• TERKINI
  • UAD BERDAMPAK
  • PRESTASI
  • FEATURE
  • OPINI
  • MEDIA
  • KIRIM BERITA
  • Menu
News Portal of Universitas Ahmad Dahlan

Posts

Mahasiswa Gizi UAD Gelar Program GENZI di SMPN 3 Berbah

07/10/2026/in Terkini /by Ard

Mahasiswa Prodi Gizi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dan Puskesmas Berbah adakan edukasi GENZI di SMP Negeri 3 Berbah (Foto. Istimewa)

Mahasiswa Program Studi Gizi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) yang tengah menjalani Praktik Kerja Lapangan (PKL) Gizi Komunitas di Puskesmas Berbah menggelar program edukasi GENZI (Generasi Sehat dengan Gizi Seimbang) di SMP Negeri 3 Berbah, Sleman, pada Senin, 28 September 2026.

Kegiatan yang berlangsung di aula sekolah dan diikuti 124 siswa kelas VII sebagai upaya meningkatkan pemahaman remaja mengenai gizi seimbang dan pencegahan anemia.

Materi penyuluhan disampaikan oleh empat mahasiswa Gizi UAD, yaitu Ameydavie Zhalliecka Bilbienna, Maregean Zollsyta, Tahta Ayu Anggraini, dan Titala Mufe Rualapesbo, dengan didampingi ahli gizi Puskesmas Berbah, Rini Dwi Astuti, A.Md.Gz.

Melalui kegiatan ini, siswa diharapkan mampu memahami prinsip gizi seimbang, menyusun satu porsi makan sesuai panduan “isi piringku”, memahami pentingnya sarapan dan aktivitas fisik, serta mengenali penyebab, dampak, dan pencegahan anemia.

Rangkaian acara diawali dengan pengerjaan pre-test secara mandiri guna memetakan pengetahuan awal siswa. Selanjutnya, materi dibawakan melalui slide bergambar dengan bahasa yang mudah dipahami remaja.

Ameydavie menjelaskan makan banyak belum tentu berarti makan bergizi seimbang. Empat prinsip yang ditekankan adalah makanan beragam, porsi sesuai, cukup minum air, dan aktif bergerak. Pada panduan “isi piringku”, pembagian satu piring makan menjadi makanan pokok, lauk-pauk, sayuran, dan buah-buahan.

Pada sesi berikutnya, dijelaskan tentang anemia. Anemia adalah kondisi ketika kadar hemoglobin dalam darah berada di bawah nilai normal sehingga kemampuan darah membawa oksigen ke jaringan tubuh berkurang.

Remaja putri disebut lebih berisiko karena kebutuhan zat besi yang meningkat selama masa pertumbuhan, kehilangan darah saat menstruasi, asupan sumber zat besi yang kurang, serta kebiasaan makan yang kurang baik, seperti melewatkan sarapan. Dampaknya antara lain mudah lelah, kurang bersemangat, dan sulit berkonsentrasi saat belajar. Bila tidak dicegah, anemia pada remaja putri dapat berlanjut hingga masa kehamilan dan berisiko bagi ibu serta bayi.

Untuk pencegahan, siswa dikenalkan delapan makanan sumber zat besi, yaitu daging sapi, ayam, ikan, telur, hati, tempe, kacang-kacangan, dan sayuran hijau. Makanan tersebut dianjurkan dikonsumsi bersama buah atau makanan kaya vitamin C agar tubuh menyerap zat besi nabati dengan lebih baik.

“Untuk mencegah anemia kita bersama-sama mengonsumsi tablet tambah darah lebih rajin lagi. Satu tablet per satu minggu,” ujarnya.

Hal yang tidak kalah penting adalah pentingnya sarapan untuk menambah energi, menjaga stamina, dan meningkatkan konsentrasi. Siswa juga diajak rutin berolahraga, mengurangi waktu duduk, serta membiasakan mencuci tangan sebelum makan.

Kegiatan ditutup dengan post-test. Dari 124 siswa, sebagian besar meraih nilai 100 pada kedua tes. Rata-rata nilai naik tipis dari 99,49 pada pre-test menjadi 99,6 pada post-test. Tingginya nilai awal menunjukkan bahwa siswa telah memiliki pemahaman dasar yang baik, dan kegiatan ini memperkuat pemahaman tersebut.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat dan seru. Saya jadi lebih paham lagi tentang pentingnya makan makanan bergizi seimbang dan hubungan makanan itu dengan anemia,” ujar salah satu siswi.

