• TERKINI
  • UAD BERDAMPAK
  • PRESTASI
  • FEATURE
  • OPINI
  • MEDIA
  • KIRIM BERITA
  • Menu
News Portal of Universitas Ahmad Dahlan

Posts

Ketua Kolegium Farmasi Indonesia Dorong Apoteker Baru Buktikan Kompetensi di Lapangan

06/10/2026/in Terkini /by Ard

Ketua Kolegium Farmasi Indonesia pada Sumpah Apoteker Program Studi PPA Fakultas Farmasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Humas UAD)

Ketua Kolegium Farmasi Indonesia, Prof. Dr. apt. Dyah Aryani Perwitasari, M.Si., Ph.D., FISQua, menyampaikan sambutan dalam acara Sumpah Apoteker Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker Fakultas Farmasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Ia mengingatkan para apoteker baru bahwa kompetensi harus dipertahankan dan dibuktikan di lapangan.

Menurut Dyah, seseorang menjadi apoteker ketika telah menyelesaikan uji kompetensi, yang berarti kompetensinya tercapai, lalu melaksanakan sumpah. Ia menyatakan bahwa tantangan bersama saat ini adalah bagaimana kompetensi tersebut dapat terus dipertahankan.

Ia menyebut proporsi kelulusan uji kompetensi 50 persen masih dipengaruhi indeks prestasi kumulatif, sehingga skor uji kompetensi baru berdampak 50 persen terhadap ketercapaian kompetensi. Artinya, masih ada pekerjaan rumah yang belum terjawab dan akan dijawab para apoteker di lapangan.

Dyah mencontohkan kondisi di daerah seperti Sumba, tempat layanan terapi dan monitoring kanker masih sangat terbatas karena minimnya apoteker berkeahlian khusus di bidang tersebut. “Jadi kalau kemarin itu di atas kertas, IPK-nya 3,9, saya masih butuh pembuktian Anda. Apakah Anda betul-betul memenuhi kompetensi itu?” katanya.

Ia berharap ke depan para apoteker lulusan UAD dapat turut mengembangkan layanan kesehatan hingga ke luar Jawa.

Mengingat jumlah apoteker di Yogyakarta yang sudah padat, Dyah mengajak para apoteker baru untuk berani keluar dari zona nyaman dan mengabdi ke berbagai wilayah di Indonesia yang masih membutuhkan, seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, Papua, hingga Nusa Tenggara. Menurutnya, persebaran Surat Izin Praktik (SIP) apoteker yang merata merupakan kunci untuk meningkatkan kualitas pelayanan kefarmasian di seluruh penjuru negeri.

Selain kompetensi klinis, dosen Fakultas Farmasi UAD tersebut mengingatkan para apoteker untuk segera mengurus kelengkapan administrasi seperti SIP dengan Dinas Kesehatan serta mempersiapkan pemenuhan satuan kredit profesi (SKP) selama lima tahun ke depan.

“Apoteker akan menjadi bagian penting dari sistem kesehatan yang menghadapi berbagai tantangan besar masa depan, mulai dari perubahan demografi, lonjakan penyakit tidak menular, perkembangan teknologi digital, hingga kesiapsiagaan menghadapi kebencanaan,” jelas Dyah.

Sebagai penutup, ia berharap para apoteker baru senantiasa menjunjung tinggi nilai profesionalisme, berorientasi pada pelayanan, adaptif terhadap perubahan, mampu berkolaborasi, dan bertanggung jawab kepada masyarakat. Kolegium Farmasi Indonesia turut menyampaikan selamat atas dilantiknya para apoteker baru di Indonesia. (Septia)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Ketua-Kolegium-Farmasi-Indonesia-pada-Sumpah-Apoteker-Program-Studi-PPA-Fakultas-Farmasi-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Humas-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-10-06 08:27:072026-10-06 08:27:07Ketua Kolegium Farmasi Indonesia Dorong Apoteker Baru Buktikan Kompetensi di Lapangan

Kesederhanaan yang Menjadi Pilihan Hidup Rasulullah

06/10/2026/in Feature /by Ard

Kajian Rutin Ahad Pagi Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dengan pemateri Ustaz H. Ali Yusuf (Foto. Vita)

Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) mengadakan Kajian Rutin Ahad Pagi, 27 September 2026. Kajian ini mengambil tema “Nabi saw. Itu Kaya atau Miskin?” dengan pemateri Ustaz H. Ali Yusuf, S.Th.I., M.Hum. Pada kajian kali ini, ia memberikan penjelasan mengenai kesederhanaan hidup Rasulullah serta hadis-hadis mengenai kehidupan beliau.

