• TERKINI
  • UAD BERDAMPAK
  • PRESTASI
  • FEATURE
  • OPINI
  • MEDIA
  • KIRIM BERITA
  • Menu
News Portal of Universitas Ahmad Dahlan

Buat Inovasi Pendidikan dan Literasi, Mahasiswa UAD Raih Tiga Prestasi Nasional

20/08/2026/in Prestasi /by Ard

Hana Lin Zakiyah Mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) peraih tiga kejuaraan nasional (Foto. Hana)

Prestasi membanggakan diraih Hana Lin Zakiyah mahasiswi Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dengan meraih tiga penghargaan dalam Lomba Video Kreatif, Presentasi Oral, dan Poster Tingkat Nasional yang diselenggarakan oleh Biro Kemahasiswaan dan Alumni (Bimawa) UAD. Hana meraih Juara II Short Video Kelas A, Juara I Poster Subtema Pendidikan Berkemajuan Kelas A, serta Juara Harapan I Presentasi Oral Subtema Sosial, Sastra, dan Budaya Kelas B. Kompetisi tersebut dilaksanakan secara daring dan diikuti mahasiswa S1 dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Rangkaian kompetisi berlangsung pada 22 Mei hingga 15 Juni 2026. Kegiatan diawali dengan pendaftaran pada 22–30 Mei, pelatihan pada 31 Mei, dan technical meeting pada 1 Juni. Peserta kemudian mengumpulkan karya pada 2–8 Juni yang diperpanjang hingga 10 Juni, sebelum memasuki tahap kurasi dan penilaian pada 10–13 Juni. Seluruh rangkaian ditutup dengan pengumuman pemenang pada 15 Juni 2026.

Dalam mempersiapkan karya, Hana melalui berbagai tahapan, mulai dari menentukan isu, melakukan brainstorming, mencari referensi, menyebarkan kuesioner untuk kebutuhan presentasi oral, mengolah data, membuat karya, hingga melakukan revisi. “Prosesnya cukup panjang karena kami tidak hanya membuat karya, tetapi juga harus memastikan isu yang diangkat memiliki dasar yang kuat dan bisa memberikan pesan yang jelas kepada audiens,” ungkap Hana.

Ketiga karya yang dihasilkan mengangkat tema berbeda tetapi sama-sama berkaitan dengan pengembangan mahasiswa dan masa depan. Pada kategori poster, Hana mengangkat “Flashcard: Inovasi Belajar Mahasiswa untuk Pendidikan Berkemajuan” sebagai media belajar yang sederhana dan kreatif. Sementara itu, presentasi oral bertajuk “Literasi Produktif: Transformasi Mahasiswa dari Pembaca Pasif Menjadi Penulis Solutif Masa Depan” mendorong mahasiswa untuk tidak hanya membaca, tetapi juga menghasilkan gagasan dan solusi melalui tulisan.

Adapun karya Short Video berjudul “Aku di Masa Depan” yang mengajak mahasiswa merefleksikan diri dan membayangkan kehidupan di masa mendatang. Bagi Hana, ketiga karya tersebut menjadi ruang untuk mengembangkan kreativitas sekaligus menyampaikan gagasan yang dekat dengan kehidupan mahasiswa. “Saya berharap pengalaman ini tidak berhenti pada pencapaian lomba saja, tetapi bisa membantu saya lebih kritis dalam melihat persoalan sosial, lebih kreatif dalam menghasilkan ide, dan mampu menciptakan inovasi yang benar-benar memberikan dampak,” pungkasnya. (Juni)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Hana-Lin-Zakiyah-Mahasiswa-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-peraih-tiga-kejuaraan-nasional-Foto.-Hana.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-08-20 11:49:392026-08-20 14:30:47Buat Inovasi Pendidikan dan Literasi, Mahasiswa UAD Raih Tiga Prestasi Nasional

Mahasiswa UAD Raih Gold dan Silver Medal pada Essay National Competition 2026

19/08/2026/in Prestasi /by Ard

Mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) raih gold dan silver medal pada essay national competition 2026 (Foto. PBI UAD)

Kolaborasi lintas perguruan tinggi membawa tim mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menorehkan prestasi dalam Essay National Competition 2026. Tim yang terdiri atas Zahra Qurratu Ainii, Chantika Nurul Af’idah, dan Nazhiifa Hanun Nirwasita (UAD) bersama dua mahasiswa Universitas Diponegoro (UNDIP) berhasil meraih Gold Medal pada kategori Essay Presentation Subtema Pariwisata dan Budaya serta Silver Medal pada kategori Poster Presentation Subtema Hukum, Sosial, dan Ekonomi. Kompetisi tersebut diselenggarakan oleh Sentosa Foundation bekerja sama dengan Bogor Science Club.

Kompetisi tingkat nasional tersebut dilaksanakan secara luring di IPB pada 6–7 Juni 2026. Rangkaian kegiatan meliputi babak semifinal essay presentation dan poster presentation, dilanjutkan dengan presentasi delapan besar atau grand final. Peserta juga mengikuti mini seminar mengenai publikasi ilmiah yang diisi oleh dosen IPB sebelum acara ditutup dengan pengumuman pemenang dan penyerahan penghargaan.

