• TERKINI
  • UAD BERDAMPAK
  • PRESTASI
  • FEATURE
  • OPINI
  • MEDIA
  • KIRIM BERITA
  • Menu
News Portal of Universitas Ahmad Dahlan

Mahasiswa UAD Raih Juara I Poster dan Juara II Video Kreatif pada UAD Fair 2026

25/07/2026/in Prestasi /by Ard

Mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) juara I poster dan juara II video kreatif pada UAD Fair 2026 (Foto. Ibnu)

Tim mahasiswa Program Studi Bahasa dan Sastra Arab Universitas Ahmad Dahlan (UAD) berhasil menorehkan prestasi membanggakan dalam ajang UAD Fair 2026. Melalui usaha Kopi Kebun Jogja, mereka sukses memborong dua penghargaan sekaligus, yaitu Juara I Lomba Poster dan Juara II Lomba Video Kreatif.

Tim Kopi Kebun Jogja beranggotakan Ibnu Rabbul Nur Anja, Azka Adhyatma, David Khalid Ideal Putra, Rafi Zakia Ramadhan, dan Kevin Umar Abdallah. Keberhasilan tersebut menjadi buah dari kerja sama tim, kreativitas, dan konsistensi mereka dalam mengembangkan usaha sekaligus mempersiapkan kompetisi.

Azka mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaannya atas capaian tersebut. “Jujur, kami senang sekali dan tidak menyangka bisa membawa pulang dua penghargaan sekaligus. Bagi kami, ini bukan sekadar memenangkan lomba, tetapi merupakan hasil kerja sama tim dan buah dari ketekunan dalam mempersiapkan segala sesuatu untuk mengikuti event ini. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada teman-teman yang telah memberikan dukungan dan apresiasi kepada kelompok usaha kami.”

Produk yang diusung tim adalah Kopi Kebun Jogja, sebuah usaha yang menawarkan berbagai varian kopi proper mulai dari menu esensial seperti Espresso dan Americano, hingga minuman bercita rasa creamy seperti Latte, Butterscotch, Salted Caramel, dan Kopi Susu Gula Aren.

Keunikan Kopi Kebun Jogja tidak hanya terletak pada kualitas produknya, tetapi juga pada strategi bisnis yang diterapkan. Di tengah menjamurnya kedai kopi di Yogyakarta dengan harga yang cenderung meningkat akibat berbagai faktor ekonomi, tim memilih menghadirkan kopi berkualitas dengan harga yang lebih terjangkau melalui konsep penjualan di Kebun Dakwah Muhammadiyah. Selain itu, dukungan subsidi modal dari Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BIMAWA) UAD selama penyelenggaraan kegiatan turut membantu menekan biaya operasional sehingga efisiensi tersebut dapat dikembalikan kepada konsumen dalam bentuk kualitas produk yang tetap kompetitif.

Keikutsertaan dalam UAD Fair pada awalnya bertujuan untuk memperkenalkan Kopi Kebun Jogja kepada mahasiswa sebagai target pasar utama. Untuk mendukung promosi tersebut, tim memanfaatkan pendekatan visual melalui media sosial dengan mengunggah dokumentasi pelanggan dalam bentuk foto maupun cerita di Instagram. Strategi sederhana tersebut dinilai mampu membangun kedekatan emosional dengan calon konsumen sekaligus memperluas jangkauan pemasaran.

Melalui kompetisi ini, tim memperoleh banyak pelajaran berharga, khususnya mengenai pentingnya membangun narasi yang jujur dalam memasarkan sebuah produk. Azka menambahkan, “Kami belajar bahwa produk yang bagus harus dibarengi dengan narasi yang jujur. Mahasiswa saat ini tidak hanya melihat tampilan visual yang menarik, tetapi juga mencari nilai dan manfaat nyata dari produk yang mereka beli. Karena itu, kami tidak hanya belajar meracik kopi, tetapi juga belajar berkomunikasi secara efektif dengan calon pelanggan.”

Tim juga memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan kegiatan yang dinilai mampu menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan jiwa kewirausahaan sekaligus menunjukkan kreativitas. “Event ini seru sekali dan menjadi wadah yang sangat baik bagi kelompok usaha mahasiswa untuk menunjukkan kemampuan. Meskipun kompetitif, suasananya tetap suportif. Kami berharap Saudagar Dahlan Muda pada tahun-tahun mendatang dapat diselenggarakan dengan skala yang lebih besar. Bagi mahasiswa yang belum pernah mengikuti kegiatan ini, jangan ragu untuk mencoba dan berani memulai hal baru.” (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-juara-I-poster-dan-juara-II-video-kreatif-pada-UAD-Fair-2026-Foto.-Ibnu.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-07-25 09:00:232026-07-27 08:48:40Mahasiswa UAD Raih Juara I Poster dan Juara II Video Kreatif pada UAD Fair 2026

Mahasiswa UAD Raih Juara Harapan II Poster Digital melalui Produk Keripik Pisang Noma

24/07/2026/in Prestasi /by Ard

Mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) juara harapan II poster digital melalui produk keripik pisang noma (Foto. Novia)

Prestasi membanggakan kembali diraih mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dalam ajang Saudagar Dahlan Muda #5. Melalui produk Keripik Pisang Noma (No Mahal-Mahal), tim mahasiswa berhasil meraih Juara Harapan II Lomba Poster Digital Kategori Camilan.

Tim terdiri atas Novia Ahlul Jannah (Program Studi Pendidikan Matematika) sebagai ketua, bersama Maysaroh (Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris) dan Muhammad Ikram Hasmin (Program Studi Pendidikan Vokasional Teknologi Otomotif) sebagai anggota. Prestasi tersebut menjadi pencapaian pertama yang berhasil diraih tim setelah tiga kali mengikuti kompetisi Saudagar Dahlan Muda.

