• TERKINI
  • UAD BERDAMPAK
  • PRESTASI
  • FEATURE
  • OPINI
  • MEDIA
  • KIRIM BERITA
  • Menu
News Portal of Universitas Ahmad Dahlan

Posts

Tim MeRAMU IMM FEB UAD Bekali Pelaku Usaha MieDes Pembukuan dan Pengelolaan Finansial

28/08/2026/in Terkini /by Ard

Tim MeRAMU IMM FEB Universitas Ahmad Dahlan (UAD) bekali pelaku usaha Miedes pembukuan dan pengelolaan finansial (Foto.Tim MeRAMU UAD)

Tim MeRAMU Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar kegiatan Pelatihan Literasi Keuangan bertema “Edukasi Literasi Keuangan: Keuangan Teratur, Usaha Lebih Terukur” pada Selasa, 18 Agustus 2026. Kegiatan yang berlangsung di Aula Lantai 2 Kantor Kelurahan Srihardono ini diikuti secara antusias oleh 37 pelaku usaha MieDes se-Kalurahan Srihardono.

Inisiatif ini dihadirkan untuk memberikan pemahaman praktis mengenai manajemen keuangan usaha mikro. Melalui pengelolaan yang terstruktur, para pelaku usaha diharapkan dapat mengetahui kondisi finansial bisnis secara presisi, menetapkan Harga Pokok Produksi (HPP) yang tepat, serta mengambil keputusan pengembangan usaha secara lebih terukur.

Lurah Srihardono, Awaludin, menyampaikan dukungan penuh atas terselenggaranya pelatihan ini. Ia mengimbau agar materi disampaikan dengan bahasa yang sederhana dan komunikatif, mengingat sebagian besar pelaku usaha MieDes merupakan warga lanjut usia.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Tim MeRAMU IMM FEB UAD, Muhamad Abi Saputra, menegaskan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai wadah bertukar pengalaman, bukan panggung untuk menggurui. “Kami hadir di sini untuk berbagi pengetahuan akademis yang diharapkan dapat melengkapi pengalaman praktis bapak dan ibu yang telah bertahun-tahun menjalankan usaha MieDes di lapangan,” ujar Abi.

Rangkaian acara diawali dengan pengerjaan pre-test untuk memetakan pemahaman awal peserta, dilanjutkan pemaparan materi inti oleh dua anggota tim, Rudi Yuli Nugroho dan Afifah Nuur Khoirutunnimah. Sesi materi menyoroti tiga pilar utama pengelolaan keuangan UMKM, yaitu pemisahan uang usaha dan pribadi, penyusunan HPP untuk kepastian harga jual, serta pembukuan arus kas harian secara sederhana.

Dari hasil diskusi interaktif, terungkap bahwa kendala utama sebagian besar peserta terletak pada percampuran dana operasional usaha dengan kebutuhan rumah tangga, serta pencatatan transaksi yang belum konsisten. Rangkaian pelatihan kemudian diakhiri dengan evaluasi melalui post-test dan dokumentasi bersama. Melalui pendampingan ini, Tim MeRAMU IMM FEB UAD berharap para pelaku usaha MieDes di Srihardono mampu menerapkan pembukuan terencana demi mendorong keberlanjutan ekonomi lokal. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Tim-MeRAMU-IMM-FEB-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-bekali-pelaku-usaha-Miedes-pembukuan-dan-pengelolaan-finansial-Foto.Tim-MeRAMU-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-08-28 09:20:232026-08-28 09:20:23Tim MeRAMU IMM FEB UAD Bekali Pelaku Usaha MieDes Pembukuan dan Pengelolaan Finansial

Tim PPKO RDC UAD Sukseskan Malam Puncak Pentas Seni HUT RI di Karangtengah

28/08/2026/in Terkini /by Ard

Tim PPKO RDC Universitas Ahmad Dahlan (UAD) sukseskan malam puncak pentas seni HUT RI di Karangtengah (Foto. Tim PPKO UAD)

Kemeriahan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia masih berlanjut di Padukuhan Karangtengah, Kapanewon Imogiri, Bantul. Pada Sabtu, 22 Agustus 2026 malam, warga setempat berkolaborasi dengan Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPKO) Robotic Development Community (RDC) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar malam puncak berupa Pentas Seni Semarak HUT RI.

Dalam acara ini, mahasiswa UAD tidak sekadar hadir sebagai penonton, tetapi juga ikut turun tangan menyukseskan kegiatan. Tim PPKO RDC UAD membantu memfasilitasi siaran langsung (live streaming) melalui platform YouTube. Langkah ini dilakukan agar kemeriahan pentas seni bisa disaksikan secara daring oleh masyarakat luas, terutama bagi warga yang berhalangan hadir langsung ke lokasi.

Selain membantu urusan penyiaran, tim mahasiswa juga ikut naik ke atas panggung. Mereka menyumbangkan penampilan seni tari dan berkolaborasi dengan warga RT 6 untuk menghibur ratusan penonton yang memadati area kegiatan.

Acara yang dipandu oleh organisasi kepemudaan AMMI ini dihadiri langsung oleh Kepala Padukuhan Karangtengah, Sumardiyono, beserta tokoh masyarakat dan tamu undangan. Malam puncak resmi dibuka pada pukul 20.00 WIB dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars AMMI, yang dilanjutkan dengan pemutaran video kilas balik (after movie) kegiatan kemerdekaan warga.

Panggung pentas seni diisi dengan unjuk kreativitas dari berbagai kalangan usia. Penampilan yang disuguhkan di antaranya pentas seni anak-anak TK, Tari Oglek, Tari Kreasi Nusantara, Tari Lestari Alamku, hingga pertunjukan Ketoprak dan Jegog Lesung dari pemuda AMMI.

