• TERKINI
  • UAD BERDAMPAK
  • PRESTASI
  • FEATURE
  • OPINI
  • MEDIA
  • KIRIM BERITA
  • Menu
News Portal of Universitas Ahmad Dahlan

Posts

KKN UAD Inisiasi Festival Anak Saleh Ramadan di Batur Lor

13/03/2026/in Terkini /by Ard

Mahasiswa KKN Universitas Ahmad Dahlan (UAD) inisiasi festival anak saleh Ramadan di Batur Lor (Foto. KKN UAD)

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Periode I.55 Unit I.A.3 sukses gelar Festival Anak Saleh Ramadan 2026 pada Jumat, 27 Februari 2026 di Musala Baitul Jannah, Batur Lor. Kegiatan ini diikuti oleh 51 peserta dari tingkat Taman Kanak-Kanak (TK) hingga Sekolah Dasar (SD) dan berlangsung dengan tertib serta penuh antusiasme.

Adapun cabang perlombaan yang diselenggarakan meliputi lomba hafalan, lomba azan, dan lomba mewarnai. Seluruh peserta menunjukkan semangat dan keberanian saat tampil di hadapan dewan juri. Berbeda dari kegiatan pada umumnya, lomba ini hanya dihadiri oleh para peserta tanpa didampingi orang tua, sehingga suasana berlangsung lebih kondusif dan peserta dapat tampil lebih fokus.

Ketua panitia menyampaikan, “Festival Anak Saleh Ramadan 2026 bertujuan untuk menumbuhkan semangat religius anak sejak dini, meningkatkan rasa percaya diri, serta mengembangkan kreativitas dalam suasana bulan suci Ramadan.” Ia menambahkan bahwa kegiatan ini juga menjadi bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat melalui program kerja KKN yang berfokus pada pembinaan karakter Islami generasi muda.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini turut dibantu oleh para santriwati yang sedang menjalani Praktik Dakwah Lapangan (PDL), sehingga rangkaian acara dapat berjalan dengan lancar dan terorganisasi dengan baik. Pelaksanaan lomba diawali dengan pendaftaran peserta yang dibuka secara daring dan luring untuk memudahkan akses masyarakat. Selanjutnya, peserta dibagi sesuai kategori jenjang pendidikan. Proses penilaian dilakukan secara objektif oleh panitia dan dewan juri berdasarkan kriteria yang telah ditentukan.

Secara keseluruhan, Festival Anak Saleh Ramadan 2026 di Batur Lor berjalan lancar dan penuh semangat. Ketua panitia menambahkan, “Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan pengalaman berharga bagi anak-anak serta menjadi langkah awal dalam membangun generasi yang religius, percaya diri, dan kreatif di lingkungan Masyarakat,” tutupnya. (Juni)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-KKN-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-inisiasi-festival-anak-saleh-Ramadan-di-Batur-Lor-Foto.-KKN-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-03-13 10:21:182026-03-13 10:21:18KKN UAD Inisiasi Festival Anak Saleh Ramadan di Batur Lor

Ramadhanomics: Mengubah Lonjakan Konsumsi Menjadi Kekuatan Ekonomi Umat yang Berdampak

13/03/2026/in Terkini /by Ard

Dr. H. Riduwan, M.Ag. pemateri ceramah tarawih Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Septia)

Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali menggelar Ceramah Tarawih dalam rangkaian kegiatan Ramadan di Kampus (RDK) 1447 H. Pada Kamis, 5 Maret 2026 (bertepatan dengan 16 Ramadan 1447 H) tersebut, kajian ini mengusung tema “Ramadhanomics: Mengubah Lonjakan Konsumsi Menjadi Kekuatan Ekonomi Umat yang Berdampak”.

Ceramah inspiratif ini diisi langsung oleh Dr. H. Riduwan, M.Ag., yang menjabat sebagai Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Kepala Bidang Kemitraan dan Investasi (KUBI) UAD, sekaligus Ketua Takmir Masjid IC UAD.

Dalam pemaparannya, Dr. Riduwan menjelaskan bahwa perputaran ekonomi selama bulan puasa menghadirkan dua dampak yang saling bertolak belakang, yakni dampak positif dan negatif. Dampak positif terlihat dari terjadinya pergeseran konsumsi dari kelompok kaya kepada kelompok miskin melalui instrumen zakat mal maupun zakat fitrah. Mekanisme pendistribusian tersebut sangat sejalan dengan prinsip ekonomi Islam yang distributif, dengan tujuan memastikan agar harta tidak hanya beredar dan berputar di kalangan orang-orang kaya saja.

