Inovasi Kuliner Sehat Mahasiswa UAD Sabet Penghargaan di Kompetisi Nasional

Inovasi kuliner sehat mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) sabet penghargaan di kompetisi nasional (Foto. Wahyu)
Inovasi pangan sehat berbasis nabati berhasil mengantarkan Wahyu Sutrimo, mahasiswa Program Studi Bisnis Jasa Makanan Universitas Ahmad Dahlan (UAD), meraih prestasi dalam ajang Kompetisi Artikel Ilmiah #2 Tingkat Nasional Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Biro Kemahasiswaan dan Alumni UAD. Pada kompetisi tersebut, Wahyu berhasil meraih Juara II Artikel Terbaik dan Juara Harapan III Presenter Terbaik pada Kategori Kesehatan Kelas H.
Dalam kompetisi tersebut, Wahyu mengangkat karya ilmiah berjudul “Bakso Fungsional Tempe dan Jamur: Solusi Pemenuhan Gizi Seimbang dan Pencegahan Defisiensi Nutrisi Nabati”. Inovasi tersebut berupa produk bakso nabati berbahan dasar tempe, jamur tiram, jamur kuping, dan wortel yang ditujukan sebagai alternatif pangan sehat dengan kandungan gizi seimbang.
Wahyu menjelaskan bahwa ide inovasi tersebut berasal dari proyek mata kuliah yang pernah dikerjakannya pada semester tiga. Menurutnya, produk tersebut memiliki potensi besar untuk dikembangkan karena sejalan dengan meningkatnya tren konsumsi makanan vegetarian di masyarakat.
Produk bakso yang dikembangkan dikategorikan sebagai makanan vegetarian karena masih menggunakan putih telur dalam proses pembuatannya. Hal tersebut berbeda dengan konsep vegan yang sama sekali tidak menggunakan bahan hewani. Selain menawarkan alternatif pangan sehat, inovasi ini juga diarahkan untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi nabati masyarakat.
Dalam proses pengembangannya, produk tersebut telah melalui uji organoleptik sebanyak dua kali dengan melibatkan 30 panelis. Hasil pengujian menunjukkan bahwa tekstur bakso nabati yang dihasilkan memiliki karakteristik yang hampir menyerupai bakso daging pada umumnya. Selain itu, Wahyu juga telah melakukan uji ANOVA untuk mendukung validitas penelitian dan saat ini tengah melanjutkan proses pengujian ketahanan atau masa simpan produk.
Wahyu mengaku tidak menyangka dapat meraih dua penghargaan sekaligus dalam kompetisi tersebut karena pada saat yang sama dirinya juga sedang fokus menjalani Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW). “Saya senang sekali karena benar-benar tidak menyangka bisa mendapatkan juara. Waktu itu saya sedang fokus juga dengan kegiatan P2MW dan saat presentasi pun saya menjalaninya dengan sederhana. Namun saat pengumuman, alhamdulillah bisa mendapatkan dua penghargaan sekaligus,” ujarnya.
Menurutnya, pencapaian tersebut menjadi pengalaman berharga sekaligus motivasi untuk terus mengembangkan inovasi pangan berbasis kesehatan dan kewirausahaan.
Ia juga memberikan pesan kepada mahasiswa lain agar aktif mengikuti berbagai kompetisi yang diselenggarakan kampus. “Kalau ada lomba dari Bimawa, coba saja ikut. Saya yakin semua punya peluang untuk mendapatkan juara asalkan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan sungguh-sungguh. Selain menambah pengalaman, prestasi seperti ini juga bermanfaat untuk pengembangan diri dan pengisian Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI),” tuturnya. (Mawar)