Pada kategori Essay Presentation, tim mengangkat inovasi untuk memperkenalkan seni budaya ketoprak melalui pendekatan Pentahelix, yaitu kolaborasi lima unsur penting dalam pengembangan dan pelestarian budaya. Sementara itu, pada kategori Poster Presentation, tim menghadirkan gagasan “Why-Invest Shield”, berupa konsep mata kuliah investasi bagi mahasiswa di lingkungan pendidikan. Kedua gagasan tersebut menjadi upaya tim untuk mengubah ide sederhana menjadi solusi yang dapat dikembangkan dan memberikan manfaat lebih luas.

Persiapan tim telah dilakukan sejak Desember melalui proses penyusunan paper. Menjelang kompetisi, tim juga melakukan latihan presentasi secara intensif untuk mematangkan penyampaian gagasan. Zahra sebagai perwakilan tim mengungkapkan “Kolaborasi lintas universitas menjadi salah satu pengalaman menarik bagi kami karena harus menyatukan ide, membagi tugas, dan membangun komunikasi dengan anggota yang berasal dari latar belakang kampus berbeda.”

Keikutsertaan dalam kompetisi ini juga menjadi kesempatan bagi tim untuk mengembangkan keterampilan menulis, memperluas relasi, dan belajar bekerja sama dengan mahasiswa dari universitas lain. “Kami ingin mengembangkan dan menyalurkan ide yang kami miliki agar bisa memberikan dampak nyata di masa depan,” tutupnya. (Juni)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-raih-gold-dan-silver-medal-pada-essay-national-competition-2026-Foto.-PBI-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-08-19 08:34:382026-08-19 08:34:38Mahasiswa UAD Raih Gold dan Silver Medal pada Essay National Competition 2026

Mahasiswa UAD Raih Juara II Lomba Poster Edukatif Kesehatan Mental

18/08/2026/in Prestasi /by Ard

Faradila Nor Insani, mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) meraih juara II lomba poster edukatif kesehatan mental (Foto. Faradila)

Prestasi membanggakan kembali diraih mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Faradila Nor Insani mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) meraih Juara II Kompetisi Poster #4 Tingkat Nasional 2026 yang diselenggarakan secara daring pada 31 Mei–15 Juni 2026. Kompetisi yang diselenggarakan oleh UAD ini diikuti peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Kompetisi berlangsung melalui beberapa tahapan, mulai dari pendaftaran, pelatihan, technical meeting, pengumpulan karya, penilaian, hingga pengumuman pemenang. Dalam ajang tersebut, Faradila mengangkat inovasi berupa edukasi kesehatan mental dengan pendekatan sederhana dan positif. Melalui posternya, ia mengajak masyarakat untuk mengelola stres, mengekspresikan perasaan, peduli terhadap diri sendiri, dan menjaga waktu istirahat agar dapat menjalani kehidupan yang lebih sehat dan bahagia.

Persiapan mengikuti kompetisi berjalan cukup lancar meskipun Faradila harus membagi waktu dengan berbagai tugas perkuliahan. “Alhamdulillah, proses persiapannya berjalan lancar. Meskipun sempat terkendala dengan banyaknya deadline tugas, saya tetap berusaha mengatur waktu agar desain dan karya bisa selesai serta dikumpulkan tepat waktu,” ujar Faradila.

Keikutsertaan Faradila dalam kompetisi tersebut juga didorong oleh keinginannya untuk mengembangkan kreativitas dan kemampuan di bidang desain grafis. Selain mengejar prestasi, ia ingin menjadikan lomba sebagai ruang untuk mendapatkan pengalaman baru sekaligus meningkatkan kepercayaan diri. “Saya mengikuti lomba ini untuk mengembangkan kreativitas, menambah pengalaman, dan mengasah kemampuan saya dalam bidang desain grafis,” tuturnya.

Bagi Faradila, pengalaman mengikuti kompetisi memberikan kesempatan untuk belajar sekaligus menguji kemampuan yang telah dimiliki. Ia berharap prestasi ini dapat menjadi motivasi untuk terus berkarya dan berani mengikuti kompetisi lainnya. “Saya berharap lomba ini bisa menjadi sarana untuk meningkatkan kepercayaan diri dan kemampuan saya dalam desain grafis, serta menjadi motivasi untuk terus mencoba dan menghasilkan karya yang lebih baik,” pungkasnya. (Juni)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Faradila-Nor-Insani-mahasiswa-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-meraih-juara-II-lomba-poster-edukatif-kesehatan-mental-Foto.-Faradila.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-08-18 10:58:482026-08-18 10:58:48Mahasiswa UAD Raih Juara II Lomba Poster Edukatif Kesehatan Mental

Mahasiswa UAD Raih Juara I Lomba Baca Puisi Dahlan Culture Festival 2026

08/08/2026/in Prestasi /by Ard

Mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) raih juara I lomba baca puisi Dahlan Culture Festival 2026 (Foto. Afra).jpg

Bakat dan ketekunan kembali mengantarkan mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) meraih prestasi membanggakan. Afra Husnayain Al Gholiyah, mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi angkatan 2024, berhasil meraih Juara I Lomba Baca Puisi dalam ajang Dahlan Culture Festival 2026 yang diselenggarakan pada 18 Juli 2026. Kompetisi tersebut diikuti oleh kader aktif Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) se-Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Keberhasilan tersebut disambut Afra dengan rasa syukur dan kebahagiaan yang mendalam. Baginya, penghargaan tersebut menjadi buah dari proses panjang sekaligus motivasi untuk terus berkarya di dunia seni sastra.