Namun, di sisi lain, terdapat efek negatif yang kerap menjadi ironi menjelang akhir Ramadan. Fenomena penuh sesaknya pusat-pusat perbelanjaan modern di perkotaan mengindikasikan bahwa dana yang sejatinya telah bergeser ke masyarakat miskin pada akhirnya dibelanjakan kembali untuk produk-produk atau tempat perbelanjaan milik para pemodal besar.

“Kondisi ideal yang diharapkan adalah perputaran uang terjadi dari jemaah, oleh jemaah, dan untuk jemaah, sehingga mampu menghidupkan pasar-pasar tiban atau pengusaha mikro di lingkungan sekitar kita,” jelas Dr. Riduwan.

Lebih lanjut, tingginya motivasi konsumsi masyarakat selama bulan puasa juga berpotensi memicu inflasi musiman. Kenaikan harga kebutuhan barang pokok yang terjadi sesaat ini berisiko menurunkan daya beli masyarakat kelas bawah. Berdasarkan analisis dari pakar perbankan, perilaku konsumsi yang tidak terkendali justru dapat menjadi sebuah blunder karena berpotensi menciptakan kemiskinan baru akibat ketidakmampuan masyarakat dalam membeli kebutuhan pokok sehari-hari.

Sebagai penutup kajian, jemaah diingatkan kembali mengenai landasan utama dalam berkonsumsi sesuai dengan Surah Al-Baqarah ayat 168, yaitu memilih produk yang halal dan thayyib. Standar produk halal saat ini terbukti memiliki daya tarik yang sangat luas di pasar global, bahkan turut diminati oleh kalangan nonmuslim di Eropa, dengan catatan tambahan bahwa proses produksinya terbebas dari eksploitasi pekerja perempuan maupun anak-anak. (Septia)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Dr.-H.-Riduwan-M.Ag_.-pemateri-ceramah-tarawih-Masjid-Islamic-Center-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Septia.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-03-13 10:08:322026-03-13 10:08:32Ramadhanomics: Mengubah Lonjakan Konsumsi Menjadi Kekuatan Ekonomi Umat yang Berdampak

Lazismu UAD Salurkan 8,5 Ton Kado Beras untuk Guru Honorer Muhammadiyah se-DIY

13/03/2026/in Terkini /by Ard

Penyerahan secara simbolis Kado Beras oleh Lazismu Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kepada perwakilan guru sekolah Muhammadiyah (Foto. Humas UAD)

Semarak berbagi di bulan suci kembali dihadirkan oleh Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Melalui Lazismu UAD, kegiatan pentasyarufan bertajuk “Kado Beras di Hari Kemenangan” sukses diselenggarakan pada Kamis, 12 Maret 2026 bertempat di Pesantren Mahasiswa K.H. Ahmad Dahlan (Persada) UAD.

Kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian sosial persyarikatan yang rutin dilaksanakan setiap tahunnya. Pada Ramadan kali ini, Lazismu UAD menyalurkan total 8.500 kilogram (8,5 ton) beras yang ditujukan khusus bagi para pejuang pendidikan, yakni guru honorer dan guru non-sertifikasi di sekolah-sekolah Muhammadiyah se-Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Penyaluran bantuan kado beras tersebut menyasar tenaga pendidik dari berbagai jenjang, mulai dari tingkat TK, SD, SMP, hingga SMA/SMK/MA. Bantuan diserahkan secara langsung kepada perwakilan guru dari masing-masing tingkatan sekolah tersebut di seluruh wilayah DIY.

Perwakilan Lazismu UAD, Dr. Ahmad Zaki Annafiri, S.Pd.I., M.Ed., menjelaskan bahwa program berbagi kado beras ini merupakan rutinitas tahunan yang terus dijaga oleh Lazismu UAD. Khusus pada beberapa tahun terakhir, fokus penyaluran bantuan tersebut memang secara spesifik diarahkan kepada guru-guru honorer dan guru non-sertifikasi. Langkah ini diambil dengan tujuan utama untuk turut membantu menyejahterakan kehidupan para tenaga pendidik yang berdedikasi di lingkungan persyarikatan Muhammadiyah.

Penyaluran kado beras untuk para pahlawan tanpa tanda jasa ini diharapkan tidak hanya sekadar meringankan beban pemenuhan kebutuhan pangan di bulan suci, tetapi juga mempererat tali silaturahmi antar Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) di sektor pendidikan.

