• TERKINI
  • UAD BERDAMPAK
  • PRESTASI
  • FEATURE
  • OPINI
  • MEDIA
  • KIRIM BERITA
  • Menu
News Portal of Universitas Ahmad Dahlan

Posts

Mahasiswa UAD Raih Juara II Tangkai Lomba Keroncong Putra pada PEKSIMIPROV DIY 2026

20/07/2026/in Prestasi /by Ard

Mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) raih juara II tangkai lomba keroncong putra pada PEKSIMIPROV DIY 2026 (Foto. Pramudya)

Prestasi membanggakan kembali diraih mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Pramudya Wijaya, mahasiswa Program Studi Kedokteran, berhasil meraih Juara II Tangkai Lomba Keroncong Putra pada Pekan Seni Mahasiswa Provinsi (PEKSIMIPROV) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) 2026.

Pramudya mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaannya setelah diumumkan sebagai pemenang. Menurutnya, pencapaian tersebut merupakan hasil dari proses latihan yang panjang dan penuh komitmen. “Saya merasa sangat bersyukur dan bahagia. Jujur, saya tidak menyangka bisa meraih Juara II Keroncong Putra karena melihat semua peserta memiliki kualitas yang luar biasa. Bagi saya, pencapaian ini adalah bonus dari proses latihan yang sudah saya jalani. Saya juga merasa bangga karena bisa membawa nama baik UAD di ajang PEKSIMIPROV DIY 2026.”

Bagi Pramudya, pencapaian tersebut memiliki makna yang besar, baik sebagai mahasiswa maupun sebagai penyanyi. Ia semakin termotivasi untuk terus mengembangkan kemampuan sekaligus membuktikan bahwa prestasi akademik dan nonakademik dapat berjalan beriringan apabila mampu mengelola waktu dengan baik.

Persiapan menuju PEKSIMIPROV DIY 2026 dilakukan secara intensif. Selama beberapa waktu, Pramudya rutin menjalani latihan vokal, memperdalam interpretasi lagu, serta melatih kemampuan tampil di atas panggung agar lebih percaya diri. Dalam proses tersebut, Universitas Ahmad Dahlan turut memberikan dukungan melalui penyediaan fasilitas latihan, pendampingan, serta motivasi sehingga dirinya semakin siap menghadapi kompetisi.

Pada ajang tersebut, Pramudya membawakan dua lagu keroncong, yaitu “Kr. Sepercik Nyala Api” dan “Kr. Rindu Malam”. Kedua lagu dipilih karena dinilai sesuai dengan karakter vokalnya dan memiliki makna yang kuat. Melalui penampilannya, ia ingin menunjukkan kemampuan teknik vokal sekaligus menyampaikan pesan yang terkandung dalam lagu kepada penonton maupun dewan juri.

Momen yang paling berkesan bagi Pramudya adalah ketika berdiri di atas panggung dan menampilkan kemampuan terbaiknya di hadapan dewan juri serta para penonton. Kebahagiaan itu semakin lengkap ketika namanya diumumkan sebagai peraih Juara II. Selain memperoleh penghargaan, ia juga mendapatkan pengalaman berharga melalui kesempatan bertemu dan berinteraksi dengan peserta-peserta berbakat dari berbagai perguruan tinggi di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Menurut Pramudya, ajang PEKSIMIPROV mengajarkannya bahwa sebuah prestasi tidak dapat diraih secara instan. Dibutuhkan proses yang panjang, disiplin, konsistensi, serta kemauan untuk terus belajar dan berkembang. Ia juga belajar untuk lebih percaya diri serta menjadikan kompetisi sebagai ruang untuk meningkatkan kemampuan, bukan sekadar mengejar kemenangan. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-raih-juara-II-tangkai-lomba-keroncong-putra-pada-PEKSIMIPROV-DIY-2026-Foto.-Pramudya.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-07-20 10:06:142026-07-20 10:06:14Mahasiswa UAD Raih Juara II Tangkai Lomba Keroncong Putra pada PEKSIMIPROV DIY 2026

Tempura Kocek, Inovasi Camilan Khas Jawa Timur Karya Mahasiswa UAD

20/07/2026/in Prestasi /by Ard

Tempura kocek, inovasi camilan khas Jawa Timur karya mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Tim HuHaHinn)

Tim mahasiswa Program Studi Teknologi Pangan Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menghadirkan inovasi kuliner bertajuk Tempura Kocek pada ajang UAD FAIR #5. Produk tersebut berhasil meraih Juara II Kategori Poster Digital Usaha, sekaligus menunjukkan kreativitas mahasiswa dalam mengembangkan makanan tradisional dengan sentuhan inovasi dan konsep ramah lingkungan.

Tim yang mengusung nama HuHaHinn ini diketuai oleh Triamanda Fauzia dengan anggota Nanda Khulukil Khusna dan Anisa Nur Amanah, seluruhnya berasal dari Program Studi Teknologi Pangan UAD.

Produk yang dikembangkan tim bernama Tempura Kocek, camilan khas Jawa Timur yang memadukan tempura, kol, dan sambal menjadi satu sajian dengan cita rasa khas. Pada UAD FAIR #5, tim menghadirkan tiga varian rasa, yaitu Tempura Kocek Sambal Bawang, Tempura Kocek Barbecue, dan Tempura Kocek Balado. Dari ketiga varian tersebut, Tempura Kocek Sambal Bawang menjadi menu yang paling diminati pengunjung.

Keunikan produk ini tidak hanya terletak pada cita rasanya, tetapi juga pada konsep yang diusung. Tim mengangkat tema go green dengan mengurangi penggunaan kemasan plastik dan menggantinya menggunakan daun pisang sebagai kemasan utama. Konsep tersebut diharapkan dapat mengurangi limbah plastik sekaligus menghadirkan kesan tradisional yang lebih dekat dengan budaya lokal.