Ketua tim, Novia Ahlul Jannah, mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaannya atas penghargaan yang diperoleh. Menurutnya, keberhasilan tersebut menjadi hasil dari proses panjang yang telah dilalui bersama tim. “Kami berhasil meraih Juara Harapan II Poster Digital Kategori Camilan. Kami merasa sangat senang karena ini merupakan kali pertama kami mendapatkan juara setelah tiga kali mengikuti kegiatan Saudagar Dahlan Muda. Walaupun baru meraih juara harapan, kami sangat bersyukur. Namun, yang lebih membahagiakan adalah banyaknya konsumen yang tertarik membeli produk kami selama kegiatan berlangsung.”

Maysaroh menjelaskan lebih lanjut bahwa produk yang diusung tim adalah Keripik Pisang Noma, yang merupakan singkatan dari No Mahal-Mahal. Produk ini menghadirkan keripik pisang dengan berbagai pilihan rasa, yaitu cokelat, tiramisu, matcha, dan original, sehingga memberikan variasi cita rasa yang sesuai dengan selera berbagai kalangan.

Selain menawarkan beragam varian rasa, Keripik Pisang Noma juga memiliki keunggulan pada desain kemasannya. Berbeda dengan keripik pisang yang umumnya dikemas menggunakan plastik transparan, produk ini hadir dengan kemasan yang lebih menarik, modern, dan memiliki nilai estetika sehingga mampu meningkatkan daya tarik konsumen.

Keikutsertaan tim dalam kompetisi ini didorong oleh keinginan untuk mengembangkan usaha sekaligus menguji kemampuan mereka di tengah persaingan dengan puluhan usaha mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi. Melalui ajang tersebut, tim termotivasi untuk menghadirkan media promosi yang kreatif, desain stan yang menarik, serta mampu mempresentasikan model bisnis melalui Business Model Canvas (BMC) secara optimal.

Dalam proses kompetisi, salah satu tantangan terbesar yang dihadapi adalah membuat video dan konten promosi yang mampu menarik perhatian masyarakat terhadap produk yang ditawarkan. Tantangan tersebut menjadi pengalaman berharga bagi tim untuk terus meningkatkan kemampuan di bidang pemasaran digital dan strategi promosi kreatif.

Selain memperoleh penghargaan, tim juga mendapatkan banyak pelajaran penting, terutama mengenai pentingnya kolaborasi dalam tim, pengelolaan keuangan usaha, serta pengalaman berkompetisi secara sehat bersama pelaku usaha mahasiswa lainnya. Pengalaman tersebut menjadi bekal yang sangat berharga dalam mengembangkan usaha ke depannya.

Maysaroh berharap mahasiswa yang telah memiliki usaha tidak berhenti setelah mengikuti kompetisi, tetapi mampu menjaga keberlanjutan bisnis yang dijalankan. “Jangan berhenti sampai kegiatan ini saja. Tantangan berikutnya adalah bagaimana usaha yang telah dibangun dapat terus berjalan secara berkelanjutan dan mampu menghasilkan keuntungan. Bagi kami, mengikuti Saudagar Dahlan Muda bukan hanya soal meraih juara, tetapi juga kesempatan untuk mendapatkan pelanggan baru dan merasakan pengalaman berkompetisi secara langsung dengan sesama pelaku UMKM mahasiswa.” (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-juara-harapan-II-poster-digital-melalui-produk-keripik-pisang-noma-Foto.-Novia.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-07-24 10:28:532026-07-24 10:28:53Mahasiswa UAD Raih Juara Harapan II Poster Digital melalui Produk Keripik Pisang Noma

Tim Teknik Industri UAD Raih Dua Penghargaan melalui Inovasi Produk BEKRESS

22/07/2026/in MBKM, Prestasi /by Ard

Tim Teknik Industri Universitas Ahmad Dahlan (UAD) raih dua penghargaan melalui inovasi produk BEKRESS (Foto. Indah)

Mahasiswa Program Studi Teknik Industri Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali menorehkan prestasi membanggakan dalam ajang UAD Fair 2026. Melalui inovasi produk pangan berkelanjutan bertajuk BEKRESS, tim berhasil meraih Juara Harapan II Kategori Inovasi Produk serta Juara Harapan II Kategori Stand Terunik.

Tim tersebut diketuai oleh Susilo Indah Rahayu dengan anggota Muhammad Panca Nugraha, Sailah Aulivia, dan M. Gilang Karnanda. Keberhasilan ini menjadi apresiasi atas kreativitas dan kerja keras tim dalam menghadirkan inovasi pangan yang mengusung konsep keberlanjutan dan pemanfaatan limbah pertanian.

Ketua tim mengungkapkan rasa bangga atas penghargaan yang berhasil diraih. Menurutnya, pencapaian tersebut merupakan hasil dari proses panjang yang dilalui bersama seluruh anggota tim. “Kami merasa bangga bisa mendapatkan Juara Harapan II Inovasi Produk dan Juara Harapan II Stand Terunik pada Saudagar Dahlan Muda #5. Menurut kami, kemenangan ini merupakan balasan yang setimpal atas seluruh usaha, kerja keras, dan proses yang telah kami lakukan selama mempersiapkan produk hingga mengikuti kompetisi.”

Produk unggulan yang diusung tim adalah BEKRESS, camilan sehat berbahan dasar bekatul padi, yaitu lapisan luar beras yang selama ini sering dianggap sebagai limbah hasil penggilingan. Selain BEKRESS, tim juga mengembangkan BEKAMIE, mi instan inovatif yang menggunakan bekatul sebagai bahan baku utama. Kedua produk tersebut dihadirkan sebagai alternatif pangan yang lebih bernilai sekaligus mendukung pemanfaatan limbah pertanian.

