• TERKINI
  • UAD BERDAMPAK
  • PRESTASI
  • FEATURE
  • OPINI
  • MEDIA
  • KIRIM BERITA
  • Menu
News Portal of Universitas Ahmad Dahlan

Mahasiswa PBSI UAD Sabet Juara 3 di Peksimiprov DIY 2026, Siap Bidik Tingkat Nasional

19/07/2026/in Prestasi /by Ard

Mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) juara III di Peksimiprov DIY 2026 (Foto. Kavindo)

Ajang dua tahunan Pekan Seni Mahasiswa Provinsi (Peksimiprov) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) 2026 kembali melahirkan talenta muda berbakat. Kavindo Aji Baskara, mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) angkatan 2025Universitas Ahmad Dahlan (UAD), sukses menorehkan prestasi membanggakan dengan membawa pulang predikat Juara 3 kategori Baca Puisi Putra.

Sebelum berhasil melaju dan bersaing di tingkat provinsi, mahasiswa yang akrab disapa Vindo ini harus melewati tahapan seleksi internal yang ketat di lingkungan kampus terlebih dahulu. Kompetisi bergengsi yang diselenggarakan oleh Badan Pembina Seni Mahasiswa Indonesia (BPSMI) DIY ini berlangsung sejak 18 Juni hingga 2 Juli 2026. Menariknya, pada perhelatan tahun ini, kampus UAD mendapat kehormatan dengan terpilih sebagai salah satu dari enam perguruan tinggi yang ditunjuk menjadi tuan rumah pelaksanaan Peksimiprov DIY.

“Perasaan saya yang pastinya bangga karena bisa membawa nama besar UAD bersanding di jejeran para juara. Bagi saya pencapaian ini adalah awal perjalanan saya di dunia perkuliahan agar ke depannya dapat membuka kesempatan ataupun peluang-peluang lainnya agar bisa menorehkan prestasi dengan membawa almamater UAD ini,” ujar Vindo bangga.

Dalam kompetisi tersebut, Vindo membawakan dua buah puisi karya maestro W.S. Rendra. Puisi pertama merupakan karya wajib berjudul “Gerilya”, sementara untuk puisi pilihan, ia menjatuhkan pilihan pada judul “Sagu Ambon”.

“Mengapa saya memilih puisi tersebut karena puisi itu cukup menyentuh emosional saya ketika dibacakan dan juga puisi ini menurut saya adalah puisi panggung atau pementasan, sehingga ada kesulitan tantangan tersendiri bagi saya buat membawakannya. Dan tentunya untuk membangun emosi serta nyawa ke dalam puisi tersebut dibutuhkan latihan yang ekstra serta pemahaman yang mendalam,” ungkapnya.

Persiapan yang dilalui Vindo terbilang cukup singkat dan intensif. Ia hanya memiliki waktu kurang dari satu bulan atau sekitar 15 kali pertemuan tatap muka menjelang hari perlombaan. Selain harus menjaga kualitas vokal agar tetap prima, keterbatasan waktu di tengah kesibukan lain diakuinya menjadi tantangan tersendiri.

“Selama menjelang lomba saya cuma memiliki kurang dari 1 bulan persiapan saja atau bisa dikatakan 15 kali pertemuan, tantangan tersendiri selain menjaga vokal pastinya karena keterbatasan waktu dengan yang lain ya cukup sulit membagi waktunya,” imbuhnya.

Kendati demikian, proses latihan berjalan lancar berkat dukungan penuh dari pihak kampus. UAD dinilai memiliki peran yang sangat penting dalam memfasilitasi kebutuhan delegasinya, mulai dari bimbingan pelatih yang merupakan dosen dari program studinya sendiri, hingga penyediaan materi pendukung latihan yang memadai dari awal hingga hari perlombaan tiba.

Mahasiswa FKIP ini membagikan kiat bagi rekan mahasiswa lainnya untuk tidak takut melangkah. Ia menekankan pentingnya keberanian untuk memulai dan bertanggung jawab atas pilihan tersebut. Baginya, mencoba berbagai kompetisi adalah proses belajar yang berharga meski tidak selalu berbuah kemenangan, karena selama ada kemauan, pasti akan selalu ada jalan.

“Dari saya sendiri pastinya ada ambisi untuk melaju ke tingkat nasional, hanya saja tahun ini belum rezekinya. Tapi saya tetap mencoba lagi untuk menoreh prestasi di tingkat nasional dan tidak cukup sampai di sini saja,” pungkasnya dengan optimis. (Anove)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-juara-III-di-Peksimiprov-DIY-2026-Foto.-Kavindo.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-07-19 09:00:372026-07-21 08:14:41Mahasiswa PBSI UAD Sabet Juara 3 di Peksimiprov DIY 2026, Siap Bidik Tingkat Nasional

Tim Mahasiswa UAD Raih Juara Harapan I UAD FAIR #5 melalui Inovasi Minuman Sehat Mockchill

18/07/2026/in Prestasi /by Ard

Tim mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) juara harapan I UAD FAIR #5 melalui inovasi minuman sehat mockchill (Foto. Tim Mockchiil)

Tim mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) yang diketuai oleh Hanifah Al Laily bersama anggota Nurita Aninditia, Insa Tri Yanti, Lyra Vindy Utami, dan Najwa Welfi Nafa’a berhasil meraih Juara Harapan I pada kompetisi UAD FAIR #5 melalui inovasi produk minuman sehat bernama Mockchill. Prestasi tersebut menjadi bukti kreativitas mahasiswa dalam mengembangkan produk pangan lokal yang tidak hanya memiliki nilai gizi tinggi, tetapi juga berpotensi dikembangkan sebagai produk kewirausahaan.