Melalui program rutin seperti Kado Beras ini, Lazismu UAD terus berkomitmen untuk menebar kebermanfaatan sosial dan program-program Ramadan yang berdampak nyata bagi kemaslahatan umat, khususnya bagi kesejahteraan tenaga pendidik di lingkungan keluarga besar persyarikatan. (Ito)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Penyerahan-secara-simbolis-Kado-Beras-oleh-Lazismu-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-kepada-perwakilan-guru-sekolah-Muhammadiyah-Foto.-Humas-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-03-13 09:54:592026-03-13 09:54:59Lazismu UAD Salurkan 8,5 Ton Kado Beras untuk Guru Honorer Muhammadiyah se-DIY

Membaca Banjir dan Ketidakadilan Ekologis dari Krisis Lingkungan

13/03/2026/in Terkini /by Ard

Prof. Surahma Asti Mulasari, S.Si., M.Kes. pemateri pengajian Ramadan 1447 H PWA DIY di Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Humas UAD)

Kegiatan Pengajian Ramadan 1447 H Pimpinan Wilayah ’Aisyiyah (PWA) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada 8 Maret 2026 di Ruang Amphitarium Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menghadirkan pemaparan materi terakhir yang bertema “Krisis Lingkungan dan Ketidakadilan Ekologis: Membaca Banjir sebagai Dampak Kebijakan dan Eksploitasi Alam” oleh Prof. Surahma Asti Mulasari, S.Si., M.Kes., dengan moderator Fitri Maulida Rahmawati, S.E., M.Si.

Topik ini dinilai penting untuk dibahas mengingat frekuensi bencana banjir di Indonesia terus meningkat. Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), tercatat terdapat 3.472 bencana terjadi di Indonesia sepanjang tahun 2024 dan 1.109 di antaranya adalah banjir. Bencana tersebut tidak hanya berdampak pada kerusakan lingkungan, tetapi juga memicu berbagai masalah kesehatan masyarakat, seperti diare, leptospirosis, dan gangguan sanitasi.

Surahma Asti Mulasari menjelaskan, “Banjir yang terjadi di Sumatra dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu curah hujan yang tinggi akibat perubahan iklim serta kerusakan hutan dan lingkungan.”

Ia menambahkan bahwa kerusakan hutan di Indonesia banyak disebabkan oleh alih fungsi lahan menjadi perkebunan, pertambangan, dan kawasan industri. Padahal berdasarkan forest hydrology theory, hutan memiliki peran penting dalam mengontrol curah hujan, mencegah erosi, serta menstabilkan aliran air ke sungai.

Ironisnya, Indonesia yang memiliki kawaan hutan terbesar ketiga di dunia setelah Hutan Amazon dan hutan di Afrika justru menghadapi ancaman kerusakan hutan yang semakin meningkat. Kondisi ini menunjukan bahwa perubahan penggunaan lahan sering kali menjadi konsekuensi dari kebijakan pemerintah terkait pembangunan yang tidak mempertimbangkan keberlanjutan lingkungan dan dampak yang akan dihadapi oleh masyarakat lokal.

”Sebagai organisasi besar, ’Aisyiyah dapat memberikan suara dan tekanan kepada pemerintah serta melakukan tindakan nyata melalui edukasi dan upaya penjagaan lingkungan,” tutup Prof. Surahma Asti Mulasari. (Juni)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Prof.-Surahma-Asti-Mulasari-S.Si_.-M.Kes_.-pemateri-pengajian-Ramadan-1447-H-PWA-DIY-di-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Humas-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-03-13 09:44:212026-03-13 09:44:21Membaca Banjir dan Ketidakadilan Ekologis dari Krisis Lingkungan

Mahasiswa Magister Kesehatan Masyarakat UAD Dorong Pencegahan Stunting Lewat Konseling Keluarga

13/03/2026/in Terkini /by Ard

Mahasiswa Magister Kesehatan Masyarakat Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dorong pencegahan stunting lewat konseling keluarga (Foto. Prodamat UAD)

Menyadari pentingnya upaya pencegahan sejak dini, mahasiswa Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat Universitas Ahmad Dahlan (UAD) melaksanakan Program Pemberdayaan Umat (PRODAMAT) di Kelurahan Mantrijeron, Kota Yogyakarta. Program ini difokuskan pada peningkatan pengetahuan keluarga mengenai pencegahan stunting melalui kegiatan konseling keluarga (family counseling) serta edukasi gizi bagi ibu balita.

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada 23 Januari hingga 13 Februari 2026 di wilayah RW 10, Kelurahan Mantrijeron. Wilayah ini dipilih berdasarkan data dari pihak kelurahan dan puskesmas setempat yang menunjukkan angka kasus stunting lebih tinggi dibandingkan area lainnya. Oleh karena itu, intervensi yang terarah dan intensif dinilai sangat diperlukan untuk meningkatkan kesadaran gizi masyarakat.

