• TERKINI
  • UAD BERDAMPAK
  • PRESTASI
  • FEATURE
  • OPINI
  • MEDIA
  • KIRIM BERITA
  • Menu
News Portal of Universitas Ahmad Dahlan

Tempura Kocek, Inovasi Camilan Khas Jawa Timur Karya Mahasiswa UAD

20/07/2026/in MBKM, Prestasi /by Ard

Tempura kocek, inovasi camilan khas Jawa Timur karya mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Tim HuHaHinn)

Tim mahasiswa Program Studi Teknologi Pangan Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menghadirkan inovasi kuliner bertajuk Tempura Kocek pada ajang UAD FAIR #5. Produk tersebut berhasil meraih Juara II Kategori Poster Digital Usaha, sekaligus menunjukkan kreativitas mahasiswa dalam mengembangkan makanan tradisional dengan sentuhan inovasi dan konsep ramah lingkungan.

Tim yang mengusung nama HuHaHinn ini diketuai oleh Triamanda Fauzia dengan anggota Nanda Khulukil Khusna dan Anisa Nur Amanah, seluruhnya berasal dari Program Studi Teknologi Pangan UAD.

Produk yang dikembangkan tim bernama Tempura Kocek, camilan khas Jawa Timur yang memadukan tempura, kol, dan sambal menjadi satu sajian dengan cita rasa khas. Pada UAD FAIR #5, tim menghadirkan tiga varian rasa, yaitu Tempura Kocek Sambal Bawang, Tempura Kocek Barbecue, dan Tempura Kocek Balado. Dari ketiga varian tersebut, Tempura Kocek Sambal Bawang menjadi menu yang paling diminati pengunjung.

Keunikan produk ini tidak hanya terletak pada cita rasanya, tetapi juga pada konsep yang diusung. Tim mengangkat tema go green dengan mengurangi penggunaan kemasan plastik dan menggantinya menggunakan daun pisang sebagai kemasan utama. Konsep tersebut diharapkan dapat mengurangi limbah plastik sekaligus menghadirkan kesan tradisional yang lebih dekat dengan budaya lokal.

Menurut Nanda, keikutsertaan dalam UAD FAIR dilandasi keinginan untuk menambah pengalaman sekaligus memperkenalkan produk inovatif kepada masyarakat. Selain menjadi ajang kewirausahaan terbesar di UAD, kompetisi ini juga diikuti oleh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi sehingga menjadi kesempatan untuk memperluas relasi dan menguji potensi produk yang dikembangkan.

Tim mempersiapkan kompetisi tersebut sejak jauh hari dengan melakukan riset mengenai produk yang sesuai dengan selera mahasiswa dan dosen, memiliki harga yang terjangkau, serta menawarkan nilai keunikan yang mampu menarik perhatian pengunjung. Selain mengikuti pameran produk, peserta juga berkesempatan mengikuti berbagai kompetisi lain, seperti video kreatif, poster digital usaha, dan sejumlah kategori perlombaan lainnya.

Dalam proses persiapan, tantangan terbesar yang dihadapi adalah manajemen waktu. Seluruh anggota tim merupakan mahasiswa Program Studi Teknologi Pangan yang memiliki jadwal praktikum cukup padat sehingga harus mampu membagi waktu antara perkuliahan, praktikum, dan persiapan kompetisi.

Triamanda menambahkan, “Walaupun proses persiapannya cukup melelahkan karena harus membagi waktu dengan praktikum, kami sangat bersyukur seluruh perjuangan tim terbayar. Produk kami habis terjual dan kami juga berhasil membawa pulang Juara II Poster Digital Usaha. Pengalaman ini benar-benar menjadi kebanggaan bagi kami,” ungkapnya.

Tim berharap UAD FAIR dapat terus diselenggarakan setiap tahun sebagai wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan kreativitas dan jiwa kewirausahaan. Mereka juga berharap waktu persiapan dan pengumpulan karya pada penyelenggaraan berikutnya dapat diperpanjang sehingga peserta dapat mempersiapkan inovasi secara lebih optimal di tengah padatnya aktivitas perkuliahan. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Tempura-kocek-inovasi-camilan-khas-Jawa-Timur-karya-mahasiswa-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Tim-HuHaHinn.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-07-20 09:57:212026-07-21 07:40:16Tempura Kocek, Inovasi Camilan Khas Jawa Timur Karya Mahasiswa UAD

Mahasiswa UAD Raih Juara I Short Semi Documentary Kategori Cinematography pada SILAT APIK PTMA 2026

20/07/2026/in Prestasi /by Ard

Mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) juara I short semi documentary kategori cinematography pada SILAT APIK PTMA 2026 (Foto. Aninda)

Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Aninda Rahayu, berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih Juara I Short Semi Documentary Kategori Cinematography dalam ajang Silaturahmi Asosiasi Pendidikan Ilmu Komunikasi Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (APIK PTMA) 2026 yang diselenggarakan di Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA (UHAMKA), Jakarta Selatan, pada 24-26 Juni 2026.

Bagi Aninda, prestasi tersebut menjadi pencapaian yang sangat berarti. Ia mengaku sangat bersyukur karena kompetisi tersebut merupakan ajang pertama yang berhasil mengantarkannya meraih gelar juara sejak menempuh pendidikan di perguruan tinggi.

Pada kompetisi Short Semi Documentary, Aninda bersama tim mengangkat karya bertajuk “Some Are Quietly Left Behind”. Film dokumenter tersebut mengangkat isu kesenjangan dalam pemanfaatan teknologi digital di tengah pesatnya perkembangan ekonomi Kota Jakarta.

Melalui karya tersebut, tim menyoroti penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sebagai salah satu simbol transformasi digital di Indonesia. Di balik pesatnya penerapan sistem pembayaran digital, mereka menemukan bahwa masih banyak pedagang kecil yang belum memanfaatkan QRIS dalam aktivitas usahanya. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa tidak semua pelaku usaha dapat mengikuti laju perkembangan teknologi secara merata.