Produk yang dikembangkan tim diberi nama Mockchill, yaitu minuman sehat berbahan dasar labu, nanas, dan pepaya. Ketiga bahan pangan lokal tersebut dipilih karena memiliki kandungan gizi yang saling melengkapi sehingga menghasilkan minuman yang menyegarkan sekaligus menyehatkan.

Labu dikenal sebagai sumber serat yang rendah kalori, nanas kaya akan vitamin C yang berperan dalam meningkatkan daya tahan tubuh, sedangkan pepaya mengandung serat dan enzim papain yang baik untuk menjaga kesehatan sistem pencernaan. Perpaduan ketiga bahan tersebut menjadikan Mockchill sebagai alternatif minuman sehat yang praktis dan cocok dikonsumsi oleh berbagai kalangan, terutama remaja dan mahasiswa yang menginginkan pilihan minuman bergizi.

Nurita menjelaskan bahwa ide pengembangan Mockchill berangkat dari keinginan tim untuk menunjukkan bahwa bahan pangan lokal dapat diolah menjadi produk inovatif yang memiliki nilai tambah dan daya saing di bidang kewirausahaan.

Dalam proses persiapannya, tim melalui berbagai tahapan, mulai dari mencari ide produk, melakukan sejumlah uji coba formulasi untuk memperoleh cita rasa terbaik, menyusun konsep bisnis, mendesain kemasan, menghitung biaya produksi, hingga berlatih presentasi agar mampu memaparkan konsep produk secara meyakinkan di hadapan dewan juri.

Meski demikian, perjalanan menuju prestasi tersebut tidak lepas dari berbagai tantangan. Tim harus menghasilkan produk yang tidak hanya memiliki cita rasa yang baik, tetapi juga memenuhi aspek gizi, memiliki tampilan yang menarik, serta didukung oleh konsep bisnis yang layak untuk dikembangkan.

Melalui kompetisi ini, tim memperoleh banyak pengalaman berharga, mulai dari meningkatkan kemampuan bekerja sama, mengasah kreativitas dalam mengembangkan produk, melatih kemampuan komunikasi, hingga berpikir kritis dalam menyelesaikan berbagai tantangan selama proses kompetisi.

Menurut Nurita, UAD FAIR menjadi wadah yang sangat positif bagi mahasiswa untuk menampilkan kreativitas, inovasi, dan semangat kewirausahaan. “Kami berharap UAD Fair dapat terus diselenggarakan setiap tahun dengan inovasi yang semakin beragam sehingga semakin banyak mahasiswa yang terdorong untuk berkarya, menciptakan produk inovatif, dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” tuturnya. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Tim-mahasiswa-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-juara-harapan-I-UAD-FAIR-5-melalui-inovasi-minuman-sehat-mockchill-Foto.-Tim-Mockchiil.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-07-18 09:00:162026-07-21 08:12:24Tim Mahasiswa UAD Raih Juara Harapan I UAD FAIR #5 melalui Inovasi Minuman Sehat Mockchill

Mahasiswa UAD Juara II PR Campaign Kategori Best Tactics pada SILAT APIK PTMA 2026

17/07/2026/in Prestasi /by Ard

Mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Juara II PR Campaign Kategori Best Tactics pada SILAT APIK PTMA 2026 (Foto. Shania)

Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Shania Ayu Salsabila, berhasil meraih Juara II Public Relations (PR) Campaign Kategori Best Tactics dalam ajang Silaturahmi Asosiasi Pendidikan Ilmu Komunikasi Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (SILAT APIK PTMA) 2026 yang diselenggarakan di Uhamka, Jakarta Selatan, pada 24-26 Juni 2026. Kompetisi tersebut diikuti oleh mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi dari berbagai Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) di seluruh Indonesia.

Shania mengatakan, “Saya merasa sangat bersyukur dan bangga. Prestasi ini merupakan hasil kerja keras, kolaborasi, dan komitmen seluruh tim selama proses penyusunan kampanye hingga presentasi. Penghargaan ini menjadi motivasi bagi saya untuk terus mengembangkan kemampuan di bidang public relations, khususnya dalam merancang strategi komunikasi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Pada kompetisi tersebut, Shania bersama tim mengangkat kampanye bertajuk NIKEL (Naik Kelas Digital) dengan tagline #PerempuanNaikKelas. Kampanye ini berfokus pada pemberdayaan anggota Pemberdayaan Perempuan UMKM Indonesia (PPUMI) agar memiliki literasi digital yang lebih baik, mampu memperkuat branding usaha, memanfaatkan media sosial dan marketplace, serta memperluas akses pasar sehingga UMKM yang dikelola perempuan dapat berkembang secara berkelanjutan.

Untuk mewujudkan tujuan tersebut, tim menyusun strategi komunikasi menggunakan pendekatan SEE–LEARN–APPLY–GROW. Pada tahap SEE, tim membangun kesadaran melalui kampanye digital dan penyebaran konten edukatif. Tahap LEARN diwujudkan melalui NIKEL Academy, yaitu pelatihan mengenai branding, pemasaran digital, hingga pemanfaatan kecerdasan buatan bagi pelaku UMKM.

Selanjutnya, pada tahap APPLY, tim menghadirkan Digital Sister Program, sebuah program pendampingan dengan skema satu mentor mendampingi dua pelaku UMKM agar ilmu yang diperoleh dapat langsung diterapkan dalam pengembangan usaha. Adapun tahap GROW diwujudkan melalui pembentukan PPUMI Digital Hub sebagai komunitas pendampingan yang berkelanjutan. Menurut Shania, pendekatan yang terintegrasi dan berorientasi pada keberlanjutan inilah yang menjadi kekuatan utama kampanye sehingga berhasil meraih penghargaan Best Tactics.

