• TERKINI
  • UAD BERDAMPAK
  • PRESTASI
  • FEATURE
  • OPINI
  • MEDIA
  • KIRIM BERITA
  • Menu
News Portal of Universitas Ahmad Dahlan

Posts

Menangkal Bahaya “Dumb Scroll” Era Digital: Ustadz Fadhlurrahman Bagikan 3 Fase Mendidik Anak

15/04/2026/in Terkini /by Ard

Ustadz Fadhlurrahman, S.Pd.I., M.Pd. saat mengisi materi Kajian Rutin Ahad Pagi Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Itoshiko)

Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali menyelenggarakan Kajian Rutin Ahad Pagi pada Ahad, 12 April 2026. Berkolaborasi dengan jemaah dan masyarakat sekitar, kajian kali ini menghadirkan Dosen Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) UAD, Ustadz Fadhlurrahman, S.Pd.I., M.Pd., yang mengupas tuntas tema “Mendidik Anak, Menanam Jalan Sukses Dunia dan Akhirat.”

Dalam pemaparannya, Ustadz Fadhlurrahman menekankan pentingnya kewaspadaan bagi para orang tua terkait tantangan mendidik anak di era digital.. Ia menyoroti fenomena hilangnya waktu berkualitas anak akibat dua penyakit modern, yakni “dumb scroll” dan “brain rot”. Banyak anak masa kini menghabiskan hingga delapan jam sehari hanya untuk menggulir layar handphone tanpa tujuan jelas, serta mengalami penurunan daya pikir akibat paparan konten instan yang tidak mendidik. Mirisnya, hal ini berdampak pada pergeseran nilai, di mana anak-anak lebih mudah menghafal lagu-lagu berlirik dewasa atau patah hati dibandingkan mengenal rukun iman, rukun Islam, atau kisah keluarga Nabi Muhammad saw.

Untuk menghadapi krisis karakter tersebut, Ustadz Fadhlurrahman mengajak jemaah untuk kembali pada konsep pendidikan ala sahabat Ali bin Abi Thalib ra., yang membagi fase mendidik anak menjadi tiga tahapan. Fase pertama (1-7 tahun) adalah “Laibhu” atau mengajak anak bermain. Pada fase ini, kehadiran utuh orang tua sangat dibutuhkan untuk memberikan sentuhan kasih sayang dan keteladanan yang tidak bisa digantikan oleh kecanggihan teknologi maupun fasilitas bermain yang mewah. Fase kedua (8-14 tahun) adalah “Adibhu” atau menanamkan adab. Ustadz Fadhlurrahman menegaskan bahwa adab, seperti mengantre dan menerima kekalahan dengan lapang dada, harus dipaksakan dan dibiasakan sejak dini sebelum anak mengenal perdebatan.

Memasuki fase ketiga (15-21 tahun), orang tua dianjurkan menerapkan prinsip “Rafiqhu” atau menjadikan anak sebagai sahabat. Pendekatan ini mengutamakan diskusi dua arah yang lembut tanpa paksaan otoriter. Selain ketiga fase tersebut, pemateri juga mengingatkan bahaya memanjakan anak secara berlebihan yang justru melumpuhkan mental mereka, layaknya kupu-kupu yang gagal terbang karena dibantu keluar dari kepompongnya. Anak perlu diajarkan arti perjuangan dan kemandirian agar tidak rapuh saat menghadapi kerasnya ujian kehidupan di masa depan.

Menutup kajian, Ustadz Fadhlurrahman berpesan tentang kekuatan doa dan ucapan orang tua. Ia mengisahkan Imam Sudais yang menjadi Imam Besar Masjidil Haram justru berkat doa ibunya yang sedang marah namun tetap melontarkan perkataan mulia. Orang tua diimbau untuk selalu menjaga lisan, bahkan di saat emosi memuncak, serta memastikan keharmonisan rumah tangga. Sebab, ketahanan keluarga dan konsistensi ibadah yang dicontohkan oleh orang tua adalah kunci utama keberhasilan menanam jalan sukses anak, baik di dunia maupun di akhirat. (Ito)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Ustadz-Fadhlurrahman-S.Pd_.I.-M.Pd_.-saat-mengisi-materi-Kajian-Rutin-Ahad-Pagi-Masjid-Islamic-Center-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Itoshiko.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-04-15 09:51:002026-04-15 09:51:00Menangkal Bahaya "Dumb Scroll" Era Digital: Ustadz Fadhlurrahman Bagikan 3 Fase Mendidik Anak

