• TERKINI
  • UAD BERDAMPAK
  • PRESTASI
  • FEATURE
  • OPINI
  • MEDIA
  • KIRIM BERITA
  • Menu
News Portal of Universitas Ahmad Dahlan

Posts

Prodi Magister Informatika UAD Gelar Pelatihan Penggunaan Teknologi Digital yang Aman dan Bijak

16/10/2026/in Terkini /by Ard

Prodi Magister Informatika Universitas Ahmad Dahlan (UAD) gelar pelatihan penggunaan teknologi digital (Foto. Istimewa)

Program Studi (Prodi) Magister Informatika Universitas Ahmad Dahlan (UAD) sukses menyelenggarakan Program Pemberdayaan Umat (Prodamat) yang bertema “Pelatihan Pendampingan Anak dalam Penggunaan Teknologi Digital secara Aman dan Bijak melalui Pemanfaatan Google Family Link”. Kegiatan ini berlangsung di SD Muhammadiyah Karangploso pada Sabtu, 10 Oktober 2026, dan diikuti 31 anggota Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah Sitimulyo Timur.

Dalam sambutannya, Hj. Siti Fadilah, M.Pd., selaku Ketua Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah Sitimulyo Timur, menyampaikan rasa senang dan terima kasih kepada tim UAD atas terselenggaranya kegiatan ini. Menurutnya, pelatihan ini sangat bermanfaat karena membekali para ibu dengan pengetahuan untuk mendampingi anak dalam menggunakan teknologi digital secara aman dan bijak. Ia berharap seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh dan menerapkan ilmunya di rumah, serta berharap kerja sama dengan UAD dapat terus berlanjut.

Dosen UAD, Ir. Herman Yuliansyah, S.T., M.Eng., Ph.D., yang turut memberikan sambutan. Ia menyampaikan terima kasih atas sambutan hangat Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah Sitimulyo Timur dan menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk pengabdian Prodi Magister Informatika kepada masyarakat. Ia juga mengajak para peserta mengikuti kegiatan dengan baik dan berharap ilmu yang diperoleh dapat bermanfaat bagi keluarga serta lingkungan sekitar.

Pelatihan disampaikan oleh mahasiswa Magister Informatika UAD, yaitu Wiji Karyanti, Fitria Sulistiany, dan Setyawan Aji Samudra. Peserta dibekali literasi digital, mulai dari menjaga data pribadi (NIK, kata sandi, dan kode OTP), mengenali modus penipuan seperti undangan pernikahan berbentuk APK dan undian palsu, hingga memilah hoaks dengan prinsip “saring sebelum sharing“. Peserta juga berlatih menilai contoh pesan WhatsApp untuk menentukan mana pesan yang benar, hoaks dan penipuan.

Selanjutnya, peserta mempraktikkan Google Family Link, aplikasi gratis yang menghubungkan ponsel orang tua dengan ponsel anak. Melalui aplikasi ini, peserta belajar memantau waktu pemakaian, mengatur batas waktu, menyaring konten di Google Play, YouTube, dan Chrome, serta melihat lokasi ponsel anak.

Pada akhir kegiatan, para pemateri menegaskan bahwa aplikasi hanyalah alat bantu. Komunikasi terbuka dan pendampingan langsung dari orang tua tetap menjadi kunci utama. Pesan utamanya: bukan melarang teknologi, tetapi mengajarkan anak menggunakan teknologi dengan benar. (Mei/doc)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Prodi-Magister-Informatika-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-gelar-pelatihan-penggunaan-teknologi-digital-Foto.-Istimewa.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-10-16 10:06:292026-10-16 10:06:29Prodi Magister Informatika UAD Gelar Pelatihan Penggunaan Teknologi Digital yang Aman dan Bijak

Mahasiswa UAD Edukasi Siswa tentang Kesiapsiagaan Bencana dan Keselamatan Lalu Lintas

16/10/2026/in Terkini /by Ard

Mahasiswa Prodi MTI Universitas Ahmad Dahlan (UAD) edukasi siswa tentang kesiapsiagaan bencana dan keselamatan lalu lintas (Foto. MTI UAD)

Sebanyak 23 siswa kelas V SD Muhammadiyah Kleco, Kotagede, mengikuti simulasi kesiapsiagaan erupsi Gunung Merapi dan edukasi keselamatan berlalu lintas menggunakan teknologi virtual reality (VR), Selasa, 13 Oktober 2026. Kegiatan yang digelar tim pengabdian kepada masyarakat mahasiswa Magister Teknik Informatika (MTI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan siswa dalam menghadapi situasi darurat.

Melalui kacamata VR Meta Quest, siswa diajak mempraktikkan langkah-langkah keselamatan dalam lingkungan virtual yang menggambarkan situasi darurat di ruang kelas dan kondisi lalu lintas perkotaan. Dengan metode ini, siswa dapat belajar melalui simulasi interaktif tanpa menghadapi risiko bahaya secara langsung.

Kegiatan yang dilaksanakan melalui Program Pemberdayaan Umat (Prodamat) tersebut memanfaatkan aplikasi VR yang dikembangkan menggunakan Unity. Sebelum mengikuti simulasi, siswa diperkenalkan dengan perangkat VR dan dilatih menggunakan empat kontrol dasar, yakni mengeklik menggunakan jari telunjuk, mengambil benda menggunakan jari telunjuk dan jari tengah, berjalan menggunakan tuas jempol kanan, serta berbelok menggunakan tuas jempol kiri. Siswa kemudian mengikuti simulasi secara bergiliran dengan pendampingan tim mahasiswa dan guru.

