• TERKINI
  • UAD BERDAMPAK
  • PRESTASI
  • FEATURE
  • OPINI
  • MEDIA
  • KIRIM BERITA
  • Menu
News Portal of Universitas Ahmad Dahlan

Posts

KKN UAD Ciptakan Media Visual Edukasi Pengelolaan Sampah

14/07/2026/in Terkini /by Ard

Mahasiswa KKN Universitas Ahmad Dahlan (UAD) ciptakan media visual edukasi pengelolaan sampah (Foto. KKN UAD)

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Alternatif 104 Unit I.A.3 dari Universitas Ahmad Dahlan (UAD) melaksanakan program kerja bertajuk “Pembuatan Papan Edukasi Sampah” di Kelurahan Sorosutan sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah anorganik.

Program ini dilatarbelakangi oleh masih tingginya permasalahan penumpukan sampah anorganik seperti plastik, botol, dan kaleng yang membutuhkan waktu puluhan hingga ratusan tahun untuk terurai secara alami. Kurangnya kebiasaan memilah sampah sejak dari rumah turut menjadi salah satu penyebab masih maraknya pembuangan sampah secara sembarangan.

Mengacu pada konsep Visual Management atau manajemen visual dalam bidang teknik industri, mahasiswa KKN menghadirkan media edukasi berupa papan informasi yang dirancang untuk menyampaikan pesan lingkungan secara lebih langsung, komunikatif, dan mudah dipahami oleh masyarakat.

Papan edukasi tersebut dibuat secara mandiri menggunakan material kayu dan dipasang di lokasi strategis yang mudah dijangkau serta dilihat oleh warga sekitar. Kehadiran media visual ini diharapkan mampu menjadi pengingat bagi masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya sekaligus melakukan pemilahan sampah anorganik secara disiplin.

Sebelum pelaksanaan program, mahasiswa melakukan pengamatan di lapangan dan menemukan bahwa imbauan berupa tulisan “Dilarang Membuang Sampah” dinilai kurang efektif dalam mengurangi perilaku membuang sampah sembarangan. Masyarakat dinilai membutuhkan media edukasi yang lebih menarik dan mampu memberikan gambaran nyata mengenai dampak jangka panjang sampah terhadap lingkungan.

Melalui kreativitas mahasiswa, papan edukasi tersebut dilengkapi dengan contoh fisik sampah anorganik beserta informasi mengenai waktu penguraiannya. Warga dapat melihat secara langsung bahwa botol plastik membutuhkan waktu sekitar 450 tahun untuk terurai, kaleng minuman 200 tahun, kantong plastik 20 tahun, sementara styrofoam tergolong sebagai material yang sangat sulit terurai.

Keberadaan papan edukasi ini mulai mendapatkan respons positif dari masyarakat, terutama anak-anak dan ibu rumah tangga yang sering melintas di lokasi pemasangan. Informasi visual yang disajikan mampu menarik perhatian warga sekaligus meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya pemilahan sampah anorganik.

Melalui program tersebut, mahasiswa KKN Alternatif Unit I.A.3 berharap dapat meninggalkan warisan edukasi yang berkelanjutan bagi masyarakat Sorosutan serta mendorong terbentuknya budaya pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab demi menjaga kelestarian lingkungan di masa mendatang. (Doc/Dnd)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-KKN-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-ciptakan-media-visual-edukasi-pengelolaan-sampah-Foto.-KKN-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-07-14 10:42:122026-07-14 10:42:12KKN UAD Ciptakan Media Visual Edukasi Pengelolaan Sampah

Keluarga Teater PeBei Sukses Gelar Pementasan Fragmen Lama

14/07/2026/in Terkini /by Ard

Keluarga Teater PeBei Universitas Ahmad Dahlan (UAD) sukses gelar pementasan “Fragmen Lama” (Foto. Teater PeBei UAD)

Keluarga Teater PeBei Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) sukses menyelenggarakan pementasan bertajuk Fragmen Lama pada Minggu, 14 Juni 2026. Pementasan tersebut menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menampilkan kemampuan seni peran sekaligus menyampaikan pesan sosial yang dekat dengan kehidupan masyarakat.

Mengangkat tema keluarga, trauma, dan penerimaan terhadap takdir, Fragmen Lama menceritakan sebuah keluarga yang harus menghadapi rahasia masa lalu yang selama bertahun-tahun tersimpan. Berbagai konflik yang muncul dalam cerita menggambarkan perjuangan para tokoh dalam menghadapi luka batin serta upaya untuk menerima kenyataan yang tidak selalu berjalan sesuai harapan.

Selain mengangkat persoalan keluarga, pementasan ini juga menyoroti isu cinta beda agama yang semakin memperumit alur cerita. Konflik tersebut berpadu dengan trauma yang dialami oleh sosok ibu dalam keluarga yang menjadi pusat persoalan dalam pertunjukan tersebut.

Sutradara Fragmen Lama, Dea Fitri Ananta, mengungkapkan bahwa proses produksi menghadapi sejumlah tantangan karena sebagian besar aktor yang terlibat masih tergolong baru dalam dunia teater. Kondisi tersebut menuntut adanya pendalaman karakter dan latihan yang lebih intensif selama masa persiapan.

“Karena di studi pentas ini aktor-aktornya masih baru, jadi butuh pemahaman dan latihan ekstra. Saya sendiri juga baru menjadi sutradara di studi pentas ini, sehingga masih dalam tahap penyesuaian sebagai penggarap,” ujar Dea.