“Melalui film ini kami ingin menunjukkan bahwa di balik kemajuan ekonomi Jakarta masih ada kelompok masyarakat yang tertinggal dalam proses transformasi digital. Salah satu contohnya adalah masih banyak pedagang yang belum menggunakan QRIS sebagai metode pembayaran,” jelas Aninda.

Proses produksi film dilakukan dalam waktu yang terbatas. Tim mulai menyusun ide pada malam hari, kemudian melakukan pengambilan gambar keesokan harinya di beberapa lokasi di Jakarta, di antaranya kawasan Blok M, lingkungan Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA (UHAMKA), serta sejumlah angkringan di sekitar tempat penginapan peserta. Setelah seluruh footage terkumpul, tim langsung melanjutkan proses penyuntingan pada malam hari dan menyelesaikannya pada hari berikutnya sebelum batas waktu pengumpulan.

Selama proses produksi, tim menghadapi tantangan dalam mencari narasumber yang bersedia diwawancarai. Menurut Aninda, sebagian besar pedagang yang ditemui pada awalnya enggan memberikan keterangan. Untuk mengatasi hal tersebut, tim memilih membangun komunikasi secara santai terlebih dahulu agar narasumber merasa lebih nyaman sebelum proses wawancara dilakukan.

Aninda menilai keberhasilan tim meraih Juara I pada kategori Cinematography tidak terlepas dari kualitas visual yang dihasilkan. Teknik pengambilan gambar, pemilihan sudut kamera, serta proses penyuntingan yang matang menjadi kekuatan utama karya mereka sehingga mampu menarik perhatian dewan juri.

“Karena yang dilombakan adalah kategori sinematografi, kami benar-benar berusaha memaksimalkan teknik pengambilan gambar dan proses editing agar hasil visualnya lebih kuat dan mampu mendukung pesan yang ingin kami sampaikan,” ujarnya.

Aninda menambahkan, “Lawanlah semua ketakutan dalam diri. Hadapi setiap tantangan karena justru di situlah letak keseruannya. Jadikan setiap pengalaman sebagai pelajaran hidup. Melalui dunia perfilman dan videografi, kita juga bisa melihat banyak sisi kehidupan yang mungkin belum pernah kita ketahui sebelumnya,” pesannya. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-juara-I-short-semi-documentary-kategori-cinematography-pada-SILAT-APIK-PTMA-2026-Foto.-Aninda.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-07-20 09:50:202026-07-20 09:50:20Mahasiswa UAD Raih Juara I Short Semi Documentary Kategori Cinematography pada SILAT APIK PTMA 2026

Citara, Inovasi Mochi Rasa Nusantara Karya Mahasiswa UAD

19/07/2026/in MBKM, Prestasi /by Ard

Citara, inovasi mochi rasa nusantara karya mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Tim Citara)

Tim mahasiswa Program Studi Sastra Inggris Universitas Ahmad Dahlan (UAD) berhasil menghadirkan inovasi produk pangan bertajuk Citara (Mochi Rasa Nusantara) pada ajang UAD FAIR #5 Tahun 2026 yang diselenggarakan di UAD. Produk tersebut berhasil meraih Juara I Kategori Inovasi Produk serta Juara Harapan I Kategori Video Kreatif, sekaligus menjadi bukti kreativitas mahasiswa dalam mengolah kuliner tradisional menjadi produk yang menarik dan bernilai jual.

Tim yang diketuai oleh Taqiyya Afanin Sholihah ini beranggotakan Naila Lathifatul Maulida, Jesica Lintang Marcheliana, Jihan Qaisyara, dan Yumna Ulya’ Afifah. Salah satu anggota tim, Jihan Qaisyara, mengungkapkan bahwa pencapaian tersebut menjadi pengalaman yang tidak terlupakan bagi seluruh anggota.

“Kami berhasil meraih Juara I Kategori Inovasi Produk dan Juara Harapan I Kategori Video Kreatif. Menurut saya, persiapan kami sebenarnya masih jauh dari kata sempurna karena waktu yang tersedia sangat terbatas. Namun, kemenangan ini menjadi bukti bahwa keterbatasan waktu bukanlah penghalang selama kami mau berusaha, bekerja sama, dan memberikan yang terbaik,” ujarnya.

Produk yang dikembangkan tim diberi nama Citara (Mochi Rasa Nusantara). Berbeda dengan mochi pada umumnya, Citara memadukan hidangan penutup khas Jepang dengan cita rasa yang lekat dengan budaya kuliner Indonesia. Tim menghadirkan tiga varian rasa, yaitu nastar, klepon, dan pisang cokelat, yang masing-masing memiliki makna tersendiri.

Varian nastar dipilih karena identik dengan momen Lebaran dan kebersamaan keluarga. Sementara itu, klepon merepresentasikan jajanan pasar tradisional yang menjadi bagian dari kekayaan kuliner Nusantara. Adapun varian pisang cokelat menghadirkan nostalgia jajanan sekolah dan camilan rumahan yang akrab di kalangan masyarakat.

Tidak hanya dari sisi rasa, tim juga menghadirkan konsep produk yang mengangkat nilai-nilai lokal. Citara dikemas menggunakan besek mini yang dilengkapi alas daun pisang sehingga memberikan kesan tradisional sekaligus ramah lingkungan. Selain itu, setiap varian mochi memiliki karakter maskot tersendiri yang diwujudkan dalam bentuk stiker sebagai identitas produk.