Aplikasi VR tersebut menghadirkan dua skenario pembelajaran. Pada skenario pertama, siswa mengikuti simulasi kesiapsiagaan menghadapi erupsi Gunung Merapi. Mereka diajak mengenali alat pemadam api ringan (APAR) dan denah evakuasi, mengumpulkan tujuh barang ke dalam tas siaga bencana, mempelajari enam tanda gunung akan meletus, serta berjalan bersama karakter virtual menuju titik kumpul.

Sementara itu, skenario kedua berfokus pada edukasi keselamatan berlalu lintas. Siswa berlatih mengenakan perlengkapan berkendara, seperti helm, jaket, sepatu, dan sarung tangan. Mereka juga menjawab pertanyaan tentang lampu lalu lintas, mempraktikkan cara menyeberang melalui zebra cross setelah melihat ke kanan dan kiri, serta berjalan di trotoar.

Berdasarkan hasil angket yang diisi siswa setelah kegiatan, rata-rata skor pemahaman berdasarkan penilaian mandiri siswa meningkat dari 72,5 menjadi 88,5 pada skala 0–100. Peningkatan terbesar terdapat pada materi kesiapsiagaan erupsi Merapi, terutama mengenai isi tas siaga bencana dan tanda-tanda gunung akan meletus. Selain itu, sebanyak 91–100 persen siswa dilaporkan mampu mengoperasikan setiap kontrol VR tanpa bantuan.

Ketua tim pengabdian mahasiswa MTI UAD, Muhammad Ibnu, mengatakan penggunaan VR memungkinkan siswa tidak hanya mempelajari teori keselamatan, tetapi juga mempraktikkannya melalui simulasi interaktif.

“Lewat VR, anak-anak tidak hanya mendengar apa yang harus dilakukan saat erupsi atau saat menyeberang jalan, tetapi langsung mempraktikkannya dengan aman. Kami ingin teknologi informatika benar-benar terasa manfaatnya bagi sekolah di sekitar kita,” katanya.

Kepala SD Muhammadiyah Kleco, Hindun Yafa Chotijah, M.Pd., menyambut baik kegiatan tersebut. Menurutnya, penggunaan teknologi modern dapat menjadi alternatif pembelajaran yang menarik bagi siswa.

“Semoga media-media belajar modern seperti VR ini dapat dikembangkan supaya menjadi variasi belajar yang menarik untuk siswa generasi Alpha,” kata Hindun.

Tim pengabdian mahasiswa MTI UAD berharap kegiatan serupa dapat diperluas ke sekolah-sekolah lain, khususnya di kawasan rawan bencana erupsi Merapi. Program ini juga diharapkan menjadi contoh pemanfaatan teknologi imersif untuk mendukung pembelajaran keselamatan dan kesiapsiagaan bencana sejak usia sekolah dasar.

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-Prodi-MTI-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-edukasi-siswa-tentang-kesiapsiagaan-bencana-dan-keselamatan-lalu-lintas-Foto.-MTI-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-10-16 09:58:582026-10-16 09:58:58Mahasiswa UAD Edukasi Siswa tentang Kesiapsiagaan Bencana dan Keselamatan Lalu Lintas

KKN UAD Kembangkan Kampung Hijau di Timuran, Yogyakarta

16/10/2026/in MBKM, Terkini /by Ard

KKN Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembangkan kampung hijau di Timuran, Yogyakarta (Foto. KKN UAD)

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Periode 168 Unit II.C.1 Tahun 2026 Universitas Ahmad Dahlan (UAD) mengembangkan program Kampung Hijau di Kampung Timuran, Kelurahan Brontokusuman, Kemantren Mergangsan, Kota Yogyakarta. Program ini berfokus pada penghidupan kembali Gemati atau lorong sayur melalui penanaman sayuran, pemanfaatan barang bekas, dan pelibatan masyarakat dalam menjaga lingkungan. Berbagai program pendukung juga dilaksanakan untuk memperkuat pengelolaan sampah, kesehatan lingkungan, serta kebersamaan warga.

Program Kampung Hijau diwujudkan dengan memanfaatkan galon bekas air mineral berukuran besar sebagai wadah tanam. Tanaman sayuran ditempatkan di sepanjang gang dan di depan rumah warga agar ruang terbatas di lingkungan permukiman menjadi lebih hijau sekaligus produktif. Warga dilibatkan untuk menyiram tanaman setiap sore, sedangkan mahasiswa melakukan monitoring dan evaluasi setiap tiga hari. Perawatan juga didukung dengan pemberian pupuk NPK dan penyemprotan antihama masing-masing satu kali dalam sebulan.

Dr. Tri Wahyuni Sukesi, S.Si., M.P.H., selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), menjelaskan bahwa program tersebut sejalan dengan bidang kesehatan masyarakat karena mengoptimalkan ruang di sekitar rumah, pekarangan, dan jalan menjadi ruang hijau yang produktif.

“Lorong sayur ini tidak hanya bertujuan menghijaukan lingkungan, tetapi juga memanfaatkan ruang yang tersedia agar dapat menghasilkan sayuran untuk konsumsi keluarga. Pemanfaatan barang bekas sebagai pot juga menjadi upaya mendukung penghijauan di lahan sempit sekaligus memberikan nilai guna baru bagi barang yang sudah tidak terpakai,” ujarnya.

Kegiatan ini merupakan bagian dari pengabdian kepada masyarakat yang diusung oleh Prof. Sulistyawati, S.Si., M.P.H., Ph.D., Dr. Tri Wahyuni Sukesi, S.Si., M.P.H., dan Rokhmayanti, S.K.M., M..PH. Melalui program tersebut, mahasiswa menerapkan keilmuan kesehatan masyarakat dan kesehatan lingkungan dengan mendorong pemanfaatan ruang serta sumber daya yang tersedia di lingkungan warga.