Persiapan pementasan dilakukan selama kurang lebih dua setengah bulan melalui latihan rutin serta proses pendalaman karakter setiap tokoh. Seluruh tim produksi bekerja sama untuk menghadirkan pertunjukan yang mampu menyampaikan pesan emosional kepada penonton.

Sementara itu, Pimpinan Produksi, Fanny Tamara, menyampaikan bahwa tantangan terbesar selama proses produksi adalah mengubah cara berpikir dalam menyikapi berbagai persoalan yang muncul selama persiapan pementasan.

“Salah satu tantangan yang paling sering saya hadapi adalah bagaimana saya harus mengubah cara berpikir dan melihat suatu masalah,” kata Fanny.

Setelah pementasan Fragmen Lama, Keluarga Teater PeBei akan melanjutkan agenda berikutnya, yakni Pentas Produksi yang merupakan pementasan dengan skala lebih besar. Melalui kegiatan tersebut, Keluarga Teater PeBei berharap dapat terus berkembang, menghasilkan karya-karya yang lebih baik, serta memperkuat kekompakan, komunikasi, dan kedisiplinan tim di masa mendatang. (Dnd)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Keluarga-Teater-PeBei-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-sukses-gelar-pementasan-Fragmen-Lama-Foto.-Teater-PeBei-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-07-14 10:34:412026-07-14 10:34:41Keluarga Teater PeBei Sukses Gelar Pementasan Fragmen Lama

FPPTI DIY Perkuat Peran Perpustakaan melalui Pelantikan Pengurus Baru Periode 2026–2029

14/07/2026/in Terkini /by Ard

Pelantikan Pengurus Baru FPPTI DIY Periode 2026–2029 di Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Humas UAD)

Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi Indonesia (FPPTI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar Pelantikan Pengurus Periode 2026–2029 pada Rabu, 8 Juli 2026, di Ruang Audio Visual Lantai 4 Museum Muhammadiyah, Kampus IV Universitas Ahmad Dahlan (UAD).

Pelantikan diawali dengan pembacaan Surat Keputusan Ketua Umum FPPTI Nomor 06/FPPTI-9/SK/7/2026 tentang pengangkatan Pengurus FPPTI Wilayah DIY Periode 2026–2029 oleh Sekretaris I, Gretha Prestisia, RK., M.IP. Selanjutnya, Ketua Umum FPPTI Pusat, Mariyah, S.Sos., M.Hum., melantik sekaligus mengambil sumpah jabatan pengurus baru yang terdiri atas Risty Prasetyawati, S.I.P., M.A. sebagai Ketua, Sapto Harmoko, S.I.P., M.A. sebagai Wakil Ketua, beserta jajaran sekretaris, bendahara, dan bidang-bidang kepengurusan lainnya.

Prosesi kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara pelantikan, penyematan pin, serta penyerahan pataka dari Ketua Umum FPPTI Pusat kepada Ketua FPPTI DIY sebagai simbol estafet kepemimpinan.

Dalam laporan kepengurusan periode 2023–2026, Risty Prasetyawati menyampaikan bahwa hingga saat ini, FPPTI DIY memiliki 101 perpustakaan anggota dan 47 di antaranya telah terakreditasi.

“FPPTI DIY memiliki program-program unggulan yakni di antaranya Monthly Learning sebagai bentuk sharing yang narasumbernya adalah anggota FPPTI DIY sendiri, penyelenggaraan seminar, webinar, dan pelatihan bersama narasumber nasional maupun internasional, program embedded librarianship melalui studi tiru ke Malaysia dan Singapura, serta penyelenggaraan lomba IALA dan ALIA yang dilaksanakan setiap dua tahun sekali.” jabarnya.

Rektor UAD, Prof. Dr. Muchlas, S.T., M.T. mengucapkan selamat kepada pengurus yang baru dilantik dan berharap FPPTI DIY membuat kebijakan agar perguruan tinggi mulai melakukan perubahan siginifikan pada pengembangan SDM perpustakaan. 

“Tentu kami sangat bahagia dengan adanya pelantikan ini. Ini menunjukkan bahwa perpustakaan di Indonesia mendapat perhatian yang baik. Harapannya, bapak dan ibu di FPPTI DIY tetap bersemangat dalam melaksanakan tugas sehingga perpustakaan di DIY dapat menjadi contoh bagi perpustakaan di daerah lain,” ungkapnya.

Ketua Umum FPPTI Pusat, Mariyah, S.Sos., M.Hum. mengatakan bahwa amanah sebagai pengurus merupakan kehormatan sekaligus tanggung jawab besar untuk memajukan perpustakaan. Menurutnya, kepengurusan baru diharapkan mampu membawa perpustakaan perguruan tinggi di DIY semakin adaptif terhadap perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat.

Sementara itu, Kepala LLDIKTI Wilayah V, Prof. Setyabudi Indartono, M.M., Ph.D., berharap seluruh perguruan tinggi swasta di DIY dapat terus meningkatkan kualitas layanan perpustakaannya. (Mei)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Pelantikan-Pengurus-Baru-FPPTI-DIY-Periode-2026–2029-di-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Humas-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-07-14 10:16:222026-07-14 10:16:22FPPTI DIY Perkuat Peran Perpustakaan melalui Pelantikan Pengurus Baru Periode 2026–2029

Mahasiswa UAD Raih 2 Gelar pada SILAT APIK PTMA 2026

14/07/2026/in Prestasi /by Ard

Muh. Taufik Hidayat, mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) raih 2 gelar pada SILAT APIK PTMA 2026 (Foto. Taufik)

Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Muh. Taufik Hidayat, berhasil mengukir prestasi membanggakan dalam ajang Silaturahmi Asosiasi Pendidikan Ilmu Komunikasi Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (SILAT APIK PTMA) 2026 yang diselenggarakan di Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA (UHAMKA), Jakarta Selatan, pada 24-26 Juni 2026. Pada ajang tersebut, Taufik berhasil meraih Juara II Badminton Ganda Putra dan Juara Umum II Short Semi Documentary.