Menurut Jihan, keikutsertaan tim dalam UAD FAIR berawal dari keinginan untuk menambah pengalaman di bidang kewirausahaan sekaligus mengembangkan ide menjadi produk yang benar-benar siap dipasarkan. Oleh karena itu, persiapan tidak hanya difokuskan pada proses produksi, tetapi juga pada penyusunan konsep bisnis secara menyeluruh, mulai dari pemilihan rasa, desain kemasan, hingga strategi pemasaran yang didasarkan pada pertimbangan yang matang.

Dalam proses persiapannya, tim menghadapi tantangan berupa keterbatasan waktu, baik saat produksi maupun menjelang pelaksanaan kompetisi. Produk Citara harus disajikan dalam kondisi segar sehingga proses pembuatan dimulai sejak dini hari. Bahkan, sebagian proses penyelesaian produk masih dilakukan ketika tim telah berada di lokasi acara.

Untuk mengatasi kendala tersebut, setiap anggota diberikan tanggung jawab yang berbeda sesuai kemampuannya. Sebagian anggota berfokus pada proses produksi, mulai dari menyiapkan bahan, membuat adonan, menyiapkan isian, mengukus, membentuk, hingga mengemas mochi. Sementara anggota lainnya bertugas menyiapkan stan dan kebutuhan penjualan. Pembagian tugas yang jelas serta komunikasi yang baik membuat seluruh proses dapat berjalan efektif sehingga kualitas produk tetap terjaga.

“Keberhasilan sebuah produk tidak hanya ditentukan oleh kualitas rasanya, tetapi juga oleh perencanaan yang matang dan kekompakan tim dalam menghadapi setiap tantangan. Pengalaman ini memberikan gambaran nyata kepada kami tentang bagaimana menjalankan sebuah usaha,” tutur Jihan.

Menurutnya, meskipun proses persiapan UAD FAIR cukup melelahkan karena membutuhkan banyak tenaga dan waktu, kegiatan tersebut menjadi pengalaman yang sangat menyenangkan. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Citara-inovasi-mochi-rasa-nusantara-karya-mahasiswa-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Tim-Citara.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-07-19 10:00:372026-07-21 08:15:29Citara, Inovasi Mochi Rasa Nusantara Karya Mahasiswa UAD

Mahasiswa PBSI UAD Sabet Juara 3 di Peksimiprov DIY 2026, Siap Bidik Tingkat Nasional

19/07/2026/in Prestasi /by Ard

Mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) juara III di Peksimiprov DIY 2026 (Foto. Kavindo)

Ajang dua tahunan Pekan Seni Mahasiswa Provinsi (Peksimiprov) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) 2026 kembali melahirkan talenta muda berbakat. Kavindo Aji Baskara, mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) angkatan 2025Universitas Ahmad Dahlan (UAD), sukses menorehkan prestasi membanggakan dengan membawa pulang predikat Juara 3 kategori Baca Puisi Putra.

Sebelum berhasil melaju dan bersaing di tingkat provinsi, mahasiswa yang akrab disapa Vindo ini harus melewati tahapan seleksi internal yang ketat di lingkungan kampus terlebih dahulu. Kompetisi bergengsi yang diselenggarakan oleh Badan Pembina Seni Mahasiswa Indonesia (BPSMI) DIY ini berlangsung sejak 18 Juni hingga 2 Juli 2026. Menariknya, pada perhelatan tahun ini, kampus UAD mendapat kehormatan dengan terpilih sebagai salah satu dari enam perguruan tinggi yang ditunjuk menjadi tuan rumah pelaksanaan Peksimiprov DIY.

“Perasaan saya yang pastinya bangga karena bisa membawa nama besar UAD bersanding di jejeran para juara. Bagi saya pencapaian ini adalah awal perjalanan saya di dunia perkuliahan agar ke depannya dapat membuka kesempatan ataupun peluang-peluang lainnya agar bisa menorehkan prestasi dengan membawa almamater UAD ini,” ujar Vindo bangga.

Dalam kompetisi tersebut, Vindo membawakan dua buah puisi karya maestro W.S. Rendra. Puisi pertama merupakan karya wajib berjudul “Gerilya”, sementara untuk puisi pilihan, ia menjatuhkan pilihan pada judul “Sagu Ambon”.

“Mengapa saya memilih puisi tersebut karena puisi itu cukup menyentuh emosional saya ketika dibacakan dan juga puisi ini menurut saya adalah puisi panggung atau pementasan, sehingga ada kesulitan tantangan tersendiri bagi saya buat membawakannya. Dan tentunya untuk membangun emosi serta nyawa ke dalam puisi tersebut dibutuhkan latihan yang ekstra serta pemahaman yang mendalam,” ungkapnya.

Persiapan yang dilalui Vindo terbilang cukup singkat dan intensif. Ia hanya memiliki waktu kurang dari satu bulan atau sekitar 15 kali pertemuan tatap muka menjelang hari perlombaan. Selain harus menjaga kualitas vokal agar tetap prima, keterbatasan waktu di tengah kesibukan lain diakuinya menjadi tantangan tersendiri.

“Selama menjelang lomba saya cuma memiliki kurang dari 1 bulan persiapan saja atau bisa dikatakan 15 kali pertemuan, tantangan tersendiri selain menjaga vokal pastinya karena keterbatasan waktu dengan yang lain ya cukup sulit membagi waktunya,” imbuhnya.

Kendati demikian, proses latihan berjalan lancar berkat dukungan penuh dari pihak kampus. UAD dinilai memiliki peran yang sangat penting dalam memfasilitasi kebutuhan delegasinya, mulai dari bimbingan pelatih yang merupakan dosen dari program studinya sendiri, hingga penyediaan materi pendukung latihan yang memadai dari awal hingga hari perlombaan tiba.

Mahasiswa FKIP ini membagikan kiat bagi rekan mahasiswa lainnya untuk tidak takut melangkah. Ia menekankan pentingnya keberanian untuk memulai dan bertanggung jawab atas pilihan tersebut. Baginya, mencoba berbagai kompetisi adalah proses belajar yang berharga meski tidak selalu berbuah kemenangan, karena selama ada kemauan, pasti akan selalu ada jalan.