Dalam proses penyusunan kampanye, tim menghadapi tantangan untuk merancang strategi yang inovatif sekaligus realistis agar dapat diterapkan sesuai kebutuhan mitra. Selain itu, mereka juga harus mampu menyederhanakan gagasan yang kompleks menjadi presentasi yang jelas dan meyakinkan di hadapan dewan juri.

Untuk mengatasi tantangan tersebut, tim melakukan riset secara mendalam, membagi tugas sesuai kompetensi masing-masing anggota, serta berlatih presentasi secara intensif agar penyampaian materi maupun sesi tanya jawab dapat berlangsung dengan maksimal.

Bagi Shania, mengikuti kompetisi ini memberikan banyak pelajaran berharga. Ia menyadari bahwa kampanye public relations yang efektif harus berangkat dari riset yang kuat dan benar-benar memahami kebutuhan audiens, bukan sekadar menghadirkan ide yang menarik.

Selain itu, ia juga memperoleh pengalaman bekerja sama dengan mahasiswa dari perguruan tinggi lain, menyusun strategi komunikasi secara kolaboratif, berpikir kritis dalam memecahkan permasalahan, serta mempertahankan gagasan di hadapan dewan juri.

Shania berpesan, “Jangan takut mencoba. Kompetisi adalah tempat terbaik untuk belajar, mengembangkan kemampuan, dan membangun relasi. Persiapkan diri dengan baik, lakukan riset yang kuat, jangan ragu meminta masukan dari dosen maupun teman, dan nikmati setiap prosesnya. Menang memang membanggakan, tetapi pengalaman dan ilmu yang diperoleh akan jauh lebih berharga sebagai bekal di masa depan,” pesannya. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Juara-II-PR-Campaign-Kategori-Best-Tactics-pada-SILAT-APIK-PTMA-2026-Foto.-Shania.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-07-17 09:00:042026-07-21 08:11:31Mahasiswa UAD Juara II PR Campaign Kategori Best Tactics pada SILAT APIK PTMA 2026

Mahasiswa Magister Farmasi UAD Raih Prestasi Lomba Poster Nasional

16/07/2026/in Prestasi /by Ard

Mahasiswa Magister Farmasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) raih prestasi lomba poster nasional (Foto. Dilla)

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Program Magister Farmasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Tim yang beranggotakan Muhammad Andy Rajab, Aulia Syafadilla Azali, dan Sofiani Latifah berhasil meraih Top 10 pada Lomba Poster Pascasarjana Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh PUSPRESMA PTMA. Kompetisi bertema “Smart Innovation for Indonesia’s Future” tersebut berlangsung pada Selasa, 30 Juni 2026, di UMY dan diikuti oleh mahasiswa pascasarjana dari berbagai Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) di seluruh Indonesia.

Keberhasilan ini diraih melalui karya inovatif berjudul BIOTECHNOSMART pada subtema Kesehatan dan Kesejahteraan Masyarakat. Gagasan tersebut dikembangkan sebagai respons terhadap berbagai tantangan kesehatan di Indonesia, seperti meningkatnya penyakit tidak menular, rendahnya literasi kesehatan masyarakat, serta belum optimalnya pemanfaatan potensi tanaman herbal lokal sebagai solusi kesehatan yang berkelanjutan.

BIOTECHNOSMART merupakan konsep inovasi yang mengintegrasikan pemanfaatan tanaman herbal berbasis ilmiah, teknologi digital, edukasi kesehatan masyarakat, urban farming biofarmaka, serta pengelolaan lingkungan dalam satu ekosistem yang berkelanjutan. Konsep ini tidak hanya berfokus pada upaya kuratif, tetapi juga mengedepankan aspek promotif, preventif, dan pemberdayaan masyarakat guna meningkatkan kualitas hidup secara menyeluruh serta mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan kesehatan yang baik dan kesejahteraan.

Selama kompetisi, tim Magister Farmasi UAD mempresentasikan poster ilmiah di hadapan dewan juri dan mengikuti sesi diskusi ilmiah bersama peserta dari berbagai perguruan tinggi, seperti Universitas Muhammadiyah Surakarta, Universitas Muhammadiyah Surabaya, Universitas Muhammadiyah Banjarmasin, serta PTMA lainnya. Presentasi berlangsung lancar dan menjadi ajang untuk memperkenalkan konsep BIOTECHNOSMART sebagai solusi inovatif yang menghubungkan kesehatan, teknologi, lingkungan, dan potensi sumber daya lokal Indonesia.

Pencapaian sebagai Top 10 menjadi bukti bahwa mahasiswa Magister Farmasi UAD mampu menghasilkan gagasan inovatif yang kompetitif di tingkat nasional. Selain menambah prestasi akademik, keikutsertaan dalam kompetisi ini juga memperluas jejaring kolaborasi dengan mahasiswa dan akademisi dari berbagai perguruan tinggi serta meningkatkan kemampuan komunikasi ilmiah, berpikir kritis, dan penyampaian ide secara profesional.