Dalam kompetisi tersebut, Afra membawakan puisi berjudul Sebuah Jaket Berlumur Darah karya penyair Taufiq Ismail. Puisi tersebut mengangkat tema perjuangan dan perlawanan terhadap penindasan, sekaligus menyuarakan semangat untuk membela kebenaran serta melanjutkan perjuangan para pahlawan. “Puisi ini mengajak kita untuk tidak tunduk pada tirani dan terus menjaga semangat perjuangan. Pesan itu yang ingin saya sampaikan kepada penonton melalui pembacaan puisi,” jelasnya.

Meski waktu persiapan terbilang singkat, sekitar satu minggu, Afra mampu memaksimalkan proses latihan berbekal pengalaman membaca puisi yang telah ditekuninya sejak sekolah dasar. Selama masa persiapan, ia lebih banyak melakukan bedah naskah untuk memahami makna setiap bait, melatih intonasi, serta mengatur tempo pernapasan agar pesan puisi dapat tersampaikan secara utuh. “Saya meluangkan waktu setiap hari untuk memahami isi puisi, melatih intonasi, dan mengatur napas supaya penjiwaan saat tampil bisa maksimal,” tuturnya.

Menurut Afra, tantangan terbesar yang dihadapi bukan terletak pada teknik membaca, melainkan mengendalikan emosi. Ia mengaku selalu larut dalam makna puisi yang dibawakan hingga kerap meneteskan air mata saat tampil.

“Saya sudah terbiasa sangat menghayati puisi yang saya baca, bahkan sering menangis. Tantangannya adalah mengontrol emosi agar suara tidak terlalu bergetar dan artikulasi tetap jelas. Saya mengatasinya dengan mengatur jeda napas di beberapa bait transisi sehingga emosi tetap tersampaikan tanpa mengganggu teknik vokal,” ungkapnya.

Bagi Afra, kekuatan utama yang mengantarkannya meraih Juara I adalah totalitas dalam menghidupkan setiap bait puisi. Kejujuran rasa yang ia tampilkan membuat penampilannya terasa lebih hidup dan mampu menyentuh hati dewan juri maupun penonton. “Saya merasa kekuatan utamanya ada pada penghayatan. Ketika benar-benar melebur dengan kepedihan dan semangat perjuangan dalam puisi tersebut, air mata mengalir secara alami. Mungkin kejujuran rasa itulah yang membuat penampilan saya lebih hidup,” katanya.

Prestasi tersebut semakin mengukuhkan komitmen Afra untuk terus mengembangkan kemampuan di bidang seni sastra. Ia berpesan, “Untuk teman-teman mahasiswa UAD, jangan pernah ragu mengekspresikan diri melalui seni. Seni adalah tentang rasa, jadi sampaikanlah dengan hati. Teruslah berlatih, berani tampil, dan jadikan setiap panggung sebagai tempat belajar serta mencari pengalaman,” pesannya. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-raih-juara-I-lomba-baca-puisi-Dahlan-Culture-Festival-2026-Foto.-Afra.jpg.jpeg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-08-08 08:00:092026-08-10 11:04:45Mahasiswa UAD Raih Juara I Lomba Baca Puisi Dahlan Culture Festival 2026

Mahasiswa UAD Raih Juara 3 Cakrawala National Essay Competition

31/07/2026/in Prestasi /by Ard

Mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) raih juara 3 Cakrawala National Essay Competition (Foto. Andri)

Tim mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) berhasil mengharumkan nama institusi dengan meraih Juara 3 Tingkat Nasional pada Cakrawala National Essay Competition 2026 yang diselenggarakan oleh HIMEPA Kabinet Arcadia, Universitas Tidar, Magelang. Kompetisi tersebut berlangsung pada 15 Juni hingga 20 Juli 2026 dan diikuti oleh 64 tim dari berbagai Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di seluruh Indonesia.

Tim yang mengusung nama Team Mas Bahlil Ganteng tersebut beranggotakan Andri Tri Cahyono, Alridho Akmal Adisurya, dan Shavila Adistyan, yang seluruhnya merupakan mahasiswa Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn), Universitas Ahmad Dahlan.

Andri Tri Cahyono menjelaskan bahwa keikutsertaan tim dalam kompetisi tersebut berawal dari keinginan untuk mengembangkan sekaligus menyempurnakan gagasan inovatif yang telah dirancang sebelumnya. Selama lebih dari satu bulan proses kompetisi berlangsung, tim harus membagi waktu antara aktivitas perkuliahan, penyusunan serta penyempurnaan naskah esai, hingga mempersiapkan presentasi pada setiap tahapan perlombaan.

“Setiap tahapan menjadi tantangan tersendiri yang menguji kekompakan, komitmen, dan kemampuan kami dalam bekerja sama sebagai sebuah tim,” ujar Andri.

Persaingan yang melibatkan puluhan tim dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia menjadi motivasi bagi mereka untuk terus memberikan hasil terbaik. Melalui diskusi yang intensif, pembagian tugas yang terstruktur, serta kesediaan menerima berbagai masukan, tim berhasil melewati setiap tahapan kompetisi hingga meraih posisi tiga besar.

Prestasi tersebut menjadi semakin istimewa karena tim UAD merupakan satu-satunya finalis dari rumpun ilmu pendidikan yang berhasil menempati posisi tiga besar. Sementara itu, finalis lainnya berasal dari rumpun sains dan teknologi. Capaian ini membuktikan bahwa mahasiswa bidang pendidikan juga mampu menghadirkan inovasi yang kompetitif, aplikatif, serta memberikan solusi terhadap berbagai persoalan lingkungan.