Sebagai pembuka, Ustaz Ali memberikan penjelasan mengenai makna dari kata “miskin”. Ia mengatakan bahwa kata miskin dalam masyarakat kita memiliki artian negatif. Orang yang tidak memiliki harta dan tidak berkecukupan dikatakan sebagai miskin oleh masyarakat. Terlebih lagi dengan adanya standar kemiskinan yang dibuat oleh pemerintah, masyarakat akhirnya mulai menilai seseorang dengan menggunakan standar tersebut.

Namun, Ustaz Ali kembali menegaskan kalau hal itu hanya stigma masyarakat yang terbentuk dari kebiasaan atau apa yang mereka lihat dan dengar di lingkungan. Ia juga memberikan contoh kasus yang sering terjadi di masyarakat. “Kalau orang datang ke psikolog dianggapnya stres, dianggapnya itu punya ya, gejala ODGJ,” ujarnya.

“Kata ‘miskin’ jangan sampai menjadi stigma, stigma yang negatif kepada Nabi,” ujarnya lagi.

Pernyataan tersebut kemudian mengarah pada satu pertanyaan, apakah Nabi saw. itu kaya atau miskin?

Dalam suatu riwayat, Nabi saw. sudah menjadi yatim sejak lahir. Semasa kecil, beliau juga bekerja sebagai penggembala, pekerjaan yang umum dilakukan penduduk Mekah saat itu. Riwayat lain menyebutkan bahwa selama dua bulan, rumah Nabi saw. tidak mengeluarkan asap. Hal ini dimaknai kalau selama dua bulan itu, beliau tidak memasak.

Terdapat tiga istilah untuk memberikan gambaran mengenai jawaban dari pertanyaan sebelumnya. Pertama adalah al-faqru yang berarti kefakiran atau kemiskinan. Kedua adalah al-ghina yang artinya kekayaan atau berkecukupan. Yang terakhir, zuhud berarti orang yang memilih hidup sederhana meski memiliki harta. Dalam hal ini, Rasulullah tidak menjadikan harta sebagai prioritas dan memilih untuk hidup zuhud.

Hal ini dijelaskan pula dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi. Dalam riwayat itu, Rasulullah dikatakan mengganjal perut dengan dua batu untuk menahan lapar. Hadis lain juga dijelaskan kalau Nabi saw. sering berpuasa karena tidak ada makanan di rumah. Dalam satu hadis yang diriwayatkan Imam Bukhari, dikatakan bahwa Rasulullah pernah menggadaikan bajunya dengan gandum.

Menjelang akhir kajian, pembahasan berlanjut dengan hadis yang mengatakan kalau Rasulullah pernah berdoa agar dijadikan orang miskin dan berkumpul bersama mereka. Hal itu karena proses perhitungan amal mereka jauh lebih cepat dibandingkan orang kaya. Miskin yang dimaksudkan dalam doa beliau ini adalah hidup sederhana tanpa bergelimangan harta. Rasulullah juga mengatakan demikian sebagai bentuk rendah diri di hadapan Allah Swt.

Untuk menutup kajian, Ustaz Ali menegaskan bahwa Rasulullah memiliki harta yang banyak, tetapi beliau tidak suka menyimpan hartanya lama-lama dan menggunakannya untuk disumbangkan. Namun, beliau juga tidak bisa dikatakan miskin. Rasulullah memilih untuk zuhud sebagai pilihan hidupnya. Ustaz Ali juga mengajak para jemaah agar tidak memberikan label bahwa Rasulullah itu miskin. Itu adalah bentuk kesederhanaan Rasulullah. Ia juga menekankan kalau Rasulullah tidak menyukai kefakiran karena bisa menyebabkan kufur. (vit)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Kajian-Rutin-Ahad-Pagi-Masjid-Islamic-Center-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-dengan-pemateri-Ustaz-H.-Ali-Yusuf-Foto.-Vita.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-10-06 08:18:072026-10-06 08:18:07Kesederhanaan yang Menjadi Pilihan Hidup Rasulullah

Mahasiswa Prodi Gizi UAD Adakan Program Pegas untuk Cegah Stunting

05/10/2026/in Terkini /by Ard

Mahasiswa Prodi Gizi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) adakan Program Pegas untuk cegah stunting (Foto. Abner)

Mahasiswa Program Studi Gizi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) sukses menggelar kegiatan edukasi parenting bertajuk Pemenuhan Gizi Seimbang dan Pencegahan Stunting (Pegas) di Serambi Masjid Al Azhar Suryowijayan, Yogyakarta, pada Senin, 28 September 2026.

