• TERKINI
  • UAD BERDAMPAK
  • PRESTASI
  • FEATURE
  • OPINI
  • MEDIA
  • KIRIM BERITA
  • Menu
News Portal of Universitas Ahmad Dahlan

Posts

Mengenal Suster Felika, Biarawati yang Menempuh Studi di UAD

18/08/2026/in Feature /by Ard

Suster M. Felika Laia, Biarawati yang menempuh studi di Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Felika)

Kehadiran Suster M. Felika Laia, SCMM., di Universitas Ahmad Dahlan (UAD) memberikan warna tersendiri. Anggota Kongregasi Suster-suster dari Maria Bunda yang Berbelaskasih yang kini tinggal di Komunitas Santa Sesilia Yogyakarta ini merupakan mahasiswa aktif Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PGPAUD), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UAD angkatan 2024.

Alasan utama Sr. Felika mantap memilih UAD adalah keterbukaan kampusnya. Menurutnya, UAD sejak awal menerima mahasiswa dari berbagai latar belakang tanpa membeda-bedakan.

“UAD sangat toleran dan menerima siapa saja yang kuliah di sini dengan berbagai keberagaman, baik itu suku, bahasa, maupun agama,” ujar Sr. Felika.

Selama berkuliah, Sr. Felika mengaku tetap merasa nyaman beraktivitas di lingkungan kampus. Salah satu hal yang membuatnya merasa dihargai adalah kebebasan untuk tetap mengenakan pakaian kebiaraannya saat mengikuti kegiatan akademik.

“Sebagai biarawati yang tetap mengenakan pakaian kebiaraan di kampus Islam, saya merasa senang dan bisa belajar dengan nyaman karena saya diterima apa adanya. Saya tidak dipaksa menggunakan pakaian yang selayaknya digunakan oleh seorang Muslim, tetapi saya masih diperbolehkan tetap menggunakan jubah saya sebagai biarawati dan tetap studi di UAD. Itulah yang membuat saya senang dan bahagia, bahwa artinya saya tetap dihargai meskipun beda agama dengan mereka,” jelasnya.

Sikap terbuka juga ia rasakan dari para dosen dan sesama mahasiswa di ruang kelas. Penerimaan yang baik dari lingkungan sekitar membuat proses belajar mengajar berjalan lancar. Dalam kesehariannya di kampus, Sr. Felika pun berusaha membangun komunikasi yang aktif dengan teman-teman seangkatannya.

“Terkait dengan respon dosen dan teman-teman pas pertama kali dan selama kuliah bersama itu menyenangkan. Karena para dosen di UAD itu baik dan sangat toleransi sekali. Apalagi dengan teman-teman, saya tetap mencoba memberikan yang terbaik untuk mereka. Kalau saya mengalami kesulitan, saya terus terang mengatakannya kepada mereka,” ungkapnya.

Bagi Sr. Felika, pengalaman paling berkesan selama menjadi mahasiswa UAD adalah rasa saling menghargai yang ia dapatkan setiap hari. Berdasarkan pengalaman positif dan momen yang membuatnya merasa nyaman dan diterima di UAD tersebut, ia mendorong calon mahasiswa dari berbagai latar belakang untuk menempuh studi di UAD.

“Pengalaman saya selama di UAD menyenangkan. Mari kuliah di UAD, kuliahnya seru karena para dosen dan teman-teman sangat menyenangkan dan mereka sangat menghargai perbedaan,” tutupnya.

Kehadiran dan pengalaman Sr. Felika menjadi bukti nyata UAD sebagai perguruan tinggi yang inklusif. Meskipun berdiri di atas landasan nilai-nilai keislaman dan kemuhammadiyahan, UAD terus membuktikan diri sebagai ruang belajar yang terbuka, ramah, serta menghargai keberagaman bagi seluruh akademisinya tanpa membedakan latar belakang agama, suku, maupun budaya. (Anove)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Suster-M.-Felika-Laia-Biarawati-yang-menempuh-studi-di-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Felika.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-08-18 11:34:022026-08-18 11:34:02Mengenal Suster Felika, Biarawati yang Menempuh Studi di UAD

Mahasiswa UAD Raih Juara II Lomba Poster Edukatif Kesehatan Mental

18/08/2026/in Prestasi /by Ard

Faradila Nor Insani, mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) meraih juara II lomba poster edukatif kesehatan mental (Foto. Faradila)

Prestasi membanggakan kembali diraih mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Faradila Nor Insani mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) meraih Juara II Kompetisi Poster #4 Tingkat Nasional 2026 yang diselenggarakan secara daring pada 31 Mei–15 Juni 2026. Kompetisi yang diselenggarakan oleh UAD ini diikuti peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Kompetisi berlangsung melalui beberapa tahapan, mulai dari pendaftaran, pelatihan, technical meeting, pengumpulan karya, penilaian, hingga pengumuman pemenang. Dalam ajang tersebut, Faradila mengangkat inovasi berupa edukasi kesehatan mental dengan pendekatan sederhana dan positif. Melalui posternya, ia mengajak masyarakat untuk mengelola stres, mengekspresikan perasaan, peduli terhadap diri sendiri, dan menjaga waktu istirahat agar dapat menjalani kehidupan yang lebih sehat dan bahagia.

Persiapan mengikuti kompetisi berjalan cukup lancar meskipun Faradila harus membagi waktu dengan berbagai tugas perkuliahan. “Alhamdulillah, proses persiapannya berjalan lancar. Meskipun sempat terkendala dengan banyaknya deadline tugas, saya tetap berusaha mengatur waktu agar desain dan karya bisa selesai serta dikumpulkan tepat waktu,” ujar Faradila.

