• TERKINI
  • UAD BERDAMPAK
  • PRESTASI
  • FEATURE
  • OPINI
  • MEDIA
  • KIRIM BERITA
  • Menu
News Portal of Universitas Ahmad Dahlan

Posts

Mahasiswa UAD Hadirkan Mesin Extruder untuk UKM Putri 21 Gunungkidul

14/10/2026/in Terkini /by Ard

Mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) hadirkan mesin extruder untuk UKM Putri 21 Gunungkidul (Foto. KKN-PKM UAD)

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PKM) DPPM Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menyerahkan mesin extruder atau alat pembuat beras analog kepada UKM Putri 21 di Dusun Sumberejo, Kalurahan Ngawu, Kapanewon Playen, Kabupaten Gunungkidul, pada Sabtu, 12 September 2026. Penyerahan alat tersebut dilakukan untuk mendukung kelancaran produksi beras analog berbahan dasar singkong yang sebelumnya terkendala kerusakan alat.

Penyerahan mesin dilakukan setelah tim mahasiswa menemukan bahwa alat produksi milik UKM Putri 21 sudah rusak dan tidak dapat digunakan secara optimal. Kondisi tersebut menyebabkan proses produksi terhambat dan jumlah beras analog yang dihasilkan menurun. Dengan adanya mesin baru, UKM Putri 21 diharapkan dapat kembali meningkatkan kapasitas produksinya.

Ketua kelompok KKN-PKM UAD, Muhammad Farhan, mengatakan bahwa pengadaan alat tersebut merupakan upaya untuk membantu mengatasi kendala produksi yang dihadapi UKM Putri 21.

“Saat survei awal, kami melihat alat produksi yang lama sudah rusak sehingga UKM kesulitan memproduksi beras analog dari singkong dalam jumlah banyak. Karena itu, kami menghadirkan alat yang baru agar produksinya bisa berjalan lagi dan kuantitasnya meningkat,” katanya.

Selain menyerahkan mesin, tim mahasiswa juga memberikan pendampingan berupa pelatihan penggunaan alat dan strategi pemasaran produk. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program KKN-PKM yang bertujuan membantu masyarakat mengembangkan usaha melalui penerapan teknologi dan pendampingan usaha.

Beras analog merupakan produk pangan berbentuk butiran menyerupai beras yang dibuat dari sumber karbohidrat nonpadi, seperti singkong, jagung, dan sorgum. Produk ini berpotensi mendukung diversifikasi pangan dengan memanfaatkan bahan pangan lokal. Sebagai salah satu daerah penghasil singkong, Gunungkidul memiliki potensi bahan baku yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan produk tersebut.

Ketua UKM Putri 21, Suti Rahayu, menyambut baik bantuan mesin yang diberikan oleh mahasiswa UAD. Ia berharap alat tersebut dapat membantu meningkatkan jumlah produksi dan memenuhi permintaan konsumen.

“Kami sangat berterima kasih kepada adik-adik mahasiswa UAD. Alat yang lama sudah rusak dan produksi kami sempat tersendat. Dengan alat baru ini, kami berharap bisa membuat beras analog lebih banyak dan memenuhi permintaan yang ada,” kata Suti.

Dosen pembimbing lapangan (DPL) menyampaikan bahwa program tersebut sejalan dengan tujuan KKN-PKM untuk menghadirkan solusi yang bermanfaat dan berkelanjutan bagi masyarakat. Ia berharap anggota UKM Putri 21 dapat memanfaatkan serta merawat mesin dengan baik agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Melalui program ini, tim KKN-PKM UAD berharap UKM Putri 21 dapat mengembangkan beras analog berbahan dasar singkong sebagai produk unggulan lokal. Pengembangan tersebut diharapkan mampu meningkatkan pendapatan anggota UKM sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat sekitar. (dnd)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-hadirkan-mesin-extruder-untuk-UKM-Putri-21-Gunungkidul-Foto.-KKN-PKM-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-10-14 08:55:072026-10-14 08:55:07Mahasiswa UAD Hadirkan Mesin Extruder untuk UKM Putri 21 Gunungkidul

KKN UAD Edukasi Siswa SMP Muhammadiyah Piyungan tentang Pencegahan Bullying

14/10/2026/in Terkini /by Ard

KKN Universitas Ahmad Dahlan (UAD) edukasi siswa SMP Muhammadiyah Piyungan tentang pencegahan bullying (Foto. KKN UAD)

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Unit III.A.2 menggelar edukasi mengenai bullying dan cyberbullying bagi siswa SMP Muhammadiyah Piyungan pada Jumat, 18 September 2026.

Kegiatan yang disampaikan oleh Yuhandi dan Nisrina ini bertujuan meningkatkan pemahaman siswa mengenai bentuk-bentuk perundungan, dampak yang ditimbulkan, serta cara menyikapi bullying di lingkungan sekolah maupun media sosial.

Kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai bullying dan cyberbullying. Siswa diajak mengenali berbagai bentuk perundungan yang dapat terjadi dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari mengejek teman, memberikan panggilan yang tidak disukai, mempermalukan seseorang di depan teman-temannya, mengucilkan, hingga memberikan komentar menyakitkan melalui media sosial.

Salah satu hal yang menjadi pembahasan adalah perbedaan antara bercanda dan bullying. Candaan yang dianggap lucu oleh seseorang belum tentu menyenangkan bagi orang lain. Ketika suatu perkataan atau tindakan membuat orang lain merasa malu, tersinggung, atau tidak nyaman, penting untuk menyadari dampaknya dan menghentikan perilaku tersebut.

Nisrina menyampaikan bahwa siswa perlu membiasakan diri berperilaku baik, tidak hanya kepada teman, tetapi juga kepada guru dan seluruh warga sekolah. Sikap tersebut juga perlu diterapkan dalam kehidupan di rumah.

“Sebagai siswa, kita perlu memiliki perilaku yang baik terhadap teman, guru, dan seluruh warga sekolah, serta menerapkan perilaku baik di rumah,” ujarnya.

Dalam penyampaian materi, siswa juga diberikan contoh cyberbullying yang dekat dengan kehidupan remaja, seperti komentar yang merendahkan, penyebaran foto atau unggahan tanpa izin, serta pesan yang bertujuan menyakiti orang lain. Melalui pembahasan ini, siswa diajak untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial dan memahami bahwa perilaku di ruang digital juga memiliki dampak terhadap orang lain.