Kegiatan yang menyasar orang tua murid dan guru TK ABA Suryowijayan ini dilaksanakan berkolaborasi dengan ahli gizi dari Puskesmas Mantrijeron guna meningkatkan pemahaman terkait pentingnya pemenuhan gizi seimbang bagi anak.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa Gizi UAD memaparkan materi seputar ancaman stunting, yakni kondisi terhambatnya pertumbuhan fisik anak akibat masalah gizi kronis. Stunting kerap dipicu oleh asupan gizi yang kurang, infeksi berulang, hingga pola asuh yang kurang tepat.

Oleh karena itu, para peserta diberikan edukasi mengenai penerapan gizi seimbang melalui panduan “isi piringku” guna mengatur proporsi makanan pokok, lauk-pauk, sayur, dan buah yang ideal dalam satu kali makan.

Sementara itu, ahli gizi Puskesmas Mantrijeron menyoroti pentingnya pemantauan pertumbuhan anak usia 4 hingga 6 tahun secara rutin. Orang tua diimbau untuk memantau kenaikan berat badan minimal (KBM) anak secara berkala agar potensi masalah pertumbuhan dapat dideteksi dan ditangani lebih awal.

Selain pemenuhan nutrisi pokok, ahli gizi juga memberikan penekanan terkait pentingnya membatasi konsumsi Gula, Garam, dan Lemak (GGL), khususnya yang berasal dari makanan maupun minuman kemasan. Pemenuhan gizi ini juga harus diimbangi dengan penerapan pola hidup sehat, seperti mencukupi kebutuhan air putih, rutin beraktivitas fisik, mencuci tangan sebelum makan, serta menjaga kualitas tidur anak.

Melalui program PEGAS ini, diharapkan para orang tua dan guru dapat berperan lebih aktif dalam mengawasi tumbuh kembang anak. Penerapan pola makan yang beragam dan pembiasaan gaya hidup sehat sejak dini menjadi kunci utama untuk memutus mata rantai stunting sekaligus mencetak generasi penerus yang sehat dan cerdas. (Ito)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-Prodi-Gizi-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-adakan-Program-Pegas-untuk-cegah-stunting-Foto.-Abner.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-10-05 10:18:142026-10-05 10:18:14Mahasiswa Prodi Gizi UAD Adakan Program Pegas untuk Cegah Stunting

Perjuangan Panjang Terbayar Lunas, Apoteker Baru UAD Persembahkan Gelar untuk Orang Tua

05/10/2026/in Terkini /by Ard

Sambutan perwakilan apoteker pada Sumpah Apoteker Periode September 2026 Prodi PPA Fakultas Farmasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Humas UAD)

Sumpah Apoteker Periode September 2026 Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker Fakultas Farmasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) pada Senin, 28 September 2026, diwarnai dengan sambutan perwakilan apoteker baru yang disampaikan oleh apt. Noer Ahmad Syafiai, S.Farm.

Dalam sambutannya, ia mengenang bahwa tepat 460 hari yang lalu mahasiswa apoteker UAD datang ke kampus dengan latar belakang yang berbeda dan cita-cita yang sama. Menurutnya, perjalanan itu tidak selalu mudah, penuh tantangan, dan penuh perjuangan.

Ia menyampaikan terima kasih kepada pengelola Fakultas Farmasi, dosen, dan tenaga kependidikan UAD, serta memohon maaf atas kesalahan yang disengaja maupun tidak disengaja. Kepada orang tua, ia menyampaikan terima kasih atas doa, dukungan, pengorbanan, dan kesabaran selama pendidikan profesi.

“Ada suatu hal yang mungkin benar-benar baru kami sadari, bahwa seorang anak ketika sedang mengusahakan masa depannya, di situlah ada orang tua yang berjuang mati-matian untuk mengusahakan agar anaknya masih bisa bertahan,” katanya.

Bagi teman-teman yang orang tuanya tidak dapat hadir langsung, ia menyebut kasih sayang dan nilai perjuangan mereka tetap menjadi bagian dari diri. Gelar apoteker bukanlah sesuatu yang sebanding dengan pengorbanan orang tua, tetapi dijadikan kado kecil untuk ayah dan ibu.