Menurut Nanda, keikutsertaan dalam UAD FAIR dilandasi keinginan untuk menambah pengalaman sekaligus memperkenalkan produk inovatif kepada masyarakat. Selain menjadi ajang kewirausahaan terbesar di UAD, kompetisi ini juga diikuti oleh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi sehingga menjadi kesempatan untuk memperluas relasi dan menguji potensi produk yang dikembangkan.

Tim mempersiapkan kompetisi tersebut sejak jauh hari dengan melakukan riset mengenai produk yang sesuai dengan selera mahasiswa dan dosen, memiliki harga yang terjangkau, serta menawarkan nilai keunikan yang mampu menarik perhatian pengunjung. Selain mengikuti pameran produk, peserta juga berkesempatan mengikuti berbagai kompetisi lain, seperti video kreatif, poster digital usaha, dan sejumlah kategori perlombaan lainnya.

Dalam proses persiapan, tantangan terbesar yang dihadapi adalah manajemen waktu. Seluruh anggota tim merupakan mahasiswa Program Studi Teknologi Pangan yang memiliki jadwal praktikum cukup padat sehingga harus mampu membagi waktu antara perkuliahan, praktikum, dan persiapan kompetisi.

Triamanda menambahkan, “Walaupun proses persiapannya cukup melelahkan karena harus membagi waktu dengan praktikum, kami sangat bersyukur seluruh perjuangan tim terbayar. Produk kami habis terjual dan kami juga berhasil membawa pulang Juara II Poster Digital Usaha. Pengalaman ini benar-benar menjadi kebanggaan bagi kami,” ungkapnya.

Tim berharap UAD FAIR dapat terus diselenggarakan setiap tahun sebagai wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan kreativitas dan jiwa kewirausahaan. Mereka juga berharap waktu persiapan dan pengumpulan karya pada penyelenggaraan berikutnya dapat diperpanjang sehingga peserta dapat mempersiapkan inovasi secara lebih optimal di tengah padatnya aktivitas perkuliahan. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Tempura-kocek-inovasi-camilan-khas-Jawa-Timur-karya-mahasiswa-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Tim-HuHaHinn.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-07-20 09:57:212026-07-20 09:57:21Tempura Kocek, Inovasi Camilan Khas Jawa Timur Karya Mahasiswa UAD

Mahasiswa UAD Raih Juara I Short Semi Documentary Kategori Cinematography pada SILAT APIK PTMA 2026

20/07/2026/in Prestasi /by Ard

Mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) juara I short semi documentary kategori cinematography pada SILAT APIK PTMA 2026 (Foto. Aninda)

Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Aninda Rahayu, berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih Juara I Short Semi Documentary Kategori Cinematography dalam ajang Silaturahmi Asosiasi Pendidikan Ilmu Komunikasi Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (APIK PTMA) 2026 yang diselenggarakan di Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA (UHAMKA), Jakarta Selatan, pada 24-26 Juni 2026.

Bagi Aninda, prestasi tersebut menjadi pencapaian yang sangat berarti. Ia mengaku sangat bersyukur karena kompetisi tersebut merupakan ajang pertama yang berhasil mengantarkannya meraih gelar juara sejak menempuh pendidikan di perguruan tinggi.

Pada kompetisi Short Semi Documentary, Aninda bersama tim mengangkat karya bertajuk “Some Are Quietly Left Behind”. Film dokumenter tersebut mengangkat isu kesenjangan dalam pemanfaatan teknologi digital di tengah pesatnya perkembangan ekonomi Kota Jakarta.

Melalui karya tersebut, tim menyoroti penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sebagai salah satu simbol transformasi digital di Indonesia. Di balik pesatnya penerapan sistem pembayaran digital, mereka menemukan bahwa masih banyak pedagang kecil yang belum memanfaatkan QRIS dalam aktivitas usahanya. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa tidak semua pelaku usaha dapat mengikuti laju perkembangan teknologi secara merata.

“Melalui film ini kami ingin menunjukkan bahwa di balik kemajuan ekonomi Jakarta masih ada kelompok masyarakat yang tertinggal dalam proses transformasi digital. Salah satu contohnya adalah masih banyak pedagang yang belum menggunakan QRIS sebagai metode pembayaran,” jelas Aninda.

Proses produksi film dilakukan dalam waktu yang terbatas. Tim mulai menyusun ide pada malam hari, kemudian melakukan pengambilan gambar keesokan harinya di beberapa lokasi di Jakarta, di antaranya kawasan Blok M, lingkungan Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA (UHAMKA), serta sejumlah angkringan di sekitar tempat penginapan peserta. Setelah seluruh footage terkumpul, tim langsung melanjutkan proses penyuntingan pada malam hari dan menyelesaikannya pada hari berikutnya sebelum batas waktu pengumpulan.

Selama proses produksi, tim menghadapi tantangan dalam mencari narasumber yang bersedia diwawancarai. Menurut Aninda, sebagian besar pedagang yang ditemui pada awalnya enggan memberikan keterangan. Untuk mengatasi hal tersebut, tim memilih membangun komunikasi secara santai terlebih dahulu agar narasumber merasa lebih nyaman sebelum proses wawancara dilakukan.

Aninda menilai keberhasilan tim meraih Juara I pada kategori Cinematography tidak terlepas dari kualitas visual yang dihasilkan. Teknik pengambilan gambar, pemilihan sudut kamera, serta proses penyuntingan yang matang menjadi kekuatan utama karya mereka sehingga mampu menarik perhatian dewan juri.