Ke depan, tim berharap konsep BIOTECHNOSMART dapat terus dikembangkan menjadi inovasi yang aplikatif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Prestasi ini sekaligus menjadi motivasi bagi mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan untuk terus berkontribusi melalui riset dan inovasi dalam mendukung pembangunan kesehatan Indonesia yang lebih sehat, mandiri, dan berkelanjutan. (Dilla)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-Magister-Farmasi-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-raih-prestasi-lomba-poster-nasional-Foto.-Dilla.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-07-16 09:28:552026-07-16 09:28:55Mahasiswa Magister Farmasi UAD Raih Prestasi Lomba Poster Nasional

Mahasiswa UAD Raih Juara 3 Penulisan Naskah Lakon Peksimiprov 2026

15/07/2026/in Prestasi /by Ard

Mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) juara III penulisan naskah lakon Peksimiprov 2026 (Foto. Rizkyana)

Prestasi membanggakan berhasil diukir oleh Rizkyana Iswahyuni, mahasiswa Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Budaya, dan Komunikasi (FSBK) angkatan 2022 Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Rizkyana sukses menyabet Juara 3 dalam tangkai lomba Penulisan Naskah Lakon pada Pekan Seni Mahasiswa Tingkat Provinsi (Peksimiprov) 2026 yang berlangsung dari 18 Juni hingga 2 Juli 2026. Dalam kompetisi ini, UAD juga bertindak sebagai tuan rumah khusus untuk tangkai lomba kepenulisan yang diselenggarakan pada Rabu, 24 Juni 2026 lalu.

Melalui karya naskah lakonnya, Rizkyana mengangkat interpretasi mendalam mengenai esensi sebuah “rumah”. Baginya, rumah tidak melulu soal bangunan fisik, melainkan sebuah ruang komunal seperti kampung halaman yang menjadi tempat bernaung bersama. Terinspirasi dari realitas para perantau yang enggan pulang karena daerah asalnya dinilai kurang mendukung keberlangsungan hidup, ia menggambarkan sebuah perkampungan yang perlahan runtuh akibat sang pemimpin kehilangan harapan hingga berdampak pada warga di kampungnya. Bahkan pada bagian akhir naskah, Rizkyana menggambarkan kemungkinan warga berubah menjadi kaum miskin kota yang tidak lagi memiliki kampung untuk kembali.

“Pesan utama yang ingin saya sampaikan adalah bahwa ketika sebuah rumah tidak lagi mampu memberikan harapan bagi penghuninya, maka yang hilang bukan sekadar tempat tinggal, melainkan juga identitas dan masa depan generasi berikutnya,” ungkap Rizkyana.

Keunikan lain dari naskah ini terletak pada representasi karakter “Ibu”. Bukannya menghadirkan sosok ibu biologis, Rizkyana justru memanifestasikan figur keibuan melalui tokoh Bu Guru. Dalam pandangannya, esensi seorang ibu melekat pada siapa saja yang merawat, mendidik, dan menumbuhkan kehidupan tanpa pamrih. Tokoh Bu Guru di naskah karya Rizkyana tidak hanya mengajar baca, tulis, dan hitung, tetapi juga berjuang menjaga martabat, nilai-nilai, dan masa depan kampung yang sedang kehilangan arah.

Perjalanan Rizkyana meraih juara tentu tidak instan dan penuh dengan tantangan emosional. Ia mengaku sempat kesulitan menjaga fokus akibat padatnya jadwal yang bertumpuk antara bimbingan skripsi, bimbingan menulis lakon, hingga latihan teater.

“Tantangan terbesar, jujur saja ada pada diri sendiri yang kerapkali kepusingan dengan jadwal yang bertumpuk, ada bimbingan skripsi, bimbingan menulis lakon, dan latihan teater. Hal-hal itu memicu buyarnya fokus saat latihan sehingga tidak terlalu maksimal,” jelasnya mengenai kendala selama proses persiapan.

Keberhasilan ini juga tidak luput dari dukungan penuh pihak kampus UAD yang memfasilitasi pembinaan intensif bersama mentor kepenulisan. Rizkyana merasa sangat bersyukur dikelilingi oleh support system yang luar biasa, mulai dari rekan-rekan teater hingga dosen pembimbing skripsinya yang sangat pengertian dalam pembagian waktu bimbingan dan latihan. Menutup tahun terakhir kesempatannya berlaga di ajang Peksimiprov, Rizkyana mengaku sangat senang dan tidak menyangka bisa keluar sebagai juara ketiga. Alih-alih cepat puas dan langsung mementaskan karyanya, mahasiswa angkatan 2022 ini justru berencana untuk terus mengevaluasi dan mengembangkan karyanya ke depan.

“Lebih baik saya rombak ulang menjadi naskah yang lebih baik lagi, karena sewaktu lomba masih ada beberapa celah keburukan, jadi baiknya rombak dulu baru nanti dipentaskan. Atau kayaknya buat naskah baru aja sih, biar makin banyak karya-karya lakon,” pungkasnya. (Anove)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-juara-III-penulisan-naskah-lakon-Peksimiprov-2026-Foto.-Rizkyana.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-07-15 10:00:142026-07-16 09:09:30Mahasiswa UAD Raih Juara 3 Penulisan Naskah Lakon Peksimiprov 2026

Mahasiswa UAD Raih Dua Gelar pada Ajang SILAT APIK PTMA 2026

15/07/2026/in Prestasi /by Ard

Mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) raih dua gelar pada ajang SILAT APIK PTMA 2026 (Foto. Isfha)

Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Isfha Aufa Na’imullah, berhasil menorehkan prestasi membanggakan dalam ajang Silaturahmi Asosiasi Pendidikan Ilmu Komunikasi Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (SILAT APIK PTMA) 2026 yang diselenggarakan di Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA (UHAMKA), Jakarta Selatan, pada 24-26 Juni 2026. Pada ajang tersebut, Isfha berhasil meraih Juara III PR Campaign Kategori Best Problem Solving dan Juara II Badminton Ganda Putri yang diikuti oleh mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi dari berbagai Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) di seluruh Indonesia.