Melalui GENZI, mahasiswa berharap siswa SMP Negeri 3 Berbah dapat menerapkan “isi piringku”, tidak melewatkan sarapan, rutin mengonsumsi makanan sumber zat besi, dan membagikan pengetahuan tersebut kepada keluarga serta teman. Kebiasaan makan yang baik sejak remaja menjadi bekal penting untuk tumbuh sehat dan berprestasi. (Mei)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-Prodi-Gizi-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-dan-Puskesmas-Berbah-adakan-edukasi-GENZI-di-SMP-Negeri-3-Berbah-Foto.-Istimewa.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-10-07 08:53:192026-10-07 08:53:19Mahasiswa Gizi UAD Gelar Program GENZI di SMPN 3 Berbah

UAD PTS Terbaik DIY Berdasar Pemeringkatan THE WUR

07/10/2026/in Terkini /by Ard

Gedung Ahmad Dahlan Kampus IV Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Humas UAD)

Di balik sebuah peringkat, terdapat proses panjang yang dibangun melalui konsistensi, kerja bersama, dan komitmen untuk terus bertumbuh. Semangat itulah yang kembali mengiringi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dalam pemeringkatan Times Higher Education World University Rankings (THE WUR).

Dalam pemeringkatan tersebut, UAD berhasil menempati peringkat pertama Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), peringkat kedua Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ’Aisyiyah (PTMA), serta peringkat keenam perguruan tinggi secara nasional. Capaian ini menjadi salah satu penanda perjalanan UAD dalam memperkuat kualitas dan daya saing perguruan tinggi, baik di tingkat nasional maupun internasional.

THE WUR merupakan salah satu sistem pemeringkatan perguruan tinggi dunia yang menilai performa institusi melalui sejumlah indikator. Penilaian tersebut mencakup aspek pengajaran, lingkungan penelitian, kualitas penelitian, transfer pengetahuan, serta perspektif internasional. Karena itu, posisi yang diraih UAD tidak hanya merepresentasikan capaian pada satu bidang, tetapi juga menggambarkan berbagai aspek yang membentuk ekosistem perguruan tinggi secara menyeluruh.

Bagi UAD, capaian tersebut menjadi refleksi atas upaya yang terus dilakukan dalam menghadirkan pendidikan tinggi yang relevan dengan perkembangan zaman. Penguatan kualitas pembelajaran, peningkatan produktivitas dan dampak penelitian, pengembangan inovasi, serta perluasan jejaring kerja sama menjadi bagian dari perjalanan panjang untuk membangun institusi yang mampu memberikan kontribusi lebih luas bagi masyarakat.

Lebih dari sekadar mempertahankan posisi, pemeringkatan ini menjadi pengingat bahwa kualitas perguruan tinggi dibangun melalui proses yang berkelanjutan. Setiap penelitian yang dihasilkan, inovasi yang dikembangkan, pembelajaran yang berlangsung di ruang kelas, hingga kolaborasi yang terjalin dengan berbagai pihak menjadi bagian dari upaya bersama dalam membentuk UAD sebagai perguruan tinggi yang adaptif dan berdaya saing.

Di sisi lain, capaian tersebut juga menunjukkan bahwa perjalanan menuju reputasi global dapat dibangun dari lingkungan akademik yang terus berbenah. UAD tidak hanya dituntut untuk mampu menjawab kebutuhan pendidikan tinggi saat ini, tetapi juga mempersiapkan diri menghadapi tantangan masa depan melalui penguatan kapasitas sivitas akademika dan perluasan kontribusi di tengah masyarakat.

Peringkat yang diraih dalam THE WUR tersebut menjadi cermin dari ikhtiar panjang untuk menghadirkan pendidikan yang unggul, penelitian yang berdampak, serta pengetahuan yang dapat ditransformasikan menjadi manfaat bagi masyarakat. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Gedung-Ahmad-Dahlan-Kampus-IV-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Humas-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-10-07 08:42:342026-10-07 08:42:34UAD PTS Terbaik DIY Berdasar Pemeringkatan THE WUR

Mahasiswa PBI UAD Terpilih sebagai Google Student Ambassador 2026 Batch 2

07/10/2026/in Terkini /by Ard

Hana Lin Zakiyah Mahasiswa PBI Universitas Ahmad Dahlan (UAD) sebagai GSA 2026 (Foto. Hana)

Hana Lin Zakiyah, mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) angkatan 2025, terpilih sebagai Google Student Ambassador (GSA) 2026 Batch 2 yang diselenggarakan oleh Google Indonesia. Program ini menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mengenalkan perkembangan teknologi Google kepada lingkungan kampus dan masyarakat luas.

Proses seleksi dilaksanakan secara daring pada 24 Agustus–24 September 2026 melalui tahapan pendaftaran, wawancara, dan challenge. Program ini terbuka bagi mahasiswa D3, D4, dan S1 dari berbagai jurusan di seluruh Indonesia.

