Dari Jalur Beasiswa, Rentetan Medali, Hingga Predikat Wisudawan Berprestasi

Mawar Ledya Serli alumnus Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dari Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) (Foto. Mawar)
Perjalanan akademik yang panjang dan penuh perjuangan kembali menorehkan cerita inspiratif di lingkungan Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Mawar Ledya Serli, mahasiswi program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) angkatan 2022, berhasil lulus dengan meraih predikat Wisudawan Berprestasi pada acara Wisuda Terapan, Sarjana, Magister, dan Doktor Periode III pada Sabtu, 9 Mei 2026 lalu. Perjuangan Mawar membuktikan bahwa keterbatasan ekonomi bukanlah penghalang untuk mencapai puncak prestasi. Lahir dan tumbuh dalam kondisi keluarga yang sederhana, Mawar sempat didera keraguan apakah dirinya bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang perkuliahan. Namun, tekad yang kuat untuk meringankan beban orang tua mendorongnya untuk berjuang memburu berbagai peluang beasiswa.
“Perjuangannya panjang banget. Saya berasal dari keluarga yang kurang mampu dan dulu sempat kepikiran, bisa enggak ya kuliah? Biayanya mahal. Jadi saya usahakan untuk daftar lewat jalur beasiswa biar meringankan orang tua. Saya banyak daftar di beberapa kampus, beberapa keterima tapi beasiswanya tidak full. Qodarullah, akhirnya diterima di UAD lewat jalur KIP-Kuliah, jadi beasiswanya full dan dapat uang saku juga,” ungkap Mawar.
Memasuki gerbang perguruan tinggi sebagai mahasiswa baru membawa kebahagiaan tersendiri bagi Mawar. Meski awalnya mengaku sebagai pribadi yang kurang percaya diri, atmosfer akademik dan fasilitas pengembangan diri di UAD secara perlahan mengubah kepribadiannya menjadi sosok yang tangguh dan berani tampil di depan publik. Mawar mulai aktif mengasah lifeskills-nya dengan mengikuti berbagai seminar serta pelatihan yang difasilitasi oleh Biro Kemahasiswaan dan Alumni (Bimawa) UAD, sekaligus melibatkan diri dalam dinamika berbagai organisasi kampus, seperti Lembaga Semi Otonom (LSO) Kreativitas Kita (Kreskit) selaku Pimpinan Umum, Student Employment Bidang Humas dan Protokol (BHP) UAD sebagai Jurnalis, Mentor Beasiswa KIP-Kuliah Merdeka Angkatan 2022 dan 2024, Konselor Sebaya, Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) PBSI UAD, Ketua Program Peningkatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPKO) HMPS PBSI UAD, Co-Trainer Softskills Tahap 1, Studi Pentas Teater Jaringan Anak Bahasa (JAB), Juri dalam acara Call for Essay, Ketua Modul Nusantara Pertukaran Mahasiswa Merdeka III, Ketua Festival Seni Anak UAD Fair #3, hingga menjadi bagian dari Duta Literasi Pendidikan Indonesia sebagai Sekretaris.
Tidak tanggung-tanggung, melalui berbagai kompetisi, Mawar sukses membawa nama baik UAD hingga ke luar Pulau Jawa. Selama masa studinya, ia menorehkan segudang prestasi gemilang tingkat nasional dan internasional yang sangat membanggakan. Catatan prestasinya yang luar biasa meliputi raihan Gold Medal pada National Essay Competition (Nesco) #2 Universitas Negeri Malang tahun 2026, Gold Medal National Writing Competition (NWC) Universitas Andalas 2025, serta Medali Emas Smart Innovation Competition (SIC) dari Kementerian Malaysia pada tahun 2024. Selain itu, ia juga sukses menyabet Juara 1 Business Plan Jasa Non-Digital di Kawasan Pariwisata Borobudur, Juara 1 Best Presenter di ajang Ahmad Dahlan International Youth Camp, dinobatkan sebagai Duta Literasi Pendidikan Indonesia, meraih rentetan penghargaan nasional di bidang fotografi dasar, mengikuti berbagai seminar dan volunteer, hingga berkesempatan mengikuti Kontribusi Sosial Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) III di Bengkulu.
Menyeimbangkan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) yang nyaris sempurna, yaitu 3,86, dengan segudang aktivitas organisasi dan kompetisi tentu bukan perkara mudah. Mawar membocorkan rahasia produktivitasnya yang berakar dari Pelatihan Softskills Tahap 1 yang pernah diikutinya di kampus.
“Kalau tips produktif dari saya, pertama-tama dari sekian banyak kegiatan saya harus tentukan prioritas. Intinya pakai metode Eisenhower Matrix. Jadi yang pertama itu yang penting dan mendesak, terus penting dan tidak mendesak, tidak penting dan mendesak, lalu tidak penting dan tidak mendesak. Ini pernah diajarkan waktu Pelatihan Softskills Tahap 1. Aku sangat bersyukur UAD menyediakan program softskills karena itu sangat bermanfaat sebagai kompas bagi saya saat menjadi mahasiswa baru waktu itu,” jelas Mawar.
Di balik predikat Wisudawan Berprestasi yang kini disandangnya, Mawar menegaskan bahwa keberhasilan ini bukanlah milik sepihak. Dukungan dari ekosistem pertemanan yang positif menjadi bahan bakar utama ketika ia mulai meragukan kapasitas dirinya sendiri. Namun, di atas segalanya, ia mempersembahkan pencapaian luar biasa ini untuk keluarga kecilnya tercinta.
“Penghargaan wisudawan berprestasi ini saya persembahkan untuk mereka, keluarga kecil saya yang luar biasa sekali mendukung saya sampai di titik ini; kepada Bapak Tarsiwan, Ibu Nafiah, serta adik-adik saya, Kenanga dan Dahlia.”
Mawar juga menyampaikan rasa terima kasih dan hormat yang mendalam kepada Caraka Putra Bakti, S.Pd., M.Pd., selaku dosen pembimbing beasiswanya yang telah memberikan keteladanan dan bimbingan yang luar biasa.
“Kepada Pak Caraka Putra Bakti, dosen pembimbing beasiswa saya yang sudah membimbing dengan penuh kesabaran. Banyak sekali pelajaran hidup dan pengalaman berharga yang saya petik dari beliau. Melalui arahan-arahan beliau, saya ditempa untuk tidak sekadar menjadi mahasiswa yang cerdas secara akademik, tetapi juga bertransformasi menjadi sosok mahasiswa yang tangguh, adaptif, dan siap menghadapi tantangan di masa depan,” pungkasnya.
Kisah Mawar Ledya Serli menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan finansial bukanlah akhir dari sebuah mimpi, melainkan awal dari sebuah daya juang yang menginspirasi. Capaian luar biasa ini juga menegaskan komitmen UAD dalam mendukung dan memfasilitasi mahasiswa berprestasi dari berbagai latar belakang untuk mencapai potensi terbaik mereka dan mencetak generasi unggul yang berdaya saing. (Anove)