“Dari saya sendiri pastinya ada ambisi untuk melaju ke tingkat nasional, hanya saja tahun ini belum rezekinya. Tapi saya tetap mencoba lagi untuk menoreh prestasi di tingkat nasional dan tidak cukup sampai di sini saja,” pungkasnya dengan optimis. (Anove)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-juara-III-di-Peksimiprov-DIY-2026-Foto.-Kavindo.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-07-19 09:00:372026-07-21 08:14:41Mahasiswa PBSI UAD Sabet Juara 3 di Peksimiprov DIY 2026, Siap Bidik Tingkat Nasional

Tim Mahasiswa UAD Raih Juara Harapan I UAD FAIR #5 melalui Inovasi Minuman Sehat Mockchill

18/07/2026/in Prestasi /by Ard

Tim mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) juara harapan I UAD FAIR #5 melalui inovasi minuman sehat mockchill (Foto. Tim Mockchiil)

Tim mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) yang diketuai oleh Hanifah Al Laily bersama anggota Nurita Aninditia, Insa Tri Yanti, Lyra Vindy Utami, dan Najwa Welfi Nafa’a berhasil meraih Juara Harapan I pada kompetisi UAD FAIR #5 melalui inovasi produk minuman sehat bernama Mockchill. Prestasi tersebut menjadi bukti kreativitas mahasiswa dalam mengembangkan produk pangan lokal yang tidak hanya memiliki nilai gizi tinggi, tetapi juga berpotensi dikembangkan sebagai produk kewirausahaan.

Produk yang dikembangkan tim diberi nama Mockchill, yaitu minuman sehat berbahan dasar labu, nanas, dan pepaya. Ketiga bahan pangan lokal tersebut dipilih karena memiliki kandungan gizi yang saling melengkapi sehingga menghasilkan minuman yang menyegarkan sekaligus menyehatkan.

Labu dikenal sebagai sumber serat yang rendah kalori, nanas kaya akan vitamin C yang berperan dalam meningkatkan daya tahan tubuh, sedangkan pepaya mengandung serat dan enzim papain yang baik untuk menjaga kesehatan sistem pencernaan. Perpaduan ketiga bahan tersebut menjadikan Mockchill sebagai alternatif minuman sehat yang praktis dan cocok dikonsumsi oleh berbagai kalangan, terutama remaja dan mahasiswa yang menginginkan pilihan minuman bergizi.

Nurita menjelaskan bahwa ide pengembangan Mockchill berangkat dari keinginan tim untuk menunjukkan bahwa bahan pangan lokal dapat diolah menjadi produk inovatif yang memiliki nilai tambah dan daya saing di bidang kewirausahaan.

Dalam proses persiapannya, tim melalui berbagai tahapan, mulai dari mencari ide produk, melakukan sejumlah uji coba formulasi untuk memperoleh cita rasa terbaik, menyusun konsep bisnis, mendesain kemasan, menghitung biaya produksi, hingga berlatih presentasi agar mampu memaparkan konsep produk secara meyakinkan di hadapan dewan juri.

Meski demikian, perjalanan menuju prestasi tersebut tidak lepas dari berbagai tantangan. Tim harus menghasilkan produk yang tidak hanya memiliki cita rasa yang baik, tetapi juga memenuhi aspek gizi, memiliki tampilan yang menarik, serta didukung oleh konsep bisnis yang layak untuk dikembangkan.

Melalui kompetisi ini, tim memperoleh banyak pengalaman berharga, mulai dari meningkatkan kemampuan bekerja sama, mengasah kreativitas dalam mengembangkan produk, melatih kemampuan komunikasi, hingga berpikir kritis dalam menyelesaikan berbagai tantangan selama proses kompetisi.

Menurut Nurita, UAD FAIR menjadi wadah yang sangat positif bagi mahasiswa untuk menampilkan kreativitas, inovasi, dan semangat kewirausahaan. “Kami berharap UAD Fair dapat terus diselenggarakan setiap tahun dengan inovasi yang semakin beragam sehingga semakin banyak mahasiswa yang terdorong untuk berkarya, menciptakan produk inovatif, dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” tuturnya. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Tim-mahasiswa-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-juara-harapan-I-UAD-FAIR-5-melalui-inovasi-minuman-sehat-mockchill-Foto.-Tim-Mockchiil.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-07-18 09:00:162026-07-21 08:12:24Tim Mahasiswa UAD Raih Juara Harapan I UAD FAIR #5 melalui Inovasi Minuman Sehat Mockchill

Mahasiswa UAD Juara II PR Campaign Kategori Best Tactics pada SILAT APIK PTMA 2026

17/07/2026/in Prestasi /by Ard

Mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Juara II PR Campaign Kategori Best Tactics pada SILAT APIK PTMA 2026 (Foto. Shania)

Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Shania Ayu Salsabila, berhasil meraih Juara II Public Relations (PR) Campaign Kategori Best Tactics dalam ajang Silaturahmi Asosiasi Pendidikan Ilmu Komunikasi Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (SILAT APIK PTMA) 2026 yang diselenggarakan di Uhamka, Jakarta Selatan, pada 24-26 Juni 2026. Kompetisi tersebut diikuti oleh mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi dari berbagai Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) di seluruh Indonesia.