Dalam kompetisi tersebut, tim mengembangkan inovasi bertajuk C-FLOAT, yaitu teknologi pemfilter sampah sungai pasif berbentuk cakram apung adaptif yang memanfaatkan energi kinetik arus sungai dengan dukungan panel surya sebagai sumber energi tambahan. Sistem ini dilengkapi sensor pintar yang mampu memantau penumpukan sampah dan kondisi perairan secara real-time, sekaligus memiliki kemampuan membantu memecah mikroplastik sehingga pengelolaan sampah menjadi lebih efektif.

Selain itu, perangkat C-FLOAT dirancang menggunakan material High-Density Polyethylene (HDPE) yang ramah lingkungan dan memiliki ketahanan tinggi terhadap kondisi perairan. Inovasi tersebut diharapkan mampu menjadi solusi berkelanjutan dalam mengurangi pencemaran sungai sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada aspek pelestarian ekosistem perairan.

Bagi Andri dan tim, keberhasilan meraih Juara 3 Nasional merupakan pengalaman yang sangat berharga sekaligus hasil dari proses panjang yang dipenuhi kerja keras, kolaborasi, dan komitmen untuk terus menyempurnakan inovasi yang dikembangkan.

“Kami berharap capaian ini dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya bahwa setiap disiplin ilmu memiliki peluang yang sama untuk berinovasi, berprestasi, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” ungkapnya. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-raih-juara-3-Cakrawala-National-Essay-Competition-Foto.-Andri.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-07-31 09:29:512026-07-31 09:29:51Mahasiswa UAD Raih Juara 3 Cakrawala National Essay Competition

Tim BEKAMIE UAD Raih Juara 2 pada Ajang Studentpreneur Bootcamp 2026

29/07/2026/in Prestasi /by Ard

Tim BEKAMIE Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Raih Juara 2 pada Ajang Studentpreneur Bootcamp 2026 (Foto. Tim BEKAMIE)

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Tim BEKAMIE berhasil meraih Juara II Proposal Bisnis Kuliner Kemasan dalam ajang Studentpreneur Bootcamp 2026, sebuah kompetisi kewirausahaan yang diselenggarakan oleh Muhammadiyah Center for Entrepreneurship and Business Incubator (MCEBI) Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) bekerja sama dengan Badan Otorita Borobudur Kementerian Pariwisata Republik Indonesia. Kegiatan tersebut berlangsung pada 17-19 Juli 2026 di UMM dan Taman Rekreasi Sengkaling, Malang.

Tim BEKAMIE diketuai oleh Susilo Indah Rahayu dengan anggota M. Gilang Karnanda, Sailah Aulivia, dan M. Panca Nugraha. Seluruh anggota tim merupakan mahasiswa Program Studi Teknik Industri Universitas Ahmad Dahlan.

Berbeda dengan kompetisi bisnis pada umumnya, Studentpreneur Bootcamp 2026 tidak hanya berfokus pada perlombaan proposal bisnis. Seluruh peserta juga mengikuti rangkaian kegiatan berupa pelatihan kewirausahaan, seminar, mentoring, diskusi interaktif bersama praktisi dan akademisi, serta business matching. Selain itu, peserta diwajibkan mengikuti display produk, sehingga penilaian tidak hanya didasarkan pada kualitas proposal bisnis, tetapi juga kemampuan mempresentasikan produk, melakukan pemasaran, dan berinteraksi secara langsung dengan calon mitra maupun pengunjung.

Pada kompetisi ini, tim kembali mengusung BEKAMIE, mi sehat berbahan bekatul padi, daun kelor, dan pati garut. Produk tersebut dipilih karena terus mengalami pengembangan dari waktu ke waktu. Melalui ajang Studentpreneur Bootcamp 2026, tim ingin mengukur perkembangan bisnis sekaligus memperoleh masukan dari mentor, juri, dan pelaku usaha untuk penyempurnaan produk.

Sebagai bentuk inovasi terbaru, tim memperkenalkan BEKRESS, camilan yang dibuat dari remah hasil produksi BEKAMIE. Produk turunan tersebut dikembangkan untuk memanfaatkan sisa hasil produksi sehingga tidak ada bahan yang terbuang sia-sia. Konsep tersebut memperkuat nilai keberlanjutan dalam model bisnis yang dikembangkan oleh tim.

Selama kegiatan berlangsung, BEKAMIE memperoleh respons positif dari pengunjung maupun dewan juri. Banyak peserta yang tertarik mengetahui bahan baku, manfaat produk, proses produksi, hingga inovasi BEKRESS sebagai produk turunan. Antusiasme tersebut semakin memperkuat keyakinan tim bahwa BEKAMIE memiliki peluang besar untuk diterima masyarakat sekaligus berkembang di pasar.

Menurut Susi, konsistensi melakukan inovasi dan evaluasi menjadi faktor utama yang membuat BEKAMIE mampu bersaing di berbagai kompetisi kewirausahaan. “Selain menghadirkan produk mi sehat dengan harga yang terjangkau, tim juga terus mengembangkan konsep bisnis yang berkelanjutan melalui diversifikasi produk dan peningkatan kualitas,” ujarnya.