Malam keakraban ini sekaligus menjadi momen pengumuman dan pembagian hadiah bagi para pemenang lomba 17-an, seperti lomba Paku Mania, Balap Karung, Sundul Air, dan Estafet Air yang telah digelar pada hari sebelumnya.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan penyerahan piala kepada juara umum oleh Kepala Padukuhan, dilanjutkan dengan bersih-bersih area secara gotong royong. Melalui kegiatan ini, kekompakan dan tali silaturahmi antarwarga diharapkan makin erat, sekaligus menjadi wadah bagi mahasiswa UAD untuk membaur dan membawa manfaat langsung bagi masyarakat Karangtengah. (Ito)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Tim-PPKO-RDC-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-sukseskan-malam-puncak-pentas-seni-HUT-RI-di-Karangtengah-Foto.-Tim-PPKO-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-08-28 09:14:192026-08-28 09:14:19Tim PPKO RDC UAD Sukseskan Malam Puncak Pentas Seni HUT RI di Karangtengah

Resep Istikamah Ibadah dan Menjaga Kesehatan Kerja

28/08/2026/in Feature /by Ard

Dr. H. Agus Taufiqurrohman, Sp.S., M.Kes., penceramah pengajian Maulid Nabi Muhammad saw. di Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Humas UAD)

Dr. H. Agus Taufiqurrohman, Sp.S., M.Kes., menyampaikan tausiah pada pengajian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Mengusung tema “Meneladani Nabi: Menjaga Keistikamahan dalam Ibadah, Merawat Kesehatan dalam Bekerja”, Dr. Agus mengaitkan nilai-nilai kenabian dengan pola hidup sehat serta profesionalisme di tempat kerja.

Dr. Agus menekankan bahwa cinta kepada Rasulullah SAW tidak sebatas pada bacaan selawat atau mempelajari sirah semata, melainkan tercermin nyata dalam meneladani sunah beliau sebagai cara hidup serta menjaga kemuliaan ajaran Islam dalam keseharian.

Terkait kesehatan fisik, Dr. Agus menguraikan riwayat bahwa sepanjang hidupnya, Rasulullah SAW hanya mengalami sakit sebanyak tiga kali. Beliau membagikan kiat menjaga kesehatan ala Rasulullah yang relevan diterapkan para pekerja, seperti membiasakan aktif bergerak dengan jalan yang sigap dan menghindari duduk terlalu lama tanpa jeda peregangan. Selain itu, pekerja dianjurkan menjaga pola makan seimbang melalui jeda puasa untuk membakar lemak berlebih, serta menjaga kualitas tidur 6 hingga 8 jam dengan membiasakan tidur selepas Isya dan meluangkan waktu istirahat siang.

Selain kesehatan fisik, Dr. Agus turut menyoroti implementasi empat sifat wajib rasul dalam ranah profesionalisme kerja. Nilai siddiq diwujudkan melalui kejujuran dengan meniadakan plagiarisme dan manipulasi data penelitian, nilai amanah dengan menuntaskan tanggung jawab dinas, nilai tabligh melalui komunikasi yang baik sebagai kunci kepemimpinan, serta nilai fathonah dengan bekerja secara cerdas dan profesional.

Materi dipungkasi dengan penegasan hadis prinsip itqan atau bekerja secara sungguh-sungguh. Menurut Dr. Agus, derajat tertinggi seorang insan dalam bekerja adalah ketika ia meniatkan aktivitasnya sebagai sarana ibadah demi menggapai rida Allah SWT, sehingga senantiasa memberikan kinerja terbaik secara konsisten. (Septia)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Dr.-H.-Agus-Taufiqurrohman-Sp.S.-M.Kes_.-penceramah-pengajian-Maulid-Nabi-Muhammad-saw.-di-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Humas-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-08-28 09:08:242026-08-28 09:08:24Resep Istikamah Ibadah dan Menjaga Kesehatan Kerja

KKN UAD Optimalisasi Peran Kader Posyandu dalam Pencegahan Stunting di Mertelu

28/08/2026/in Terkini /by Ard

KKN Universitas Ahmad Dahlan (UAD) optimalisasi peran kader posyandu dalam pencegahan stunting di Mertelu (Foto. KKN UAD)

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler 159 Unit V.B.3 Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar kegiatan Optimalisasi Peran Kader dalam Pencegahan Stunting di Ruang Rapat Kelurahan Mertelu, Gedangsari, Gunungkidul, Jumat 21 Agustus 2026. Kegiatan ini ditujukan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader Posyandu dalam upaya pencegahan stunting.

Sebanyak 13 kader Posyandu dari tiga wilayah di Kelurahan Mertelu, yakni Krinjing, Mertelu, dan Mertelu Kulon, mengikuti kegiatan tersebut. Kegiatan menghadirkan Nur Syarianingsih Syam, S.KM., M.Kes., dosen Kesehatan Masyarakat UAD sekaligus Dosen Pembimbing Lapangan KKN UAD 159 Unit V.B.3, sebagai pemateri.

Kegiatan diawali dengan pre-test untuk mengetahui pemahaman awal peserta. Acara kemudian dibuka oleh pembawa acara dan dilanjutkan sambutan Kamituo Kelurahan Mertelu, Supriyanta, S.Sos. Ia menekankan pentingnya pemahaman kader dalam melakukan pengukuran antropometri serta pemantauan status tumbuh kembang bayi dan balita sebagai bagian dari pencegahan stunting.

Selain edukasi, mahasiswa KKN UAD juga memberikan pelatihan melalui studi kasus. Para kader diberi kesempatan mempraktikkan materi, khususnya dalam pencatatan dan plotting hasil pengukuran serta menentukan langkah tindak lanjut berdasarkan kondisi pertumbuhan balita.