Bagi Isfha, pencapaian tersebut menjadi pengalaman yang sangat berkesan. Ia mengaku bersyukur karena untuk pertama kalinya mengikuti kompetisi PR Campaign dan mampu meraih prestasi, sekaligus berhasil menjadi juara pada cabang badminton.

Pada kategori PR Campaign, Isfha bersama tim mengangkat kampanye bertajuk “30 Days, 30 Dreams”. Kampanye tersebut berangkat dari kepedulian terhadap Sustainable Development Goals (SDGs) poin keempat, yaitu pendidikan berkualitas, khususnya bagi anak-anak jalanan.

Melalui kampanye ini, tim berkolaborasi dengan The Dreamhouse Yogyakarta, sebuah Non-Governmental Organization (NGO) yang bergerak dalam bidang pendidikan dan pendampingan anak-anak jalanan. Kampanye dirancang melalui platform TikTok dengan menghadirkan konten harian yang menceritakan mimpi, cita-cita, dan kehidupan anak-anak binaan selama 30 hari. Melalui strategi tersebut, tim berharap masyarakat semakin mengenal The Dreamhouse Yogyakarta sekaligus terdorong untuk memberikan perhatian terhadap pentingnya pendidikan bagi anak-anak jalanan.

Isfha menjelaskan bahwa materi yang diperoleh selama menempuh perkuliahan di Program Studi Ilmu Komunikasi UAD menjadi bekal penting dalam menyusun strategi kampanye. Pengetahuan dasar mengenai kehumasan, penyusunan kampanye, hingga riset komunikasi membantu tim menentukan isu yang relevan dengan kondisi masyarakat di Yogyakarta. “Untuk PR Campaign, kami sudah mendapatkan dasar-dasar mengenai public relations dan penyusunan kampanye di perkuliahan. Setelah itu kami melakukan riset mengenai permasalahan yang ada di Yogyakarta hingga akhirnya memilih isu pendidikan bagi anak-anak jalanan sebagai fokus kampanye,” jelasnya.

Sementara itu, untuk menghadapi Kejuaraan Badminton, Isfha melakukan latihan secara intensif. Persiapan tersebut menjadi modal penting untuk tampil maksimal selama pertandingan.

Di balik keberhasilan tersebut, Isfha menghadapi tantangan yang tidak mudah, terutama pada kompetisi PR Campaign. Kelompok peserta baru dibentuk pada hari pelaksanaan sehingga seluruh anggota berasal dari perguruan tinggi yang berbeda dan belum saling mengenal. Kondisi tersebut menuntut kemampuan komunikasi, adaptasi, dan kerja sama yang cepat agar ide-ide yang dimiliki dapat disatukan menjadi sebuah kampanye yang utuh. “Awalnya kami tidak saling mengenal karena kelompok baru dibentuk saat hari pelaksanaan. Kami harus cepat beradaptasi, saling berdiskusi, dan membangun komunikasi melalui obrolan-obrolan sederhana hingga akhirnya bisa bekerja sama dengan baik,” tuturnya.

Selain membawa pulang prestasi, Isfha juga memperoleh pengalaman berharga selama mengikuti rangkaian kegiatan Silaturahmi APIK PTMA 2026. Ia berkesempatan bertemu dan bertukar pengalaman dengan mahasiswa serta dosen Ilmu Komunikasi dari berbagai PTMA di Indonesia. Tidak hanya itu, peserta juga mengikuti kegiatan study tour ke Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral Jakarta yang memberikan wawasan mengenai keberagaman, toleransi, dan harmoni kehidupan beragama di Indonesia.

Menurut Isfha, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi sarana memperluas relasi, memperkaya wawasan, serta mempererat silaturahmi antarmahasiswa Ilmu Komunikasi PTMA dari berbagai daerah. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-raih-dua-gelar-pada-ajang-SILAT-APIK-PTMA-2026-Foto.-Isfha.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-07-15 08:00:172026-07-16 08:55:23Mahasiswa UAD Raih Dua Gelar pada Ajang SILAT APIK PTMA 2026

Mahasiswa UAD Raih 2 Gelar pada SILAT APIK PTMA 2026

14/07/2026/in Prestasi /by Ard

Muh. Taufik Hidayat, mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) raih 2 gelar pada SILAT APIK PTMA 2026 (Foto. Taufik)

Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Muh. Taufik Hidayat, berhasil mengukir prestasi membanggakan dalam ajang Silaturahmi Asosiasi Pendidikan Ilmu Komunikasi Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (SILAT APIK PTMA) 2026 yang diselenggarakan di Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA (UHAMKA), Jakarta Selatan, pada 24-26 Juni 2026. Pada ajang tersebut, Taufik berhasil meraih Juara II Badminton Ganda Putra dan Juara Umum II Short Semi Documentary.

Bagi Taufik, pencapaian tersebut menjadi kebanggaan tersendiri. Ia mengaku sangat bersyukur dapat membawa pulang dua penghargaan sekaligus, terlebih setelah pada ajang yang sama tahun sebelumnya belum berhasil meraih prestasi..

Pada kategori Short Semi Documentary, Taufik bersama tim mengangkat karya berjudul “Dingin Yang Membakar”. Film dokumenter tersebut mengangkat isu dampak penggunaan pendingin ruangan (AC) terhadap pemanasan global, khususnya di wilayah Jakarta.

Melalui karya tersebut, tim ingin mengajak masyarakat melihat sisi lain dari penggunaan AC yang selama ini identik dengan kenyamanan. Di balik manfaatnya dalam menurunkan suhu ruangan, penggunaan AC juga berkontribusi terhadap peningkatan emisi dan suhu lingkungan. Dampak tersebut kemudian dirasakan oleh masyarakat, terutama para pekerja yang harus beraktivitas di luar ruangan di tengah suhu yang semakin tinggi akibat pemanasan global.