Ketua KKN Unit II.C.1, David Septian, menyampaikan bahwa Kampung Hijau tidak sekadar menjadi kegiatan penanaman sayuran, tetapi juga menjadi upaya untuk mengajak masyarakat berpartisipasi dalam penghijauan, pemanfaatan galon bekas, pengelolaan lingkungan, dan menghidupkan kembali Gemati.

“Warga RW 3 Kampung Timuran memiliki nilai kekeluargaan yang sangat erat. Kami berharap kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat bagi lingkungan, tetapi juga semakin memperkuat ikatan persaudaraan antara mahasiswa dan masyarakat,” katanya.

Edukasi Lingkungan dan Pemanfaatan Sampah

Selain Kampung Hijau, mahasiswa menjalankan sejumlah program keilmuan yang mendukung pengelolaan lingkungan. Pada 5 September 2026, David Septian mengadakan edukasi pembuatan ember tumpuk bersama pengurus Gemati dan warga sekitar. Program ini memperkenalkan pemanfaatan hasil pengolahan sampah organik sebagai alternatif penyubur tanaman untuk mendukung efisiensi biaya perawatan lorong sayur.

Selanjutnya, pada 20 September 2026, Kikan Meylani dan Dian Revizani melaksanakan edukasi dan sosialisasi Gerakan Rumah Tangga Peduli Lingkungan (Gertaling) di Gemati dengan melibatkan ibu-ibu Kampung Timuran. Kegiatan tersebut mencakup edukasi rumah sehat, pentingnya kebersihan dan sirkulasi udara, serta praktik pembuatan kompos dari sampah organik dapur rumah tangga.

Upaya pengelolaan sampah juga diperkuat melalui pembuatan tempat sampah khusus plastik oleh Fernandika Pratama pada 5 Oktober 2026. Tempat sampah dibuat dari tutup ember dan kawat berbentuk kotak-kotak, kemudian ditempatkan di sejumlah titik kampung untuk mempermudah pengumpulan sampah plastik sebelum diserahkan kepada pengepul.

Sementara itu, Leo Adi Saputra mengembangkan website Kampung Timuran untuk mempermudah akses informasi kegiatan kampung dan CCTV. Pengelolaan website direncanakan untuk diserahkan kepada pemuda setempat agar dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.

Bangun Kebersamaan Melalui Kegiatan Sosial dan Keagamaan

Mahasiswa KKN juga berpartisipasi dalam kegiatan keagamaan masyarakat melalui tahsin bapak-bapak, tadarus ibu-ibu, pembersihan Masjid Timuran dua kali dalam sebulan, serta kegiatan mengajar di Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) tiga kali seminggu. Di bidang seni dan olahraga, mahasiswa bersama warga RW 3 menyelenggarakan perlombaan berupa pingpong menggunakan alat dapur, futsal menggunakan sarung, dan PlayStation (PS), dengan penghargaan bagi juara pertama, kedua, dan ketiga.

Dalam pelaksanaan program ini, mahasiswa KKN Unit II.C.1 menyampaikan terima kasih kepada Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UAD atas dukungan dalam pelaksanaan KKN. Apresiasi juga disampaikan kepada masyarakat Kampung Timuran yang telah menerima kehadiran mahasiswa dengan baik, serta organisasi Gemati yang telah mendampingi dan membimbing mahasiswa selama menjalankan program. Keterbukaan dan kerja sama berbagai pihak menjadi bagian penting dalam pelaksanaan kegiatan dan upaya menjaga keberlanjutan program Kampung Hijau.

Rangkaian program KKN Reguler 168 Unit II.C.1 UAD ini menghubungkan penghijauan, pengelolaan sampah, edukasi kesehatan lingkungan, dan partisipasi sosial dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat. Melalui penghidupan kembali lorong sayur dan penguatan keterlibatan warga, mahasiswa berharap Kampung Timuran dapat menjadi lingkungan yang lebih hijau, sehat, produktif, dan memiliki semangat gotong royong yang berkelanjutan. (Mei)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/KKN-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-kembangkan-kampung-hijau-di-Timuran-Yogyakarta-Foto.-KKN-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-10-16 09:52:482026-10-16 09:52:48KKN UAD Kembangkan Kampung Hijau di Timuran, Yogyakarta

Forsikip UAD Gelar Pelatihan Pengembangan Diri Lintas Kampus bagi Awardee KIP-Kuliah

15/10/2026/in Terkini /by Ard

Forsikip Universitas Ahmad Dahlan (UAD) gelar pelatihan pengembangan diri lintas kampus bagi awardee KIP-Kuliah (Foto. Forsikip UAD)

Forum Bidikmisi KIP-Kuliah (Forsikip) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menyelenggarakan Pelatihan Pengembangan Diri Lintas Kampus bertema “Mengemas Potensi dan Prestasi Awardee KIP-Kuliah yang Berdaya Saing” pada Sabtu, 10 Oktober 2026 di Ruang Kelas Kampus IV UAD, Yogyakarta. Kegiatan ini bertujuan mendorong mahasiswa penerima KIP-Kuliah untuk mengenali potensi diri, mengembangkan kompetensi, serta mempersiapkan diri agar mampu bersaing di berbagai bidang.