Ia juga berterima kasih kepada teman-teman seperjuangan atas dukungan, bantuan, candaan, cerita, hingga keluh kesah yang dibagikan bersama, serta mendoakan rekan yang masih berjuang agar diberi kekuatan untuk menyusul menjadi teman sejawat. Kepada diri sendiri, ia mengucapkan, “Terima kasih sudah bertahan sejauh ini. Terima kasih karena telah melangkah ketika rasanya ingin berhenti”. (Septia)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Sambutan-perwakilan-apoteker-pada-Sumpah-Apoteker-Periode-September-2026-Prodi-PPA-Fakultas-Farmasi-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Humas-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-10-05 10:12:212026-10-05 10:12:21Perjuangan Panjang Terbayar Lunas, Apoteker Baru UAD Persembahkan Gelar untuk Orang Tua

Mahasiswa UAD Sosialisasi Paguyuban Miedes untuk Perkuat Usaha dan Pelestarian Kuliner

05/10/2026/in Terkini /by Ard

Tim MeRAMU IMM FEB Universitas Ahmad Dahlan (UAD) sosialisasikan penguatan usaha dan pelestarian kuliner di Srihardono (Foto. Istimewa)

Tim MeRAMU Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar kegiatan Sosialisasi Paguyuban Miedes pada Kamis, 10 September 2026, di Kalurahan Srihardono, Kapanewon Pundong, Kabupaten Bantul, Yogyakarta.

Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya memperkuat kebersamaan para pelaku usaha miedes sekaligus mendorong pengembangan potensi kuliner di Kalurahan Srihardono. Kegiatan tersebut diikuti oleh para pelaku usaha miedes dan diawali dengan pengisian pre-test oleh seluruh peserta..

“Harapannya, dalam kegiatan Sosialisasi Paguyuban Miedes ini, warga dapat ikut berpartisipasi aktif dengan menyampaikan pendapat, bertanya, maupun memberikan masukan. Bagi kami, setiap pendapat sangat bernilai dan bermanfaat, karena melalui hal-hal sederhana yang disampaikan, kami dapat mengetahui persoalan yang dihadapi bersama dan kemudian mencari solusi secara bersama-sama,” kata Ketua MeRAMU IMM FEB, Muhamad Abi Saputra.

Selanjutnya, Carik Kalurahan Srihardono, Khozimatul Luthfiah memberikan sambutan sekaligus arahan kepada para peserta. Ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada UAD, dosen, serta berbagai pihak yang telah memberikan program yang bermanfaat bagi para pelaku usaha miedes di Srihardono.

Ia juga berharap kegiatan Festival Miedes dan berbagai program lainnya dapat berjalan dengan lancar serta memberikan manfaat bagi masyarakat. Pemerintah Kalurahan Srihardono turut mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dan menyukseskan kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan membawa Srihardono selangkah lebih maju.

Memasuki acara inti, materi disampaikan oleh Dr. Dini Yuniarti, S.E., M.Si., CIQnR., yang membahas potensi miedes sebagai bagian dari warisan budaya yang perlu dilestarikan. Pelestarian tersebut dinilai dapat menjadi salah satu peluang bagi Kalurahan Srihardono untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata.

Dalam kegiatan tersebut juga ditekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam pengembangan pariwisata, termasuk dalam proses perencanaan. Dengan keterlibatan masyarakat, potensi yang dimiliki Srihardono diharapkan dapat dikembangkan secara bersama-sama.

Sejumlah peserta turut menyampaikan harapannya terhadap perkembangan miedes ke depan. Riyan berharap miedes dapat semakin dikenal oleh masyarakat luar daerah yang ingin mencicipi kuliner tersebut. Hal serupa disampaikan Esti yang berharap miedes dapat menjadi semakin terkenal.

Miedes merupakan singkatan dari “Mie Pedes, Mie Desa”. Selain potensi promosi dan pengembangan kuliner, para pelaku usaha juga menghadapi sejumlah kendala, salah satunya berkaitan dengan modal usaha. Melalui pembentukan paguyuban, salah satu program yang direncanakan adalah simpan pinjam untuk membantu mendukung kebutuhan para pelaku usaha.

Paguyuban diharapkan dapat menjadi wadah bersama untuk meningkatkan pendapatan para pelaku usaha miedes. Sementara itu, pelaksanaan Festival Miedes diharapkan dapat membantu memperkenalkan miedes kepada masyarakat secara lebih luas sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan pendapatan pelaku usaha. (Mei)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Tim-MeRAMU-IMM-FEB-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-sosialisasikan-penguatan-usaha-dan-pelestarian-kuliner-di-Srihardono-Foto.-Istimewa.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-10-05 10:01:062026-10-05 10:01:06Mahasiswa UAD Sosialisasi Paguyuban Miedes untuk Perkuat Usaha dan Pelestarian Kuliner

Prodi BK UAD Gelar Camp Counseling 2026

05/10/2026/in Terkini /by Ard

Prodi Bimbingan dan Konselin (BK) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Gelar Camp Counseling 2026 (Foto. Septia)

Program Studi (Prodi) Bimbingan dan Konseling (BK) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar kegiatan Camp Counseling 2026. Kegiatan ini diselenggarakan guna membekali serta membangun komitmen mahasiswa baru agar menjadi calon konselor yang unggul dan berkemajuan.