Melalui inovasi ini, tim ingin mengajak generasi muda untuk lebih peduli terhadap isu keberlanjutan dengan mengembangkan produk pangan berbasis konsep zero waste. Mereka berharap bahan-bahan yang selama ini dipandang sebagai limbah dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat.

Perjalanan mengembangkan BEKRESS tidaklah mudah. Tantangan terbesar yang dihadapi tim terjadi pada tahap trial and error, mengingat bekatul merupakan bahan baku yang cukup sulit diolah menjadi produk pangan yang memiliki cita rasa dan kualitas yang baik. Namun, melalui berbagai riset, pengujian, dan penyempurnaan formulasi, tim akhirnya berhasil menghasilkan produk yang layak dipasarkan.

Kompetisi ini juga memberikan pengalaman berharga bagi seluruh anggota tim. Mereka tidak hanya memperoleh penghargaan, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk bertemu dengan banyak mahasiswa dan pemuda yang memiliki kepedulian terhadap isu keberlanjutan melalui berbagai inovasi produk kreatif.

Menurut tim, ajang Saudagar Dahlan Muda menjadi ruang yang tepat bagi mahasiswa untuk bertukar ide, memperluas wawasan, serta membangun jejaring dengan para inovator muda dari berbagai bidang.

Panca menyampaikan, “Senang sekali bisa menjadi bagian dari UAD Fair lagi. Sebelumnya kami juga pernah mengikuti UAD Fair #4, tetapi tahun ini terasa lebih seru, lebih meriah, dan semakin menginspirasi kami untuk terus berkarya, berkembang, serta mencoba hal-hal baru. Terima kasih UAD Fair atas pengalaman yang sangat berharga.”

Prestasi yang diraih tim Teknik Industri UAD melalui BEKRESS menunjukkan bahwa inovasi berbasis potensi lokal dan konsep keberlanjutan memiliki peluang besar untuk terus berkembang. Melalui semangat kreativitas dan kepedulian terhadap lingkungan, mahasiswa diharapkan mampu menghadirkan solusi yang tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat dan kelestarian lingkungan. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Tim-Teknik-Industri-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-raih-dua-penghargaan-melalui-inovasi-produk-BEKRESS-Foto.-Indah.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-07-22 10:00:222026-07-23 08:08:27Tim Teknik Industri UAD Raih Dua Penghargaan melalui Inovasi Produk BEKRESS

Buat Inovasi Minuman Sehat Purple Moo, Tim UAD Juara I Video Kreatif Usaha

21/07/2026/in MBKM, Prestasi /by Ard

Tim Purple Moo Universitas Ahmad Dahlan (UAD) juara I video kreatif usaha (Foto. Tim Purple Moo)

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Tim mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat berhasil meraih Juara I Lomba Video Kreatif Usaha Kategori Minuman pada UAD Fair 2026 melalui inovasi produk minuman sehat bernama Purple Moo. Tim tersebut diketuai oleh Rinaldi Muhammad Fauzi dengan anggota Cindy Wahyuningsih, Gita Novita Ramdani, Mohd Haisyam, dan Islami Z.

Ketua tim, Rinaldi Muhammad Fauzi, mengungkapkan rasa syukur atas pencapaian yang diraih. Menurutnya, kemenangan tersebut merupakan hasil dari kerja keras seluruh anggota tim selama mempersiapkan kompetisi. “Alhamdulillah, kami sangat senang dan bersyukur karena berhasil meraih Juara I Video Kreatif Usaha Kategori Minuman pada UAD Fair 2026. Kemenangan ini merupakan hasil dari kerja keras, kerja sama, dan semangat seluruh anggota tim dalam mempersiapkan Purple Moo. Bagi kami, penghargaan ini bukan hanya tentang menjadi juara, tetapi juga menjadi motivasi untuk terus berinovasi dan mengembangkan usaha agar semakin dikenal oleh masyarakat. ” ujarnya.

Produk yang diusung tim adalah Purple Moo, minuman berbahan dasar ubi ungu pilihan yang dipadukan dengan susu UHT full cream dan krim premium sehingga menghasilkan cita rasa yang lembut dan creamy. Produk ini hadir sebagai alternatif minuman kekinian yang tidak hanya lezat, tetapi juga memiliki kandungan gizi yang baik bagi tubuh.

Cindy menjelaskan bahwa keunggulan Purple Moo terletak pada penggunaan ubi ungu asli yang kaya akan antioksidan. Kandungan tersebut bermanfaat untuk membantu menjaga daya tahan tubuh, melancarkan pencernaan, serta menjadi sumber energi alami. Selain varian Original, Purple Moo juga tersedia dalam pilihan rasa Matcha dan Taro, serta dilengkapi pilihan topping berupa keju serut dan cokelat serut yang semakin

Meski berhasil meraih prestasi, perjalanan menuju kemenangan tidak lepas dari berbagai tantangan. Salah satu kendala terbesar yang dihadapi adalah mengatur waktu karena setiap anggota berasal dari angkatan yang berbeda, yakni angkatan 2023, 2024, dan 2025, sehingga memiliki jadwal perkuliahan dan aktivitas yang tidak sama. Selain itu, perbedaan cara pandang antaranggota juga menjadi tantangan tersendiri dalam proses pengambilan keputusan.

Untuk mengatasi hal tersebut, tim secara rutin melakukan koordinasi melalui grup komunikasi untuk menentukan jadwal pertemuan dan membagi tugas. Mereka juga mengadakan diskusi-diskusi kecil guna menyamakan visi, mengevaluasi progres pekerjaan, serta menentukan langkah yang harus diselesaikan berikutnya.

