• TERKINI
  • UAD BERDAMPAK
  • PRESTASI
  • FEATURE
  • OPINI
  • MEDIA
  • KIRIM BERITA
  • Menu
News Portal of Universitas Ahmad Dahlan

Posts

Gelar Karya PPG UAD Pamerkan 30 Projek Kepemimpinan

30/10/2026/in Terkini /by Ard

Projek kepemimpinan pada gelar karya mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. PPG UAD)

Program Studi Pendidikan Profesi Guru (PPG) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) sukses melaksanakan Gelar Karya Projek Kepemimpinan Calon Guru Tahap 1 Tahun 2026, pada Rabu, 28 Oktober 2026 di Hall Gedung A.R. Fachrudin, Kampus IV UAD.

Gelar Karya ini mengusung tema “Calon Guru Pemimpin Perubahan Indonesia: Dari Ruang Kuliah ke Masyarakat” dan memamerkan hasil karya 284 mahasiswa yang terbagi dalam 30 kelompok. Kegiatan ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menunjukkan hasil penerapan pengetahuan dan keterampilan selama perkuliahan melalui proyek yang dilaksanakan di masyarakat pada Juli–Oktober 2026.

Melalui 30 kelompok proyek, mahasiswa mendapatkan pengalaman mengidentifikasi persoalan, merancang program, membangun kolaborasi, dan melaksanakan kegiatan sesuai kebutuhan masyarakat. Proses ini diharapkan membentuk calon guru yang kreatif, adaptif, serta mampu menghadirkan perubahan positif di lingkungan sekitarnya.

Ketua Prodi PPG FKIP UAD, Prof. Dr. Trikinasih Handayani, M.Si., menyampaikan bahwa gelar karya tersebut bertujuan memamerkan hasil Projek Kepemimpinan yang telah dilaksanakan mahasiswa di tengah masyarakat.

Dalam sambutannya sekaligus membuka acara, Wakil Dekan Bidang Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) dan Akademik FKIP UAD, Prof. Dr. Suyatno, M.Pd.I., menegaskan bahwa pengetahuan dan gagasan yang diperoleh mahasiswa di ruang kuliah perlu dikembangkan agar memberikan dampak lebih luas bagi masyarakat.

Menurutnya, perjalanan pendidikan selama dua semester merupakan bagian dari proses pembentukan kompetensi calon guru. Gelar Karya Projek Kepemimpinan menjadi salah satu tahapan penting menjelang penyelesaian pendidikan profesi guru sekaligus ruang untuk menunjukkan kebermaknaan proses pembelajaran.

Ia berharap gagasan yang berkembang melalui diskusi akademik tidak berhenti di ruang kelas, tetapi diwujudkan menjadi karya inovatif yang mampu menjawab persoalan nyata di masyarakat.

Karya-karya yang dipamerkan juga diharapkan dapat ditindaklanjuti dan dikembangkan sehingga manfaatnya tidak hanya dirasakan selama pelaksanaan proyek, tetapi berlanjut dalam jangka panjang.

Kepala Bidang Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus (PKLK) Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Tri Haryani, S.E., M.M., hadir mewakili Kepala Disdikpora DIY, Drs. Raden Suci Rohmadi, M.I.P.

Dalam sambutannya, Tri Haryani menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan gelar karya tersebut. Menurutnya, kegiatan ini merupakan wujud nyata upaya menghubungkan pembelajaran di perguruan tinggi dengan kebutuhan dan tantangan yang dihadapi masyarakat.

Tema “Dari Ruang Kuliah ke Masyarakat” dinilainya mencerminkan perpaduan gagasan, tindakan, dan solusi nyata yang dapat memberikan manfaat bagi lingkungan sosial.

Ia menambahkan bahwa calon guru perlu memiliki kompetensi pedagogis sekaligus jiwa kepemimpinan. Kemampuan berkolaborasi, kreativitas, dan kepekaan terhadap persoalan sosial menjadi bekal penting agar guru tidak hanya cakap secara akademis, tetapi juga mampu menggerakkan perubahan.

Pengalaman melalui Projek Kepemimpinan memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar mengenali persoalan, menyusun program, bekerja sama dengan berbagai pihak, serta memahami pentingnya keberlanjutan manfaat suatu kegiatan.

Implementasi Projek Kepemimpinan tersebut terlihat dari karya mahasiswa yang disesuaikan dengan kebutuhan sasaran program. Salah satunya ialah proyek kelompok B2 Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn). Perwakilan kelompok, Rahmatika Maulida, menjelaskan bahwa proyek mereka berfokus pada penumbuhan karakter kewarganegaraan (civic disposition) pada anak melalui Bhineka Ria.

“Kami bertujuan ingin menumbuhkan karakter civic disposition pada anak-anak. Jadi, sebelum gelar karya ini, kami sudah mempraktikkan media kami di TPA An-Nur,” katanya.

Menurutnya, proyek tersebut tidak hanya menjadi sarana penerapan pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan, tetapi juga memberikan pengalaman bagi mahasiswa dalam merancang dan melaksanakan program yang sesuai dengan kebutuhan sasaran. Melalui kegiatan ini, mahasiswa PPG turut mengasah kemampuan kepemimpinan sebagai bekal menjadi guru yang mampu menghadirkan pembelajaran bermakna dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Melalui penerapan proyek di masyarakat, mahasiswa PPG memperoleh pengalaman mengembangkan program yang tidak hanya menjadi bagian dari proses pembelajaran profesi, tetapi juga diarahkan untuk menjawab kebutuhan lingkungan. Berbagai karya yang dipamerkan diharapkan dapat dikembangkan lebih lanjut agar manfaatnya berkelanjutan bagi masyarakat. (Mei)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Projek-kepemimpinan-pada-gelar-karya-mahasiswa-Pendidikan-Profesi-Guru-PPG-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-PPG-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-10-30 13:46:572026-10-30 13:46:57Gelar Karya PPG UAD Pamerkan 30 Projek Kepemimpinan

FKIP UAD Gelar Pelepasan Calon Wisudawan Periode I 2026/2027

30/10/2026/in Terkini /by Ard

Pelepasan calon wisudawan FKIP Universitas Ahmad Dahlan (UAD) tahun 2026-2027 (Foto. FKIP UAD)

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar Pelepasan Calon Wisudawan dan Wisudawati Periode I Tahun Akademik 2026/2027 pada Selasa 27 Oktober 2026. Kegiatan berlangsung di Ruang Amphitarium, Kampus IV UAD.