Susi menambahkan, “Selama mengikuti bootcamp, pengalaman yang paling berkesan adalah kesempatan mengikuti pelatihan, mentoring, dan business matching bersama para mentor serta praktisi bisnis. Berbagai masukan yang diberikan, mulai dari strategi branding, pengembangan produk, hingga membangun bisnis yang berkelanjutan, menjadi bekal berharga bagi tim dalam mengembangkan usaha ke depan. Diskusi bersama juri, pelaku usaha, dan peserta dari berbagai daerah juga membuka wawasan baru mengenai strategi agar BEKAMIE tidak hanya unggul dalam kompetisi, tetapi juga mampu berkembang sebagai produk yang kompetitif di pasar,” ungkapnya.

Selain apresiasi atas pencapaian yang diraih, tim juga memperoleh sejumlah masukan dari dewan juri dan mentor. BEKAMIE didorong untuk terus memperkuat branding, memperluas jangkauan pemasaran, menjaga konsistensi kualitas produk, serta mengembangkan inovasi produk turunan yang memiliki nilai tambah. Berbagai saran tersebut akan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan daya saing BEKAMIE sebagai bisnis yang berkelanjutan.

Panca menambahkan bahwa tim akan terus mengembangkan BEKAMIE dengan menyesuaikan kebutuhan pasar melalui peningkatan kualitas produk, inovasi baru seperti BEKRESS, penguatan promosi melalui media sosial dan marketplace, serta memperluas jejaring kemitraan melalui berbagai pameran maupun kompetisi. Tim juga menargetkan untuk mengikuti kompetisi kewirausahaan pada tingkat yang lebih tinggi sekaligus meningkatkan kapasitas produksi agar dapat menjangkau lebih banyak konsumen. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Tim-BEKAMIE-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Raih-Juara-2-pada-Ajang-Studentpreneur-Bootcamp-2026-Foto.-Tim-BEKAMIE.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-07-29 09:53:012026-07-29 09:53:01Tim BEKAMIE UAD Raih Juara 2 pada Ajang Studentpreneur Bootcamp 2026

Mahasiswa UAD Raih Juara 2 Lomba Video Kreatif Dahlan Culture Festival 2026

28/07/2026/in Prestasi /by Ard

Mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) juara 2 lomba video kreatif Dahlan Culture Festival 2026 (Foto. Varanssa)

Mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali menorehkan prestasi di bidang kreativitas. Tim mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi berhasil meraih Juara 2 Lomba Video Kreatif dalam ajang Dahlan Culture Festival 2026 yang diselenggarakan oleh IMM FAI UMY pada 18 Juli 2026.

Tim yang terdiri atas Varanssa Cloudys Dy September, Aninda Rahayu, dan Arkan Taqi Adhiya Prigma Buana berhasil memukau dewan juri melalui karya video kreatif yang mengangkat keindahan dan daya tarik Kota Yogyakarta sebagai kota pelajar dan destinasi budaya.

Varanssa Cloudys Dy September mengatakan, “Saya sangat senang sekali. Ini merupakan kejuaraan pertama saya di Yogyakarta sehingga menjadi pengalaman yang memiliki kenangan tersendiri dan akan selalu saya ingat,” ujarnya.

Menurut Varanssa, ide utama video yang mereka buat berangkat dari keinginannya untuk memperkenalkan Yogyakarta kepada masyarakat yang belum memiliki kesempatan merasakan kehidupan sebagai mahasiswa di kota tersebut. “Karena saya berkuliah di Yogyakarta, saya ingin memperkenalkan kota ini lebih dalam kepada teman-teman yang mungkin belum pernah kuliah atau tinggal di sini. Saya ingin menunjukkan bahwa Yogyakarta memiliki banyak hal menarik yang layak dikenal,” katanya.

Proses produksi video dilakukan secara kolaboratif selama satu pekan, mulai dari penyusunan konsep, penulisan naskah, penyusunan storyboard, pengambilan gambar, hingga proses penyuntingan. Sebagai mahasiswa Ilmu Komunikasi, ketiga anggota tim memanfaatkan pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan untuk menghasilkan karya yang berkualitas.

“Kami bertiga memang berasal dari Program Studi Ilmu Komunikasi, sehingga sudah terbiasa belajar mengenai penulisan naskah, penyusunan narasi, teknik pengambilan gambar, hingga manajemen produksi video. Hal itu membuat kerja sama dan chemistry kami selama proses produksi berjalan dengan sangat baik,” jelasnya.

Ia menilai keberhasilan tim meraih Juara 2 tidak terlepas dari kualitas teknis video yang disajikan. Menurutnya, penyampaian narasi yang jelas, pengambilan gambar yang terstruktur, serta penggunaan materi visual yang bebas hak cipta menjadi nilai lebih dari karya yang mereka hasilkan.

Meski pada awalnya tidak terlalu percaya diri untuk meraih kemenangan, hasil yang diperoleh justru menjadi pengalaman berharga sekaligus motivasi untuk terus berkarya di bidang videografi. “Pengalaman ini membuat kami semakin yakin untuk terus belajar dan mengembangkan kemampuan,” tuturnya.

Varanssa berharap prestasi tersebut menjadi awal yang baik bagi perjalanan akademik dan pengembangan dirinya, terutama dalam menentukan peminatan yang akan dipilih pada semester lima, yakni antara bidang Broadcasting atau Public Relations.

