• TERKINI
  • UAD BERDAMPAK
  • PRESTASI
  • FEATURE
  • OPINI
  • MEDIA
  • KIRIM BERITA
  • Menu
News Portal of Universitas Ahmad Dahlan

Posts

Buat Inovasi Minuman Sehat Purple Moo, Tim UAD Juara I Video Kreatif Usaha

21/07/2026/in MBKM, Prestasi /by Ard

Tim Purple Moo Universitas Ahmad Dahlan (UAD) juara I video kreatif usaha (Foto. Tim Purple Moo)

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Tim mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat berhasil meraih Juara I Lomba Video Kreatif Usaha Kategori Minuman pada UAD Fair 2026 melalui inovasi produk minuman sehat bernama Purple Moo. Tim tersebut diketuai oleh Rinaldi Muhammad Fauzi dengan anggota Cindy Wahyuningsih, Gita Novita Ramdani, Mohd Haisyam, dan Islami Z.

Ketua tim, Rinaldi Muhammad Fauzi, mengungkapkan rasa syukur atas pencapaian yang diraih. Menurutnya, kemenangan tersebut merupakan hasil dari kerja keras seluruh anggota tim selama mempersiapkan kompetisi. “Alhamdulillah, kami sangat senang dan bersyukur karena berhasil meraih Juara I Video Kreatif Usaha Kategori Minuman pada UAD Fair 2026. Kemenangan ini merupakan hasil dari kerja keras, kerja sama, dan semangat seluruh anggota tim dalam mempersiapkan Purple Moo. Bagi kami, penghargaan ini bukan hanya tentang menjadi juara, tetapi juga menjadi motivasi untuk terus berinovasi dan mengembangkan usaha agar semakin dikenal oleh masyarakat. ” ujarnya.

Produk yang diusung tim adalah Purple Moo, minuman berbahan dasar ubi ungu pilihan yang dipadukan dengan susu UHT full cream dan krim premium sehingga menghasilkan cita rasa yang lembut dan creamy. Produk ini hadir sebagai alternatif minuman kekinian yang tidak hanya lezat, tetapi juga memiliki kandungan gizi yang baik bagi tubuh.

Cindy menjelaskan bahwa keunggulan Purple Moo terletak pada penggunaan ubi ungu asli yang kaya akan antioksidan. Kandungan tersebut bermanfaat untuk membantu menjaga daya tahan tubuh, melancarkan pencernaan, serta menjadi sumber energi alami. Selain varian Original, Purple Moo juga tersedia dalam pilihan rasa Matcha dan Taro, serta dilengkapi pilihan topping berupa keju serut dan cokelat serut yang semakin

Meski berhasil meraih prestasi, perjalanan menuju kemenangan tidak lepas dari berbagai tantangan. Salah satu kendala terbesar yang dihadapi adalah mengatur waktu karena setiap anggota berasal dari angkatan yang berbeda, yakni angkatan 2023, 2024, dan 2025, sehingga memiliki jadwal perkuliahan dan aktivitas yang tidak sama. Selain itu, perbedaan cara pandang antaranggota juga menjadi tantangan tersendiri dalam proses pengambilan keputusan.

Untuk mengatasi hal tersebut, tim secara rutin melakukan koordinasi melalui grup komunikasi untuk menentukan jadwal pertemuan dan membagi tugas. Mereka juga mengadakan diskusi-diskusi kecil guna menyamakan visi, mengevaluasi progres pekerjaan, serta menentukan langkah yang harus diselesaikan berikutnya.

Melalui kompetisi ini, tim memperoleh banyak pengalaman berharga, terutama mengenai pentingnya manajemen waktu, komunikasi yang efektif, dan kerja sama dalam tim. Mereka belajar untuk saling menghargai pendapat, menyesuaikan jadwal, serta membangun kolaborasi yang solid demi mencapai tujuan bersama.

Menurut tim, UAD Fair merupakan wadah yang sangat positif bagi mahasiswa untuk mengembangkan jiwa kewirausahaan sekaligus menyalurkan kreativitas. Berbagai kompetisi dan pertunjukan seni yang diselenggarakan turut menciptakan suasana kampus yang lebih hidup serta membuka kesempatan bagi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi untuk saling mengenal dan memperluas jejaring.

Tim berharap UAD Fair dapat terus diselenggarakan setiap tahun sebagai ruang belajar nyata bagi mahasiswa dalam mengasah kemampuan berbisnis, manajemen, inovasi, dan kreativitas. Selain itu, mereka juga berharap kegiatan tersebut semakin mempererat hubungan antarmahasiswa dari berbagai universitas sehingga kolaborasi dan jejaring akademik dapat terus berkembang. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Tim-Purple-Moo-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-juara-I-ideo-kreatif-usaha-Foto.-Tim-Purple-Moo.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-07-21 08:44:412026-07-21 08:44:41Buat Inovasi Minuman Sehat Purple Moo, Tim UAD Juara I Video Kreatif Usaha

PPK Ormawa RDC UAD Bekali Karang Taruna Karangtengah Dasar-Dasar Robotika untuk Dukung Pertanian Cerdas

21/07/2026/in MBKM, Terkini /by Ard

PPK Ormawa RDC Universitas Ahmad Dahlan (UAD) bekali Karang Taruna Karangtengah dasar-dasar robotika (Foto. RDC UAD)

Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Robotic Development Community (RDC) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar Pelatihan Perdana bagi Pemuda Karang Taruna Kalurahan Karangtengah, Kapanewon Imogiri, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Minggu, 19 Juli 2026. Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam implementasi program NAWASENA: Sistem Pertanian Cerdas Berbasis Robotika dan Internet of Things (IoT) untuk Pengendalian Hama Tikus dan Produktivitas Padi Berkelanjutan.