Keikutsertaan Faradila dalam kompetisi tersebut juga didorong oleh keinginannya untuk mengembangkan kreativitas dan kemampuan di bidang desain grafis. Selain mengejar prestasi, ia ingin menjadikan lomba sebagai ruang untuk mendapatkan pengalaman baru sekaligus meningkatkan kepercayaan diri. “Saya mengikuti lomba ini untuk mengembangkan kreativitas, menambah pengalaman, dan mengasah kemampuan saya dalam bidang desain grafis,” tuturnya.

Bagi Faradila, pengalaman mengikuti kompetisi memberikan kesempatan untuk belajar sekaligus menguji kemampuan yang telah dimiliki. Ia berharap prestasi ini dapat menjadi motivasi untuk terus berkarya dan berani mengikuti kompetisi lainnya. “Saya berharap lomba ini bisa menjadi sarana untuk meningkatkan kepercayaan diri dan kemampuan saya dalam desain grafis, serta menjadi motivasi untuk terus mencoba dan menghasilkan karya yang lebih baik,” pungkasnya. (Juni)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Faradila-Nor-Insani-mahasiswa-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-meraih-juara-II-lomba-poster-edukatif-kesehatan-mental-Foto.-Faradila.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-08-18 10:58:482026-08-18 10:58:48Mahasiswa UAD Raih Juara II Lomba Poster Edukatif Kesehatan Mental

Menemukan Makna Belajar di Luar Ruang Kelas

18/08/2026/in Feature /by Ard

Novia Ahlul Janah, lulusan terbaik Prodi Pendidikan Matematika Universitas Ahmad Dahlan (UAD) pada wisuda periode IV (Foto. Novia)

Bagi Novia Ahlul Janah, masa kuliah bukan sekadar tentang memperoleh nilai tinggi atau menyelesaikan perkuliahan tepat waktu. Lebih dari itu, perkuliahan menjadi ruang untuk mencari pengalaman, membangun relasi, dan mengembangkan diri melalui berbagai kesempatan yang ada.

Lulusan Terbaik Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,92 ini aktif mengikuti berbagai kegiatan akademik maupun kompetisi nonakademik.

Beberapa prestasi yang berhasil diraihnya antara lain Juara I Essay Ahmad Dahlan International Seminar #3, Juara II Presentasi Essay Ahmad Dahlan International Seminar #3, Juara II Lomba Essay Nasional Gebyar Matematika 2025, lolos pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa Riset Sosial Humaniora (PKM-RSH), serta meraih Juara Harapan II Kategori Poster Digital Usaha secara beregu. Selain itu, ia juga pernah meraih Peringkat I Olimpiade Nasional Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (ONMIPA) Bidang Matematika tingkat universitas serta dinobatkan sebagai Santri Berprestasi Persada UAD.

Meski demikian, Novia mengaku bahwa tujuan utamanya bukanlah mengejar sebanyak mungkin penghargaan. “Saya hanya ingin mencari pengalaman. Menurut saya, kuliah bukan hanya soal akademik atau kelas saja, tetapi juga pengalaman-pengalaman di luar kelas yang bisa membuat kita berkembang dan bertumbuh,” ucapnya.

Prinsip tersebut menjadi alasan mengapa ia selalu berusaha mengambil kesempatan untuk belajar dari berbagai aktivitas di luar perkuliahan.

Perjalanan itu tentu tidak selalu berjalan mulus. Ada kalanya beberapa kegiatan harus dijalani dalam waktu yang bersamaan sehingga menuntutnya untuk mengambil keputusan dengan cepat.

Namun, dari situ ia belajar menentukan mana yang harus diprioritaskan terlebih dahulu. Setiap kesibukan justru mengajarkannya untuk lebih mengenali tanggung jawab dan mengelola setiap kesempatan yang datang dengan lebih bijaksana.

Menurut Novia, keberhasilan yang diraihnya hari ini tidak terlepas dari dukungan banyak orang. Ia meyakini bahwa doa kedua orang tua menjadi kekuatan terbesar dalam setiap langkahnya. Selain itu, bimbingan dosen serta dukungan teman-teman selama menjalani perkuliahan turut menjadi bagian penting yang mengantarkannya hingga titik ini.

Dalam mempertahankan prestasi, Novia memiliki satu kebiasaan sederhana, yakni memahami prioritas. Ia memilih menyelesaikan satu tanggung jawab dengan maksimal sebelum beralih pada pekerjaan berikutnya. Baginya, fokus terhadap proses akan menghasilkan hasil yang lebih baik daripada terburu-buru mengerjakan banyak hal sekaligus.

Setelah ini, Novia berencana melanjutkan studi ke jenjang magister. Ia juga ingin terus mengembangkan diri melalui berbagai prestasi, kegiatan organisasi, serta pengalaman profesional di dunia kerja.

Bagi Novia, prestasi adalah sesuatu yang lahir dari tujuan yang berhasil diwujudkan melalui usaha. Sementara kesuksesan bukan hanya tentang apa yang berhasil diraih, tetapi juga bagaimana seseorang dapat melakukan hal-hal yang bermanfaat bagi dirinya sendiri maupun lingkungan sekitar dengan dukungan orang-orang yang selalu membersamai proses tersebut.

Ia berharap kampus terus menjadi ruang yang mendukung mahasiswa untuk berkembang, baik melalui kegiatan akademik maupun nonakademik. Kepada generasi mahasiswa berikutnya, Novia berpesan agar tetap bersemangat mengikuti berbagai kegiatan dan tidak membatasi diri hanya pada pembelajaran di ruang kelas.