“Karena yang dilombakan adalah kategori sinematografi, kami benar-benar berusaha memaksimalkan teknik pengambilan gambar dan proses editing agar hasil visualnya lebih kuat dan mampu mendukung pesan yang ingin kami sampaikan,” ujarnya.

Aninda menambahkan, “Lawanlah semua ketakutan dalam diri. Hadapi setiap tantangan karena justru di situlah letak keseruannya. Jadikan setiap pengalaman sebagai pelajaran hidup. Melalui dunia perfilman dan videografi, kita juga bisa melihat banyak sisi kehidupan yang mungkin belum pernah kita ketahui sebelumnya,” pesannya. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-juara-I-short-semi-documentary-kategori-cinematography-pada-SILAT-APIK-PTMA-2026-Foto.-Aninda.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-07-20 09:50:202026-07-20 09:50:20Mahasiswa UAD Raih Juara I Short Semi Documentary Kategori Cinematography pada SILAT APIK PTMA 2026

Citara, Inovasi Mochi Rasa Nusantara Karya Mahasiswa UAD

20/07/2026/in Prestasi /by Ard

Citara, inovasi mochi rasa nusantara karya mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Tim Citara)

Tim mahasiswa Program Studi Sastra Inggris Universitas Ahmad Dahlan (UAD) berhasil menghadirkan inovasi produk pangan bertajuk Citara (Mochi Rasa Nusantara) pada ajang UAD FAIR #5 Tahun 2026 yang diselenggarakan di UAD. Produk tersebut berhasil meraih Juara I Kategori Inovasi Produk serta Juara Harapan I Kategori Video Kreatif, sekaligus menjadi bukti kreativitas mahasiswa dalam mengolah kuliner tradisional menjadi produk yang menarik dan bernilai jual.

Tim yang diketuai oleh Taqiyya Afanin Sholihah ini beranggotakan Naila Lathifatul Maulida, Jesica Lintang Marcheliana, Jihan Qaisyara, dan Yumna Ulya’ Afifah. Salah satu anggota tim, Jihan Qaisyara, mengungkapkan bahwa pencapaian tersebut menjadi pengalaman yang tidak terlupakan bagi seluruh anggota.

“Kami berhasil meraih Juara I Kategori Inovasi Produk dan Juara Harapan I Kategori Video Kreatif. Menurut saya, persiapan kami sebenarnya masih jauh dari kata sempurna karena waktu yang tersedia sangat terbatas. Namun, kemenangan ini menjadi bukti bahwa keterbatasan waktu bukanlah penghalang selama kami mau berusaha, bekerja sama, dan memberikan yang terbaik,” ujarnya.

Produk yang dikembangkan tim diberi nama Citara (Mochi Rasa Nusantara). Berbeda dengan mochi pada umumnya, Citara memadukan hidangan penutup khas Jepang dengan cita rasa yang lekat dengan budaya kuliner Indonesia. Tim menghadirkan tiga varian rasa, yaitu nastar, klepon, dan pisang cokelat, yang masing-masing memiliki makna tersendiri.

Varian nastar dipilih karena identik dengan momen Lebaran dan kebersamaan keluarga. Sementara itu, klepon merepresentasikan jajanan pasar tradisional yang menjadi bagian dari kekayaan kuliner Nusantara. Adapun varian pisang cokelat menghadirkan nostalgia jajanan sekolah dan camilan rumahan yang akrab di kalangan masyarakat.

Tidak hanya dari sisi rasa, tim juga menghadirkan konsep produk yang mengangkat nilai-nilai lokal. Citara dikemas menggunakan besek mini yang dilengkapi alas daun pisang sehingga memberikan kesan tradisional sekaligus ramah lingkungan. Selain itu, setiap varian mochi memiliki karakter maskot tersendiri yang diwujudkan dalam bentuk stiker sebagai identitas produk.

Menurut Jihan, keikutsertaan tim dalam UAD FAIR berawal dari keinginan untuk menambah pengalaman di bidang kewirausahaan sekaligus mengembangkan ide menjadi produk yang benar-benar siap dipasarkan. Oleh karena itu, persiapan tidak hanya difokuskan pada proses produksi, tetapi juga pada penyusunan konsep bisnis secara menyeluruh, mulai dari pemilihan rasa, desain kemasan, hingga strategi pemasaran yang didasarkan pada pertimbangan yang matang.

Dalam proses persiapannya, tim menghadapi tantangan berupa keterbatasan waktu, baik saat produksi maupun menjelang pelaksanaan kompetisi. Produk Citara harus disajikan dalam kondisi segar sehingga proses pembuatan dimulai sejak dini hari. Bahkan, sebagian proses penyelesaian produk masih dilakukan ketika tim telah berada di lokasi acara.

Untuk mengatasi kendala tersebut, setiap anggota diberikan tanggung jawab yang berbeda sesuai kemampuannya. Sebagian anggota berfokus pada proses produksi, mulai dari menyiapkan bahan, membuat adonan, menyiapkan isian, mengukus, membentuk, hingga mengemas mochi. Sementara anggota lainnya bertugas menyiapkan stan dan kebutuhan penjualan. Pembagian tugas yang jelas serta komunikasi yang baik membuat seluruh proses dapat berjalan efektif sehingga kualitas produk tetap terjaga.

“Keberhasilan sebuah produk tidak hanya ditentukan oleh kualitas rasanya, tetapi juga oleh perencanaan yang matang dan kekompakan tim dalam menghadapi setiap tantangan. Pengalaman ini memberikan gambaran nyata kepada kami tentang bagaimana menjalankan sebuah usaha,” tutur Jihan.

