KKN ADI Mendirikan Ruang Literasi di 11 Desa Wilayah Muna Barat

KKN ADI Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Mendirikan Ruang Literasi di 11 Desa Wilayah Muna Barat (Foto. KKN ADI)
Mahasiswa KKN Ahmad Dahlan Mengabdi (ADI) mendirikan ruang literasi pada Sabtu, 29 Agustus 2026, di 11 desa wilayah Muna Barat, Sulawesi Tenggara. Sebelas desa tersebut adalah Desa Suka Damai, Waturempe, Lombu Jaya, Marobea, Guali, Lahaji, Lapolea, Waulai, Walelei, Wamelai, dan Watumela.
KKN ADI periode ini diikuti oleh 82 mahasiswa dari lima Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM), di antaranya Universitas Ahmad Dahlan, Universitas Muhammadiyah Buton, Universitas Muhammadiyah Kendari, ITBM Wakatobi, dan ITBKM Muna Barat. Salah satu program bersama adalah mendirikan ruang-ruang literasi atau pojok baca di 11 desa. Tujuannya untuk meningkatkan budaya membaca dikalangan anak dan remaja.
Menanggapi hal tersebut, Rektor ITBKM Muna Barat, Dr. Rasid, M.Pd. mengapresiasi dan turut berbahagia atas kontribusi mahasiswa dalam meningkatkan minat baca bagi anak-anak dan remaja di Muna Barat.
“Alhamdulillah 11 ruang literasi tersedia di 11 desa di wilayah Muna Barat. Respons masyarakat sangat positif, terutama anak-anak karena kini tersedia buku-buku bacaan yang menarik dan dapat menjadi tempat berkreativitas,” ujarnya.
Salah satu DPL dari ITBKM Muna Barat, Tia, M.Pd., menyampaikan, “Program pendirian ruang literasi atau Pojok Baca di 11 desa di Muna Barat khususnya bagi masyarakat Desa Lombu Jaya dan Desa Marobea sangat positif dan strategis. Program ini tidak hanya menyediakan akses bacaan atau literasi bagi anak-anak, remaja, dan masyarakat, tetapi juga menjadi ruang belajar dan berkumpul yang dapat meningkatkan minat baca serta budaya literasi masyarakat”.
Selanjutnya salah satu mahasiswa KKN di Desa Lahaji, Dafa, juga menyampaikan bahwa tujuan membangun Pojok Baca ini adalah agar anak-anak bisa menanamkan rasa cinta pada buku sedini mungkin sekaligus membangun budaya membaca di lingkungan mereka.
Harapannya, ruang-ruang literasi atau pojok baca yang telah dibuka di 11 desa oleh mahasiswa KKN ADI dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan, melibatkan masyarakat, pemuda, dan anak-anak, sehingga manfaatnya tidak berhenti pada saat program dilaksanakan, tetapi terus berkembang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.
Selain program membangun ruang literasi di 11 desa, program lain juga dilaksanakan oleh KKN ADI yakni pengolahan sampah, website desa, UMKM, pariwisata, pangan lokal, penanaman pohon, dan program lainnya yang mendukung program desa masing-masing. (Mei)