Dalam arahannya, Dekan FKIP UAD, Muhammad Sayuti, M.Pd., M.Ed., Ph.D., menekankan pentingnya membangun jejaring dan hubungan antarsesama sejak awal masa perkuliahan.

“Orang-orang yang bisa melejit posisinya sampai mana pun itu pasti punya koneksi yang lebih banyak,” kata Sayuti.

Sementara itu, Ketua Program Studi BK FKIP UAD, Dr. Irvan Budhi Handaka, S.Pd., M.Pd., mendorong seluruh mahasiswa baru untuk berani keluar dari zona nyaman selama berproses di kampus. “Mari kita tumbuh bersama di Program Studi Bimbingan dan Konseling UAD.”

Rangkaian sesi materi diisi oleh Guru Besar BK UAD, Prof. Dr. Dody Hartanto, S.Pd., M.Pd., yang memaparkan penguatan komitmen, integritas, serta growth mindset calon konselor. Sesi berikutnya dilanjutkan oleh Dosen BK UAD, Dr. Caraka Putra Bhakti, S.Pd., M.Pd., yang mengulas tantangan, peluang karier, serta penyusunan peta jalan (roadmap) empat tahun perkuliahan.

Setelah sesi pemaparan materi, acara dilanjutkan dengan Focus Group Discussion (FGD) bersama Dosen Pembimbing Akademik (DPA) guna mendiskusikan perencanaan studi dan proses adaptasi kampus. Kegiatan Camp Counseling 2026 kemudian ditutup dengan pementasan seni dari mahasiswa baru yang menampilkan beragam bakat serta kebersamaan antarpeserta.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa baru diharapkan dapat memelihara komitmen profesi secara utuh dan konsisten guna mewujudkan lulusan BK UAD yang unggul serta berkemajuan. (Septia)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Prodi-Bimbingan-dan-Konselin-BK-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Gelar-Camp-Counseling-2026-Foto.-Septia.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-10-05 09:55:022026-10-05 09:55:02Prodi BK UAD Gelar Camp Counseling 2026

UAD Beri Penghargaan bagi Lulusan Terbaik Apoteker Angkatan 50

01/10/2026/in Terkini /by Ard

Penghargaan bagi lulusan apoteker terbaik Universitas Ahmad Dahlan (UAD) angkatan 50 (Foto. Humas UAD)

Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker Fakultas Farmasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menyerahkan penghargaan kepada lulusan terbaik apoteker Angkatan 50 dalam acara Sumpah Apoteker Periode September 2026 pada Senin, 28 September 2026. Penghargaan ini diberikan oleh Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker dan Keluarga Alumni Fakultas Farmasi UAD.

Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Farmasi UAD, Dr. apt. Iis Wahyuningsih, M.Si., menyampaikan apresiasi atas capaian Angkatan 50. Berdasarkan data akademik, angkatan ini mencatat nilai rata-rata indeks prestasi sebesar 3,88. Sebanyak 110 mahasiswa meraih predikat dengan pujian atau cum laude, sedangkan tujuh mahasiswa memperoleh predikat sangat memuaskan. Indeks prestasi 3,99 diraih oleh apt. Helen Notariza, S.Farm. dan apt. Dwi Kartika Indriani, S.Farm.

Pada Ujian Kompetensi Nasional (UKOMNAS) Pendidikan Profesi Dokter Apoteker (PDPA) metode computer-based test (CBT), nilai tertinggi metode CBT sebesar 89,5 diraih oleh apt. Aprilia Cindy Atika, S.Farm. Sementara itu, nilai tertinggi metode OSCE atau ujian praktik dicatatkan oleh apt. Bahrul Adim Rahmana, S.Farm.

Penghargaan lulusan terbaik diberikan berdasarkan tiga kriteria, yaitu indeks prestasi kumulatif tertinggi, capaian uji kompetensi nasional CBT, serta capaian uji kompetensi nasional OSCE. Penghargaan dari Kamada untuk indeks prestasi tertinggi diserahkan oleh Dr. Adnan, S.Si., M.Farm. Adapun penghargaan untuk nilai UKOMNAS PDPA CBT dan OSCE diserahkan oleh Ketua Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker, Prof. Dr. apt. Nina Salamah, M.Sc.