Kegiatan tersebut dipimpin oleh dua ketua pelaksana, yakni Andre dari Universitas Amikom Yogyakarta dan Rizal Agus Setiawan dari UAD. Acara turut didampingi oleh Dr. Caraka Putra Bhakti, M.Pd., selaku Kepala Bidang Pengembangan Karakter dan Kesejahteraan Biro Kemahasiswaan dan Alumni. Kolaborasi kedua perguruan tinggi ini menjadi bagian dari upaya membangun ruang pengembangan diri yang lebih luas bagi mahasiswa penerima KIP-Kuliah lintas kampus.

Pelatihan menghadirkan dua pemateri yang membahas aspek pengembangan diri dan penguatan kapasitas mahasiswa. Sobar Mubarokah, mahasiswa Program Studi Matematika UAD angkatan 2023, menyampaikan materi personal branding, sedangkan Intan Awalia Putri, mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia UAD angkatan 2023, membawakan materi pengembangan portofolio. Kedua materi tersebut membahas pentingnya mengenali potensi diri, membangun citra profesional, serta menyusun pengalaman dan prestasi secara terarah.

Dalam pemaparannya, Sobar menekankan pentingnya mengenali keunikan diri dan membangun citra positif sebagai bagian dari persiapan menghadapi dunia profesional. “Personal branding bukan sekadar bagaimana kita ingin dikenal orang lain, tetapi juga bagaimana kita menunjukkan potensi, nilai, dan pengalaman yang kita miliki melalui tindakan nyata. Karena itu, mahasiswa perlu mulai mengenali keunggulan dirinya dan mengembangkannya secara konsisten,” ujarnya.

Rangkaian kegiatan juga diisi dengan sesi berbagi pengalaman bersama Ari Maskuri selaku Lurah Forsikip dan Faishal Rizki Ariyan Pratama selaku Ketua IMADIKOM, dilanjutkan dengan diskusi kelompok terarah (focus group discussion). Sesi ini menjadi ruang bagi peserta untuk bertukar gagasan, berbagi pengalaman, dan memperluas wawasan mengenai pengembangan diri serta strategi meningkatkan daya saing mahasiswa.

Melalui kegiatan ini, Forsikip UAD mendorong mahasiswa penerima KIP-Kuliah untuk terus mengembangkan potensi, meningkatkan kompetensi, dan memanfaatkan berbagai kesempatan untuk bertumbuh. Pengembangan diri diharapkan tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga mencakup kemampuan membangun personal branding, menyusun portofolio, dan memperluas jejaring sebagai bekal menghadapi tantangan pada masa mendatang. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Forsikip-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-gelar-pelatihan-pengembangan-diri-lintas-kampus-bagi-awardee-KIP-Kuliah-Foto.-Forsikip-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-10-15 10:02:392026-10-15 10:02:39Forsikip UAD Gelar Pelatihan Pengembangan Diri Lintas Kampus bagi Awardee KIP-Kuliah

Tim Voli Putri UAD Raih Juara III Liga Voli Mahasiswa 2026

15/10/2026/in Prestasi /by Ard

Tim Voli Putri Universitas Ahmad Dahlan (UAD) raih juara III Liga Voli Mahasiswa Nasional 2026 Seri DIY (Foto. UKM Voli UAD)

Tim bola voli putri Universitas Ahmad Dahlan (UAD) berhasil meraih juara tiga dalam Liga Voli Mahasiswa (LVM) 2026 tingkat nasional Seri Yogyakarta yang berlangsung pada 7–11 Oktober 2026 di GOR UII. Kompetisi ini diikuti oleh sejumlah perguruan tinggi dari wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, dilanjutkan pertandingan penyisihan grup hingga penutupan dan pengumuman juara. Pertandingan Liga Voli Mahasiswa ini juga mendapat liputan televisi Moji sehingga menjadi kesempatan bagi tim untuk menunjukkan kemampuan mereka sekaligus memperkenalkan UAD kepada masyarakat luas.

Angga, ketua UKM Voli UAD, menjelaskan bahwa persiapan tim berlangsung cukup singkat, yakni sekitar dua minggu sebelum kompetisi. Hal ini karena sebagian besar anggota tim merupakan mahasiswa baru yang baru memulai perkuliahan.

Meski demikian, tim tetap berupaya mempersiapkan diri untuk mengikuti pertandingan. “Persiapan kami hanya sekitar dua minggu karena tim didominasi mahasiswa baru yang baru masuk perkuliahan,” kata Angga.

Ia menambahkan bahwa keikutsertaan UKM Voli UAD dalam kompetisi ini tidak hanya bertujuan untuk menguji kemampuan tim, tetapi juga memperkenalkan UAD kepada masyarakat luas.

“Harapannya, melalui even ini kami bisa menunjukkan kemampuan voli UAD sekaligus mempromosikan kampus. Pertandingan juga diliput oleh Moji TV, sehingga menjadi kesempatan bagi kami untuk memperkenalkan UAD lebih luas,” tuturnya.

Keikutsertaan UKM Voli UAD dalam LVM 2026 berawal dari undangan kepada sejumlah perguruan tinggi untuk mengikuti kompetisi regional DIY dan Jawa Tengah. Prestasi juara tiga yang diraih tim bola voli putri UAD menjadi pencapaian dalam kompetisi ini sekaligus motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan, menambah pengalaman bertanding, dan membawa nama universitas dalam kompetisi olahraga tingkat nasional. (Juni)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Tim-Voli-Putri-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-raih-juara-III-Liga-Voli-Mahasiswa-Nasional-2026-Seri-DIY-Foto.-UKM-Voli-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-10-15 10:00:232026-10-15 10:00:23Tim Voli Putri UAD Raih Juara III Liga Voli Mahasiswa 2026

Mahasiswa UAD Raih Juara II Math Essay Competition Nasional

15/10/2026/in Prestasi /by Ard

Sobar Mubarokah mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) raih juara II Math Essay Competition tingkat nasional (Foto. Sobar)

Kesibukan sebagai mahasiswa semester akhir tidak menghalangi Sobar Mubarokah, mahasiswa Program Studi Matematika Universitas Ahmad Dahlan (UAD), untuk terus mengembangkan gagasan dan berprestasi. Ia berhasil meraih Juara II Math Essay Competition dalam ajang Matematika Vaganza VIII yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Matematika Sains (Himatesa), Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Bengkulu pada 13-19 September 2026.