Dalam proses seleksi, Hana mengikuti tantangan dari Gemini dan Google Indonesia serta membuat konten menarik di media sosial. Setelah melalui proses seleksi, pengumuman hasil disampaikan pada 1 Oktober 2026, sekaligus menjadi awal masa aktif peserta hingga 31 Januari 2027.

Melalui program ini, Hana akan berkesempatan menjalankan kampanye teknologi Google kepada mahasiswa di lingkungan kampus masing-masing dan masyarakat luas. Pemanfaatan Gemini dan berbagai teknologi Google juga menjadi bagian dari upaya mengenalkan perkembangan teknologi dalam kehidupan sehari-hari, khususnya di bidang pendidikan.

“Melalui program ini, saya berharap bisa membangun relasi, meningkatkan personal branding, serta mendapatkan ilmu dan pengalaman baru yang bermanfaat bagi diri sendiri maupun orang lain,” ujar Hana.

Ia juga ingin mendorong mahasiswa agar lebih mengenal dan memanfaatkan teknologi dalam kegiatan belajar. “Saya ingin mengenalkan penggunaan Gemini dan Google sebagai bentuk kemajuan teknologi yang bisa membantu kehidupan sehari-hari, terutama dalam pendidikan. Harapannya, semakin banyak mahasiswa UAD dan masyarakat luas yang bisa memanfaatkan teknologi tersebut secara positif,” katanya.

Keikutsertaan Hana dalam Google Student Ambassador 2026 Batch 2 diharapkan dapat menjadi kesempatan untuk mengembangkan kemampuan diri sekaligus memperkenalkan pemanfaatan teknologi digital di lingkungan UAD. Program ini juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk berbagi pengetahuan dan mendorong penggunaan teknologi dalam mendukung pembelajaran. (Juni)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Hana-Lin-Zakiyah-Mahasiswa-PBI-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-sebagai-GSA-2026-Foto.-Hana.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-10-07 08:35:492026-10-07 08:35:49Mahasiswa PBI UAD Terpilih sebagai Google Student Ambassador 2026 Batch 2

Menempa Mahasiswa Menuju Konselor Profesional yang Unggul dan Berkemajuan

07/10/2026/in Terkini /by Ard

Kegiatan Camp Counseling Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Septia)

Program Studi Bimbingan dan Konseling (BK) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) sukses menyelenggarakan kegiatan Camp Counseling pada Jumat, 2 Oktober 2026. Kegiatan ini dirancang untuk membekali mahasiswa agar memiliki mental tangguh, arah karier yang jelas, serta dedikasi tinggi terhadap profesi konselor.

Sesi pembinaan utama diawali dengan pemaparan materi dari Dr. Caraka Putra Bhakti, S.Pd., M.Pd., yang mengangkat tema tantangan dan peluang menjadi mahasiswa BK. Ia menekankan pentingnya menjadi pendekar BK yang tangguh dengan cara mengenali potensi diri, berani melakukan eksplorasi, mengelola emosi dengan resiliensi, serta menjaga konsistensi.

Caraka memaparkan strategi pengembangan karier melalui program magang internship, penguatan skill pendukung, perolehan sertifikasi profesi, pendidikan, pengalaman organisasi, hingga kejuaraan prestisius. Mahasiswa diajak mengenali diri melalui pemetaan konsep diri (concept map) yang mencakup analisis kekuatan, kelemahan, peluang, tantangan, kesiapan akademik, reputasi, prestasi, kontribusi, aksi kreasi inovasi, serta pengalaman di tingkat lokal, nasional, hingga internasional.

Materi selanjutnya disampaikan oleh Prof. Dr. Dody Hartanto, S.Pd., M.Pd., yang memberikan penguatan mengenai komitmen mahasiswa BK yang unggul dan berkemajuan. Ia mengajak mahasiswa merefleksikan alasan memilih prodi BK melalui alasan hati, alasan arah, dan alasan makna. Mahasiswa juga diperkenalkan pada rekam jejak Prodi BK UAD yang kini telah menjadi prodi pertama yang memiliki program Magister (S2) BK dan menorehkan banyak prestasi.

“Saat ini, tercatat 1 dari 3 remaja mengalami masalah kesehatan mental, sementara rasio ideal menunjukkan 1 konselor melayani 150 siswa (atau 3 konselor per sekolah). Di dunia kerja global, pergeseran 92 juta pekerjaan diimbangi dengan 170 juta peluang baru yang menuntut keterampilan analitis, AI, resiliensi, dan lifelong learning,” katanya.