Seperti diketahui, stunting masih menjadi salah satu tantangan besar kesehatan masyarakat di Indonesia. Kondisi akibat kekurangan gizi kronis ini tidak hanya membuat tinggi badan anak berada di bawah standar usianya, tetapi juga berisiko memicu gangguan perkembangan kognitif, penurunan daya tahan tubuh, hingga berkurangnya produktivitas di masa depan.

Dalam pelaksanaannya, program PRODAMAT ini melibatkan lima keluarga yang memiliki balita berisiko maupun yang telah terindikasi stunting. Melalui pendekatan kunjungan rumah, tim mahasiswa memberikan edukasi menyeluruh. Materi yang disampaikan meliputi pemahaman dasar stunting, dampaknya terhadap tumbuh kembang anak, pentingnya ASI eksklusif, serta praktik pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) yang tepat.

Selain pemaparan materi, keluarga juga mendapatkan pendampingan langsung dalam pengolahan makanan tambahan bergizi bagi balita. Guna mengukur efektivitas program, para ibu balita diminta mengisi kuesioner sebelum dan sesudah sesi konseling. Hasil evaluasi tersebut menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan. Seluruh peserta yang awalnya memiliki pemahaman terbatas, kini menunjukkan tingkat literasi gizi yang jauh lebih baik terkait stunting.

Selain edukasi, kegiatan ini turut disertai dengan pembagian bahan makanan yang dapat digunakan sebagai Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi balita. Hal ini diharapkan dapat membantu keluarga dalam mempraktikkan langsung ilmu yang telah diperoleh selama konseling.

Program ini membuktikan bahwa pendekatan pemberdayaan keluarga melalui edukasi secara langsung menjadi langkah efektif dalam meningkatkan kesadaran pemenuhan gizi anak. Ke depan, upaya serupa diharapkan dapat terus berjalan secara berkelanjutan melalui sinergi antara masyarakat, tenaga kesehatan, pemerintah, dan institusi pendidikan demi mewujudkan generasi yang sehat dan berkualitas. (Septia)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-Magister-Kesehatan-Masyarakat-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-dorong-pencegahan-stunting-lewat-konseling-keluarga-Foto.-Prodamat-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-03-13 09:34:122026-03-13 09:34:12Mahasiswa Magister Kesehatan Masyarakat UAD Dorong Pencegahan Stunting Lewat Konseling Keluarga

Sinergi KKN UAD dan Karang Taruna Meriahkan Bulan Ramadan

13/03/2026/in Terkini /by Ard

Mahasiswa KKN Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dan karang taruna Tunas Muda meriahkan bulan Ramadan (Foto. KKN UAD)

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Kelompok V.A.I berkolaborasi dengan Karang Taruna Tunas Muda Padukuhan Kledekan Lor, Desa Jangkaran, untuk membangun gapura tematik dalam rangka menyambut Bulan Suci Ramadan 1447 H. Program ini merupakan bagian dari implementasi pengabdian kepada masyarakat berbasis pemberdayaan pemuda dan penguatan nilai gotong royong yang dilaksanakan pada 8–15 Februari 2026.

Gapura yang dibangun tidak hanya berfungsi sebagai elemen dekoratif dalam penyambutan Ramadan, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan, kreativitas, dan identitas sosial masyarakat setempat. Mengusung desain bernuansa Islami modern, gapura tersebut menampilkan ornamen kaligrafi bertuliskan “Ramadhan Kareem” serta “Marhaban Yaa Ramadhan” dengan dominasi warna hijau yang merepresentasikan kesejukan dan harapan di bulan suci. Sistem pencahayaan LED yang terintegrasi di sepanjang struktur gapura semakin memperkuat suasana religius sekaligus menghadirkan estetika visual yang menarik pada malam hari.

Ketua Kelompok KKN UAD V.A.I menjelaskan bahwa program ini lahir dari hasil diskusi dan musyawarah bersama Karang Taruna yang menginginkan penyambutan Ramadan dengan konsep yang lebih terstruktur dan kreatif dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

“Kami ingin program ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi nyata. Mahasiswa dan pemuda setempat bersama-sama merancang desain, menghitung kebutuhan material, menyusun rangka, hingga memasang sistem pencahayaan,” jelasnya.

Proses pengerjaan diawali dengan perencanaan desain visual serta perhitungan struktur yang mempertimbangkan aspek estetika, keamanan konstruksi, dan efisiensi biaya. Rangka utama disusun secara bertahap menggunakan material bambu dan papan kayu yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar. Setelah proses perakitan selesai, tahap berikutnya adalah pengecatan, pemasangan elemen dekoratif dan kaligrafi, serta instalasi lampu LED yang dipasang mengelilingi struktur gapura.