Novia menyadari bahwa pelajaran paling berharga yang ia peroleh bukan hanya berasal dari buku ataupun perkuliahan.

Baginya, pertumbuhan juga lahir dari relasi, pengalaman, dan keberanian untuk keluar dari zona nyaman. Sebab, ketika setiap kesempatan dimanfaatkan dengan baik, proses belajar tidak lagi terbatas pada ruang kelas, melainkan hadir dalam setiap langkah kehidupan. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Novia-Ahlul-Janah-lulusan-terbaik-Prodi-Pendidikan-Matematika-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-pada-wisuda-periode-IV-Foto.-Novia.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-08-18 10:51:302026-08-18 10:51:30Menemukan Makna Belajar di Luar Ruang Kelas

UAD Terima Kunjungan Edukatif Kawan GNFI

16/08/2026/in Terkini /by Ard

Kunjungan Kawan GNFI ke Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Humas dan Protokol UAD)

Good News From Indonesia (GNFI) melalui Kawan GNFI menggelar kunjungan edukatif ke Universitas Ahmad Dahlan (UAD) pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Kegiatan yang berlangsung di Kampus IV UAD tersebut menjadi bagian dari program BerKawan-Kawan GNFI dengan mengunjungi sejumlah fasilitas edukasi, yakni Observatorium UAD, Perpustakaan Timur, dan Museum Muhammadiyah.

Kegiatan mengusung tema “Menelusuri Jejak Legasi K.H. Ahmad Dahlan di Museum Muhammadiyah” dan bertujuan mempertemukan anak muda dengan ruang-ruang pembelajaran sejarah, budaya, dan pengetahuan yang ada di Yogyakarta.

Rangkaian kegiatan diawali dengan kunjungan ke Observatorium UAD. Para peserta mengikuti tur edukatif untuk mengenal fasilitas observatorium sekaligus memperoleh wawasan mengenai ilmu pengetahuan dan astronomi. Kunjungan kemudian dilanjutkan ke Perpustakaan Timur sebelum peserta menuju Museum Muhammadiyah.

Di Museum Muhammadiyah, peserta mengikuti tur edukatif yang mengulas sejarah berdirinya Muhammadiyah serta perjalanan perjuangan dan legasi K.H. Ahmad Dahlan. Melalui tur tersebut, peserta diajak memahami nilai-nilai yang melandasi gerakan Muhammadiyah dan kontribusi K.H. Ahmad Dahlan dalam bidang pendidikan, sosial, dan keagamaan.

Kepala Bidang Humas dan Protokol (BHP) UAD, Ariadi Nugraha, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi atas kunjungan Kawan GNFI ke UAD. Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi ruang belajar yang memberikan pengalaman dan wawasan baru bagi generasi muda.

“Terima kasih kepada Kawan GNFI yang telah berkunjung ke Universitas Ahmad Dahlan. Kami berharap kunjungan ini dapat menjadi ruang belajar yang memberikan pengalaman dan wawasan baru bagi teman-teman semua, khususnya dalam mengenal sejarah, ilmu pengetahuan, serta legasi K.H. Ahmad Dahlan. Semoga kegiatan ini juga dapat mempererat kolaborasi dan silaturahmi antara UAD dan GNFI,” ujarnya.

Program BerKawan-Kawan GNFI dirancang sebagai ruang belajar interaktif bagi anak muda. Melalui kunjungan ke sejumlah ruang edukasi di UAD, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai sejarah, budaya, dan ilmu pengetahuan, tetapi juga berkesempatan memperluas jejaring serta membangun kolaborasi antaranak muda di Yogyakarta.

Kunjungan Kawan GNFI ke UAD diharapkan dapat memperkenalkan sejarah, budaya, dan warisan intelektual Muhammadiyah secara lebih dekat kepada generasi muda. Pengalaman belajar secara langsung dan kontekstual tersebut menjadi salah satu upaya untuk menghubungkan pengetahuan sejarah dengan kehidupan generasi muda saat ini. (Dnd)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Kunjungan-Kawan-GNFI-ke-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Humas-dan-Protokol-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-08-16 10:00:572026-08-18 11:28:26UAD Terima Kunjungan Edukatif Kawan GNFI

AIR UAD Perluas Jejaring dan Peluang Kolaborasi Internasional

16/08/2026/in Terkini /by Ard

ADI Incubation Room (AIR) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) memperkuat jejaring nasional dan internasional (Foto. AIR UAD)

ADI Incubation Room (AIR) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) memperkuat jejaring nasional dan internasional dalam pengembangan kewirausahaan, inkubasi bisnis, koperasi, dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui keikutsertaan dalam Temu Nasional Pendamping (TNP) IV 2026 di Pontianak, Kalimantan Barat, dan Misi Kolaborasi Lintas Batas ke Kuching, Sarawak, Malaysia. Kegiatan tersebut berlangsung pada 11-15 Agustus 2026 dan diikuti langsung oleh Ketua AIR UAD, Beni Suhendra Winarso, S.E., M.Si.

TNP IV 2026 menjadi forum pertemuan pendamping UMKM dan koperasi, akademisi, pemerintah, pelaku usaha, serta pengelola Business Development Services (BDS) dari berbagai daerah di Indonesia. Forum tersebut membahas sejumlah isu strategis, meliputi penguatan peran pendamping KUMKM, akses pembiayaan, transformasi kelembagaan, pemasaran ekspor, digitalisasi, kewirausahaan, dan pemanfaatan kecerdasan artifisial.