Mahasiswa UAD Terpilih Jadi Google Student Ambassador 2026

15/04/2026/in Terkini /by Ard

Dio Lutvi Andre mahasiswa Sistem Informasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) terpilih sebagai Google Student Ambassador 2026 (Foto. Itoshiko)

Mahasiswa Program Studi Sistem Informasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Dio Lutvi Andre, berhasil mengukir prestasi gemilang di tingkat nasional. Ia resmi terpilih sebagai Google Student Ambassador (GSA) 2026 setelah melewati rangkaian seleksi ketat yang diselenggarakan oleh Google Indonesia.

Pencapaian ini diumumkan pada 1 April 2026, setelah proses pendaftaran yang dimulai sejak pertengahan Maret. Terpilihnya Dio menjadi catatan luar biasa mengingat ketatnya persaingan dalam program ini. Tercatat, sebanyak lebih dari 81.000 pendaftar dari berbagai perguruan tinggi ternama di Indonesia turut berpartisipasi, dengan tingkat kelulusan yang sangat selektif, yakni hanya sekitar 2,4 persen.

GSA merupakan program dari Google Indonesia yang dirancang untuk menjembatani dunia akademik dengan teknologi. Program ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa terpilih untuk menjadi duta teknologi di lingkungan kampusnya masing-masing.

Dio mengaku sangat bersyukur atas keberhasilan ini. “Jujur, pencapaian ini rasanya luar biasa. Bersaing dengan puluhan ribu pendaftar adalah perjalanan yang luar biasa, dan ini sekaligus membuktikan bahwa mahasiswa UAD memiliki kualitas yang mampu bersaing di level nasional,” ungkapnya.

Dalam persiapannya, Dio menghabiskan waktu sekitar dua hingga empat minggu untuk menyusun strategi. Hal ini meliputi pemetaan masalah yang relevan, riset mendalam, hingga optimalisasi portofolio dan media sosial sebagai bahan penilaian utama. Meski sempat merasa tegang saat menunggu hasil pengumuman, Dio berhasil membuktikan dedikasinya melalui proses seleksi administrasi dan kualifikasi yang panjang.

Motivasi utama Dio mengikuti program ini adalah untuk membawa dampak positif bagi sesama mahasiswa. Ia berharap kedepannya dapat membantu memecahkan permasalahan mahasiswa melalui pemanfaatan berbagai perangkat (tools) teknologi dari Google.

“Saya ingin menegaskan bahwa teknologi itu bersifat inklusif dan bisa digunakan oleh mahasiswa dari lintas program studi, tidak terbatas hanya untuk anak IT saja,” pungkasnya. (ito)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Dio-Lutvi-Andre-mahasiswa-Sistem-Informasi-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-terpilih-sebagai-Google-Student-Ambassador-2026-Foto.-Itoshiko.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-04-15 09:38:282026-04-15 09:38:28Mahasiswa UAD Terpilih Jadi Google Student Ambassador 2026

PWI DIY Canangkan Grha Pers Pancasila dan Perkuat Sinergi dengan UAD

14/04/2026/in Terkini /by Ard

Rapat pleno sekaligus halalbihalal PWI DIY di Aula Islamic Center (IC) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Humas UAD)

Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar rapat pleno sekaligus halalbihalal di Aula Islamic Center (IC) Universitas Ahmad Dahlan (UAD), pada Sabtu, 11 April 2026.

Dalam pertemuan tersebut, Ketua PWI DIY, Drs. Hudono, S.H., mencanangkan pembangunan Grha Pers Pancasila yang naskah akademiknya disusun oleh Prof. Sujito dan Prof. Dr. Muchlas, M.T., sebagai program satu-satunya di Indonesia. Hudono menegaskan bahwa program bergengsi ini memerlukan kolaborasi erat dengan pemangku kepentingan kampus, termasuk rencana pembangunan kembali gedung PWI yang telah memiliki Detail Engineering Design (DED) serta agenda audiensi dengan Ngarsa Dalem.

Selain penguatan organisasi, PWI DIY juga menyiapkan rangkaian acara Hari Pers Nasional (HPN) berupa jalan sehat pada 26 April mendatang dan lomba memasak di Balai Kota Yogyakarta pada 11 Juli 2026.