Pelatihan bertujuan memberikan pembekalan dasar mengenai teknologi robotika kepada Pemuda Karang Taruna sebagai bekal untuk mendukung pelaksanaan program yang akan diterapkan di Kalurahan Karangtengah. Kegiatan dihadiri oleh Dosen Pembimbing PPK Ormawa RDC UAD, Ir. Phisca Aditya Rosyady, S.Si., M.Sc., Kepala Padukuhan Karangtengah Sumardiyono, Tim PPK Ormawa RDC UAD 2026, serta Pemuda Karang Taruna Kalurahan Karangtengah.

Dalam sambutannya, Ir. Phisca Aditya Rosyady S.Si., M.Sc., menekankan pentingnya pemahaman dasar robotika sebelum teknologi tersebut diterapkan secara langsung di lapangan. “Pelatihan ini merupakan pembelajaran awal bagi peserta untuk mengenal teknologi robotika yang akan diterapkan selama pelaksanaan Program PPK Ormawa RDC. Setiap robot memiliki bentuk, fungsi, dan tujuan yang berbeda, tetapi pada dasarnya bekerja dengan konsep yang sama. Oleh karena itu, pemahaman mengenai dasar-dasar robotika menjadi bekal penting sebelum robot diterjunkan ke lapangan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Padukuhan Karangtengah, Sumardiyono, mengapresiasi pelaksanaan program yang diinisiasi mahasiswa UAD tersebut. Ia berharap pelatihan tidak hanya meningkatkan pengetahuan peserta mengenai teknologi, tetapi juga mampu mendorong keterlibatan aktif masyarakat dalam mendukung keberhasilan program.

Pada sesi inti, materi disampaikan oleh Galih. Sebelum memasuki pembahasan, peserta diperkenalkan dengan berbagai jenis robot yang dibawa oleh tim sebagai media pembelajaran. Robot-robot tersebut meliputi robot mobile beroda, robot berkaki (legged robot), robot manipulator yang banyak dimanfaatkan di sektor industri, hingga robot humanoid yang dirancang menyerupai manusia. Pengenalan tersebut bertujuan memberikan gambaran mengenai perkembangan teknologi robotika beserta fungsi dari masing-masing jenis robot.

Dalam pelatihan, peserta mempelajari konsep dasar penyusun sebuah robot yang terdiri atas perangkat input berupa sensor, proses melalui mikrokontroler sebagai pusat kendali, dan output berupa motor maupun aktuator. Selain itu, peserta juga mendapatkan penjelasan mengenai proses perakitan robot, mekanisme pengoperasian melalui laman berbasis web, hingga cara kerja robot dalam menyelesaikan tugas sesuai kondisi medan.

Memasuki sesi kedua, kegiatan dilanjutkan dengan Focus Group Discussion (FGD), demonstrasi robot, serta praktik langsung. Peserta dibagi ke dalam lima kelompok untuk mengenal komponen robot sekaligus mencoba mengoperasikan robot yang telah disediakan oleh Tim PPK Ormawa RDC dengan pendampingan pemateri. Antusiasme peserta terlihat dari berbagai pertanyaan yang diajukan, mulai dari perbedaan Arduino Uno dan Arduino Nano, jenis sensor yang digunakan, hingga sistem pengendalian robot. Seluruh pertanyaan dijawab melalui penjelasan dan demonstrasi sehingga peserta memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai penerapan teknologi robotika.

Melalui pelatihan tersebut, peserta berhasil memperoleh pemahaman mengenai konsep dasar robotika, mengenal berbagai jenis dan komponen robot, memahami prinsip kerja robot yang akan digunakan dalam Program PPK Ormawa RDC, serta mendapatkan pengalaman praktik secara langsung. Selain itu, tercipta diskusi yang aktif antara peserta dan pemateri sehingga kegiatan berlangsung interaktif dan mendapat respons positif dari seluruh peserta.

Pelatihan perdana ini menjadi langkah awal dalam membangun kolaborasi antara Tim PPK Ormawa RDC UAD, Pemerintah Kalurahan Karangtengah, dan Pemuda Karang Taruna untuk mendukung implementasi Program NAWASENA. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/PPK-Ormawa-RDC-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-bekali-Karang-Taruna-Karangtengah-dasar-dasar-robotika-Foto.-RDC-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-07-21 08:37:392026-07-21 08:37:39PPK Ormawa RDC UAD Bekali Karang Taruna Karangtengah Dasar-Dasar Robotika untuk Dukung Pertanian Cerdas

Peserta Leadership Training PTMA Kunjungi UAD, Bahas Sinergi dan Tata Kelola Perguruan Tinggi

21/07/2026/in Terkini /by Ard

Kunjungan peserta leadership training pimpinan PTMA angkatan XII di Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Humas UAD)

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menerima Kunjungan Lapangan Peserta Leadership Training Pimpinan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) Angkatan XII. Kegiatan ini berlangsung pada Kamis, 16 Juli, dan bertempat di Ruang Serbaguna Lantai 10, Kampus IV UAD.

Acara ini disambut langsung oleh Rektor UAD, Prof. Dr. Muchlas, M.T., beserta jajaran pimpinan universitas, di antaranya Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Ir. Sunardi, S.T., M.T., Ph.D., Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Dr. Gatot Sugiharto, S.H., M.H., dan Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Manusia Dr. Norma Sari, S.H., M.Hum.