Menurutnya, meskipun proses persiapan UAD FAIR cukup melelahkan karena membutuhkan banyak tenaga dan waktu, kegiatan tersebut menjadi pengalaman yang sangat menyenangkan. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Citara-inovasi-mochi-rasa-nusantara-karya-mahasiswa-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Tim-Citara.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-07-20 09:44:372026-07-20 09:44:37Citara, Inovasi Mochi Rasa Nusantara Karya Mahasiswa UAD

Mahasiswa PBSI UAD Sabet Juara 3 di Peksimiprov DIY 2026, Siap Bidik Tingkat Nasional

20/07/2026/in Prestasi /by Ard

Mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) juara III di Peksimiprov DIY 2026 (Foto. Kavindo)

Ajang dua tahunan Pekan Seni Mahasiswa Provinsi (Peksimiprov) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) 2026 kembali melahirkan talenta muda berbakat. Kavindo Aji Baskara, mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) angkatan 2025Universitas Ahmad Dahlan (UAD), sukses menorehkan prestasi membanggakan dengan membawa pulang predikat Juara 3 kategori Baca Puisi Putra.

Sebelum berhasil melaju dan bersaing di tingkat provinsi, mahasiswa yang akrab disapa Vindo ini harus melewati tahapan seleksi internal yang ketat di lingkungan kampus terlebih dahulu. Kompetisi bergengsi yang diselenggarakan oleh Badan Pembina Seni Mahasiswa Indonesia (BPSMI) DIY ini berlangsung sejak 18 Juni hingga 2 Juli 2026. Menariknya, pada perhelatan tahun ini, kampus UAD mendapat kehormatan dengan terpilih sebagai salah satu dari enam perguruan tinggi yang ditunjuk menjadi tuan rumah pelaksanaan Peksimiprov DIY.

“Perasaan saya yang pastinya bangga karena bisa membawa nama besar UAD bersanding di jejeran para juara. Bagi saya pencapaian ini adalah awal perjalanan saya di dunia perkuliahan agar ke depannya dapat membuka kesempatan ataupun peluang-peluang lainnya agar bisa menorehkan prestasi dengan membawa almamater UAD ini,” ujar Vindo bangga.

Dalam kompetisi tersebut, Vindo membawakan dua buah puisi karya maestro W.S. Rendra. Puisi pertama merupakan karya wajib berjudul “Gerilya”, sementara untuk puisi pilihan, ia menjatuhkan pilihan pada judul “Sagu Ambon”.

“Mengapa saya memilih puisi tersebut karena puisi itu cukup menyentuh emosional saya ketika dibacakan dan juga puisi ini menurut saya adalah puisi panggung atau pementasan, sehingga ada kesulitan tantangan tersendiri bagi saya buat membawakannya. Dan tentunya untuk membangun emosi serta nyawa ke dalam puisi tersebut dibutuhkan latihan yang ekstra serta pemahaman yang mendalam,” ungkapnya.

Persiapan yang dilalui Vindo terbilang cukup singkat dan intensif. Ia hanya memiliki waktu kurang dari satu bulan atau sekitar 15 kali pertemuan tatap muka menjelang hari perlombaan. Selain harus menjaga kualitas vokal agar tetap prima, keterbatasan waktu di tengah kesibukan lain diakuinya menjadi tantangan tersendiri.

“Selama menjelang lomba saya cuma memiliki kurang dari 1 bulan persiapan saja atau bisa dikatakan 15 kali pertemuan, tantangan tersendiri selain menjaga vokal pastinya karena keterbatasan waktu dengan yang lain ya cukup sulit membagi waktunya,” imbuhnya.

Kendati demikian, proses latihan berjalan lancar berkat dukungan penuh dari pihak kampus. UAD dinilai memiliki peran yang sangat penting dalam memfasilitasi kebutuhan delegasinya, mulai dari bimbingan pelatih yang merupakan dosen dari program studinya sendiri, hingga penyediaan materi pendukung latihan yang memadai dari awal hingga hari perlombaan tiba.

Mahasiswa FKIP ini membagikan kiat bagi rekan mahasiswa lainnya untuk tidak takut melangkah. Ia menekankan pentingnya keberanian untuk memulai dan bertanggung jawab atas pilihan tersebut. Baginya, mencoba berbagai kompetisi adalah proses belajar yang berharga meski tidak selalu berbuah kemenangan, karena selama ada kemauan, pasti akan selalu ada jalan.

“Dari saya sendiri pastinya ada ambisi untuk melaju ke tingkat nasional, hanya saja tahun ini belum rezekinya. Tapi saya tetap mencoba lagi untuk menoreh prestasi di tingkat nasional dan tidak cukup sampai di sini saja,” pungkasnya dengan optimis. (Anove)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-juara-III-di-Peksimiprov-DIY-2026-Foto.-Kavindo.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-07-20 09:34:372026-07-20 09:34:37Mahasiswa PBSI UAD Sabet Juara 3 di Peksimiprov DIY 2026, Siap Bidik Tingkat Nasional

Tim Teknik Industri UAD Lolos Pendanaan P2MW 2026 melalui Inovasi GREENXIA

20/07/2026/in Terkini /by Ard

Tim Teknik Industri Universitas Ahmad Dahlan (UAD) lolos pendanaan P2MW 2026 melalui Inovasi GREENXIA (Foto. Tim Greenxia)

Prestasi membanggakan kembali diraih oleh mahasiswa Program Studi Teknik Industri Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Tim mahasiswa yang diketuai oleh Muhammad Faisal berhasil lolos pendanaan Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) 2026 melalui inovasi usaha bertajuk GREENXIA, sebuah bisnis budi daya microgreen lobak merah yang mengusung konsep ramah lingkungan.

