Kembangkan CIRCULAI, Mahasiswa UAD Raih Juara III Nasional IT FEST 2026

Mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) raih juara III Nasional App Development Competition IT FEST 2026 (Foto. Adi Arwan)
Mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) berhasil meraih Juara III tingkat nasional dalam App Development Competition – IT FEST 2026 yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Informatika, Fakultas Sains dan Teknologi, UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan. Kompetisi tersebut berlangsung di UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan dan diikuti oleh tim mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di tingkat nasional.
Prestasi tersebut diraih oleh Team Mas Bahlil Ganteng melalui inovasi aplikasi bernama CIRCULAI. Tim yang terdiri atas Adi Arwan Syah dari Program Studi Sistem Informasi, Andri Tri Cahyono dari PPKn, dan M. Ridwan Nur dari Informatika tersebut mengembangkan aplikasi yang mengangkat konsep circular fashion dengan memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI) dan Digital Product Passport (DPP).
CIRCULAI dirancang untuk mendorong pemanfaatan kembali produk dan material fashion sekaligus mendukung digitalisasi UMKM penjahit lokal. Salah satu fitur yang dikembangkan ialah Eco Swap, yang memungkinkan pengguna mengumpulkan dan menukarkan material fashion yang masih memiliki nilai guna, seperti kain perca dan pakaian bekas. Material tersebut selanjutnya dapat dimanfaatkan kembali melalui ekosistem UMKM penjahit lokal sehingga memiliki fungsi dan nilai guna baru.
Aplikasi tersebut juga dilengkapi fitur Circular Points sebagai bentuk apresiasi bagi pengguna yang berpartisipasi dalam aktivitas ekonomi sirkular. Sementara itu, teknologi AI digunakan untuk memberikan rekomendasi sesuai kebutuhan pengguna. Digital Product Passport turut diterapkan untuk mendukung pencatatan informasi produk secara digital.
“Melalui CIRCULAI, kami ingin mempertemukan masyarakat, material fashion yang masih bernilai, dan UMKM penjahit lokal dalam sebuah ekosistem digital. Kami berharap inovasi ini dapat menjadi salah satu alternatif dalam mendorong penerapan circular fashion sekaligus membuka peluang pemanfaatan kembali material yang masih memiliki nilai guna,” ujar Andri.
Proses pengembangan CIRCULAI menjadi tantangan tersendiri bagi tim karena dilakukan bersamaan dengan kegiatan Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) dan Kuliah Kerja Nyata (KKN). Kesibukan di lapangan membuat anggota tim harus menyesuaikan waktu untuk berdiskusi, mengembangkan konsep, menyempurnakan aplikasi, hingga mempersiapkan presentasi kompetisi.
Keterbatasan waktu tersebut mendorong tim untuk menerapkan manajemen waktu dan komunikasi secara efektif. Setiap anggota menyesuaikan jadwal masing-masing agar proses pengembangan aplikasi tetap berjalan. Komitmen untuk menyelesaikan karya yang telah dimulai menjadi salah satu hal yang dipertahankan hingga tahap kompetisi.
“Bagi kami, Juara III Nasional ini bukan hanya tentang hasil akhir dari aplikasi yang kami kembangkan, tetapi juga tentang proses mempertahankan komitmen di tengah kesibukan PLP dan KKN. Pengalaman ini mengajarkan kami bahwa keterbatasan waktu dapat dihadapi melalui manajemen waktu, komunikasi, dan kerja sama tim,” tandas Adi.
Ridwan menambahkan, “Jangan takut mengikuti kompetisi hanya karena merasa belum cukup mampu. Jadikan kompetisi sebagai ruang untuk belajar, menerima evaluasi, dan mengembangkan kemampuan. Mulailah dari apa yang kita miliki, manfaatkan waktu yang tersedia, dan jangan mudah menyerah,” tutupnya. (Mawar)