Varanssa menambahkan, “Jangan takut kalah atau merasa minder karena tidak memiliki perangkat yang mahal. Kami pun membuat video ini hanya menggunakan telepon genggam Android. Yang terpenting adalah kemauan untuk belajar, terus mencoba, dan berani menunjukkan karya,” pesannya. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-juara-2-lomba-video-kreatif-Dahlan-Culture-Festival-2026-Foto.-Varanssa.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-07-28 13:15:142026-07-28 13:15:14Mahasiswa UAD Raih Juara 2 Lomba Video Kreatif Dahlan Culture Festival 2026

Mahasiswa UAD Raih Juara III Monolog pada PEKSIMIPROV DIY 2026

28/07/2026/in Prestasi /by Ard

Mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Juara III Monolog pada PEKSIMIPROV DIY 2026 (Foto. Syaiful)

Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Ahmad Syaiful Hadi, kembali menorehkan prestasi di bidang seni pertunjukan. Mahasiswa yang aktif di Komunitas Jejak Imaji dan Teater Jaringan Anak Bahasa (JAB) tersebut berhasil meraih Juara III Tangkai Lomba Monolog pada Pekan Seni Mahasiswa Provinsi (PEKSIMIPROV) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) 2026.

Di balik capaian tersebut, Syaiful atau yang kerap disapa Ipul mengaku perasaannya bercampur aduk. Ia bersyukur masih dapat membawa pulang prestasi untuk Universitas Ahmad Dahlan, tetapi di sisi lain juga merasa belum puas karena kembali meraih peringkat yang sama seperti pada keikutsertaannya sebelumnya. “Perasaan saya sebenarnya cenderung sedih karena belum berhasil meraih juara satu. Ini adalah kali kedua saya mendapatkan Juara III di PEKSIMIPROV. Namun, saya menjadikan hasil ini sebagai evaluasi bahwa eksplorasi saya di dunia keaktoran masih bisa terus dikembangkan dan masih ada kesempatan untuk menjadi lebih baik.”

Ipul menjelaskan bahwa naskah monolog yang dibawakannya bukanlah karya baru. Naskah tersebut pernah dipentaskan dua tahun sebelumnya, sehingga proses persiapan lebih difokuskan pada pendalaman karakter, interpretasi, dan penyempurnaan penampilan. Seluruh rangkaian latihan berjalan lancar berkat kerja sama tim produksi yang solid.

Menurutnya, keberhasilan penampilan tidak terlepas dari peran para kolaborator yang terlibat, mulai dari sutradara, penata musik, penata artistik, penata cahaya, stage manager, hingga penata kostum. Setiap proses dirancang dan dijalankan sesuai dengan konsep yang telah disepakati sejak awal sehingga seluruh persiapan dapat berlangsung dengan baik.

Selain dukungan dari tim, Ipul juga mengapresiasi Universitas Ahmad Dahlan yang memberikan pendampingan secara maksimal selama proses persiapan menuju PEKSIMIPROV. Dukungan tersebut tidak hanya berupa fasilitas dan pembinaan, tetapi juga motivasi serta pendampingan intensif dari dosen pembimbing.

“Kampus sangat mendukung. Kami mendapatkan pembinaan yang serius, mulai dari proses membaca dan membahas naskah hingga hari pertunjukan. Dukungan moral maupun finansial dari kampus membuat kami lebih percaya diri untuk mengeksplorasi berbagai kemungkinan dalam pementasan.”

Dalam proses menuju kompetisi, tantangan terbesar yang dihadapi adalah perubahan lokasi pelaksanaan lomba. Jika pada penyelenggaraan sebelumnya cabang monolog digelar di Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, tahun ini kompetisi diselenggarakan di Universitas Gadjah Mada (UGM). Perubahan tersebut membuat tim harus menyesuaikan kembali konsep panggung, penataan artistik, pencahayaan, serta berbagai aspek teknis lainnya agar tetap sesuai dengan kebutuhan pertunjukan.

Bagi Ipul, momen yang paling berkesan justru bukan ketika menerima penghargaan, melainkan seluruh proses latihan yang dijalani bersama tim. Sejak awal, ia mengikuti PEKSIMIPROV bukan semata-mata untuk mengejar gelar juara, melainkan sebagai ruang untuk mengeksplorasi kemampuan akting secara personal sekaligus mengembangkan proses kreatif secara kolektif.

Melalui ajang ini, Ipul memperoleh pelajaran bahwa setiap kesempatan harus dimanfaatkan secara maksimal. Ipul bertekad akan terus mengembangkan kemampuan aktingnya dengan bergabung dalam berbagai komunitas teater di Yogyakarta, mengikuti produksi film maupun pementasan teater, serta belajar dari para senior yang telah lebih dahulu berkecimpung di dunia seni pertunjukan. Ia berharap dapat memperoleh lebih banyak pengalaman dan suatu saat tampil pada panggung-panggung seni berskala nasional maupun internasional.

Prestasi yang diraih Ahmad Syaiful Hadi menunjukkan bahwa mahasiswa UAD tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga mampu berkiprah dan berprestasi di bidang seni. Semangat untuk terus belajar, berproses, dan mengeksplorasi diri menjadi modal penting dalam melahirkan seniman muda yang kreatif dan berdaya saing. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Juara-III-Monolog-pada-PEKSIMIPROV-DIY-2026-Foto.-Syaiful.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-07-28 13:01:502026-07-28 13:01:50Mahasiswa UAD Raih Juara III Monolog pada PEKSIMIPROV DIY 2026

Mahasiswa UAD Raih Juara I Poster dan Juara II Video Kreatif pada UAD Fair 2026

25/07/2026/in Prestasi /by Ard

Mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) juara I poster dan juara II video kreatif pada UAD Fair 2026 (Foto. Ibnu)

Tim mahasiswa Program Studi Bahasa dan Sastra Arab Universitas Ahmad Dahlan (UAD) berhasil menorehkan prestasi membanggakan dalam ajang UAD Fair 2026. Melalui usaha Kopi Kebun Jogja, mereka sukses memborong dua penghargaan sekaligus, yaitu Juara I Lomba Poster dan Juara II Lomba Video Kreatif.