Melalui forum tersebut, AIR UAD berkesempatan bertukar pengetahuan dan pengalaman dengan berbagai lembaga yang bergerak dalam pengembangan kewirausahaan dan UMKM. Pertemuan tersebut juga menjadi ruang untuk memperluas jejaring serta mengidentifikasi peluang kerja sama dalam pengembangan usaha dan pendampingan pelaku UMKM.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan Malam Apresiasi ABDSI 2026 dan BDS Impact Award 2026 pada 12 Agustus 2026 di Aula Bank Indonesia Kalimantan Barat. Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah pejabat dan pemangku kepentingan, di antaranya Gubernur Kalimantan Barat, Gubernur Sulawesi Selatan, Wali Kota Pontianak, Bupati Kubu Raya, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Barat, Direktur Utama Bank Kalbar, pimpinan Bank BNI Kalimantan Barat, Rektor Universitas Balikpapan, Rektor Universitas Tanjungpura, serta perwakilan lembaga dan organisasi terkait.

Malam apresiasi tersebut diisi dengan jamuan makan malam, sambutan para pejabat, pembacaan dan penyampaian Piagam Pontianak, serta penganugerahan BDS Impact Award 2026. Kehadiran berbagai pemangku kepentingan menjadi kesempatan bagi AIR UAD untuk membangun komunikasi dan jejaring dengan lembaga yang memiliki perhatian terhadap pengembangan UMKM dan kewirausahaan.

Selanjutnya, pada 13 Agustus 2026, delegasi melanjutkan rangkaian kegiatan melalui Misi Kolaborasi Lintas Batas menuju Kuching, Sarawak, Malaysia. Delegasi menempuh perjalanan dari Pontianak menuju Kuching melalui jalur darat dan mengunjungi Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Kuching. Rombongan diterima oleh Konsul Jenderal RI di Kuching, Dr. Abdullah Zulkifli.

Dalam pertemuan tersebut, delegasi memperoleh informasi mengenai hubungan ekonomi dan sosial antara Indonesia dan Sarawak. Pertemuan juga membahas peluang kerja sama dalam pengembangan UMKM, kewirausahaan, serta jejaring usaha lintas batas.

Adapun malam harinya, delegasi menghadiri jamuan makan malam bersama YB Datuk Snowdan Lawan, Deputy Minister for Tourism, Creative Industry and Performing Arts Sarawak. Pertemuan tersebut menjadi ruang dialog mengenai potensi Sarawak dalam pengembangan pariwisata, industri kreatif, kewirausahaan, dan ekonomi lokal.

Ketua AIR UAD, Beni Suhendra Winarso, S.E., M.Si., mengatakan keikutsertaan AIR UAD dalam TNP IV dan Misi Kolaborasi Sarawak merupakan bagian dari upaya membangun jejaring dan membuka peluang kerja sama yang dapat ditindaklanjuti.

“Bagi AIR UAD, pertemuan dengan berbagai pemangku kepentingan di Pontianak maupun Sarawak memberikan perspektif yang sangat berharga. Kami melihat banyak peluang untuk mengembangkan kolaborasi dalam inkubasi bisnis, pengembangan startup, pendampingan UMKM, industri kreatif, dan kewirausahaan lintas negara,” ujarnya.

Beni menambahkan, jejaring yang dibangun melalui rangkaian kegiatan tersebut diharapkan dapat ditindaklanjuti melalui program kerja sama yang memberikan manfaat bagi pelaku usaha dan lembaga yang terlibat.

Keikutsertaan dalam TNP IV 2026 dan Misi Kolaborasi Lintas Batas ke Sarawak menjadi bagian dari langkah AIR UAD dalam memperluas kemitraan di tingkat nasional dan regional. Jejaring tersebut diharapkan dapat berkembang menjadi kerja sama konkret dalam pengembangan kewirausahaan, UMKM, dan ekosistem bisnis yang melibatkan Universitas Ahmad Dahlan bersama mitra di Indonesia dan Sarawak. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/ADI-Incubation-Room-AIR-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-memperkuat-jejaring-nasional-dan-internasional-Foto.-AIR-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-08-16 09:00:092026-08-18 11:27:54AIR UAD Perluas Jejaring dan Peluang Kolaborasi Internasional

Tim REGENOCA UAD Manfaatkan Bahan Alam jadi Teknologi Nano untuk Regenerasi Luka Bakar

15/08/2026/in MBKM, Terkini /by Ard

Tim REGENOCA Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembangkan nanogel dari bahan alam (Foto. Tim REGENOCA UAD)

Perkembangan teknologi farmasi terus membuka peluang baru dalam menghadirkan sistem penghantaran bahan aktif yang lebih inovatif. Salah satunya melalui teknologi nanogel yang memanfaatkan ukuran partikel nano untuk mendukung stabilitas sediaan dan pelepasan zat aktif secara lebih optimal. Teknologi ini menjadi salah satu pendekatan yang menarik dalam pengembangan sediaan untuk mendukung proses regenerasi jaringan kulit pada kasus luka bakar.

Melihat peluang tersebut, Tim Program Kreativitas Mahasiswa Riset Eksakta (PKM RE) REGENOCA Universitas Ahmad Dahlan (UAD) tidak hanya memanfaatkan potensi bahan alam Indonesia, tetapi juga mengintegrasikannya dengan teknologi modern. Tim REGENOCA mengembangkan nanogel yang mengombinasikan albumin Channa striata (ikan gabus) dengan ekstrak Aloe vera sebagai inovasi untuk menstimulasi regenerasi sel dermal pada kasus luka bakar secara in vivo.