Melalui kompetisi ini, tim memperoleh banyak pengalaman berharga, terutama mengenai pentingnya manajemen waktu, komunikasi yang efektif, dan kerja sama dalam tim. Mereka belajar untuk saling menghargai pendapat, menyesuaikan jadwal, serta membangun kolaborasi yang solid demi mencapai tujuan bersama.

Menurut tim, UAD Fair merupakan wadah yang sangat positif bagi mahasiswa untuk mengembangkan jiwa kewirausahaan sekaligus menyalurkan kreativitas. Berbagai kompetisi dan pertunjukan seni yang diselenggarakan turut menciptakan suasana kampus yang lebih hidup serta membuka kesempatan bagi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi untuk saling mengenal dan memperluas jejaring.

Tim berharap UAD Fair dapat terus diselenggarakan setiap tahun sebagai ruang belajar nyata bagi mahasiswa dalam mengasah kemampuan berbisnis, manajemen, inovasi, dan kreativitas. Selain itu, mereka juga berharap kegiatan tersebut semakin mempererat hubungan antarmahasiswa dari berbagai universitas sehingga kolaborasi dan jejaring akademik dapat terus berkembang. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Tim-Purple-Moo-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-juara-I-ideo-kreatif-usaha-Foto.-Tim-Purple-Moo.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-07-21 08:44:412026-07-21 08:44:41Buat Inovasi Minuman Sehat Purple Moo, Tim UAD Juara I Video Kreatif Usaha

Mahasiswa UAD Raih Juara II Tangkai Lomba Keroncong Putra pada PEKSIMIPROV DIY 2026

20/07/2026/in Prestasi /by Ard

Mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) raih juara II tangkai lomba keroncong putra pada PEKSIMIPROV DIY 2026 (Foto. Pramudya)

Prestasi membanggakan kembali diraih mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Pramudya Wijaya, mahasiswa Program Studi Kedokteran, berhasil meraih Juara II Tangkai Lomba Keroncong Putra pada Pekan Seni Mahasiswa Provinsi (PEKSIMIPROV) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) 2026.

Pramudya mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaannya setelah diumumkan sebagai pemenang. Menurutnya, pencapaian tersebut merupakan hasil dari proses latihan yang panjang dan penuh komitmen. “Saya merasa sangat bersyukur dan bahagia. Jujur, saya tidak menyangka bisa meraih Juara II Keroncong Putra karena melihat semua peserta memiliki kualitas yang luar biasa. Bagi saya, pencapaian ini adalah bonus dari proses latihan yang sudah saya jalani. Saya juga merasa bangga karena bisa membawa nama baik UAD di ajang PEKSIMIPROV DIY 2026.”

Bagi Pramudya, pencapaian tersebut memiliki makna yang besar, baik sebagai mahasiswa maupun sebagai penyanyi. Ia semakin termotivasi untuk terus mengembangkan kemampuan sekaligus membuktikan bahwa prestasi akademik dan nonakademik dapat berjalan beriringan apabila mampu mengelola waktu dengan baik.

Persiapan menuju PEKSIMIPROV DIY 2026 dilakukan secara intensif. Selama beberapa waktu, Pramudya rutin menjalani latihan vokal, memperdalam interpretasi lagu, serta melatih kemampuan tampil di atas panggung agar lebih percaya diri. Dalam proses tersebut, Universitas Ahmad Dahlan turut memberikan dukungan melalui penyediaan fasilitas latihan, pendampingan, serta motivasi sehingga dirinya semakin siap menghadapi kompetisi.

Pada ajang tersebut, Pramudya membawakan dua lagu keroncong, yaitu “Kr. Sepercik Nyala Api” dan “Kr. Rindu Malam”. Kedua lagu dipilih karena dinilai sesuai dengan karakter vokalnya dan memiliki makna yang kuat. Melalui penampilannya, ia ingin menunjukkan kemampuan teknik vokal sekaligus menyampaikan pesan yang terkandung dalam lagu kepada penonton maupun dewan juri.

Momen yang paling berkesan bagi Pramudya adalah ketika berdiri di atas panggung dan menampilkan kemampuan terbaiknya di hadapan dewan juri serta para penonton. Kebahagiaan itu semakin lengkap ketika namanya diumumkan sebagai peraih Juara II. Selain memperoleh penghargaan, ia juga mendapatkan pengalaman berharga melalui kesempatan bertemu dan berinteraksi dengan peserta-peserta berbakat dari berbagai perguruan tinggi di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Menurut Pramudya, ajang PEKSIMIPROV mengajarkannya bahwa sebuah prestasi tidak dapat diraih secara instan. Dibutuhkan proses yang panjang, disiplin, konsistensi, serta kemauan untuk terus belajar dan berkembang. Ia juga belajar untuk lebih percaya diri serta menjadikan kompetisi sebagai ruang untuk meningkatkan kemampuan, bukan sekadar mengejar kemenangan. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-raih-juara-II-tangkai-lomba-keroncong-putra-pada-PEKSIMIPROV-DIY-2026-Foto.-Pramudya.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-07-20 10:06:142026-07-20 10:06:14Mahasiswa UAD Raih Juara II Tangkai Lomba Keroncong Putra pada PEKSIMIPROV DIY 2026

Tempura Kocek, Inovasi Camilan Khas Jawa Timur Karya Mahasiswa UAD

20/07/2026/in MBKM, Prestasi /by Ard

Tempura kocek, inovasi camilan khas Jawa Timur karya mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Tim HuHaHinn)

Tim mahasiswa Program Studi Teknologi Pangan Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menghadirkan inovasi kuliner bertajuk Tempura Kocek pada ajang UAD FAIR #5. Produk tersebut berhasil meraih Juara II Kategori Poster Digital Usaha, sekaligus menunjukkan kreativitas mahasiswa dalam mengembangkan makanan tradisional dengan sentuhan inovasi dan konsep ramah lingkungan.