Prof. Dody menjelaskan bahwa komitmen profesi yang berwajah afektif, kontinuan, dan normatif tumbuh dari otonomi, kompetensi, serta keterhubungan. Mahasiswa didorong memiliki growth mindset serta menjadikan refleksi sebagai siklus belajar utama.

Melalui peta jalan empat tahun (fondasi, keterampilan, penerapan, hingga profesional), lulusan BK dipersiapkan menempati ruang karier di bidang pendidikan, dunia kerja, sosial, dan kesehatan. Mengakhiri materinya, beliau menegaskan bahwa “perubahan tidak dimulai dari niat yang sempurna, tetapi dari aksi kecil yang konsisten dan ikrar yang terus diperbarui”. (Septia)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Kegiatan-Camp-Counseling-Program-Studi-Bimbingan-dan-Konseling-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Septia.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-10-07 08:27:472026-10-07 08:27:47Menempa Mahasiswa Menuju Konselor Profesional yang Unggul dan Berkemajuan

Prodi BK UAD Pererat Kebersamaan melalui Camp Counseling 2026

06/10/2026/in Terkini /by Ard

Camp Counseling 2026 Prodi BK Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Ika)

Program Studi Bimbingan dan Konseling (BK) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar kegiatan Camp Counseling & Adventure Based Counseling 2026 pada 2–3 Oktober 2026. Mengusung tema “Connect, Challenge, Grow: Menyatukan Langkah Menguatkan Kebersamaan”, kegiatan pada Sabtu, 3 Oktober 2026, berfokus pada penguatan kebersamaan melalui aktivitas bersama di halaman laboratorium Kampus IV UAD.

Kegiatan ini diikuti oleh dosen, tenaga kependidikan (tendik), mahasiswa baru BK angkatan 2026, serta mahasiswa dari HMPS BK UAD dan Komunitas Sahabat Mentari BK UAD. Rangkaian kegiatan diawali dengan pengondisian peserta, senam bersama, dan Family Gathering Bimbingan dan Konseling UAD.

Dosen BK UAD, Ariadi Nugraha, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan program tahunan untuk menyambut mahasiswa baru. “Biasanya penyambutan mahasiswa baru di program studi atau organisasi mahasiswa lain dilakukan dalam bentuk makrab. Namun, di Prodi BK UAD, kami membuat kegiatan yang berbeda dengan program dan sasaran yang lebih terarah,” jelasnya.

Ia menambahkan, kegiatan ini dirancang untuk mengenalkan fasilitas yang dapat diakses mahasiswa, mengembangkan bakat dan minat, memahami manajemen kasus, serta memberikan informasi tentang berbagai peluang selama perkuliahan. “Kami ingin membangun rasa kompak, tidak hanya antarmahasiswa baru, tetapi juga bersama keluarga besar Prodi BK UAD,” kata Ariadi.

Kegiatan dilanjutkan dengan Adventure Based Counseling, yaitu aktivitas berbasis pengalaman yang mendorong peserta melatih kerja sama, komunikasi, dan kepercayaan satu sama lain. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yang biasanya dilaksanakan di luar kampus, kegiatan tahun ini diselenggarakan di Kampus IV UAD selama dua hari berdasarkan masukan dan evaluasi sebelumnya.

“Berkat masukan, ide kreatif, dan evaluasi dari tahun-tahun sebelumnya, tahun ini kegiatan kami adakan di kampus selama dua hari,” ungkapnya.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan sesi closing, dengan harapan mahasiswa baru semakin mengenal lingkungan Prodi BK UAD, membangun kebersamaan, dan memanfaatkan berbagai fasilitas serta peluang yang tersedia selama perkuliahan. (Juni)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Camp-Counseling-2026-Prodi-BK-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Ika.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-10-06 08:54:022026-10-06 08:54:02Prodi BK UAD Pererat Kebersamaan melalui Camp Counseling 2026

Staf Perpustakaan UAD Dinyatakan Kompeten dalam Uji Sertifikasi Profesi

06/10/2026/in Terkini /by Ard

Pustakawan Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dinyatakan kompeten pada uji sertifikasi profesi (Foto. Tim Perpustakaan UAD)

Tim Perpustakaan Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali mengukir prestasi dalam penguatan kualitas sumber daya manusia. Sembilan staf perpustakaan UAD berhasil meraih predikat kompeten pada uji sertifikasi kompetensi di bidangnya masing-masing. Delapan pustakawan UAD dinyatakan kompeten dalam Sertifikasi Kompetensi Pustakawan yang diselenggarakan oleh Pengurus Daerah (PD) Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), berkolaborasi dengan Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY, serta Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) pada 25 hingga 27 September 2026. Pada penutupan kegiatan, PD IPI DIY mengumumkan bahwa seluruh 39 peserta dari berbagai lembaga dinyatakan kompeten, termasuk delapan pustakawan perwakilan UAD.

