. “Peran Sentra HKI UAD sangat besar. Saya tidak perlu mengurus proses pendaftaran secara langsung karena Sentra HKI telah membantu menyiapkan berbagai perangkat administrasi yang diperlukan. Saya cukup melengkapi data dan dokumen yang diminta,” ungkapnya.

Apabila terdapat kekurangan atau kesalahan dalam dokumen, pihak Sentra HKI turut memberikan informasi dan mendampingi proses perbaikannya. Hal tersebut dinilai sangat membantu Salamah hingga proses pengajuan HKI dapat diselesaikan dengan baik.

Menerima sertifikat pencatatan ciptaan secara langsung pada puncak peringatan Hari Pengayoman ke-81 menjadi pengalaman yang membahagiakan bagi Salamah. Ia mengaku senang sekaligus bersyukur karena karya yang dikembangkan memperoleh perlindungan hukum.

“Saya merasa sangat senang dan bersyukur mendapatkan kesempatan untuk hadir di Kementerian Hukum dan menerima secara langsung sertifikat pencatatan HKI. Bagi saya, penerimaan sertifikat tersebut bukan hanya menjadi bentuk penghargaan terhadap karya yang telah dihasilkan, tetapi juga menjadi motivasi untuk terus berkarya dan mengembangkan inovasi pembelajaran yang bermanfaat bagi mahasiswa dan pendidikan,” ujarnya.

Atas capaian tersebut, Salamah mengajak dosen dan mahasiswa UAD untuk terus menghasilkan karya dan tidak ragu menuangkan ide kreatif dalam berbagai bentuk. Menurutnya, setiap gagasan memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi karya yang bermanfaat sekaligus memperoleh perlindungan hukum. “Jangan ragu untuk menuangkan ide dan kreativitas dalam bentuk karya, kemudian memberikan perlindungan hukum terhadap karya tersebut melalui pendaftaran Hak Cipta,” pesannya.

Menurut Salamah, perlindungan Hak Cipta penting agar karya yang telah dihasilkan memiliki kepastian hukum dan dapat terus dikembangkan. Ia menilai, menghasilkan karya tidak semata-mata untuk memperoleh pengakuan, tetapi juga sebagai bentuk kontribusi bagi pendidikan dan masyarakat. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Dra.-Zuchrotus-Salamah-M.Si_.-dosen-Prodi-Pendidikan-Biologi-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Zuchrotus-S.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-09-01 09:34:112026-09-01 09:34:11Dosen UAD Raih Pencatatan Hak Cipta melalui Model Pembelajaran ExO-RICH
Page 1 of 586123›»

TERKINI

  • UAD Gelar Pelatihan dan Sertifikasi Gemini Academy03/09/2026
  • KKN ADI Mendirikan Ruang Literasi di 11 Desa Wilayah Muna Barat03/09/2026
  • Mahasiswa KKN UAD Dorong Penguatan UMKM melalui Pelatihan dan Expo03/09/2026
  • KKN UAD Gelar Pengajian Maulid Nabi di Mertelu Kulon02/09/2026
  • Dosen UAD Beri Pelatihan Koding dan AI bagi Guru TK ABA PRA Ngestiharjo Selatan02/09/2026

PRESTASI

  • Buat Inovasi Pendidikan dan Literasi, Mahasiswa UAD Raih Tiga Prestasi Nasional20/08/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Gold dan Silver Medal pada Essay National Competition 202619/08/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara II Lomba Poster Edukatif Kesehatan Mental18/08/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara I Lomba Baca Puisi Dahlan Culture Festival 202608/08/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara 3 Cakrawala National Essay Competition31/07/2026

FEATURE

  • LPSI UAD Gelar Kajian Tafsir At-Tanwir, Bedah Makna dan Keutamaan Surat Al-Baqarah Ayat 18503/09/2026
  • Menyelami Kedudukan Al-Qur’an dan Spirit Kemudahan Syariat02/09/2026
  • Resep Istikamah Ibadah dan Menjaga Kesehatan Kerja28/08/2026
  • Bukan Sekadar Juara, Muhammad Ziya Ul Albab Ingin Ilmunya Memberi Manfaat27/08/2026
  • Dhita Pratama Beberkan Pentingnya Marketing Communication untuk Perkuat Karier20/08/2026

TENTANG | KRU | KONTAK | REKAPITULASI

Scroll to top