Dekan Fakultas Farmasi UAD berpesan agar capaian tersebut disempurnakan saat para apoteker baru mengabdi di masyarakat. Pembawa acara juga menyampaikan apresiasi atas kerja keras seluruh apoteker Angkatan 50 dalam menyukseskan UKOMNAS PDPA CBT dan OSCE.

Penghargaan ini diharapkan menjadi penyemangat bagi para apoteker baru untuk terus memberikan karya dan pengabdian terbaik dalam profesi apoteker. (Septia)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Penghargaan-bagi-lulusan-apoteker-terbaik-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-angkatan-50-Foto.-Humas-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-10-01 10:47:132026-10-01 10:47:13UAD Beri Penghargaan bagi Lulusan Terbaik Apoteker Angkatan 50

Mahasiswa Gizi UAD Inisiasi Program SENADA di MAN 2 Sleman

01/10/2026/in Terkini /by Ard

Mahasiswa Program Studi Gizi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) bersama Puskesmas Depok 1 inisiasi program SENADA di MAN 2 Sleman (Foto. Itoshiko)

Mahasiswa Program Studi Gizi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) yang tengah melaksanakan kegiatan Cek Kesehatan Gratis (CKG) bersama Puskesmas Depok 1 menginisiasi program SENADA (sehat, energik, dan bebas anemia) di MAN 2 Sleman, pada Senin, 28 September 2026.

Kegiatan edukasi kesehatan yang menyasar secara khusus siswa dan siswi kelas XI ini dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan pemahaman remaja mengenai bahaya anemia serta pentingnya kepatuhan konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD).

Edukasi ini dilatarbelakangi oleh persoalan kejadian anemia pada remaja putri di Kabupaten Sleman yang masih menjadi masalah dan memerlukan perhatian khusus. Mengacu pada data tiga tahun terakhir (2023–2025), persentase prevalensi remaja putri yang mengalami anemia menunjukkan fluktuasi. Pada tahun 2023, capaian menyentuh angka sekitar 36 persen, meningkat dibandingkan target yang ditetapkan yakni sekitar 31 persen.

Angka tersebut sempat menurun menjadi sekitar 25 persen pada 2024, namun kembali melonjak menjadi sekitar 35 persen pada tahun 2025. Tren fluktuatif ini menegaskan perlunya peningkatan pengetahuan dan edukasi gizi yang berkelanjutan.

Merespons kondisi tersebut, tim mahasiswa Gizi UAD merancang kegiatan penyuluhan yang komunikatif. Dalam pelaksanaannya, materi program SENADA membahas secara komprehensif seputar pengertian, penyebab, dan gejala anemia. Selain itu, para siswa juga dibekali pengetahuan mengenai manfaat serta tata cara konsumsi TTD yang benar, pengenalan sumber makanan kaya zat besi, hingga edukasi terkait kebiasaan-kebiasaan yang dapat memengaruhi proses penyerapan zat besi di dalam tubuh.

Melalui sinergi kegiatan ini, mahasiswa Gizi UAD bersama Puskesmas Depok 1 berharap program SENADA dapat menjadi langkah awal untuk membangun kesadaran kesehatan di kalangan remaja. Dengan memahami dan menerapkan pola makan yang benar, para pelajar diharapkan mulai peduli terhadap kesehatan diri mereka guna mencetak generasi muda yang energik dan terbebas dari ancaman anemia. (Ito)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-Program-Studi-Gizi-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-bersama-Puskesmas-Depok-1-inisiasi-program-SENADA-di-MAN-2-Sleman-Foto.-Itoshiko.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-10-01 10:41:242026-10-01 10:41:24Mahasiswa Gizi UAD Inisiasi Program SENADA di MAN 2 Sleman

Pelatihan Pembuatan NIB Dorong Legalitas dan Pengembangan UMKM Miedes di Srihardono

01/10/2026/in MBKM, Terkini /by Ard

Tim MeRAMU IMM FEB Universitas Ahmad Dahlan (UAD) adakan pelatihan pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) (Foto. Tim MeRAMU UAD)

Pelaku usaha Miedes di Kalurahan Srihardono mengikuti pelatihan pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) pada 27 Agustus 2026. Kegiatan tersebut diselenggarakan sebagai upaya meningkatkan pemahaman pelaku usaha mengenai pentingnya legalitas dalam mendukung pengembangan usaha.

Kegiatan diawali dengan pengisian pretest oleh para pelaku UMKM Miedes. Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan Ketua Tim MeRAMU IMM FEB Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Muhamad Abi Saputra.

Dalam sambutannya, Abi menyampaikan bahwa legalitas merupakan salah satu aspek penting yang perlu diperhatikan pelaku usaha selain kualitas produk dan pemasaran.