Setelah penyampaian materi dan praktik, peserta mengikuti post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman sekaligus menjadi bahan evaluasi terhadap kegiatan. Melalui rangkaian edukasi dan pelatihan tersebut, kader diharapkan mampu meningkatkan keterampilan dalam memantau pertumbuhan balita dan menjalankan perannya secara optimal di masyarakat.

“Peningkatan kapasitas kader diharapkan dapat mendukung pelaksanaan Posyandu yang lebih optimal dan berkelanjutan dalam menjaga kesehatan serta tumbuh kembang anak,” ujar Refika, perwakilan KKN UAD Unit Mertelu Kulon.

Kegiatan ini menjadi salah satu upaya mahasiswa KKN UAD dalam mendukung penguatan kapasitas kader Posyandu sekaligus meningkatkan peran masyarakat dalam pencegahan stunting di Kelurahan Mertelu. (tifa)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/KKN-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-optimalisasi-peran-kader-posyandu-dalam-pencegahan-stunting-di-Mertelu-Foto.-KKN-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-08-28 09:01:422026-08-28 09:01:42KKN UAD Optimalisasi Peran Kader Posyandu dalam Pencegahan Stunting di Mertelu

Tim MeRAMU IMM Farmasi UAD Dorong Kesehatan Salamrejo

27/08/2026/in Terkini /by Ard

Tim MeRAMU IMM Farmasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dorong kesehatan Salamrejo (Foto. Tim MeRAMU UAD)

Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Fakultas Farmasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) resmi menerjunkan tim MeRAMU IMM Farmasi UAD di Kalurahan Salamrejo, Jumat 7 Agustus 2026. Kegiatan ini menjadi awal pelaksanaan program pengabdian mahasiswa yang berfokus pada bidang kesehatan dan lingkungan.

Penerjunan dihadiri Lurah Salamrejo Dani dan Kepala Bidang Pembinaan Organisasi Kemahasiswaan dan Prestasi Mahasiswa UAD, Danang. Dalam kegiatan tersebut, tim MeRAMU memaparkan program kerja yang akan dilaksanakan bersama masyarakat selama masa pengabdian.

Empat program utama yang dipaparkan meliputi SEDAYA, GEMPAR JENTIK, SAPA HIPERTENSI, dan SUMBER URIP. Keempatnya dirancang dengan pendekatan edukatif dan partisipatif agar masyarakat dapat terlibat aktif dalam pelaksanaan program.

SEDAYA berfokus pada pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal. GEMPAR JENTIK diarahkan pada edukasi dan pemantauan jentik nyamuk sebagai upaya pencegahan penyakit. Sementara itu, SAPA HIPERTENSI menghadirkan edukasi mengenai pencegahan, deteksi dini, dan penerapan pola hidup sehat.

Program SUMBER URIP berfokus pada konservasi dan pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA). Melalui program ini, masyarakat diajak mengenal jenis, pemanfaatan, serta pentingnya menjaga keberlanjutan tanaman obat sebagai bagian dari potensi kesehatan dan lingkungan di Kalurahan Salamrejo.

Pelaksanaan seluruh program akan mengedepankan kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah kalurahan, dan masyarakat. Sebagai tanda dimulainya kegiatan, dilakukan penandatanganan berita acara penerjunan oleh Lurah Salamrejo Dani dan Danang selaku Kepala Bidang Pembinaan Organisasi Kemahasiswaan dan Prestasi Mahasiswa UAD.

Melalui MeRAMU IMM Farmasi UAD 2026, mahasiswa diharapkan tidak hanya mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan, tetapi juga belajar dari masyarakat dan membangun kepedulian sosial. Program tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat nyata serta mendorong terciptanya masyarakat Salamrejo yang lebih sehat, mandiri, dan berdaya.

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Tim-MeRAMU-IMM-Farmasi-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-dorong-kesehatan-Salamrejo-Foto.-Tim-MeRAMU-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-08-27 08:45:372026-08-27 08:45:37Tim MeRAMU IMM Farmasi UAD Dorong Kesehatan Salamrejo

Bukan Sekadar Juara, Muhammad Ziya Ul Albab Ingin Ilmunya Memberi Manfaat

27/08/2026/in Feature /by Ard

Muhammad Ziya Ul Albab, salah satu wisudawan berprestasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) pada Wisuda Agustus (Foto. Muhammad)

Bagi Muhammad Ziya Ul Albab, sebuah penghargaan tidak selalu menghadirkan perasaan bahagia. Ketika namanya dinobatkan sebagai salah satu wisudawan berprestasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) pada Wisuda Agustus 2026 dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,98, ada dua perasaan yang hadir bersamaan: syukur dan kekhawatiran.

Syukur karena perjalanan panjangnya sebagai mahasiswa Program Studi Ilmu Hadis UAD akhirnya membuahkan pencapaian. Khawatir karena di balik puluhan prestasi yang telah diraih, ada satu pertanyaan yang terus ia bawa: apakah semua ilmu dan pencapaian itu benar-benar akan memberikan manfaat bagi orang lain? “Saya takut dengan sekian banyak prestasi, justru tidak memberikan manfaat bagi orang lain. Jangan sampai hanya besar di nama, besar di penghargaan, dan sering menjuarai lomba, tetapi nihil dalam kebermanfaatan bagi publik,” ujar Ziya.

Kekhawatiran itu menjadi menarik jika melihat perjalanan Ziya. Ia bukan berasal dari keluarga berada. Datang dari Riau, ia merantau ke Yogyakarta untuk menempuh pendidikan tinggi pada 2022. Jalan yang ditempuhnya tidak selalu mudah. Bahkan, sejak awal kuliah hingga prosesi wisuda, ia harus menjalani sebagian besar perjalanan tersebut seorang diri.