Teknologi nanogel dipilih sebagai pendekatan dalam formulasi karena sistem berukuran nano berpotensi membantu meningkatkan stabilitas sediaan serta mendukung penghantaran dan pelepasan bahan aktif secara lebih optimal. Dengan demikian, teknologi ini diharapkan dapat menjadi jembatan untuk mengoptimalkan pemanfaatan bahan alam dalam pengembangan sediaan farmasi modern.

Inovasi tersebut dikembangkan melalui penelitian berjudul “Inovasi Nanogel Kombinasi Albumin Channa striata dengan Ekstrak Aloe vera untuk Menstimulasi Regenerasi Sel Dermal Kasus Luka Bakar Secara In Vivo.” Penelitian dilaksanakan selama Mei hingga Agustus 2026 oleh Yurika Shifa Tuzzahra, Nurmala Ayu Azzahra, Shasqik Alfida Danin Djati Wicaksana, dan Berliana Putri Rahmadani dari Fakultas Farmasi, serta Nanda Putri Kinasih dari Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Tekonologi Terapan. Penelitian ini berada di bawah bimbingan Haris Setiawan, S.Pd., M.Sc. dari Fakultas Sains dan Tekonologi Terapan UAD.

Pengembangan nanogel ini menjadi bentuk perpaduan antara kekayaan hayati lokal dan kemajuan teknologi farmasi. Albumin Channa striata dan ekstrak Aloe vera dikembangkan ke dalam sistem sediaan nanogel untuk mengevaluasi potensinya dalam mendukung regenerasi sel dermal pada luka bakar.

Melalui inovasi tersebut, Tim REGENOCA berupaya menunjukkan bahwa bahan alam Indonesia memiliki peluang untuk dikembangkan lebih jauh melalui pendekatan teknologi modern. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam pengembangan sediaan farmasi inovatif yang memadukan potensi bahan alam dengan teknologi nano untuk mendukung penelitian terapi luka bakar. (Mei)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Tim-REGENOCA-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-kembangkan-nanogel-dari-bahan-alam-Foto.-Tim-REGENOCA-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-08-15 10:00:332026-08-20 14:32:04Tim REGENOCA UAD Manfaatkan Bahan Alam jadi Teknologi Nano untuk Regenerasi Luka Bakar

Candrika Nur Oktavia: Perjuangan Harus Dilandasi Ketulusan

15/08/2026/in Feature /by Ard

Candrika Nur Oktavia salah satu lulusan terbaik Universitas Ahmad Dahlan (UAD) pada wisuda periode IV 2026 (Foto. Candrika)

Bagi Candrika Nur Oktavia, perjalanan selama menempuh pendidikan bukan sekadar tentang mengejar nilai atau mengumpulkan prestasi. Lebih dari itu, masa kuliah menjadi ruang untuk mengenal diri, bertumbuh bersama banyak orang, dan belajar memberi manfaat melalui setiap kesempatan yang datang.

Lulusan Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,92 ini mengaku masih sulit percaya ketika dinobatkan sebagai salah satu lulusan terbaik Universitas Ahmad Dahlan (UAD) pada wisuda periode IV 2026.

Selama menjadi mahasiswa, Candrika aktif mengikuti berbagai kegiatan akademik maupun organisasi. Ia pernah menjadi anggota Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPKO) Pendanaan Internal Universitas Ahmad Dahlan Tahun 2022 melalui HMPS Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Ia juga berhasil meraih Insentif Program Kreativitas Mahasiswa Gagasan Futuristik Tertulis (PKM-GFT) Tahun 2024 serta Juara II Presenter Category under the Learning Strategies/Models Sub-theme pada International Seminar of Pre-service Teacher Internship yang diselenggarakan oleh Laboratorium Pengembangan Profesi Kependidikan Universitas Ahmad Dahlan. Berbagai pengalaman tersebut menjadi bagian dari proses yang membentuk kemampuan akademik sekaligus kepercayaan dirinya.

Di balik berbagai pencapaian itu, tersimpan motivasi yang sederhana namun kuat. “Saya ingin membanggakan orang tua serta menjadi teladan yang baik untuk adik-adik saya,” ucapnya.

Harapan tersebut menjadi pengingat baginya untuk terus memberikan usaha terbaik dalam setiap kesempatan yang datang.

Meski demikian, perjalanan selama kuliah tidak selalu berjalan mulus. Tantangan terbesar yang dihadapi Candrika justru berasal dari proses mengenali dirinya sendiri sekaligus belajar hidup berdampingan dengan banyak karakter yang berbeda.

Menurutnya, dunia perkuliahan mempertemukan seseorang dengan beragam cara berpikir, kebiasaan, dan sudut pandang. Situasi tersebut mengajarkannya bahwa bertumbuh bukan hanya tentang meningkatkan kemampuan akademik, tetapi juga tentang mengelola diri agar tetap tenang dalam berbagai keadaan.

Ia memilih terus melakukan self-improvement, berusaha berbuat baik kepada siapa pun, dan belajar melepaskan hal-hal yang berada di luar kendalinya. “Semakin kita menerima bahwa tidak semua hal bisa kita atur, semakin mudah kita fokus pada apa yang benar-benar bisa kita usahakan,” sambungnya.

Dalam menjaga prestasi, Candrika memiliki prinsip untuk tidak menunggu kesempatan datang dengan sendirinya. Ia berusaha proaktif mencari informasi, membuka ruang diskusi, serta membangun relasi dengan banyak orang.

Baginya, relasi bukan sekadar memperluas jaringan, tetapi juga menjadi tempat untuk saling belajar, bertukar pengalaman, dan menemukan peluang-peluang baru untuk berkembang.