Bagi Taufik, pencapaian tersebut menjadi kebanggaan tersendiri. Ia mengaku sangat bersyukur dapat membawa pulang dua penghargaan sekaligus, terlebih setelah pada ajang yang sama tahun sebelumnya belum berhasil meraih prestasi..

Pada kategori Short Semi Documentary, Taufik bersama tim mengangkat karya berjudul “Dingin Yang Membakar”. Film dokumenter tersebut mengangkat isu dampak penggunaan pendingin ruangan (AC) terhadap pemanasan global, khususnya di wilayah Jakarta.

Melalui karya tersebut, tim ingin mengajak masyarakat melihat sisi lain dari penggunaan AC yang selama ini identik dengan kenyamanan. Di balik manfaatnya dalam menurunkan suhu ruangan, penggunaan AC juga berkontribusi terhadap peningkatan emisi dan suhu lingkungan. Dampak tersebut kemudian dirasakan oleh masyarakat, terutama para pekerja yang harus beraktivitas di luar ruangan di tengah suhu yang semakin tinggi akibat pemanasan global.

Dalam proses produksi, Taufik berperan sebagai pewawancara narasumber. Ia bertugas menggali informasi dan pengalaman secara langsung dari narasumber agar pesan yang disampaikan dalam film terasa lebih kuat, nyata, dan mampu menggugah kesadaran masyarakat terhadap isu lingkungan.

Taufik mengungkapkan bahwa persiapan menuju kompetisi dilakukan secara sederhana. Untuk cabang badminton, ia hanya berlatih selama dua hari sebelum keberangkatan ke Jakarta. Sementara itu, pada kompetisi film dokumenter, tim hanya mempersiapkan konsep, ide, dan peralatan produksi sebelum berangkat. Hal tersebut karena seluruh proses pengambilan gambar dilakukan secara on the spot sesuai ketentuan yang baru dijelaskan saat technical meeting.

Menurut Taufik, tantangan terbesar justru muncul saat proses produksi film dokumenter. Seluruh peserta hanya diberi waktu dua hari untuk menyelesaikan proses pengambilan gambar hingga penyuntingan video. Di sisi lain, mereka juga diwajibkan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan SILAT APIK PTMA 2026, seperti kunjungan media ke SCTV, city tour, dan seminar. Bahkan, pada salah satu hari pelaksanaan, Taufik juga harus bertanding pada cabang badminton ganda putra.

“Karena waktu produksi sangat terbatas, kami harus benar-benar pandai memanfaatkan waktu luang untuk mencari footage dan melakukan proses editing. Di saat yang sama saya juga mengikuti pertandingan badminton, sehingga manajemen waktu menjadi tantangan terbesar selama kompetisi,” jelasnya.

Selain membawa pulang prestasi, Taufik juga memperoleh banyak pengalaman berharga selama mengikuti rangkaian kegiatan SILAT APIK PTMA 2026. Menurutnya, kunjungan media, seminar, dan city tour memberikan wawasan baru mengenai dunia komunikasi. Namun, pengalaman yang paling berkesan adalah kesempatan untuk bertemu dan bersilaturahmi dengan mahasiswa Ilmu Komunikasi dari berbagai perguruan tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah di seluruh Indonesia.

Bagi Taufik, mengikuti kompetisi merupakan salah satu cara untuk terus mengembangkan potensi diri. Ia meyakini bahwa kemampuan yang dimiliki tidak akan berkembang apabila tidak pernah diasah melalui berbagai pengalaman dan tantangan. “Jangan pernah takut untuk mencoba sesuatu. Selagi ada kesempatan dan kita merasa mampu, ambillah kesempatan itu. Potensi yang kita miliki harus terus diasah agar tidak berhenti berkembang,” pesannya. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Muh.-Taufik-Hidayat-mahasiswa-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-raih-2-gelar-pada-SILAT-APIK-PTMA-2026-Foto.-Taufik.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-07-14 09:26:292026-07-14 09:33:04Mahasiswa UAD Raih 2 Gelar pada SILAT APIK PTMA 2026

Google Student Ambassador UAD Gelar Sharing Session Pemanfaatan Gemini dan NotebookLM

14/07/2026/in Terkini /by Ard

Google Student Ambassador Universitas Ahmad Dahlan (UAD) gelar sharing session pemanfaatan Gemini dan NotebookLM (Foto. Mawar)

Google Student Ambassador (GSA) Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Dio Lutvi Andre, mahasiswa Program Studi Sistem Informasi angkatan 2024, menyelenggarakan Sharing Session bertajuk “Prompting & Generate by Gemini dan NotebookLM” pada Jumat, 26 Juni 2026 di Laboratorium Strategi Bisnis Sistem Informasi, Kampus IV UAD. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan literasi kecerdasan buatan di kalangan mahasiswa sekaligus memperkenalkan pemanfaatan teknologi generatif dalam mendukung proses akademik dan persiapan karier.