Tim GREENXIA beranggotakan Muhammad Faisal sebagai ketua, bersama Ika Melviana, Muhammad Rafly Sandika, Muhammad Abim Pratama, dan Rahima Daegal Nabilah. Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa kreativitas dan semangat berwirausaha mahasiswa mampu melahirkan solusi yang tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat.

Muhammad Faisal mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaannya atas capaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan memperoleh pendanaan merupakan hasil dari kerja keras seluruh tim selama proses penyusunan proposal hingga tahapan seleksi.

GREENXIA merupakan usaha budi daya microgreen lobak merah yang memanfaatkan botol plastik bekas sebagai media tanam. Melalui konsep tersebut, tim tidak hanya menghasilkan pangan sehat yang kaya nutrisi, tetapi juga berupaya mengurangi limbah plastik melalui penerapan prinsip ekonomi sirkular.

Ide bisnis ini berangkat dari keprihatinan terhadap masih rendahnya konsumsi sayuran, khususnya di kalangan mahasiswa, serta tingginya jumlah limbah plastik yang belum dimanfaatkan secara optimal. Oleh karena itu, GREENXIA hadir sebagai solusi inovatif yang menggabungkan aspek kesehatan, kewirausahaan, dan kepedulian terhadap lingkungan.

Produk microgreen yang dihasilkan memiliki berbagai keunggulan, di antaranya kaya akan nutrisi, dipanen dalam waktu singkat sehingga selalu segar saat dikonsumsi, serta dibudidayakan menggunakan media tanam berbahan botol plastik bekas. Konsep ini menjadikan GREENXIA sebagai produk yang tidak hanya menyehatkan, tetapi juga mendukung pelestarian lingkungan.

Dalam mempersiapkan proposal P2MW, tim melakukan berbagai tahapan, mulai dari riset pasar, uji coba produk, penyusunan proposal secara bertahap, hingga diskusi intensif bersama dosen pembimbing. Menurut Faisal, kolaborasi yang solid menjadi faktor utama keberhasilan tim.

Meski demikian, perjalanan menuju pendanaan tidak lepas dari berbagai tantangan. Salah satu kendala terbesar adalah membagi waktu antara aktivitas perkuliahan dengan proses penyusunan proposal, sekaligus memastikan ide bisnis yang diajukan memiliki tingkat inovasi, potensi pasar, dan dampak sosial yang kuat.

Faisal juga menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kerja sama seluruh anggota tim serta dukungan penuh dari dosen pendamping. Setiap anggota menjalankan perannya masing-masing sehingga seluruh proses dapat berjalan secara optimal.

Setelah memperoleh pendanaan P2MW 2026, tim GREENXIA menargetkan peningkatan kapasitas produksi, perluasan pemasaran, pengembangan produk, serta penguatan branding usaha. Selain itu, mereka juga menargetkan dapat melaju ke Kompetisi Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia (KMI) Expo sebagai ajang untuk memperkenalkan GREENXIA di tingkat nasional.

Ke depan, tim berharap GREENXIA mampu berkembang menjadi usaha yang mandiri dan berkelanjutan, sekaligus memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat melalui penyediaan pangan sehat dan penerapan konsep bisnis yang ramah lingkungan. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Tim-Teknik-Industri-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-lolos-pendanaan-P2MW-2026-melalui-Inovasi-GREENXIA-Foto.-Tim-Greenxia.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-07-20 09:24:352026-07-20 09:24:35Tim Teknik Industri UAD Lolos Pendanaan P2MW 2026 melalui Inovasi GREENXIA

Tim Mahasiswa UAD Raih Juara Harapan I UAD FAIR #5 melalui Inovasi Minuman Sehat Mockchill

20/07/2026/in Prestasi /by Ard

Tim mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) juara harapan I UAD FAIR #5 melalui inovasi minuman sehat mockchill (Foto. Tim Mockchiil)

Tim mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) yang diketuai oleh Hanifah Al Laily bersama anggota Nurita Aninditia, Insa Tri Yanti, Lyra Vindy Utami, dan Najwa Welfi Nafa’a berhasil meraih Juara Harapan I pada kompetisi UAD FAIR #5 melalui inovasi produk minuman sehat bernama Mockchill. Prestasi tersebut menjadi bukti kreativitas mahasiswa dalam mengembangkan produk pangan lokal yang tidak hanya memiliki nilai gizi tinggi, tetapi juga berpotensi dikembangkan sebagai produk kewirausahaan.

Produk yang dikembangkan tim diberi nama Mockchill, yaitu minuman sehat berbahan dasar labu, nanas, dan pepaya. Ketiga bahan pangan lokal tersebut dipilih karena memiliki kandungan gizi yang saling melengkapi sehingga menghasilkan minuman yang menyegarkan sekaligus menyehatkan.

Labu dikenal sebagai sumber serat yang rendah kalori, nanas kaya akan vitamin C yang berperan dalam meningkatkan daya tahan tubuh, sedangkan pepaya mengandung serat dan enzim papain yang baik untuk menjaga kesehatan sistem pencernaan. Perpaduan ketiga bahan tersebut menjadikan Mockchill sebagai alternatif minuman sehat yang praktis dan cocok dikonsumsi oleh berbagai kalangan, terutama remaja dan mahasiswa yang menginginkan pilihan minuman bergizi.

Nurita menjelaskan bahwa ide pengembangan Mockchill berangkat dari keinginan tim untuk menunjukkan bahwa bahan pangan lokal dapat diolah menjadi produk inovatif yang memiliki nilai tambah dan daya saing di bidang kewirausahaan.

Dalam proses persiapannya, tim melalui berbagai tahapan, mulai dari mencari ide produk, melakukan sejumlah uji coba formulasi untuk memperoleh cita rasa terbaik, menyusun konsep bisnis, mendesain kemasan, menghitung biaya produksi, hingga berlatih presentasi agar mampu memaparkan konsep produk secara meyakinkan di hadapan dewan juri.

