• TERKINI
  • UAD BERDAMPAK
  • PRESTASI
  • FEATURE
  • OPINI
  • MEDIA
  • KIRIM BERITA
  • Menu
News Portal of Universitas Ahmad Dahlan

Posts

Mahasiswa PPG PPKn UAD Hadirkan “Bhinneka Ria” di TPA An-Noer

08/09/2026/in Terkini /by Ard

Mahasiswa PPG PPKn Universitas Ahmad Dahlan (UAD) hadirkan “Bhinneka Ria” di TPA An-Noer (Foto. PPG PPKn UAD)

Mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Kelompok B2 menghadirkan kegiatan edukatif bertajuk “Bhinneka Ria” bagi santri TPA An-Noer pada Senin, 31 Agustus 2026. Kegiatan ini dilaksanakan di Masjid An-Noer, Tegalsari, Jomblangan, Banguntapan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Proyek Kepemimpinan PPG Calon Guru UAD 2026 dengan tema “Internalisasi Nilai-Nilai Keberagaman untuk Membentuk Civic Disposition pada Santri melalui Media Bhinneka Ria.”

Kegiatan yang diikuti oleh 26 santri tersebut dirancang untuk mengenalkan keberagaman Indonesia sekaligus menanamkan civic disposition, yaitu kecenderungan sikap dan karakter sebagai warga negara yang tercermin melalui perilaku menghargai perbedaan, toleransi, kerja sama, tanggung jawab, kepedulian, serta kesediaan hidup berdampingan dalam keberagaman. Nilai-nilai tersebut tidak hanya disampaikan melalui penjelasan, tetapi dikemas dalam aktivitas yang memungkinkan santri belajar melalui pengalaman secara langsung.

Proyek ini dilaksanakan oleh delapan mahasiswa PPG PPKn UAD Kelompok B2, yaitu Muhammad Zaki Aulawy, Mutiara Kartika, Raden Rara Faiza Iflaal Ulima, Rahmatika Maulida, Retno Azizah, Salsabilla Noorfriska, Syahda Mufida Risti, dan Wahyu Cahyana Putra.

Masing-masing mahasiswa memiliki tanggung jawab dalam pelaksanaan kegiatan. Zaki sebagai ketua kelompok sekaligus dalang dalam pertunjukan Wayang Karakter, Retno sebagai pembawa acara. Ulima dan Wahyu menjadi penanggung jawab dan koordinator permainan Puzzle Keberagaman, sedangkan Mutiara dan Salsabilla bertanggung jawab pada permainan Ular Tangga Pancasila. Syahda bertugas pada bidang publikasi dan dokumentasi (PDD), serta Rahma bertanggung jawab pada bidang konsumsi sekaligus menjadi penanggung jawab pertunjukan Wayang Karakter.

Sebelum kegiatan dimulai, para santri terlebih dahulu diberikan pertanyaan sederhana oleh mahasiswa PPG mengenai keberagaman, Pancasila, serta sikap yang seharusnya dilakukan ketika menghadapi perbedaan. Pada tahap awal tersebut, sebagian santri masih terlihat awam terhadap materi keberagaman.

Beberapa santri belum mampu menjawab pertanyaan yang diberikan, bahkan masih memerlukan arahan untuk menghubungkan konsep keberagaman dengan pengalaman yang mereka temui dalam kehidupan sehari-hari.

Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan kegiatan Bhinneka Ria dirancang dengan pendekatan bermain dan pengalaman langsung. Para santri kemudian dibagi menjadi empat kelompok secara heterogen dengan mempertimbangkan usia dan tingkat kelas.

Santri kelas 3 SD ke atas diarahkan ke kelompok atas, sedangkan santri di bawah kelas 3 SD masuk dalam kelompok bawah. Pembagian tersebut dilakukan agar materi, bahasa, dan tantangan yang diberikan dapat disesuaikan dengan perkembangan peserta.

Rangkaian kegiatan diawali dengan Puzzle Keberagaman dan Ular Tangga Pancasila. Pada putaran pertama, dua kelompok mengikuti Puzzle Keberagaman, sementara dua kelompok lainnya mengikuti Ular Tangga Pancasila. Setelah permainan selesai, kelompok melakukan rotasi sehingga seluruh santri memperoleh kesempatan untuk mengikuti kedua aktivitas.

Dalam Puzzle Keberagaman, santri diajak mengenal berbagai bentuk keberagaman yang terdapat di Indonesia, mulai dari agama, suku, makanan tradisional, hingga seni dan budaya. Setiap kelompok menyusun empat puzzle dengan tema yang berbeda. Setelah puzzle tersusun, santri diajak berdiskusi mengenai makna gambar tersebut dan menghubungkannya dengan kehidupan sehari-hari.

Aktivitas tersebut diarahkan untuk menumbuhkan civic disposition melalui pengalaman sederhana. Santri belajar bekerja sama, mendengarkan pendapat teman, menghargai perbedaan jawaban, berbagi tugas, dan menyelesaikan permainan secara bersama-sama. Dengan demikian, keberagaman tidak hanya dipahami sebagai perbedaan yang ada di Indonesia, tetapi juga dipraktikkan melalui interaksi antarsantri selama kegiatan.

Sementara itu, Ular Tangga Pancasila dikemas dengan pertanyaan dan aktivitas yang disesuaikan dengan tingkat usia santri. Santri usia lebih kecil mendapatkan kartu Aksi Ceria yang berisi tantangan sederhana, seperti mengucapkan kata “tolong”, “maaf”, dan “terima kasih”, berbagi dengan teman, membantu teman, serta melakukan aktivitas bersama.

Tantangan tersebut dirancang untuk membiasakan perilaku positif yang menjadi bagian dari karakter sebagai warga negara sejak usia dini. Bagi santri kelas 3 SD ke atas, tersedia kartu “Dek Hijau” yang berisi pertanyaan seputar Pancasila, keberagaman, budaya Indonesia, serta contoh perilaku yang mencerminkan sikap menghargai perbedaan. Melalui pertanyaan dan tantangan tersebut, santri didorong untuk tidak hanya mengetahui nilai Pancasila, tetapi juga menentukan tindakan yang tepat ketika menghadapi situasi keberagaman.