Abi dan Umi belum dapat hadir dalam acara wisudanya. Namun, Ziya memilih melihat pencapaiannya sebagai hadiah yang dapat ia bawa pulang untuk keduanya. Baginya, menjadi wisudawan berprestasi bukan hanya tentang dirinya, melainkan juga tentang bagaimana membuat kedua orang tuanya tersenyum. “Seorang anak dari kampung yang latar belakang ekonomi keluarganya bukan menengah ke atas, tetapi Allah memberikan rezeki sehingga bisa kuliah dan bahkan mendapatkan penghargaan tersebut. Jadi, saya sangat bersyukur karena bisa menyenangkan hati Abi dan Umi di rumah,” tuturnya.

Selama menempuh pendidikan di UAD, Ziya berhasil mengukir lebih dari 25 prestasi, mulai dari tingkat regional hingga internasional. Namun, ia tidak menganggap pencapaian tersebut datang begitu saja. Salah satu pengalaman yang paling berkesan baginya adalah ketika dipercaya mewakili UAD dalam lomba pidato yang diselenggarakan oleh Radio Republik Indonesia (RRI) Yogyakarta. Kesempatan itu bermula ketika RRI mengirimkan undangan kepada UAD. Setelah melalui proses internal, Ziya mendapat kepercayaan untuk menjadi delegasi.

Perjalanannya kemudian berlanjut ke tingkat nasional di Kendari. Ia berhasil meraih juara III. Bagi Ziya, pencapaian tersebut memiliki makna tersendiri. Ia yang berasal dari Riau dan bukan asli Yogyakarta dapat membawa nama UAD dan Yogyakarta ke panggung nasional. “Rasanya luar biasa. Saya bukan orang Jogja, saya orang Riau, orang Melayu, tetapi tiba-tiba membawa nama Jogja dan UAD ke tingkat nasional,” katanya.

Cerita lain datang dari Brunei Darussalam. Kesempatan tersebut bahkan bermula dari sesuatu yang sederhana. Ketika pulang ke Dumai pada Ramadan, Ziya memutuskan membuat paspor karena memiliki uang lebih. Saat itu, ia tidak memiliki rencana pasti untuk bepergian ke luar negeri. Ia hanya berpikir, siapa tahu suatu saat paspor tersebut akan berguna.

Benar saja. Beberapa waktu kemudian, ketika kembali ke UAD, Ketua Program Studi Ilmu Hadis menghubunginya. UAD memperoleh undangan dari Universiti Islam Sultan Sharif Ali (UNISSA) Brunei untuk mengirimkan delegasi dalam sebuah perlombaan. Ziya pun mengambil kesempatan tersebut. Ia mempersiapkan materi dan proposal secara mandiri. Dari Yogyakarta, ia berangkat seorang diri menuju Jakarta sebelum melanjutkan perjalanan ke Brunei.

Hasil perlombaan memang belum membawanya menjadi juara pertama, kedua, atau ketiga. Namun, ia berhasil masuk 10 besar. Lebih dari sekadar hasil kompetisi, pengalaman tersebut membuka pandangan Ziya terhadap dunia yang lebih luas. Bertemu orang-orang baru dan melihat lingkungan akademik di negara lain membuatnya mulai memiliki mimpi baru. Ia bahkan berharap dapat kembali ke Brunei untuk menempuh pendidikan magister.

“Pengalamannya luar biasa. Bertemu orang baru, melihat tempat baru, dan jadi ingin S2 ke Brunei rasanya. Doakan semoga bisa mendapatkan beasiswa ke sana, insyaallah,” ujarnya.

Bagi Ziya, mengikuti perlombaan bukan semata-mata tentang mengejar piala. Ia menemukan alasan yang lebih mendasar dari hadis Nabi Muhammad saw., “Ihrish ‘ala ma yanfa’uka,” yang bermakna bersemangatlah terhadap hal-hal yang bermanfaat bagimu.

Kompetisi, menurutnya, menjadi ruang untuk menguji kemampuan, mempelajari hal baru, sekaligus mengevaluasi diri. Karena itu, menang dan kalah merupakan bagian yang sama pentingnya dalam proses tersebut. Ia pernah mengalami masa ketika kemenangan terasa begitu jauh. Pada semester tujuh, Ziya mengikuti 13 perlombaan, tetapi hanya dua yang berhasil dimenanginya. Kondisi tersebut bahkan sempat membuat beasiswanya hampir dicabut. Alih-alih berhenti, ia menjadikan kegagalan sebagai bahan evaluasi. Baginya, ketika menang, seseorang perlu bersyukur. Ketika kalah, seseorang perlu bersabar dan kembali mencoba.

Ia juga memiliki pandangan tersendiri terhadap rasa tidak percaya diri. Menurutnya, rasa insecure tidak selamanya harus dipandang negatif. Jika diarahkan dengan tepat, perasaan tersebut dapat menjadi bahan bakar untuk belajar. Ketika melihat orang lain lebih hebat, misalnya, ia memilih bertanya kepada diri sendiri apa yang dapat dipelajari daripada terus merasa rendah diri. “Kompetisi yang sesungguhnya adalah berlomba dengan diri kita sendiri di masa lalu agar menjadi pribadi yang lebih baik setiap harinya,” ucapnya.

Untuk menjaga konsistensi, Ziya membangun kebiasaan sederhana. Ia berusaha memulai persiapan jauh sebelum tenggat waktu, mencatat rencana di atas kertas, serta membagi target menjadi langkah-langkah kecil. Ia menghindari kebiasaan mengerjakan segala sesuatu secara mendadak. Prinsip SMART juga ia gunakan untuk menentukan target agar tujuan yang dibuat lebih terukur dan realistis. Di atas semuanya, ia berusaha menjaga sikap ikhlas, bersyukur, dan sabar.