Dalam kompetisi tersebut, Sobar mengangkat esai berjudul “Math Detective: Inovasi Multimodal AI Berbasis Problem-Based Learning dalam Menyingkap Miskonsepsi untuk Membangun Fondasi Matematika Sejak Dini”.

Melalui karya itu, ia menawarkan gagasan aplikasi pembelajaran matematika bernama Math Detective yang memanfaatkan kecerdasan buatan untuk membantu mengidentifikasi miskonsepsi siswa melalui berbagai bentuk respons. Aplikasi ini dirancang untuk mendorong siswa memahami konsep matematika melalui persoalan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Menurut Sobar, gagasan tersebut berangkat dari pentingnya membangun pemahaman matematika sejak dini. Pembelajaran matematika, menurutnya, tidak cukup hanya berorientasi pada kemampuan menghafal rumus dan memperoleh jawaban yang benar, tetapi juga perlu membantu siswa memahami proses serta alasan di balik penyelesaian suatu masalah.

Dengan demikian, teknologi dapat dimanfaatkan untuk mendukung proses pembelajaran yang lebih bermakna dan membantu mengenali kesulitan siswa dalam memahami konsep matematika.

Pencapaian ini terasa istimewa bagi Sobar karena diraih di tengah kesibukannya sebagai mahasiswa semester akhir. Berbagai tugas, praktikum, dan kegiatan akademik menuntutnya untuk mengatur waktu agar tetap dapat mengembangkan gagasan dan mengikuti kompetisi.

“Bagi saya, penghargaan yang diperoleh merupakan bonus dari proses yang telah dijalani. Hal yang tidak kalah penting adalah keberanian untuk mencoba, kesempatan untuk mengembangkan ide, serta pengalaman dan pembelajaran baru yang saya dapatkan selama mengikuti kompetisi,” katanya. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Sobar-Mubarokah-mahasiswa-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-raih-juara-II-Math-Essay-Competition-tingkat-nasional-Foto.-Sobar.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-10-15 09:43:192026-10-15 09:43:19Mahasiswa UAD Raih Juara II Math Essay Competition Nasional

Menjajaki Riset, Inovasi, dan Teknologi dari Academic Visit di Tiongkok

15/10/2026/in Terkini /by Ard

Lima dosen Universitas Ahmad Dahlan (UAD) mengikuti kegiatan Academic Visit ke Beijing dan Chongqing, Tiongkok (Foto. Istimewa)

Lima dosen Universitas Ahmad Dahlan (UAD) yang merupakan alumni program doktor (Ph.D.) dari berbagai perguruan tinggi di Tiongkok mengikuti kegiatan Academic Visit ke Beijing dan Chongqing, Tiongkok, pada 10-16 Oktober 2026. Kunjungan akademik tersebut dilaksanakan guna memenuhi undangan resmi dari Kedutaan Besar Republik Rakyat Tiongkok.

Delegasi dosen UAD terdiri atas para akademisi dari beragam program studi. Dari lingkup sains dan teknologi, hadir Muhammad Aziz, Ph.D. selaku dosen Teknik Informatika lulusan Hohai University Nanjing, serta Lolita, Ph.D. dari Program Studi Farmasi lulusan Nanjing Medical University.

Sementara dari rumpun ilmu sosial, humaniora, dan pendidikan, delegasi diperkuat oleh Sucipto, Ph.D. dari Pendidikan Bahasa Inggris lulusan Central China Normal University Wuhan, Anang Masduki, Ph.D. dari Ilmu Komunikasi lulusan Shanghai University, serta Satrianawati, Ph.D. dari Pendidikan Guru Sekolah Dasar lulusan Harbin Normal University.

Keikutsertaan delegasi lintas disiplin ilmu ini menjadi langkah strategis UAD dalam menjajaki serta memperkokoh kemitraan global di bidang pendidikan, penelitian, dan pengembangan kelembagaan.

Rangkaian agenda kunjungan berfokus pada penguatan pendidikan, inovasi, serta teknologi tinggi. Pada Senin, 12 Oktober 2026, delegasi UAD mengawali kegiatan di Beijing dengan mengunjungi perusahaan teknologi Liangliang Vision, dilanjutkan dengan kunjungan ke Pusat Pameran Kawasan Demonstrasi Inovasi Nasional Zhongguancun, yang dikenal sebagai etalase utama “Silicon Valley-nya China”.

Di pusat inovasi seluas 10.000 meter persegi ini, para dosen mengeksplorasi konsep “Kekuatan Produktif Baru Berkualitas” yang menampilkan 560 teknologi unggulan dari ratusan lembaga riset dan perusahaan global, mulai dari kecerdasan buatan (AI), robotika, biomedis, hingga energi baru yang dikembangkan oleh lembaga riset dan perusahaan global terkemuka. Pada siang harinya, para dosen berkesempatan menghadiri konferensi pers resmi di Blue Hall, Kementerian Luar Negeri Tiongkok.