Setelah kedua permainan selesai, kegiatan ditutup dengan pertunjukan Wayang Karakter melalui cerita berjudul “Bangga dengan Budayaku, Menghargai Budayamu”. Cerita tersebut menghadirkan tokoh Sekar, Bahar, dan Bonai yang memiliki latar budaya berbeda. Melalui Wayang Karakter, santri diajak memahami bahwa perbedaan budaya bukan alasan untuk saling menjauh atau merendahkan. Sebaliknya, keberagaman dapat menjadi kekuatan Indonesia. Santri juga diajak untuk menghargai identitas dan budaya teman yang berbeda

Pada awal kegiatan beberapa santri masih kesulitan menjawab pertanyaan mengenai keberagaman dan sikap terhadap perbedaan, tetapi setelah mengikuti rangkaian Bhinneka Ria mereka mulai mampu memberikan jawaban dan contoh secara lebih tepat. Santri dapat menyebutkan bentuk-bentuk keberagaman, menjelaskan pentingnya menghargai perbedaan, serta memberikan contoh tindakan sederhana.

Perubahan tersebut menunjukkan bahwa pendekatan pembelajaran melalui permainan dan cerita dapat membantu santri memahami materi yang sebelumnya masih terasa abstrak. Bhinneka Ria tidak hanya memberikan pengetahuan tentang keberagaman, tetapi juga memberikan ruang bagi santri untuk mempraktikkan civic disposition secara langsung melalui kerja sama, toleransi, kepedulian, tanggung jawab, dan sikap saling menghargai.

Selama kegiatan berlangsung, antusiasme santri terlihat dari keterlibatan mereka dalam setiap permainan, keberanian untuk menjawab pertanyaan, serta keinginan untuk mengikuti setiap tahapan kegiatan. Suasana belajar yang dikemas seperti bermain membuat santri lebih mudah terlibat tanpa merasa sedang mengikuti pembelajaran formal.

Ustaz Ridwan turut mengapresiasi kegiatan Bhinneka Ria yang dinilai memberikan pengalaman belajar yang berbeda bagi para santri. Ia berharap kegiatan yang dikemas melalui permainan edukatif dan aktivitas yang beragam tersebut dapat meningkatkan semangat anak-anak untuk terus hadir ke TPA. Menurutnya, kegiatan di TPA tidak hanya dapat diisi dengan mengaji, tetapi juga dapat diperkaya dengan aktivitas bermain yang menarik sekaligus memberikan nilai edukatif kepada santri.

Dalam kesempatan tersebut, Zaki Aulawy selaku ketua kelompok menyampaikan rasa terima kasih karena telah diberikan kesempatan untuk membersamai para santri TPA An-Noer dalam belajar dan mengenal nilai-nilai keberagaman melalui kegiatan Bhinneka Ria. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa PPG PPKn UAD karena dapat berinteraksi secara langsung dengan anak-anak sekaligus menerapkan pembelajaran yang menyenangkan dan bermakna.

Sementara itu, Ustaz Ridwan juga menyampaikan terima kasih kepada Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Hani Irawati, M.Pd., yang telah merekomendasikan TPA An-Noer sebagai tempat pelaksanaan Proyek Kepemimpinan. Rekomendasi tersebut menjadi awal terjalinnya kegiatan kolaboratif antara mahasiswa PPG PPKn UAD dan TPA An-Noer dalam menghadirkan aktivitas pembelajaran yang edukatif dan menyenangkan bagi para santri.

Kegiatan Bhinneka Ria menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa PPG PPKn UAD Kelompok B2 dalam menghadirkan pembelajaran Pendidikan Pancasila yang kontekstual. Melalui permainan, cerita, diskusi, dan pengalaman langsung, nilai keberagaman tidak berhenti pada pemahaman secara kognitif, tetapi diarahkan menjadi kebiasaan dan sikap yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa PPG PPKn UAD berharap nilai-nilai toleransi, saling menghargai, kerja sama, kepedulian, tanggung jawab, dan penerimaan terhadap perbedaan dapat terus tumbuh dalam diri para santri. Dengan demikian, Bhinneka Ria tidak hanya menjadi kegiatan bermain dan belajar dalam satu hari, tetapi juga menjadi pengalaman awal bagi santri untuk membangun civic disposition sebagai bagian dari pembentukan karakter warga negara yang mampu hidup secara damai di tengah keberagaman. (Mei)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-PPG-PPKn-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-hadirkan-Bhinneka-Ria-di-TPA-An-Noer-Foto.-PPG-PPKn-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-09-08 09:15:492026-09-08 09:15:49Mahasiswa PPG PPKn UAD Hadirkan “Bhinneka Ria” di TPA An-Noer

Tim MeRAMU IMM Farmasi UAD Edukasi Pemanfaatan Tanaman Herbal di Salamrejo

08/09/2026/in MBKM, Terkini /by Ard

Tim MeRAMU IMM Farmasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) edukasi pemanfaatan tanaman herbal di Salamrejo (Foto. Tim MeRAMU UAD)

TIM MeRAMU Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Farmasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar sosialisasi penanaman tanaman dan pelatihan pembuatan minuman herbal Wedang Telang Arum bersama Kelompok Wanita Tani (KWT) Lestari Makmur Kalurahan Salamrejo, Selasa 25 Agustus 2026. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan tanaman di lingkungan sekitar menjadi produk yang bernilai guna.

Kegiatan yang menyasar ibu-ibu KWT Lestari Makmur tersebut diawali dengan sosialisasi mengenai pemanfaatan lahan melalui penanaman tanaman yang bermanfaat bagi keluarga dan lingkungan. Materi yang disampaikan meliputi pemilihan tanaman, persiapan media tanam, proses penanaman, hingga perawatan tanaman.