Dalam bidang pendidikan, PWI DIY menawarkan kolaborasi sertifikasi kompetensi jurnalistik bagi mahasiswa UAD sebagai Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI), mencontoh skema yang sudah berlaku di Semarang. Hal ini didukung penuh oleh Ketua Dewan Pakar PWI DIY sekaligus Rektor UAD, Prof. Dr. Muchlas, M.T., yang berharap sinergi ini dapat meningkatkan literasi masyarakat berbasis nilai agama dan budaya di Indonesia.

Acara ditutup dengan tausiah dari Ustaz Rahmadi Wibowo mengenai makna kemakmuran dan keberkahan ibadah di bulan Syawal. Sebagai simbol mempererat silaturahmi, seluruh pengurus PWI DIY dan pihak UAD melakukan sesi foto bersama serta saling bersalaman pada akhir acara. (Anove)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Rapat-pleno-sekaligus-halalbihalal-PWI-DIY-di-Aula-Islamic-Center-IC-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Humas-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-04-14 13:23:202026-04-14 13:23:20PWI DIY Canangkan Grha Pers Pancasila dan Perkuat Sinergi dengan UAD

Alumni PBI UAD Bagikan Kisah Inspiratif Karier Akademik di Negeri Sakura

14/04/2026/in Terkini /by Ard

Career Talk Show bersama Alumni PBI Universitas Ahmad Dahlan (UAD) di Jepang (Foto. Ana)

Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali menggelar sesi diskusi karier yang menghadirkan sosok inspiratif, Pratiwi Tri Utami, Ph.D. Melalui sesi daring langsung dari Jepang, Pratiwi menceritakan transformasinya dari seorang mahasiswa aktif di Yogyakarta hingga kini berhasil menjabat sebagai Assistant Professor di Hiroshima University. Siapa sangka, bagi Pratiwi yang berasal dari keluarga sederhana di Bangka Belitung, mengenyam bangku kuliah S1 saja sudah menjadi anugerah besar yang melampaui ekspektasinya saat itu.

Namun, jalan menuju Negeri Sakura tidaklah mulus. Pratiwi sempat menghadapi keraguan dari orang tua yang mengkhawatirkan beban finansial dan jarak yang jauh. Dengan prinsip “kalau sudah ingin, harus dikejar”, ia akhirnya mendapatkan restu setelah meyakinkan keluarga melalui kemampuannya meraih beasiswa JASSO. Meski begitu, beasiswa tersebut hanya mencakup biaya hidup, sehingga ia harus banting tulang bekerja paruh waktu demi melunasi biaya kuliah.

“Ada kalanya saya ragu, tapi restu orang tua dan tawakal menjadi kunci pembuka jalan yang sebelumnya terasa tertutup,” ungkapnya.

Setibanya di Jepang, Pratiwi harus menghadapi kejutan budaya akademik yang sangat kontras dengan di tanah air. Jika di Indonesia mahasiswa cenderung pasif mendengarkan dosen, di Jepang ia dituntut berpikir kritis, mandiri, dan aktif dalam diskusi. Tantangan ini ia hadapi dengan belajar bahasa Jepang secara otodidak, mencatat setiap percakapan baru di tangan untuk dipraktikkan langsung dalam keseharian.

Perjalanan akademiknya pun menemui titik balik penting pada tahun 2020. Usai menuntaskan gelar Magister, ia mendapatkan tawaran langsung dari dosen pembimbingnya untuk melanjutkan studi ke jenjang Doktoral. Setelah pertimbangan matang, ia memantapkan diri menempuh program S3 melalui beasiswa Next Generation Fellowship dari Hiroshima University.

Pencapaian Pratiwi saat ini nyatanya tidak diraih dengan instan. Setelah menuntaskan gelar Ph.D. pada 2023, ia sempat mencoba peruntungan dengan melamar posisi postdoctoral di berbagai negara, mulai dari Inggris, Eropa, hingga Amerika Serikat selama satu tahun. Meski belum membuahkan hasil, pintu lain justru terbuka di tahun 2024 ketika dosen pembimbingnya (sensei) menawarkan posisi strategis sebagai Assistant Professor. Melalui serangkaian seleksi ketat mulai dari pemberkasan, wawancara, hingga micro teaching, Pratiwi akhirnya resmi mengabdi sebagai pengajar di kampus tempat ia menempuh studi S2 dan S3-nya tersebut.