Dalam sambutannya, Prof. Dr. Muchlas, M.T. memaparkan perkembangan UAD yang kini telah memiliki enam kampus utama dan didukung oleh 11 fakultas serta 60 program studi. Saat ini, UAD melayani sekitar 21.000 mahasiswa dengan tenaga pendidik sebanyak 723 dosen, yang terdiri atas 57 guru besar dan 309 doktor.

Prof. Muchlas menegaskan bahwa tantangan yang dihadapi oleh setiap PTMA pada dasarnya memiliki banyak kesamaan. “UAD itu juga sama dengan PTMA yang Bapak Ibu pimpin. Karakternya sama persis. Artinya, jika kita kekurangan dana, perasaannya sama. Ketika ada adaptasi juga sama. Namun, pendekatannya mungkin sedikit berbeda tergantung pimpinan dan gayanya,” tuturnya.

Lebih lanjut, kunjungan ini menjadi wadah dialog terkait berbagai kebijakan strategis di lingkungan institusi Muhammadiyah, termasuk pengelolaan sumber daya manusia, unit usaha perguruan tinggi, hingga penyesuaian jam kerja. Salah satu kebijakan yang ditekankan adalah implementasi hari kerja yang lebih efektif dan pemusatan aktivitas non-prioritas di akhir pekan.

Selain manajemen SDM, sesi diskusi juga menyinggung program internalisasi nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) melalui pengelolaan asrama (ma’had) mahasiswa secara komprehensif, serta gagasan unifikasi keilmuan dengan disiplin ilmu lainnya.

Pertemuan ini diakhiri dengan diskusi interaktif antar peserta, di mana para pimpinan PTMA saling berbagi praktik baik (best practices) terkait penyelesaian masalah di institusi masing-masing. Melalui kegiatan ini, diharapkan kolaborasi dan kualitas tata kelola lembaga pendidikan tinggi di bawah naungan persyarikatan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah semakin kokoh. (septia)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Kunjungan-peserta-leadership-training-pimpinan-PTMA-angkatan-XII-di-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Humas-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-07-21 08:25:322026-07-21 08:25:32Peserta Leadership Training PTMA Kunjungi UAD, Bahas Sinergi dan Tata Kelola Perguruan Tinggi

Shaldan dan Tantangannya di ONMIPA Perguruan Tinggi 2026

21/07/2026/in Feature /by Ard

Shaldhan Bayu Yuska mahasiswa Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Shaldan)

Perjuangan pantang menyerah ditunjukkan oleh Shaldhan Bayu Yuska, mahasiswa Program Studi Kedokteran, Fakultas Kedokteran (FK), Universitas Ahmad Dahlan (UAD) angkatan 2023. Setelah melewati proses panjang, persaingan ketat, serta perjuangan selama tiga tahun, ia sukses menorehkan prestasi gemilang dengan menyabet medali perunggu dalam ajang Olimpiade Nasional Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Perguruan Tinggi (ONMIPA-PT) 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek). Kompetisi tingkat nasional tersebut berlangsung di Universitas Airlangga (Unair) pada 8 hingga 11 Juni 2026.

Perjalanan Shaldhan menuju babak final dimulai dari tahapan seleksi internal di kampus UAD. Dari proses tersebut, terpilih 5 delegasi per bidang pendaftaran. Shaldhan bersama 4 delegasi bidang biologi UAD lainnya kemudian dikirim untuk mewakili universitas di tingkat wilayah LLDIKTI V. Setelah melewati seleksi wilayah, ia berhasil menyisihkan kompetitor dan masuk ke dalam jajaran 65 finalis dari seluruh Indonesia yang berhak maju ke babak final tingkat nasional.

Sebagai mahasiswa kedokteran, Shaldhan mengakui adanya tantangan tersendiri karena cakupan materi yang diujikan merupakan biologi komprehensif yang sangat luas. Materi tersebut meliputi level genetik, molekuler, mikroorganisme, hewan, tumbuhan, hingga ekologi, yang mayoritas tidak didapatkan dalam perkuliahan rutinnya.

“Sebagai mahasiswa kedokteran, saya menemui kendala dalam mengejar materi biologi karena tidak diajarkan dalam kuliah. Strateginya adalah dengan menyelesaikan seluruh bab pada buku Campbell yang jadi fundamental biologi. Selain itu, latihan dari soal tahun lalu yang memegang peranan paling penting,” ujar Shaldhan.

Pada babak final nasional, seluruh soal disajikan penuh dalam bentuk esai. Shaldhan menjelaskan bahwa tingkat kesulitan utama pada kompetisi ini terletak pada analisis soal serta manajemen pengerjaan, mengingat kolom jawaban dan waktu yang disediakan panitia sangat terbatas. Untuk menjaga fokus selama kompetisi, Shaldhan menerapkan strategi dengan mengurangi interaksi yang tidak perlu dengan delegasi lain, terutama dalam hal mencocokkan atau mendiskusikan jawaban. Begitu ujian selesai, ia memilih untuk langsung pulang atau mencari udara segar demi menjaga kejernihan pikiran.

“Saat di hari H, banyakin waktu untuk istirahat, jangan terlalu banyak push materi,” tambahnya.

Pencapaian ini sekaligus menjadi momen puncak dari partisipasi ketiga Shaldhan dalam ajang ONMIPA-PT setelah pada dua edisi sebelumnya belum berhasil membawa pulang penghargaan.

