Mahasiswa KKN UAD Buat Lilin Aromaterapi dari Limbah

Mahasiswa KKN Universitas Ahmad Dahlan (UAD) buat lilin aromaterapi dari limbah (Foto. KKN UAD)
Mahasiswa KKN Alternatif 104 Unit II.A.1 Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar pelatihan pembuatan lilin aromaterapi berbahan dasar minyak jelantah bagi warga RW 01 Sambirejo, Kelurahan Prenggan, Kemantren Kotagede, Kota Yogyakarta, Rabu 24 Juni 2026. Kegiatan yang berlangsung di Gedung Serbaguna Masjid Al-Kiraam tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengelola limbah rumah tangga sekaligus membuka peluang usaha.
Program tersebut dilaksanakan sebagai bentuk dukungan terhadap gerakan MAS JOS (Masyarakat Jogja Olah Sampah) yang digagas Pemerintah Kota Yogyakarta. Di wilayah RW 01 Sambirejo, komitmen pengelolaan sampah diwujudkan melalui pembentukan Bank Sampah “Berseri” yang aktif melakukan pemilahan sampah anorganik dan pengelolaan sampah organik.
Namun, pengelolaan limbah cair rumah tangga berupa minyak jelantah masih menjadi persoalan yang belum tertangani secara optimal. Berdasarkan hasil observasi mahasiswa KKN, minyak jelantah masih sering dibuang langsung ke lingkungan sehingga berpotensi mencemari saluran air dan tanah.
Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KKN bersama Dosen Pembimbing Lapangan, Jefree Fahana, merumuskan solusi melalui pelatihan pengolahan minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi yang memiliki nilai guna sekaligus nilai ekonomi.
Pelatihan mendapat sambutan positif dari pengurus dan anggota Bank Sampah “Berseri”. Peserta mengikuti kegiatan dengan antusias mulai dari pemaparan materi hingga praktik langsung pembuatan lilin aromaterapi.
Dalam praktiknya, mahasiswa memperagakan proses pemurnian minyak jelantah menggunakan batang serai dan daun pandan untuk mengurangi aroma tengik. Minyak kemudian dicampurkan dengan stearin, pewarna, dan minyak esensial beraroma kopi serta lavender sebelum dicetak ke dalam wadah kaca kecil.
Ketua Bank Sampah “Berseri”, Ngajiyati, mengapresiasi kegiatan tersebut karena memberikan pengetahuan baru kepada warga mengenai pemanfaatan limbah rumah tangga. Menurutnya, lilin aromaterapi hasil pelatihan berpotensi dikembangkan menjadi produk unggulan bank sampah.
Sementara itu, Koordinator KKN Alternatif 104 Unit II.A.1, Muhammad Alif, berharap pelatihan ini dapat mendorong masyarakat lebih kreatif dalam memanfaatkan limbah rumah tangga. Ia menilai pengolahan minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi dapat menjadi langkah sederhana yang mendukung pelestarian lingkungan sekaligus pengembangan ekonomi kreatif masyarakat.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Alternatif 104 UAD berharap kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan limbah secara mandiri terus meningkat. Selain itu, program tersebut diharapkan menjadi contoh bahwa pelestarian lingkungan dapat berjalan beriringan dengan pengembangan ekonomi kreatif masyarakat melalui inovasi sederhana yang dilakukan secara berkelanjutan.