Pada Selasa, 13 Oktober 2026 delegasi bertolak dari Beijing menuju Chongqing. Para dosen UAD melakukan kunjungan akademik resmi ke Southwest University dan menggelar diskusi strategis bersama pimpinan serta akademisi setempat. Diskusi tersebut memfokuskan pada penjajakan kerja sama tridharma perguruan tinggi, program pertukaran dosen dan mahasiswa, hingga kolaborasi publikasi ilmiah internasional. Rangkaian kegiatan di Chongqing kemudian diakhiri dengan pertemuan serta jamuan resmi yang diselenggarakan oleh Kantor Urusan Luar Negeri Pemerintah Kota Chongqing, diikuti kunjungan budaya ke kawasan bersejarah Hongyadong

Melalui rekam jejak akademik para dosen yang menyelesaikan studi doktoralnya di Tiongkok, diplomasi pendidikan ini diharapkan dapat berjalan lebih efektif dan produktif. Kehadiran para akademisi tersebut tidak hanya membawa misi representasi institusi, melainkan juga mempermudah komunikasi serta pemahaman budaya dalam membangun kolaborasi riset dan pertukaran akademik jangka panjang.

Rangkaian kegiatan Academic Visit di Beijing dan Chongqing ini dirancang untuk membuka peluang kerja sama strategis antara perguruan tinggi di Tiongkok dengan UAD, khususnya pada penguatan kapasitas riset bersama, publikasi ilmiah internasional, serta program pertukaran mahasiswa dan dosen. Langkah ini selaras dengan visi UAD untuk terus meningkatkan reputasi global serta menghadirkan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Lima-dosen-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-mengikuti-kegiatan-Academic-Visit-ke-Beijing-dan-Chongqing-Tiongkok-Foto.-Istimewa.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-10-15 09:38:362026-10-15 09:38:36Menjajaki Riset, Inovasi, dan Teknologi dari Academic Visit di Tiongkok

Mahasiswa UAD Hadirkan Mesin Extruder untuk UKM Putri 21 Gunungkidul

14/10/2026/in Terkini /by Ard

Mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) hadirkan mesin extruder untuk UKM Putri 21 Gunungkidul (Foto. KKN-PKM UAD)

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PKM) DPPM Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menyerahkan mesin extruder atau alat pembuat beras analog kepada UKM Putri 21 di Dusun Sumberejo, Kalurahan Ngawu, Kapanewon Playen, Kabupaten Gunungkidul, pada Sabtu, 12 September 2026. Penyerahan alat tersebut dilakukan untuk mendukung kelancaran produksi beras analog berbahan dasar singkong yang sebelumnya terkendala kerusakan alat.

Penyerahan mesin dilakukan setelah tim mahasiswa menemukan bahwa alat produksi milik UKM Putri 21 sudah rusak dan tidak dapat digunakan secara optimal. Kondisi tersebut menyebabkan proses produksi terhambat dan jumlah beras analog yang dihasilkan menurun. Dengan adanya mesin baru, UKM Putri 21 diharapkan dapat kembali meningkatkan kapasitas produksinya.

Ketua kelompok KKN-PKM UAD, Muhammad Farhan, mengatakan bahwa pengadaan alat tersebut merupakan upaya untuk membantu mengatasi kendala produksi yang dihadapi UKM Putri 21.

“Saat survei awal, kami melihat alat produksi yang lama sudah rusak sehingga UKM kesulitan memproduksi beras analog dari singkong dalam jumlah banyak. Karena itu, kami menghadirkan alat yang baru agar produksinya bisa berjalan lagi dan kuantitasnya meningkat,” katanya.

Selain menyerahkan mesin, tim mahasiswa juga memberikan pendampingan berupa pelatihan penggunaan alat dan strategi pemasaran produk. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program KKN-PKM yang bertujuan membantu masyarakat mengembangkan usaha melalui penerapan teknologi dan pendampingan usaha.

Beras analog merupakan produk pangan berbentuk butiran menyerupai beras yang dibuat dari sumber karbohidrat nonpadi, seperti singkong, jagung, dan sorgum. Produk ini berpotensi mendukung diversifikasi pangan dengan memanfaatkan bahan pangan lokal. Sebagai salah satu daerah penghasil singkong, Gunungkidul memiliki potensi bahan baku yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan produk tersebut.

Ketua UKM Putri 21, Suti Rahayu, menyambut baik bantuan mesin yang diberikan oleh mahasiswa UAD. Ia berharap alat tersebut dapat membantu meningkatkan jumlah produksi dan memenuhi permintaan konsumen.

“Kami sangat berterima kasih kepada adik-adik mahasiswa UAD. Alat yang lama sudah rusak dan produksi kami sempat tersendat. Dengan alat baru ini, kami berharap bisa membuat beras analog lebih banyak dan memenuhi permintaan yang ada,” kata Suti.

Dosen pembimbing lapangan (DPL) menyampaikan bahwa program tersebut sejalan dengan tujuan KKN-PKM untuk menghadirkan solusi yang bermanfaat dan berkelanjutan bagi masyarakat. Ia berharap anggota UKM Putri 21 dapat memanfaatkan serta merawat mesin dengan baik agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Melalui program ini, tim KKN-PKM UAD berharap UKM Putri 21 dapat mengembangkan beras analog berbahan dasar singkong sebagai produk unggulan lokal. Pengembangan tersebut diharapkan mampu meningkatkan pendapatan anggota UKM sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat sekitar. (dnd)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-hadirkan-mesin-extruder-untuk-UKM-Putri-21-Gunungkidul-Foto.-KKN-PKM-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-10-14 08:55:072026-10-14 08:55:07Mahasiswa UAD Hadirkan Mesin Extruder untuk UKM Putri 21 Gunungkidul

KKN UAD Edukasi Siswa SMP Muhammadiyah Piyungan tentang Pencegahan Bullying

14/10/2026/in Terkini /by Ard

KKN Universitas Ahmad Dahlan (UAD) edukasi siswa SMP Muhammadiyah Piyungan tentang pencegahan bullying (Foto. KKN UAD)

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Unit III.A.2 menggelar edukasi mengenai bullying dan cyberbullying bagi siswa SMP Muhammadiyah Piyungan pada Jumat, 18 September 2026.