“Momen yang paling tidak terlupakan adalah ketika malam penganugerahan di mana namaku akhirnya dipanggil setelah dua kali aku mencoba ONMIPA dan belum pernah dapat penghargaan sama sekali. Itu menjadi momen penantian selama tiga tahun,” pungkasnya. (Anove)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Shaldhan-Bayu-Yuska-mahasiswa-Program-Studi-Kedokteran-Fakultas-Kedokteran-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Shaldan.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-07-21 08:19:302026-07-21 08:19:30Shaldan dan Tantangannya di ONMIPA Perguruan Tinggi 2026

Mahasiswa UAD Raih Juara II Tangkai Lomba Keroncong Putra pada PEKSIMIPROV DIY 2026

20/07/2026/in Prestasi /by Ard

Mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) raih juara II tangkai lomba keroncong putra pada PEKSIMIPROV DIY 2026 (Foto. Pramudya)

Prestasi membanggakan kembali diraih mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Pramudya Wijaya, mahasiswa Program Studi Kedokteran, berhasil meraih Juara II Tangkai Lomba Keroncong Putra pada Pekan Seni Mahasiswa Provinsi (PEKSIMIPROV) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) 2026.

Pramudya mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaannya setelah diumumkan sebagai pemenang. Menurutnya, pencapaian tersebut merupakan hasil dari proses latihan yang panjang dan penuh komitmen. “Saya merasa sangat bersyukur dan bahagia. Jujur, saya tidak menyangka bisa meraih Juara II Keroncong Putra karena melihat semua peserta memiliki kualitas yang luar biasa. Bagi saya, pencapaian ini adalah bonus dari proses latihan yang sudah saya jalani. Saya juga merasa bangga karena bisa membawa nama baik UAD di ajang PEKSIMIPROV DIY 2026.”

Bagi Pramudya, pencapaian tersebut memiliki makna yang besar, baik sebagai mahasiswa maupun sebagai penyanyi. Ia semakin termotivasi untuk terus mengembangkan kemampuan sekaligus membuktikan bahwa prestasi akademik dan nonakademik dapat berjalan beriringan apabila mampu mengelola waktu dengan baik.

Persiapan menuju PEKSIMIPROV DIY 2026 dilakukan secara intensif. Selama beberapa waktu, Pramudya rutin menjalani latihan vokal, memperdalam interpretasi lagu, serta melatih kemampuan tampil di atas panggung agar lebih percaya diri. Dalam proses tersebut, Universitas Ahmad Dahlan turut memberikan dukungan melalui penyediaan fasilitas latihan, pendampingan, serta motivasi sehingga dirinya semakin siap menghadapi kompetisi.

Pada ajang tersebut, Pramudya membawakan dua lagu keroncong, yaitu “Kr. Sepercik Nyala Api” dan “Kr. Rindu Malam”. Kedua lagu dipilih karena dinilai sesuai dengan karakter vokalnya dan memiliki makna yang kuat. Melalui penampilannya, ia ingin menunjukkan kemampuan teknik vokal sekaligus menyampaikan pesan yang terkandung dalam lagu kepada penonton maupun dewan juri.

Momen yang paling berkesan bagi Pramudya adalah ketika berdiri di atas panggung dan menampilkan kemampuan terbaiknya di hadapan dewan juri serta para penonton. Kebahagiaan itu semakin lengkap ketika namanya diumumkan sebagai peraih Juara II. Selain memperoleh penghargaan, ia juga mendapatkan pengalaman berharga melalui kesempatan bertemu dan berinteraksi dengan peserta-peserta berbakat dari berbagai perguruan tinggi di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Menurut Pramudya, ajang PEKSIMIPROV mengajarkannya bahwa sebuah prestasi tidak dapat diraih secara instan. Dibutuhkan proses yang panjang, disiplin, konsistensi, serta kemauan untuk terus belajar dan berkembang. Ia juga belajar untuk lebih percaya diri serta menjadikan kompetisi sebagai ruang untuk meningkatkan kemampuan, bukan sekadar mengejar kemenangan. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-raih-juara-II-tangkai-lomba-keroncong-putra-pada-PEKSIMIPROV-DIY-2026-Foto.-Pramudya.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-07-20 10:06:142026-07-20 10:06:14Mahasiswa UAD Raih Juara II Tangkai Lomba Keroncong Putra pada PEKSIMIPROV DIY 2026

Tempura Kocek, Inovasi Camilan Khas Jawa Timur Karya Mahasiswa UAD

20/07/2026/in MBKM, Prestasi /by Ard

Tempura kocek, inovasi camilan khas Jawa Timur karya mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Tim HuHaHinn)

Tim mahasiswa Program Studi Teknologi Pangan Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menghadirkan inovasi kuliner bertajuk Tempura Kocek pada ajang UAD FAIR #5. Produk tersebut berhasil meraih Juara II Kategori Poster Digital Usaha, sekaligus menunjukkan kreativitas mahasiswa dalam mengembangkan makanan tradisional dengan sentuhan inovasi dan konsep ramah lingkungan.

Tim yang mengusung nama HuHaHinn ini diketuai oleh Triamanda Fauzia dengan anggota Nanda Khulukil Khusna dan Anisa Nur Amanah, seluruhnya berasal dari Program Studi Teknologi Pangan UAD.

Produk yang dikembangkan tim bernama Tempura Kocek, camilan khas Jawa Timur yang memadukan tempura, kol, dan sambal menjadi satu sajian dengan cita rasa khas. Pada UAD FAIR #5, tim menghadirkan tiga varian rasa, yaitu Tempura Kocek Sambal Bawang, Tempura Kocek Barbecue, dan Tempura Kocek Balado. Dari ketiga varian tersebut, Tempura Kocek Sambal Bawang menjadi menu yang paling diminati pengunjung.