Shania mengatakan, “Saya merasa sangat bersyukur dan bangga. Prestasi ini merupakan hasil kerja keras, kolaborasi, dan komitmen seluruh tim selama proses penyusunan kampanye hingga presentasi. Penghargaan ini menjadi motivasi bagi saya untuk terus mengembangkan kemampuan di bidang public relations, khususnya dalam merancang strategi komunikasi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Pada kompetisi tersebut, Shania bersama tim mengangkat kampanye bertajuk NIKEL (Naik Kelas Digital) dengan tagline #PerempuanNaikKelas. Kampanye ini berfokus pada pemberdayaan anggota Pemberdayaan Perempuan UMKM Indonesia (PPUMI) agar memiliki literasi digital yang lebih baik, mampu memperkuat branding usaha, memanfaatkan media sosial dan marketplace, serta memperluas akses pasar sehingga UMKM yang dikelola perempuan dapat berkembang secara berkelanjutan.

Untuk mewujudkan tujuan tersebut, tim menyusun strategi komunikasi menggunakan pendekatan SEE–LEARN–APPLY–GROW. Pada tahap SEE, tim membangun kesadaran melalui kampanye digital dan penyebaran konten edukatif. Tahap LEARN diwujudkan melalui NIKEL Academy, yaitu pelatihan mengenai branding, pemasaran digital, hingga pemanfaatan kecerdasan buatan bagi pelaku UMKM.

Selanjutnya, pada tahap APPLY, tim menghadirkan Digital Sister Program, sebuah program pendampingan dengan skema satu mentor mendampingi dua pelaku UMKM agar ilmu yang diperoleh dapat langsung diterapkan dalam pengembangan usaha. Adapun tahap GROW diwujudkan melalui pembentukan PPUMI Digital Hub sebagai komunitas pendampingan yang berkelanjutan. Menurut Shania, pendekatan yang terintegrasi dan berorientasi pada keberlanjutan inilah yang menjadi kekuatan utama kampanye sehingga berhasil meraih penghargaan Best Tactics.

Dalam proses penyusunan kampanye, tim menghadapi tantangan untuk merancang strategi yang inovatif sekaligus realistis agar dapat diterapkan sesuai kebutuhan mitra. Selain itu, mereka juga harus mampu menyederhanakan gagasan yang kompleks menjadi presentasi yang jelas dan meyakinkan di hadapan dewan juri.

Untuk mengatasi tantangan tersebut, tim melakukan riset secara mendalam, membagi tugas sesuai kompetensi masing-masing anggota, serta berlatih presentasi secara intensif agar penyampaian materi maupun sesi tanya jawab dapat berlangsung dengan maksimal.

Bagi Shania, mengikuti kompetisi ini memberikan banyak pelajaran berharga. Ia menyadari bahwa kampanye public relations yang efektif harus berangkat dari riset yang kuat dan benar-benar memahami kebutuhan audiens, bukan sekadar menghadirkan ide yang menarik.

Selain itu, ia juga memperoleh pengalaman bekerja sama dengan mahasiswa dari perguruan tinggi lain, menyusun strategi komunikasi secara kolaboratif, berpikir kritis dalam memecahkan permasalahan, serta mempertahankan gagasan di hadapan dewan juri.

Shania berpesan, “Jangan takut mencoba. Kompetisi adalah tempat terbaik untuk belajar, mengembangkan kemampuan, dan membangun relasi. Persiapkan diri dengan baik, lakukan riset yang kuat, jangan ragu meminta masukan dari dosen maupun teman, dan nikmati setiap prosesnya. Menang memang membanggakan, tetapi pengalaman dan ilmu yang diperoleh akan jauh lebih berharga sebagai bekal di masa depan,” pesannya. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Juara-II-PR-Campaign-Kategori-Best-Tactics-pada-SILAT-APIK-PTMA-2026-Foto.-Shania.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-07-17 09:00:042026-07-21 08:11:31Mahasiswa UAD Juara II PR Campaign Kategori Best Tactics pada SILAT APIK PTMA 2026

Mahasiswa Magister Farmasi UAD Raih Prestasi Lomba Poster Nasional

16/07/2026/in Prestasi /by Ard

Mahasiswa Magister Farmasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) raih prestasi lomba poster nasional (Foto. Dilla)

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Program Magister Farmasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Tim yang beranggotakan Muhammad Andy Rajab, Aulia Syafadilla Azali, dan Sofiani Latifah berhasil meraih Top 10 pada Lomba Poster Pascasarjana Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh PUSPRESMA PTMA. Kompetisi bertema “Smart Innovation for Indonesia’s Future” tersebut berlangsung pada Selasa, 30 Juni 2026, di UMY dan diikuti oleh mahasiswa pascasarjana dari berbagai Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) di seluruh Indonesia.

Keberhasilan ini diraih melalui karya inovatif berjudul BIOTECHNOSMART pada subtema Kesehatan dan Kesejahteraan Masyarakat. Gagasan tersebut dikembangkan sebagai respons terhadap berbagai tantangan kesehatan di Indonesia, seperti meningkatnya penyakit tidak menular, rendahnya literasi kesehatan masyarakat, serta belum optimalnya pemanfaatan potensi tanaman herbal lokal sebagai solusi kesehatan yang berkelanjutan.

BIOTECHNOSMART merupakan konsep inovasi yang mengintegrasikan pemanfaatan tanaman herbal berbasis ilmiah, teknologi digital, edukasi kesehatan masyarakat, urban farming biofarmaka, serta pengelolaan lingkungan dalam satu ekosistem yang berkelanjutan. Konsep ini tidak hanya berfokus pada upaya kuratif, tetapi juga mengedepankan aspek promotif, preventif, dan pemberdayaan masyarakat guna meningkatkan kualitas hidup secara menyeluruh serta mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan kesehatan yang baik dan kesejahteraan.

Selama kompetisi, tim Magister Farmasi UAD mempresentasikan poster ilmiah di hadapan dewan juri dan mengikuti sesi diskusi ilmiah bersama peserta dari berbagai perguruan tinggi, seperti Universitas Muhammadiyah Surakarta, Universitas Muhammadiyah Surabaya, Universitas Muhammadiyah Banjarmasin, serta PTMA lainnya. Presentasi berlangsung lancar dan menjadi ajang untuk memperkenalkan konsep BIOTECHNOSMART sebagai solusi inovatif yang menghubungkan kesehatan, teknologi, lingkungan, dan potensi sumber daya lokal Indonesia.