“Melalui kegiatan ini, kami berupaya mendampingi para pelaku usaha Miedes di Kalurahan Srihardono dalam proses pembuatan NIB agar usaha yang mereka jalankan memiliki legalitas. Kami menyadari bahwa produk dan pemasaran merupakan hal yang penting dalam pengembangan usaha, tetapi legalitas juga perlu diperhatikan sebagai salah satu dasar untuk mendukung keberlangsungan dan pengembangan usaha,” kata Abi.

Kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Romli Nur Hidayat dan Fitria ASA dari Dinas Koperasi tingkat provinsi. Salah satu materi yang disampaikan berkaitan dengan fasilitas yang dapat diperoleh pelaku UMKM melalui SiBakul setelah memiliki NIB.

Fasilitas tersebut meliputi pelatihan, akses pemasaran, serta layanan akses pengiriman berupa gratis ongkos kirim melalui SiBakul. Materi tersebut memberikan gambaran mengenai manfaat legalitas usaha dalam membuka akses terhadap berbagai fasilitas pendukung bagi pelaku UMKM.

Setelah pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Para pelaku UMKM antusias menyampaikan pertanyaan mengenai NIB dan legalitas usaha yang mereka jalankan. Sesi tersebut menjadi ruang bagi peserta untuk memperoleh penjelasan lebih lanjut mengenai proses legalisasi usaha.

Selanjutnya, mahasiswa memberikan pendampingan dalam pembuatan NIB melalui sistem Online Single Submission Risk Based Approach (OSS RBA). Pendampingan meliputi pembuatan akun OSS RBA, pengisian data usaha, hingga proses penerbitan NIB.

Kegiatan ditutup dengan sesi dokumentasi bersama. Melalui pelatihan dan pendampingan tersebut, pelaku UMKM Miedes di Kalurahan Srihardono memperoleh pemahaman mengenai pentingnya legalitas usaha serta informasi mengenai akses pemasaran dan layanan pengiriman yang dapat mendukung pengembangan usaha.

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Tim-MeRAMU-IMM-FEB-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-adakan-pelatihan-pembuatan-Nomor-Induk-Berusaha-NIB-Foto.-Tim-MeRAMU-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-10-01 10:32:482026-10-01 10:32:48Pelatihan Pembuatan NIB Dorong Legalitas dan Pengembangan UMKM Miedes di Srihardono

Deru Mesin Kemanusiaan: Saat Komunitas Motor UAD dan LazisMu UAD Antar 100 Tangki Air ke Pelosok Gunungkidul

01/10/2026/in MBKM, Terkini /by Ard

Penyaluran 100 tangki air bersih dari Universitas Ahmad Dahlan (UAD) di Gunungkidul (Foto. Humas UAD)

Suara deru knalpot motor berpadu dengan kepulan debu jalanan aspal perbukitan karst Saptosari, Gunungkidul. Pagi itu, Sabtu (26/9/2026), rombongan pengendara sepeda motor berjaket jingga tidak sekadar menikmati liukan jalan perbukitan selatan Yogyakarta. Di balik helm dan perlengkapan turing, terselip misi kemanusiaan untuk warga yang tengah dirundung dahaga panjang.

Rombongan tersebut merupakan kolaborasi antara Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Shadaqah Muhammadiyah Universitas Ahmad Dahlan (LazisMu UAD), Lembaga Pengembangan Studi Islam (LPSI)  UAD, serta komunitas BikersMu D’Orange UAD. Mengusung tajuk Touring & Sharing, rombongan bertolak dari kampus menuju Bundaran Planjan, Kapanewon Saptosari, guna menyalurkan 100 tangki air bersih bagi masyarakat terdampak kemarau.

Kehadiran Rektor UAD di tengah barisan pemotor menegaskan bahwa perjalanan ini bukan sekadar agenda komunitas, melainkan wujud tanggung jawab sosial sivitas akademika.

Musim kemarau 2026 kembali menempatkan sejumlah kawasan di Kabupaten Gunungkidul dalam bayang-bayang krisis air. Berdasarkan pemetaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul per Agustus 2026, setidaknya 12 kapanewon rentan dilanda kekeringan, termasuk kawasan perbukitan terjal seperti Gedangsari, Nglipar, hingga Tanjungsari. Bagi warga setempat, air tanah sulit dijangkau akibat struktur batuan gamping yang porous, sementara tampungan air hujan perlahan mengering. Membeli air tangki secara mandiri menjadi beban biaya tersendiri bagi dapur keluarga.