Uji sertifikasi tersebut mencakup enam klaster utama, yaitu Pelaksanaan Pengatalogan Deskriptif, Pelaksanaan Promosi Layanan Perpustakaan, Layanan Perpustakaan untuk Anak, Pelaksanaan Pengembangan Koleksi Perpustakaan, Layanan Dasar Perpustakaan, dan Pengembangan Kemampuan Literasi Informasi.

Dari keenam klaster tersebut, para pustakawan UAD berpartisipasi pada tiga bidang. Gretha Prestisia R.K., M.IP., dan Nanik Arkiyah, M.IP., mengambil klaster Pelaksanaan Pengembangan Koleksi Perpustakaan. Selanjutnya, lima pustakawan memilih klaster Layanan Dasar Perpustakaan, yaitu Naning Wardani, S.I.Pust., Ana Pujiastuti, M.A., Dian Yunihasti, S.IP., Anjas Alifah Bakry, S.Hum., M.A., serta Nurshifa Fauziyah, M.A. Sementara klaster Pengembangan Kemampuan Literasi Informasi diikuti oleh Zulfa Erlin Muflikhah, S.IP.

Melengkapi capaian tersebut, staf perpustakaan UAD lainnya, Andriani Silviana Primastuti, S.Kom., juga berhasil meraih predikat kompeten dalam Sertifikasi Kompetensi Pengembangan Web yang diselenggarakan oleh LSP UAD. Raihan ini semakin memperkuat kesiapan Perpustakaan UAD dalam menghadirkan layanan prima yang relevan dengan perkembangan teknologi digital.

“Alhamdulillah, semoga kompetensi yang diperoleh dapat terus dikembangkan dan menjadi bekal dalam memberikan layanan perpustakaan yang profesional, berkualitas, dan berdampak bagi sivitas akademika, serta masyarakat luas,” ujar Naning Wardani, pustakawan sekaligus Kepala Urusan Literasi Informasi dan Promosi Perpustakaan UAD. (Anove)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Pustakawan-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-dinyatakan-kompeten-pada-uji-sertifikasi-profesi-Foto.-Tim-Perpustakaan-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-10-06 08:46:012026-10-06 08:46:01Staf Perpustakaan UAD Dinyatakan Kompeten dalam Uji Sertifikasi Profesi

Mahasiswa KKN UAD Olah Limbah Plastik Menjadi Produk Bernilai Jual

06/10/2026/in MBKM, Terkini /by Ard

Mahasiswa KKN Universitas Ahmad Dahlan (UAD) olah limbah plastik menjadi produk bernilai jual (Foto. KKN UAD)

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Meramu 171 Unit III.B.1 dan III.B.2 Himpunan Mahasiswa Teknik Industri (HMTI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar pelatihan pengolahan limbah anorganik berupa plastik menjadi produk kerajinan bernilai jual. Kegiatan tersebut menyasar ibu-ibu PKK RW 07, Kelurahan Brontokusuman, Prawirotaman, pada Sabtu, 19 September 2026.

Kegiatan ini menjadi salah satu upaya mahasiswa dalam meningkatkan keterampilan masyarakat sekaligus mengurangi limbah plastik di lingkungan. Plastik yang sebelumnya hanya dibuang dan belum dimanfaatkan secara optimal diolah menjadi pouch yang memiliki nilai guna dan berpotensi dikembangkan sebagai produk UMKM lokal.

Program tersebut juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) pilar ke-12, yaitu Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab (Responsible Consumption and Production). Dalam pelaksanaannya, mahasiswa memberikan edukasi mengenai pemanfaatan limbah plastik sekaligus mendampingi peserta dalam setiap tahapan pembuatan pouch.

Andika, perwakilan mahasiswa KKN Meramu 171, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut bertujuan memberikan keterampilan praktis kepada ibu-ibu PKK agar dapat memanfaatkan limbah plastik menjadi produk yang memiliki nilai guna sekaligus nilai ekonomi.

“Kami berharap keterampilan ini tidak hanya berhenti pada pelatihan, tetapi dapat dikembangkan kembali oleh ibu-ibu PKK menjadi produk UMKM yang bernilai ekonomi,” ujarnya.