Meski demikian, perjalanan menuju prestasi tersebut tidak lepas dari berbagai tantangan. Tim harus menghasilkan produk yang tidak hanya memiliki cita rasa yang baik, tetapi juga memenuhi aspek gizi, memiliki tampilan yang menarik, serta didukung oleh konsep bisnis yang layak untuk dikembangkan.

Melalui kompetisi ini, tim memperoleh banyak pengalaman berharga, mulai dari meningkatkan kemampuan bekerja sama, mengasah kreativitas dalam mengembangkan produk, melatih kemampuan komunikasi, hingga berpikir kritis dalam menyelesaikan berbagai tantangan selama proses kompetisi.

Menurut Nurita, UAD FAIR menjadi wadah yang sangat positif bagi mahasiswa untuk menampilkan kreativitas, inovasi, dan semangat kewirausahaan. “Kami berharap UAD Fair dapat terus diselenggarakan setiap tahun dengan inovasi yang semakin beragam sehingga semakin banyak mahasiswa yang terdorong untuk berkarya, menciptakan produk inovatif, dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” tuturnya. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Tim-mahasiswa-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-juara-harapan-I-UAD-FAIR-5-melalui-inovasi-minuman-sehat-mockchill-Foto.-Tim-Mockchiil.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-07-20 09:16:162026-07-20 09:16:16Tim Mahasiswa UAD Raih Juara Harapan I UAD FAIR #5 melalui Inovasi Minuman Sehat Mockchill

Himakom UAD Selenggarakan Pelatihan Public Speaking dan Content Creator

20/07/2026/in Terkini /by Ard

Himakom Universitas Ahmad Dahlan (UAD) selenggarakan pelatihan public speaking dan content creator (Foto. Himakom UAD)

Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi (Himakom) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) sukses menyelenggarakan agenda Pelatihan Public Speaking dan Content Creator. Kegiatan yang berfokus pada pengembangan keterampilan praktis ini dilaksanakan pada Senin, 13 Juli 2026, dengan bertempat di Ruang Serbaguna Lantai 10, Gedung Utama Kampus 4 UAD. Pelatihan intensif ini secara khusus menargetkan mahasiswa Ilmu Komunikasi UAD dari angkatan 2024 dan 2025 sebagai peserta utama. Berdasarkan data registrasi di lokasi acara, tercatat sebanyak 45 mahasiswa hadir dan mengikuti seluruh rangkaian pemaparan materi dengan antusias.

Koordinator Divisi Humas dan Sponsorship Himakom UAD, Isfha Aufa Na’imullah, menjelaskan latar belakang mendasar di balik pelaksanaan agenda ini. Mahasiswa Ilmu Komunikasi angkatan 24 yang akrab disapa Aufa dari Fakultas Sastra, Budaya, dan Komunikasi (FSBK) tersebut menegaskan bahwa penguasaan keahlian berbicara serta pengelolaan media digital sudah menjadi kebutuhan yang sangat mendesak.

“Tentu karena kami dari program studi Ilmu Komunikasi, perlu memiliki soft skill public speaking dan content creator. Penting sekali untuk diadakan, mengingat mahasiswa program studi kami banyak yang sudah tembus For Your Page (FYP), namun bingung bagaimana cara mengelola akun dan bahkan konsistensi untuk diri sendiri,” ungkap Aufa.

Aufa menambahkan bahwa Himakom UAD berkomitmen untuk hadir secara nyata dalam memfasilitasi kebutuhan mahasiswa tersebut. “Sedangkan dari Himakom, kami menyediakan wadah bagi teman-teman mahasiswa untuk bertumbuh dan berkembang sesuai dengan bidang keilmuan Ilmu Komunikasi,” imbuhnya.

Guna memastikan bobot materi yang disampaikan berkualitas, pihak panitia menghadirkan dua narasumber yang memiliki kompetensi linier. Pemateri pertama ialah Kamila Salsabela, S.I.Kom., M.A., yang merupakan dosen aktif di Program Studi Ilmu Komunikasi UAD, juga praktisi Digital Communication. Sementara pemateri kedua menghadirkan Khalda Salsabila, M.I.Kom., yang merupakan alumnus dari Ilmu Komunikasi UAD sendiri.

Dalam sesi pertama, Kamila Salsabela menyampaikan materi fundamental mengenai cara berbicara di depan publik yang benar. Tidak hanya berteori, dosen Ilkom UAD ini membedah teknik-teknik fisik, mulai dari cara menatap audiens yang tepat ketika melakukan presentasi di depan umum, hingga gestur tubuh seperti cara duduk yang benar saat berhadapan dengan khalayak. Untuk memastikan pemahaman peserta, sesi ini juga diisi dengan agenda praktik public speaking secara langsung oleh para mahasiswa di lokasi.

Memasuki sesi kedua, Khalda Salsabila mengambil alih panggung untuk membawakan pelatihan content creator. Ia menjelaskan secara mendetail mengenai formula taktis dalam mengunggah video ke media sosial. Salah satu poin krusial yang ia bagikan adalah teknik pembuatan hook atau pemikat yang efektif, yang bertujuan untuk langsung menarik perhatian penonton sejak 5 detik pertama video dimulai.