Tim yang mengusung nama HuHaHinn ini diketuai oleh Triamanda Fauzia dengan anggota Nanda Khulukil Khusna dan Anisa Nur Amanah, seluruhnya berasal dari Program Studi Teknologi Pangan UAD.

Produk yang dikembangkan tim bernama Tempura Kocek, camilan khas Jawa Timur yang memadukan tempura, kol, dan sambal menjadi satu sajian dengan cita rasa khas. Pada UAD FAIR #5, tim menghadirkan tiga varian rasa, yaitu Tempura Kocek Sambal Bawang, Tempura Kocek Barbecue, dan Tempura Kocek Balado. Dari ketiga varian tersebut, Tempura Kocek Sambal Bawang menjadi menu yang paling diminati pengunjung.

Keunikan produk ini tidak hanya terletak pada cita rasanya, tetapi juga pada konsep yang diusung. Tim mengangkat tema go green dengan mengurangi penggunaan kemasan plastik dan menggantinya menggunakan daun pisang sebagai kemasan utama. Konsep tersebut diharapkan dapat mengurangi limbah plastik sekaligus menghadirkan kesan tradisional yang lebih dekat dengan budaya lokal.

Menurut Nanda, keikutsertaan dalam UAD FAIR dilandasi keinginan untuk menambah pengalaman sekaligus memperkenalkan produk inovatif kepada masyarakat. Selain menjadi ajang kewirausahaan terbesar di UAD, kompetisi ini juga diikuti oleh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi sehingga menjadi kesempatan untuk memperluas relasi dan menguji potensi produk yang dikembangkan.

Tim mempersiapkan kompetisi tersebut sejak jauh hari dengan melakukan riset mengenai produk yang sesuai dengan selera mahasiswa dan dosen, memiliki harga yang terjangkau, serta menawarkan nilai keunikan yang mampu menarik perhatian pengunjung. Selain mengikuti pameran produk, peserta juga berkesempatan mengikuti berbagai kompetisi lain, seperti video kreatif, poster digital usaha, dan sejumlah kategori perlombaan lainnya.

Dalam proses persiapan, tantangan terbesar yang dihadapi adalah manajemen waktu. Seluruh anggota tim merupakan mahasiswa Program Studi Teknologi Pangan yang memiliki jadwal praktikum cukup padat sehingga harus mampu membagi waktu antara perkuliahan, praktikum, dan persiapan kompetisi.

Triamanda menambahkan, “Walaupun proses persiapannya cukup melelahkan karena harus membagi waktu dengan praktikum, kami sangat bersyukur seluruh perjuangan tim terbayar. Produk kami habis terjual dan kami juga berhasil membawa pulang Juara II Poster Digital Usaha. Pengalaman ini benar-benar menjadi kebanggaan bagi kami,” ungkapnya.

Tim berharap UAD FAIR dapat terus diselenggarakan setiap tahun sebagai wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan kreativitas dan jiwa kewirausahaan. Mereka juga berharap waktu persiapan dan pengumpulan karya pada penyelenggaraan berikutnya dapat diperpanjang sehingga peserta dapat mempersiapkan inovasi secara lebih optimal di tengah padatnya aktivitas perkuliahan. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Tempura-kocek-inovasi-camilan-khas-Jawa-Timur-karya-mahasiswa-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Tim-HuHaHinn.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-07-20 09:57:212026-07-21 07:40:16Tempura Kocek, Inovasi Camilan Khas Jawa Timur Karya Mahasiswa UAD

Mahasiswa UAD Raih Juara I Short Semi Documentary Kategori Cinematography pada SILAT APIK PTMA 2026

20/07/2026/in Prestasi /by Ard

Mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) juara I short semi documentary kategori cinematography pada SILAT APIK PTMA 2026 (Foto. Aninda)

Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Aninda Rahayu, berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih Juara I Short Semi Documentary Kategori Cinematography dalam ajang Silaturahmi Asosiasi Pendidikan Ilmu Komunikasi Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (APIK PTMA) 2026 yang diselenggarakan di Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA (UHAMKA), Jakarta Selatan, pada 24-26 Juni 2026.

Bagi Aninda, prestasi tersebut menjadi pencapaian yang sangat berarti. Ia mengaku sangat bersyukur karena kompetisi tersebut merupakan ajang pertama yang berhasil mengantarkannya meraih gelar juara sejak menempuh pendidikan di perguruan tinggi.

Pada kompetisi Short Semi Documentary, Aninda bersama tim mengangkat karya bertajuk “Some Are Quietly Left Behind”. Film dokumenter tersebut mengangkat isu kesenjangan dalam pemanfaatan teknologi digital di tengah pesatnya perkembangan ekonomi Kota Jakarta.

Melalui karya tersebut, tim menyoroti penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sebagai salah satu simbol transformasi digital di Indonesia. Di balik pesatnya penerapan sistem pembayaran digital, mereka menemukan bahwa masih banyak pedagang kecil yang belum memanfaatkan QRIS dalam aktivitas usahanya. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa tidak semua pelaku usaha dapat mengikuti laju perkembangan teknologi secara merata.

“Melalui film ini kami ingin menunjukkan bahwa di balik kemajuan ekonomi Jakarta masih ada kelompok masyarakat yang tertinggal dalam proses transformasi digital. Salah satu contohnya adalah masih banyak pedagang yang belum menggunakan QRIS sebagai metode pembayaran,” jelas Aninda.

Proses produksi film dilakukan dalam waktu yang terbatas. Tim mulai menyusun ide pada malam hari, kemudian melakukan pengambilan gambar keesokan harinya di beberapa lokasi di Jakarta, di antaranya kawasan Blok M, lingkungan Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA (UHAMKA), serta sejumlah angkringan di sekitar tempat penginapan peserta. Setelah seluruh footage terkumpul, tim langsung melanjutkan proses penyuntingan pada malam hari dan menyelesaikannya pada hari berikutnya sebelum batas waktu pengumpulan.