Kolaborasi ini juga menjadi wadah untuk bertukar pengetahuan sekaligus memperkuat kapasitas pemuda. Mahasiswa KKN menerapkan keterampilan manajemen proyek, perencanaan teknis, serta desain visual, sementara Karang Taruna Tunas Muda berperan aktif dalam pengerjaan lapangan dan mobilisasi partisipasi warga. Sinergi tersebut memperkuat nilai pemberdayaan masyarakat yang menjadi esensi kegiatan KKN.

Perwakilan Karang Taruna Tunas Muda menyampaikan apresiasi atas kerja sama yang terjalin selama proses pembangunan.

“Melalui program ini, kami tidak hanya mendapatkan gapura yang lebih menarik dan tertata, tetapi juga pengalaman baru dalam perencanaan dan pengerjaan yang lebih terkonsep. Kegiatan ini juga mempererat kebersamaan pemuda di lingkungan kami,” ujarnya.

Selama delapan hari pelaksanaan, suasana gotong royong terasa kuat. Mahasiswa, pemuda, dan warga saling berbagi peran mulai dari pengukuran, perakitan rangka, hingga pemasangan lampu dan penyelesaian akhir. Hasilnya, gapura yang berdiri kokoh tersebut kini menjadi ikon baru Padukuhan Kledekan Lor sekaligus titik kumpul warga dalam menyambut dan memaknai Bulan Suci Ramadan.

Program ini menunjukkan bahwa KKN tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan kegiatan formal, tetapi juga pada pembangunan relasi sosial yang berkelanjutan. Melalui pendekatan partisipatif dan kolaboratif, mahasiswa dan masyarakat bersama-sama menciptakan karya yang memiliki nilai estetika, spiritual, dan sosial.

Dengan konsep desain tematik, sistem pencahayaan terintegrasi, serta model kolaborasi berbasis pemberdayaan pemuda, gapura Ramadan di Padukuhan Kledekan Lor menjadi contoh praktik baik sinergi perguruan tinggi dan masyarakat dalam menyambut bulan suci secara kreatif, terencana, dan bermakna. (Doc)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-KKN-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-dan-karang-taruna-Tunas-Muda-meriahkan-bulan-Ramadan-Foto.-KKN-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-03-13 09:23:582026-03-13 09:23:58Sinergi KKN UAD dan Karang Taruna Meriahkan Bulan Ramadan

KKN UAD Sosialisasikan Edukasi Pemilahan Sampah

13/03/2026/in Terkini /by Ard

Mahasiswa KKN Universitas Ahmad Dahlan (UAD) sosialisasikan edukasi pemilahan sampah (Foto. KKN UAD)

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Unit VI.A.1 mengadakan kegiatan sosialisasi dan edukasi pemilahan sampah kepada masyarakat di Dusun Trukan, Kalurahan Kulur, Kapanewon Temon, Kabupaten Kulon Progo. Kegiatan tersebut dilaksanakan dengan pendampingan dosen pembimbing lapangan, Dr. Heni Trisnowati, S.K.M., M.P.H.

Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan melalui pengelolaan sampah yang lebih baik. Permasalahan sampah masih menjadi salah satu tantangan yang sering ditemui di lingkungan masyarakat, khususnya kebiasaan mencampur berbagai jenis sampah dalam satu tempat tanpa melakukan pemilahan terlebih dahulu.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, mahasiswa KKN Unit VI.A.1 memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya memilah sampah sejak dari rumah. Dalam penyampaian materi, mahasiswa menjelaskan perbedaan antara sampah organik dan sampah anorganik beserta contoh-contohnya yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari.

Sampah organik merupakan jenis sampah yang dapat terurai secara alami oleh mikroorganisme, seperti sisa makanan, kulit buah, sayuran, dan daun kering. Sementara itu, sampah anorganik merupakan sampah yang sulit terurai dan membutuhkan waktu yang lama untuk hancur di alam, seperti plastik, kaca, dan kaleng.