Melalui kolaborasi materi yang komprehensif dari dosen Program Studi Ilmu Komunikasi dan praktisi alumnus ini, Himakom UAD berharap peserta yang hadir dapat segera mengaplikasikan ilmu tersebut untuk membangun konsistensi diri serta mengelola akun digital mereka secara lebih profesional. (Anove)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Himakom-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-selenggarakan-pelatihan-public-speaking-dan-content-creator-Foto.-Himakom-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-07-20 09:06:202026-07-20 09:06:20Himakom UAD Selenggarakan Pelatihan Public Speaking dan Content Creator

Mahasiswa UAD Juara II PR Campaign Kategori Best Tactics pada SILAT APIK PTMA 2026

20/07/2026/in Prestasi /by Ard

Mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Juara II PR Campaign Kategori Best Tactics pada SILAT APIK PTMA 2026 (Foto. Shania)

Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Shania Ayu Salsabila, berhasil meraih Juara II Public Relations (PR) Campaign Kategori Best Tactics dalam ajang Silaturahmi Asosiasi Pendidikan Ilmu Komunikasi Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (SILAT APIK PTMA) 2026 yang diselenggarakan di Uhamka, Jakarta Selatan, pada 24-26 Juni 2026. Kompetisi tersebut diikuti oleh mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi dari berbagai Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) di seluruh Indonesia.

Shania mengatakan, “Saya merasa sangat bersyukur dan bangga. Prestasi ini merupakan hasil kerja keras, kolaborasi, dan komitmen seluruh tim selama proses penyusunan kampanye hingga presentasi. Penghargaan ini menjadi motivasi bagi saya untuk terus mengembangkan kemampuan di bidang public relations, khususnya dalam merancang strategi komunikasi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Pada kompetisi tersebut, Shania bersama tim mengangkat kampanye bertajuk NIKEL (Naik Kelas Digital) dengan tagline #PerempuanNaikKelas. Kampanye ini berfokus pada pemberdayaan anggota Pemberdayaan Perempuan UMKM Indonesia (PPUMI) agar memiliki literasi digital yang lebih baik, mampu memperkuat branding usaha, memanfaatkan media sosial dan marketplace, serta memperluas akses pasar sehingga UMKM yang dikelola perempuan dapat berkembang secara berkelanjutan.

Untuk mewujudkan tujuan tersebut, tim menyusun strategi komunikasi menggunakan pendekatan SEE–LEARN–APPLY–GROW. Pada tahap SEE, tim membangun kesadaran melalui kampanye digital dan penyebaran konten edukatif. Tahap LEARN diwujudkan melalui NIKEL Academy, yaitu pelatihan mengenai branding, pemasaran digital, hingga pemanfaatan kecerdasan buatan bagi pelaku UMKM.

Selanjutnya, pada tahap APPLY, tim menghadirkan Digital Sister Program, sebuah program pendampingan dengan skema satu mentor mendampingi dua pelaku UMKM agar ilmu yang diperoleh dapat langsung diterapkan dalam pengembangan usaha. Adapun tahap GROW diwujudkan melalui pembentukan PPUMI Digital Hub sebagai komunitas pendampingan yang berkelanjutan. Menurut Shania, pendekatan yang terintegrasi dan berorientasi pada keberlanjutan inilah yang menjadi kekuatan utama kampanye sehingga berhasil meraih penghargaan Best Tactics.

Dalam proses penyusunan kampanye, tim menghadapi tantangan untuk merancang strategi yang inovatif sekaligus realistis agar dapat diterapkan sesuai kebutuhan mitra. Selain itu, mereka juga harus mampu menyederhanakan gagasan yang kompleks menjadi presentasi yang jelas dan meyakinkan di hadapan dewan juri.

Untuk mengatasi tantangan tersebut, tim melakukan riset secara mendalam, membagi tugas sesuai kompetensi masing-masing anggota, serta berlatih presentasi secara intensif agar penyampaian materi maupun sesi tanya jawab dapat berlangsung dengan maksimal.

Bagi Shania, mengikuti kompetisi ini memberikan banyak pelajaran berharga. Ia menyadari bahwa kampanye public relations yang efektif harus berangkat dari riset yang kuat dan benar-benar memahami kebutuhan audiens, bukan sekadar menghadirkan ide yang menarik.

Selain itu, ia juga memperoleh pengalaman bekerja sama dengan mahasiswa dari perguruan tinggi lain, menyusun strategi komunikasi secara kolaboratif, berpikir kritis dalam memecahkan permasalahan, serta mempertahankan gagasan di hadapan dewan juri.

Shania berpesan, “Jangan takut mencoba. Kompetisi adalah tempat terbaik untuk belajar, mengembangkan kemampuan, dan membangun relasi. Persiapkan diri dengan baik, lakukan riset yang kuat, jangan ragu meminta masukan dari dosen maupun teman, dan nikmati setiap prosesnya. Menang memang membanggakan, tetapi pengalaman dan ilmu yang diperoleh akan jauh lebih berharga sebagai bekal di masa depan,” pesannya. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Juara-II-PR-Campaign-Kategori-Best-Tactics-pada-SILAT-APIK-PTMA-2026-Foto.-Shania.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-07-20 08:56:042026-07-20 08:56:04Mahasiswa UAD Juara II PR Campaign Kategori Best Tactics pada SILAT APIK PTMA 2026

UAD dan Pemkab Blora Perkuat Sinergi melalui Penandatanganan Nota Kesepahaman

20/07/2026/in Terkini /by Ard

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dan Pemkab Blora perkuat sinergi melalui penandatanganan nota kesepahaman (Foto. Humas UAD)

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menerima kunjungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora, Jawa Tengah, dalam agenda Penandatanganan Nota Kesepahaman dan Benchmarking pada Rabu, 15 Juli 2026. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Audio Visual Museum Muhammadiyah, Kampus IV UAD tersebut menjadi langkah awal memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam bidang pendidikan.