Keunikan produk ini tidak hanya terletak pada cita rasanya, tetapi juga pada konsep yang diusung. Tim mengangkat tema go green dengan mengurangi penggunaan kemasan plastik dan menggantinya menggunakan daun pisang sebagai kemasan utama. Konsep tersebut diharapkan dapat mengurangi limbah plastik sekaligus menghadirkan kesan tradisional yang lebih dekat dengan budaya lokal.

Menurut Nanda, keikutsertaan dalam UAD FAIR dilandasi keinginan untuk menambah pengalaman sekaligus memperkenalkan produk inovatif kepada masyarakat. Selain menjadi ajang kewirausahaan terbesar di UAD, kompetisi ini juga diikuti oleh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi sehingga menjadi kesempatan untuk memperluas relasi dan menguji potensi produk yang dikembangkan.

Tim mempersiapkan kompetisi tersebut sejak jauh hari dengan melakukan riset mengenai produk yang sesuai dengan selera mahasiswa dan dosen, memiliki harga yang terjangkau, serta menawarkan nilai keunikan yang mampu menarik perhatian pengunjung. Selain mengikuti pameran produk, peserta juga berkesempatan mengikuti berbagai kompetisi lain, seperti video kreatif, poster digital usaha, dan sejumlah kategori perlombaan lainnya.

Dalam proses persiapan, tantangan terbesar yang dihadapi adalah manajemen waktu. Seluruh anggota tim merupakan mahasiswa Program Studi Teknologi Pangan yang memiliki jadwal praktikum cukup padat sehingga harus mampu membagi waktu antara perkuliahan, praktikum, dan persiapan kompetisi.

Triamanda menambahkan, “Walaupun proses persiapannya cukup melelahkan karena harus membagi waktu dengan praktikum, kami sangat bersyukur seluruh perjuangan tim terbayar. Produk kami habis terjual dan kami juga berhasil membawa pulang Juara II Poster Digital Usaha. Pengalaman ini benar-benar menjadi kebanggaan bagi kami,” ungkapnya.

Tim berharap UAD FAIR dapat terus diselenggarakan setiap tahun sebagai wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan kreativitas dan jiwa kewirausahaan. Mereka juga berharap waktu persiapan dan pengumpulan karya pada penyelenggaraan berikutnya dapat diperpanjang sehingga peserta dapat mempersiapkan inovasi secara lebih optimal di tengah padatnya aktivitas perkuliahan. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Tempura-kocek-inovasi-camilan-khas-Jawa-Timur-karya-mahasiswa-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Tim-HuHaHinn.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-07-20 09:57:212026-07-21 07:40:16Tempura Kocek, Inovasi Camilan Khas Jawa Timur Karya Mahasiswa UAD

Mahasiswa UAD Raih Juara I Short Semi Documentary Kategori Cinematography pada SILAT APIK PTMA 2026

20/07/2026/in Prestasi /by Ard

Mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) juara I short semi documentary kategori cinematography pada SILAT APIK PTMA 2026 (Foto. Aninda)

Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Aninda Rahayu, berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih Juara I Short Semi Documentary Kategori Cinematography dalam ajang Silaturahmi Asosiasi Pendidikan Ilmu Komunikasi Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (APIK PTMA) 2026 yang diselenggarakan di Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA (UHAMKA), Jakarta Selatan, pada 24-26 Juni 2026.

Bagi Aninda, prestasi tersebut menjadi pencapaian yang sangat berarti. Ia mengaku sangat bersyukur karena kompetisi tersebut merupakan ajang pertama yang berhasil mengantarkannya meraih gelar juara sejak menempuh pendidikan di perguruan tinggi.

Pada kompetisi Short Semi Documentary, Aninda bersama tim mengangkat karya bertajuk “Some Are Quietly Left Behind”. Film dokumenter tersebut mengangkat isu kesenjangan dalam pemanfaatan teknologi digital di tengah pesatnya perkembangan ekonomi Kota Jakarta.

Melalui karya tersebut, tim menyoroti penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sebagai salah satu simbol transformasi digital di Indonesia. Di balik pesatnya penerapan sistem pembayaran digital, mereka menemukan bahwa masih banyak pedagang kecil yang belum memanfaatkan QRIS dalam aktivitas usahanya. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa tidak semua pelaku usaha dapat mengikuti laju perkembangan teknologi secara merata.

“Melalui film ini kami ingin menunjukkan bahwa di balik kemajuan ekonomi Jakarta masih ada kelompok masyarakat yang tertinggal dalam proses transformasi digital. Salah satu contohnya adalah masih banyak pedagang yang belum menggunakan QRIS sebagai metode pembayaran,” jelas Aninda.

Proses produksi film dilakukan dalam waktu yang terbatas. Tim mulai menyusun ide pada malam hari, kemudian melakukan pengambilan gambar keesokan harinya di beberapa lokasi di Jakarta, di antaranya kawasan Blok M, lingkungan Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA (UHAMKA), serta sejumlah angkringan di sekitar tempat penginapan peserta. Setelah seluruh footage terkumpul, tim langsung melanjutkan proses penyuntingan pada malam hari dan menyelesaikannya pada hari berikutnya sebelum batas waktu pengumpulan.

Selama proses produksi, tim menghadapi tantangan dalam mencari narasumber yang bersedia diwawancarai. Menurut Aninda, sebagian besar pedagang yang ditemui pada awalnya enggan memberikan keterangan. Untuk mengatasi hal tersebut, tim memilih membangun komunikasi secara santai terlebih dahulu agar narasumber merasa lebih nyaman sebelum proses wawancara dilakukan.

Aninda menilai keberhasilan tim meraih Juara I pada kategori Cinematography tidak terlepas dari kualitas visual yang dihasilkan. Teknik pengambilan gambar, pemilihan sudut kamera, serta proses penyuntingan yang matang menjadi kekuatan utama karya mereka sehingga mampu menarik perhatian dewan juri.