Sementara itu, Yuhandi menekankan pentingnya menjaga akhlak dan etika ketika berinteraksi di media sosial, terutama dalam menyampaikan perkataan dan komentar.

“Dalam bermedia sosial, kita harus tetap memiliki akhlak dan etika, termasuk menjaga perkataan agar tidak menyakiti perasaan orang lain,” katanya.

Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan pembahasan studi kasus mengenai bullying dan cyberbullying. Siswa diajak berdiskusi untuk mengidentifikasi permasalahan dalam setiap kasus, memahami dampak yang mungkin dirasakan korban, serta menentukan tindakan yang tepat apabila menemukan kejadian serupa di lingkungan sekolah maupun media sosial.

Diskusi ini memberikan kesempatan kepada siswa untuk melihat persoalan perundungan dari berbagai sudut pandang. Siswa tidak hanya belajar mengenali bentuk bullying, tetapi juga memahami pentingnya menghargai perasaan orang lain dan berani mengambil sikap ketika menghadapi situasi yang tidak tepat.

Pada akhir kegiatan, siswa diberikan sticky notes untuk menuliskan perasaan dan hal-hal yang mereka peroleh setelah mengikuti penyuluhan. Kegiatan refleksi ini menjadi sarana bagi siswa untuk mengungkapkan pemikiran mereka secara sederhana sekaligus memahami pentingnya mengenali perasaan diri sendiri dan orang lain dalam membangun hubungan pertemanan yang sehat.

Melalui penyampaian materi, diskusi studi kasus, dan refleksi, kegiatan penyuluhan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran siswa SMP Muhammadiyah Piyungan untuk mencegah bullying dan cyberbullying. Pemahaman tersebut diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga tercipta lingkungan pertemanan yang lebih aman, nyaman, dan saling menghargai, baik di sekolah maupun di media sosial. (Mei)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/KKN-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-edukasi-siswa-SMP-Muhammadiyah-Piyungan-tentang-pencegahan-bullying-Foto.-KKN-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-10-14 08:52:412026-10-14 08:52:41KKN UAD Edukasi Siswa SMP Muhammadiyah Piyungan tentang Pencegahan Bullying

KKN UAD Gelar Pelatihan Pengelolaan Website Kampung Brontokusuman

12/10/2026/in MBKM, Terkini /by Ard

KKN Universitas Ahmad Dahlan (UAD) gelar pelatihan pengelolaan website Kampung Brontokusuman (Foto. Tim KKN UAD)

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Unit II.B.1 mendorong digitalisasi informasi Kampung Brontokusuman melalui pengembangan dan pengelolaan website kampung. Upaya tersebut diwujudkan melalui pelatihan pengelolaan website yang dilaksanakan pada Jumat, 18 September 2026, di Gedung Serbaguna TPA Brontokusuman, Yogyakarta. Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari ketua RW, humas kampung, pengelola komunitas budaya, hingga pemuda dan pemudi Brontokusuman.

Website Kampung Brontokusuman dikembangkan sebagai media informasi digital yang dapat memuat berbagai potensi dan aktivitas masyarakat. Website tersebut menyediakan informasi mengenai budaya, UMKM, acara, galeri, berita, sejarah, profil kampung, serta peta yang menampilkan titik budaya dan UMKM di wilayah Brontokusuman. Kehadiran website ini diharapkan dapat membantu masyarakat dalam mendokumentasikan sekaligus menyebarluaskan berbagai informasi dan kegiatan yang terdapat di kampung.

Dalam pelaksanaannya, peserta tidak hanya mendapatkan penjelasan mengenai pengelolaan website, tetapi juga melakukan praktik secara langsung. Mahasiswa KKN UAD menyediakan perangkat yang dapat digunakan peserta untuk mencoba mengelola website. Melalui praktik tersebut, peserta diperkenalkan dengan pengelolaan berbagai konten yang tersedia pada website, sehingga masyarakat dapat memahami proses pembaruan informasi secara langsung.

Sebagai bagian dari keberlanjutan pengelolaan website, dua pemuda Brontokusuman, Diko dan Arya ditetapkan sebagai admin website. Keduanya akan membantu mengelola dan memperbarui informasi yang terdapat dalam website, sehingga pengelolaan media informasi digital tersebut dapat dilanjutkan oleh masyarakat Brontokusuman.

Pada akhir kegiatan, mahasiswa KKN UAD bersama masyarakat juga membentuk Forum Budaya Brontokusuman sebagai wadah komunikasi dan pengumpulan informasi kegiatan di kampung. Forum tersebut menjadi ruang untuk berbagi dokumentasi berbagai kegiatan masyarakat, baik kegiatan budaya maupun kegiatan kampung lainnya, yang selanjutnya dapat dikelola oleh admin untuk dipublikasikan melalui website.

Untuk mendukung keberlanjutan penggunaan website, mahasiswa KKN UAD juga menyediakan domain dan hosting secara gratis selama satu tahun bagi Kampung Brontokusuman. Dukungan tersebut diberikan agar website dapat terus digunakan sebagai media informasi dan dokumentasi berbagai kegiatan serta potensi yang dimiliki kampung.

Akhyar, perwakilan Tim KKN Tematik UAD, menekankan pentingnya keberlanjutan pengelolaan website oleh masyarakat Brontokusuman

“Kami berharap website ini tidak hanya menjadi hasil dari program KKN, tetapi bisa terus dimanfaatkan dan dikelola oleh masyarakat Brontokusuman. Karena itu, kami juga memberikan pelatihan dan melibatkan pemuda setempat sebagai admin agar pengelolaannya dapat terus berjalan,” ujarnya.

Sementara itu, Sri Indarto selaku Sekretaris Kampung Brontokusuman menilai kegiatan tersebut memberikan dukungan bagi kampung dalam mengembangkan penyampaian informasi secara digital. “Kegiatan ini sangat bagus karena mendukung kampung dalam mendokumentasikan dan menyampaikan berbagai kegiatan serta potensi yang ada di Brontokusuman melalui media digital. Dengan adanya website dan admin dari pemuda, kami berharap informasi tentang kampung dapat terus diperbarui dan lebih mudah dikenal oleh masyarakat luas,” tuturnya.