Penyampaian materi berlangsung secara interaktif. Peserta diberikan kesempatan untuk berdiskusi dan berbagi pengalaman mengenai penanaman serta perawatan tanaman. Melalui kegiatan ini, peserta didorong untuk mengoptimalkan lahan di sekitar rumah maupun lingkungan kelompok agar dapat dimanfaatkan secara produktif.

Selain sosialisasi penanaman, kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan pembuatan Wedang Telang Arum. Minuman herbal tersebut memanfaatkan bahan alami berupa bunga telang, rosella, sereh, pandan, gula batu, dan lemon. Perpaduan bahan tersebut menghasilkan minuman dengan warna, aroma, dan cita rasa yang khas.

TIM MeRAMU IMM Farmasi UAD memberikan demonstrasi secara langsung mengenai tahapan pembuatan Wedang Telang Arum, mulai dari menyiapkan bahan, merebus bahan herbal, hingga menambahkan gula batu dan lemon. Setelah demonstrasi, peserta turut mempraktikkan proses pembuatannya sehingga memperoleh pengalaman yang dapat diterapkan secara mandiri.

Pelatihan berlangsung secara interaktif dan mendapat respons positif dari peserta. Ibu-ibu KWT Lestari Makmur antusias mengikuti setiap tahapan pembuatan serta aktif mengajukan pertanyaan mengenai bahan dan proses pengolahan. Antusiasme tersebut menunjukkan ketertarikan peserta dalam memanfaatkan tanaman lokal menjadi produk sederhana yang bermanfaat.

Kegiatan ini menjadi bentuk pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal sekaligus wadah bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan pengetahuan yang dimiliki. Melalui sosialisasi dan pelatihan tersebut, KWT Lestari Makmur diharapkan dapat mengoptimalkan pemanfaatan lahan dan tanaman di lingkungan sekitar serta mengembangkan Wedang Telang Arum sebagai salah satu ide produk yang bernilai guna.

Dengan adanya kegiatan ini, sinergi antara TIM MeRAMU IMM Farmasi UAD dan KWT Lestari Makmur Kalurahan Salamrejo diharapkan terus berkembang melalui berbagai kegiatan edukatif dan pemberdayaan. Pengetahuan mengenai penanaman dan keterampilan mengolah hasil tanaman diharapkan menjadi langkah sederhana untuk mendorong masyarakat lebih mandiri, kreatif, dan produktif dalam memanfaatkan potensi lingkungan sekitar. (dnd/doc)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Tim-MeRAMU-IMM-Farmasi-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-edukasi-pemanfaatan-tanaman-herbal-di-Salamrejo-Foto.-Tim-MeRAMU-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-09-08 09:08:552026-09-08 13:06:14Tim MeRAMU IMM Farmasi UAD Edukasi Pemanfaatan Tanaman Herbal di Salamrejo

Mahasiswa KKN UAD Beri Edukasi Kesehatan Gigi dan Kebersihan Diri di SDN Jangkaran

08/09/2026/in Terkini /by Ard

Mahasiswa KKN Universitas Ahmad Dahlan (UAD) beri edukasi kesehatan gigi dan kebersihan diri di SDN Jangkaran (Foto. KKN UAD)

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menyelenggarakan program penyuluhan kesehatan dan kebersihan diri bagi anak-anak Sekolah Dasar. Kegiatan ini dilaksanakan di SDN Jangkaran dengan menyasar siswa-siswi kelas 4 pada Kamis, 27 Agustus 2026.

Program kerja ini menghadirkan pemateri ahli di bidangnya, yakni Dr. Suci Musvita Ayu, S.K.M., M.P.H., bersama dengan mahasiswa KKN UAD selaku pelaksana kegiatan.

Penyuluhan ini dilatarbelakangi oleh pentingnya menanamkan kesadaran menjaga kesehatan gigi, mulut, dan kebersihan tangan sejak usia dini. Melalui edukasi ini, diharapkan dapat terbentuk kebiasaan hidup bersih dan sehat (PHBS) yang berkelanjutan, sekaligus mencegah berbagai risiko penyakit yang timbul akibat kurangnya menjaga kebersihan diri.

Adapun rangkaian kegiatan dikemas secara interaktif dan menyenangkan agar mudah dipahami oleh anak-anak. Metode yang digunakan meliputi pemberian materi secara langsung mengenai kesehatan gigi dan mulut, serta dilanjutkan dengan praktik simulasi (roleplay) tata cara menyikat gigi yang bersih dan benar bersama para siswa.

Selain kesehatan gigi, kegiatan juga diisi dengan edukasi dan praktik simulasi (roleplay) tata cara mencuci tangan yang bersih dan benar sesuai standar kesehatan. Siswa-siswi kelas 4 SDN Jangkaran terlihat sangat antusias mengikuti setiap tahapan praktik simulasi tersebut.

Melalui pelaksanaan program kerja KKN ini, mahasiswa UAD berharap anak-anak dapat mengaplikasikan ilmu yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah, demi mewujudkan generasi muda yang sehat, cerdas, dan berkarakter. (Ana)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-KKN-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-beri-edukasi-kesehatan-gigi-dan-kebersihan-diri-di-SDN-Jangkaran-Foto.-KKN-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-09-08 09:03:132026-09-08 09:03:13Mahasiswa KKN UAD Beri Edukasi Kesehatan Gigi dan Kebersihan Diri di SDN Jangkaran

KKN UAD Kenalkan Sabun Cuci Piring dari Daun Pandan

08/09/2026/in MBKM, Terkini /by Ard

Mahasiswa KKN Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kenalkan sabun cuci piring dari daun pandan (Foto. KKN UAD)

Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler 159 Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Unit IV.B.3 mengadakan pelatihan pembuatan sabun cuci piring berbahan dasar daun pandan bagi warga Kedungpoh Kidul. Kegiatan berlangsung pada Minggu, 23 Agustus 2026, bertempat di Dusun Kedungpoh Kidul, Kalurahan Kedungpoh, Kapanewon Nglipar, Kabupaten Gunungkidul.