“Karena yang dilombakan adalah kategori sinematografi, kami benar-benar berusaha memaksimalkan teknik pengambilan gambar dan proses editing agar hasil visualnya lebih kuat dan mampu mendukung pesan yang ingin kami sampaikan,” ujarnya.

Aninda menambahkan, “Lawanlah semua ketakutan dalam diri. Hadapi setiap tantangan karena justru di situlah letak keseruannya. Jadikan setiap pengalaman sebagai pelajaran hidup. Melalui dunia perfilman dan videografi, kita juga bisa melihat banyak sisi kehidupan yang mungkin belum pernah kita ketahui sebelumnya,” pesannya. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-juara-I-short-semi-documentary-kategori-cinematography-pada-SILAT-APIK-PTMA-2026-Foto.-Aninda.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-07-20 09:50:202026-07-20 09:50:20Mahasiswa UAD Raih Juara I Short Semi Documentary Kategori Cinematography pada SILAT APIK PTMA 2026

Citara, Inovasi Mochi Rasa Nusantara Karya Mahasiswa UAD

19/07/2026/in MBKM, Prestasi /by Ard

Citara, inovasi mochi rasa nusantara karya mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Tim Citara)

Tim mahasiswa Program Studi Sastra Inggris Universitas Ahmad Dahlan (UAD) berhasil menghadirkan inovasi produk pangan bertajuk Citara (Mochi Rasa Nusantara) pada ajang UAD FAIR #5 Tahun 2026 yang diselenggarakan di UAD. Produk tersebut berhasil meraih Juara I Kategori Inovasi Produk serta Juara Harapan I Kategori Video Kreatif, sekaligus menjadi bukti kreativitas mahasiswa dalam mengolah kuliner tradisional menjadi produk yang menarik dan bernilai jual.

Tim yang diketuai oleh Taqiyya Afanin Sholihah ini beranggotakan Naila Lathifatul Maulida, Jesica Lintang Marcheliana, Jihan Qaisyara, dan Yumna Ulya’ Afifah. Salah satu anggota tim, Jihan Qaisyara, mengungkapkan bahwa pencapaian tersebut menjadi pengalaman yang tidak terlupakan bagi seluruh anggota.

“Kami berhasil meraih Juara I Kategori Inovasi Produk dan Juara Harapan I Kategori Video Kreatif. Menurut saya, persiapan kami sebenarnya masih jauh dari kata sempurna karena waktu yang tersedia sangat terbatas. Namun, kemenangan ini menjadi bukti bahwa keterbatasan waktu bukanlah penghalang selama kami mau berusaha, bekerja sama, dan memberikan yang terbaik,” ujarnya.

Produk yang dikembangkan tim diberi nama Citara (Mochi Rasa Nusantara). Berbeda dengan mochi pada umumnya, Citara memadukan hidangan penutup khas Jepang dengan cita rasa yang lekat dengan budaya kuliner Indonesia. Tim menghadirkan tiga varian rasa, yaitu nastar, klepon, dan pisang cokelat, yang masing-masing memiliki makna tersendiri.

Varian nastar dipilih karena identik dengan momen Lebaran dan kebersamaan keluarga. Sementara itu, klepon merepresentasikan jajanan pasar tradisional yang menjadi bagian dari kekayaan kuliner Nusantara. Adapun varian pisang cokelat menghadirkan nostalgia jajanan sekolah dan camilan rumahan yang akrab di kalangan masyarakat.

Tidak hanya dari sisi rasa, tim juga menghadirkan konsep produk yang mengangkat nilai-nilai lokal. Citara dikemas menggunakan besek mini yang dilengkapi alas daun pisang sehingga memberikan kesan tradisional sekaligus ramah lingkungan. Selain itu, setiap varian mochi memiliki karakter maskot tersendiri yang diwujudkan dalam bentuk stiker sebagai identitas produk.

Menurut Jihan, keikutsertaan tim dalam UAD FAIR berawal dari keinginan untuk menambah pengalaman di bidang kewirausahaan sekaligus mengembangkan ide menjadi produk yang benar-benar siap dipasarkan. Oleh karena itu, persiapan tidak hanya difokuskan pada proses produksi, tetapi juga pada penyusunan konsep bisnis secara menyeluruh, mulai dari pemilihan rasa, desain kemasan, hingga strategi pemasaran yang didasarkan pada pertimbangan yang matang.

Dalam proses persiapannya, tim menghadapi tantangan berupa keterbatasan waktu, baik saat produksi maupun menjelang pelaksanaan kompetisi. Produk Citara harus disajikan dalam kondisi segar sehingga proses pembuatan dimulai sejak dini hari. Bahkan, sebagian proses penyelesaian produk masih dilakukan ketika tim telah berada di lokasi acara.

Untuk mengatasi kendala tersebut, setiap anggota diberikan tanggung jawab yang berbeda sesuai kemampuannya. Sebagian anggota berfokus pada proses produksi, mulai dari menyiapkan bahan, membuat adonan, menyiapkan isian, mengukus, membentuk, hingga mengemas mochi. Sementara anggota lainnya bertugas menyiapkan stan dan kebutuhan penjualan. Pembagian tugas yang jelas serta komunikasi yang baik membuat seluruh proses dapat berjalan efektif sehingga kualitas produk tetap terjaga.

“Keberhasilan sebuah produk tidak hanya ditentukan oleh kualitas rasanya, tetapi juga oleh perencanaan yang matang dan kekompakan tim dalam menghadapi setiap tantangan. Pengalaman ini memberikan gambaran nyata kepada kami tentang bagaimana menjalankan sebuah usaha,” tutur Jihan.