Di balik berbagai pencapaian tersebut, Ziya justru memiliki kekhawatiran yang cukup dalam. Ia tidak ingin prestasi membuat dirinya terlena. Baginya, kesuksesan bukan hanya tentang seberapa banyak penghargaan yang berhasil dikumpulkan. Kesuksesan adalah ketika seseorang mampu melakukan yang terbaik, terus belajar, dan memberikan manfaat kepada orang lain. Ia juga mengaitkan kesuksesan dengan konsep social interest dari Alfred Adler, yakni kepedulian, empati, dan keinginan untuk berkontribusi kepada lingkungan serta masyarakat.

Ziya merasa senang ketika berhasil mendapatkan penghargaan. Namun, ia akan merasa kurang jika hadiah dan pencapaian tersebut hanya dinikmati sendiri. Karena itu, ia berusaha menyisihkan sebagian rezekinya untuk membantu orang-orang di sekitarnya. Lebih dari itu, ada satu ukuran kesuksesan yang menurutnya jauh lebih penting: kedekatan dengan Allah. Ia khawatir seseorang justru mendapatkan banyak keberhasilan, tetapi semakin jauh dari Allah. Dalam pandangannya, keadaan tersebut jauh lebih berbahaya daripada sekadar mengalami kegagalan.

“Saya sangat khawatir jika kita terkena istidraj, ketika kita sukses dan memiliki banyak prestasi, tetapi justru semakin jauh dari Allah, malas beribadah atau mengaji. Itu yang sebenarnya sangat berbahaya,” katanya.

Selama belajar di UAD, Ziya tidak hanya menemukan pengalaman berkompetisi. Ia juga menemukan cara baru dalam memandang ilmu yang dipelajarinya. Baginya, hadis tidak semata-mata teks normatif yang berhenti pada hafalan dan kajian teoretis. Hadis harus dipahami secara aplikatif dan dapat diintegrasikan dengan berbagai bidang ilmu.

Semakin dalam mempelajari hadis, semakin ia memahami bahwa ilmu tersebut pada akhirnya mengantarkan seseorang untuk mengenal sosok Nabi Muhammad saw. Salah satu nilai yang paling ia pegang adalah kelembutan. “Nabi Muhammad adalah pribadi yang lemah lembut. Jadi, jika kita tidak lemah lembut, sebenarnya siapa yang sedang kita teladani?” tuturnya.

Pemahaman tersebut pula yang ingin ia bawa dalam perjalanan setelah lulus. Ziya berencana mendaftarkan diri dalam program beasiswa S2, dengan Brunei dan Malaysia sebagai dua negara yang menjadi pertimbangannya. Dalam jangka panjang, ia bercita-cita menjadi dosen Ilmu Hadis. Tidak hanya di Indonesia, Ziya bahkan bermimpi dapat mengajar di perguruan tinggi luar negeri.

Sebagai bagian dari keluarga besar UAD, Ziya juga menyimpan harapan untuk almamaternya. Ia berharap UAD dapat terus memberikan maslahat seluas-luasnya bagi masyarakat, khususnya mereka yang membutuhkan. Ia juga berharap UAD dapat memperluas akses dan skema beasiswa bagi mahasiswa. Menurutnya, kesempatan memperoleh pendidikan merupakan sesuatu yang sangat berarti, terutama bagi mahasiswa dengan keterbatasan ekonomi.

Selain itu, ia berharap nilai-nilai keislaman di lingkungan kampus semakin diperkuat. Sebagai perguruan tinggi Muhammadiyah yang membawa identitas Islam, menurutnya, nuansa tersebut perlu terus dihidupkan dalam kehidupan akademik. “Semoga Allah jadikan UAD bisa memberikan maslahat seluas-luasnya untuk masyarakat, untuk yang membutuhkan, dan semoga kita tidak terlena dengan gemerlapnya kemajuan kita,” ujarnya.

Perjalanan Ziya di UAD pada akhirnya bukan hanya tentang angka 3,98, lebih dari 25 prestasi, atau deretan penghargaan yang berhasil diraih. Ada proses panjang tentang merantau, belajar mandiri, menghadapi kegagalan, dan terus mencoba. Ada pula satu hal yang ingin ia pastikan setelah semua pencapaian itu: ilmu yang diperoleh tidak berhenti menjadi kebanggaan pribadi. Sebab, bagi Ziya, menjadi juara hanyalah satu bagian dari perjalanan. Bagian yang lebih penting adalah memastikan bahwa apa yang telah dipelajari dapat tumbuh menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Muhammad-Ziya-Ul-Albab-salah-satu-wisudawan-berprestasi-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-pada-Wisuda-Agustus-Foto.-Muhammad.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-08-27 08:38:512026-08-27 08:38:51Bukan Sekadar Juara, Muhammad Ziya Ul Albab Ingin Ilmunya Memberi Manfaat

Penerjunan KKN ADI di Kabupaten Muna Barat Sulawesi Tenggara

27/08/2026/in Terkini /by Ard

 

Penerjunan KKN ADI Universitas Ahmad Dahlan (UAD) di Kabupaten Muna Barat Sulawesi Tenggara (Foto. KKN UAD)

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menerjunkan 18 mahasiswa dalam program Kuliah Kerja Nyata Ahmad Dahlan Mengabdi (KKN ADI) periode ke-160 di Kabupaten Muna Barat, Sulawesi Tenggara. Program tersebut resmi dimulai pada 15 Agustus 2026 dan akan berlangsung selama 30 hari.

Penerimaan mahasiswa KKN ADI dilakukan oleh Rektor Institut Teknologi Bisnis dan Kesehatan Muhammadiyah (ITBKM) Muna Barat, Dr. Rasid, S.Pd., M.Pd., bersama Wakil Rektor dan jajaran pemerintah daerah. Kegiatan tersebut turut dihadiri Bupati Muna Barat La Ode Darwin, S.P., beserta jajaran Pemerintah Daerah Kabupaten Muna Barat.