Melalui pengembangan website, pelatihan pengelolaan, serta keterlibatan masyarakat sebagai pengelola, mahasiswa KKN UAD berharap media digital tersebut dapat terus dimanfaatkan untuk memperkenalkan potensi, mendokumentasikan kegiatan, dan menyebarluaskan informasi Kampung Brontokusuman kepada masyarakat secara lebih luas. (Mei)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/KKN-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-gelar-pelatihan-pengelolaan-website-Kampung-Brontokusuman-Foto.-Tim-KKN-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-10-12 09:13:542026-10-15 10:04:07KKN UAD Gelar Pelatihan Pengelolaan Website Kampung Brontokusuman

Mahasiswa KKN UAD Olah Limbah Plastik Menjadi Produk Bernilai Jual

06/10/2026/in MBKM, Terkini /by Ard

Mahasiswa KKN Universitas Ahmad Dahlan (UAD) olah limbah plastik menjadi produk bernilai jual (Foto. KKN UAD)

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Meramu 171 Unit III.B.1 dan III.B.2 Himpunan Mahasiswa Teknik Industri (HMTI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar pelatihan pengolahan limbah anorganik berupa plastik menjadi produk kerajinan bernilai jual. Kegiatan tersebut menyasar ibu-ibu PKK RW 07, Kelurahan Brontokusuman, Prawirotaman, pada Sabtu, 19 September 2026.

Kegiatan ini menjadi salah satu upaya mahasiswa dalam meningkatkan keterampilan masyarakat sekaligus mengurangi limbah plastik di lingkungan. Plastik yang sebelumnya hanya dibuang dan belum dimanfaatkan secara optimal diolah menjadi pouch yang memiliki nilai guna dan berpotensi dikembangkan sebagai produk UMKM lokal.

Program tersebut juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) pilar ke-12, yaitu Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab (Responsible Consumption and Production). Dalam pelaksanaannya, mahasiswa memberikan edukasi mengenai pemanfaatan limbah plastik sekaligus mendampingi peserta dalam setiap tahapan pembuatan pouch.

Andika, perwakilan mahasiswa KKN Meramu 171, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut bertujuan memberikan keterampilan praktis kepada ibu-ibu PKK agar dapat memanfaatkan limbah plastik menjadi produk yang memiliki nilai guna sekaligus nilai ekonomi.

“Kami berharap keterampilan ini tidak hanya berhenti pada pelatihan, tetapi dapat dikembangkan kembali oleh ibu-ibu PKK menjadi produk UMKM yang bernilai ekonomi,” ujarnya.

Sementara itu, Purwanti selaku perwakilan RW 07 Kelurahan Brontokusuman mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan mahasiswa KKN UAD. Menurutnya, pelatihan tersebut memberikan keterampilan baru kepada masyarakat sekaligus menjadi salah satu upaya mengurangi limbah plastik di lingkungan.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat karena ibu-ibu mendapatkan keterampilan baru dan bisa memanfaatkan sampah plastik menjadi produk yang berguna. Harapannya bisa dipraktikkan kembali di rumah,” katanya.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN Meramu 171 berharap keterampilan pengolahan limbah plastik dapat terus diterapkan oleh masyarakat. Selain membantu mengurangi limbah, pemanfaatan tersebut diharapkan dapat berkembang menjadi produk kreatif yang memiliki nilai ekonomi dan mendukung penguatan UMKM lokal. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-KKN-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-olah-limbah-plastik-menjadi-produk-bernilai-jual-Foto.-KKN-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-10-06 08:36:302026-10-15 10:03:49Mahasiswa KKN UAD Olah Limbah Plastik Menjadi Produk Bernilai Jual

Berbagai Program KKN UAD Perkuat Kebersamaan Warga Jangkang Kidul

30/09/2026/in Terkini /by Ard

Berbagai program KKN Universitas Ahmad Dahlan (UAD) perkuat kebersamaan warga Jangkang Kidul (Foto. KKN UAD)

Tim KKN Reguler Periode 159 Unit III.A.2 Universitas Ahmad Dahlan (UAD) melaksanakan berbagai kegiatan pengabdian bersama masyarakat Padukuhan Jangkang Kidul. Kegiatan tersebut mencakup olahraga dan perayaan kemerdekaan, kepedulian terhadap lingkungan, hingga dokumentasi perjalanan KKN sebagai bentuk kebersamaan dengan masyarakat.

Salah satu kegiatan yang dilaksanakan untuk memeriahkan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia adalah lomba bola voli. Kegiatan yang diselenggarakan bersama Karang Taruna tersebut berlangsung pada 13–22 Agustus 2026 di Lapangan Voli Padukuhan Jangkang Kidul. Perlombaan diikuti oleh 12 tim putra dan 10 tim putri.

Pertandingan menggunakan sistem gugur dengan pembagian tim secara acak dan tidak berdasarkan RT. Sistem tersebut memungkinkan warga dari berbagai wilayah untuk tergabung dalam satu tim sehingga dapat berinteraksi dan membangun kebersamaan dengan warga lainnya. Antusiasme masyarakat terlihat dari keterlibatan warga sebagai peserta maupun penonton yang memberikan dukungan selama pertandingan berlangsung.

Selain kegiatan olahraga, Tim KKN Unit III.A.2 melaksanakan program kepedulian terhadap lingkungan melalui pembuatan tempat sampah khusus botol plastik. Satu unit tempat sampah dibuat secara langsung oleh anggota KKN menggunakan rangka holo dan jaring besi. Setelah selesai, tempat sampah diberi label khusus botol plastik dan ditempatkan di area Mushola Padukuhan Jangkang Kidul.

Penyediaan tempat sampah tersebut menjadi salah satu bentuk kepedulian mahasiswa terhadap kebersihan lingkungan. Tempat sampah khusus diharapkan dapat membantu masyarakat mengelola sampah dengan lebih tertib serta mengurangi sampah botol plastik yang berserakan di sekitar lingkungan mushola.

Menjelang berakhirnya masa pengabdian, Tim KKN Unit III.A.2 mengabadikan berbagai kegiatan dan momen kebersamaan bersama masyarakat melalui video after movie berjudul Jangkang Kidul Chronicle. Video tersebut merangkum perjalanan KKN, mulai dari kegiatan bersama warga dan anak-anak hingga aktivitas bersama Karang Taruna di Padukuhan Jangkang Kidul.