Tim Kopi Kebun Jogja beranggotakan Ibnu Rabbul Nur Anja, Azka Adhyatma, David Khalid Ideal Putra, Rafi Zakia Ramadhan, dan Kevin Umar Abdallah. Keberhasilan tersebut menjadi buah dari kerja sama tim, kreativitas, dan konsistensi mereka dalam mengembangkan usaha sekaligus mempersiapkan kompetisi.

Azka mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaannya atas capaian tersebut. “Jujur, kami senang sekali dan tidak menyangka bisa membawa pulang dua penghargaan sekaligus. Bagi kami, ini bukan sekadar memenangkan lomba, tetapi merupakan hasil kerja sama tim dan buah dari ketekunan dalam mempersiapkan segala sesuatu untuk mengikuti event ini. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada teman-teman yang telah memberikan dukungan dan apresiasi kepada kelompok usaha kami.”

Produk yang diusung tim adalah Kopi Kebun Jogja, sebuah usaha yang menawarkan berbagai varian kopi proper mulai dari menu esensial seperti Espresso dan Americano, hingga minuman bercita rasa creamy seperti Latte, Butterscotch, Salted Caramel, dan Kopi Susu Gula Aren.

Keunikan Kopi Kebun Jogja tidak hanya terletak pada kualitas produknya, tetapi juga pada strategi bisnis yang diterapkan. Di tengah menjamurnya kedai kopi di Yogyakarta dengan harga yang cenderung meningkat akibat berbagai faktor ekonomi, tim memilih menghadirkan kopi berkualitas dengan harga yang lebih terjangkau melalui konsep penjualan di Kebun Dakwah Muhammadiyah. Selain itu, dukungan subsidi modal dari Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BIMAWA) UAD selama penyelenggaraan kegiatan turut membantu menekan biaya operasional sehingga efisiensi tersebut dapat dikembalikan kepada konsumen dalam bentuk kualitas produk yang tetap kompetitif.

Keikutsertaan dalam UAD Fair pada awalnya bertujuan untuk memperkenalkan Kopi Kebun Jogja kepada mahasiswa sebagai target pasar utama. Untuk mendukung promosi tersebut, tim memanfaatkan pendekatan visual melalui media sosial dengan mengunggah dokumentasi pelanggan dalam bentuk foto maupun cerita di Instagram. Strategi sederhana tersebut dinilai mampu membangun kedekatan emosional dengan calon konsumen sekaligus memperluas jangkauan pemasaran.

Melalui kompetisi ini, tim memperoleh banyak pelajaran berharga, khususnya mengenai pentingnya membangun narasi yang jujur dalam memasarkan sebuah produk. Azka menambahkan, “Kami belajar bahwa produk yang bagus harus dibarengi dengan narasi yang jujur. Mahasiswa saat ini tidak hanya melihat tampilan visual yang menarik, tetapi juga mencari nilai dan manfaat nyata dari produk yang mereka beli. Karena itu, kami tidak hanya belajar meracik kopi, tetapi juga belajar berkomunikasi secara efektif dengan calon pelanggan.”

Tim juga memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan kegiatan yang dinilai mampu menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan jiwa kewirausahaan sekaligus menunjukkan kreativitas. “Event ini seru sekali dan menjadi wadah yang sangat baik bagi kelompok usaha mahasiswa untuk menunjukkan kemampuan. Meskipun kompetitif, suasananya tetap suportif. Kami berharap Saudagar Dahlan Muda pada tahun-tahun mendatang dapat diselenggarakan dengan skala yang lebih besar. Bagi mahasiswa yang belum pernah mengikuti kegiatan ini, jangan ragu untuk mencoba dan berani memulai hal baru.” (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-juara-I-poster-dan-juara-II-video-kreatif-pada-UAD-Fair-2026-Foto.-Ibnu.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-07-25 09:00:232026-07-27 08:48:40Mahasiswa UAD Raih Juara I Poster dan Juara II Video Kreatif pada UAD Fair 2026

Mahasiswa UAD Raih Juara Harapan II Poster Digital melalui Produk Keripik Pisang Noma

24/07/2026/in Prestasi /by Ard

Mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) juara harapan II poster digital melalui produk keripik pisang noma (Foto. Novia)

Prestasi membanggakan kembali diraih mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dalam ajang Saudagar Dahlan Muda #5. Melalui produk Keripik Pisang Noma (No Mahal-Mahal), tim mahasiswa berhasil meraih Juara Harapan II Lomba Poster Digital Kategori Camilan.

Tim terdiri atas Novia Ahlul Jannah (Program Studi Pendidikan Matematika) sebagai ketua, bersama Maysaroh (Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris) dan Muhammad Ikram Hasmin (Program Studi Pendidikan Vokasional Teknologi Otomotif) sebagai anggota. Prestasi tersebut menjadi pencapaian pertama yang berhasil diraih tim setelah tiga kali mengikuti kompetisi Saudagar Dahlan Muda.