Pencapaian sebagai Top 10 menjadi bukti bahwa mahasiswa Magister Farmasi UAD mampu menghasilkan gagasan inovatif yang kompetitif di tingkat nasional. Selain menambah prestasi akademik, keikutsertaan dalam kompetisi ini juga memperluas jejaring kolaborasi dengan mahasiswa dan akademisi dari berbagai perguruan tinggi serta meningkatkan kemampuan komunikasi ilmiah, berpikir kritis, dan penyampaian ide secara profesional.

Ke depan, tim berharap konsep BIOTECHNOSMART dapat terus dikembangkan menjadi inovasi yang aplikatif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Prestasi ini sekaligus menjadi motivasi bagi mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan untuk terus berkontribusi melalui riset dan inovasi dalam mendukung pembangunan kesehatan Indonesia yang lebih sehat, mandiri, dan berkelanjutan. (Dilla)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-Magister-Farmasi-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-raih-prestasi-lomba-poster-nasional-Foto.-Dilla.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-07-16 09:28:552026-07-16 09:28:55Mahasiswa Magister Farmasi UAD Raih Prestasi Lomba Poster Nasional

Mahasiswa UAD Raih Juara 3 Penulisan Naskah Lakon Peksimiprov 2026

15/07/2026/in Prestasi /by Ard

Mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) juara III penulisan naskah lakon Peksimiprov 2026 (Foto. Rizkyana)

Prestasi membanggakan berhasil diukir oleh Rizkyana Iswahyuni, mahasiswa Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Budaya, dan Komunikasi (FSBK) angkatan 2022 Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Rizkyana sukses menyabet Juara 3 dalam tangkai lomba Penulisan Naskah Lakon pada Pekan Seni Mahasiswa Tingkat Provinsi (Peksimiprov) 2026 yang berlangsung dari 18 Juni hingga 2 Juli 2026. Dalam kompetisi ini, UAD juga bertindak sebagai tuan rumah khusus untuk tangkai lomba kepenulisan yang diselenggarakan pada Rabu, 24 Juni 2026 lalu.

Melalui karya naskah lakonnya, Rizkyana mengangkat interpretasi mendalam mengenai esensi sebuah “rumah”. Baginya, rumah tidak melulu soal bangunan fisik, melainkan sebuah ruang komunal seperti kampung halaman yang menjadi tempat bernaung bersama. Terinspirasi dari realitas para perantau yang enggan pulang karena daerah asalnya dinilai kurang mendukung keberlangsungan hidup, ia menggambarkan sebuah perkampungan yang perlahan runtuh akibat sang pemimpin kehilangan harapan hingga berdampak pada warga di kampungnya. Bahkan pada bagian akhir naskah, Rizkyana menggambarkan kemungkinan warga berubah menjadi kaum miskin kota yang tidak lagi memiliki kampung untuk kembali.

“Pesan utama yang ingin saya sampaikan adalah bahwa ketika sebuah rumah tidak lagi mampu memberikan harapan bagi penghuninya, maka yang hilang bukan sekadar tempat tinggal, melainkan juga identitas dan masa depan generasi berikutnya,” ungkap Rizkyana.

Keunikan lain dari naskah ini terletak pada representasi karakter “Ibu”. Bukannya menghadirkan sosok ibu biologis, Rizkyana justru memanifestasikan figur keibuan melalui tokoh Bu Guru. Dalam pandangannya, esensi seorang ibu melekat pada siapa saja yang merawat, mendidik, dan menumbuhkan kehidupan tanpa pamrih. Tokoh Bu Guru di naskah karya Rizkyana tidak hanya mengajar baca, tulis, dan hitung, tetapi juga berjuang menjaga martabat, nilai-nilai, dan masa depan kampung yang sedang kehilangan arah.

Perjalanan Rizkyana meraih juara tentu tidak instan dan penuh dengan tantangan emosional. Ia mengaku sempat kesulitan menjaga fokus akibat padatnya jadwal yang bertumpuk antara bimbingan skripsi, bimbingan menulis lakon, hingga latihan teater.

“Tantangan terbesar, jujur saja ada pada diri sendiri yang kerapkali kepusingan dengan jadwal yang bertumpuk, ada bimbingan skripsi, bimbingan menulis lakon, dan latihan teater. Hal-hal itu memicu buyarnya fokus saat latihan sehingga tidak terlalu maksimal,” jelasnya mengenai kendala selama proses persiapan.

Keberhasilan ini juga tidak luput dari dukungan penuh pihak kampus UAD yang memfasilitasi pembinaan intensif bersama mentor kepenulisan. Rizkyana merasa sangat bersyukur dikelilingi oleh support system yang luar biasa, mulai dari rekan-rekan teater hingga dosen pembimbing skripsinya yang sangat pengertian dalam pembagian waktu bimbingan dan latihan. Menutup tahun terakhir kesempatannya berlaga di ajang Peksimiprov, Rizkyana mengaku sangat senang dan tidak menyangka bisa keluar sebagai juara ketiga. Alih-alih cepat puas dan langsung mementaskan karyanya, mahasiswa angkatan 2022 ini justru berencana untuk terus mengevaluasi dan mengembangkan karyanya ke depan.