Dalam sambutannya, Muh. Saeful Effendi, M.Pd.BI. menyampaikan bahwa perjalanan mahasiswa selama menempuh pendidikan memiliki dinamika dan tantangan masing-masing. Ia mengajak para calon wisudawan untuk mengambil hikmah dari setiap pengalaman yang telah dilalui. Mengutip lirik lagu Dewa 19, ia menyampaikan, “Manusia bisa terluka, manusia pasti menangis, dan manusia bisa mengambil hikmah.” Ia berharap para lulusan dapat menjalani tahap kehidupan selanjutnya dengan lancar.

Perwakilan calon wisudawati, Jenny Steven, turut merefleksikan perjuangan mahasiswa selama menjalani perkuliahan. Ia mengungkapkan bahwa proses menyelesaikan tugas, menghadapi presentasi, dan menjalani revisi menjadi bagian dari perjalanan yang tidak selalu mudah. “Meski sempat merasa lelah, kehilangan arah, atau bahkan ingin menyerah, tapi kita tetap memilih untuk terus melangkah,” katanya.

Jenny juga menyampaikan terima kasih kepada orang tua dan keluarga atas doa, kasih sayang, pengorbanan, serta dukungan yang diberikan selama masa studi. “Terima kasih atas doa, kasih sayang, pengorbanan, dan kepercayaan yang tidak pernah putus. Terima kasih telah menjadi tempat kami untuk berteduh”.

Ia turut mengapresiasi para dosen dan tenaga kependidikan UAD serta berharap persahabatan antarmahasiswa tetap terjaga meskipun kelak menempuh jalan yang berbeda.

Sementara itu, Wakil Dekan Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Al-Islam Kemuhammadiyahan, Dr. Suyatno, M.Pd.I., menyampaikan tiga pesan kepada para calon wisudawan, yaitu menjadi pembelajar sepanjang hayat, bersungguh-sungguh dalam meraih kesuksesan, dan menciptakan keberuntungan melalui usaha. Ia menekankan bahwa kelulusan bukanlah akhir dari proses belajar, terutama bagi lulusan FKIP yang akan berkiprah sebagai pendidik.

“Jadilah pembelajar sejati, jadilah pembelajar sepanjang hayat. Meskipun kuliah sudah lulus, semangat untuk terus belajar dan mengembangkan diri jangan pernah berhenti,” katanya. Ia menjelaskan bahwa perkembangan teknologi dan melimpahnya informasi menuntut calon pendidik untuk terus memperbarui pengetahuan serta meningkatkan kapasitas diri agar tidak tertinggal oleh perubahan zaman.

Selain terus belajar, Suyatno mengingatkan para lulusan agar bersungguh-sungguh dan bekerja keras dalam menghadapi persaingan serta memanfaatkan peluang yang tersedia. Ia juga menekankan bahwa keberuntungan perlu diupayakan melalui persiapan dan tindakan nyata, bukan sekadar menunggu kesempatan datang dengan sendirinya.

Melalui kegiatan pelepasan ini, para calon wisudawan FKIP UAD diharapkan mampu menjadikan pengalaman selama perkuliahan sebagai bekal untuk menghadapi tahap kehidupan berikutnya. (Dnd)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Pelepasan-calon-wisudawan-FKIP-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-tahun-2026-2027-Foto.-FKIP-UAD.png 434 800 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-10-30 13:37:462026-10-30 13:38:16FKIP UAD Gelar Pelepasan Calon Wisudawan Periode I 2026/2027

UAD dan UNJAYA Kembangkan Robot Pemilah Sampah Untuk Bangun Ekosistem Ekonomi Hijau Di Parangtritis Bantul

30/10/2026/in Terkini /by Ard

Gedung Ahmad Dahlan Kampus IV Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Humas UAD)

Upaya membangun ekosistem ekonomi hijau melalui pengelolaan sampah berbasis teknologi terus didorong di Parangtritis, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Melalui Program Kosabangsa, tim dari UNJAYA dan Universitas Ahmad Dahlan (UAD) mengembangkan program bertajuk “Membangun Ekosistem Ekonomi Hijau Melalui Komunikasi Risiko: Implementasi Robot Pemilah Sampah Guna Mendukung Pertanian Berkelanjutan di Parangtritis Bantul.”

Tim pelaksana UNJAYA dipimpin oleh Zennul Mubarrok, S.E., M.Acc., sedangkan tim pendamping UAD diketuai oleh Dr. Choirul Fajri, M.A. Kolaborasi ini menghubungkan kapasitas perguruan tinggi dalam pengembangan dan penerapan inovasi dengan kebutuhan masyarakat dalam pengelolaan sampah, edukasi lingkungan, serta penguatan praktik pertanian berkelanjutan.

Program ini dirancang untuk mengintegrasikan tiga unsur utama, yaitu penerapan robot pemilah sampah, komunikasi risiko, dan pemberdayaan masyarakat. Ketiganya saling melengkapi: teknologi membantu proses pemilahan, komunikasi risiko memperkuat pemahaman dan perubahan perilaku, sementara keterlibatan masyarakat menjadi fondasi bagi keberlanjutan pengelolaan sampah setelah kegiatan pendampingan selesai.

Robot Pemilah Sampah: Mendorong Pengelolaan yang Lebih Terarah

Robot pemilah sampah menjadi salah satu inovasi yang diperkenalkan dalam program ini. Teknologi tersebut diarahkan untuk membantu proses pemilahan berdasarkan karakteristik sampah sehingga pengelolaan lanjutan dapat dilakukan secara lebih tepat. Pemilahan yang baik merupakan langkah awal untuk memisahkan material yang masih dapat dimanfaatkan, material organik yang berpotensi diolah, dan residu yang memerlukan penanganan berbeda.