Ketua tim, Novia Ahlul Jannah, mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaannya atas penghargaan yang diperoleh. Menurutnya, keberhasilan tersebut menjadi hasil dari proses panjang yang telah dilalui bersama tim. “Kami berhasil meraih Juara Harapan II Poster Digital Kategori Camilan. Kami merasa sangat senang karena ini merupakan kali pertama kami mendapatkan juara setelah tiga kali mengikuti kegiatan Saudagar Dahlan Muda. Walaupun baru meraih juara harapan, kami sangat bersyukur. Namun, yang lebih membahagiakan adalah banyaknya konsumen yang tertarik membeli produk kami selama kegiatan berlangsung.”

Maysaroh menjelaskan lebih lanjut bahwa produk yang diusung tim adalah Keripik Pisang Noma, yang merupakan singkatan dari No Mahal-Mahal. Produk ini menghadirkan keripik pisang dengan berbagai pilihan rasa, yaitu cokelat, tiramisu, matcha, dan original, sehingga memberikan variasi cita rasa yang sesuai dengan selera berbagai kalangan.

Selain menawarkan beragam varian rasa, Keripik Pisang Noma juga memiliki keunggulan pada desain kemasannya. Berbeda dengan keripik pisang yang umumnya dikemas menggunakan plastik transparan, produk ini hadir dengan kemasan yang lebih menarik, modern, dan memiliki nilai estetika sehingga mampu meningkatkan daya tarik konsumen.

Keikutsertaan tim dalam kompetisi ini didorong oleh keinginan untuk mengembangkan usaha sekaligus menguji kemampuan mereka di tengah persaingan dengan puluhan usaha mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi. Melalui ajang tersebut, tim termotivasi untuk menghadirkan media promosi yang kreatif, desain stan yang menarik, serta mampu mempresentasikan model bisnis melalui Business Model Canvas (BMC) secara optimal.

Dalam proses kompetisi, salah satu tantangan terbesar yang dihadapi adalah membuat video dan konten promosi yang mampu menarik perhatian masyarakat terhadap produk yang ditawarkan. Tantangan tersebut menjadi pengalaman berharga bagi tim untuk terus meningkatkan kemampuan di bidang pemasaran digital dan strategi promosi kreatif.

Selain memperoleh penghargaan, tim juga mendapatkan banyak pelajaran penting, terutama mengenai pentingnya kolaborasi dalam tim, pengelolaan keuangan usaha, serta pengalaman berkompetisi secara sehat bersama pelaku usaha mahasiswa lainnya. Pengalaman tersebut menjadi bekal yang sangat berharga dalam mengembangkan usaha ke depannya.

Maysaroh berharap mahasiswa yang telah memiliki usaha tidak berhenti setelah mengikuti kompetisi, tetapi mampu menjaga keberlanjutan bisnis yang dijalankan. “Jangan berhenti sampai kegiatan ini saja. Tantangan berikutnya adalah bagaimana usaha yang telah dibangun dapat terus berjalan secara berkelanjutan dan mampu menghasilkan keuntungan. Bagi kami, mengikuti Saudagar Dahlan Muda bukan hanya soal meraih juara, tetapi juga kesempatan untuk mendapatkan pelanggan baru dan merasakan pengalaman berkompetisi secara langsung dengan sesama pelaku UMKM mahasiswa.” (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-juara-harapan-II-poster-digital-melalui-produk-keripik-pisang-noma-Foto.-Novia.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-07-24 10:28:532026-07-24 10:28:53Mahasiswa UAD Raih Juara Harapan II Poster Digital melalui Produk Keripik Pisang Noma
Page 1 of 77123›»

TERKINI

  • Perluas Jangkauan Pitutur Waras, PPKO IMM FKM UAD Sasar Empat Padukuhan di Caturharjo31/08/2026
  • Robotic UAD Meriahkan Kegiatan HUT RI di Dengan Platform Streaming31/08/2026
  • KKN ADI UAD Mengabdi di Muna Barat, Sulawesi Tenggara31/08/2026
  • Rektor UAD: Penting Menjaga Keikhlasan dan Keseimbangan Hidup31/08/2026
  • LazisMu UAD Salurkan Beasiswa Sang Surya bagi Mahasiswa Berprestasi31/08/2026

PRESTASI

  • Buat Inovasi Pendidikan dan Literasi, Mahasiswa UAD Raih Tiga Prestasi Nasional20/08/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Gold dan Silver Medal pada Essay National Competition 202619/08/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara II Lomba Poster Edukatif Kesehatan Mental18/08/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara I Lomba Baca Puisi Dahlan Culture Festival 202608/08/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara 3 Cakrawala National Essay Competition31/07/2026

FEATURE

  • Resep Istikamah Ibadah dan Menjaga Kesehatan Kerja28/08/2026
  • Bukan Sekadar Juara, Muhammad Ziya Ul Albab Ingin Ilmunya Memberi Manfaat27/08/2026
  • Dhita Pratama Beberkan Pentingnya Marketing Communication untuk Perkuat Karier20/08/2026
  • Hafiz Ahmad Rumalutur, Wisudawan FH UAD Dengan Segudang Prestasi Nasional19/08/2026
  • Di Balik Deretan Prestasi, Ada Perjalanan yang Tidak Sederhana19/08/2026

TENTANG | KRU | KONTAK | REKAPITULASI

Scroll to top