Selain penyampaian materi, mahasiswa juga mengajak masyarakat untuk melakukan praktik langsung dalam memilah sampah menggunakan dua tempat sampah yang berbeda. Satu tempat sampah digunakan untuk sampah organik seperti sisa makanan dan daun kering, sedangkan tempat lainnya digunakan untuk sampah anorganik seperti plastik dan kemasan makanan. Melalui praktik sederhana ini, masyarakat diharapkan dapat lebih mudah memahami cara pemilahan sampah yang dapat langsung diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Sebagai bentuk penguatan edukasi, mahasiswa KKN Unit VI.A.1 juga membuat dan memasang papan edukasi mengenai jenis-jenis sampah yang dapat terurai dan yang tidak mudah terurai. Papan edukasi tersebut dipasang di lokasi yang mudah dilihat oleh masyarakat sehingga dapat menjadi media informasi yang terus mengingatkan warga tentang pentingnya memilah sampah. Media ini juga diharapkan menjadi sarana pembelajaran bagi anak-anak maupun masyarakat yang melihatnya setiap hari.

Koordinator KKN Unit VI.A.1 menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung upaya pelestarian lingkungan di masyarakat. “Melalui kegiatan ini, kami berharap masyarakat dapat mulai membiasakan diri untuk memilah sampah sejak dari rumah sehingga lingkungan menjadi lebih bersih, sehat, dan nyaman,” ujarnya.

Dosen pembimbing lapangan, Dr. Heni Trisnowati, S.K.M., M.P.H., menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi keilmuan mahasiswa dalam pemberdayaan masyarakat. Menurutnya, program KKN tidak hanya menjadi sarana pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga proses pembelajaran bagi mahasiswa untuk mampu mengidentifikasi permasalahan di masyarakat serta merancang solusi yang bermanfaat dan berkelanjutan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat Dusun Trukan semakin memahami pentingnya pengelolaan sampah yang baik serta mulai menerapkan kebiasaan memilah sampah dalam kehidupan sehari-hari sehingga tercipta lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan. (Doc)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-KKN-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-sosialisasikan-edukasi-pemilahan-sampah-Foto.-KKN-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-03-13 09:11:392026-03-13 09:11:39KKN UAD Sosialisasikan Edukasi Pemilahan Sampah

KKN UAD Adakan Pemeriksaan Jentik dan Cek Kesehatan Gratis bagi Warga Padukuhan Kepil

13/03/2026/in Terkini /by Ard

Mahasiswa KKN Universitas Ahmad Dahlan (UAD) adakan pemeriksaan jentik nyamuk dan cek kesehatan gratis bagi warga Padukuhan Kepil (Foto. KKN UAD)

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Unit VII.D.1 menggelar kegiatan pemeriksaan jentik nyamuk serta cek kesehatan gratis bagi warga Padukuhan Kepil. Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja bidang kesehatan masyarakat yang bertujuan meningkatkan kesadaran warga terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sekaligus memantau kondisi kesehatan secara dini.

Pemeriksaan jentik nyamuk dilakukan secara door to door ke rumah-rumah warga pada 17, 19, 21, 22, 23, 24, dan 25 Februari 2026. Kegiatan tersebut dilakukan sebagai upaya pencegahan penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) melalui pemantauan langsung tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.

Sementara itu, cek kesehatan gratis dilaksanakan pada 12, 14, 21, dan 23 Februari 2026 bertepatan dengan pertemuan warga di masing-masing RT. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN dapat menjangkau masyarakat secara lebih efektif sekaligus memberikan layanan kesehatan dasar bagi warga.

Adapun layanan kesehatan yang diberikan meliputi pemeriksaan tekanan darah, kadar gula darah, serta asam urat. Dalam kegiatan ini disediakan kuota masing-masing sebanyak 60 slot pemeriksaan gula darah dan 60 slot pemeriksaan asam urat bagi warga. Pemeriksaan tersebut bertujuan untuk mendeteksi secara dini risiko penyakit tidak menular, seperti diabetes dan gangguan sendi akibat tingginya kadar asam urat.

Selain melakukan pemeriksaan, mahasiswa KKN juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menerapkan pola hidup sehat. Edukasi tersebut mencakup anjuran untuk menjaga pola makan seimbang, membatasi konsumsi gula berlebih, serta meningkatkan aktivitas fisik. Mahasiswa juga menyampaikan edukasi mengenai pencegahan DBD melalui penerapan gerakan 3M, yaitu menguras, menutup, dan mendaur ulang barang-barang yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk, serta pengendalian jentik secara biologis menggunakan ikan pemakan jentik.

Ketua KKN, Abdullah Hakim, menyampaikan, “Melalui pemeriksaan jentik dan cek kesehatan gratis ini, kami berharap warga dapat lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan serta rutin memeriksakan kondisi kesehatannya sebagai langkah pencegahan sejak dini,” ujarnya.