Kegiatan yang disampaikan oleh Yuhandi dan Nisrina ini bertujuan meningkatkan pemahaman siswa mengenai bentuk-bentuk perundungan, dampak yang ditimbulkan, serta cara menyikapi bullying di lingkungan sekolah maupun media sosial.

Kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai bullying dan cyberbullying. Siswa diajak mengenali berbagai bentuk perundungan yang dapat terjadi dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari mengejek teman, memberikan panggilan yang tidak disukai, mempermalukan seseorang di depan teman-temannya, mengucilkan, hingga memberikan komentar menyakitkan melalui media sosial.

Salah satu hal yang menjadi pembahasan adalah perbedaan antara bercanda dan bullying. Candaan yang dianggap lucu oleh seseorang belum tentu menyenangkan bagi orang lain. Ketika suatu perkataan atau tindakan membuat orang lain merasa malu, tersinggung, atau tidak nyaman, penting untuk menyadari dampaknya dan menghentikan perilaku tersebut.

Nisrina menyampaikan bahwa siswa perlu membiasakan diri berperilaku baik, tidak hanya kepada teman, tetapi juga kepada guru dan seluruh warga sekolah. Sikap tersebut juga perlu diterapkan dalam kehidupan di rumah.

“Sebagai siswa, kita perlu memiliki perilaku yang baik terhadap teman, guru, dan seluruh warga sekolah, serta menerapkan perilaku baik di rumah,” ujarnya.

Dalam penyampaian materi, siswa juga diberikan contoh cyberbullying yang dekat dengan kehidupan remaja, seperti komentar yang merendahkan, penyebaran foto atau unggahan tanpa izin, serta pesan yang bertujuan menyakiti orang lain. Melalui pembahasan ini, siswa diajak untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial dan memahami bahwa perilaku di ruang digital juga memiliki dampak terhadap orang lain.

Sementara itu, Yuhandi menekankan pentingnya menjaga akhlak dan etika ketika berinteraksi di media sosial, terutama dalam menyampaikan perkataan dan komentar.

“Dalam bermedia sosial, kita harus tetap memiliki akhlak dan etika, termasuk menjaga perkataan agar tidak menyakiti perasaan orang lain,” katanya.

Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan pembahasan studi kasus mengenai bullying dan cyberbullying. Siswa diajak berdiskusi untuk mengidentifikasi permasalahan dalam setiap kasus, memahami dampak yang mungkin dirasakan korban, serta menentukan tindakan yang tepat apabila menemukan kejadian serupa di lingkungan sekolah maupun media sosial.

Diskusi ini memberikan kesempatan kepada siswa untuk melihat persoalan perundungan dari berbagai sudut pandang. Siswa tidak hanya belajar mengenali bentuk bullying, tetapi juga memahami pentingnya menghargai perasaan orang lain dan berani mengambil sikap ketika menghadapi situasi yang tidak tepat.

Pada akhir kegiatan, siswa diberikan sticky notes untuk menuliskan perasaan dan hal-hal yang mereka peroleh setelah mengikuti penyuluhan. Kegiatan refleksi ini menjadi sarana bagi siswa untuk mengungkapkan pemikiran mereka secara sederhana sekaligus memahami pentingnya mengenali perasaan diri sendiri dan orang lain dalam membangun hubungan pertemanan yang sehat.

Melalui penyampaian materi, diskusi studi kasus, dan refleksi, kegiatan penyuluhan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran siswa SMP Muhammadiyah Piyungan untuk mencegah bullying dan cyberbullying. Pemahaman tersebut diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga tercipta lingkungan pertemanan yang lebih aman, nyaman, dan saling menghargai, baik di sekolah maupun di media sosial. (Mei)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/KKN-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-edukasi-siswa-SMP-Muhammadiyah-Piyungan-tentang-pencegahan-bullying-Foto.-KKN-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-10-14 08:52:412026-10-14 08:52:41KKN UAD Edukasi Siswa SMP Muhammadiyah Piyungan tentang Pencegahan Bullying

Menjaga Hafalan 30 Juz di Tengah Padatnya Perkuliahan

14/10/2026/in Terkini /by Ard

Alya Nur Fadhillah mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) yang hafal 30 juz Al-Qur’an (Foto. Vita)

Tidak ada kata terlambat untuk mulai menghafal Al-Qur’an. Demikian penuturan Alya Nur Fadhillah dalam Live Podcast Persada UAD Talk, 3 Oktober 2026. Podcast ini mengambil tema “Menjaga Hafalan Qur’an di Tengah Hiruk-Pikuk Perkuliahan” dengan narasumber Astiana Hikmaulia, seorang mahasiswa Ilmu Hadis Universitas Ahmad Dahlan (UAD) yang juga merupakan seorang hafizah.

Dalam ceritanya, mahasiswi yang akrab disapa Asti ini merupakan penerima beasiswa  Hafiz Qur’an yang memiliki hafalan 30 juz. Hidup di lingkungan agamis membuatnya memantapkan diri untuk masuk ke pesantren. Masa SMP dan SMA ia habiskan di pondok pesantren.