Jangkang Kidul Chronicle kemudian ditayangkan dalam acara malam perpisahan bertajuk “Jangkang Kidul: The Last Chapter”. Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa dan masyarakat untuk mengenang berbagai momen yang telah dilalui bersama sekaligus menandai berakhirnya masa pengabdian. Acara turut dimeriahkan dengan penampilan seni tari anak-anak serta flashmob kolaborasi antara anggota KKN dan Karang Taruna.

Tim KKN Unit III.A.2 juga menghadirkan “Pojok Memories”, yaitu mading yang berisi kumpulan foto dan dokumentasi kegiatan selama pelaksanaan KKN. Pojok tersebut menjadi salah satu media untuk mengabadikan berbagai pengalaman dan kebersamaan yang telah terjalin antara mahasiswa dan masyarakat Padukuhan Jangkang Kidul.

Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari perjalanan Tim KKN Unit III.A.2 selama melaksanakan pengabdian di Padukuhan Jangkang Kidul. Lomba voli menjadi ruang untuk memperkuat kebersamaan, pembuatan tempat sampah menjadi bentuk kepedulian terhadap lingkungan, sedangkan Jangkang Kidul Chronicle dan Pojok Memories menjadi media untuk mengabadikan berbagai cerita selama masa pengabdian.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, pelaksanaan KKN tidak hanya menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menjalankan program kerja, tetapi juga menjadi kesempatan untuk berinteraksi dan membangun hubungan bersama masyarakat. Berbagai pengalaman selama berada di Padukuhan Jangkang Kidul diharapkan menjadi bagian dari perjalanan dan kenangan yang dibawa mahasiswa setelah masa pengabdian berakhir. (doc)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Berbagai-program-KKN-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-perkuat-kebersamaan-warga-Jangkang-Kidul-Foto.-KKN-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-09-30 09:40:502026-09-30 09:40:50Berbagai Program KKN UAD Perkuat Kebersamaan Warga Jangkang Kidul

Mahasiswa PLP-KKN UAD Inisiasi Outdoor Learning di Wisata Alam Goa Kebon

28/09/2026/in Terkini /by Ard

Mahasiswa PLP-KKN Universitas Ahmad Dahlan (UAD) inisiasi pembelajaran berbasis rekreasi (Foto. PLP-KKN UAD)

Mahasiswa Program Pengenalan Lapangan Persekolahan dan Kuliah Kerja Nyata (PLP-KKN) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) mengajak para peserta didik SD Unggulan Muhammadiyah Krembangan melakukan kegiatan edukasi dan rekreasi di Wisata Alam Goa Kebon, Kulon Progo, pada Kamis, 10 September 2026. Agenda pembelajaran luar kelas (outdoor learning) ini dirancang untuk memberikan suasana belajar yang segar sekaligus mengenalkan keindahan alam secara langsung kepada siswa.

Sebelum memulai petualangan menyusuri kawasan wisata, tim mahasiswa PLP-KKN UAD terlebih dahulu memberikan pengarahan terkait tata tertib dan etika peduli lingkungan. Para siswa diberi pemahaman mengenai pentingnya menjaga kebersihan lokasi, larangan membuang sampah sembarangan, serta ajakan untuk menjaga vegetasi maupun keasrian formasi alam di sekitar Goa Kebon.

Usai sesi pengarahan, para peserta didik dipandu menyusuri kawasan alam yang asri. Mereka antusias mengamati lingkungan sekitar, menikmati udara sejuk perbukitan, hingga menyaksikan langsung keindahan air terjun alami yang menjadi ikon kawasan wisata tersebut. Suasana belajar dikemas secara interaktif dan santai sehingga siswa dapat berekreasi, bertukar cerita, dan berdiskusi dengan para mahasiswa pendamping tanpa beban.

Guru SD Unggulan Muhammadiyah Krembangan, Adhi Tika, memberikan apresiasi positif atas terselenggaranya kegiatan ini. Menurutnya, pengalaman belajar kontekstual di alam terbuka sangat efektif melengkapi pembelajaran formal di sekolah.

“Kegiatan ini memberikan pengalaman baru yang berkesan bagi anak-anak. Mereka tidak hanya berekreasi melepas penat, tetapi juga belajar mengamati lingkungan secara langsung dan menumbuhkan kesadaran tentang pentingnya menjaga alam sejak dini,” ujar Adhi.

Sementara itu, perwakilan mahasiswa PLP-KKN UAD, Arifan, menjelaskan bahwa perpaduan rekreasi dan pembelajaran sains lingkungan ini sengaja diusung agar anak-anak tidak merasa jenuh selama proses transfer pengetahuan.

“Kami ingin menghadirkan proses belajar yang bermakna di luar dinding kelas. Lewat media alam terbuka seperti Goa Kebon, peserta didik diajak memahami bahwa menjaga kelestarian bumi dan mengagumi ciptaan Tuhan bisa dipelajari lewat cara yang sangat menyenangkan,” ungkap Arifan.

Selain menumbuhkan kepekaan ekologis dan rasa ingin tahu, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat hubungan emosional antara mahasiswa, guru, dan para murid. Kehadiran mahasiswa PLP-KKN UAD di sekolah mitra diharapkan dapat terus memantik kreativitas model pembelajaran yang adaptif, aplikatif, dan berdampak positif bagi perkembangan karakter peserta didik. (Ito)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-PLP-KKN-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-inisiasi-pembelajaran-berbasis-rekreasi-Foto.-PLP-KKN-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-09-28 08:42:372026-09-28 08:42:37Mahasiswa PLP-KKN UAD Inisiasi Outdoor Learning di Wisata Alam Goa Kebon

Mahasiswa PLP-KKN UAD Adakan Penghijauan di SD Muhammadiyah Krembangan

25/09/2026/in Terkini /by Ard

Mahasiswa PLP-KKN Universitas Ahmad Dahlan (UAD) adakan penghijauan di SD Muhammadiyah Krembangan (Foto. PLP-KKN UAD)

Mahasiswa Program Pengenalan Lapangan Persekolahan dan Kuliah Kerja Nyata (PLP-KKN) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar aksi penghijauan di lingkungan SD Unggulan Muhammadiyah Krembangan, Kulon Progo, pada Rabu, 9 September 2026. Kegiatan ini diinisiasi sebagai wujud kepedulian mahasiswa terhadap kelestarian lingkungan sekolah sekaligus ikhtiar menciptakan suasana belajar yang lebih asri, sejuk, dan nyaman bagi warga sekolah.