Keberhasilan yang diraihnya hingga saat ini tidak lepas dari dukungan orang-orang terdekat. Candrika menyampaikan rasa terima kasih kepada kedua orang tuanya, khususnya sang ayah, Wawanto, serta sahabat dan teman-teman di program studi maupun organisasi yang selalu memberikan semangat dalam setiap proses yang dijalani.

Selepas menyelesaikan pendidikan sarjana, Candrika berencana melanjutkan studi ke jenjang magister dengan fokus pada bidang Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA). Bidang tersebut dipilih karena ia ingin turut berkontribusi dalam memperkenalkan bahasa dan budaya Indonesia kepada masyarakat internasional.

Bagi Candrika, prestasi bukan sekadar deretan penghargaan yang berhasil dikumpulkan. “Prestasi adalah tentang mengalahkan keterbatasan diri sendiri, sedangkan kesuksesan adalah sejauh mana dampak positif yang bisa kita bagikan kepada sekitar,” tuturnya.

Pandangan itu membuatnya percaya bahwa ukuran keberhasilan seseorang tidak hanya ditentukan oleh apa yang berhasil diraih, tetapi juga oleh manfaat yang mampu diberikan kepada orang lain.

Ia berharap almamaternya terus berkembang sebagai kampus yang melahirkan generasi unggul dan berdaya saing. Kepada mahasiswa yang masih berproses, ia berpesan agar selalu proaktif, berani mencoba hal-hal baru, dan tidak pernah ragu menebarkan kebermanfaatan.

Di penghujung perjalanan studinya, Candrika membawa satu pelajaran yang akan terus ia pegang dalam menjalani kehidupan.

Ia belajar untuk terus beradaptasi dengan berbagai karakter manusia, berbuat baik tanpa syarat, dan percaya bahwa setiap perjuangan yang dilandasi ketulusan akan selalu menemukan jalannya.

Sebab pada akhirnya, perjalanan terbaik bukanlah tentang menjadi lebih hebat daripada orang lain, melainkan tentang menjadi versi terbaik dari diri sendiri dan menghadirkan arti bagi kehidupan di sekitar. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Candrika-Nur-Oktavia-salah-satu-lulusan-terbaik-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-pada-wisuda-periode-IV-2026-Foto.-Candrika.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-08-15 09:00:072026-08-18 11:27:03Candrika Nur Oktavia: Perjuangan Harus Dilandasi Ketulusan

HISKI UAD Masuk Sekolah: Perkuat Literasi Sastra dalam Penyusunan Soal TKA

14/08/2026/in Terkini /by Ard

HISKI Universitas Ahmad Dahlan (UAD) perkuat literasi sastra dalam penyusunan soal TKA di Sekolah (Foto. Yosi)

Himpunan Sarjana-Kesusastraan Indonesia (HISKI) Komisariat Universitas Ahmad Dahlan (UAD) bekerja sama dengan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Indonesia SMA Kota Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan “HISKI UAD Masuk Sekolah” di SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta pada Selasa, 11 Agustus 2026.

Kegiatan yang bertajuk “Workshop dan Diseminasi Penyusunan Rencana Pembelajaran Mendalam Terintegrasi Kisi-Kisi TKA dan Penguatan Literasi Sastra dalam Penyusunan Soal TKA” ini menjadi ruang kolaborasi antara perguruan tinggi dan guru Bahasa Indonesia dalam memperkuat kualitas pembelajaran sekaligus mempersiapkan peserta didik menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA).

Kegiatan diawali dengan sambutan dari Kepala SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta, ketua panitia, serta Dr. Yosi Wulandari, M.Pd., selaku Ketua HISKI Komisariat UAD. Dalam sambutannya, Yosi menegaskan pentingnya sinergi antara organisasi profesi, perguruan tinggi, MGMP, dan sekolah untuk menghadirkan pembelajaran Bahasa Indonesia yang semakin adaptif terhadap perkembangan kebijakan pendidikan tanpa meninggalkan kekuatan literasi dan apresiasi sastra.

Pada kegiatan tersebut, HISKI UAD secara khusus memberikan materi tentang penguatan literasi sastra dalam penyusunan soal TKA. Materi membahas bagaimana teks sastra dapat dipilih, diolah, dan dikembangkan menjadi stimulus soal yang tidak sekadar mengukur kemampuan mengingat unsur-unsur karya sastra, tetapi juga mendorong peserta didik untuk memahami, menafsirkan, mengevaluasi, serta merefleksikan makna teks secara lebih mendalam.

Penguatan tersebut menjadi penting karena pembelajaran sastra memiliki potensi besar untuk mengembangkan kemampuan bernalar melalui pembacaan terhadap tokoh, konflik, latar, sudut pandang, gaya bahasa, nilai, serta berbagai kemungkinan interpretasi dalam teks. Oleh karena itu, penyusunan soal TKA berbasis teks sastra diharapkan mampu mengarahkan peserta didik pada proses membaca yang analitis dan kritis.

Materi yang disampaikan mendapat respons positif dari para guru Bahasa Indonesia yang hadir. Hal itu terlihat dari antusiasme peserta dalam berdiskusi, mengajukan pertanyaan, dan berbagi pengalaman mengenai pembelajaran dan penyusunan soal yang selama ini diterapkan di sekolah masing-masing. Diskusi juga berkembang pada persoalan pemilihan teks sastra yang layak, pengembangan stimulus, penyusunan distraktor, hingga strategi membiasakan peserta didik menghadapi soal berbasis penalaran.

Melalui kegiatan ini, para guru berharap memperoleh pemahaman dan strategi yang semakin kuat untuk mengintegrasikan literasi sastra dalam pembelajaran sekaligus dalam penyusunan soal TKA. Penguatan kapasitas guru tersebut diharapkan bermuara pada meningkatnya kemampuan literasi dan penalaran peserta didik sehingga capaian TKA peserta didik di sekolah masing-masing dapat terus meningkat.