Dalam proses produksi, Taufik berperan sebagai pewawancara narasumber. Ia bertugas menggali informasi dan pengalaman secara langsung dari narasumber agar pesan yang disampaikan dalam film terasa lebih kuat, nyata, dan mampu menggugah kesadaran masyarakat terhadap isu lingkungan.

Taufik mengungkapkan bahwa persiapan menuju kompetisi dilakukan secara sederhana. Untuk cabang badminton, ia hanya berlatih selama dua hari sebelum keberangkatan ke Jakarta. Sementara itu, pada kompetisi film dokumenter, tim hanya mempersiapkan konsep, ide, dan peralatan produksi sebelum berangkat. Hal tersebut karena seluruh proses pengambilan gambar dilakukan secara on the spot sesuai ketentuan yang baru dijelaskan saat technical meeting.

Menurut Taufik, tantangan terbesar justru muncul saat proses produksi film dokumenter. Seluruh peserta hanya diberi waktu dua hari untuk menyelesaikan proses pengambilan gambar hingga penyuntingan video. Di sisi lain, mereka juga diwajibkan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan SILAT APIK PTMA 2026, seperti kunjungan media ke SCTV, city tour, dan seminar. Bahkan, pada salah satu hari pelaksanaan, Taufik juga harus bertanding pada cabang badminton ganda putra.

“Karena waktu produksi sangat terbatas, kami harus benar-benar pandai memanfaatkan waktu luang untuk mencari footage dan melakukan proses editing. Di saat yang sama saya juga mengikuti pertandingan badminton, sehingga manajemen waktu menjadi tantangan terbesar selama kompetisi,” jelasnya.

Selain membawa pulang prestasi, Taufik juga memperoleh banyak pengalaman berharga selama mengikuti rangkaian kegiatan SILAT APIK PTMA 2026. Menurutnya, kunjungan media, seminar, dan city tour memberikan wawasan baru mengenai dunia komunikasi. Namun, pengalaman yang paling berkesan adalah kesempatan untuk bertemu dan bersilaturahmi dengan mahasiswa Ilmu Komunikasi dari berbagai perguruan tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah di seluruh Indonesia.

Bagi Taufik, mengikuti kompetisi merupakan salah satu cara untuk terus mengembangkan potensi diri. Ia meyakini bahwa kemampuan yang dimiliki tidak akan berkembang apabila tidak pernah diasah melalui berbagai pengalaman dan tantangan. “Jangan pernah takut untuk mencoba sesuatu. Selagi ada kesempatan dan kita merasa mampu, ambillah kesempatan itu. Potensi yang kita miliki harus terus diasah agar tidak berhenti berkembang,” pesannya. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Muh.-Taufik-Hidayat-mahasiswa-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-raih-2-gelar-pada-SILAT-APIK-PTMA-2026-Foto.-Taufik.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-07-14 09:26:292026-07-14 09:33:04Mahasiswa UAD Raih 2 Gelar pada SILAT APIK PTMA 2026

Mahasiswa UAD Raih Juara 1 Kasau Championship 2026

14/07/2026/in Prestasi /by Ard

Izza Nur Qoriroh Umamy mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) raih juara 1 Kasau Championship 2026 (Foto. Izza)

Prestasi membanggakan kembali diukir oleh mahasiswi Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Izza Nur Qoriroh Umamy, mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Sastra, Budaya, dan Komunikasi (FSBK) angkatan 2024, sukses menorehkan prestasi dengan meraih Juara 1 kategori Solo Kreatif Putri Dewasa dalam ajang nasional bergengsi “Kejuaraan Nasional Pencak Silat Piala Kasau Championship 2026”.

Kompetisi tingkat nasional tersebut diselenggarakan secara rutin setiap tahun oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Udara (AU) dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) TNI AU. Pada tahun ini, gelaran akbar tersebut berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 19 hingga 21 Juni 2026, dan dipusatkan di Jakarta International Velodrome, Jakarta Timur.

Keberhasilan menyabet podium tertinggi di tingkat nasional tentu menjadi buah manis dari kerja keras yang telah dilakukan. Izza mengungkapkan bahwa dirinya harus melalui proses latihan yang intensif demi memberikan performa terbaik di arena pertandingan. Menghadapi lawan-lawan tangguh dari berbagai daerah di Indonesia, Izza mengaku melakukan persiapan yang matang jauh-jauh hari. Kunci utama dari keberhasilannya adalah konsistensi dan kedisiplinan dalam meningkatkan intensitas persiapan fisik maupun mental.

“Persiapan khusus yang saya lakukan yaitu dengan menambah porsi latihan,” ungkap Izza saat menceritakan perjuangannya menghadapi kompetisi tersebut. Kerja keras dan tambahan porsi latihan tersebut akhirnya terbayar tuntas. Saat namanya diumumkan sebagai Juara 1 di Jakarta International Velodrome, rasa bangga dan haru tidak dapat disembunyikan.

“Saat diumumkan sebagai juara 1, tentunya saya bersyukur dan senang karena telah mendapat hasil yang maksimal,” tambahnya.

Pencapaian luar biasa yang diraih oleh Izza Nur Qoriroh Umamy ini tidak hanya mengharumkan namanya sendiri, tetapi juga membawa nama baik program studi, fakultas, dan universitas di kancah nasional. Prestasinya menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa UAD, khususnya dari rumpun humaniora seperti Ilmu Komunikasi, mampu bersaing dan unggul dalam bidang non-akademik di tingkat nasional melalui kedisiplinan dan kerja keras.