Menurutnya, meskipun proses persiapan UAD FAIR cukup melelahkan karena membutuhkan banyak tenaga dan waktu, kegiatan tersebut menjadi pengalaman yang sangat menyenangkan. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Citara-inovasi-mochi-rasa-nusantara-karya-mahasiswa-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Tim-Citara.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-07-19 10:00:372026-07-21 08:15:29Citara, Inovasi Mochi Rasa Nusantara Karya Mahasiswa UAD

Mahasiswa PBSI UAD Sabet Juara 3 di Peksimiprov DIY 2026, Siap Bidik Tingkat Nasional

19/07/2026/in Prestasi /by Ard

Mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) juara III di Peksimiprov DIY 2026 (Foto. Kavindo)

Ajang dua tahunan Pekan Seni Mahasiswa Provinsi (Peksimiprov) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) 2026 kembali melahirkan talenta muda berbakat. Kavindo Aji Baskara, mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) angkatan 2025Universitas Ahmad Dahlan (UAD), sukses menorehkan prestasi membanggakan dengan membawa pulang predikat Juara 3 kategori Baca Puisi Putra.

Sebelum berhasil melaju dan bersaing di tingkat provinsi, mahasiswa yang akrab disapa Vindo ini harus melewati tahapan seleksi internal yang ketat di lingkungan kampus terlebih dahulu. Kompetisi bergengsi yang diselenggarakan oleh Badan Pembina Seni Mahasiswa Indonesia (BPSMI) DIY ini berlangsung sejak 18 Juni hingga 2 Juli 2026. Menariknya, pada perhelatan tahun ini, kampus UAD mendapat kehormatan dengan terpilih sebagai salah satu dari enam perguruan tinggi yang ditunjuk menjadi tuan rumah pelaksanaan Peksimiprov DIY.

“Perasaan saya yang pastinya bangga karena bisa membawa nama besar UAD bersanding di jejeran para juara. Bagi saya pencapaian ini adalah awal perjalanan saya di dunia perkuliahan agar ke depannya dapat membuka kesempatan ataupun peluang-peluang lainnya agar bisa menorehkan prestasi dengan membawa almamater UAD ini,” ujar Vindo bangga.

Dalam kompetisi tersebut, Vindo membawakan dua buah puisi karya maestro W.S. Rendra. Puisi pertama merupakan karya wajib berjudul “Gerilya”, sementara untuk puisi pilihan, ia menjatuhkan pilihan pada judul “Sagu Ambon”.

“Mengapa saya memilih puisi tersebut karena puisi itu cukup menyentuh emosional saya ketika dibacakan dan juga puisi ini menurut saya adalah puisi panggung atau pementasan, sehingga ada kesulitan tantangan tersendiri bagi saya buat membawakannya. Dan tentunya untuk membangun emosi serta nyawa ke dalam puisi tersebut dibutuhkan latihan yang ekstra serta pemahaman yang mendalam,” ungkapnya.

Persiapan yang dilalui Vindo terbilang cukup singkat dan intensif. Ia hanya memiliki waktu kurang dari satu bulan atau sekitar 15 kali pertemuan tatap muka menjelang hari perlombaan. Selain harus menjaga kualitas vokal agar tetap prima, keterbatasan waktu di tengah kesibukan lain diakuinya menjadi tantangan tersendiri.

“Selama menjelang lomba saya cuma memiliki kurang dari 1 bulan persiapan saja atau bisa dikatakan 15 kali pertemuan, tantangan tersendiri selain menjaga vokal pastinya karena keterbatasan waktu dengan yang lain ya cukup sulit membagi waktunya,” imbuhnya.

Kendati demikian, proses latihan berjalan lancar berkat dukungan penuh dari pihak kampus. UAD dinilai memiliki peran yang sangat penting dalam memfasilitasi kebutuhan delegasinya, mulai dari bimbingan pelatih yang merupakan dosen dari program studinya sendiri, hingga penyediaan materi pendukung latihan yang memadai dari awal hingga hari perlombaan tiba.

Mahasiswa FKIP ini membagikan kiat bagi rekan mahasiswa lainnya untuk tidak takut melangkah. Ia menekankan pentingnya keberanian untuk memulai dan bertanggung jawab atas pilihan tersebut. Baginya, mencoba berbagai kompetisi adalah proses belajar yang berharga meski tidak selalu berbuah kemenangan, karena selama ada kemauan, pasti akan selalu ada jalan.

“Dari saya sendiri pastinya ada ambisi untuk melaju ke tingkat nasional, hanya saja tahun ini belum rezekinya. Tapi saya tetap mencoba lagi untuk menoreh prestasi di tingkat nasional dan tidak cukup sampai di sini saja,” pungkasnya dengan optimis. (Anove)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-juara-III-di-Peksimiprov-DIY-2026-Foto.-Kavindo.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-07-19 09:00:372026-07-21 08:14:41Mahasiswa PBSI UAD Sabet Juara 3 di Peksimiprov DIY 2026, Siap Bidik Tingkat Nasional

Tim Teknik Industri UAD Lolos Pendanaan P2MW 2026 melalui Inovasi GREENXIA

18/07/2026/in MBKM, Terkini /by Ard

Tim Teknik Industri Universitas Ahmad Dahlan (UAD) lolos pendanaan P2MW 2026 melalui Inovasi GREENXIA (Foto. Tim Greenxia)

Prestasi membanggakan kembali diraih oleh mahasiswa Program Studi Teknik Industri Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Tim mahasiswa yang diketuai oleh Muhammad Faisal berhasil lolos pendanaan Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) 2026 melalui inovasi usaha bertajuk GREENXIA, sebuah bisnis budi daya microgreen lobak merah yang mengusung konsep ramah lingkungan.