“Lebih baik saya rombak ulang menjadi naskah yang lebih baik lagi, karena sewaktu lomba masih ada beberapa celah keburukan, jadi baiknya rombak dulu baru nanti dipentaskan. Atau kayaknya buat naskah baru aja sih, biar makin banyak karya-karya lakon,” pungkasnya. (Anove)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-juara-III-penulisan-naskah-lakon-Peksimiprov-2026-Foto.-Rizkyana.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-07-15 10:00:142026-07-16 09:09:30Mahasiswa UAD Raih Juara 3 Penulisan Naskah Lakon Peksimiprov 2026

Mahasiswa UAD Raih Dua Gelar pada Ajang SILAT APIK PTMA 2026

15/07/2026/in Prestasi /by Ard

Mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) raih dua gelar pada ajang SILAT APIK PTMA 2026 (Foto. Isfha)

Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Isfha Aufa Na’imullah, berhasil menorehkan prestasi membanggakan dalam ajang Silaturahmi Asosiasi Pendidikan Ilmu Komunikasi Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (SILAT APIK PTMA) 2026 yang diselenggarakan di Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA (UHAMKA), Jakarta Selatan, pada 24-26 Juni 2026. Pada ajang tersebut, Isfha berhasil meraih Juara III PR Campaign Kategori Best Problem Solving dan Juara II Badminton Ganda Putri yang diikuti oleh mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi dari berbagai Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) di seluruh Indonesia.

Bagi Isfha, pencapaian tersebut menjadi pengalaman yang sangat berkesan. Ia mengaku bersyukur karena untuk pertama kalinya mengikuti kompetisi PR Campaign dan mampu meraih prestasi, sekaligus berhasil menjadi juara pada cabang badminton.

Pada kategori PR Campaign, Isfha bersama tim mengangkat kampanye bertajuk “30 Days, 30 Dreams”. Kampanye tersebut berangkat dari kepedulian terhadap Sustainable Development Goals (SDGs) poin keempat, yaitu pendidikan berkualitas, khususnya bagi anak-anak jalanan.

Melalui kampanye ini, tim berkolaborasi dengan The Dreamhouse Yogyakarta, sebuah Non-Governmental Organization (NGO) yang bergerak dalam bidang pendidikan dan pendampingan anak-anak jalanan. Kampanye dirancang melalui platform TikTok dengan menghadirkan konten harian yang menceritakan mimpi, cita-cita, dan kehidupan anak-anak binaan selama 30 hari. Melalui strategi tersebut, tim berharap masyarakat semakin mengenal The Dreamhouse Yogyakarta sekaligus terdorong untuk memberikan perhatian terhadap pentingnya pendidikan bagi anak-anak jalanan.

Isfha menjelaskan bahwa materi yang diperoleh selama menempuh perkuliahan di Program Studi Ilmu Komunikasi UAD menjadi bekal penting dalam menyusun strategi kampanye. Pengetahuan dasar mengenai kehumasan, penyusunan kampanye, hingga riset komunikasi membantu tim menentukan isu yang relevan dengan kondisi masyarakat di Yogyakarta. “Untuk PR Campaign, kami sudah mendapatkan dasar-dasar mengenai public relations dan penyusunan kampanye di perkuliahan. Setelah itu kami melakukan riset mengenai permasalahan yang ada di Yogyakarta hingga akhirnya memilih isu pendidikan bagi anak-anak jalanan sebagai fokus kampanye,” jelasnya.

Sementara itu, untuk menghadapi Kejuaraan Badminton, Isfha melakukan latihan secara intensif. Persiapan tersebut menjadi modal penting untuk tampil maksimal selama pertandingan.

Di balik keberhasilan tersebut, Isfha menghadapi tantangan yang tidak mudah, terutama pada kompetisi PR Campaign. Kelompok peserta baru dibentuk pada hari pelaksanaan sehingga seluruh anggota berasal dari perguruan tinggi yang berbeda dan belum saling mengenal. Kondisi tersebut menuntut kemampuan komunikasi, adaptasi, dan kerja sama yang cepat agar ide-ide yang dimiliki dapat disatukan menjadi sebuah kampanye yang utuh. “Awalnya kami tidak saling mengenal karena kelompok baru dibentuk saat hari pelaksanaan. Kami harus cepat beradaptasi, saling berdiskusi, dan membangun komunikasi melalui obrolan-obrolan sederhana hingga akhirnya bisa bekerja sama dengan baik,” tuturnya.

Selain membawa pulang prestasi, Isfha juga memperoleh pengalaman berharga selama mengikuti rangkaian kegiatan Silaturahmi APIK PTMA 2026. Ia berkesempatan bertemu dan bertukar pengalaman dengan mahasiswa serta dosen Ilmu Komunikasi dari berbagai PTMA di Indonesia. Tidak hanya itu, peserta juga mengikuti kegiatan study tour ke Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral Jakarta yang memberikan wawasan mengenai keberagaman, toleransi, dan harmoni kehidupan beragama di Indonesia.

Menurut Isfha, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi sarana memperluas relasi, memperkaya wawasan, serta mempererat silaturahmi antarmahasiswa Ilmu Komunikasi PTMA dari berbagai daerah. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-raih-dua-gelar-pada-ajang-SILAT-APIK-PTMA-2026-Foto.-Isfha.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-07-15 08:00:172026-07-16 08:55:23Mahasiswa UAD Raih Dua Gelar pada Ajang SILAT APIK PTMA 2026

Mahasiswa UAD Raih 2 Gelar pada SILAT APIK PTMA 2026

14/07/2026/in Prestasi /by Ard

Muh. Taufik Hidayat, mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) raih 2 gelar pada SILAT APIK PTMA 2026 (Foto. Taufik)

Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Muh. Taufik Hidayat, berhasil mengukir prestasi membanggakan dalam ajang Silaturahmi Asosiasi Pendidikan Ilmu Komunikasi Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (SILAT APIK PTMA) 2026 yang diselenggarakan di Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA (UHAMKA), Jakarta Selatan, pada 24-26 Juni 2026. Pada ajang tersebut, Taufik berhasil meraih Juara II Badminton Ganda Putra dan Juara Umum II Short Semi Documentary.

