Prodi Magister Informatika UAD Gelar Pelatihan Penggunaan Teknologi Digital yang Aman dan Bijak

Prodi Magister Informatika Universitas Ahmad Dahlan (UAD) gelar pelatihan penggunaan teknologi digital (Foto. Istimewa)
Program Studi (Prodi) Magister Informatika Universitas Ahmad Dahlan (UAD) sukses menyelenggarakan Program Pemberdayaan Umat (Prodamat) yang bertema “Pelatihan Pendampingan Anak dalam Penggunaan Teknologi Digital secara Aman dan Bijak melalui Pemanfaatan Google Family Link”. Kegiatan ini berlangsung di SD Muhammadiyah Karangploso pada Sabtu, 10 Oktober 2026, dan diikuti 31 anggota Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah Sitimulyo Timur.
Dalam sambutannya, Hj. Siti Fadilah, M.Pd., selaku Ketua Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah Sitimulyo Timur, menyampaikan rasa senang dan terima kasih kepada tim UAD atas terselenggaranya kegiatan ini. Menurutnya, pelatihan ini sangat bermanfaat karena membekali para ibu dengan pengetahuan untuk mendampingi anak dalam menggunakan teknologi digital secara aman dan bijak. Ia berharap seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh dan menerapkan ilmunya di rumah, serta berharap kerja sama dengan UAD dapat terus berlanjut.
Dosen UAD, Ir. Herman Yuliansyah, S.T., M.Eng., Ph.D., yang turut memberikan sambutan. Ia menyampaikan terima kasih atas sambutan hangat Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah Sitimulyo Timur dan menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk pengabdian Prodi Magister Informatika kepada masyarakat. Ia juga mengajak para peserta mengikuti kegiatan dengan baik dan berharap ilmu yang diperoleh dapat bermanfaat bagi keluarga serta lingkungan sekitar.
Pelatihan disampaikan oleh mahasiswa Magister Informatika UAD, yaitu Wiji Karyanti, Fitria Sulistiany, dan Setyawan Aji Samudra. Peserta dibekali literasi digital, mulai dari menjaga data pribadi (NIK, kata sandi, dan kode OTP), mengenali modus penipuan seperti undangan pernikahan berbentuk APK dan undian palsu, hingga memilah hoaks dengan prinsip “saring sebelum sharing“. Peserta juga berlatih menilai contoh pesan WhatsApp untuk menentukan mana pesan yang benar, hoaks dan penipuan.
Selanjutnya, peserta mempraktikkan Google Family Link, aplikasi gratis yang menghubungkan ponsel orang tua dengan ponsel anak. Melalui aplikasi ini, peserta belajar memantau waktu pemakaian, mengatur batas waktu, menyaring konten di Google Play, YouTube, dan Chrome, serta melihat lokasi ponsel anak.
Pada akhir kegiatan, para pemateri menegaskan bahwa aplikasi hanyalah alat bantu. Komunikasi terbuka dan pendampingan langsung dari orang tua tetap menjadi kunci utama. Pesan utamanya: bukan melarang teknologi, tetapi mengajarkan anak menggunakan teknologi dengan benar. (Mei/doc)