Izza berharap capaian ini dapat menjadi lecutan motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus menggali potensi diri, berani berkompetisi, dan konsisten menembus batas kemampuan demi meraih prestasi tertinggi. (Anove)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Izza-Nur-Qoriroh-Umamy-mahasiswa-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-raih-juara-1-Kasau-Championship-2026-Foto.-Izza.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-07-14 09:10:152026-07-14 09:10:15Mahasiswa UAD Raih Juara 1 Kasau Championship 2026

Dandi Saputra Mahasiswa UAD Raih Juara 2 Kompetisi Esai Nasional

13/07/2026/in Prestasi /by Ard

Dandi Saputra Mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) raih juara 2 kompetisi esai nasional (Foto. Dandi)

Prestasi membanggakan kembali diukir oleh mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Dandi Saputra, mahasiswa Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Budaya, dan Komunikasi (FSBK), angkatan 2024, kembali menorehkan prestasinya dengan berhasil menyabet Juara 2 dalam ajang Essay Competition Nasional 2026.

Kompetisi bergengsi tersebut diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan Ekonomi Pembangunan, Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta. Perlombaan yang berlangsung maraton sejak 5 Mei hingga 10 Juni tersebut memuncak pada hari pengumuman pemenang, tepatnya pada Selasa, 11 Juni 2026. Dandi sukses mengamankan podium kedua pada kategori Sosial Budaya setelah menyisihkan berbagai karya inovatif dari mahasiswa lintas perguruan tinggi di Indonesia.

Dalam karya tulisnya, Dandi membidik fenomena sosiokultural yang sangat relevan dengan realitas kontemporer, yakni pergeseran nilai-nilai komunal di tengah masyarakat modern akibat derasnya arus digitalisasi.

“Saya lebih fokus mengambil masalah tentang ‘Pudarnya Budaya Gotong Royong di Era Individualisme’. Karena menurut saya, nilai gotong royong sebagai identitas bangsa mulai bergeser dan masyarakat semakin individualistis akibat perubahan gaya hidup dan digitalisasi. Jika dibiarkan, modal sosial masyarakat dapat melemah sehingga solidaritas dan kepedulian antarsesama berkurang,” ujar Dandi saat diwawancarai.

Ide penulisan ini tidak datang dari ruang hampa. Dandi mengaku tergerak secara personal setelah mengamati langsung lingkungan sekitarnya, di mana tradisi-tradisi guyub khas nusantara kini kian langka ditemui.

“Inspirasi ini muncul ketika saya memang secara langsung melihat kegiatan sosial tersebut sudah jarang sekali ada dan terlihat di era saat ini. Dari situ saya kepikiran untuk mengangkat topik ini sebagai salah satu permasalahan sosial budaya yang cukup berdampak,” imbuhnya.

Sebagai langkah solutif atas permasalahan tersebut, Dandi menawarkan sebuah gagasan segar yang ia beri nama gagasan ‘Gotong Royong Adaptif’. Konsep ini merupakan sebuah upaya pembaruan nilai lokal agar selaras dengan kebutuhan generasi masa kini.

“Singkatnya, solusi yang diberikan itu membangun model Gotong Royong Adaptif, yaitu pembaruan nilai gotong royong yang memadukan teknologi digital, pendidikan berbasis proyek sosial, serta dukungan kebijakan pemerintah agar gotong royong tetap relevan dengan gaya hidup masyarakat modern,” jelas mahasiswa berprestasi angkatan 2024 tersebut.

Kendati berhasil meraih juara, proses penyusunan esai ini diakui Dandi tidak berjalan tanpa hambatan. Ia membagikan cerita jujur mengenai dinamika internal yang dialaminya selama melakukan riset literatur dan pengumpulan data pendukung.

“Tantangan utama yang pasti melawan rasa malas untuk membaca atau mencari data pendukungnya. Sebenarnya banyak data yang bisa didapat dan data-datanya lumayan konkret serta relevan semua, namun untuk membaca dan menganalisisnya kadang sedikit malas,” akunya jujur seraya tersenyum.

Meski sempat didera kejenuhan, ketekunan Dandi akhirnya membuahkan hasil manis. Gelar juara ini ia persembahkan untuk orang-orang terdekat yang tiada henti memberikan suntikan moral, termasuk dari pihak akademisi kampus UAD.

“Yang pasti alhamdulillah saya bersyukur karena diberikan kepercayaannya untuk menyandang gelar juara tersebut. Dukungan terbesar yang pasti dari ibu saya sendiri, lalu Ibu Tanti selaku dosen yang mengasuh saya, dan teman-teman terdekat saya, karena beliau-beliau ini selalu mendukung setiap langkah yang saya ambil,” ungkap Dandi penuh rasa syukur.

Prestasi ini tidak membuat Dandi lekas berpuas diri. Ia berkomitmen agar konsep esai yang ditulisnya tidak sekadar berakhir sebagai tumpukan kertas, melainkan dapat direalisasikan ke dalam tindakan nyata di masyarakat luas melalui kolaborasi strategis.

“Rencana selanjutnya saya akan mencoba mendiskusikan ini dengan lembaga pemerintahan di tempat saya. Kemudian akan mencoba diimplementasikan dan diimprovisasikan lagi di lingkungan tempat saya tinggal nanti, semoga dengan langkah ini permasalahan tersebut akan tersolusikan,” pungkasnya optimis.

Di akhir sesi wawancara, Dandi juga menitipkan pesan mendalam sekaligus ajakan bagi seluruh rekan-rekan mahasiswa, khususnya di lingkungan UAD, untuk memperkuat kepekaan sosial serta mengambil peran aktif sebagai agen perubahan bagi bangsa.

