Belajar Tak Pernah Usai

Septia Amalia, lulusan terbaik Prodi PVTE Universitas Ahmad Dahlan (UAD) pada Wisuda Periode IV Tahun 2026 (Foto. Septia)
Bagi Septia Amalia, keberhasilan bukanlah garis akhir yang menandai selesainya sebuah perjalanan. Sebaliknya, setiap pencapaian adalah awal untuk terus belajar, bertumbuh, dan menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi orang lain.
Lulusan Terbaik Program Studi Pendidikan Vokasional Teknik Elektronika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,86 ini mengaku tidak pernah memandang predikat yang diraihnya sebagai tujuan akhir.
Selama menempuh pendidikan, Septia tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik. Ia juga aktif membangun pengalaman yang memperkaya kemampuan diri di luar ruang kuliah.
Di antara berbagai pengalaman tersebut, momen yang paling membekas justru bukan ketika menerima penghargaan, melainkan saat dipercaya menjadi narasumber dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat dan program Dahlan Muda Menginspirasi. Kesempatan itu memberinya ruang untuk berbagi pengetahuan sekaligus belajar menyampaikan gagasan di hadapan banyak orang.
Bagi Septia, kemampuan berbicara bukan sekadar keterampilan komunikasi, tetapi juga jembatan agar ilmu yang dimiliki dapat menjangkau lebih banyak orang.
Semangatnya untuk terus berkembang lahir dari keinginan sederhana, yakni membanggakan kedua orang tua dan memanfaatkan setiap kesempatan belajar sebaik mungkin.
Ia percaya bahwa setiap usaha yang dilakukan dengan sungguh-sungguh akan menemukan hasilnya pada waktu yang tepat. Di saat yang sama, ia juga mempersiapkan diri agar memiliki kompetensi yang mampu bersaing di dunia kerja setelah lulus.
Perjalanan menuju titik tersebut tentu tidak selalu mudah. Masa perkuliahan mempertemukannya dengan berbagai tanggung jawab yang datang secara bersamaan. Di satu sisi ia harus menyelesaikan tugas akhir, sementara di sisi lain ia tetap ingin aktif dalam organisasi, mengikuti pelatihan, dan mengembangkan kemampuan diri di luar kelas.
Alih-alih melihat kesibukan sebagai beban, Septia menjadikannya ruang belajar untuk mengenali kapasitas dirinya. Ia belajar bahwa setiap kesempatan memiliki nilai yang berbeda, dan setiap pengalaman selalu membawa pelajaran baru.
Baginya, proses bertumbuh bukan hanya tentang menyelesaikan banyak hal dalam waktu bersamaan, tetapi tentang keberanian untuk terus membuka diri terhadap pengalaman yang dapat membentuk karakter dan kompetensi.
Dalam menjaga prestasi, Septia memilih untuk membangun kebiasaan belajar secara bertahap. Ia tidak hanya berusaha memahami materi perkuliahan, tetapi juga aktif mengikuti berbagai pelatihan dan organisasi sebagai ruang untuk mengembangkan kemampuan nonakademik.
Menurutnya, konsistensi dan disiplin menjadi fondasi penting agar seseorang mampu terus berkembang tanpa kehilangan arah.
Di balik seluruh pencapaian tersebut, Septia menyadari bahwa keberhasilannya tidak diraih seorang diri. Ia menyampaikan rasa terima kasih kepada kedua orang tuanya yang tidak pernah berhenti mendoakan dan memberikan dukungan dalam setiap langkah.
Ia juga mengapresiasi para dosen pembimbing yang senantiasa memberikan arahan selama proses perkuliahan maupun penyelesaian tugas akhir, serta teman-teman yang selalu menghadirkan semangat untuk terus berkembang.
Selepas menyelesaikan pendidikan sarjana, Septia ingin memulai karier di bidang teknologi informasi. Ia berharap dapat terus meningkatkan kompetensi melalui pengalaman kerja, pelatihan, serta berbagai sertifikasi profesional.
Dalam jangka panjang, ia bercita-cita menjadi seorang profesional yang mampu berkontribusi dalam pengembangan teknologi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Ia berpesan, “Setiap pengalaman akan menjadi bekal yang berharga di masa depan,” ucapnya.
Di akhir perjalanan studinya, Septia menyadari bahwa pelajaran hidup yang paling berharga bukan hanya tentang keberhasilan, melainkan tentang kesediaan untuk terus belajar.
Ia percaya bahwa kerja keras, disiplin, dan konsistensi memang penting, tetapi yang membuat seseorang terus bertumbuh adalah kemauan untuk tidak berhenti memperbaiki diri. Sebab, setiap tantangan selalu membawa kesempatan baru. (Mawar)
