UAD Jadi Tuan Rumah LSF Goes to Campus, Kenalkan Budaya Sensor Mandiri

Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar kegiatan literasi Gerakan Nasional Budaya Sensor Mandiri bersama Lembaga Sensor Film Republik Indonesia (Foto. Septia)
Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Sastra, Budaya, dan Komunikasi (FSBK) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) bekerja sama dengan Lembaga Sensor Film Republik Indonesia (LSF RI) menggelar kegiatan literasi Gerakan Nasional Budaya Sensor Mandiri dalam program LSF Goes to Campus.
Kegiatan ini berlangsung pada Rabu, 4 November 2026, di Ruang Amphitarium lantai 9 Kampus IV UAD guna menumbuhkan kesadaran mahasiswa dalam memilih dan memilah film secara bijak.
Dalam sambutannya, Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi UAD, Fitrinanda An Nur, S.I.Kom., M.A., menyampaikan terima kasih karena LSF RI memilih UAD sebagai tuan rumah. Menurutnya, kepercayaan itu merupakan kehormatan sekaligus amanah untuk menyiapkan generasi mendatang yang siap menghadapi tantangan, serta bukti bahwa Ilmu Komunikasi membuka pintu lebar bagi kerja sama.
Wakil Ketua LSF RI, Noorca M. Massardi, mengungkapkan bahwa ini merupakan kunjungan pertamanya ke UAD. Ia menjelaskan bahwa LSF RI yang kini berusia 110 tahun beranggotakan 17 orang dari 12 unsur masyarakat dan lima perwakilan pemerintah, serta bertugas meneliti, menilai, dan menetapkan penggolongan usia film dan iklan film guna melindungi masyarakat dari dampak negatif tontonan. Ia juga membacakan puisi karyanya berjudul “Gambar Bergerak”.
Sementara itu, Dekan FSBK UAD, Prof. Wajiran, S.S., M.A., Ph.D., menyampaikan bahwa tiga program studi di fakultasnya, yaitu Sastra Inggris, Sastra Indonesia, dan Ilmu Komunikasi, berkaitan erat dengan penyebaran informasi melalui produk budaya seperti film, lagu, dan karya sastra. Menurutnya, kemampuan menyensor secara mandiri kini menjadi kebutuhan karena film dapat ditonton di mana saja.
“Anda sebagai agen perubahan harus bisa menyampaikan kepada teman-teman dan orang terdekat mana nilai yang baik dan mana yang tidak tepat untuk dikonsumsi,” kata Prof. Wajiran.
Acara dilanjutkan dengan penandatanganan nota kesepahaman Memorandum of Understanding (MoU), penyerahan plakat, dan pembacaan doa.
Pada sesi inti hadir dua narasumber yaitu Ketua Subkomisi Penelitian dan Pengembangan LSF RI, Dr. Zaqia Ramallah, S.Pd., M.Sn., dan dosen Ilmu Komunikasi UAD, Dr. Vani Dias Adiprabowo, S.Sn., M.Sn. Keduanya membahas budaya sensor mandiri, yakni kebiasaan menonton sesuai usia, memilah dan memilih tontonan, serta menyesuaikannya dengan budaya. Penonton diajak memeriksa klasifikasi usia dan isi tayangan sebelum menonton serta memahami pengaruh film dan iklan film.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan semakin kritis dalam memilih tontonan serta mampu menyebarkan nilai yang baik kepada lingkungan terdekat. (Septia)