Aksi penghijauan tersebut melibatkan kolaborasi langsung antara mahasiswa PLP-KKN UAD, dewan guru, dan peserta didik. Rangkaian kegiatan diawali dengan sesi edukasi interaktif mengenai pentingnya menjaga kelestarian lingkungan hidup. Mahasiswa menjelaskan fungsi vegetasi dalam menyaring udara, menurunkan suhu mikro di sekitar ruang kelas, serta mempercantik tata ruang sekolah.

Usai mendapatkan pengantar edukasi, para siswa diajak mempraktikkan langsung teknik penanaman dan perawatan tanaman di area yang telah disiapkan. Didampingi oleh mahasiswa, para siswa tampak antusias belajar menggemburkan tanah, memasukkan bibit ke dalam media tanam, hingga menyiramnya secara teratur. Melalui praktik langsung ini, siswa tidak hanya belajar mencintai lingkungan, tetapi juga dilatih memiliki rasa tanggung jawab dan kerja sama.

Kepala SD Unggulan Muhammadiyah Krembangan, Rini Utami, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas inisiatif yang dilakukan oleh para mahasiswa UAD. Menurutnya, metode pembelajaran berbasis aksi nyata ini sangat relevan untuk membentuk karakter peduli lingkungan sejak dini.

“Kegiatan penghijauan ini sangat positif karena anak-anak dapat belajar secara konkret tentang pentingnya menjaga alam. Kami berharap tanaman yang sudah ditanam dapat terus dirawat bersama dan menjadi bagian dari wajah sekolah yang semakin asri,” ungkap Rini.

Hal senada diutarakan oleh salah satu perwakilan dewan guru, Adhi Tika. Ia mengamati antusiasme tinggi dari para siswa selama kegiatan berlangsung. “Peserta didik tidak sekadar mendengarkan materi, melainkan ikut andil menanam dan merawatnya secara langsung. Harapannya, kebiasaan baik menjaga keasrian ini dapat mereka bawa dan terapkan dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan rumah,” ujarnya.

Sementara itu, perwakilan mahasiswa PLP-KKN UAD, Arifan, menjelaskan bahwa program ini dirancang sebagai kontribusi nyata dan berkelanjutan selama masa pengabdian mereka di sekolah mitra. “Kami ingin mengajak adik-adik memahami bahwa aksi melestarikan bumi bisa dimulai dari hal paling sederhana, seperti menanam dan merawat satu pohon bersama-sama,” tuturnya.

Melalui program penghijauan ini, mahasiswa PLP-KKN UAD berharap kebiasaan merawat ruang terbuka hijau di sekolah dapat terus dirawat oleh seluruh warga sekolah. Lebih dari sekadar menanam pohon, kegiatan ini menjadi modal penting dalam menumbuhkan kesadaran ekologis generasi muda demi mewujudkan sekolah sehat dan ramah lingkungan. (Ito)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-PLP-KKN-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-adakan-penghijauan-di-SD-Muhammadiyah-Krembangan-Foto.-PLP-KKN-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-09-25 09:30:292026-09-25 09:30:29Mahasiswa PLP-KKN UAD Adakan Penghijauan di SD Muhammadiyah Krembangan

Mahasiswa PLP-KKN UAD Edukasi Pengelolaan Sampah di SMAN 1 Piyungan

25/09/2026/in Terkini /by Ard

Mahasiswa PLP-KKN Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dukung program adiwiyata melalui edukasi pengelolaan sampah di SMAN 1 Piyungan (Foto. KKN)

Mahasiswa Pengenalan Lapangan Persekolahan Kuliah Kerja Nyata (PLP-KKN)  Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menyelenggarakan lokakarya pemilahan sampah dan pembuatan pupuk organik cair (POC) di SMA Negeri 1 Piyungan, pada Jumat, 4 September 2026. Kegiatan tersebut diikuti oleh 45 siswa yang terdiri atas tiga perwakilan dari setiap kelas X, XI, dan XII.

Kegiatan dibuka oleh Faza Warda Nadilla, mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling, selaku pembawa acara. Selanjutnya, Kepala SMA Negeri 1 Piyungan, Bekti Mulatsih, S.Pd., M.Pd., memberikan pengarahan kepada peserta. Ia mengajak siswa untuk mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh serta menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari. Bekti juga berharap program yang diinisiasi mahasiswa PLP-KKN UAD dapat berkelanjutan dan mendukung pelaksanaan Program Adiwiyata di sekolah.

“Anak-anak perlu mengikuti pelatihan ini dengan baik dan menerapkan pengetahuan yang diperoleh. Kami berharap program dari mahasiswa KKN UAD dapat terus berkelanjutan serta mendukung pelaksanaan program Adiwiyata di sekolah,” ujarnya.

Memasuki sesi materi, Tiara Amanda, mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi, menyampaikan edukasi mengenai pentingnya pemilahan sampah. Siswa dikenalkan pada cara memilah sampah berdasarkan jenisnya serta manfaat pengelolaan sampah yang tepat bagi kebersihan dan kelestarian lingkungan. Selain itu, sampah yang telah dipilah berpotensi dimanfaatkan kembali menjadi produk yang memiliki nilai guna.

Materi selanjutnya disampaikan oleh Dwi Ayu Teguh Pambudi mengenai pembuatan POC. Ia menjelaskan bahwa limbah organik rumah tangga, seperti sisa sayuran dan buah-buahan, dapat diolah menjadi pupuk yang bermanfaat bagi tanaman. Pengolahan tersebut menjadi salah satu upaya untuk mengurangi limbah sekaligus mengenalkan pemanfaatan bahan organik kepada siswa.

Setelah penyampaian materi, peserta mengikuti praktik pembuatan POC secara berkelompok. Sebanyak 45 siswa dibagi menjadi sembilan kelompok, dengan setiap kelompok didampingi oleh satu mahasiswa PLP-KKN UAD sebagai fasilitator. Menggunakan bahan organik yang telah disiapkan, siswa mempraktikkan tahapan pembuatan POC sambil berdiskusi dan bertukar pengetahuan dengan pendamping.