Melalui gelar wicara tersebut, Pratiwi memberikan motivasi kuat bagi seluruh mahasiswa agar tidak rendah diri dengan latar belakang yang dimiliki.

“Pencapaian ini menjadi pengingat bahwa memiliki mimpi global itu bukan hanya untuk orang-orang tertentu saja, tetapi juga pasti bisa dimiliki oleh siapa saja yang konsisten mau belajar dan berani mencoba,” pungkasnya. (anw)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Career-Talk-Show-bersama-Alumni-PBI-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-di-Jepang-Foto.-Ana.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-04-14 13:10:532026-04-14 13:10:53Alumni PBI UAD Bagikan Kisah Inspiratif Karier Akademik di Negeri Sakura

Mubaligh Hijrah UAD 2026: Menghidupkan Kegiatan di Masjid Al-Falah Kandri Girisubo

13/04/2026/in Terkini /by Ard

Program Mubaligh Hijrah 2026 LPSI Universitas Ahmad Dahlan (UAD) di Masjid Al-Falah, Desa Kandri, Pucung, Girisubo, Gunungkidul (Foto. Ammar)

Lembaga Pengembangan Studi Islam (LPSI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) mengadakan program Mubaligh Hijrah 2026. Program pengabdian ini dilaksanakan selama bulan Ramadan di Masjid Al-Falah, Desa Kandri, Kelurahan Pucung, Kecamatan Girisubo, Kabupaten Gunungkidul.

Unit I.B.5 menjadi salah satu tim yang terjun langsung dalam agenda ini. Tim ini terdiri dari Muhammad Ammar Khadafi dari Program Studi Pendidikan Agama Islam, serta dua mahasiswi Bahasa dan Sastra Arab, Salsabila Rizkika Ramadhani Khairunnisa dan Sekar Amirinda Barmuzayyah. Selama di lapangan, mereka dibimbing oleh Muh. Saeful Effendi, M.Pd.B.I. selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL).

Selama masa pengabdian, tim Mubaligh Hijrah tidak hanya mengikuti ibadah rutin, tetapi juga merancang berbagai program unggulan yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan praktik keislaman masyarakat setempat.

Salah satu program utama yang dilaksanakan adalah “Kajian Hadis Arba’in An-Nawawi” yang dilaksanakan setiap ba’da Subuh dengan konsep “satu hari satu hadis”. Kajian ini disampaikan dengan bahasa sederhana sehingga mudah dipahami oleh berbagai kalangan, mulai dari remaja hingga orang tua, serta dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari.

Kegiatan lain yang dilakukan adalah “Tadarus Surah Al-Kahfi” yang rutin dilaksanakan, khususnya pada hari Jumat, sebagai bentuk penguatan amalan sunnah. Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana membaca Al-Qur’an secara berjamaah, tetapi juga menjadi media syiar Islam yang memperkuat kebiasaan baik di tengah masyarakat.

Selain itu, tim juga menyelenggarakan pendampingan tadarus bagi remaja dan dewasa. Kegiatan ini difokuskan pada peningkatan kualitas bacaan Al-Qur’an. Peserta mendapatkan bimbingan terkait ilmu tajwid, seperti makharijul huruf, sifat huruf, kesalahan ketika membaca Al-Qur’an, serta aturan waqaf dan ibtida’.

Pendampingan dilakukan secara bertahap melalui praktik langsung sehingga mampu meningkatkan kefasihan dan ketepatan bacaan peserta.

Rangkaian kegiatan tersebut memberikan dampak positif bagi masyarakat. Tidak hanya meningkatkan pemahaman keagamaan, kegiatan ini juga berhasil menumbuhkan kebiasaan beribadah. Kehadiran mahasiswa juga turut mempererat ukhuwah serta menghidupkan nilai-nilai Islam di masyarakat.

Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya belajar mengamalkan ilmu yang dimiliki, tetapi juga berkontribusi nyata dalam membangun masyarakat yang religius dan berakhlak. Program ini diharapkan dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak masyarakat di berbagai daerah. (Mei)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Program-Mubaligh-Hijrah-2026-LPSI-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-di-Masjid-Al-Falah-Desa-Kandri-Pucung-Girisubo-Gunungkidul-Foto.-Ammar.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-04-13 11:46:362026-04-13 11:49:25Mubaligh Hijrah UAD 2026: Menghidupkan Kegiatan di Masjid Al-Falah Kandri Girisubo

Menjaga Istikamah Pasca-Ramadan

13/04/2026/in Terkini /by Ard

Dr. H. Nur Ahmad Ghazali, M.A., pemateri Kajian Rutin Ahad Pagi Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Itoshiko)

Setelah sempat diliburkan pada bulan Ramadan, Kajian Rutin Ahad Pagi kembali diselenggarakan di Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) pada 5 April 2026. Pada kesempatan ini, Dr. H. Nur Ahmad Ghazali, M.A., yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY, hadir mengangkat tema “Syawal Naik Levelkah? Tantangan dan Upayanya”. Ia mengawali kajian dengan memaknai kata Syawal yang secara akar bahasa bermakna “naik” atau peningkatan, sejalan dengan semangat Islam yang senantiasa berkemajuan. Ustaz Nur Ahmad mengajak jemaah untuk bertekad menjadikan Syawal sebagai momentum eskalasi spiritual, bukan sekadar sisa-sisa energi pasca-Ramadan.

Lebih lanjut, ia menyoroti fenomena menurunnya intensitas ibadah setelah bulan puasa usai. Menurutnya, rentetan ibadah di bulan Ramadan ibarat mendaki gunung; setelah mencapai puncak ketakwaan, seorang muslim tidak semestinya turun kembali, melainkan harus berupaya mempertahankan kebiasaan baik tersebut. Amalan-amalan seperti salat malam (tahajud), salat dhuha, sedekah, hingga i’tikaf hendaknya terus dilanjutkan agar level keimanan tetap terjaga. Ia menegaskan pentingnya visi umat Islam untuk menjadi hamba Rabbaniyun, yakni hamba Allah Swt. yang taat setiap saat, dan bukan sekadar Ramadhaniyun yang hanya bersemangat ibadah di bulan suci saja.

Salah satu langkah konkret untuk mempertahankan kebaikan itu adalah dengan melaksanakan puasa sunah enam hari di bulan Syawal. Berdasarkan hitungan matematis pahala, ibadah ini akan mengakselerasi ganjaran puasa menjadi setara dengan satu tahun penuh. Ia mengutip pandangan Imam An-Nawawi yang menyebut puasa Syawal sebagai penyempurna pahala Ramadan, serta pendapat Ibnu Rajab Al-Hambali yang memandangnya sebagai tanda diterimanya amal puasa seseorang. Meski godaan berpuasa di bulan Syawal terasa jauh lebih berat akibat banyaknya acara sosial, ia mengingatkan bahwa amalan yang dilaksanakan secara istikamah sangatlah dicintai oleh Allah Swt. walau jumlahnya sedikit.

Selain memupuk ibadah vertikal, Ustaz Nur Ahmad juga menitikberatkan pentingnya merawat kehidupan bersosial, salah satunya melalui sikap pemaaf. Ia mengisahkan keteladanan Abu Bakar As-Siddiq yang sempat menghentikan bantuan kepada kerabatnya, Mistah bin Usasah, lantaran termakan fitnah. Namun, setelah mendapat teguran halus dari Allah Swt. melalui Surah An-Nur ayat 22, Abu Bakar kembali berlapang dada dan memaafkan kesalahannya. Ditinjau dari kacamata psikologi modern, kelapangan hati untuk memaafkan terbukti mampu menurunkan tingkat stres, memulihkan kesehatan mental, serta memperkuat kohesi sosial antarsesama.

Di penghujung kajian, ia memberikan sebuah perumpamaan yang mendalam terkait perjalanan spiritual seorang muslim. Ramadan ibarat fase menabur benih dan menyiramnya setiap hari melalui berbagai amalan, sedangkan Syawal dan sebelas bulan berikutnya adalah ruang untuk terus merawat pohon tersebut agar tumbuh tegak dan berbuah lebat. Dengan memegang teguh komitmen istikamah, kelak malaikat akan turun untuk mendoakan, meluruhkan rasa takut, dan membawa kabar gembira berupa surga bagi hamba-hamba-Nya yang berserah diri. (Ito)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Dr.-H.-Nur-Ahmad-Ghazali-M.A.-pemateri-Kajian-Rutin-Ahad-Pagi-Masjid-Islamic-Center-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Itoshiko.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-04-13 11:28:332026-04-13 11:28:33Menjaga Istikamah Pasca-Ramadan

UAD Gelar Sumpah Profesi Psikolog Angkatan II Periode 2026

10/04/2026/in Terkini /by Ard

 

Sumpah Profesi Psikologi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Humas UAD)

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar Pengambilan Sumpah Profesi Psikolog Angkatan II Periode 2026 pada Kamis, 9 April 2026, di Amphitarium Lantai 9, Kampus IV UAD. Kegiatan ini diikuti oleh 36 calon psikolog sebagai bentuk pengesahan resmi sebelum menjalankan praktik profesional.