KKN ADI merupakan program yang dirancang UAD melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) sebagai bentuk kontribusi mahasiswa dalam pemberdayaan masyarakat, khususnya di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Program ini menjadi wadah bagi mahasiswa yang tergabung dalam organisasi mahasiswa (Ormawa), seperti Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan organisasi otonom (Ortom) Muhammadiyah, untuk terlibat langsung dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal.

Sejak pertama kali dilaksanakan pada 2023, KKN ADI telah menyasar sejumlah wilayah di Sulawesi Tenggara, mulai dari Buton Selatan, Wakatobi pada 2024, Kendari pada 2025, hingga Muna Barat pada 2026.

Pelaksanaan KKN ADI periode ke-160 tahun ini melibatkan kolaborasi lima perguruan tinggi Muhammadiyah di Sulawesi, yakni UAD, ITBKM Muna Barat, Universitas Muhammadiyah Kendari (UM Kendari), Universitas Muhammadiyah Buton (UM Buton), dan ITBKM Wakatobi. Total peserta yang terlibat mencapai 82 mahasiswa, terdiri atas 18 mahasiswa UAD, 32 mahasiswa ITBKM Muna Barat, 9 mahasiswa UM Kendari, 13 mahasiswa UM Buton, dan 10 mahasiswa ITBKM Wakatobi.

Sebanyak 82 peserta tersebut disebarkan ke 11 desa di Kabupaten Muna Barat, yakni Desa Sukadamai, Waturempe, Marobea, Guali, Lahaji, Waulai, Lapolea, Walelei, Latugho, Lombu Jaya, dan Wamelai. Setiap unit KKN ditempati tujuh hingga delapan mahasiswa yang berasal dari lima perguruan tinggi Muhammadiyah untuk menjalankan program kerja bersama masyarakat.

Pada pelaksanaan tahun ini, ITBKM Muna Barat bertindak sebagai panitia KKN ADI. Tim ITBKM Muna Barat bersama Rektor ITBKM Muna Barat menyiapkan berbagai kebutuhan pelaksanaan, termasuk pemeriksaan kondisi lokasi KKN serta koordinasi dengan pemilik rumah, kepala desa, aparat desa, dan masyarakat untuk memastikan kesiapan tempat tinggal dan kelancaran kegiatan mahasiswa.

Bupati Muna Barat La Ode Darwin menyambut dan mendukung pelaksanaan KKN ADI di wilayahnya. Ia berharap mahasiswa dapat memberikan kontribusi positif kepada masyarakat melalui berbagai program yang dilaksanakan selama KKN.

Menurutnya, pelaksanaan KKN ADI juga menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan Kabupaten Muna Barat.

Kegiatan penerimaan mahasiswa KKN ADI turut dihadiri Rektor ITBKM Muna Barat Dr. Rasid, S.Pd., M.Pd.; Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Muna Barat Rika Purwaningsih Darwin; Rektor UM Kendari Prof. Dr. Ir. H. Muhammad Nurdin, M.Sc., IPU., ASEAN Eng., bersama Tim Humas dan LPM; perwakilan UM Buton Dr. Rasman Wijaya, M.Pd.; perwakilan ITBKM Wakatobi Yamin, S.Kom., M.Kom.; perwakilan Kapolres Muna Raya melalui Kapolsek Tiworo Kepulauan; Kepala Dinas Infokom; Sekretaris BAPPEDA Muna Barat; Ketua Pengurus Daerah Muhammadiyah Muna Barat; unsur organisasi perangkat daerah; Ketua Badan Pembina Harian ITBKM Muna Barat; para camat dan kepala desa/lurah di wilayah KKN ADI ke-160; serta Wakil Rektor, dosen, mahasiswa ITBKM Muna Barat, dan masyarakat sekitar kampus. (Dnd)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Penerjunan-KKN-ADI-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-di-Kabupaten-Muna-Barat-Sulawesi-Tenggara-Foto.-KKN-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-08-27 08:29:162026-08-27 08:29:16Penerjunan KKN ADI di Kabupaten Muna Barat Sulawesi Tenggara

Tim PKM-PM UAD Buat SMART CELL ENGLISH untuk Tingkatkan Life Skills Anak Binaan LPKA Yogyakarta

27/08/2026/in Terkini /by Ard

Tim PKM-PM Universitas Ahmad Dahlan (UAD) buat SMART CELL ENGLISH untuk tingkatkan Life Skills anak binaan LPKA Yogyakarta (Foto. Tim PKM UAD)

Tim Program Kreativitas Mahasiswa bidang Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-PM) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) hadirkan inovasi “SMART CELL ENGLISH: Pengembangan Platform Microlearning Android Terintegrasi Siniar untuk Meningkatkan Keterampilan Hidup (Life Skills) Anak Binaan Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Yogyakarta.” Program yang didanai Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) tahun 2026 ini diketuai oleh Ika Juni Astiti, bersama Isna Rodiana Binti Munawaroh, Fadia Al-Afwa, Fanny Rahmadani, dan Rafi Amrullah Al-Baihaqi Gunawan, di bawah bimbingan Nur Rifai Akhsan, S.Pd., M.Ed. Melalui program tersebut, tim mengembangkan platform pembelajaran digital yang menggabungkan microlearning, Bahasa Inggris, dan siniar untuk membantu peserta meningkatkan life skills berupa komunikasi, kepercayaan diri, serta independent learning.

SMART CELL ENGLISH tidak hanya digunakan sebagai media belajar Bahasa Inggris, tetapi dirancang agar anak binaan dapat belajar secara praktis, dan mandiri. Materi dalam platform dilengkapi dengan menu podcast mandiri yang mendorong peserta untuk berani berbicara dan mengekspresikan diri menggunakan Bahasa Inggris.