Ketua KKN Reguler 159 UAD Unit IV.B.3, Muhammad Farrel Arsya Fathoni, menjelaskan bahwa kegiatan ini digagas untuk memanfaatkan daun pandan yang banyak tumbuh di lingkungan sekitar warga. Selain menjadi solusi pemanfaatan sumber daya alam setempat, pelatihan ini juga bertujuan memberikan keterampilan baru kepada ibu-ibu dalam membuat sabun cuci piring yang dapat digunakan untuk kebutuhan rumah tangga sehari-hari.

Produk sabun cuci piring berbahan daun pandan ini juga dinilai lebih ekonomis dibandingkan produk sejenis yang dijual di pasaran, sehingga diharapkan dapat membantu warga menekan pengeluaran rumah tangga.

Kegiatan diawali dengan uji coba pembuatan sabun cuci piring oleh tim KKN untuk memastikan formula dan takaran bahan yang tepat. Setelah hasil uji coba dinyatakan berhasil, tim kemudian melakukan proses pembuatan sabun bersama warga sekaligus menyerahkan produk jadi kepada warga yang hadir dalam kegiatan tersebut.

Salah satu warga yang turut hadir, Suyanti, istri Ketua RT 03 Kedungpoh Kidul, Kasiran, menyambut baik kegiatan tersebut.

“Kalau pembuatan sabun ini berhasil, saya rasa akan sangat berguna bagi ibu-ibu di sini,” ujarnya.

Warga Kedungpoh Kidul tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Mereka menilai keterampilan membuat sabun cuci piring sendiri dapat menjadi salah satu cara untuk mengurangi pengeluaran rumah tangga di tengah kebutuhan sehari-hari yang terus meningkat. (Mei)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-KKN-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-kenalkan-sabun-cuci-piring-dari-daun-pandan-Foto.-KKN-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-09-08 08:57:022026-09-08 13:06:05KKN UAD Kenalkan Sabun Cuci Piring dari Daun Pandan

Berdayakan Pelaku UMKM, Tim PPK Ormawa RDC UAD Latih Pemanfaatan AI

08/09/2026/in MBKM, Terkini /by Ard

Tim PPK Ormawa RDC Universitas Ahmad Dahlan (UAD) latih pelaku UMKM untuk pemanfaatan AI (Foto. RDC UAD)

Era digital menuntut para pelaku usaha untuk terus berinovasi, tak terkecuali bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di tingkat desa. Menjawab tantangan tersebut, Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Robotic Development Community (RDC) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar Pelatihan UMKM bagi ibu-ibu di Kalurahan Karangtengah, Kapanewon Imogiri, Bantul, pada Senin, 31 Agustus 2026.

Bertempat di Aula RT 03, kegiatan yang dibuka langsung oleh Ketua Tim Pelaksana PPK Ormawa RDC UAD, Rahadian Candra, ini dirancang khusus untuk membekali warga dengan keterampilan promosi secara online. Menariknya, pelatihan ini tidak hanya membahas teknik pemasaran konvensional, tetapi langsung mengajak peserta “melek” terhadap teknologi kecerdasan buatan (AI).

Menggandeng Phisca sebagai narasumber, para peserta yang terdiri dari perwakilan ibu-ibu RT 01 hingga RT 06 diajak untuk berkenalan dengan tools AI populer seperti ChatGPT dan Gemini. Phisca memandu langsung bagaimana cara menyusun prompt atau kalimat perintah sederhana kepada AI untuk menghasilkan ide konten, rumusan kalimat promosi, hingga konsep poster produk yang menarik.

Antusiasme peserta terlihat saat mereka tidak sekadar menyimak materi, tetapi juga langsung mempraktikkan penggunaan AI menggunakan informasi produk yang mereka miliki masing-masing. Sesi diskusi dan tanya jawab pun berjalan interaktif untuk memperdalam pemahaman warga yang baru pertama kali bersentuhan dengan teknologi tersebut.

Selain pengenalan AI, tim website UAD juga menyosialisasikan kehadiran portal NAWASENA Center, yakni Karangtengah.id. Website ini dilengkapi dengan fitur khusus UMKM yang difungsikan sebagai etalase digital gratis untuk mempromosikan produk-produk lokal desa.

Menyadari adanya kendala berupa keterbatasan smartphone mumpuni di kalangan ibu-ibu, tim PPK Ormawa RDC UAD telah menyiapkan solusi praktis. Bagi warga yang terkendala gawai, proses pendaftaran dan unggah produk ke website akan dibantu penuh oleh tim operasional NAWASENA Center yang diisi oleh para pemuda Karang Taruna Padukuhan Karangtengah.

Melalui pendampingan berkelanjutan ini, UMKM di Karangtengah diharapkan bisa segera “naik kelas”. Pemanfaatan kolaborasi antara teknologi kecerdasan buatan dan website desa ini diharapkan mampu memperluas jangkauan pasar, mengoptimalkan promosi, dan pada akhirnya mendongkrak perekonomian masyarakat setempat. (Ito)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Tim-PPK-Ormawa-RDC-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-latih-pelaku-UMKM-untuk-pemanfaatan-AI-Foto.-RDC-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-09-08 08:23:362026-09-08 13:05:57Berdayakan Pelaku UMKM, Tim PPK Ormawa RDC UAD Latih Pemanfaatan AI

KKN UAD Edukasi Masyarakat Siwates Pembuatan Spray Antinyamuk Alami

07/09/2026/in MBKM, Terkini /by Ard

Mahasiswa KKN Universitas Ahamd Dahlan (UAD) edukasi masyarakat siwates pembuatan spray antinyamuk alami (Foto. KKN UAD)

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Unit VII.C.3 Siwates, Kaligintung, Temon, Kulon Progo, mengadakan edukasi mengenai pencegahan nyamuk melalui program pembuatan spray antinyamuk berbahan alami. Kegiatan tersebut dilaksanakan di rumah Dukuh Ribut Yuwono, Minggu 30 Agustus 2026.

Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB tersebut diikuti oleh perwakilan masyarakat dari enam RT, yakni RT 13, RT 14, RT 15, RT 16, RT 17, dan RT 18, serta perwakilan RW 5 dan RW 6 bersama dukuh setempat. Kegiatan ini bertujuan memberikan pengetahuan kepada masyarakat mengenai jenis-jenis nyamuk yang terdapat di lingkungan sekitar, cara mencegah perkembangbiakan dan gigitan nyamuk, serta pemanfaatan bahan alami sebagai pengusir nyamuk.

Ketua KKN UAD Unit VII.C.3, Fadli Hafizh Sidiq, bersama pemateri, Khaylla Zahra Fauzie, turut memberikan edukasi kepada peserta. Materi disampaikan melalui penjelasan dan video tutorial mengenai pembuatan spray antinyamuk menggunakan bahan alami berupa serai.

Fadli menjelaskan, “Program tersebut dipilih dengan mempertimbangkan kondisi lingkungan lokasi KKN yang mulai memasuki musim penghujan. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan keberadaan nyamuk di lingkungan masyarakat. Oleh karena itu, mahasiswa KKN UAD mengenalkan alternatif sederhana dengan memanfaatkan serai yang mudah ditemukan dan dapat diolah menjadi spray antinyamuk yang praktis digunakan dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya.

Dalam video tutorial, peserta diperkenalkan pada tahapan pembuatan spray antinyamuk berbahan serai. Proses diawali dengan mengupas serai hingga bersih, kemudian mencucinya menggunakan air mengalir untuk menghilangkan kotoran yang menempel. Setelah itu, serai dipotong menjadi bagian-bagian kecil.

Serai yang telah dipotong kemudian dimasukkan ke dalam panci dan ditambahkan tiga liter air hingga seluruh bagian serai terendam. Selanjutnya, serai direbus hingga mendidih. Setelah mendidih, rebusan serai didiamkan hingga dingin sebelum disaring untuk memisahkan ekstrak serai dari ampasnya.

Sebanyak 1,5 liter ekstrak serai kemudian dicampurkan dengan 500 mililiter alkohol 70 persen dengan perbandingan 3:1. Campuran tersebut diaduk hingga merata, kemudian dimasukkan ke dalam botol spray berukuran 60 mililiter.

Melalui program ini, mahasiswa KKN UAD Unit VII.C.3 berharap masyarakat dapat meningkatkan kesadaran dalam mencegah keberadaan nyamuk sekaligus memanfaatkan bahan-bahan yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar. Edukasi tersebut juga diharapkan dapat memberikan pengetahuan praktis yang dapat diterapkan masyarakat secara mandiri dalam kehidupan sehari-hari. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-KKN-Universitas-Ahamd-Dahlan-UAD-edukasi-masyarakat-siwates-pembuatan-spray-antinyamuk-alami-Foto.-KKN-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-09-07 11:22:412026-09-08 13:05:48KKN UAD Edukasi Masyarakat Siwates Pembuatan Spray Antinyamuk Alami

UAD Kembangkan Living Lab CO₂ Merapi untuk Pemantauan Aktivitas Vulkanik

07/09/2026/in MBKM, Terkini /by Ard

 

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembangkan living Lab CO₂ Merapi untuk pemantauan aktivitas vulkanik (Foto. Tim Bestari)

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) terus mendorong pengembangan riset dan teknologi untuk mendukung upaya mitigasi bencana melalui Living Lab CO₂ Merapi. Ekosistem riset tersebut dikembangkan sebagai ruang kolaborasi antara akademisi, pemerintah, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan dalam memahami aktivitas vulkanik Gunung Merapi.

Kegiatan Living Lab CO₂ Merapi berlangsung di Merapi Valley, Nganggring, Girikerto, Sleman, pada 22 Juli 2026. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Tim Bestari Saintek Living Lab CO₂ Merapi UAD bersama Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta.

Tim Bestari Saintek Living Lab CO₂ Merapi UAD diketuai oleh Dr. Umi Salamah, S.Si., M.Sc. dari Program Studi Fisika UAD. Tim tersebut juga terdiri atas Qonitatul Hidayah, S.Si., M.Sc., Dr. Arif Rahman, S.Kom., M.Si., Apik Rusdiarna I.P., S.Si., M.T., Dr. Margi Sasono, S.Si., M.Si., dan Galih Prakoso, S.Si.

Kegiatan tersebut menjadi ruang kolaborasi antara akademisi dan berbagai unsur yang memiliki peran dalam pemantauan serta mitigasi kebencanaan di kawasan Merapi. Selain BPPTKG, kegiatan turut melibatkan Pemerintah Kalurahan Girikerto, Babin Kamtibmas, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Relawan Lingkar Merapi, Relawan Kompas Merapi, serta Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Girikerto.

Ketua Tim Bestari Saintek Living Lab CO₂ Merapi, Dr. Umi Salamah, S.Si., M.Sc., menjelaskan bahwa pendekatan living lab memungkinkan kawasan Merapi menjadi ruang penelitian yang berhubungan langsung dengan kondisi nyata di lapangan. “Melalui pendekatan living lab, penelitian tidak hanya dilakukan di laboratorium, tetapi juga dikembangkan dan diuji dalam konteks lingkungan nyata dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan,” jelas Umi.

Dalam kegiatan tersebut, para peserta mendiskusikan kondisi terkini Gunung Merapi serta pengembangan pemanfaatan data dan teknologi untuk mendukung pemahaman terhadap aktivitas vulkanik. Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan dapat memperkuat pemanfaatan hasil riset agar semakin relevan dengan kebutuhan pemantauan dan mitigasi bencana.