Dalam kegiatan tersebut, peserta diajak mempelajari teknik prompt engineering menggunakan Google Gemini serta mengoptimalkan NotebookLM sebagai asisten belajar berbasis AI. Selain sesi praktik, peserta juga diajak mengeksplorasi kreativitas melalui pembuatan musik menggunakan Gemini dengan memanfaatkan kata-kata acak dari peserta. Tak hanya membahas aspek teknis, kegiatan ini juga mengangkat pentingnya etika dalam penggunaan teknologi AI.

Dio Lutvi Andre menjelaskan bahwa sharing session ini dirancang agar mahasiswa tidak hanya mengenal teknologi AI, tetapi juga mampu memanfaatkannya secara produktif dan bertanggung jawab. “Saya ingin mengenalkan dan melatih teman-teman mahasiswa UAD agar lebih cakap digital, khususnya dalam memanfaatkan Generative AI. Harapan saya, cara pandang terhadap AI bisa bergeser. AI bukan sekadar alat untuk bersenang-senang atau jalan pintas mengerjakan tugas, tetapi dapat menjadi thought partner yang produktif untuk mendukung akademik maupun karier di masa depan,” ujarnya.

Menurut Dio, penguasaan teknologi AI menjadi kebutuhan penting bagi mahasiswa di tengah perkembangan dunia digital. Ia menilai pemanfaatan AI mampu mempercepat proses belajar sekaligus meningkatkan kesiapan lulusan menghadapi dunia kerja.

Dalam bidang akademik, AI dapat membantu mahasiswa merangkum literatur, melakukan brainstorming, hingga menyusun struktur karya ilmiah secara lebih efisien. Sementara itu, di dunia profesional, kemampuan memanfaatkan AI dan menyusun prompt yang efektif menjadi kompetensi yang semakin dibutuhkan oleh berbagai industri.

“AI bukan untuk menggantikan proses berpikir, tetapi membantu kita bekerja lebih efektif sehingga memiliki lebih banyak waktu untuk melakukan analisis yang lebih mendalam. Selain itu, kemampuan menggunakan AI juga menjadi nilai tambah ketika memasuki dunia kerja,” jelasnya.

Sebagai Google Student Ambassador 2026, Dio mengaku memperoleh banyak pengalaman berharga selama menjalankan perannya sebagai penghubung antara inovasi teknologi Google dengan mahasiswa UAD. Melalui program tersebut, ia mendapatkan akses terhadap berbagai perkembangan teknologi terbaru sekaligus kesempatan untuk membagikan pengetahuan kepada sivitas akademika melalui berbagai kegiatan edukatif.

Selain memperluas wawasan teknologi, peran tersebut juga memberikan kesempatan baginya untuk mengembangkan kemampuan kepemimpinan, public speaking, manajemen program, serta membangun jejaring profesional dengan sesama pegiat teknologi dan mentor dari berbagai daerah.

Dio berharap kegiatan serupa dapat terus diselenggarakan sehingga mampu memperkuat budaya literasi AI di lingkungan Universitas Ahmad Dahlan. Ia juga mengajak mahasiswa untuk tidak berhenti pada pemahaman teori, tetapi segera menerapkan keterampilan yang diperoleh dalam aktivitas perkuliahan, kompetisi, maupun berbagai proyek pengembangan diri.

“Semoga ilmu yang diperoleh tidak berhenti di ruang pelatihan saja. Saya berharap teman-teman dapat langsung mempraktikkan teknik prompting untuk mendukung perkuliahan, kompetisi, maupun proyek pribadi. Selain itu, saya berharap budaya pemanfaatan AI yang bijak, etis, dan inovatif dapat terus berkembang di lingkungan Universitas Ahmad Dahlan,” tutupnya. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Google-Student-Ambassador-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-gelar-sharing-session-pemanfaatan-Gemini-dan-NotebookLM-Foto.-Mawar.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-07-14 09:17:032026-07-14 09:17:03Google Student Ambassador UAD Gelar Sharing Session Pemanfaatan Gemini dan NotebookLM

Mahasiswa UAD Raih Juara 1 Kasau Championship 2026

14/07/2026/in Prestasi /by Ard

Izza Nur Qoriroh Umamy mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) raih juara 1 Kasau Championship 2026 (Foto. Izza)

Prestasi membanggakan kembali diukir oleh mahasiswi Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Izza Nur Qoriroh Umamy, mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Sastra, Budaya, dan Komunikasi (FSBK) angkatan 2024, sukses menorehkan prestasi dengan meraih Juara 1 kategori Solo Kreatif Putri Dewasa dalam ajang nasional bergengsi “Kejuaraan Nasional Pencak Silat Piala Kasau Championship 2026”.

Kompetisi tingkat nasional tersebut diselenggarakan secara rutin setiap tahun oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Udara (AU) dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) TNI AU. Pada tahun ini, gelaran akbar tersebut berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 19 hingga 21 Juni 2026, dan dipusatkan di Jakarta International Velodrome, Jakarta Timur.

Keberhasilan menyabet podium tertinggi di tingkat nasional tentu menjadi buah manis dari kerja keras yang telah dilakukan. Izza mengungkapkan bahwa dirinya harus melalui proses latihan yang intensif demi memberikan performa terbaik di arena pertandingan. Menghadapi lawan-lawan tangguh dari berbagai daerah di Indonesia, Izza mengaku melakukan persiapan yang matang jauh-jauh hari. Kunci utama dari keberhasilannya adalah konsistensi dan kedisiplinan dalam meningkatkan intensitas persiapan fisik maupun mental.