Selama proses produksi, tim menghadapi tantangan dalam mencari narasumber yang bersedia diwawancarai. Menurut Aninda, sebagian besar pedagang yang ditemui pada awalnya enggan memberikan keterangan. Untuk mengatasi hal tersebut, tim memilih membangun komunikasi secara santai terlebih dahulu agar narasumber merasa lebih nyaman sebelum proses wawancara dilakukan.

Aninda menilai keberhasilan tim meraih Juara I pada kategori Cinematography tidak terlepas dari kualitas visual yang dihasilkan. Teknik pengambilan gambar, pemilihan sudut kamera, serta proses penyuntingan yang matang menjadi kekuatan utama karya mereka sehingga mampu menarik perhatian dewan juri.

“Karena yang dilombakan adalah kategori sinematografi, kami benar-benar berusaha memaksimalkan teknik pengambilan gambar dan proses editing agar hasil visualnya lebih kuat dan mampu mendukung pesan yang ingin kami sampaikan,” ujarnya.

Aninda menambahkan, “Lawanlah semua ketakutan dalam diri. Hadapi setiap tantangan karena justru di situlah letak keseruannya. Jadikan setiap pengalaman sebagai pelajaran hidup. Melalui dunia perfilman dan videografi, kita juga bisa melihat banyak sisi kehidupan yang mungkin belum pernah kita ketahui sebelumnya,” pesannya. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-juara-I-short-semi-documentary-kategori-cinematography-pada-SILAT-APIK-PTMA-2026-Foto.-Aninda.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-07-20 09:50:202026-07-20 09:50:20Mahasiswa UAD Raih Juara I Short Semi Documentary Kategori Cinematography pada SILAT APIK PTMA 2026

Citara, Inovasi Mochi Rasa Nusantara Karya Mahasiswa UAD

19/07/2026/in MBKM, Prestasi /by Ard

Citara, inovasi mochi rasa nusantara karya mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Tim Citara)

Tim mahasiswa Program Studi Sastra Inggris Universitas Ahmad Dahlan (UAD) berhasil menghadirkan inovasi produk pangan bertajuk Citara (Mochi Rasa Nusantara) pada ajang UAD FAIR #5 Tahun 2026 yang diselenggarakan di UAD. Produk tersebut berhasil meraih Juara I Kategori Inovasi Produk serta Juara Harapan I Kategori Video Kreatif, sekaligus menjadi bukti kreativitas mahasiswa dalam mengolah kuliner tradisional menjadi produk yang menarik dan bernilai jual.

Tim yang diketuai oleh Taqiyya Afanin Sholihah ini beranggotakan Naila Lathifatul Maulida, Jesica Lintang Marcheliana, Jihan Qaisyara, dan Yumna Ulya’ Afifah. Salah satu anggota tim, Jihan Qaisyara, mengungkapkan bahwa pencapaian tersebut menjadi pengalaman yang tidak terlupakan bagi seluruh anggota.

“Kami berhasil meraih Juara I Kategori Inovasi Produk dan Juara Harapan I Kategori Video Kreatif. Menurut saya, persiapan kami sebenarnya masih jauh dari kata sempurna karena waktu yang tersedia sangat terbatas. Namun, kemenangan ini menjadi bukti bahwa keterbatasan waktu bukanlah penghalang selama kami mau berusaha, bekerja sama, dan memberikan yang terbaik,” ujarnya.

Produk yang dikembangkan tim diberi nama Citara (Mochi Rasa Nusantara). Berbeda dengan mochi pada umumnya, Citara memadukan hidangan penutup khas Jepang dengan cita rasa yang lekat dengan budaya kuliner Indonesia. Tim menghadirkan tiga varian rasa, yaitu nastar, klepon, dan pisang cokelat, yang masing-masing memiliki makna tersendiri.

Varian nastar dipilih karena identik dengan momen Lebaran dan kebersamaan keluarga. Sementara itu, klepon merepresentasikan jajanan pasar tradisional yang menjadi bagian dari kekayaan kuliner Nusantara. Adapun varian pisang cokelat menghadirkan nostalgia jajanan sekolah dan camilan rumahan yang akrab di kalangan masyarakat.

Tidak hanya dari sisi rasa, tim juga menghadirkan konsep produk yang mengangkat nilai-nilai lokal. Citara dikemas menggunakan besek mini yang dilengkapi alas daun pisang sehingga memberikan kesan tradisional sekaligus ramah lingkungan. Selain itu, setiap varian mochi memiliki karakter maskot tersendiri yang diwujudkan dalam bentuk stiker sebagai identitas produk.

Menurut Jihan, keikutsertaan tim dalam UAD FAIR berawal dari keinginan untuk menambah pengalaman di bidang kewirausahaan sekaligus mengembangkan ide menjadi produk yang benar-benar siap dipasarkan. Oleh karena itu, persiapan tidak hanya difokuskan pada proses produksi, tetapi juga pada penyusunan konsep bisnis secara menyeluruh, mulai dari pemilihan rasa, desain kemasan, hingga strategi pemasaran yang didasarkan pada pertimbangan yang matang.

Dalam proses persiapannya, tim menghadapi tantangan berupa keterbatasan waktu, baik saat produksi maupun menjelang pelaksanaan kompetisi. Produk Citara harus disajikan dalam kondisi segar sehingga proses pembuatan dimulai sejak dini hari. Bahkan, sebagian proses penyelesaian produk masih dilakukan ketika tim telah berada di lokasi acara.