Antusiasme siswa terlihat selama kegiatan praktik berlangsung. Asry, siswa kelas X E-5, mengungkapkan bahwa lokakarya tersebut memberikan pengalaman baru dalam mengolah limbah rumah tangga. “Saya jadi tahu cara memanfaatkan limbah dapur untuk dibuat menjadi pupuk POC. Besok adakan workshop lagi ya, Kak! Kegiatannya menyenangkan,” ungkapnya.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mahasiswa PLP-KKN UAD dalam mendukung pengembangan budaya peduli lingkungan di SMA Negeri 1 Piyungan. Melalui edukasi dan praktik langsung, siswa diharapkan mampu menerapkan kebiasaan memilah sampah serta memanfaatkan limbah organik secara bijak, baik di lingkungan sekolah maupun dalam kehidupan sehari-hari. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-PLP-KKN-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-dukung-program-adiwiyata-melalui-edukasi-pengelolaan-sampah-di-SMAN-1-Piyungan-Foto.-KKN.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-09-25 09:24:342026-09-25 09:24:34Mahasiswa PLP-KKN UAD Edukasi Pengelolaan Sampah di SMAN 1 Piyungan

Satu Dekade, Satu Persaudaraan: Jejak Mahasiswa UAD di Sangkhom Islam Wittaya School

25/09/2026/in MBKM, Terkini /by Ard

Mahasiswa PLP-KKN Internasional Universitas Ahmad Dahlan (UAD) di Sangkhom Islam Wittaya School, Songkhla, Thailand (Foto. Istimewa)

Ada perjalanan yang tidak selesai ketika seseorang kembali ke tanah air. Ia menetap dalam ingatan, tumbuh menjadi pengalaman, dan terkadang meninggalkan jejak pada tempat yang pernah disinggahi. Begitulah kisah mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) ketika menempuh PLP-KKN Internasional di Sangkhom Islam Wittaya School, Songkhla, Thailand. Mereka adalah mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) yang terdiri dari  Restu nandayu, Adam Hafidz, dan Nazwa Widhy Azzurha, serta mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika, Najwa Lelya Mawarda.

Selama hampir satu bulan, 10 Agustus hingga 4 September 2026, mahasiswa tidak sekadar hadir sebagai calon pendidik yang menjalankan praktik kependidikan. Mereka datang membawa pengetahuan dari Indonesia, tetapi pada saat yang sama membuka diri untuk belajar dari lingkungan baru. Di ruang kelas, halaman sekolah, masjid, hingga tengah masyarakat, mereka menemukan bahwa pendidikan tidak hanya berbicara tentang apa yang diajarkan, tetapi juga tentang bagaimana seseorang hadir, beradaptasi, dan memberi makna bagi orang lain.

Kehadiran mahasiswa UAD di Sangkhom juga bukan cerita yang baru dimulai tahun ini. Hubungan antara UAD dan Sangkhom Islam Wittaya School telah terjalin sekitar satu dekade. Selama rentang tersebut, mahasiswa dan alumni UAD datang silih berganti untuk belajar, mengajar, berinteraksi, sekaligus meninggalkan pengalaman yang kemudian menjadi bagian dari perjalanan sekolah.

Tahun ini, cerita itu kembali dilanjutkan.

Mahasiswa ditempatkan pada jenjang Prathom atau sekolah dasar dan Anuban atau taman kanak-kanak. Di sana, mereka mendampingi peserta didik dalam berbagai aktivitas pembelajaran, termasuk pengajaran Al-Qur’an. Huruf hijaiyah, tanda baca, tartil, hingga hafalan ayat-ayat pilihan menjadi bagian dari proses belajar. Namun, mengajar di negeri lain membuat mahasiswa menyadari bahwa metode yang berhasil di satu tempat belum tentu dapat diterapkan begitu saja di tempat lain.

Perbedaan bahasa, kebiasaan, dan karakter peserta didik menuntut mahasiswa untuk lebih peka. Mereka harus menemukan cara berkomunikasi yang sederhana, menyenangkan, dan mudah dipahami anak-anak.

Pada titik inilah praktik lapangan menemukan maknanya. Teori yang selama ini dipelajari di ruang kuliah berhadapan langsung dengan situasi nyata. Mahasiswa tidak hanya dituntut mampu menyampaikan materi, tetapi juga membaca keadaan, memahami peserta didik, dan menyesuaikan pendekatan pembelajaran.

Dari sana, ruang kelas tidak lagi sekadar tempat mengajar. Ia menjadi ruang perjumpaan antara pengalaman pendidikan Indonesia dan kehidupan masyarakat Muslim di Thailand. Jika mahasiswa belajar mengenal Thailand, mereka juga membawa Indonesia untuk diperkenalkan kepada warga sekolah. Melalui Indonesia Day, kekayaan Nusantara dihadirkan dalam bentuk yang dekat dengan dunia anak-anak. Nasi pecel menjadi salah satu pintu untuk mengenalkan kuliner Indonesia. Batik diperkenalkan melalui kegiatan mewarnai. Senjata tradisional, pentas seni, hingga film dokumenter turut menjadi bagian dari cara mahasiswa memperkenalkan Indonesia.

Hal-hal sederhana tersebut memperlihatkan bahwa kebudayaan tidak selalu harus diperkenalkan melalui penjelasan panjang. Sepiring makanan, selembar kain, sebuah pertunjukan, atau sebuah cerita dapat menjadi jembatan untuk memahami masyarakat yang berbeda.

Menariknya, proses itu berlangsung dua arah. Ketika mahasiswa memperkenalkan Indonesia kepada siswa Thailand, mereka juga belajar bagaimana budaya Indonesia diterima, ditafsirkan, dan dipahami dari sudut pandang masyarakat di negara lain. Pengabdian mahasiswa kemudian berkembang ke berbagai aspek kehidupan siswa. Nilai-nilai keislaman diperkenalkan melalui lomba adzan, tartil Al-Qur’an, dan nasyid Asmaul Husna.

Lomba tidak sekadar menghadirkan suasana kompetitif. Di dalamnya terdapat kesempatan bagi siswa untuk melatih keberanian, membangun kepercayaan diri, dan menunjukkan kemampuan mereka. Begitu pula dengan Gerakan Anti Bullying. Mahasiswa menggunakan materi edukatif, film, dan permainan inovatif untuk membantu siswa memahami pentingnya menghargai teman serta menciptakan lingkungan yang aman.

Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa pendidikan dapat hadir dalam banyak bentuk. Nilai tentang keberanian, kepedulian, dan saling menghargai tidak selalu harus disampaikan melalui ceramah. Anak-anak dapat belajar melalui pengalaman yang mereka jalani sendiri.

Di bidang kesehatan dan lingkungan, mahasiswa memperkenalkan pemilahan sampah, piket, Kamis Bersih, program gizi “Ini Piringku”, serta praktik menyikat gigi bagi anak-anak TK. Sementara itu, pelatihan pemadaman kebakaran menjadi salah satu cara mengenalkan keselamatan dan kesiapsiagaan sejak usia dini. Berbagai kegiatan tersebut mungkin tampak sederhana. Namun, pendidikan memang kerap bekerja melalui kebiasaan-kebiasaan kecil yang dilakukan secara berulang hingga menjadi bagian dari kehidupan.

Jejak pengabdian mahasiswa tidak berhenti di lingkungan sekolah. Mereka turut melakukan revitalisasi masjid, jalan sehat dan pungut sampah, serta senam sehat bersama masyarakat sekitar. Perjumpaan dengan masyarakat memberikan pengalaman yang berbeda. Mahasiswa tidak lagi berhadapan dengan peserta didik sebagai objek pembelajaran, melainkan hadir sebagai bagian dari lingkungan sosial yang mereka datangi.

Di sanalah KKN Internasional memperoleh makna yang lebih luas. Pengabdian bukan semata tentang seberapa banyak program yang dapat dilaksanakan, tetapi juga tentang kesediaan untuk hadir, mendengar, berinteraksi, dan memahami kehidupan masyarakat dari dekat. Mahasiswa belajar bahwa memberi tidak selalu berarti datang dengan membawa sesuatu. Terkadang, memberi berarti bersedia menjadi bagian dari kehidupan orang lain, meski hanya dalam waktu yang terbatas.

Selain pembelajaran dan pengabdian sosial, mahasiswa juga berkontribusi dalam pengembangan literasi dan media sekolah. Mereka membuat majalah dinding berbahasa Thailand, menyumbangkan buku cerita berbahasa Indonesia, serta membantu menata ruang baca. Buku-buku tersebut menjadi lebih dari sekadar bahan bacaan. Ia menjadi medium kecil yang mempertemukan bahasa dan budaya Indonesia dengan anak-anak Thailand.

Di tengah perkembangan teknologi, mahasiswa juga membantu mendokumentasikan aktivitas sekolah melalui media sosial dan video kegiatan. Dengan begitu, cerita tentang Sangkhom Islam Wittaya School tidak hanya tersimpan dalam ingatan orang-orang yang terlibat, tetapi juga dapat terus dikenang melalui dokumentasi digital.

Di balik seluruh kegiatan tersebut, ada satu hal yang membuat perjalanan ini memiliki arti lebih panjang: hubungan UAD dengan Sangkhom Islam Wittaya School yang telah berlangsung sekitar sepuluh tahun. Satu dekade berarti ada banyak generasi mahasiswa yang pernah datang. Ada yang mengajar, ada yang belajar, ada yang mengenal bahasa dan budaya Thailand, dan ada pula yang kemudian kembali sebagai alumni dengan cerita masing-masing.

Jejak generasi sebelumnya membuat mahasiswa yang datang hari ini tidak benar-benar memulai dari awal. Mereka melanjutkan hubungan yang telah dibangun oleh mahasiswa dan alumni terdahulu. Kedekatan itu juga tercermin dari perhatian keluarga besar Sangkhom kepada mahasiswa UAD. Thalib Kayem, Direktur Sangkhom Islam Wittaya School, secara konsisten memperhatikan kondisi mahasiswa selama menjalankan program dan memastikan mereka merasa nyaman berada di lingkungan sekolah.

Sementara itu, Preecha Roeng Samut, Kepala Prathom Sangkhom Islam Wittaya School, mengingatkan mahasiswa bahwa perbedaan negara tidak seharusnya menjadi batas bagi persaudaraan. “Kita adalah saudara. Walaupun kita berasal dari negara yang berbeda, kita tetap satu sebagai sesama Muslim. Silaturahmi harus terus dijaga.”

Pesan tersebut menjadi lebih dari sekadar ucapan penutup. Ia menjadi pengingat bahwa kerja sama pendidikan dapat berkembang menjadi hubungan kemanusiaan yang jauh lebih panjang. Program mungkin memiliki tanggal mulai dan tanggal selesai. Mahasiswa mungkin harus kembali ke Indonesia. Namun, hubungan yang telah tumbuh tidak harus berakhir bersamaan dengan selesainya program.

Hampir satu bulan di Thailand akhirnya memberikan mahasiswa UAD sesuatu yang lebih besar daripada sekadar pengalaman praktik lapangan. Mereka belajar mengajarkan Al-Qur’an sekaligus belajar memahami peserta didik. Mereka mengenalkan Indonesia sekaligus belajar melihat budaya sendiri dari perspektif masyarakat lain. Mereka berbicara tentang kebersihan, kesehatan, keselamatan, dan anti-bullying, sekaligus belajar bahwa perubahan dapat dimulai dari kebiasaan sederhana.

Mereka hadir di sekolah, masjid, dan tengah masyarakat. Mereka meninggalkan buku, dokumentasi, pengalaman, serta berbagai program. Namun, pada saat yang sama, mereka membawa pulang pemahaman baru tentang pendidikan, kebudayaan, masyarakat, dan persaudaraan. Sebab, pendidikan sejatinya tidak mengenal batas geografis. Seorang calon pendidik tidak hanya dituntut mampu berdiri di depan kelas, tetapi juga harus mampu hadir di tengah keberagaman dengan pikiran terbuka, sikap adaptif, dan penghormatan terhadap perbedaan.

Sepuluh tahun telah berlalu sejak hubungan UAD dan Sangkhom Islam Wittaya School mulai terjalin. Mahasiswa datang silih berganti, program terus berkembang, dan setiap generasi meninggalkan ceritanya sendiri. Kini, mereka menjadi bagian dari cerita tersebut.