Pembacaan sumpah profesi atau janji psikolog dipimpin oleh Ketua Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Miftahun Ni’mah Suseno, S.Psi., M.A., Psikolog dan dikukuhkan oleh rohaniawan Rizki Firmansyah, Lc., M.Hum.

Prosesi dilanjutkan dengan penandatanganan sertifikat oleh seluruh psikolog baru. Kemudian dilaksanakan penyerahan sertifikat oleh Dekan Fakultas Psikologi UAD dengan didampingi Ketua HIMPSI DIY dan rohaniawan.

Perwakilan lulusan, Dyanita Utami, S.Psi., Psikolog sekaligus lulusan terbaik menyampaikan terima kasih kepada dosen dan orang tua atas dukungan selama menempuh pendidikan profesi.

Sementara Dekan Fakultas Psikologi UAD, Prof. Elli Nur Hayati, M.P.H., Ph.D., Psikolog dalam sambutannya mengucapkan selamat kepada para psikolog baru serta berharap para psikolog baru dapat membantu menguraikan permasalahan di masyarakat.

Rektor UAD, Prof. Muchlas, M.T., berpesan agar lulusan menjadi psikolog yang melakukan pembaharuan-pembaharuan, bekerja secara profesional, dan adaptif.

“Spirit untuk mengabdi harus terus ditumbuhkan dalam diri kita. Tuntutan-tuntutan masyarakat yang besar dan dinamis harus menjadi perhatian kita. Serta senantiasa menjunjung tinggi nama baik almamater.”

Kemudian sambutan oleh Ketua HIMPSI DIY, Miftahun Ni’mah Suseno, S.Psi., M.A., Psikolog menegaskan bahwa psikolog baru harus terus mengembangkan kompetensi, menjaga etika profesi, integritas diri, serta mengamalkan delapan poin sumpah profesi dengan niat tulus demi kesejahteraan masyarakat.

Acara ditutup dengan penayangan video kisah perjalanan para psikolog baru selama menempuh pendidikan profesi. Harapannya lulusan berkenan menjadi mitra terdepan HIMPSI untuk bersama-sama mengembangkan keilmuan dan keprofesian. (Mei)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Sumpah-Profesi-Psikologi-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Humas-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-04-10 10:16:332026-04-10 10:16:33UAD Gelar Sumpah Profesi Psikolog Angkatan II Periode 2026

Bedah Strategi 7 Jurus BK Hebat untuk Guru Wali

10/04/2026/in Terkini /by Ard

Sarasehan Kebijakan Pendidikan di Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Septia)

Sinergi antara guru wali dan guru Bimbingan Konseling (BK) menjadi kunci utama dalam menangani tantangan pendidikan di era Gen Z dan Gen Alfa. Hal ini turut dibahas dalam Sarasehan Kebijakan Pendidikan yang menghadirkan Dr. Caraka Putra Bakti, S.Pd., M.Pd. dan Supriyadi, S.Pd., M.Si. sebagai narasumber di Kampus IV UAD.

Dr. Caraka Putra Bakti memaparkan bahwa generasi saat ini menghadapi tantangan teknologi yang kuat sehingga mengakibatkan tingginya tingkat kecemasan dan masalah kesehatan fisik seperti asam lambung akibat stres. Salah satu isu krusial yang diangkat adalah fenomena salah jurusan yang mencapai angka 87% di tingkat mahasiswa.

Untuk menjawab tantangan tersebut, diperkenalkan strategi 7 Jurus BK Hebat yang membagi peran antara guru BK dan guru wali (non-BK). Bagi guru wali, penguatan difokuskan pada gaya belajar (Jurus 1), teknik coaching segitiga restitusi (Jurus 5), dan penguatan peran guru di posisi Tier 1 (Jurus 6).