Dalam penerapannya, teknologi pemilahan perlu disesuaikan dengan kondisi lapangan, jenis sampah yang tersedia, kemampuan operator, serta prosedur keselamatan. Karena itu, pengenalan alat perlu disertai penjelasan cara kerja, praktik penggunaan, perawatan, dan pembagian peran pengelola. Pendekatan ini penting agar teknologi tidak berhenti sebagai peralatan, tetapi dapat menjadi bagian dari sistem pengelolaan sampah yang dijalankan masyarakat.

Pemanfaatan robot juga perlu ditempatkan sebagai bagian dari sistem yang lebih luas. Pengurangan sampah dari sumbernya, pemilahan sejak awal, pengangkutan yang teratur, serta pengolahan dan penyaluran material hasil pilah tetap menjadi unsur penting. Efektivitas program selanjutnya dapat ditinjau melalui indikator seperti jumlah sampah yang dipilah, tingkat ketepatan pemilahan, keterlibatan warga, dan keberlanjutan operasional alat.

Komunikasi Risiko sebagai Penggerak Partisipasi Masyarakat

Selain aspek teknologi, program ini menempatkan komunikasi risiko sebagai pendekatan penting untuk membangun pemahaman bersama mengenai dampak sampah yang tidak dikelola dengan baik. Komunikasi risiko membantu masyarakat mengenali potensi risiko terhadap kebersihan lingkungan, kualitas tanah dan air, kesehatan, serta kenyamanan ruang hidup. Pesan yang disampaikan perlu jelas, relevan dengan pengalaman sehari-hari, dan membuka ruang dialog sehingga masyarakat dapat menyampaikan pertanyaan maupun kebutuhan mereka.

Melalui edukasi dan pendampingan yang partisipatif, warga diharapkan memahami alasan pemilahan sampah perlu dilakukan, mengetahui langkah yang dapat diterapkan di rumah maupun lingkungan kelompok, serta mengenali cara menangani sampah sesuai jenisnya. Komunikasi yang baik bukan sekadar menyampaikan imbauan, melainkan membangun kepercayaan, mendengarkan pengalaman masyarakat, dan menyepakati tindakan yang realistis untuk dilakukan bersama.

Pendekatan ini juga menekankan bahwa keberhasilan inovasi tidak hanya bergantung pada kecanggihan alat. Pengetahuan, sikap, keterampilan, pembagian tanggung jawab, dan konsistensi perilaku masyarakat turut menentukan hasil. Karena itu, kegiatan komunikasi dan pendampingan perlu berjalan seiring dengan pengenalan teknologi serta pemantauan pelaksanaannya.

Menghubungkan Pengelolaan Sampah dengan Pertanian Berkelanjutan

Program ini juga mengangkat peluang hubungan antara pengelolaan sampah dan kegiatan pertanian. Sampah organik yang terpilah dan diolah dengan benar berpotensi menjadi kompos atau bahan pembenah tanah. Sementara itu, material anorganik yang masih bernilai dapat diarahkan ke jalur penggunaan kembali atau daur ulang. Dengan pengelolaan yang tepat, sebagian material yang sebelumnya dianggap tidak berguna dapat dimanfaatkan kembali dan mengurangi jumlah residu yang harus dibuang.

Pemanfaatan sampah untuk pertanian tetap memerlukan kehati-hatian. Tidak semua sampah organik dapat langsung diaplikasikan ke lahan, dan material yang tercemar bahan berbahaya harus dipisahkan. Pengolahan perlu memperhatikan kualitas bahan, kematangan kompos, serta praktik yang aman agar tidak menimbulkan dampak negatif bagi tanah, tanaman, maupun manusia.

Pendekatan tersebut sejalan dengan gagasan ekonomi sirkular, yaitu menjaga agar sumber daya dapat dimanfaatkan selama mungkin dan mengurangi timbulan limbah. Dalam konteks lokal, peluang ini dapat dikembangkan melalui kerja sama antara masyarakat, kelompok tani, pengelola sampah, dan pihak lain yang relevan. Potensi manfaat ekonomi perlu dinilai berdasarkan hasil nyata di lapangan, termasuk kualitas material, biaya pengolahan, dan ketersediaan pasar.

Kolaborasi Perguruan Tinggi dan Penguatan Kapasitas Lokal

Kolaborasi UNJAYA sebagai tim pelaksana dan UAD sebagai tim pendamping memperlihatkan peran perguruan tinggi dalam membawa pengetahuan dan inovasi lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat. Kerja bersama ini diharapkan tidak hanya menghasilkan penerapan teknologi, tetapi juga memperkuat kemampuan masyarakat untuk mengelola solusi secara mandiri dan berkelanjutan.

Pelaksanaan dan pengembangan program dapat melibatkan unsur pemerintah setempat, kelompok tani, karang taruna, serta kelompok masyarakat lain sesuai kebutuhan dan kesepakatan di lapangan. Keterlibatan para pihak penting untuk membangun tata kelola yang jelas, termasuk penanggung jawab operasional, jadwal pemeliharaan, alur pengumpulan sampah, pencatatan hasil pemilahan, dan mekanisme evaluasi.

Keberlanjutan program membutuhkan rencana setelah pendampingan, seperti penunjukan operator, penyediaan panduan penggunaan, pencatatan kinerja alat, serta kesepakatan mengenai pengelolaan hasil pilah. Dengan tata kelola yang jelas, teknologi dan pengetahuan yang diperkenalkan berpeluang memberi manfaat lebih panjang bagi masyarakat.

Menuju Ekosistem Ekonomi Hijau di Parangtritis

Melalui program bertajuk “Membangun Ekosistem Ekonomi Hijau Melalui Komunikasi Risiko: Implementasi Robot Pemilah Sampah Guna Mendukung Pertanian Berkelanjutan di Parangtritis Bantul”, tim UNJAYA dan UAD mendorong pendekatan yang menyatukan teknologi, pengetahuan, dan partisipasi masyarakat. Fokusnya bukan semata-mata pada penggunaan robot, melainkan pada pembentukan kebiasaan memilah sampah, peningkatan pemahaman risiko, dan penciptaan peluang pemanfaatan sumber daya secara bertanggung jawab.