Living Lab CO₂ Merapi merupakan bagian dari pengembangan ekosistem hidup berbasis sains dan teknologi (Bestari Saintek) yang didanai oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) melalui Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Kawasan Merapi ditempatkan sebagai ruang pembelajaran dan penelitian lapangan yang memungkinkan akademisi mengembangkan serta menguji teknologi secara langsung.

Salah satu fokus pengembangan dalam Living Lab CO₂ Merapi adalah pemantauan karbon dioksida (CO₂). Gas tersebut memiliki karakteristik penting dalam sistem vulkanik karena dapat terlepas dari magma pada kondisi tekanan yang relatif lebih tinggi atau kedalaman yang lebih besar dibandingkan sejumlah gas vulkanik lainnya.

Perubahan konsentrasi maupun laju emisi CO₂ dapat memberikan informasi mengenai perubahan proses pelepasan gas atau degassing serta dinamika sistem vulkanik. Oleh karena itu, pemantauan CO₂ menjadi salah satu aspek yang berpotensi mendukung pemahaman terhadap perubahan aktivitas gunung api.

“Pemantauan CO₂ menjadi salah satu bagian penting dalam melihat perubahan kondisi vulkanik. Karena itu, kami mencoba mengembangkan teknologi yang dapat membantu proses pengamatan secara lebih aman dan berbasis data,” tandasnya.

Berangkat dari karakteristik tersebut, Living Lab CO₂ Merapi membuka peluang pengembangan sistem pemantauan aktivitas vulkanik berbasis pencitraan optik. Teknologi ini memungkinkan proses identifikasi dan pengamatan gas dikembangkan secara nonkontak sehingga berpotensi digunakan dari lokasi yang relatif lebih aman tanpa harus selalu mendekati sumber emisi. “Ke depan, kami berharap pengembangan pencitraan optik CO₂ ini dapat mendukung proses deteksi, pemetaan, kuantifikasi, dan pemantauan perubahan CO₂ secara berkelanjutan,” tambahnya.

Menurut Umi, kolaborasi menjadi bagian penting dalam pengembangan Living Lab CO₂ Merapi. Keterlibatan akademisi, pemerintah, masyarakat, relawan, dan pemangku kepentingan lainnya memungkinkan pengembangan riset dilakukan berdasarkan kebutuhan nyata di lapangan. “Living Lab CO₂ Merapi bukan hanya menjadi tempat untuk melakukan penelitian, tetapi juga ruang untuk membangun kolaborasi dan menghasilkan inovasi yang dapat menjawab kebutuhan nyata masyarakat di kawasan Merapi,” ungkapnya.

Tidak hanya untuk kepentingan penelitian, kawasan Living Lab CO₂ Merapi juga dikembangkan sebagai ruang edukasi kebencanaan bagi masyarakat. Salah satu fasilitas yang telah dikembangkan adalah Simulator Merapi di Merapi Valley. Fasilitas tersebut menjadi media pembelajaran bagi masyarakat untuk mengenal kondisi dan aktivitas Gunung Merapi secara lebih interaktif.

Sejumlah kelompok yang telah mengunjungi Simulator Merapi di antaranya Relawan Merapi Girikerto, komunitas kepala sekolah dan guru SD, SMP, hingga SMA Muhammadiyah di sekitar kawasan Merapi, siswa SD Muhammadiyah Girikerto, anak-anak Panti Asuhan Putri Muhammadiyah Pakem, serta Komunitas Pemuda Sidorejo, Girikerto.

Pemanfaatan Simulator Merapi oleh berbagai kelompok tersebut menunjukkan bahwa Living Lab dapat menjadi ruang belajar bersama yang menghubungkan hasil pengembangan sains dan teknologi dengan kebutuhan masyarakat. Kehadiran fasilitas edukasi tersebut juga membuka kesempatan bagi pelajar, relawan, dan komunitas untuk memperoleh pemahaman mengenai kebencanaan melalui pengalaman belajar yang lebih nyata. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-kembangkan-living-Lab-CO₂-Merapi-untuk-pemantauan-aktivitas-vulkanik-Foto.-Tim-Bestari.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-09-07 11:17:052026-09-08 13:05:38UAD Kembangkan Living Lab CO₂ Merapi untuk Pemantauan Aktivitas Vulkanik

LazisMu UAD Salurkan Bantuan Air Bersih bagi Warga Terdampak Kekeringan di Gunungkidul

07/09/2026/in MBKM, Terkini /by Ard

LazisMu Universitas Ahmad Dahlan (UAD) salurkan bantuan air bersih bagi warga terdampak kekeringan di Gunungkidul (Foto. LazisMu UAD)

Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Muhammadiyah (LAZISMU) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat terdampak kekeringan melalui kegiatan pentasyarufan air bersih dan paket beras. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Kalurahan Pringombo, Kapanewon Rongkop, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), pada Sabtu 29  Agustus 2026.

Pentasyarufan bantuan tersebut merupakan bagian dari respons terhadap kondisi kekeringan yang melanda sejumlah wilayah di Gunungkidul. Keterbatasan sumber air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari menjadi salah satu persoalan yang dihadapi masyarakat selama musim kemarau.

Sekretaris LAZISMU UAD, Sunu Prasetya Adi, S.E.Sy., M.E., menjelaskan bahwa Pringombo dipilih berdasarkan rekomendasi wilayah yang membutuhkan bantuan air bersih. Proses tersebut turut melibatkan Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Pringombo dan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Rongkop.

“Latar belakang kegiatan ini sebenarnya terkait dengan tanggap darurat kekeringan yang ada di wilayah DIY, khususnya di daerah Gunungkidul. Dari beberapa tempat yang direkomendasikan di Gunungkidul, kemudian terpilihlah Kalurahan Pringombo melalui Pimpinan Ranting Muhammadiyah Pringombo dan Pimpinan Cabang Muhammadiyah Rongkop yang bekerja sama dengan LAZISMU UAD,” jelas Sunu.