Sebelum program dimulai, tim melakukan koordinasi dengan mitra, menyusun materi, mengembangkan website, serta menyiapkan media dan instrumen pembelajaran. Tim juga melakukan needs assessment melalui observasi dan pre-test untuk mengetahui kebutuhan peserta. Berdasarkan hasil tersebut, materi kemudian disusun agar lebih sesuai dengan kondisi dan kebutuhan anak binaan LPKA Yogyakarta.

Pembelajaran dilaksanakan dalam enam pertemuan dengan durasi 90 menit dan diikuti oleh 26 anak binaan. Materi yang diberikan meliputi Greetings and Simple Conversation, Daily Life at LPKA, Giving Directions, Expressing Opinion, Job Skills, dan Future Plans. Kegiatan dikemas melalui speaking practice, vocabulary, dan berbagai aktivitas komunikasi sehingga peserta tidak hanya memahami materi, tetapi juga memiliki kesempatan untuk mempraktikkannya secara langsung.

Ketua Tim SMART CELL ENGLISH, Ika Juni Astiti, mengatakan bahwa program ini terbentuk sesuai dengan permasalahan utama mitra. “Dengan adanya program ini Bahasa Inggris tidak hanya dipelajari sebagai materi di dalam kelas, tetapi juga menjadi sarana untuk melatih komunikasi, keberanian mengekspresikan diri, dan kepercayaan diri. Oleh karena itu, perlunya menggabungkan platform microlearning dengan pembelajaran intensif dan siniar agar peserta bisa belajar sekaligus mempraktikkan kemampuan mereka,” ungkapnya.

Selama program berlangsung, tim menghasilkan beberapa luaran, yaitu website SMART CELL ENGLISH, enam modul pembelajaran, video pembelajaran, dua podcast, worksheet, dan sertifikat. Hasil evaluasi terhadap 18 Anak Binaan menunjukkan adanya peningkatan rata-rata nilai dari 58,22 pada pre-test menjadi 75,72 pada post-test, atau meningkat 17,50 poin. Dosen Pembimbing Nur Rifai Akhsan menilai bahwa keberlanjutan program juga menjadi perhatian tim melalui pelatihan penggunaan website, penyediaan modul dan pedoman, serta pembentukan Smart Cell English Rangers. “Yang kami bangun bukan hanya sebuah website, tetapi media pembelajaran yang menghubungkan Bahasa Inggris dengan life skills,” tuturnya. (Juni)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Tim-PKM-PM-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-buat-SMART-CELL-ENGLISH-untuk-tingkatkan-Life-Skills-anak-binaan-LPKA-Yogyakarta-Foto.-Tim-PKM-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-08-27 08:23:082026-08-27 08:23:08Tim PKM-PM UAD Buat SMART CELL ENGLISH untuk Tingkatkan Life Skills Anak Binaan LPKA Yogyakarta

Program Doktor Ilmu Farmasi UAD Tambah Lulusan Baru

26/08/2026/in Terkini /by Ard

Fakultas Farmasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menyelenggarakan Sidang Promosi Doktor Program Studi Ilmu Farmasi Program Doktor (S-3) (Foto. Dinda)

Fakultas Farmasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menyelenggarakan Sidang Promosi Doktor Program Studi Ilmu Farmasi Program Doktor (S-3) pada Kamis (20/8/2026). Kegiatan berlangsung di Ruang Auditorium A, Lantai 3, Kampus III UAD, Yogyakarta, dengan Dona Suzana sebagai kandidat doktor.

Dalam sidang tersebut, Dona Suzana mempresentasikan disertasinya yang berjudul “Pengembangan Terapi Infertilitas dengan Polherbal (Uncaria gambir, Tribulus terrestris, dan Piper retrofractum) melalui Pendekatan Bioinformatika dan Uji In-vivo pada Tikus Jantan.”

Sidang promosi doktor tersebut turut dihadiri oleh pembimbing utama Dr. apt. Kintoko, M.Sc. dan pembimbing pendamping Dr. apt. Moch. Saiful Bachri, M.Sc., serta jajaran dewan penguji.

Dalam kesempatan tersebut, Dr. apt. Kintoko, M.Sc. menyampaikan kesan dan pesannya kepada Dona Suzana. Ia berharap perjalanan akademik yang telah ditempuh dapat memberikan kontribusi yang lebih luas, khususnya dalam pengembangan bidang medis tradisional dan integratif.

“Semoga dokter Dona bisa terus menjadi dokter yang memahami logika dari pengobatan alam, kolaborasi sintetis, dan terus menumbuhkan diri dalam bidang medis tradisional integratif,” ujar Kintoko.

Ia juga berharap hasil riset yang dilakukan tidak berhenti pada lingkup akademik, tetapi dapat memberikan manfaat bagi masyarakat serta berdampak pada dunia usaha dan industri melalui proses komersialisasi.

“Setiap hasil dari riset yang dilakukan harus mempunyai dampak bagi dunia usaha dan dunia industri melalui komersialisasi. Ini penting, kalau ingin menjadi kampus berdampak, berarti setiap diri kita harus memberikan dampak,” lanjutnya.

Sementara itu, Dona Suzana menyampaikan rasa syukur setelah berhasil menyelesaikan pendidikan doktoralnya di UAD. Ia mengaku merasa beruntung dapat menjadi bagian dari lingkungan akademik yang mendukung proses pendidikannya.

“Akhirnya saya dapat menyelesaikan program ini, yang jauh dari rumah. Dan saya sangat beruntung menjadi mahasiswa di sini, di mana environment-nya sangat mendukung untuk menjadi seorang doktor,” ungkap Dona.