Ke depan, hasil program perlu terus ditinjau melalui bukti pelaksanaan dan indikator yang dapat diukur, seperti jumlah warga yang terlibat, kemampuan operator, volume serta jenis sampah yang berhasil dipilah, pemanfaatan hasil pengolahan, dan keberlangsungan penggunaan teknologi. Pengukuran tersebut akan membantu tim dan masyarakat mengetahui capaian, mengidentifikasi kendala, serta menentukan perbaikan yang diperlukan.

Melalui sinergi perguruan tinggi dan masyarakat, program ini diharapkan menjadi salah satu langkah untuk memperkuat praktik pengelolaan sampah yang lebih tertata, mendorong pertanian yang memperhatikan keberlanjutan lingkungan, serta membuka ruang tumbuhnya inisiatif ekonomi hijau berbasis potensi lokal di Parangtritis, Bantul.

Tentang Program Kosabangsa

Program Kosabangsa merupakan program kolaborasi perguruan tinggi yang mendorong pemanfaatan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi untuk membantu menjawab kebutuhan masyarakat. Dalam kegiatan di Parangtritis, program berfokus pada implementasi robot pemilah sampah, komunikasi risiko, dan dukungan terhadap pertanian berkelanjutan sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem ekonomi hijau. (doc/dnd)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Gedung-Ahmad-Dahlan-Kampus-IV-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Humas-UAD-1.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-10-30 13:25:432026-10-30 13:25:43UAD dan UNJAYA Kembangkan Robot Pemilah Sampah Untuk Bangun Ekosistem Ekonomi Hijau Di Parangtritis Bantul

Menanggapi Musibah dari Perspektif Islam

30/10/2026/in Feature /by Ard

Kajian Rutin Ahad Pagi Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Mei)

Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar Kajian Rutin Ahad Pagi pada Minggu, 18 Oktober 2026. Kajian ini mengangkat tema “Cara Muslim Menyikapi Bencana” dengan menghadirkan Ustaz Qaem Aulassyahied, S.Th.I., M.Ag. sebagai pemateri.

Dalam kajian tersebut, beliau menjelaskan bahwa ujian merupakan bagian dari kehidupan setiap orang yang beriman dan memeluk Islam. Keimanan seseorang tidak hanya diukur melalui pengakuan lisan dan keyakinan hati, tetapi juga melalui amal perbuatan dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan.

“Allah tidak akan mengukur keberimanan seseorang dari ikrarnya melalui lisan, melalui hati, tetapi Allah juga perlu pembuktian. Semakin beriman dan bertakwa seseorang, maka semakin besar peluang dia merasakan ujian yang lebih berat di hidup ini,” ujarnya.

Rasulullah saw. mengingatkan bahwa para nabi merupakan golongan yang mendapatkan ujian paling berat, kemudian orang-orang saleh setelahnya. Hal ini menjadi pengingat bahwa kesulitan hidup tidak serta-merta menunjukkan lemahnya iman atau berkurangnya kasih sayang Allah kepada hamba-Nya.

Ujian dapat hadir dalam berbagai bentuk, mulai dari kesulitan ekonomi, kehilangan orang terkasih, penyakit, hingga bencana alam. Dalam menghadapi keadaan tersebut, umat Islam hendaknya menyikapi musibah sesuai dengan tuntunan Al-Qur’an dan sunah Rasulullah saw., bukan dengan berputus asa atau menyalahkan orang yang terdampak.

Ustaz Qaem menjelaskan bahwa musibah yang menimpa orang beriman dapat memiliki beberapa fungsi. Pertama, musibah dapat menjadi teguran atas kesalahan yang dilakukan manusia. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an Surah Ar-Rum ayat 41 bahwa kerusakan di darat dan laut dapat terjadi akibat perbuatan manusia. Melalui keadaan tersebut, manusia diharapkan melakukan introspeksi dan memperbaiki perilakunya.

Kedua, musibah dapat menjadi jalan penghapusan dosa. Beliau mengutip hadis riwayat Bukhari yang menjelaskan bahwa keletihan, kesedihan, penyakit, hingga gangguan sekecil apa pun yang menimpa seorang muslim dapat menjadi sebab dihapuskannya sebagian kesalahan.

Ketiga, musibah yang berujung pada kematian dapat menjadi jalan memperoleh kemuliaan di sisi Allah bagi orang-orang yang memenuhi kriteria syahid sebagaimana dijelaskan dalam hadis Rasulullah saw.

“Bagaimana mungkin kita mengatakan orang yang orang beriman yang terkena musibah itu diazab oleh Allah. Padahal di dalam Alquran untuk umat Nabi Muhammad, musibah itu bisa jadi sebagai teguran, sebagai bentuk kasih sayang, musibah itu sebagai bentuk menghilangkan dosa, bahkan ada musibah sebagai bentuk mendapatkan surga,” katanya.

Oleh karena itu, Ustaz Qaem mengingatkan jemaah agar tidak mudah mengaitkan musibah yang dialami seseorang dengan dosa atau kemaksiatan. Setiap musibah memiliki hikmah yang tidak selalu dapat diketahui manusia. Sikap menghakimi justru dapat menambah beban bagi mereka yang sedang menghadapi kesulitan.

Selain itu, umat Islam perlu membangun sikap husnuzan atau berprasangka baik kepada Allah. Keyakinan bahwa Allah Maha Pengasih dan Maha Penyayang menjadi landasan untuk tetap menjaga harapan, bersyukur atas nikmat yang masih dimiliki, serta bersabar ketika menghadapi keadaan yang tidak sesuai dengan keinginan.

Beliau juga menekankan pentingnya saling menolong dalam menghadapi musibah. Menurutnya, tidak semua orang mampu menghadapi kesedihan dan kehilangan dengan kekuatan yang sama. Karena itu, dukungan dan kepedulian dari orang-orang di sekitarnya diperlukan agar mereka dapat bangkit dan melewati masa sulit.