Untuk mengatasi kendala tersebut, setiap anggota diberikan tanggung jawab yang berbeda sesuai kemampuannya. Sebagian anggota berfokus pada proses produksi, mulai dari menyiapkan bahan, membuat adonan, menyiapkan isian, mengukus, membentuk, hingga mengemas mochi. Sementara anggota lainnya bertugas menyiapkan stan dan kebutuhan penjualan. Pembagian tugas yang jelas serta komunikasi yang baik membuat seluruh proses dapat berjalan efektif sehingga kualitas produk tetap terjaga.

“Keberhasilan sebuah produk tidak hanya ditentukan oleh kualitas rasanya, tetapi juga oleh perencanaan yang matang dan kekompakan tim dalam menghadapi setiap tantangan. Pengalaman ini memberikan gambaran nyata kepada kami tentang bagaimana menjalankan sebuah usaha,” tutur Jihan.

Menurutnya, meskipun proses persiapan UAD FAIR cukup melelahkan karena membutuhkan banyak tenaga dan waktu, kegiatan tersebut menjadi pengalaman yang sangat menyenangkan. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Citara-inovasi-mochi-rasa-nusantara-karya-mahasiswa-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Tim-Citara.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-07-19 10:00:372026-07-21 08:15:29Citara, Inovasi Mochi Rasa Nusantara Karya Mahasiswa UAD

Mahasiswa PBSI UAD Sabet Juara 3 di Peksimiprov DIY 2026, Siap Bidik Tingkat Nasional

19/07/2026/in Prestasi /by Ard

Mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) juara III di Peksimiprov DIY 2026 (Foto. Kavindo)

Ajang dua tahunan Pekan Seni Mahasiswa Provinsi (Peksimiprov) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) 2026 kembali melahirkan talenta muda berbakat. Kavindo Aji Baskara, mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) angkatan 2025Universitas Ahmad Dahlan (UAD), sukses menorehkan prestasi membanggakan dengan membawa pulang predikat Juara 3 kategori Baca Puisi Putra.

Sebelum berhasil melaju dan bersaing di tingkat provinsi, mahasiswa yang akrab disapa Vindo ini harus melewati tahapan seleksi internal yang ketat di lingkungan kampus terlebih dahulu. Kompetisi bergengsi yang diselenggarakan oleh Badan Pembina Seni Mahasiswa Indonesia (BPSMI) DIY ini berlangsung sejak 18 Juni hingga 2 Juli 2026. Menariknya, pada perhelatan tahun ini, kampus UAD mendapat kehormatan dengan terpilih sebagai salah satu dari enam perguruan tinggi yang ditunjuk menjadi tuan rumah pelaksanaan Peksimiprov DIY.

“Perasaan saya yang pastinya bangga karena bisa membawa nama besar UAD bersanding di jejeran para juara. Bagi saya pencapaian ini adalah awal perjalanan saya di dunia perkuliahan agar ke depannya dapat membuka kesempatan ataupun peluang-peluang lainnya agar bisa menorehkan prestasi dengan membawa almamater UAD ini,” ujar Vindo bangga.

Dalam kompetisi tersebut, Vindo membawakan dua buah puisi karya maestro W.S. Rendra. Puisi pertama merupakan karya wajib berjudul “Gerilya”, sementara untuk puisi pilihan, ia menjatuhkan pilihan pada judul “Sagu Ambon”.

“Mengapa saya memilih puisi tersebut karena puisi itu cukup menyentuh emosional saya ketika dibacakan dan juga puisi ini menurut saya adalah puisi panggung atau pementasan, sehingga ada kesulitan tantangan tersendiri bagi saya buat membawakannya. Dan tentunya untuk membangun emosi serta nyawa ke dalam puisi tersebut dibutuhkan latihan yang ekstra serta pemahaman yang mendalam,” ungkapnya.

Persiapan yang dilalui Vindo terbilang cukup singkat dan intensif. Ia hanya memiliki waktu kurang dari satu bulan atau sekitar 15 kali pertemuan tatap muka menjelang hari perlombaan. Selain harus menjaga kualitas vokal agar tetap prima, keterbatasan waktu di tengah kesibukan lain diakuinya menjadi tantangan tersendiri.

“Selama menjelang lomba saya cuma memiliki kurang dari 1 bulan persiapan saja atau bisa dikatakan 15 kali pertemuan, tantangan tersendiri selain menjaga vokal pastinya karena keterbatasan waktu dengan yang lain ya cukup sulit membagi waktunya,” imbuhnya.

Kendati demikian, proses latihan berjalan lancar berkat dukungan penuh dari pihak kampus. UAD dinilai memiliki peran yang sangat penting dalam memfasilitasi kebutuhan delegasinya, mulai dari bimbingan pelatih yang merupakan dosen dari program studinya sendiri, hingga penyediaan materi pendukung latihan yang memadai dari awal hingga hari perlombaan tiba.

Mahasiswa FKIP ini membagikan kiat bagi rekan mahasiswa lainnya untuk tidak takut melangkah. Ia menekankan pentingnya keberanian untuk memulai dan bertanggung jawab atas pilihan tersebut. Baginya, mencoba berbagai kompetisi adalah proses belajar yang berharga meski tidak selalu berbuah kemenangan, karena selama ada kemauan, pasti akan selalu ada jalan.