Menurutnya, dukungan dari para dosen menjadi salah satu hal yang berkesan selama menempuh pendidikan doktor. Ia mengapresiasi motivasi yang diberikan para dosen selama proses studinya.

“Dosen-dosennya selalu memberikan motivasi yang luar biasa, yang tidak pernah saya dapatkan di UI ataupun di Gunadarma dulu,” tuturnya.

Dona Suzana menyelesaikan Program Doktor Ilmu Farmasi UAD dalam waktu 2 tahun 11 bulan 20 hari dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 4,00. (Dnd)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Fakultas-Farmasi-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-menyelenggarakan-Sidang-Promosi-Doktor-Program-Studi-Ilmu-Farmasi-Program-Doktor-S-3-Foto.-Dinda.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-08-26 08:49:352026-08-26 08:49:35Program Doktor Ilmu Farmasi UAD Tambah Lulusan Baru

Prodi Perbankan Syariah FAI UAD Gelar Sosialisasi dan Pembekalan Magang

26/08/2026/in Terkini /by Ard

Prodi Perbankan Syariah FAI Universitas Ahmad Dahlan (UAD) gelar sosialisasi dan pembekalan magang (Foto. Ana)

Program Studi Perbankan Syariah (PBS) Fakultas Agama Islam Universitas Ahmad Dahlan (FAI UAD) sukses menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi dan Pembekalan Magang pada Kamis, 6 Agustus 2026 dengan mengusung tema “Peran Lembaga Pengelola Zakat (BAZNAS) dalam Ekosistem Ekonomi dan Keuangan Syariah: Peluang Magang dan Pengembangan Kompetensi Profesional Mahasiswa Perbankan Syariah.

Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran dosen dan seluruh mahasiswa PBS UAD angkatan 2023. Hadir pula para narasumber dan dosen penanggung jawab magang, di antaranya Dr. H. Nursya’bani Purnama, S.E., M.Si., CT, CCA, Pribawa E Pantas, S.E.Sy., M.E.K., dan Rofiul Wahyudi, S.E.I., M.E.I., Ph.D.

Dalam sambutan pembukanya, Kaprodi Perbankan Syariah FAI UAD, Dwi Santosa Pambudi, S.H.I., M.S.I., menekankan pentingnya manajemen waktu bagi mahasiswa. Ia mengingatkan bahwa mahasiswa  PBS UAD yang telah menginjak semester 7 kerap kali harus menghadapi tantangan dalam menyeimbangkan tiga mata kuliah krusial secara bersamaan, yakni pelaksanaan magang, program Kuliah Kerja Nyata (KKN), serta penyelesaian tugas akhir.

“Harapan kami, Mas dan Mbak sekalian perlu betul-betul bisa manajemen waktu dengan sangat tepat. Jangan sampai justru tiga-tiganya terlepas semua, akhirnya kalian tidak bisa menyelesaikan satu per satu,” pesan Dwi Santosa Pambudi di hadapan para peserta.

Selain manajemen waktu, ia juga berpesan kepada para mahasiswa agar senantiasa menjaga nama baik diri sendiri serta almamater Universitas Ahmad Dahlan selama berada di industri tempat mereka magang. Menurutnya, kinerja yang baik selama magang tidak hanya berdampak positif bagi penilaian institusi, tetapi juga membuka peluang besar bagi mahasiswa untuk langsung direkrut bekerja oleh industri.

Lebih lanjut, sesi sosialisasi ini juga memberikan ruang interaktif bagi mahasiswa untuk mendalami aturan magang, mekanisme konversi mata kuliah bagi yang sudah berpengalaman kerja di lembaga keuangan, hingga teknis pelaksanaan magang di luar kota Yogyakarta. (Ana)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Prodi-Perbankan-Syariah-FAI-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-gelar-sosialisasi-dan-pembekalan-magang-Foto.-Ana.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-08-26 08:43:502026-08-26 08:43:50Prodi Perbankan Syariah FAI UAD Gelar Sosialisasi dan Pembekalan Magang
Page 1 of 624123›»

TERKINI

  • Tim MeRAMU IMM FEB UAD Bekali Pelaku Usaha MieDes Pembukuan dan Pengelolaan Finansial28/08/2026
  • Tim PPKO RDC UAD Sukseskan Malam Puncak Pentas Seni HUT RI di Karangtengah28/08/2026
  • KKN UAD Optimalisasi Peran Kader Posyandu dalam Pencegahan Stunting di Mertelu28/08/2026
  • Tim MeRAMU IMM Farmasi UAD Dorong Kesehatan Salamrejo27/08/2026
  • Penerjunan KKN ADI di Kabupaten Muna Barat Sulawesi Tenggara27/08/2026

PRESTASI

  • Buat Inovasi Pendidikan dan Literasi, Mahasiswa UAD Raih Tiga Prestasi Nasional20/08/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Gold dan Silver Medal pada Essay National Competition 202619/08/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara II Lomba Poster Edukatif Kesehatan Mental18/08/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara I Lomba Baca Puisi Dahlan Culture Festival 202608/08/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara 3 Cakrawala National Essay Competition31/07/2026

FEATURE

  • Resep Istikamah Ibadah dan Menjaga Kesehatan Kerja28/08/2026
  • Bukan Sekadar Juara, Muhammad Ziya Ul Albab Ingin Ilmunya Memberi Manfaat27/08/2026
  • Dhita Pratama Beberkan Pentingnya Marketing Communication untuk Perkuat Karier20/08/2026
  • Hafiz Ahmad Rumalutur, Wisudawan FH UAD Dengan Segudang Prestasi Nasional19/08/2026
  • Di Balik Deretan Prestasi, Ada Perjalanan yang Tidak Sederhana19/08/2026

TENTANG | KRU | KONTAK | REKAPITULASI

Scroll to top