Melalui kajian ini, jemaah diajak untuk memandang musibah sebagai kesempatan melakukan introspeksi, memperkuat keimanan, dan menumbuhkan kepedulian terhadap sesama. Dengan menjaga prasangka baik kepada Allah, menguatkan kesabaran, serta mengedepankan semangat tolong-menolong, umat Islam diharapkan mampu menghadapi berbagai ujian kehidupan sesuai dengan tuntunan agama. (Mei)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Kajian-Rutin-Ahad-Pagi-Masjid-Islamic-Center-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Mei.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-10-30 13:17:512026-10-30 13:17:51Menanggapi Musibah dari Perspektif Islam

Mahasiswa PBI UAD Raih Juara I Seni Beregu Putri di POMDA DIY 2026

29/10/2026/in Prestasi /by Ard

Mahasiswa Prodi PBI Universitas Ahmad Dahlan (UAD) raih juara I seni beregu putri di POMDA DIY 2026 (Foto. Istimewa)

Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Azkia Nazhimaturrahmah, berhasil meraih juara I kategori seni beregu putri dalam Pekan Olahraga Mahasiswa Daerah (POMDA) DIY 2026. Kompetisi tingkat provinsi ini berlangsung pada 18–21 Oktober 2026 di Auditorium Universitas Pembangunan Negeri (UPN) Veteran Yogyakarta dan diikuti oleh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Azkia merupakan salah satu atlet Tapak Suci UAD yang terpilih oleh pelatih untuk mengikuti kompetisi tersebut. POMDA DIY 2026 diselenggarakan oleh Bapopda dengan rangkaian kegiatan yang meliputi pembukaan, pertandingan babak penyisihan, semifinal, final, hingga penutupan dan pembagian hadiah.

Sebelum mengikuti kompetisi, Azkia bersama atlet lainnya menjalani latihan rutin sebagai persiapan. Selain itu, para atlet juga mengikuti karantina selama dua hari sebelum hari pertama pertandingan untuk mempersiapkan diri menghadapi kompetisi.

Azkia mengungkapkan bahwa keikutsertaannya dalam POMDA DIY 2026 menjadi kesempatan untuk mengembangkan kemampuan sekaligus memperluas pengalaman berkompetisi. “Alasan saya mengikuti kegiatan ini karena POMDA merupakan ajang yang bergengsi di kalangan mahasiswa. Saya merasa kegiatan ini dapat menjadi awal yang baik untuk memperluas jangkauan prestasi,” katanya.

Ia juga berharap pengalaman tersebut dapat menjadi motivasi untuk terus belajar dan meraih pencapaian selama menempuh pendidikan di UAD. “Semoga perlombaan ini menjadi batu loncatan bagi saya untuk terus memperdalam ilmu dan memperbanyak prestasi selama di UAD kelak,” ujar Azkia.

Menurut Azkia, lingkungan kompetisi di kalangan mahasiswa juga dapat membentuk karakter yang lebih mandiri dan disiplin. Prestasi juara I kategori seni beregu putri ini menjadi pencapaian yang membanggakan sekaligus diharapkan dapat memotivasi Azkia untuk terus mengembangkan diri dan meraih prestasi lainnya selama berkuliah di UAD. (Juni)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-Prodi-PBI-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-raih-juara-I-seni-beregu-putri-di-POMDA-DIY-2026-Foto.-Istimewa.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-10-29 13:48:272026-10-29 13:48:27Mahasiswa PBI UAD Raih Juara I Seni Beregu Putri di POMDA DIY 2026

HISKI Komisariat UAD Raih Dua Penghargaan dalam KIK ke-35 HISKI

29/10/2026/in Terkini /by Ard

HISKI Komisariat Universitas Ahamad Dahlan (UAD) raih dua penghargaan dalam KIK ke-35 HISKI (Foto. HISKI UAD)

Himpunan Sarjana-Kesusastraan Indonesia (HISKI) Komisariat Universitas Ahmad Dahlan (UAD) meraih dua penghargaan dalam Konferensi Internasional Kesusastraan (KIK) ke-35 HISKI yang diselenggarakan di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) pada 26–27 Oktober 2026.

Dua penghargaan tersebut meliputi Piagam Penghargaan atas pengelolaan organisasi dan partisipasi aktif dalam menyebarkan gagasan serta meningkatkan literasi dan apresiasi sastra masyarakat, serta penghargaan berupa Dana Stimulan sebagai dukungan untuk meningkatkan kegiatan literasi dan apresiasi sastra di masyarakat.

Ketua HISKI Komisariat UAD, Dr. Yosi Wulandari, M.Pd., mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas penghargaan dari pengurus HISKI Pusat. Menurutnya, penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi sekaligus motivasi bagi HISKI Komisariat UAD untuk terus mengembangkan organisasi dan memperluas kontribusi dalam bidang kesusastraan.

“Penghargaan ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus menjaga komitmen dalam mengembangkan organisasi, menyebarluaskan gagasan kesusastraan, serta meningkatkan literasi dan apresiasi sastra di masyarakat. Kami memandang capaian ini bukan semata-mata sebagai pengakuan atas upaya yang telah dilakukan, tetapi juga sebagai dorongan untuk terus menghadirkan program-program yang bermanfaat dan berdampak lebih luas,” ujarnya.

Ia juga berharap dukungan Dana Stimulan yang diterima dapat dimanfaatkan untuk memperkuat program-program literasi dan apresiasi sastra yang melibatkan masyarakat. Melalui kegiatan yang berkelanjutan dan kolaboratif, HISKI Komisariat UAD diharapkan dapat semakin mendekatkan sastra kepada berbagai kelompok masyarakat.

Piagam penghargaan yang diterima mencerminkan apresiasi terhadap upaya HISKI Komisariat UAD dalam mengelola organisasi dan berpartisipasi aktif dalam pengembangan kesusastraan. Berbagai kegiatan yang berorientasi pada penyebaran gagasan sastra, literasi, dan apresiasi karya sastra menjadi bagian penting dari kontribusi organisasi tersebut.

Sementara itu, Dana Stimulan diharapkan dapat mendukung pengembangan kegiatan yang lebih inovatif, memperluas jangkauan program, serta membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak. Dukungan ini menjadi kesempatan bagi HISKI Komisariat UAD untuk memperkuat peran sastra sebagai bagian dari kehidupan sosial dan budaya masyarakat.