“Dari saya sendiri pastinya ada ambisi untuk melaju ke tingkat nasional, hanya saja tahun ini belum rezekinya. Tapi saya tetap mencoba lagi untuk menoreh prestasi di tingkat nasional dan tidak cukup sampai di sini saja,” pungkasnya dengan optimis. (Anove)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-juara-III-di-Peksimiprov-DIY-2026-Foto.-Kavindo.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-07-19 09:00:372026-07-21 08:14:41Mahasiswa PBSI UAD Sabet Juara 3 di Peksimiprov DIY 2026, Siap Bidik Tingkat Nasional

Tim Mahasiswa UAD Raih Juara Harapan I UAD FAIR #5 melalui Inovasi Minuman Sehat Mockchill

18/07/2026/in Prestasi /by Ard

Tim mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) juara harapan I UAD FAIR #5 melalui inovasi minuman sehat mockchill (Foto. Tim Mockchiil)

Tim mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) yang diketuai oleh Hanifah Al Laily bersama anggota Nurita Aninditia, Insa Tri Yanti, Lyra Vindy Utami, dan Najwa Welfi Nafa’a berhasil meraih Juara Harapan I pada kompetisi UAD FAIR #5 melalui inovasi produk minuman sehat bernama Mockchill. Prestasi tersebut menjadi bukti kreativitas mahasiswa dalam mengembangkan produk pangan lokal yang tidak hanya memiliki nilai gizi tinggi, tetapi juga berpotensi dikembangkan sebagai produk kewirausahaan.

Produk yang dikembangkan tim diberi nama Mockchill, yaitu minuman sehat berbahan dasar labu, nanas, dan pepaya. Ketiga bahan pangan lokal tersebut dipilih karena memiliki kandungan gizi yang saling melengkapi sehingga menghasilkan minuman yang menyegarkan sekaligus menyehatkan.

Labu dikenal sebagai sumber serat yang rendah kalori, nanas kaya akan vitamin C yang berperan dalam meningkatkan daya tahan tubuh, sedangkan pepaya mengandung serat dan enzim papain yang baik untuk menjaga kesehatan sistem pencernaan. Perpaduan ketiga bahan tersebut menjadikan Mockchill sebagai alternatif minuman sehat yang praktis dan cocok dikonsumsi oleh berbagai kalangan, terutama remaja dan mahasiswa yang menginginkan pilihan minuman bergizi.

Nurita menjelaskan bahwa ide pengembangan Mockchill berangkat dari keinginan tim untuk menunjukkan bahwa bahan pangan lokal dapat diolah menjadi produk inovatif yang memiliki nilai tambah dan daya saing di bidang kewirausahaan.

Dalam proses persiapannya, tim melalui berbagai tahapan, mulai dari mencari ide produk, melakukan sejumlah uji coba formulasi untuk memperoleh cita rasa terbaik, menyusun konsep bisnis, mendesain kemasan, menghitung biaya produksi, hingga berlatih presentasi agar mampu memaparkan konsep produk secara meyakinkan di hadapan dewan juri.

Meski demikian, perjalanan menuju prestasi tersebut tidak lepas dari berbagai tantangan. Tim harus menghasilkan produk yang tidak hanya memiliki cita rasa yang baik, tetapi juga memenuhi aspek gizi, memiliki tampilan yang menarik, serta didukung oleh konsep bisnis yang layak untuk dikembangkan.

Melalui kompetisi ini, tim memperoleh banyak pengalaman berharga, mulai dari meningkatkan kemampuan bekerja sama, mengasah kreativitas dalam mengembangkan produk, melatih kemampuan komunikasi, hingga berpikir kritis dalam menyelesaikan berbagai tantangan selama proses kompetisi.

Menurut Nurita, UAD FAIR menjadi wadah yang sangat positif bagi mahasiswa untuk menampilkan kreativitas, inovasi, dan semangat kewirausahaan. “Kami berharap UAD Fair dapat terus diselenggarakan setiap tahun dengan inovasi yang semakin beragam sehingga semakin banyak mahasiswa yang terdorong untuk berkarya, menciptakan produk inovatif, dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” tuturnya. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Tim-mahasiswa-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-juara-harapan-I-UAD-FAIR-5-melalui-inovasi-minuman-sehat-mockchill-Foto.-Tim-Mockchiil.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-07-18 09:00:162026-07-21 08:12:24Tim Mahasiswa UAD Raih Juara Harapan I UAD FAIR #5 melalui Inovasi Minuman Sehat Mockchill
Page 2 of 77‹1234›»

TERKINI

  • UAD Dampingi Pengembangan Mahasiswa Baru Sejak Awal Kuliah22/09/2026
  • Dosen UAD Bekali Siswa SMK Negeri 6 Yogyakarta Keterampilan Public Speaking22/09/2026
  • P2K UAD 2026 Dorong Budaya Pemilahan Sampah dan Green Campus22/09/2026
  • KKN UAD Edukasi Siswa SDN 2 Sambimulyo tentang Pencegahan Bullying21/09/2026
  • UAD Raih Peringkat 35 Nasional UI GreenMetric 202621/09/2026

PRESTASI

  • Tim Debat UAD Raih Juara I Liga Debat Wilayah Yogyakarta21/09/2026
  • Kembangkan CIRCULAI, Mahasiswa UAD Raih Juara III Nasional IT FEST 202621/09/2026
  • Buat Inovasi Pendidikan dan Literasi, Mahasiswa UAD Raih Tiga Prestasi Nasional20/08/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Gold dan Silver Medal pada Essay National Competition 202619/08/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara II Lomba Poster Edukatif Kesehatan Mental18/08/2026

FEATURE

  • Menelusuri Hakikat dan Empat Tanda Kebahagiaan di Dunia15/09/2026
  • Memaknai Singkatnya Kehidupan dan Rahmat Berlimpah Menuju Surga10/09/2026
  • Menapaki Jalan Lurus melalui Sepuluh Wasiat Allah04/09/2026
  • LPSI UAD Gelar Kajian Tafsir At-Tanwir, Bedah Makna dan Keutamaan Surat Al-Baqarah Ayat 18503/09/2026
  • Menyelami Kedudukan Al-Qur’an dan Spirit Kemudahan Syariat02/09/2026

TENTANG | KRU | KONTAK | REKAPITULASI

Scroll to top