Melihat kondisi tersebut, LazisMu UAD bergerak cepat mengerahkan armada logistik air bersih. Sebanyak 100 tangki dialirkan langsung ke penampungan komunal dan tandon-tandon warga. Ketua LazisMu UAD, Sunu Prasetya Adi, S.E.Sy., M.E., menjelaskan, penyaluran air bersih menjadi salah satu bentuk bantuan yang paling relevan untuk merespons kebutuhan mendesak masyarakat selama periode kekeringan.

“Agar bantuan tidak salah alamat, LazisMu UAD menggandeng Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) di lima wilayah sasaran, yakni PCM Saptosari, Nglipar, Gedangsari, Ngawen, dan Tanjungsari. Struktur akar rumput inilah yang memetakan titik-titik tandon warga yang paling kritis dan belum tersentuh pasokan bantuan,” kata Sunu.

Ia menambahkan, keterlibatan struktur Muhammadiyah di tingkat cabang menjadi bagian penting agar kebutuhan riil dan lokasi penerima terverifikasi langsung oleh pihak yang paling paham kondisi warganya di lapangan.

Langkah ini bukan kali pertama dilakukan. Kiprah sosial lembaga filantropi kampus ini telah bergulir konsisten di Gunungkidul. Pada Oktober 2024, mereka mengirimkan 100 tangki air beserta beras ke Paliyan. Pada Agustus 2026 lalu, pasokan 100 tangki juga sukses didistribusikan ke Pringombo, Rongkop.

Setiap tetes air yang mengalir dari selang truk tangki ke bak penampungan warga berakar dari kontribusi nyata para pegawai dan dosen di lingkungan kampus UAD. Dana zakat, infak, dan sedekah yang dipotong secara berkala dikonversi menjadi bantuan fisik yang menyentuh urat nadi kebutuhan dasar masyarakat.

Bagi pihak kampus, menggandeng BikersMu D’Orange menjadi cara segar mendefinisikan aksi filantropi. Hobi berkendara tidak lagi berhenti pada kepuasan individu, melainkan berpadu dengan empati kolektif.

Perjalanan kemanusiaan di tanah berbatu ini belum usai. Tim LazisMu UAD memastikan terus memantau asesmen kebutuhan lapangan bersama mitra lokal. Selama kemarau belum beranjak dan tandon warga masih kering, deru mesin kepedulian dari Yogyakarta dipastikan akan terus melaju ke pelosok Gunungkidul. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Penyaluran-100-tangki-air-bersih-dari-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-di-Gunungkidul-Foto.-Humas-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-10-01 10:23:562026-10-01 10:23:56Deru Mesin Kemanusiaan: Saat Komunitas Motor UAD dan LazisMu UAD Antar 100 Tangki Air ke Pelosok Gunungkidul
Page 3 of 559‹12345›»

TERKINI

  • Mahasiswa UAD Hadirkan Mesin Extruder untuk UKM Putri 21 Gunungkidul14/10/2026
  • KKN UAD Edukasi Siswa SMP Muhammadiyah Piyungan tentang Pencegahan Bullying14/10/2026
  • Menjaga Hafalan 30 Juz di Tengah Padatnya Perkuliahan14/10/2026
  • UAD Terima Kunjungan Pimpinan Universitas Lancang Kuning13/10/2026
  • Perkuat Jejaring Internasional, Lima Dosen UAD Ikuti Academic Visit ke Beijing dan Chongqing, Tiongkok12/10/2026

PRESTASI

  • Mahasiswa UAD Raih Juara I Writing Contest FOMUNY 202612/10/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara III pada Kejurnas IX Senior-Junior Hapkido Indonesia 202630/09/2026
  • Tim Al Qorni UAD Raih Dua Gelar Juara di Ajang KMLI 202630/09/2026
  • Pustakawan UAD Raih Prestasi di IPI Awards DIY 202629/09/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara I Esai Nasional Ajang PIKIR 202629/09/2026

FEATURE

  • Meneladani Keteguhan dan Keluhuran Akhlak Rasulullah di Tengah Pemboikotan12/10/2026
  • Kesederhanaan yang Menjadi Pilihan Hidup Rasulullah06/10/2026
  • Runtuhkan Sekat Pembatas, Dekan FKIP UAD Tekankan Kolaborasi Pendidikan yang Berdampak28/09/2026
  • Menelusuri Hakikat dan Empat Tanda Kebahagiaan di Dunia15/09/2026
  • Memaknai Singkatnya Kehidupan dan Rahmat Berlimpah Menuju Surga10/09/2026

TENTANG | KRU | KONTAK | REKAPITULASI

Scroll to top