KIK ke-35 HISKI menjadi forum pertemuan akademisi, peneliti, sastrawan, dan pegiat sastra untuk bertukar gagasan serta memperkuat kontribusi kesusastraan Indonesia dalam dinamika sastra global. Partisipasi dalam kegiatan ini juga menjadi ruang untuk memperluas jejaring dan membangun kolaborasi dalam pengembangan kesusastraan.

Perolehan dua penghargaan tersebut menjadi momentum bagi HISKI Komisariat UAD untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan organisasi, memperluas kemitraan, dan menghadirkan program literasi serta apresiasi sastra yang berkelanjutan. Dengan semangat kolaborasi, HISKI Komisariat UAD berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam mengembangkan kehidupan sastra dan menumbuhkan apresiasi masyarakat terhadap karya-karya sastra Indonesia. (Mei)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/HISKI-Komisariat-Universitas-Ahamad-Dahlan-UAD-raih-dua-penghargaan-dalam-KIK-ke-35-HISKI-Foto.-HISKI-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-10-29 13:40:402026-10-29 13:40:40HISKI Komisariat UAD Raih Dua Penghargaan dalam KIK ke-35 HISKI

FKIP UAD Gelar Perdana Sidang Promosi Doktor

29/10/2026/in Terkini /by Ard

Sidang Promosi Doktor mahasiswa angkatan pertama Prodi Pendidikan Program Doktor Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Humas UAD)

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) meluluskan doktor pertama dari Program Studi Pendidikan Program Doktor (PPD). Agus Darwanto, Lc., M.Pd., berhasil mempertahankan disertasinya dalam Sidang Promosi Doktor yang digelar pada Kamis, 29 Oktober 2026, di Ruang Educators Hall Lantai 7, Kampus IV UAD.

Agus Darwanto mempresentasikan disertasi yang berjudul “Pemetaan Model Manajemen Boarding School untuk Meningkatkan Aksesibilitas dan Kualitas Peserta Didik”. Penelitian tersebut berfokus pada pengembangan model manajemen boarding school di Kabupaten Cilacap untuk meningkatkan aksesibilitas pendidikan sekaligus mempertahankan kualitas peserta didik.

Dalam disertasinya, Agus Darwanto menemukan adanya paradoks antara rendahnya aksesibilitas akibat biaya mahal dan kekhawatiran penurunan kualitas jika akses diperluas bagi kalangan duafa. Melalui pendekatan kualitatif dan pengujian purwarupa di Kabupaten Cilacap, penelitian ini menghasilkan kebaruan berupa model Partnership Community-Based Management (PCM/PCA) yang menjadikan komunitas sebagai mitra strategis (co-manager), di mana model ini terbukti sukses menjembatani kesenjangan tersebut, meningkatkan jumlah siswa serta prestasi, sekaligus berfungsi sebagai lingkungan pendidikan restoratif bagi siswa bermasalah tanpa menurunkan standar mutu.

Sidang promosi doktor ini dipimpin oleh Prof. Dr. Ir. Dwi Sulisworo, M.T. selaku Ketua Sidang. Adapun tim penguji terdiri atas Prof. Dr. Anik Gufron, M.Pd. yang berasal dari Universitas Negeri Yogyakarta sebagai penguji pertama dan Dr. Hendro Widodo, M.Pd.  sebagai penguji kedua. Sementara itu, promotor Agus Purwanto adalah Prof. Dr. Rully Charitas Indra Prahmana, M.Pd. dan Dr. Ani Susanti, M.Pd., BI. sebagai co-promotor.

Prosesi selanjutnya yakni pernyataan berita acara yang dibacakan oleh ketua sidang. Berdasarkan hasil penilaian dewan penguji, Agus Darwanto resmi dinyatakan lulus dengan nilai sidang A dan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,97 serta berhasil meraih predikat “Dengan Pujian”.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Dr. Rully Charitas Indra Prahmana, M.Pd., menyampaikan ucapan selamat atas keberhasilan Agus Darwanto menyelesaikan pendidikan doktoralnya dengan tepat waktu.

“Kami juga berharap saudara senantiasa menjaga nama baik Universitas Ahmad Dahlan serta menjunjung tinggi nilai-nilai dan semangat persyarikatan Muhammadiyah,” ujarnya.

Kelulusan Agus Darwanto menjadi pencapaian bersejarah bagi FKIP UAD sebagai doktor pertama yang diluluskan melalui Program Studi Pendidikan Program Doktor. Capaian ini sekaligus menandai kontribusi program doktor tersebut dalam pengembangan ilmu pendidikan dan penguatan kualitas pengelolaan lembaga pendidikan. (Mei)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Sidang-Promosi-Doktor-mahasiswa-angkatan-pertama-Prodi-Pendidikan-Program-Doktor-Fakultas-Keguruan-dan-Ilmu-Pendidikan-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Humas-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-10-29 13:34:422026-10-29 13:34:42FKIP UAD Gelar Perdana Sidang Promosi Doktor

UAD Tuan Rumah Sosialisasi Implementasi Kampus Hijau

29/10/2026/in Terkini /by Ard

 

Sosialisasi Implementasi Kampus Hijau oleh KLHBPLH Republik Indonesia di Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Humas UAD)

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menjadi tuan rumah kegiatan Sosialisasi Implementasi Kampus Hijau yang diselenggarakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) Republik Indonesia bekerja sama dengan Majelis Lingkungan Hidup (MLH) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah dan WWF-Indonesia, Kamis 29 Oktober 2026. Kegiatan ini menjadi upaya mendorong penerapan pengelolaan sampah yang bertanggung jawab di lingkungan perguruan tinggi.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Deputi Bidang Pengelolaan Sampah, Limbah dan B3 (PSLB3) KLH/BPLH Vinda Damayanti Ansjar, Staf Khusus Menteri LH Bidang Komunikasi Strategis dan Informasi Publik Yasmin Muntaz, Direktur Pengurangan Sampah dan Pengembangan Ekonomi Sirkular Agus Rusly, Rektor UAD Prof. Dr. Muchlas, M.T., perwakilan MLH PP Muhammadiyah dan WWF-Indonesia, serta pimpinan sembilan perguruan tinggi di Yogyakarta. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut kerja sama KLH/BPLH dan MLH PP Muhammadiyah tentang sinergitas program pengelolaan sampah di lingkungan Muhammadiyah, yang turut diperkuat melalui program pengurangan pencemaran plastik oleh WWF-Indonesia.