Sementara itu, Purwanti selaku perwakilan RW 07 Kelurahan Brontokusuman mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan mahasiswa KKN UAD. Menurutnya, pelatihan tersebut memberikan keterampilan baru kepada masyarakat sekaligus menjadi salah satu upaya mengurangi limbah plastik di lingkungan.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat karena ibu-ibu mendapatkan keterampilan baru dan bisa memanfaatkan sampah plastik menjadi produk yang berguna. Harapannya bisa dipraktikkan kembali di rumah,” katanya.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN Meramu 171 berharap keterampilan pengolahan limbah plastik dapat terus diterapkan oleh masyarakat. Selain membantu mengurangi limbah, pemanfaatan tersebut diharapkan dapat berkembang menjadi produk kreatif yang memiliki nilai ekonomi dan mendukung penguatan UMKM lokal. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-KKN-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-olah-limbah-plastik-menjadi-produk-bernilai-jual-Foto.-KKN-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-10-06 08:36:302026-10-15 10:03:49Mahasiswa KKN UAD Olah Limbah Plastik Menjadi Produk Bernilai Jual

Ketua Kolegium Farmasi Indonesia Dorong Apoteker Baru Buktikan Kompetensi di Lapangan

06/10/2026/in Terkini /by Ard

Ketua Kolegium Farmasi Indonesia pada Sumpah Apoteker Program Studi PPA Fakultas Farmasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Humas UAD)

Ketua Kolegium Farmasi Indonesia, Prof. Dr. apt. Dyah Aryani Perwitasari, M.Si., Ph.D., FISQua, menyampaikan sambutan dalam acara Sumpah Apoteker Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker Fakultas Farmasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Ia mengingatkan para apoteker baru bahwa kompetensi harus dipertahankan dan dibuktikan di lapangan.

Menurut Dyah, seseorang menjadi apoteker ketika telah menyelesaikan uji kompetensi, yang berarti kompetensinya tercapai, lalu melaksanakan sumpah. Ia menyatakan bahwa tantangan bersama saat ini adalah bagaimana kompetensi tersebut dapat terus dipertahankan.

Ia menyebut proporsi kelulusan uji kompetensi 50 persen masih dipengaruhi indeks prestasi kumulatif, sehingga skor uji kompetensi baru berdampak 50 persen terhadap ketercapaian kompetensi. Artinya, masih ada pekerjaan rumah yang belum terjawab dan akan dijawab para apoteker di lapangan.

Dyah mencontohkan kondisi di daerah seperti Sumba, tempat layanan terapi dan monitoring kanker masih sangat terbatas karena minimnya apoteker berkeahlian khusus di bidang tersebut. “Jadi kalau kemarin itu di atas kertas, IPK-nya 3,9, saya masih butuh pembuktian Anda. Apakah Anda betul-betul memenuhi kompetensi itu?” katanya.

Ia berharap ke depan para apoteker lulusan UAD dapat turut mengembangkan layanan kesehatan hingga ke luar Jawa.

Mengingat jumlah apoteker di Yogyakarta yang sudah padat, Dyah mengajak para apoteker baru untuk berani keluar dari zona nyaman dan mengabdi ke berbagai wilayah di Indonesia yang masih membutuhkan, seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, Papua, hingga Nusa Tenggara. Menurutnya, persebaran Surat Izin Praktik (SIP) apoteker yang merata merupakan kunci untuk meningkatkan kualitas pelayanan kefarmasian di seluruh penjuru negeri.

Selain kompetensi klinis, dosen Fakultas Farmasi UAD tersebut mengingatkan para apoteker untuk segera mengurus kelengkapan administrasi seperti SIP dengan Dinas Kesehatan serta mempersiapkan pemenuhan satuan kredit profesi (SKP) selama lima tahun ke depan.

“Apoteker akan menjadi bagian penting dari sistem kesehatan yang menghadapi berbagai tantangan besar masa depan, mulai dari perubahan demografi, lonjakan penyakit tidak menular, perkembangan teknologi digital, hingga kesiapsiagaan menghadapi kebencanaan,” jelas Dyah.

Sebagai penutup, ia berharap para apoteker baru senantiasa menjunjung tinggi nilai profesionalisme, berorientasi pada pelayanan, adaptif terhadap perubahan, mampu berkolaborasi, dan bertanggung jawab kepada masyarakat. Kolegium Farmasi Indonesia turut menyampaikan selamat atas dilantiknya para apoteker baru di Indonesia. (Septia)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Ketua-Kolegium-Farmasi-Indonesia-pada-Sumpah-Apoteker-Program-Studi-PPA-Fakultas-Farmasi-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Humas-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-10-06 08:27:072026-10-06 08:27:07Ketua Kolegium Farmasi Indonesia Dorong Apoteker Baru Buktikan Kompetensi di Lapangan

Kesederhanaan yang Menjadi Pilihan Hidup Rasulullah

06/10/2026/in Feature /by Ard

Kajian Rutin Ahad Pagi Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dengan pemateri Ustaz H. Ali Yusuf (Foto. Vita)

Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) mengadakan Kajian Rutin Ahad Pagi, 27 September 2026. Kajian ini mengambil tema “Nabi saw. Itu Kaya atau Miskin?” dengan pemateri Ustaz H. Ali Yusuf, S.Th.I., M.Hum. Pada kajian kali ini, ia memberikan penjelasan mengenai kesederhanaan hidup Rasulullah serta hadis-hadis mengenai kehidupan beliau.