Dalam pelaksanaannya, LAZISMU UAD menyalurkan sebanyak 100 tangki air bersih kepada masyarakat. Distribusi dilakukan secara khusus kepada warga Pringombo dan secara lebih luas kepada masyarakat di Kapanewon Rongkop melalui jejaring Muhammadiyah setempat.

Selain air bersih, bantuan juga diberikan dalam bentuk paket beras dengan total sebanyak 210 kilogram. Kegiatan pentasyarufan tersebut tidak berdiri sendiri. Program ini merupakan hasil kolaborasi antara LAZISMU UAD, Lembaga Pengembangan Studi Islam (LPSI) UAD, serta komunitas De Orange UAD.

Sunu menuturkan, rangkaian kegiatan juga dikemas melalui aktivitas touring dari Kampus UAD menuju lokasi kegiatan di Rongkop, kemudian dilanjutkan hingga Pacitan sebelum kembali ke Yogyakarta. “Kolaborasi dari beberapa pihak ini harapannya tidak hanya memiliki misi sosial, tetapi juga misi terkait dengan bagaimana aktualisasi yang ada di lingkungan Universitas Ahmad Dahlan,” ungkapnya.

Menurut Sunu, keterlibatan berbagai unsur tersebut menjadi bentuk nyata bahwa kepedulian sosial dapat diwujudkan melalui kerja sama dan penguatan jejaring. Bantuan yang disalurkan diharapkan tidak sekadar menjadi respons sesaat, tetapi mampu meringankan beban masyarakat yang terdampak kekeringan.

Kondisi kekeringan menjadi perhatian karena sejumlah wilayah di Gunungkidul masih menghadapi keterbatasan sumber air. Berdasarkan informasi yang disampaikan Sunu, kondisi curah hujan di wilayah DIY masih menunjukkan potensi kekeringan yang tinggi. “Saat ini kondisi di wilayah DIY berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) masih mengalami kekeringan. Bahkan, mungkin selama satu bulan ini curah hujan sangat rendah, sementara banyak wilayah di Gunungkidul yang tidak memiliki sumber air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” tuturnya.

Situasi tersebut membuat distribusi air bersih menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat. Melalui bantuan yang diberikan, LAZISMU UAD berharap dapat mengurangi beban warga dalam memenuhi kebutuhan air selama masa kekeringan.

LAZISMU UAD juga menegaskan bahwa penyaluran bantuan air bersih tidak berhenti pada kegiatan di Pringombo. Sejumlah wilayah lain di Gunungkidul yang membutuhkan bantuan telah masuk dalam daftar alternatif lokasi untuk penyaluran berikutnya.

Sunu menambahkan, LAZISMU UAD masih melakukan koordinasi untuk menentukan wilayah yang menjadi sasaran distribusi selanjutnya. Langkah tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi kekeringan serta kebutuhan masyarakat di masing-masing wilayah.

“Program ini tidak selesai hanya di daerah Rongkop saja. Kami dari LAZISMU UAD masih memiliki beberapa rencana untuk penyaluran air bersih di wilayah lain di Gunungkidul. Ada beberapa alternatif yang sudah masuk dalam daftar LAZISMU UAD dan kami masih menunggu untuk melakukan koordinasi lebih lanjut mengenai lokasi yang dapat kembali menerima distribusi air bersih,” jelasnya.

Keberlanjutan program menjadi penting mengingat potensi kekeringan masih tinggi. Sunu berharap penyaluran air bersih dapat terus dilakukan selama masyarakat masih membutuhkan dukungan. “Semoga dengan penyaluran air bersih ini dapat meringankan beban maupun dampak yang melanda masyarakat DIY secara umum, dan secara khusus masyarakat di daerah Gunungkidul,” pungkasnya. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/LazisMu-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-salurkan-bantuan-air-bersih-bagi-warga-terdampak-kekeringan-di-Gunungkidul-Foto.-LazisMu-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-09-07 11:07:372026-09-08 13:05:27LazisMu UAD Salurkan Bantuan Air Bersih bagi Warga Terdampak Kekeringan di Gunungkidul

Tim PPK Ormawa RDC UAD Kenalkan Robot Senagarda dan Website Nawasena ke Warga Karangtengah

07/09/2026/in MBKM, Terkini /by Ard

Tim PPK Ormawa RDC Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kenalkan robot Senagarda dan website Nawasena ke warga Karangtengah (Foto. RDC UAD)

Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Robotic Development Community (RDC) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Tahun 2026 sukses menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Robot dan Website pada Minggu, 30 Agustus 2026. Kegiatan ini dilangsungkan di Aula RT 03, Kalurahan Karangtengah, Kapanewon Imogiri, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Pelatihan ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan pengabdian mahasiswa. Tujuannya adalah untuk memberikan pengetahuan sekaligus pemahaman teknologi kepada peserta, khususnya mengenai operasional Website Nawasena Center dan Robot Senagarda. Turut hadir dalam acara ini Ketua Tim Pelaksana PPK Ormawa RDC UAD, Dukuh Karangtengah, para pemateri, panitia, dan warga selaku peserta pelatihan.

Rangkaian acara diawali dengan registrasi peserta, pembukaan, serta sambutan dari Ketua Tim Pelaksana dan Dukuh Karangtengah. Memasuki sesi inti yang pertama, peserta mendapatkan pemaparan materi terkait Website Nawasena Center yang disampaikan oleh Dinar, salah satu anggota tim PPK Ormawa RDC UAD. Materi ini berfokus pada pengenalan website tersebut sebagai salah satu inovasi teknologi yang menyokong jalannya program NAWASENA.

Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan pengenalan teknologi fisik berupa Robot Senagarda. Materi pengenalan inovasi robot ini dibawakan secara langsung oleh Faizal, yang juga merupakan anggota tim PPK Ormawa RDC UAD.