Sementara itu, Supriyadi, S.Pd., M.Si., selaku Kepala SMP Muhammadiyah 7 Yogyakarta, berbagi pengalaman lapangan mengenai kompleksitas beban guru wali yang sering kali harus menangani masalah personal siswa dan keluarga. Berdasarkan data yang dipaparkan, kebijakan guru wali di sekolah saat ini menunjukkan bahwa dari 31 guru, sebanyak 27 di antaranya mengemban amanah sebagai guru wali.

“Rata-rata setiap guru wali mendampingi 17 siswa. Tantangan ke depan memang berat karena banyak orang yang stres, namun guru BK dan guru wali adalah manusia luar biasa yang meluruskan hal yang salah,” tutur Supriyadi.

Sarasehan ini menegaskan bahwa bimbingan adalah milik bersama melalui kolaborasi Tiers 1, 2, dan 3 untuk memastikan penanganan siswa tidak overlapping dan tetap berfokus pada pembentukan karakter. (Septia)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Sarasehan-Kebijakan-Pendidikan-di-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Septia.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-04-10 10:00:422026-04-10 10:00:42Bedah Strategi 7 Jurus BK Hebat untuk Guru Wali

UAD Terima Kunjungan Dubes Inggris Bahas Isu Energi dan Iklim

09/04/2026/in Terkini /by Ard

Kunjungan Dubes Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste di Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Humas UAD)

Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor-Leste, Dominic Jermey, melakukan kunjungan ke Universitas Ahmad Dahlan (UAD) pada Selasa, 8 April 2026 dalam rangka memperkuat kemitraan strategis di bidang pendidikan dan aksi iklim.

Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya mendorong dialog antara institusi pendidikan tinggi dan mitra internasional terkait transisi energi berkeadilan serta peran generasi muda dalam menghadapi perubahan iklim.

Rektor UAD, Prof. Dr. Muchlas, M.T., dalam sambutannya menyampaikan bahwa UAD telah menjalin kerja sama dengan berbagai universitas di Inggris, seperti University of Gloucestershire, University of Glasgow, dan Anglia Ruskin University.

“Kami telah melakukan berbagai kolaborasi, mulai dari program pertukaran mahasiswa hingga pengembangan kapasitas pendidikan tinggi bersama mitra di Inggris sejak 2017 hingga 2024,” ujarnya.

Ia juga menegaskan kesiapan UAD untuk terus memperluas kerja sama di masa mendatang. “Kami siap dan sangat terbuka untuk peluang kolaborasi selanjutnya dengan universitas di Inggris,” tambahnya.

Selain itu, ia menjelaskan bahwa UAD terus berkomitmen dalam pengembangan kampus berkelanjutan melalui berbagai program ramah lingkungan. “Pada 2025, kami berhasil mengolah 100 persen limbah organik menjadi kompos dan pakan ternak, serta mengurangi penggunaan listrik hingga 11 persen. Kami juga sedang mengembangkan energi surya sebagai bagian dari transisi energi di kampus,” jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Dominic Jermey menegaskan bahwa perubahan iklim telah memberikan dampak nyata, termasuk di Inggris, seperti perubahan cuaca ekstrem, banjir, hingga kekeringan.

“Perubahan iklim sudah langsung dirasakan, termasuk di Inggris. Kami mengalami perubahan cuaca, banjir, dan kekeringan. Dunia sedang memanas dengan cepat, dan ini tidak bisa diatasi oleh satu negara saja,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa Inggris telah melakukan langkah signifikan dengan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil selama beberapa dekade terakhir, termasuk menutup pembangkit listrik tenaga batu bara terakhirnya.

“Inggris kini berada dalam perjalanan menuju energi hijau dan terbarukan. Kami menyadari bahwa kami tidak hanya harus berubah untuk masa depan, tetapi juga bertanggung jawab atas penggunaan bahan bakar fosil di masa lalu,” tambahnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin kolaborasi yang lebih erat antara Indonesia dan Inggris dalam bidang pendidikan, penelitian, serta aksi nyata menghadapi perubahan iklim global. (Dnd)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Kunjungan-Dubes-Inggris-untuk-Indonesia-dan-Timor-Leste-di-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Humas-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-04-09 12:28:582026-04-09 12:28:58UAD Terima Kunjungan Dubes Inggris Bahas Isu Energi dan Iklim

Pentingnya Memperhatikan Kesehatan Mental Guru Wali

09/04/2026/in Terkini /by Ard

Sarasehan kebijakan pendidikan di Universitas Ahmad Dahlan (UAD) soroti kesehatan mental guru wali (Foto. Septi)

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar Sarasehan Kebijakan Pendidikan bertajuk “Guru Wali dan Penguatan Kompetensi Bimbingan Konseling di Sekolah” pada Selasa, 31 Maret 2026, bertempat di Amphitarium Kampus IV UAD.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Dr. Dody Hartanto, S.Pd., M.Pd., selaku Guru Besar Bimbingan dan Konseling UAD, memaparkan materi krusial mengenai urgensi peran guru wali dalam menjaga ekosistem sekolah yang sehat.