Tim GREENXIA beranggotakan Muhammad Faisal sebagai ketua, bersama Ika Melviana, Muhammad Rafly Sandika, Muhammad Abim Pratama, dan Rahima Daegal Nabilah. Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa kreativitas dan semangat berwirausaha mahasiswa mampu melahirkan solusi yang tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat.

Muhammad Faisal mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaannya atas capaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan memperoleh pendanaan merupakan hasil dari kerja keras seluruh tim selama proses penyusunan proposal hingga tahapan seleksi.

GREENXIA merupakan usaha budi daya microgreen lobak merah yang memanfaatkan botol plastik bekas sebagai media tanam. Melalui konsep tersebut, tim tidak hanya menghasilkan pangan sehat yang kaya nutrisi, tetapi juga berupaya mengurangi limbah plastik melalui penerapan prinsip ekonomi sirkular.

Ide bisnis ini berangkat dari keprihatinan terhadap masih rendahnya konsumsi sayuran, khususnya di kalangan mahasiswa, serta tingginya jumlah limbah plastik yang belum dimanfaatkan secara optimal. Oleh karena itu, GREENXIA hadir sebagai solusi inovatif yang menggabungkan aspek kesehatan, kewirausahaan, dan kepedulian terhadap lingkungan.

Produk microgreen yang dihasilkan memiliki berbagai keunggulan, di antaranya kaya akan nutrisi, dipanen dalam waktu singkat sehingga selalu segar saat dikonsumsi, serta dibudidayakan menggunakan media tanam berbahan botol plastik bekas. Konsep ini menjadikan GREENXIA sebagai produk yang tidak hanya menyehatkan, tetapi juga mendukung pelestarian lingkungan.

Dalam mempersiapkan proposal P2MW, tim melakukan berbagai tahapan, mulai dari riset pasar, uji coba produk, penyusunan proposal secara bertahap, hingga diskusi intensif bersama dosen pembimbing. Menurut Faisal, kolaborasi yang solid menjadi faktor utama keberhasilan tim.

Meski demikian, perjalanan menuju pendanaan tidak lepas dari berbagai tantangan. Salah satu kendala terbesar adalah membagi waktu antara aktivitas perkuliahan dengan proses penyusunan proposal, sekaligus memastikan ide bisnis yang diajukan memiliki tingkat inovasi, potensi pasar, dan dampak sosial yang kuat.

Faisal juga menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kerja sama seluruh anggota tim serta dukungan penuh dari dosen pendamping. Setiap anggota menjalankan perannya masing-masing sehingga seluruh proses dapat berjalan secara optimal.

Setelah memperoleh pendanaan P2MW 2026, tim GREENXIA menargetkan peningkatan kapasitas produksi, perluasan pemasaran, pengembangan produk, serta penguatan branding usaha. Selain itu, mereka juga menargetkan dapat melaju ke Kompetisi Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia (KMI) Expo sebagai ajang untuk memperkenalkan GREENXIA di tingkat nasional.

Ke depan, tim berharap GREENXIA mampu berkembang menjadi usaha yang mandiri dan berkelanjutan, sekaligus memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat melalui penyediaan pangan sehat dan penerapan konsep bisnis yang ramah lingkungan. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Tim-Teknik-Industri-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-lolos-pendanaan-P2MW-2026-melalui-Inovasi-GREENXIA-Foto.-Tim-Greenxia.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-07-18 10:00:352026-07-21 08:12:54Tim Teknik Industri UAD Lolos Pendanaan P2MW 2026 melalui Inovasi GREENXIA
Page 2 of 614‹1234›»

TERKINI

  • Fakultas Farmasi UAD Gelar Sidang Promosi Doktor24/07/2026
  • HISKI UAD Gelar Apresiasi Penulisan Naskah Ketoprak di Caturharjo, Bantul24/07/2026
  • KKN UAD Kenalkan AI untuk Tingkatkan Kualitas UMKM23/07/2026
  • Perpustakaan UAD Gelar Library Orientation dan Pelatihan Literasi Informasi23/07/2026
  • Milad ke-14, Prodi Ilmu Komunikasi UAD Gelar Rangkaian Even Spektakuler22/07/2026

PRESTASI

  • Mahasiswa UAD Raih Juara Harapan II Poster Digital melalui Produk Keripik Pisang Noma24/07/2026
  • Tim Teknik Industri UAD Raih Dua Penghargaan melalui Inovasi Produk BEKRESS22/07/2026
  • Buat Inovasi Minuman Sehat Purple Moo, Tim UAD Juara I Video Kreatif Usaha21/07/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara II Tangkai Lomba Keroncong Putra pada PEKSIMIPROV DIY 202620/07/2026
  • Tempura Kocek, Inovasi Camilan Khas Jawa Timur Karya Mahasiswa UAD20/07/2026

FEATURE

  • Olahraga dalam Perspektif Al-Qur’an dan Hadis24/07/2026
  • Makna Hijrah Rasulullah saw.23/07/2026
  • Shaldan dan Tantangannya di ONMIPA Perguruan Tinggi 202621/07/2026
  • Irgiawan Aditya Rangga Alumnus UAD dengan Segudang Prestasi Akademik dan Nonakademik03/07/2026
  • Kisah Noval Arwansyah: Belajar, Bertumbuh, dan Berprestasi03/07/2026

TENTANG | KRU | KONTAK | REKAPITULASI

Scroll to top