Di Thailand, mahasiswa UAD belajar untuk memberi. Namun, dalam proses memberi itu pula, mereka menemukan bahwa setiap perjumpaan selalu memiliki sesuatu untuk diajarkan. Dan mungkin, di situlah makna perjalanan ini: datang untuk mengabdi, pulang dengan pemahaman yang lebih luas, dan meninggalkan persaudaraan yang tetap hidup meski jarak kembali terbentang. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-PLP-KKN-Internasional-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-di-Sangkhom-Islam-Wittaya-School-Songkhla-Thailand-Foto.-Istimewa.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-09-25 09:17:262026-09-30 11:00:19Satu Dekade, Satu Persaudaraan: Jejak Mahasiswa UAD di Sangkhom Islam Wittaya School

PLP-KKN UAD Jadikan Hidroponik sebagai Media Edukasi Lingkungan di SMAN 1 Piyungan

24/09/2026/in Terkini /by Ard

PLP-KKN Universitas Ahmad Dahlan (UAD) jadikan hidroponik sebagai media edukasi lingkungan di SMAN 1 Piyungan (Foto. PLP-KKN UAD)

Mahasiswa Pengenalan Lapangan Persekolahan Kuliah Kerja Nyata (PLP-KKN) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar edukasi dan pelatihan budidaya tanaman hidroponik di SMA Negeri 1 Piyungan, pada Jumat, 11 September 2026. Kegiatan tersebut melibatkan 30 siswa yang terdiri atas tiga perwakilan dari setiap kelas X dan XI.

Pemilihan perwakilan siswa dilakukan agar pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama pelatihan dapat diteruskan kepada siswa lain di masing-masing kelas. Kegiatan dibuka oleh Suryani, mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), selaku pembawa acara. Selanjutnya, sesi edukasi disampaikan oleh Majmu’atus Sururriyah, mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi, bersama Faza Warda Nadilla, mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling (BK).

Materi yang diberikan mencakup pengenalan budidaya hidroponik, manfaat, jenis media tanam yang dapat digunakan, tahapan penanaman menggunakan media sekam bakar, hingga perawatan tanaman. Melalui kegiatan tersebut, siswa dikenalkan pada hidroponik sebagai alternatif bercocok tanam yang dapat diterapkan pada lingkungan dengan keterbatasan lahan.

“Budidaya tanaman hidroponik di sekolah dapat menjadi sarana bagi teman-teman untuk belajar dan praktik secara langsung. Metode ini juga efisien diterapkan pada lingkungan dengan lahan terbatas serta dapat menjadi salah satu upaya untuk menjaga kualitas lingkungan,” ungkap Ria.

Setelah penyampaian materi, peserta mengikuti praktik budidaya tanaman secara langsung dengan pendampingan mahasiswa PLP-KKN UAD. Siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk mempraktikkan tahapan budidaya, mulai dari memilih dan menyiapkan media tanam, memasukkan sekam bakar ke dalam instalasi paralon, mengelompokkan tanaman berdasarkan jenis, melakukan penanaman, hingga mempelajari perawatan tanaman.

Sebagai bagian dari keberlanjutan program, perwakilan siswa dilibatkan dalam piket perawatan dan penyiraman tanaman secara berkala. Mereka juga diharapkan dapat membagikan pengetahuan yang diperoleh kepada teman-teman di kelas masing-masing sehingga manfaat pelatihan dapat menjangkau lebih banyak siswa.

Aji, selaku Ketua KKN Unit III.A.3, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya berfokus pada keterampilan bercocok tanam, tetapi juga mendorong kepedulian siswa terhadap lingkungan.

“Melalui pelatihan ini, kami ingin membekali siswa dengan keterampilan praktis dalam bercocok tanam sekaligus menumbuhkan karakter peduli lingkungan. Harapannya, program ini tidak berhenti setelah pelatihan selesai, tetapi dapat terus dirawat dan dikembangkan oleh siswa sehingga mendukung program sekolah serta upaya pelestarian lingkungan,” jelasnya.

Melalui edukasi dan praktik budidaya hidroponik, mahasiswa PLP-KKN UAD berupaya menghadirkan pengalaman belajar yang menghubungkan pengetahuan dengan praktik langsung. Keterlibatan siswa dalam perawatan tanaman diharapkan dapat menjaga keberlanjutan program sekaligus menjadikan area hidroponik sebagai ruang belajar hijau di SMA Negeri 1 Piyungan. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/PLP-KKN-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-jadikan-hidroponik-sebagai-media-edukasi-lingkungan-di-SMAN-1-Piyungan-Foto.-PLP-KKN-UAD.jpeg 960 1280 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-09-24 09:20:182026-09-24 09:20:18PLP-KKN UAD Jadikan Hidroponik sebagai Media Edukasi Lingkungan di SMAN 1 Piyungan
Page 1 of 36123›»

TERKINI

  • Forsikip UAD Gelar Pelatihan Pengembangan Diri Lintas Kampus bagi Awardee KIP-Kuliah15/10/2026
  • Menjajaki Riset, Inovasi, dan Teknologi dari Academic Visit di Tiongkok15/10/2026
  • Mahasiswa UAD Hadirkan Mesin Extruder untuk UKM Putri 21 Gunungkidul14/10/2026
  • KKN UAD Edukasi Siswa SMP Muhammadiyah Piyungan tentang Pencegahan Bullying14/10/2026
  • Menjaga Hafalan 30 Juz di Tengah Padatnya Perkuliahan14/10/2026

PRESTASI

  • Tim Voli Putri UAD Raih Juara III Liga Voli Mahasiswa 202615/10/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara II Math Essay Competition Nasional15/10/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara I Writing Contest FOMUNY 202612/10/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara III pada Kejurnas IX Senior-Junior Hapkido Indonesia 202630/09/2026
  • Tim Al Qorni UAD Raih Dua Gelar Juara di Ajang KMLI 202630/09/2026

FEATURE

  • Meneladani Keteguhan dan Keluhuran Akhlak Rasulullah di Tengah Pemboikotan12/10/2026
  • Kesederhanaan yang Menjadi Pilihan Hidup Rasulullah06/10/2026
  • Runtuhkan Sekat Pembatas, Dekan FKIP UAD Tekankan Kolaborasi Pendidikan yang Berdampak28/09/2026
  • Menelusuri Hakikat dan Empat Tanda Kebahagiaan di Dunia15/09/2026
  • Memaknai Singkatnya Kehidupan dan Rahmat Berlimpah Menuju Surga10/09/2026

TENTANG | KRU | KONTAK | REKAPITULASI

Scroll to top