“Persiapan khusus yang saya lakukan yaitu dengan menambah porsi latihan,” ungkap Izza saat menceritakan perjuangannya menghadapi kompetisi tersebut. Kerja keras dan tambahan porsi latihan tersebut akhirnya terbayar tuntas. Saat namanya diumumkan sebagai Juara 1 di Jakarta International Velodrome, rasa bangga dan haru tidak dapat disembunyikan.

“Saat diumumkan sebagai juara 1, tentunya saya bersyukur dan senang karena telah mendapat hasil yang maksimal,” tambahnya.

Pencapaian luar biasa yang diraih oleh Izza Nur Qoriroh Umamy ini tidak hanya mengharumkan namanya sendiri, tetapi juga membawa nama baik program studi, fakultas, dan universitas di kancah nasional. Prestasinya menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa UAD, khususnya dari rumpun humaniora seperti Ilmu Komunikasi, mampu bersaing dan unggul dalam bidang non-akademik di tingkat nasional melalui kedisiplinan dan kerja keras.

Izza berharap capaian ini dapat menjadi lecutan motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus menggali potensi diri, berani berkompetisi, dan konsisten menembus batas kemampuan demi meraih prestasi tertinggi. (Anove)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Izza-Nur-Qoriroh-Umamy-mahasiswa-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-raih-juara-1-Kasau-Championship-2026-Foto.-Izza.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-07-14 09:10:152026-07-14 09:10:15Mahasiswa UAD Raih Juara 1 Kasau Championship 2026

Peran Media Sosial dan Ketegasan UU TPKS dalam Menghalau Kekerasan Seksual

13/07/2026/in Terkini /by Ard

Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi (Himakom) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menyelenggarakan Seminar Nasional EPIC 2026 (Foto. Himakom UAD)

Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi (HIMAKOM) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) sukses menyelenggarakan Seminar Nasional EPIC 2026 bertema “Peran Media Sosial dalam Penyebaran Awareness Kekerasan Seksual di Kalangan Mahasiswa” pada Kamis, 25 Juni 2026, bertempat di Ruang Audio Visual Museum Muhammadiyah. Acara ini digelar sebagai upaya nyata untuk membangun kesadaran dan ruang aman di lingkungan akademik kampus dari ancaman kekerasan seksual. Seminar krusial ini menghadirkan tiga pakar lintas disiplin sebagai narasumber utama, yaitu dr. M. Irfan Rizaldy, selaku Dokter Rumah Sakit PKU Sleman yang mengupas tuntas dari sudut pandang medis, Kalis Mardiasih yang merupakan seorang Penulis, Aktivis Perempuan Muslim dan Storyteller Keadilan Gender yang menyoroti relasi kuasa di kampus, serta Dr. Diyah Puspitarini, M.Ag. selaku Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) yang memaparkan aspek regulasi dan perlindungan hukum bagi korban, dengan Fitrinanda An Nur, S.I.Kom., M.A., selaku Ketua Program Studi (Kaprodi) Ilmu Komunikasi UAD sebagai moderator acara.

Sebagai pembuka pembahasan, dr. M. Irfan Rizaldy membedah kekerasan seksual dari segi pelanggaran otonomi tubuh, di mana tindakan tanpa persetujuan sadar baik secara fisik maupun nonfisik terbukti memicu respons trauma hebat pada otak. Trauma psikologis yang tidak tertangani ini berisiko tinggi menyebabkan Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD) yang mengganggu regulasi emosi, bahkan bermanifestasi menjadi keluhan fisik kronis atau gangguan psikosomatis seperti migrain akut atau nyeri panggul tanpa penyebab medis patologis. Dalam penjelasannya, dr. Irfan menegaskan, “Kekerasan seksual adalah pelanggaran murni terhadap hak atas tubuh seseorang. Ketika trauma psikologis yang ditimbulkannya diabaikan dan tidak mendapatkan penanganan berbasis trauma yang tepat sejak awal di Instalasi Gawat Darurat (IGD), dampaknya akan bermanifestasi menjadi gangguan fisik kronis yang merusak kualitas hidup korban.” Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya alur penanganan yang solid, dimulai dari stabilisasi emosi, pembuatan visum resmi atas persetujuan korban, intervensi psikiatri dini, hingga pelaporan dengan pendampingan mental.

Selanjutnya, Kalis Mardiasih membawa audiens melihat realitas pahit mengenai ketimpangan relasi kuasa yang kerap terjadi di lingkungan pendidikan, mulai dari ruang kelas, sekretariat organisasi, kantin, hingga area kos-kosan di sepanjang jalan menuju kampus. Kekerasan seksual di ranah akademik marak terjadi karena pelaku memanfaatkan gelar, jabatan, atau wewenangnya untuk memanipulasi korban melalui berbagai modus operandi, seperti berkedok sebagai mentor atau figur orang tua yang terpercaya atau confidante, memanfaatkan pengetahuan akademis atau intellectual seducer, hingga mempraktikkan pertukaran nilai akademis atau rekomendasi proyek demi kepuasan seksual.

Mengenai fenomena ini, Kalis menyatakan, “Kita harus berani membongkar ketimpangan relasi kuasa yang berlapis di kampus, di mana pelaku sering kali memanfaatkan posisi akademis atau kedok sebagai mentor untuk memanipulasi korban yang tidak berdaya.” Di era digital ini, Kalis juga mengingatkan bahaya Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO), di mana media sosial sering kali disalahgunakan oleh pelaku untuk memfasilitasi kejahatan baru seperti menyebarkan foto atau video intim tanpa izin di grup chat mahasiswa atau melakukan ancaman dalam relasi romantis.