Program HISKI UAD Masuk Sekolah juga menjadi bagian dari komitmen HISKI Komisariat UAD untuk mendekatkan kajian dan pengembangan sastra dengan kebutuhan nyata di sekolah. Melalui kolaborasi bersama MGMP Bahasa Indonesia SMA Kota Yogyakarta, HISKI UAD berharap ruang berbagi praktik baik seperti ini dapat terus dikembangkan sebagai bagian dari upaya bersama meningkatkan mutu pembelajaran Bahasa Indonesia dan sastra. (Mei)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/HISKI-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-perkuat-literasi-sastra-dalam-penyusunan-soal-TKA-di-Sekolah-Foto.-Yosi.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-08-14 10:00:452026-08-18 11:26:44HISKI UAD Masuk Sekolah: Perkuat Literasi Sastra dalam Penyusunan Soal TKA

Wujudkan Posyandu Digital, PPK Ormawa IMM FKM UAD Dampingi Kader Korowelang Gunakan SI-WARAS

14/08/2026/in MBKM, Terkini /by Ard

Tim PPK Ormawa IMM FKM Universitas Ahmad Dahlan (UAD) merealisasikan kegiatan Pitutur Waras (Foto. Tim PPK Ormawa FKM UAD)

Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) merealisasikan kegiatan “Pitutur Waras”. Kegiatan yang menjadi bagian dari implementasi Program HAMEMAYU WARASING DESA ini diselenggarakan di Posyandu Padukuhan Korowelang, Kalurahan Caturharjo, pada Senin, 10 Agustus 2026.

Kegiatan ini berfokus pada penerapan sistem pelayanan kesehatan masyarakat yang terintegrasi melalui konsep One Stop Service. Melalui sistem ini, seluruh tahapan pelayanan Posyandu yang meliputi pendaftaran, pemeriksaan, pencatatan, edukasi, hingga konseling dilebur ke dalam satu alur pelayanan yang utuh. Pelaksanaannya dilakukan langsung oleh kader kesehatan Padukuhan Korowelang dengan pendampingan melekat dari Tim PPK Ormawa IMM FKM UAD 2026.

Alur kegiatan dimulai dari proses pendaftaran peserta oleh kader kesehatan, yang kemudian langsung diarahkan untuk mengikuti rangkaian pelayanan terintegrasi. Pada tahap pemeriksaan, setiap hasil pengukuran kesehatan dicatat secara sistematis menggunakan Kartu Jati Waras sebagai media pencatatan pelayanan kesehatan peserta.

Tidak berhenti pada pencatatan manual, data hasil pelayanan dan pemeriksaan dari Kartu Jati Waras kemudian diinput dan didokumentasikan secara digital menggunakan aplikasi SI-WARAS (Sistem Informasi Warasing Desa). Langkah digitalisasi pencatatan data kesehatan ini bertujuan agar data terdokumentasi lebih terstruktur, sehingga dapat dimanfaatkan dalam proses pemantauan dan evaluasi kesehatan masyarakat.

Selama kegiatan berlangsung, Tim PPK Ormawa IMM FKM UAD memberikan pendampingan kepada kader untuk memastikan penerapan alur One Stop Service, penggunaan Kartu Jati Waras, dan pencatatan data melalui SI-WARAS berjalan sesuai alur yang dikembangkan.

Berdasarkan hasil pelaksanaan, para kader kesehatan terbukti mampu menerapkan alur pelayanan One Stop Service secara terintegrasi. Kader kesehatan juga memperoleh pengalaman dalam mengintegrasikan pelayanan langsung dengan pencatatan kesehatan berbasis digital. Pelaksanaan kegiatan Pitutur Waras ini menjadi salah satu bentuk implementasi nyata Program HAMEMAYU WARASING DESA dalam mendukung pelayanan kesehatan masyarakat berbasis kader yang terintegrasi dan berkelanjutan. (Ito)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Tim-PPK-Ormawa-IMM-FKM-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-merealisasikan-kegiatan-Pitutur-Waras-Foto.-Tim-PPK-Ormawa-FKM-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-08-14 09:00:132026-08-20 14:31:47Wujudkan Posyandu Digital, PPK Ormawa IMM FKM UAD Dampingi Kader Korowelang Gunakan SI-WARAS

Belajar Tak Pernah Usai

13/08/2026/in Feature /by Ard

Septia Amalia, lulusan terbaik Prodi PVTE Universitas Ahmad Dahlan (UAD) pada Wisuda Periode IV Tahun 2026 (Foto. Septia)

Bagi Septia Amalia, keberhasilan bukanlah garis akhir yang menandai selesainya sebuah perjalanan. Sebaliknya, setiap pencapaian adalah awal untuk terus belajar, bertumbuh, dan menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi orang lain.

Lulusan Terbaik Program Studi Pendidikan Vokasional Teknik Elektronika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,86 ini mengaku tidak pernah memandang predikat yang diraihnya sebagai tujuan akhir.

Selama menempuh pendidikan, Septia tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik. Ia juga aktif membangun pengalaman yang memperkaya kemampuan diri di luar ruang kuliah.

Di antara berbagai pengalaman tersebut, momen yang paling membekas justru bukan ketika menerima penghargaan, melainkan saat dipercaya menjadi narasumber dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat dan program Dahlan Muda Menginspirasi. Kesempatan itu memberinya ruang untuk berbagi pengetahuan sekaligus belajar menyampaikan gagasan di hadapan banyak orang.