Sebagai pembuka, Ustaz Ali memberikan penjelasan mengenai makna dari kata “miskin”. Ia mengatakan bahwa kata miskin dalam masyarakat kita memiliki artian negatif. Orang yang tidak memiliki harta dan tidak berkecukupan dikatakan sebagai miskin oleh masyarakat. Terlebih lagi dengan adanya standar kemiskinan yang dibuat oleh pemerintah, masyarakat akhirnya mulai menilai seseorang dengan menggunakan standar tersebut.

Namun, Ustaz Ali kembali menegaskan kalau hal itu hanya stigma masyarakat yang terbentuk dari kebiasaan atau apa yang mereka lihat dan dengar di lingkungan. Ia juga memberikan contoh kasus yang sering terjadi di masyarakat. “Kalau orang datang ke psikolog dianggapnya stres, dianggapnya itu punya ya, gejala ODGJ,” ujarnya.

“Kata ‘miskin’ jangan sampai menjadi stigma, stigma yang negatif kepada Nabi,” ujarnya lagi.

Pernyataan tersebut kemudian mengarah pada satu pertanyaan, apakah Nabi saw. itu kaya atau miskin?

Dalam suatu riwayat, Nabi saw. sudah menjadi yatim sejak lahir. Semasa kecil, beliau juga bekerja sebagai penggembala, pekerjaan yang umum dilakukan penduduk Mekah saat itu. Riwayat lain menyebutkan bahwa selama dua bulan, rumah Nabi saw. tidak mengeluarkan asap. Hal ini dimaknai kalau selama dua bulan itu, beliau tidak memasak.

Terdapat tiga istilah untuk memberikan gambaran mengenai jawaban dari pertanyaan sebelumnya. Pertama adalah al-faqru yang berarti kefakiran atau kemiskinan. Kedua adalah al-ghina yang artinya kekayaan atau berkecukupan. Yang terakhir, zuhud berarti orang yang memilih hidup sederhana meski memiliki harta. Dalam hal ini, Rasulullah tidak menjadikan harta sebagai prioritas dan memilih untuk hidup zuhud.

Hal ini dijelaskan pula dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi. Dalam riwayat itu, Rasulullah dikatakan mengganjal perut dengan dua batu untuk menahan lapar. Hadis lain juga dijelaskan kalau Nabi saw. sering berpuasa karena tidak ada makanan di rumah. Dalam satu hadis yang diriwayatkan Imam Bukhari, dikatakan bahwa Rasulullah pernah menggadaikan bajunya dengan gandum.

Menjelang akhir kajian, pembahasan berlanjut dengan hadis yang mengatakan kalau Rasulullah pernah berdoa agar dijadikan orang miskin dan berkumpul bersama mereka. Hal itu karena proses perhitungan amal mereka jauh lebih cepat dibandingkan orang kaya. Miskin yang dimaksudkan dalam doa beliau ini adalah hidup sederhana tanpa bergelimangan harta. Rasulullah juga mengatakan demikian sebagai bentuk rendah diri di hadapan Allah Swt.

Untuk menutup kajian, Ustaz Ali menegaskan bahwa Rasulullah memiliki harta yang banyak, tetapi beliau tidak suka menyimpan hartanya lama-lama dan menggunakannya untuk disumbangkan. Namun, beliau juga tidak bisa dikatakan miskin. Rasulullah memilih untuk zuhud sebagai pilihan hidupnya. Ustaz Ali juga mengajak para jemaah agar tidak memberikan label bahwa Rasulullah itu miskin. Itu adalah bentuk kesederhanaan Rasulullah. Ia juga menekankan kalau Rasulullah tidak menyukai kefakiran karena bisa menyebabkan kufur. (vit)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Kajian-Rutin-Ahad-Pagi-Masjid-Islamic-Center-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-dengan-pemateri-Ustaz-H.-Ali-Yusuf-Foto.-Vita.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-10-06 08:18:072026-10-06 08:18:07Kesederhanaan yang Menjadi Pilihan Hidup Rasulullah

Mahasiswa Prodi Gizi UAD Adakan Program Pegas untuk Cegah Stunting

05/10/2026/in Terkini /by Ard

Mahasiswa Prodi Gizi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) adakan Program Pegas untuk cegah stunting (Foto. Abner)

Mahasiswa Program Studi Gizi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) sukses menggelar kegiatan edukasi parenting bertajuk Pemenuhan Gizi Seimbang dan Pencegahan Stunting (Pegas) di Serambi Masjid Al Azhar Suryowijayan, Yogyakarta, pada Senin, 28 September 2026.