Dalam sambutannya, Rektor UAD Prof. Dr. Muchlas, M.T., menyampaikan apresiasi kepada KLH/BPLH atas inisiatif penyelenggaraan kegiatan tersebut. Ia berharap sosialisasi ini dapat menjadi langkah awal bagi perguruan tinggi untuk memperkuat upaya pengurangan sampah. “Mudah-mudahan melalui forum ini nanti kita bisa memperoleh gambaran yang lebih operasional bagaimana kita bisa melaksanakan program pembebasan kampus kita dari sampah ini,” ujarnya.

Wakil Ketua I MLH PP Muhammadiyah Dr. Gatot Supangkat, M.P., IPM., ASEAN Eng. menekankan pentingnya membangun hubungan yang harmonis dengan lingkungan, salah satunya melalui pengelolaan sampah. Ia mengaitkan upaya tersebut dengan gerakan Muhammadiyah Menyejukkan Bumi dan Panduan Hidup Islami Warga Muhammadiyah (PHIWM), yang memuat tuntunan perilaku warga Muhammadiyah dalam menjaga kebersihan serta lingkungan hidup. “Bagaimana bersahabat dengan lingkungan, salah satunya adalah kita menghargai sampah,” katanya.

Gatot juga menyoroti pentingnya pendidikan dalam membangun kesadaran dan mengubah perilaku masyarakat terhadap lingkungan. Menurutnya, perubahan perilaku perlu dimulai dengan perubahan pola pikir yang dibentuk melalui pendidikan, kemudian diwujudkan dalam tindakan nyata. “Satu-satunya cara untuk mengubah perilaku itu harus mengubah mindset. Dan mengubah mindset itu hanya satu caranya, melalui pendidikan. Tak ada yang lain,” tuturnya.

Sementara itu, Deputi Bidang PSLB3 KLH/BPLH Vinda Damayanti Ansjar menegaskan bahwa penyelesaian persoalan sampah tidak dapat terus berfokus pada pendekatan kumpul-angkut-buang. Ia mendorong perubahan menuju pengelolaan sampah dari hulu melalui prinsip kurangi-pilah-olah serta pemanfaatan kembali sampah sebagai sumber daya bernilai ekonomi. Pendekatan tersebut diharapkan dapat mengurangi timbulan sampah sekaligus membangun kebiasaan pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab.

Vinda juga menekankan bahwa perguruan tinggi memiliki posisi strategis dalam membentuk karakter calon pemimpin masa depan. Menurutnya, penerapan kampus hijau tidak cukup hanya dengan menghijaukan taman atau menyediakan tempat sampah, tetapi perlu mencakup perubahan kebijakan, operasional, dan kebiasaan seluruh warga kampus. Kebiasaan memilah sampah dan membawa wadah guna ulang diharapkan dapat diterapkan mahasiswa hingga mereka terjun ke masyarakat dan dunia kerja.

Melalui kegiatan ini, perguruan tinggi di Yogyakarta diharapkan dapat memperkuat kolaborasi dalam mewujudkan kampus hijau melalui pengurangan, pemilahan, dan pengolahan sampah serta penggunaan kembali barang yang masih layak. Sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, organisasi masyarakat, dan mitra lingkungan diharapkan dapat mendorong perubahan perilaku secara berkelanjutan sekaligus memperkuat praktik pengelolaan sampah yang bertanggung jawab di lingkungan pendidikan. (Dnd)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Sosialisasi-Implementasi-Kampus-Hijau-oleh-KLHBPLH-Republik-Indonesia-di-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Humas-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-10-29 13:23:572026-10-29 13:23:57UAD Tuan Rumah Sosialisasi Implementasi Kampus Hijau

UAD Beri Penghargaan bagi Dokter Baru Berprestasi pada Sumpah Dokter Periode V

27/10/2026/in Terkini /by Ard

Fakultas Kedokteran Universitas Ahmad Dahlan (UAD) memberi penghargaan kepada dokter baru dengan IPK dan nilai tertinggi pada UKMPPD (Foto. Humas UAD)

Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menyerahkan penghargaan kepada dokter baru dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) terbaik serta nilai tertinggi pada Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter (UKMPPD). Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Dekan FK UAD, dr. Moch. Junaidy Heriyanto, Sp.B-ET, FINACS, dalam acara Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Dokter Periode V pada Kamis, 22 Oktober 2026.

Penghargaan IPK terbaik I diraih oleh dr. Daffa Kusuma Zain dengan IPK 3,89, putra Bapak Machmud dan Ibu Kusmiyati asal Jakarta. Sementara itu, IPK terbaik II diraih oleh dr. Dinda Ian Elistiana dengan IPK 3,87, putri Bapak Sanyata dan Ibu Triningsih Rahayu asal Gunungkidul.

Adapun IPK terbaik III diraih oleh dua dokter baru yang memperoleh perolehan IPK sama, yakni 3,84. Keduanya adalah dr. Muhammad Farhan Prasetyawan (putra Bapak Joko Priono dan Ibu Cempaka Thursina Srie Setyaningrum asal Sleman) serta dr. Rifkinda Zakiarahman (putra Bapak Dedi Pramono dan Ibu Sri Muhayanah asal Yogyakarta).

Pada pelaksanaan UKMPPD, nilai Computer Based Test (CBT) tertinggi diraih oleh dr. Tsaqif Wijaya Putra dengan nilai 96, putra Bapak Aris Saputro dan Ibu Nurul Fatimah Wijayanti asal Sleman. Sementara itu, nilai Objective Structured Clinical Examination (OSCE) tertinggi diraih oleh dr. Dinda Ian Elistiana dengan perolehan nilai 90,15.