Bagi Septia, kemampuan berbicara bukan sekadar keterampilan komunikasi, tetapi juga jembatan agar ilmu yang dimiliki dapat menjangkau lebih banyak orang.

Semangatnya untuk terus berkembang lahir dari keinginan sederhana, yakni membanggakan kedua orang tua dan memanfaatkan setiap kesempatan belajar sebaik mungkin.

Ia percaya bahwa setiap usaha yang dilakukan dengan sungguh-sungguh akan menemukan hasilnya pada waktu yang tepat. Di saat yang sama, ia juga mempersiapkan diri agar memiliki kompetensi yang mampu bersaing di dunia kerja setelah lulus.

Perjalanan menuju titik tersebut tentu tidak selalu mudah. Masa perkuliahan mempertemukannya dengan berbagai tanggung jawab yang datang secara bersamaan. Di satu sisi ia harus menyelesaikan tugas akhir, sementara di sisi lain ia tetap ingin aktif dalam organisasi, mengikuti pelatihan, dan mengembangkan kemampuan diri di luar kelas.

Alih-alih melihat kesibukan sebagai beban, Septia menjadikannya ruang belajar untuk mengenali kapasitas dirinya. Ia belajar bahwa setiap kesempatan memiliki nilai yang berbeda, dan setiap pengalaman selalu membawa pelajaran baru.

Baginya, proses bertumbuh bukan hanya tentang menyelesaikan banyak hal dalam waktu bersamaan, tetapi tentang keberanian untuk terus membuka diri terhadap pengalaman yang dapat membentuk karakter dan kompetensi.

Dalam menjaga prestasi, Septia memilih untuk membangun kebiasaan belajar secara bertahap. Ia tidak hanya berusaha memahami materi perkuliahan, tetapi juga aktif mengikuti berbagai pelatihan dan organisasi sebagai ruang untuk mengembangkan kemampuan nonakademik.

Menurutnya, konsistensi dan disiplin menjadi fondasi penting agar seseorang mampu terus berkembang tanpa kehilangan arah.

Di balik seluruh pencapaian tersebut, Septia menyadari bahwa keberhasilannya tidak diraih seorang diri. Ia menyampaikan rasa terima kasih kepada kedua orang tuanya yang tidak pernah berhenti mendoakan dan memberikan dukungan dalam setiap langkah.

Ia juga mengapresiasi para dosen pembimbing yang senantiasa memberikan arahan selama proses perkuliahan maupun penyelesaian tugas akhir, serta teman-teman yang selalu menghadirkan semangat untuk terus berkembang.

Selepas menyelesaikan pendidikan sarjana, Septia ingin memulai karier di bidang teknologi informasi. Ia berharap dapat terus meningkatkan kompetensi melalui pengalaman kerja, pelatihan, serta berbagai sertifikasi profesional.

Dalam jangka panjang, ia bercita-cita menjadi seorang profesional yang mampu berkontribusi dalam pengembangan teknologi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Ia berpesan, “Setiap pengalaman akan menjadi bekal yang berharga di masa depan,” ucapnya.

Di akhir perjalanan studinya, Septia menyadari bahwa pelajaran hidup yang paling berharga bukan hanya tentang keberhasilan, melainkan tentang kesediaan untuk terus belajar.

Ia percaya bahwa kerja keras, disiplin, dan konsistensi memang penting, tetapi yang membuat seseorang terus bertumbuh adalah kemauan untuk tidak berhenti memperbaiki diri. Sebab, setiap tantangan selalu membawa kesempatan baru. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Septia-Amalia-lulusan-terbaik-Prodi-PVTE-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-pada-Wisuda-Periode-IV-Tahun-2026-Foto.-Septia.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-08-13 09:20:572026-08-13 09:20:57Belajar Tak Pernah Usai
Page 3 of 543‹12345›»

TERKINI

  • Tim MeRAMU IMM Farmasi UAD Dorong Kesehatan Salamrejo27/08/2026
  • Penerjunan KKN ADI di Kabupaten Muna Barat Sulawesi Tenggara27/08/2026
  • Tim PKM-PM UAD Buat SMART CELL ENGLISH untuk Tingkatkan Life Skills Anak Binaan LPKA Yogyakarta27/08/2026
  • Program Doktor Ilmu Farmasi UAD Tambah Lulusan Baru26/08/2026
  • Prodi Perbankan Syariah FAI UAD Gelar Sosialisasi dan Pembekalan Magang26/08/2026

PRESTASI

  • Buat Inovasi Pendidikan dan Literasi, Mahasiswa UAD Raih Tiga Prestasi Nasional20/08/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Gold dan Silver Medal pada Essay National Competition 202619/08/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara II Lomba Poster Edukatif Kesehatan Mental18/08/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara I Lomba Baca Puisi Dahlan Culture Festival 202608/08/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara 3 Cakrawala National Essay Competition31/07/2026

FEATURE

  • Bukan Sekadar Juara, Muhammad Ziya Ul Albab Ingin Ilmunya Memberi Manfaat27/08/2026
  • Dhita Pratama Beberkan Pentingnya Marketing Communication untuk Perkuat Karier20/08/2026
  • Hafiz Ahmad Rumalutur, Wisudawan FH UAD Dengan Segudang Prestasi Nasional19/08/2026
  • Di Balik Deretan Prestasi, Ada Perjalanan yang Tidak Sederhana19/08/2026
  • Kemerdekaan Bukan Sekadar Perayaan: Belajar Delayed Gratification dari Semangat Para Pejuang19/08/2026

TENTANG | KRU | KONTAK | REKAPITULASI

Scroll to top