Mengawali paparannya, Prof. Dody menyajikan data keprihatinan terkait kondisi pendidik di kancah internasional. Ia mengungkapkan bahwa pada tahun 2021 di Jepang, terdapat sekitar 12.000 guru yang mengundurkan diri akibat permasalahan kesehatan mental. Fenomena serupa juga terjadi di Inggris dan daratan Eropa; tercatat sekitar 5.000 guru mengajukan pensiun dini dalam satu tahun dengan alasan yang sama.

“Siswa bahagia hanya datang dari guru yang bahagia,” ujar Prof. Dody. Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa konsep guru wali kelas idealnya mencakup tiga aspek utama, yakni peran sebagai wali administratif, wali pedagogis, dan wali konselor.

Selain memperhatikan kondisi pendidik, Prof. Dody juga menyoroti tantangan kesehatan mental generasi Z dan Alfa. Berdasarkan data yang dipaparkannya, satu dari tiga remaja saat ini terindikasi memiliki permasalahan kesehatan mental. Oleh karena itu, ia menawarkan strategi implementasi terstruktur di lingkungan sekolah yang meliputi fase pelatihan asesmen, pendampingan (mentoring) oleh guru wali senior, hingga evaluasi berbasis data performa.

“Guru wali yang kompeten adalah investasi terbaik bangsa. Ia bukan hanya mengajar, tetapi juga hadir, peduli, dan menjadi titik cahaya bagi setiap anak yang sedang tumbuh,” tambahnya memungkasi materi. (Septia)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Sarasehan-kebijakan-pendidikan-di-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-soroti-kesehatan-mental-guru-wali-Foto.-Septi.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-04-09 09:47:442026-04-09 09:47:44Pentingnya Memperhatikan Kesehatan Mental Guru Wali
Page 1 of 585123›»

TERKINI

  • Menangkal Bahaya “Dumb Scroll” Era Digital: Ustadz Fadhlurrahman Bagikan 3 Fase Mendidik Anak15/04/2026
  • Mahasiswa UAD Terpilih Jadi Google Student Ambassador 202615/04/2026
  • PWI DIY Canangkan Grha Pers Pancasila dan Perkuat Sinergi dengan UAD14/04/2026
  • Alumni PBI UAD Bagikan Kisah Inspiratif Karier Akademik di Negeri Sakura14/04/2026
  • Mubaligh Hijrah UAD 2026: Menghidupkan Kegiatan di Masjid Al-Falah Kandri Girisubo13/04/2026

PRESTASI

  • Inovasikan AR dan Permainan Edukatif, Mahasiswa UAD Juara 2 Microteaching International Competition09/03/2026
  • Mahasiswa PBI UAD Raih Silver Medal dalam Lomba Esai Nasional26/02/2026
  • Mahasiswa PBio UAD, Zul Hamdi Batubara Raih Andalan Awards Tiga Tahun Berturut-turut19/02/2026
  • Tim AL-Qorni UAD Raih Juara I Prototype Vehicle Design pada Shell Eco-marathon Middle East & Asia 202628/01/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara I Best Use of Data pada ADIYC Tahun 202523/01/2026

FEATURE

  • Wujudkan Kampus Ekologis, Komitmen Nyata UAD Menjaga Alam02/03/2026
  • Budaya Ekologis dan Resiliensi di Dunia Pendidikan01/03/2026
  • Restorasi Lingkungan sebagai Pilar Perkhidmatan Masa Depan01/03/2026
  • Optimalisasi Karya Kampus untuk Masyarakat26/02/2026
  • Istikamah dalam Ibadah, Kunci Meraih Ampunan di Bulan Ramadan26/02/2026

TENTANG | KRU | KONTAK | REKAPITULASI

Scroll to top