Bagi Taufik, pencapaian tersebut menjadi kebanggaan tersendiri. Ia mengaku sangat bersyukur dapat membawa pulang dua penghargaan sekaligus, terlebih setelah pada ajang yang sama tahun sebelumnya belum berhasil meraih prestasi..

Pada kategori Short Semi Documentary, Taufik bersama tim mengangkat karya berjudul “Dingin Yang Membakar”. Film dokumenter tersebut mengangkat isu dampak penggunaan pendingin ruangan (AC) terhadap pemanasan global, khususnya di wilayah Jakarta.

Melalui karya tersebut, tim ingin mengajak masyarakat melihat sisi lain dari penggunaan AC yang selama ini identik dengan kenyamanan. Di balik manfaatnya dalam menurunkan suhu ruangan, penggunaan AC juga berkontribusi terhadap peningkatan emisi dan suhu lingkungan. Dampak tersebut kemudian dirasakan oleh masyarakat, terutama para pekerja yang harus beraktivitas di luar ruangan di tengah suhu yang semakin tinggi akibat pemanasan global.

Dalam proses produksi, Taufik berperan sebagai pewawancara narasumber. Ia bertugas menggali informasi dan pengalaman secara langsung dari narasumber agar pesan yang disampaikan dalam film terasa lebih kuat, nyata, dan mampu menggugah kesadaran masyarakat terhadap isu lingkungan.

Taufik mengungkapkan bahwa persiapan menuju kompetisi dilakukan secara sederhana. Untuk cabang badminton, ia hanya berlatih selama dua hari sebelum keberangkatan ke Jakarta. Sementara itu, pada kompetisi film dokumenter, tim hanya mempersiapkan konsep, ide, dan peralatan produksi sebelum berangkat. Hal tersebut karena seluruh proses pengambilan gambar dilakukan secara on the spot sesuai ketentuan yang baru dijelaskan saat technical meeting.

Menurut Taufik, tantangan terbesar justru muncul saat proses produksi film dokumenter. Seluruh peserta hanya diberi waktu dua hari untuk menyelesaikan proses pengambilan gambar hingga penyuntingan video. Di sisi lain, mereka juga diwajibkan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan SILAT APIK PTMA 2026, seperti kunjungan media ke SCTV, city tour, dan seminar. Bahkan, pada salah satu hari pelaksanaan, Taufik juga harus bertanding pada cabang badminton ganda putra.

“Karena waktu produksi sangat terbatas, kami harus benar-benar pandai memanfaatkan waktu luang untuk mencari footage dan melakukan proses editing. Di saat yang sama saya juga mengikuti pertandingan badminton, sehingga manajemen waktu menjadi tantangan terbesar selama kompetisi,” jelasnya.

Selain membawa pulang prestasi, Taufik juga memperoleh banyak pengalaman berharga selama mengikuti rangkaian kegiatan SILAT APIK PTMA 2026. Menurutnya, kunjungan media, seminar, dan city tour memberikan wawasan baru mengenai dunia komunikasi. Namun, pengalaman yang paling berkesan adalah kesempatan untuk bertemu dan bersilaturahmi dengan mahasiswa Ilmu Komunikasi dari berbagai perguruan tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah di seluruh Indonesia.

Bagi Taufik, mengikuti kompetisi merupakan salah satu cara untuk terus mengembangkan potensi diri. Ia meyakini bahwa kemampuan yang dimiliki tidak akan berkembang apabila tidak pernah diasah melalui berbagai pengalaman dan tantangan. “Jangan pernah takut untuk mencoba sesuatu. Selagi ada kesempatan dan kita merasa mampu, ambillah kesempatan itu. Potensi yang kita miliki harus terus diasah agar tidak berhenti berkembang,” pesannya. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Muh.-Taufik-Hidayat-mahasiswa-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-raih-2-gelar-pada-SILAT-APIK-PTMA-2026-Foto.-Taufik.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-07-14 09:26:292026-07-14 09:33:04Mahasiswa UAD Raih 2 Gelar pada SILAT APIK PTMA 2026
Page 2 of 77‹1234›»

TERKINI

  • Tim ORIVAGO UAD Lolos Pendanaan P2MW, Kembangkan Suplemen Alami untuk Kesehatan Ayam13/08/2026
  • Tim REGENOCA UAD Manfaatkan Bahan Alami untuk Membuat Obat Luka Bakar13/08/2026
  • UAD dan Universiti Malaysia Pahang Jalankan Student Mobility Program12/08/2026
  • Mahasiswa Farmasi UAD Perluas Wawasan Global melalui Summer Program di Taiwan12/08/2026
  • Tim PKM RE UAD Buat Nanogel dari Ikan Gabus dan Aloe vera untuk Luka Bakar12/08/2026

PRESTASI

  • Mahasiswa UAD Raih Juara I Lomba Baca Puisi Dahlan Culture Festival 202608/08/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara 3 Cakrawala National Essay Competition31/07/2026
  • Tim BEKAMIE UAD Raih Juara 2 pada Ajang Studentpreneur Bootcamp 202629/07/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara 2 Lomba Video Kreatif Dahlan Culture Festival 202628/07/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara III Monolog pada PEKSIMIPROV DIY 202628/07/2026

FEATURE

  • Belajar Tak Pernah Usai13/08/2026
  • Dari Titik yang Tertinggal, Fikrotus Shofiyah Menemukan Jalannya13/08/2026
  • Menjadi Versi Terbaik Melalui Ketekunan13/08/2026
  • Membangun Masa Depan dari Setiap Pengalaman12/08/2026
  • Di Balik Prestasi, Ada Proses yang Tak Pernah Berhenti12/08/2026

TENTANG | KRU | KONTAK | REKAPITULASI

Scroll to top