“Saya memulai hafalan juz 30 saat masih TK. Kemudian di pondok SMP dan SMA selama enam tahun. Untuk pendalaman menghafal Al-Qur’an sewaktu SMA. Jadi, di tiga tahun terakhir sekolah,” kata Asti.

Selama enam tahun masa di pondok pesantren, Asti berhasil menghafal 5 juz saat SMP dan menyelesaikan sisanya di SMA, tepatnya sampai tahun kedua. Bukan sekadar menghafal, tetapi juga mendalami dan menjaga hafalannya.

Asti juga menceritakan mengenai kegiatan yang ia lakukan selama di pondok pesantren. Setiap hari ada waktu untuk murajaah (meninjau dan mengulang hafalan Qur’an) dan ziyadah (menambah hafalan) yang dilaksanakan di pagi, sore, maupun malam hari.

Prestasinya itu akhirnya membawanya masuk dunia perkuliahan. Asti masuk ke Universitas Ahmad Dahlan (UAD) melalui jalur beasiswa Hafiz Qur’an. Awalnya, ia sempat khawatir akan hafalannya karena di dunia perkuliahan, tidak ada jadwal ketat yang mengatur kegiatan murajaah seperti di pesantren. Namun, ia mengetahui bahwa salah satu syarat beasiswa adalah tinggal di Persada. Kegiatannya juga serupa dengan di pesantren yang bisa menunjang hafalannya.

Selama satu tahun di Persada, Asti berhasil setoran 30 juz, sementara target umumnya adalah 10 juz dalam setahun. Meski berhasil menyelesaikan setoran 30 juz dalam satu tahun, ia tetap merasa resah. Ia khawatir hafalannya akan hilang. Hal ini dikarenakan padatnya jadwal perkuliahan dan organisasi yang ia ikuti.

Kekhawatiran yang ia takutkan adalah saat ia keluar pondok dan hafalannya akan terganggu karena ia sendiri masih kesulitan mengatur waktu, berbeda dengan saat berada di pondok yang alur kegiatan sudah diatur untuk para santri. Belum lagi saat ia harus membagi waktu dengan kegiatan organisasi di kampus. Hal itu juga akhirnya membuat ia beberapa kali menunda-nunda rutinitas murajaah yang biasa ia lakukan.

“Sampai saat ini saya masih mencoba menyesuaikan diri dengan kehidupan kampus sembari menjaga hafalannya. Saya terkadang masih kurang konsisten melakukan murajaah. Jadi memang harus berusaha lebih maksimal.”

Asti juga membagikan beberapa tips agar hafalan Qur’an bisa tetap terjaga di samping jadwal perkuliahan yang padat. Pertama, menyempatkan waktu untuk murajaah. Kedua adalah memaksimalkan waktu yang ia punya, terutama setelah subuh untuk mengaji atau untuk murajaah. Ia juga mengatakan kalau lingkungan yang baik juga menjadi faktor utama dalam mendukung hafalannya. Terakhir adalah harus mempunyai kemauan dan target untuk menjaga hafalannya.

Ia mengatakan bahwa banyak orang yang juga berusaha tetap menjaga hafalannya seperti dirinya. Dengan memantapkan diri dan yakin bahwa hafalan itu adalah tanggung jawab besar, sehingga perlu meyakinkan diri dan menyempatkan waktu untuk murajaah hafalannya. (vta)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Alya-Nur-Fadhillah-mahasiswa-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-yang-hafal-30-juz-Al-Quran-Foto.-Vita.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-10-14 08:50:542026-10-14 08:50:54Menjaga Hafalan 30 Juz di Tengah Padatnya Perkuliahan
Page 1 of 594123›»

TERKINI

  • Prodi Magister Informatika UAD Gelar Pelatihan Penggunaan Teknologi Digital yang Aman dan Bijak16/10/2026
  • Mahasiswa UAD Edukasi Siswa tentang Kesiapsiagaan Bencana dan Keselamatan Lalu Lintas16/10/2026
  • KKN UAD Kembangkan Kampung Hijau di Timuran, Yogyakarta16/10/2026
  • Forsikip UAD Gelar Pelatihan Pengembangan Diri Lintas Kampus bagi Awardee KIP-Kuliah15/10/2026
  • Menjajaki Riset, Inovasi, dan Teknologi dari Academic Visit di Tiongkok15/10/2026

PRESTASI

  • Tim Voli Putri UAD Raih Juara III Liga Voli Mahasiswa 202615/10/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara II Math Essay Competition Nasional15/10/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara I Writing Contest FOMUNY 202612/10/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara III pada Kejurnas IX Senior-Junior Hapkido Indonesia 202630/09/2026
  • Tim Al Qorni UAD Raih Dua Gelar Juara di Ajang KMLI 202630/09/2026

FEATURE

  • Meneladani Keteguhan dan Keluhuran Akhlak Rasulullah di Tengah Pemboikotan12/10/2026
  • Kesederhanaan yang Menjadi Pilihan Hidup Rasulullah06/10/2026
  • Runtuhkan Sekat Pembatas, Dekan FKIP UAD Tekankan Kolaborasi Pendidikan yang Berdampak28/09/2026
  • Menelusuri Hakikat dan Empat Tanda Kebahagiaan di Dunia15/09/2026
  • Memaknai Singkatnya Kehidupan dan Rahmat Berlimpah Menuju Surga10/09/2026

TENTANG | KRU | KONTAK | REKAPITULASI

Scroll to top