Salah satu warga Padukuhan Kepil juga mengapresiasi kegiatan tersebut. “Kami merasa terbantu dengan adanya cek kesehatan gratis ini. Kami jadi bisa mengetahui kondisi gula darah dan asam urat tanpa harus pergi ke fasilitas kesehatan,” tuturnya. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-KKN-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-adakan-pemeriksaan-jentik-nyamuk-dan-cek-kesehatan-gratis-bagi-warga-Padukuhan-Kepil-Foto.-KKN-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-03-13 09:02:522026-03-13 09:02:52KKN UAD Adakan Pemeriksaan Jentik dan Cek Kesehatan Gratis bagi Warga Padukuhan Kepil

Muhammadiyah Tetapkan 1 Syawal 1447 H Jatuh pada 20 Maret 2026

12/03/2026/in Terkini /by Ard

Logo persyarikatan Muhammadiyah (Foto. Muhammadiyah)

Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah menetapkan bahwa 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Jumat Legi, 20 Maret 2026 Masehi. Penetapan tersebut didasarkan pada kriteria Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) yang telah diputuskan dalam Musyawarah Nasional XXXII Tarjih Muhammadiyah.

Dalam keterangan pers yang disampaikan oleh Muhammadiyah, awal bulan Syawal ditentukan berdasarkan parameter astronomis global, yakni terpenuhinya elongasi minimal 8 derajat dan tinggi hilal minimal 5 derajat saat matahari terbenam di suatu wilayah di dunia sebelum pukul 24.00 UTC.

Data astronomis menunjukkan bahwa ijtimak terjadi pada Kamis Kliwon, 19 Maret 2026 pukul 01:23:28 UTC. Selain itu, lokasi pengamatan pertama yang memenuhi kriteria berada pada koordinat 64° 59′ 57.47″ LU dan 42° 3′ 3.47″ BT dengan tinggi bulan mencapai 6,49 derajat dan elongasi 8 derajat.

Parameter KHGT juga terpenuhi di wilayah Makkah, Arab Saudi. Pada saat matahari terbenam di kota tersebut, tinggi bulan tercatat +06° 09′ 09″ dengan elongasi 08° 05′ 24″, sehingga melampaui ambang batas yang ditetapkan dalam kriteria kalender global.

Berdasarkan data tersebut, Majelis Tarjih dan Tajdid menyimpulkan bahwa seluruh parameter KHGT telah terpenuhi sebelum pukul 24.00 UTC. Dengan demikian, 1 Syawal 1447 H ditetapkan jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026, dan berlaku secara global sebagai awal bulan Syawal.

Muhammadiyah menegaskan bahwa penerapan Kalender Hijriah Global Tunggal merupakan langkah penting untuk mewujudkan penyatuan kalender Islam di seluruh dunia. Upaya ini dinilai sebagai bagian dari komitmen umat Islam untuk memiliki sistem penanggalan yang seragam sehingga dapat menghindari perbedaan dalam penentuan waktu ibadah secara global.

Melalui penetapan ini, Muhammadiyah juga mengajak umat Islam menyambut Idulfitri dengan penuh kegembiraan, semangat saling memaafkan, serta mempererat tali silaturahmi. (Dnd)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Logo-persyarikatan-Muhammadiyah-Foto.-Muhammadiyah-scaled.jpeg 1811 2560 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-03-12 13:54:272026-03-12 13:54:27Muhammadiyah Tetapkan 1 Syawal 1447 H Jatuh pada 20 Maret 2026

Mengembalikan Al-Qur’an sebagai Pedoman Utama Umat Islam

12/03/2026/in Terkini /by Ard

Dr. H. M. Ikhwan Ahada, M.Ag. pemateri ceramah tarawih Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Ito)

Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali menyelenggarakan rangkaian kegiatan Ramadan di Kampus (RDK) 1447 H. Pada Ahad, 8 Maret 2026, salat Tarawih berjemaah dipimpin oleh Dr. H. M. Ikhwan Ahada, M.Ag., Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Daerah Istimewa Yogyakarta, yang sekaligus bertindak sebagai penceramah. Mengusung tema “Islam Berkemajuan di Bumi Mataram: Merespons Tantangan Kultural dan Sosial Yogyakarta”, tausiah kali ini secara khusus menyoroti kemuliaan Al-Qur’an dan bagaimana umat Islam semestinya mendudukkan kitab suci tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam tausiahnya, Dr. Ikhwan mengawali dengan ungkapan rasa syukur atas nikmat usia sehingga jemaah dapat kembali berjumpa dengan bulan Ramadan. Ia mengutip Surah Yunus ayat 58 yang menyerukan agar umat Islam senantiasa bergembira atas karunia dan rahmat Allah Swt., yang nilainya jauh lebih besar daripada harta benda duniawi apa pun. Merujuk pada tafsir Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir karya Sulaiman Al-Asyqar, ia menjelaskan bahwa bentuk karunia dan rahmat terbesar yang dimaksud dalam ayat tersebut adalah Al-Qur’an itu sendiri.