Dari sisi regulasi, Dr. Diyah Puspitarini, M.Ag. menegaskan bahwa Indonesia kini memiliki payung hukum yang kuat dan bersifat lex specialis atau hukum yang lebih spesifik yang berpihak pada korban melalui Undang-Undang (UU) Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS). Berdasarkan undang-undang tersebut, pelaku pelecehan seksual nonfisik seperti catcalling atau verbal dapat diancam pidana penjara maksimal 9 bulan dan/atau denda hingga Rp10.000.000, pelecehan fisik diancam pidana maksimal 4 tahun dan/atau denda hingga Rp50.000.000, sedangkan eksploitasi dan perbudakan seksual diancam pidana hingga 15 tahun penjara dan/atau denda Rp1.000.000.000.

Terkait ketegasan hukum ini, Dr. Diyah menggarisbawahi secara tajam, “Lewat UU TPKS, negara memberikan garansi penuh bahwa kasus kekerasan seksual tidak boleh lagi diselesaikan di bawah meja melalui jalur damai atau restorative justice, dan hak korban atas perlindungan identitas serta pemulihan total adalah prioritas utama hukum kita.” Pelaku kekerasan berbasis elektronik juga akan dijerat lewat akumulasi pasal UU TPKS dan UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), serta negara menjamin perlindungan korban dari somasi atau tuntutan hukum balik oleh pelaku.

Melalui pemaparan komprehensif dari ketiga narasumber, seminar ini menghasilkan satu pesan kuat bahwa budaya bungkam, stigma negatif, dan victim-blaming di lingkungan akademik harus segera diakhiri. Media sosial harus dialihfungsikan menjadi ruang bersuara dan sarana edukasi massal untuk membangun kesadaran kolektif, terlebih saat ini keterangan korban yang didukung oleh rekam medis serta hasil pemeriksaan psikologis klinis sudah sah menjadi alat bukti hukum yang kuat. Melalui gerakan bersama yang inklusif dan berani, seluruh elemen akademika diharapkan dapat bersinergi untuk mewujudkan lingkungan kampus yang adil, aman, dan sepenuhnya bebas dari segala bentuk kekerasan seksual. (Anove)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Himpunan-Mahasiswa-Ilmu-Komunikasi-Himakom-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-menyelenggarakan-Seminar-Nasional-EPIC-2026-Foto.-Himakom-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-07-13 13:28:572026-07-13 13:28:57Peran Media Sosial dan Ketegasan UU TPKS dalam Menghalau Kekerasan Seksual

PPK Ormawa IMM FKM UAD Bekali Kader Caturharjo Teknik Komunikasi Kesehatan

13/07/2026/in MBKM, Terkini /by Ard

PPK Ormawa IMM FKM Universitas Ahmad Dahlan (UAD) bekali kader Caturharjo teknik komunikasi kesehatan (Foto. PPKO IMM FKM UAD)

Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali melanjutkan rangkaian program HAMEMAYU WARASING DESA. Pada Sabtu, 4 Juli 2026, tim mahasiswa menggelar kegiatan Pelita Kader Pertemuan 3 yang berlokasi di Balai Desa Kalurahan Caturharjo.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kamituwa Kalurahan Caturharjo Bapak Agung, jajaran kader kesehatan, Tim PPK Ormawa IMM FKM UAD, serta Supangat, S.K.M. dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul yang hadir sebagai narasumber. Dalam sambutan pembukanya, Bapak Agung mewakili Pemerintah Kalurahan menyampaikan apresiasi atas keberlanjutan program ini yang secara bertahap terus meningkatkan kompetensi para kader. Beliau menaruh harapan besar agar para kader kesehatan mampu menerapkan ilmu yang didapat untuk memberikan edukasi secara efektif kepada masyarakat.

Fokus utama pada pertemuan ketiga ini adalah penguatan soft skill kader melalui materi Komunikasi Kesehatan Efektif. Sebelum pemaparan materi, peserta diarahkan untuk mengikuti pre-test guna mengukur tingkat pengetahuan awal mereka. Setelah itu, Supangat, S.KM. memberikan pemaparan komprehensif yang mencakup konsep dasar komunikasi kesehatan, teknik interpersonal, hingga strategi penyampaian pesan yang mudah dipahami oleh warga.

Selain teori dasar, narasumber juga membekali kader dengan keterampilan membangun hubungan baik dengan sasaran serta metode penyuluhan yang persuasif. Para kader menunjukkan antusiasme yang tinggi, yang terlihat dari keaktifan mereka dalam sesi diskusi dan tanya jawab terkait berbagai tantangan komunikasi di lapangan.

Rangkaian acara ditutup dengan pelaksanaan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta, disusul dengan penyerahan plakat penghargaan dari Tim PPK Ormawa kepada narasumber. Melalui pelatihan ini, kader kesehatan Caturharjo diharapkan semakin cakap dan percaya diri dalam memotivasi serta mendampingi masyarakat, sehingga kesadaran warga dalam mencegah Penyakit Tidak Menular (PTM) dapat terus meningkat. (Ito)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/PPK-Ormawa-IMM-FKM-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-bekali-kader-Caturharjo-teknik-komunikasi-kesehatan-Foto.-PPKO-IMM-FKM-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-07-13 13:21:212026-07-14 08:39:45PPK Ormawa IMM FKM UAD Bekali Kader Caturharjo Teknik Komunikasi Kesehatan

Dandi Saputra Mahasiswa UAD Raih Juara 2 Kompetisi Esai Nasional

13/07/2026/in Prestasi /by Ard

Dandi Saputra Mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) raih juara 2 kompetisi esai nasional (Foto. Dandi)

Prestasi membanggakan kembali diukir oleh mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Dandi Saputra, mahasiswa Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Budaya, dan Komunikasi (FSBK), angkatan 2024, kembali menorehkan prestasinya dengan berhasil menyabet Juara 2 dalam ajang Essay Competition Nasional 2026.