Dalam laporan akademiknya, Kepala Program Studi Pendidikan Profesi Dokter FK UAD, dr. Barkah Djaka Purwanto, Sp.PD-KGH, Subsp.GH(K), FINASIM, memaparkan bahwa rerata IPK dokter baru periode ini mencapai 3,74. Seluruh 29 dokter baru juga dinyatakan lulus 100 persen dalam UKMPPD, dengan rerata nilai CBT mahasiswa FK UAD mencapai 86,17, di atas rerata nasional sebesar 82,8.

Saat nama para penerima penghargaan dipanggil, orang tua dan wali dari dokter baru yang bersangkutan turut berdiri di tempat masing-masing untuk memberikan apresiasi.(Septia)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Fakultas-Kedokteran-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-memberi-penghargaan-kepada-dokter-baru-dengan-IPK-dan-nilai-tertinggi-pada-UKMPPD-Foto.-Humas-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-10-27 08:02:202026-10-27 08:02:20UAD Beri Penghargaan bagi Dokter Baru Berprestasi pada Sumpah Dokter Periode V

Gelar Dokter adalah Awal dari Pengabdian

27/10/2026/in Feature /by Ard

Perwakilan mahasiswa pada Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Dokter Periode V Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Humas UAD)

Perwakilan dokter baru, dr. Dinda Ian Elistiana, dan perwakilan orang tua, dr. Tri Widodo, Sp.PD., Subsp.GH(K), FINASIM., menyampaikan kesan dan pesan dalam Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Dokter Periode V Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) pada Kamis, 22 Oktober 2026. Keduanya mengingatkan bahwa gelar dokter bukanlah akhir dari sebuah perjuangan, melainkan awal dari pengabdian.

Dalam pidatonya, Dinda mengenang masa preklinik yang diisi dengan menghafal istilah medis yang sulit diucapkan, hingga masa koas yang mengajarkan bahwa di balik setiap rekam medis terdapat kehidupan dan di setiap pasien ada seseorang yang dicintai. Ia juga menyinggung malam-malam jaga serta berbagai acara keluarga yang hanya dapat disaksikan melalui layar gawai.

Dinda berterima kasih kepada orang tua atas doa dan kekhawatiran yang sering disembunyikan. Ia turut menyampaikan apresiasi kepada para dosen dan pembimbing yang tidak hanya mengajarkan cara mengenali penyakit, tetapi juga cara memperlakukan seorang manusia dengan baik.

“Hari ini sumpah dokter yang kami ucapkan bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan awal dari sebuah tanggung jawab yang jauh lebih besar,” tegasnya. Ia menutup pidatonya dengan memohon doa agar langkah para dokter baru senantiasa dijaga dan niat pengabdian mereka diluruskan.

Sementara itu, perwakilan orang tua dokter baru menyampaikan rasa bangga dan haru atas dimulainya pengabdian anak-anak mereka sebagai tenaga medis. “Hari ini adalah hari yang sangat istimewa bagi kami. Ada kebahagiaan yang sulit diungkapkan, ada rasa bangga yang memenuhi dada, serta air mata yang coba kami tahan,” ujarnya. Ia mengucapkan terima kasih kepada UAD, FK UAD, para dosen, pembimbing S1 dan pembimbing klinis di rumah sakit pendidikan, perawat, tenaga administrasi, serta para pasien yang telah membimbing anak-anak mereka.

Senada dengan Dinda, dr. Tri mengingatkan bahwa pasien bukanlah sekadar kode diagnosis atau objek pengobatan, melainkan membawa harapan besar keluarga akan kesembuhan. “Namun, hati nurani harus selalu disertakan dalam setiap karya kalian,” tegasnya. Ia juga mengajak para dokter baru untuk senantiasa menjaga nama baik almamater melalui prestasi dan budi pekerti yang luhur.

Menutup sambutannya, dr. Tri memanjatkan doa agar anak-anak mereka kelak menjadi dokter yang beriman, berakhlak karimah, berilmu, dan mengutamakan kemanusiaan. Ia juga berdoa agar sumpah yang telah diucapkan senantiasa dijaga di hadapan Allah Swt.(Septia)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Perwakilan-mahasiswa-pada-Pelantikan-dan-Pengambilan-Sumpah-Dokter-Periode-V-Fakultas-Kedokteran-FK-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Humas-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-10-27 07:54:242026-10-27 07:54:24Gelar Dokter adalah Awal dari Pengabdian
Page 1 of 600123›»

TERKINI

  • Gelar Karya PPG UAD Pamerkan 30 Projek Kepemimpinan30/10/2026
  • FKIP UAD Gelar Pelepasan Calon Wisudawan Periode I 2026/202730/10/2026
  • UAD dan UNJAYA Kembangkan Robot Pemilah Sampah Untuk Bangun Ekosistem Ekonomi Hijau Di Parangtritis Bantul30/10/2026
  • HISKI Komisariat UAD Raih Dua Penghargaan dalam KIK ke-35 HISKI29/10/2026
  • FKIP UAD Gelar Perdana Sidang Promosi Doktor29/10/2026

PRESTASI

  • Mahasiswa PBI UAD Raih Juara I Seni Beregu Putri di POMDA DIY 202629/10/2026
  • Tim Voli Putri UAD Raih Juara III Liga Voli Mahasiswa 202615/10/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara II Math Essay Competition Nasional15/10/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara I Writing Contest FOMUNY 202612/10/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara III pada Kejurnas IX Senior-Junior Hapkido Indonesia 202630/09/2026

FEATURE

  • Menanggapi Musibah dari Perspektif Islam30/10/2026
  • Gelar Dokter adalah Awal dari Pengabdian27/10/2026
  • Menjadi Orang Tua Dimulai Sebelum Anak Hadir26/10/2026
  • Meneladani Keteguhan dan Keluhuran Akhlak Rasulullah di Tengah Pemboikotan12/10/2026
  • Kesederhanaan yang Menjadi Pilihan Hidup Rasulullah06/10/2026

TENTANG | KRU | KONTAK | REKAPITULASI

Scroll to top