Ia menguraikan bahwa kemuliaan Al-Qur’an memancar dan mengangkat derajat segala hal yang bersinggungan dengannya. Al-Qur’an diturunkan melalui malaikat paling mulia, yakni Jibril, dan diwahyukan kepada Nabi Muhammad saw., yang kemudian diangkat menjadi Sayyidul Anbiya wal Mursalin (penghulu para nabi dan rasul). Bahkan, bulan dan malam di mana Al-Qur’an diturunkan pun dimuliakan oleh Allah Swt. sebagai Syahrul Qur’an (Bulan Al-Qur’an) dan Lailatul Qadar, sebuah malam yang lebih baik dari seribu bulan.

Lebih lanjut, ia memaparkan sebuah hadis Nabi Muhammad saw. yang mengklasifikasikan manusia ke dalam empat golongan berdasarkan sikapnya terhadap Al-Qur’an. Golongan pertama adalah mukmin yang suka membaca Al-Qur’an, diibaratkan seperti buah utrujah yang harum baunya dan manis rasanya. Kedua, mukmin yang tidak suka membaca Al-Qur’an, digambarkan laksana buah kurma yang tidak beraroma namun tetap manis rasanya. Golongan ketiga yaitu orang munafik yang suka membaca Al-Qur’an, diumpamakan sebagai buah raihanah yang harum aromanya namun pahit rasanya. Terakhir, golongan orang munafik yang tidak suka membaca Al-Qur’an, yang diibaratkan seperti buah hanzhalah dengan aroma tidak sedap dan rasa yang pahit.

Menutup ceramahnya, Dr. Ikhwan mengajak seluruh jemaah untuk merenungkan kembali posisi Al-Qur’an dalam kehidupan mereka. Ia mengimbau agar momentum Ramadan, bulan di mana pahala dilipatgandakan dan energi spiritual umat dipompa maksimal, dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk memperbanyak interaksi dengan Al-Qur’an. Harapannya, Al-Qur’an dapat benar-benar menjadi panduan hidup (hidayah) dan bekal untuk mengarungi sebelas bulan yang akan datang. Tausiah pun diakhiri dengan pelaksanaan salat Tarawih yang diawali dengan salat Iftitah (Khafifatain). (Ito)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Dr.-H.-M.-Ikhwan-Ahada-M.Ag_.-pemateri-ceramah-tarawih-Masjid-Islamic-Center-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Ito.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-03-12 10:20:102026-03-12 10:20:10Mengembalikan Al-Qur'an sebagai Pedoman Utama Umat Islam
Page 4 of 586«‹23456›»

TERKINI

  • Mahasiswa UAD Lolos Seleksi Pelatnas Asian Games XX 2026 Cabang Bola Voli Pantai02/04/2026
  • Mahasiswa KKN UAD Selenggarakan Cek Kesehatan Gratis02/04/2026
  • Pesan Mendalam Ekologi dalam Surah Ar-Rahman02/04/2026
  • Mahasiswa KKN UAD Sosialisasikan Gizi Seimbang di Batur Lor01/04/2026
  • Memaknai Lailatul Qadar melalui Al-Qur’an01/04/2026

PRESTASI

  • Inovasikan AR dan Permainan Edukatif, Mahasiswa UAD Juara 2 Microteaching International Competition09/03/2026
  • Mahasiswa PBI UAD Raih Silver Medal dalam Lomba Esai Nasional26/02/2026
  • Mahasiswa PBio UAD, Zul Hamdi Batubara Raih Andalan Awards Tiga Tahun Berturut-turut19/02/2026
  • Tim AL-Qorni UAD Raih Juara I Prototype Vehicle Design pada Shell Eco-marathon Middle East & Asia 202628/01/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara I Best Use of Data pada ADIYC Tahun 202523/01/2026

FEATURE

  • Wujudkan Kampus Ekologis, Komitmen Nyata UAD Menjaga Alam02/03/2026
  • Budaya Ekologis dan Resiliensi di Dunia Pendidikan01/03/2026
  • Restorasi Lingkungan sebagai Pilar Perkhidmatan Masa Depan01/03/2026
  • Optimalisasi Karya Kampus untuk Masyarakat26/02/2026
  • Istikamah dalam Ibadah, Kunci Meraih Ampunan di Bulan Ramadan26/02/2026

TENTANG | KRU | KONTAK | REKAPITULASI

Scroll to top