“Saran saya mungkin generasi muda harus peka juga terhadap isu sosial budaya. Terlebih kita sebagai generasi muda juga harus menjadi penggerak jika kita menemukan isu sosial yang mungkin masih bisa kita carikan solusi. Untuk mahasiswa yang ingin berprestasi, mungkin tolong lebih peka terhadap isu dan permasalahan lingkungan sekitar kita, karena dengan kesadaran kita, kita bisa merubah,” tutupnya tegas. (Anove)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Dandi-Saputra-Mahasiswa-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-raih-juara-2-kompetisi-esai-nasional-Foto.-Dandi.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-07-13 09:10:362026-07-13 13:14:42Dandi Saputra Mahasiswa UAD Raih Juara 2 Kompetisi Esai Nasional

Kupas Sastra sebagai Media Perlawanan Sosial, Athaya Hanun Raih Juara 2 Kompetisi Oral

12/07/2026/in Prestasi /by Ard

Mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) juara 2 kompetisi oral nasional (Foto. Athaya)

Daftar capaian gemilang mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kian bertambah. Kali ini, capaian membanggakan datang dari Athaya Hanun Sasmitha, mahasiswa Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Budaya, dan Komunikasi (FSBK) angkatan 2025. Ia sukses meraih predikat Juara 2 dalam ajang bergengsi Kompetisi Oral #3 Tingkat Nasional Tahun 2026 dengan subtema Sosial, Sastra, dan Budaya yang diadakan oleh Biro Kemahasiswaan dan Alumni (Bimawa) UAD pada 22 Mei hingga 15 Juni 2026 lalu.

Dalam kompetisi presentasi lisan tersebut, Athaya membawakan topik mendalam mengenai fenomena sastra sebagai media perlawanan sosial-budaya dengan judul “Menggunakan Estetika Sastra sebagai Pemantik Empati dan Kesadaran Sosial-Politik Massa”. Gagasan ini didasarkan pada pandangannya bahwa tulisan memiliki kekuatan besar untuk menyuarakan kritik dan melawan ketidakadilan secara tajam.

Agar topik yang berat tersebut mudah dicerna, Athaya mengemas materinya dengan mengaitkan isu-isu hangat yang sedang relevan di masyarakat. Ia juga menggunakan bahasa yang komunikatif dan menyertakan solusi konkret guna menjaga objektivitas presentasi di hadapan dewan juri. Kendati tampil memukau, Athaya mengaku sempat mengalami perang batin sebelum hari perlombaan. Dua hari menjelang tenggat pengumpulan, ia sempat ragu dan berniat mengganti topik karena khawatir gagasannya disalahartikan sebagai bentuk pemberontakan. Namun ia berhasil mengatasinya dengan menggeser strategi penyampaian.

“Yang ingin saya sampaikan bukan tentang ‘pemberontakan’, melainkan tentang mengenalkan sastra sebagai media alternatif untuk menyuarakan pendapat,” jelas Athaya.

Di balik kesuksesan tersebut, Athaya menyebutkan bahwa teman-teman terdekatnya menjadi support system utama yang memberikan validasi dan mendongkrak rasa percaya dirinya selama proses persiapan. Menutup sesi wawancara, mahasiswa angkatan 2025 ini mengajak rekan-rekan mahasiswa UAD lainnya untuk tidak takut mencoba dan berani mengukur potensi diri melalui jalur kompetisi.

“Lakukan persiapan dan usaha sekeras mungkin yang kita bisa, lalu selebihnya serahkan hasil akhir kepada Allah Swt. Tetap semangat untuk mengejar prestasi, karena kita tidak akan pernah tahu potensi terbesar kita sebelum benar-benar berani melangkah!” pungkasnya optimis. (Anove)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-juara-2-kompetisi-oral-nasional-Foto.-Athaya.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-07-12 10:00:132026-07-13 12:49:17Kupas Sastra sebagai Media Perlawanan Sosial, Athaya Hanun Raih Juara 2 Kompetisi Oral
Page 2 of 76‹1234›»

TERKINI

  • PPK Ormawa IMM FKM UAD Latih Kader Gunakan Aplikasi Digital SI-WARAS28/07/2026
  • Tim PkM Farmasi UAD Beri Penyuluhan Kesehatan Terpadu Lansia di Mergangsan27/07/2026
  • Prodi Perbankan Syariah UAD Gelar Kuliah Tamu Internasional27/07/2026
  • Refreshing AIK Pegawai UAD 2026 Perkuat Budaya Hidup Sehat dan Pengamalan Nilai AIK27/07/2026
  • Tim PPK Ormawa IMM FKM UAD Perkuat Sinergi di Caturharjo26/07/2026

PRESTASI

  • Mahasiswa UAD Raih Juara 2 Lomba Video Kreatif Dahlan Culture Festival 202628/07/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara III Monolog pada PEKSIMIPROV DIY 202628/07/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara I Poster dan Juara II Video Kreatif pada UAD Fair 202625/07/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara Harapan II Poster Digital melalui Produk Keripik Pisang Noma24/07/2026
  • Tim Teknik Industri UAD Raih Dua Penghargaan melalui Inovasi Produk BEKRESS22/07/2026

FEATURE

  • Empat Pilar Keselamatan Dunia dan Akhirat untuk Keluarga28/07/2026
  • Mewujudkan Takwa dan Akhlak Mulia26/07/2026
  • Pengobatan Klenik Modern dan Ancaman bagi Akidah25/07/2026
  • Olahraga dalam Perspektif Al-Qur’an dan Hadis24/07/2026
  • Makna Hijrah Rasulullah saw.23/07/2026

TENTANG | KRU | KONTAK | REKAPITULASI

Scroll to top