Kompetisi bergengsi tersebut diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan Ekonomi Pembangunan, Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta. Perlombaan yang berlangsung maraton sejak 5 Mei hingga 10 Juni tersebut memuncak pada hari pengumuman pemenang, tepatnya pada Selasa, 11 Juni 2026. Dandi sukses mengamankan podium kedua pada kategori Sosial Budaya setelah menyisihkan berbagai karya inovatif dari mahasiswa lintas perguruan tinggi di Indonesia.

Dalam karya tulisnya, Dandi membidik fenomena sosiokultural yang sangat relevan dengan realitas kontemporer, yakni pergeseran nilai-nilai komunal di tengah masyarakat modern akibat derasnya arus digitalisasi.

“Saya lebih fokus mengambil masalah tentang ‘Pudarnya Budaya Gotong Royong di Era Individualisme’. Karena menurut saya, nilai gotong royong sebagai identitas bangsa mulai bergeser dan masyarakat semakin individualistis akibat perubahan gaya hidup dan digitalisasi. Jika dibiarkan, modal sosial masyarakat dapat melemah sehingga solidaritas dan kepedulian antarsesama berkurang,” ujar Dandi saat diwawancarai.

Ide penulisan ini tidak datang dari ruang hampa. Dandi mengaku tergerak secara personal setelah mengamati langsung lingkungan sekitarnya, di mana tradisi-tradisi guyub khas nusantara kini kian langka ditemui.

“Inspirasi ini muncul ketika saya memang secara langsung melihat kegiatan sosial tersebut sudah jarang sekali ada dan terlihat di era saat ini. Dari situ saya kepikiran untuk mengangkat topik ini sebagai salah satu permasalahan sosial budaya yang cukup berdampak,” imbuhnya.

Sebagai langkah solutif atas permasalahan tersebut, Dandi menawarkan sebuah gagasan segar yang ia beri nama gagasan ‘Gotong Royong Adaptif’. Konsep ini merupakan sebuah upaya pembaruan nilai lokal agar selaras dengan kebutuhan generasi masa kini.

“Singkatnya, solusi yang diberikan itu membangun model Gotong Royong Adaptif, yaitu pembaruan nilai gotong royong yang memadukan teknologi digital, pendidikan berbasis proyek sosial, serta dukungan kebijakan pemerintah agar gotong royong tetap relevan dengan gaya hidup masyarakat modern,” jelas mahasiswa berprestasi angkatan 2024 tersebut.

Kendati berhasil meraih juara, proses penyusunan esai ini diakui Dandi tidak berjalan tanpa hambatan. Ia membagikan cerita jujur mengenai dinamika internal yang dialaminya selama melakukan riset literatur dan pengumpulan data pendukung.

“Tantangan utama yang pasti melawan rasa malas untuk membaca atau mencari data pendukungnya. Sebenarnya banyak data yang bisa didapat dan data-datanya lumayan konkret serta relevan semua, namun untuk membaca dan menganalisisnya kadang sedikit malas,” akunya jujur seraya tersenyum.

Meski sempat didera kejenuhan, ketekunan Dandi akhirnya membuahkan hasil manis. Gelar juara ini ia persembahkan untuk orang-orang terdekat yang tiada henti memberikan suntikan moral, termasuk dari pihak akademisi kampus UAD.

“Yang pasti alhamdulillah saya bersyukur karena diberikan kepercayaannya untuk menyandang gelar juara tersebut. Dukungan terbesar yang pasti dari ibu saya sendiri, lalu Ibu Tanti selaku dosen yang mengasuh saya, dan teman-teman terdekat saya, karena beliau-beliau ini selalu mendukung setiap langkah yang saya ambil,” ungkap Dandi penuh rasa syukur.

Prestasi ini tidak membuat Dandi lekas berpuas diri. Ia berkomitmen agar konsep esai yang ditulisnya tidak sekadar berakhir sebagai tumpukan kertas, melainkan dapat direalisasikan ke dalam tindakan nyata di masyarakat luas melalui kolaborasi strategis.

“Rencana selanjutnya saya akan mencoba mendiskusikan ini dengan lembaga pemerintahan di tempat saya. Kemudian akan mencoba diimplementasikan dan diimprovisasikan lagi di lingkungan tempat saya tinggal nanti, semoga dengan langkah ini permasalahan tersebut akan tersolusikan,” pungkasnya optimis.

Di akhir sesi wawancara, Dandi juga menitipkan pesan mendalam sekaligus ajakan bagi seluruh rekan-rekan mahasiswa, khususnya di lingkungan UAD, untuk memperkuat kepekaan sosial serta mengambil peran aktif sebagai agen perubahan bagi bangsa.