Kegiatan yang menyasar orang tua murid dan guru TK ABA Suryowijayan ini dilaksanakan berkolaborasi dengan ahli gizi dari Puskesmas Mantrijeron guna meningkatkan pemahaman terkait pentingnya pemenuhan gizi seimbang bagi anak.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa Gizi UAD memaparkan materi seputar ancaman stunting, yakni kondisi terhambatnya pertumbuhan fisik anak akibat masalah gizi kronis. Stunting kerap dipicu oleh asupan gizi yang kurang, infeksi berulang, hingga pola asuh yang kurang tepat.

Oleh karena itu, para peserta diberikan edukasi mengenai penerapan gizi seimbang melalui panduan “isi piringku” guna mengatur proporsi makanan pokok, lauk-pauk, sayur, dan buah yang ideal dalam satu kali makan.

Sementara itu, ahli gizi Puskesmas Mantrijeron menyoroti pentingnya pemantauan pertumbuhan anak usia 4 hingga 6 tahun secara rutin. Orang tua diimbau untuk memantau kenaikan berat badan minimal (KBM) anak secara berkala agar potensi masalah pertumbuhan dapat dideteksi dan ditangani lebih awal.

Selain pemenuhan nutrisi pokok, ahli gizi juga memberikan penekanan terkait pentingnya membatasi konsumsi Gula, Garam, dan Lemak (GGL), khususnya yang berasal dari makanan maupun minuman kemasan. Pemenuhan gizi ini juga harus diimbangi dengan penerapan pola hidup sehat, seperti mencukupi kebutuhan air putih, rutin beraktivitas fisik, mencuci tangan sebelum makan, serta menjaga kualitas tidur anak.

Melalui program PEGAS ini, diharapkan para orang tua dan guru dapat berperan lebih aktif dalam mengawasi tumbuh kembang anak. Penerapan pola makan yang beragam dan pembiasaan gaya hidup sehat sejak dini menjadi kunci utama untuk memutus mata rantai stunting sekaligus mencetak generasi penerus yang sehat dan cerdas. (Ito)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-Prodi-Gizi-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-adakan-Program-Pegas-untuk-cegah-stunting-Foto.-Abner.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-10-05 10:18:142026-10-05 10:18:14Mahasiswa Prodi Gizi UAD Adakan Program Pegas untuk Cegah Stunting
Page 3 of 594‹12345›»

TERKINI

  • Prodi Magister Informatika UAD Gelar Pelatihan Penggunaan Teknologi Digital yang Aman dan Bijak16/10/2026
  • Mahasiswa UAD Edukasi Siswa tentang Kesiapsiagaan Bencana dan Keselamatan Lalu Lintas16/10/2026
  • KKN UAD Kembangkan Kampung Hijau di Timuran, Yogyakarta16/10/2026
  • Forsikip UAD Gelar Pelatihan Pengembangan Diri Lintas Kampus bagi Awardee KIP-Kuliah15/10/2026
  • Menjajaki Riset, Inovasi, dan Teknologi dari Academic Visit di Tiongkok15/10/2026

PRESTASI

  • Tim Voli Putri UAD Raih Juara III Liga Voli Mahasiswa 202615/10/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara II Math Essay Competition Nasional15/10/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara I Writing Contest FOMUNY 202612/10/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara III pada Kejurnas IX Senior-Junior Hapkido Indonesia 202630/09/2026
  • Tim Al Qorni UAD Raih Dua Gelar Juara di Ajang KMLI 202630/09/2026

FEATURE

  • Meneladani Keteguhan dan Keluhuran Akhlak Rasulullah di Tengah Pemboikotan12/10/2026
  • Kesederhanaan yang Menjadi Pilihan Hidup Rasulullah06/10/2026
  • Runtuhkan Sekat Pembatas, Dekan FKIP UAD Tekankan Kolaborasi Pendidikan yang Berdampak28/09/2026
  • Menelusuri Hakikat dan Empat Tanda Kebahagiaan di Dunia15/09/2026
  • Memaknai Singkatnya Kehidupan dan Rahmat Berlimpah Menuju Surga10/09/2026

TENTANG | KRU | KONTAK | REKAPITULASI

Scroll to top