Guna memastikan materi dapat dipahami dengan baik, di setiap akhir sesi pemaparan dilengkapi dengan Focus Group Discussion (FGD) dan sesi tanya jawab. Sesi interaktif ini memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi peserta untuk berdiskusi, menyampaikan pertanyaan, dan memperdalam pemahaman mereka terhadap teknologi yang sedang dikembangkan di desa mereka.

Secara keseluruhan, kegiatan berjalan sangat lancar sesuai dengan susunan acara yang direncanakan dan diakhiri dengan aksi clear area (merapikan tempat) oleh panitia. Melalui pelatihan ini, masyarakat Karangtengah diharapkan dapat menyerap ilmu teknologi terapan tersebut dan memanfaatkannya secara maksimal untuk mendukung keberhasilan program NAWASENA. (Ito)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Tim-PPK-Ormawa-RDC-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-kenalkan-robot-Senagarda-dan-website-Nawasena-ke-warga-Karangtengah-Foto.-RDC-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-09-07 10:59:362026-09-08 13:05:17Tim PPK Ormawa RDC UAD Kenalkan Robot Senagarda dan Website Nawasena ke Warga Karangtengah

Prodi Informatika UAD Gelar Sosialisasi Magang dan KPTI Kurikulum 2026

07/09/2026/in Terkini /by Ard

Prodi Informatika FTI Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menyelenggarakan sosialisasi magang dan KPTI (Foto. Septia)

Program Studi  Informatika Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menyelenggarakan sosialisasi magang dan mata kuliah Kerja Praktik Teknologi Informasi (KPTI) pada Minggu, 30 Agustus 2026, melalui platform Google Meet, dengan menghadirkan dosen Informatika UAD Bambang Robi’in, S.T., M.T., sebagai pemateri. KPTI merupakan mata kuliah berkarya dengan bobot 3 SKS pada Kurikulum 2026 yang dirancang untuk memberikan pengalaman kerja nyata bagi mahasiswa.

“Ini merupakan mata kuliah kerja praktik teknologi informasi sebagai jembatan kompetensi akademik dan kebutuhan dunia kerja dan dunia industri,” tegasnya. Terdapat beberapa mekanisme pelaksanaan KPTI yang dapat ditempuh mahasiswa, yaitu magang industri, proyek (special purpose dan general purpose/startup), lomba berbasis karya proyek, pengabdian dosen terapan yang didanai, serta penelitian terapan dosen.

Seluruh skema tersebut wajib menghasilkan produk luaran perangkat lunak atau sistem yang linier dengan bidang informatika, serta tidak mengakomodasi program yang berbentuk kursus atau short course.

Untuk skema magang industri, kegiatan dilaksanakan minimal selama tiga bulan di instansi atau industri dengan batasan maksimal tiga mahasiswa per instansi, serta pekerjaan yang dilakukan wajib berkaitan langsung dengan kompetensi informatika. Pada skema proyek kelompok (maksimal tiga orang), mahasiswa dapat memilih jalur special purpose yang memiliki mitra atau klien riil maupun jalur general purpose berbasis analisis kebutuhan masyarakat dengan kewajiban pengujian minimal sepuluh responden pengguna. Sementara itu, untuk rekognisi lomba dan pengabdian dosen, karya proyek yang diajukan memiliki batas klaim maksimal dua tahun.

Pelaksanaan KPTI berada di bawah bimbingan dosen pembimbing dengan luaran wajib berupa laporan individual, poster, dan video teaser. Ujian akhir dilaksanakan secara individual melalui seminar atau gelar karya dalam bentuk pameran.

Dengan adanya sosialisasi magang dan KPTI ini, mahasiswa diharapkan dapat memahami seluruh alur mekanisme pelaksanaan, mempersiapkan rencana kegiatan secara matang, serta menghasilkan karya luaran yang sesuai dengan standar akademik program studi. (Septia)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Prodi-Informatika-FTI-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-menyelenggarakan-sosialisasi-magang-dan-KPTI-Foto.-Septia.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-09-07 10:44:322026-09-07 10:44:32Prodi Informatika UAD Gelar Sosialisasi Magang dan KPTI Kurikulum 2026
Page 2 of 628‹1234›»

TERKINI

  • Mahasiswa KKN UAD Perkuat Syiar Keagamaan melalui Pengajian10/09/2026
  • KKN UAD Edukasi Siswa SD Muhammadiyah Balerante Buat Ecoprint10/09/2026
  • KKN UAD Kenalkan Pengolahan Sampah Organik melalui Pembuatan Eco-Enzyme di Dusun Pelem10/09/2026
  • KKN UAD Gelar Workshop Pembuatan Spray Sereh Multifungsi dan Losida Galon09/09/2026
  • KKN Dahlan Muda Salurkan Hibah Buku di Taman Nasional Siberut09/09/2026

PRESTASI

  • Buat Inovasi Pendidikan dan Literasi, Mahasiswa UAD Raih Tiga Prestasi Nasional20/08/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Gold dan Silver Medal pada Essay National Competition 202619/08/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara II Lomba Poster Edukatif Kesehatan Mental18/08/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara I Lomba Baca Puisi Dahlan Culture Festival 202608/08/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara 3 Cakrawala National Essay Competition31/07/2026

FEATURE

  • Memaknai Singkatnya Kehidupan dan Rahmat Berlimpah Menuju Surga10/09/2026
  • Menapaki Jalan Lurus melalui Sepuluh Wasiat Allah04/09/2026
  • LPSI UAD Gelar Kajian Tafsir At-Tanwir, Bedah Makna dan Keutamaan Surat Al-Baqarah Ayat 18503/09/2026
  • Menyelami Kedudukan Al-Qur’an dan Spirit Kemudahan Syariat02/09/2026
  • Resep Istikamah Ibadah dan Menjaga Kesehatan Kerja28/08/2026

TENTANG | KRU | KONTAK | REKAPITULASI

Scroll to top