“Saran saya mungkin generasi muda harus peka juga terhadap isu sosial budaya. Terlebih kita sebagai generasi muda juga harus menjadi penggerak jika kita menemukan isu sosial yang mungkin masih bisa kita carikan solusi. Untuk mahasiswa yang ingin berprestasi, mungkin tolong lebih peka terhadap isu dan permasalahan lingkungan sekitar kita, karena dengan kesadaran kita, kita bisa merubah,” tutupnya tegas. (Anove)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Dandi-Saputra-Mahasiswa-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-raih-juara-2-kompetisi-esai-nasional-Foto.-Dandi.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-07-13 09:10:362026-07-13 13:14:42Dandi Saputra Mahasiswa UAD Raih Juara 2 Kompetisi Esai Nasional

Kupas Sastra sebagai Media Perlawanan Sosial, Athaya Hanun Raih Juara 2 Kompetisi Oral

12/07/2026/in Prestasi /by Ard

Mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) juara 2 kompetisi oral nasional (Foto. Athaya)

Daftar capaian gemilang mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kian bertambah. Kali ini, capaian membanggakan datang dari Athaya Hanun Sasmitha, mahasiswa Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Budaya, dan Komunikasi (FSBK) angkatan 2025. Ia sukses meraih predikat Juara 2 dalam ajang bergengsi Kompetisi Oral #3 Tingkat Nasional Tahun 2026 dengan subtema Sosial, Sastra, dan Budaya yang diadakan oleh Biro Kemahasiswaan dan Alumni (Bimawa) UAD pada 22 Mei hingga 15 Juni 2026 lalu.

Dalam kompetisi presentasi lisan tersebut, Athaya membawakan topik mendalam mengenai fenomena sastra sebagai media perlawanan sosial-budaya dengan judul “Menggunakan Estetika Sastra sebagai Pemantik Empati dan Kesadaran Sosial-Politik Massa”. Gagasan ini didasarkan pada pandangannya bahwa tulisan memiliki kekuatan besar untuk menyuarakan kritik dan melawan ketidakadilan secara tajam.

Agar topik yang berat tersebut mudah dicerna, Athaya mengemas materinya dengan mengaitkan isu-isu hangat yang sedang relevan di masyarakat. Ia juga menggunakan bahasa yang komunikatif dan menyertakan solusi konkret guna menjaga objektivitas presentasi di hadapan dewan juri. Kendati tampil memukau, Athaya mengaku sempat mengalami perang batin sebelum hari perlombaan. Dua hari menjelang tenggat pengumpulan, ia sempat ragu dan berniat mengganti topik karena khawatir gagasannya disalahartikan sebagai bentuk pemberontakan. Namun ia berhasil mengatasinya dengan menggeser strategi penyampaian.

“Yang ingin saya sampaikan bukan tentang ‘pemberontakan’, melainkan tentang mengenalkan sastra sebagai media alternatif untuk menyuarakan pendapat,” jelas Athaya.

Di balik kesuksesan tersebut, Athaya menyebutkan bahwa teman-teman terdekatnya menjadi support system utama yang memberikan validasi dan mendongkrak rasa percaya dirinya selama proses persiapan. Menutup sesi wawancara, mahasiswa angkatan 2025 ini mengajak rekan-rekan mahasiswa UAD lainnya untuk tidak takut mencoba dan berani mengukur potensi diri melalui jalur kompetisi.

“Lakukan persiapan dan usaha sekeras mungkin yang kita bisa, lalu selebihnya serahkan hasil akhir kepada Allah Swt. Tetap semangat untuk mengejar prestasi, karena kita tidak akan pernah tahu potensi terbesar kita sebelum benar-benar berani melangkah!” pungkasnya optimis. (Anove)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-juara-2-kompetisi-oral-nasional-Foto.-Athaya.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-07-12 10:00:132026-07-13 12:49:17Kupas Sastra sebagai Media Perlawanan Sosial, Athaya Hanun Raih Juara 2 Kompetisi Oral
Page 1 of 531123›»

TERKINI

  • Peraturan Rektor UAD Nomor 14 Tahun 202314/07/2026
  • KKN UAD Ciptakan Media Visual Edukasi Pengelolaan Sampah14/07/2026
  • Keluarga Teater PeBei Sukses Gelar Pementasan Fragmen Lama14/07/2026
  • FPPTI DIY Perkuat Peran Perpustakaan melalui Pelantikan Pengurus Baru Periode 2026–202914/07/2026
  • Google Student Ambassador UAD Gelar Sharing Session Pemanfaatan Gemini dan NotebookLM14/07/2026

PRESTASI

  • Mahasiswa UAD Raih 2 Gelar pada SILAT APIK PTMA 202614/07/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara 1 Kasau Championship 202614/07/2026
  • Dandi Saputra Mahasiswa UAD Raih Juara 2 Kompetisi Esai Nasional13/07/2026
  • Kupas Sastra sebagai Media Perlawanan Sosial, Athaya Hanun Raih Juara 2 Kompetisi Oral12/07/2026
  • Tim Debat UAD Juara 2 Lomba Debat Bahasa Indonesia di Pontianak12/07/2026

FEATURE

  • Irgiawan Aditya Rangga Alumnus UAD dengan Segudang Prestasi Akademik dan Nonakademik03/07/2026
  • Kisah Noval Arwansyah: Belajar, Bertumbuh, dan Berprestasi03/07/2026
  • Menggali Makna Hijrah Rasulullah: Benteng Keselamatan dan Kunci Masyarakat Madani27/06/2026
  • Hukum Puasa Asyura Tanpa Tasu’a: Kajian Ahad Pagi UAD Kupas Tuntas Fikih Muharram22/06/2026
  • Dari Jalur Beasiswa, Rentetan Medali, Hingga Predikat Wisudawan Berprestasi18/06/2026

TENTANG | KRU | KONTAK | REKAPITULASI

Scroll to top