Rektor UAD, Prof. Dr. Muchlas, M.T., menyambut baik komitmen Pemkab Blora untuk menjalin kemitraan dengan UAD. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa UAD memiliki berbagai potensi yang dapat mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Blora, seperti program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) dan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

“Mahasiswa UAD yang berasal dari Blora sangat banyak. Kami berharap Kabupaten Blora dapat mengirimkan lebih banyak mahasiswa untuk melanjutkan pendidikan di UAD. Selain itu, kami siap bekerja sama dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, termasuk melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) maupun Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di Kabupaten Blora,” ujarnya.

Bupati Blora, Dr. H. Arief Rohman, S.IP., M.Si., menegaskan bahwa pendidikan merupakan salah satu prioritas utama pembangunan daerah. Menurutnya, kemajuan suatu daerah tidak dapat dilepaskan dari kualitas sumber daya manusianya sehingga kolaborasi dengan perguruan tinggi menjadi langkah strategis untuk mewujudkan hal tersebut.

“Kami berniat menjalin persaudaraan dengan UAD. Salah satu syarat daerah untuk maju adalah pendidikannya. Karena itu, kami terus berkomitmen meningkatkan kualitas pendidikan agar semakin banyak anak-anak Blora dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi,” ungkapnya.

Ia juga berharap kerja sama yang dibangun tidak berhenti pada penandatanganan nota kesepahaman semata, melainkan diwujudkan melalui program-program yang konkret dan terukur.

“Kami ingin ada tindak lanjut kerja sama yang terukur sehingga menjadi kolaborasi nyata. Kami berharap UAD dapat membantu berbagai program untuk kepentingan kemaslahatan masyarakat, baik melalui pendidikan, penelitian, pengabdian, maupun pengembangan inovasi di Kabupaten Blora,” tambahnya.

Dalam sesi diskusi, kedua belah pihak membahas berbagai peluang kolaborasi, di antaranya peningkatan kualifikasi dan kompetensi guru, pendampingan Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat SD dan SMP, penguatan program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), pengembangan inovasi daerah, program dosen mengabdi, hingga kerja sama di bidang pendidikan keagamaan. Disebutkan pula bahwa saat ini terdapat 219 mahasiswa UAD yang berasal dari Kabupaten Blora.

Menanggapi berbagai usulan tersebut, Rektor UAD menegaskan kesiapan universitas untuk memberikan dukungan sesuai kapasitas yang dimiliki.

“Semuanya bisa kita kerja samakan. UAD memiliki sumber daya yang memadai untuk mendukung peningkatan kompetensi guru, pendampingan OSN, hingga berbagai program pengabdian masyarakat. Kami juga siap menyiapkan Perjanjian Kerja Sama (PKS) lanjutan bersama Kabupaten Blora agar kolaborasi ini dapat segera direalisasikan,” tegasnya.

Komitmen tersebut turut diperkuat oleh Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UAD, Prof. Dr. Suyatno, M.Pd., yang menyampaikan bahwa FKIP telah berpengalaman menjalin kerja sama dengan berbagai pemerintah daerah, termasuk dalam penyelenggaraan kelas RPL dan pendampingan peningkatan kompetensi guru.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan penandatanganan Nota Kesepahaman antara UAD dan Pemerintah Kabupaten Blora, dilanjutkan dengan penyerahan cendera mata serta buku karya Prof. Suyatno sebagai simbol dimulainya sinergi kedua institusi dalam mendukung pembangunan daerah melalui pendidikan dan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. (Mei)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-dan-Pemkab-Blora-perkuat-sinergi-melalui-penandatanganan-nota-kesepahaman-Foto.-Humas-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-07-20 08:40:022026-07-20 08:40:02UAD dan Pemkab Blora Perkuat Sinergi melalui Penandatanganan Nota Kesepahaman
Page 1 of 447123›»

TERKINI

  • Tim Teknik Industri UAD Lolos Pendanaan P2MW 2026 melalui Inovasi GREENXIA20/07/2026
  • Himakom UAD Selenggarakan Pelatihan Public Speaking dan Content Creator20/07/2026
  • UAD dan Pemkab Blora Perkuat Sinergi melalui Penandatanganan Nota Kesepahaman20/07/2026
  • Rektorat dan Aliansi Mahasiswa UAD Bersinergi Kawal Penanganan Kekerasan Seksual16/07/2026
  • Mahasiswa Ilmu Komunikasi UAD Gelar Dahlan Culture Run 202616/07/2026

PRESTASI

  • Mahasiswa UAD Raih Juara II Tangkai Lomba Keroncong Putra pada PEKSIMIPROV DIY 202620/07/2026
  • Tempura Kocek, Inovasi Camilan Khas Jawa Timur Karya Mahasiswa UAD20/07/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara I Short Semi Documentary Kategori Cinematography pada SILAT APIK PTMA 202620/07/2026
  • Citara, Inovasi Mochi Rasa Nusantara Karya Mahasiswa UAD20/07/2026
  • Mahasiswa PBSI UAD Sabet Juara 3 di Peksimiprov DIY 2026, Siap Bidik Tingkat Nasional20/07/2026

FEATURE

  • Irgiawan Aditya Rangga Alumnus UAD dengan Segudang Prestasi Akademik dan Nonakademik03/07/2026
  • Kisah Noval Arwansyah: Belajar, Bertumbuh, dan Berprestasi03/07/2026
  • Menggali Makna Hijrah Rasulullah: Benteng Keselamatan dan Kunci Masyarakat Madani27/06/2026
  • Hukum Puasa Asyura Tanpa Tasu’a: Kajian Ahad Pagi UAD Kupas Tuntas Fikih Muharram22/06/2026
  • Dari Jalur Beasiswa, Rentetan Medali, Hingga Predikat Wisudawan Berprestasi18/06/2026

TENTANG | KRU | KONTAK | REKAPITULASI

Scroll to top